
batampos– Kabupaten Karimun, termasuk salah satu di Provinsi Kepri yang memiliki banyak desa. Jumlahnya sebanyak 42 desa. Dan sejak 2015 pemerintah mengalokasikan dana desa (DD) jumlah desa mandiri, maju dan berkembang terus bertambah.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Karimun, Jackie Stewart Touw yang dikonfirmasi, Jumat (8/3) mengatakan, dari tahun ke tahun secara indeks yang dinilai oleh Kementerian Desa RI untuk desa-desa yang ada di Karimun memang semakin baik.
”Kita lihat dari 2019 sampai 2021 di daerah kita tidak ada jumlah desa mandiri. Tapi, mulai 2022 sudah ada 6 desa dan tahun lalu Jumlahnya bertambah menjadi 10 desa,” ujarnya.
BACA JUGA: Desa Lubuk Kembali jadi Juara Umum MTQ Kecamatan Kundur
Begitu juga, tambahnya, untuk desa maju sejak 2019 sampai tahun lalu terus bertambah. Jika pada 2019 jumlah desa maju hanya 6, tapi tahun lalu jumlahnya sudah ada 16 desa. Kemudian, untuk desa tertinggal pada 2019 ada 7 desa dan sejak 2022 sudah tidak ada lagi desa tertinggal di Kabupaten Karimun.
”Termasuk juga desa sangat tertinggal pernah ada di Kabupaten Karimun. Waktu itu pada 2019 ada satu desa yang masuk ke wilayah Kecamatan Durai. Setelah digarap bersama dengan OPD terkait, akhirnya 2020 setelah dilakukan penilaian oleh tim Kementerian Desa yang turun langsung mencabut status desa sangat tertinggal. Alhamdulillah sampai saat ini desa tersebut masuk kategori berkembang,” ungkapnya.
Dalam membangun desa, kata Jackie, tidak hanya tergantung DD. Melainkan diperlukan kerja sama dari seluruh stakeholder yang ada. Sebagai contoh, untuk mencapai desa mandir tentu saja tidak bisa hanya mengandalkan DD. Karena, tidak semua saran dan prasarana bisa menggunakan DD.
”Sebagai contoh, untuk menuju desa mandiri di suatu desa sudah harus dilengkapi dengan pusat layanan kesehatan dan juga tenaga dokternya. Untuk membangunnya, maka Pemerintah Kabupaten Karimun melalui OPD terkait melakukan pembangunan. Begitu juga dengan sarana pendidikan, sosial lainnya,” jelasnya. (*)
Reporter: Sandi









