Lokasi yang disiapkan Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk relokasi pedagang Gurindam 12. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.
batampos – Pemerintah Kota Tanjungpinang mulai memverifikasi 294 pedagang UMKM yang berjualan di kawasan Gurindam 12 sebelum direlokasi ke lokasi baru.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan pedagang yang dipindahkan merupakan pelaku usaha aktif sekaligus menyesuaikan jumlah pedagang dengan kapasitas lokasi relokasi yang tersedia.
Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Tanjungpinang, Irwan Yacub, mengatakan proses verifikasi menjadi tahapan penting sebelum relokasi dilakukan.
Menurutnya, verifikasi tidak hanya mengacu pada data pendaftaran terbaru, tetapi juga menggunakan basis data pedagang yang telah dihimpun sejak 2023 hingga 2025 bersama instansi terkait.
“Kita ingin memastikan bahwa mereka yang mendaftar memang benar-benar berjualan, bukan hanya mendaftar tetapi tidak beraktivitas di lapangan,” kata Irwan, Selasa (16/6).
Ia menjelaskan, pendataan yang dibuka pada 8 hingga 11 Juni 2026 mencatat sebanyak 294 pelaku UMKM mendaftarkan diri untuk mengikuti program penataan kawasan Gurindam 12.
“Secara keseluruhan jumlah pendaftar mencapai 294 orang. Data inilah yang saat ini sedang kita verifikasi,” ujarnya.
Selain proses verifikasi, kesiapan lokasi relokasi juga menjadi perhatian pemerintah. Saat ini, dua lokasi yang disiapkan untuk menampung para pedagang yakni Anjung Cahaya dan Melayu Square.
Namun, kapasitas kedua lokasi tersebut terbatas sehingga pemerintah harus mencocokkan jumlah pedagang yang lolos verifikasi dengan daya tampung yang tersedia.
Irwan mengatakan penempatan pedagang nantinya akan dilakukan secara proporsional agar tidak terjadi penumpukan maupun kelebihan kapasitas di lokasi baru.
“Kita akan menyesuaikan antara data hasil verifikasi dengan ketersediaan lahan di lokasi relokasi. Jangan sampai terjadi ketidaksesuaian yang menyebabkan lokasi menjadi over kapasitas,” ungkapnya.
Jika jumlah pedagang yang memenuhi syarat melebihi kapasitas lokasi yang telah disiapkan, Pemko Tanjungpinang akan membahas kemungkinan penambahan titik relokasi baru bersama pihak terkait.
“Jika kapasitas yang tersedia tidak mencukupi, tentu akan ada diskusi lebih lanjut antara Pemerintah Kota dan pihak terkait mengenai kemungkinan penambahan titik relokasi baru,” pungkasnya. (*)
SMA Negeri 1 Karimun menjadi sekolah favorit yang setiap tahun mengalami kelebihan pendaftar. Pada SPMB 2026, jumlah pendaftar mencapai 456 orang atau melebihi kuota yang tersedia. F. Sandi Pramosinto/Batam Pos.
batampos – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA dan SMK Negeri di Kabupaten Karimun telah memasuki tahap verifikasi berkas.
Dari seluruh SMA Negeri yang ada, SMA Negeri 1 Karimun kembali menjadi sekolah dengan jumlah pendaftar terbanyak hingga melampaui kuota yang tersedia.
Kepala UPT Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau di Karimun, Zulfan, mengatakan jumlah pendaftar di SMA Negeri 1 Karimun sudah melebihi daya tampung, terutama melalui jalur domisili.
“Rombongan belajar di SMA Negeri 1 ada 10 kelas dengan jumlah maksimal 360 siswa. Ini merupakan jumlah rombel terbanyak dibandingkan SMA Negeri lainnya. Sementara untuk SMA Negeri 2, SMA Negeri 3 dan SMA Negeri 5 jumlah pendaftarnya masih kurang,” kata Zulfan, Selasa (16/6).
Menurut dia, kelebihan pendaftar di SMA Negeri 1 nantinya akan diarahkan untuk mengisi kekurangan kuota di sejumlah SMA Negeri lain yang masih memiliki daya tampung.
Karena itu, pihaknya meminta para orang tua dan calon peserta didik bersabar menunggu hasil verifikasi data yang masih berlangsung hingga 24 Juni 2026.
“Saat ini masih dilakukan verifikasi data melalui sistem. Pengumuman hasil seleksi akan dilakukan pada 25 Juni 2026,” ujarnya.
Zulfan menjelaskan, total daya tampung SMA Negeri se-Kabupaten Karimun tahun ini mencapai 2.880 siswa yang tersebar dalam 80 rombongan belajar. Setiap rombel maksimal diisi 36 siswa.
Jumlah rombel terbanyak berada di SMA Negeri 1 Karimun dengan 10 rombel, disusul SMA Negeri 2 Karimun yang memiliki sembilan rombel.
Sementara jumlah rombel paling sedikit terdapat di SMA Negeri 1 Selat Gelam dan SMA Negeri 1 Sugie Besar yang masing-masing hanya memiliki dua rombel.
“Dari laporan terakhir yang kami terima, SMA Negeri 1 Selat Gelam masih kekurangan pendaftar. Mudah-mudahan setelah proses verifikasi jumlahnya bisa memenuhi satu rombongan belajar,” katanya.
Secara terpisah, Kepala SMA Negeri 1 Karimun, Irwan Rajab, membenarkan jumlah pendaftar di sekolah yang dipimpinnya telah melampaui kapasitas yang tersedia.
Ia menyebut hingga penutupan pendaftaran SPMB, jumlah calon peserta didik yang mendaftar secara online mencapai 456 orang.
“Jumlah yang mendaftar sampai hari terakhir sebanyak 456 orang. Sedangkan daya tampung hanya 360 siswa. Jadi ada kelebihan sebanyak 96 pendaftar,” ungkap Irwan. (*)
Virgil Van Dijk . (F.Akun instagra resmi Timnas Belanda @officialknvb),
batampos – Virgil van Dijk harus menerima sorotan tajam dari media Belanda setelah tim Oranje gagal mengamankan kemenangan dan hanya bermain imbang 2-2 melawan Jepang pada laga pembuka Grup F Piala Dunia 2026 di Dallas.
Kapten Liverpool tersebut sempat membawa Belanda unggul pada awal babak kedua lewat sundulan memanfaatkan umpan silang akurat Ryan Gravenberch pada menit ke-51. Namun keunggulan itu tidak bertahan lama setelah Keito Nakamura membalas untuk Jepang beberapa menit kemudian.
Belanda kembali memimpin melalui gol Crysencio Summerville, yang lagi-lagi lahir berkat kontribusi Gravenberch. Akan tetapi, Jepang mampu mencuri satu poin setelah Koki Ogawa dan Daichi Kamada terlibat dalam proses gol penyeimbang yang memastikan pertandingan berakhir 2-2.
Van Dijk Dinilai Ceroboh
Melansir Liverpool Echo, meski mencetak gol, penampilan Van Dijk secara keseluruhan dinilai jauh dari memuaskan. Salah satu media Belanda menyoroti kesalahan-kesalahan bek berusia 34 tahun itu sepanjang pertandingan.
“Pada babak pertama, dia ceroboh dalam umpannya dan agak kikuk dalam bertahan, ketika Ayase Ueda sempat luput dari perhatiannya,” tulis laporan tersebut.
Sementara itu, Cody Gakpo juga tidak luput dari kritik. Penyerang Liverpool tersebut hanya mendapat nilai 5,5 dari 10.
“Pencetak gol terbanyak Belanda di turnamen besar baru-baru ini bermain buruk di babak kedua dan cukup baik di babak pertama. Gakpo awalnya hampir tidak terlibat. Setelah jeda, ia memang melakukan beberapa aksi bagus, tetapi penyerang tersebut belum bisa melupakan tahun yang sulit di Liverpool saat Piala Dunia.”
De Telegraaf Soroti Peran Van Dijk dalam Gol Jepang
Kritik terhadap Van Dijk juga datang dari media ternama Belanda, De Telegraaf. Mereka menilai lini belakang Belanda terlalu pasif ketika Jepang mencetak gol pertama.
“Kegembiraan atas gol ke-13 Van Dijk untuk Oranje hanya berlangsung singkat, karena pertahanan yang terlalu pasif dan Micky van de Ven ‘lupa’ untuk maju dan menerapkan jebakan offside membuat Nakamura mencetak gol tujuh menit setelah gol pembuka.”
Kepala bagian sepak bola De Telegraaf, Valentijn Driessen, bahkan meminta sang kapten untuk lebih banyak melakukan evaluasi diri.
“Van Dijk menyangkal semuanya. Jika saya adalah Virgil van Dijk, kapten dan pemimpin dari seluruh kejadian ini, saya akan introspeksi diri terlebih dahulu,” katanya.
“Dia selalu menyalahkan orang lain, padahal dia sendiri tidak sepenuhnya tanpa cela terkait gol terakhir dari Jepang. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Bukan hanya untuk memenangkan hati publik Belanda, tetapi juga untuk melangkah jauh di turnamen ini.”
Baca Juga:Serba-serbi Piala Dunia 2026: Mengapa Bendera Arab Saudi Tidak Diletakkan di Tanah? Ini Alasan dan Maknanya!
Gravenberch Jadi Bintang Belanda
Di tengah hasil mengecewakan tersebut, Ryan Gravenberch justru menjadi salah satu pemain yang paling mendapat pujian.
Gelandang Liverpool itu memperoleh nilai 7 dari 10 berkat dua assist yang ia ciptakan.
“Gravenberch menyelamatkan Belanda dari kebuntuan. Umpan terobosannya yang bagus kepada Summerville tidak menghasilkan gol, tetapi umpan silangnya yang tepat sasaran kepada Van Dijk berhasil. Untuk gol kedua, Gravenberch juga berperan sebagai pemberi assist.”
De Telegraaf juga memuji penampilan pemain berusia 24 tahun tersebut. Umpan silang yang menghasilkan gol Van Dijk disebut sebagai “umpan silang yang sangat baik”, sementara pergerakannya dalam proses gol kedua dianggap “luar biasa”.
Media itu bahkan menilai Gravenberch menunjukkan kualitas terbaiknya ketika dimainkan lebih maju, menjadikannya salah satu sedikit pemain Belanda yang keluar dari pertandingan melawan Jepang dengan kepala tegak.
Sementara Van Dijk dan Gakpo pulang dengan kritik, Gravenberch menjadi sosok yang paling bersinar dari trio Liverpool dalam laga yang membuat Belanda gagal memulai Piala Dunia 2026 dengan kemenangan.(*)
Tutup drainase yang berada di Terowongan Pelita rusak diduga diambil besinya oleh orang tak dikenal. Terlihat pecahan batu drainase yang berserakan, Minggu (14/6). F.Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos– Aksi perusakan drainase di kawasan Terowongan Pelita atau yang dikenal masyarakat dengan istilah “rayap besi” akhirnya berujung penangkapan. Tim Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Kepri berhasil mengamankan seorang pria berinisial SF, yang diduga menjadi pencurian fasilitas umum tersebut.
Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Kepri, AKBP Indar Wahyu, membenarkan penangkapan tersebut. Ia mengatakan pelaku diamankan oleh tim yang dipimpin Kanit I Subdit III Jatanras AKP Agung pada Senin (15/6) dini hari di kawasan Baloi Kolam, Batam.
“Benar, satu orang telah kami amankan terkait dugaan perusakan drainase di kawasan Terowongan Pelita,” ujar Indar.
Saat ini, pelaku telah dibawa ke Mapolda Kepri untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik masih mendalami peran pelaku serta motif yang melatarbelakangi aksi tersebut.
“Pelaku saat ini masih dalam pemeriksaan. Kami akan melakukan pendalaman lebih lanjut,” katanya.
Disinggung terkait motif pelaku, Indar menjelaskan penyidik sudah lakukan pendalaman. Termasuk apakah ada pihak lain yang terlibat. “Untuk motif pelaku juga sudah, nanti dijelaskan Pak Dir Krimum untuk lebih detailny,” tegasnya.(*)
Tim verifikasi saat melakukan survei program bedah rumah di Bintan, beberapa waktu lalu. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.
batampos – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan kembali melanjutkan program Bantuan Swadaya Rumah Tidak Layak Huni (BSRTLH) pada 2026.
Sebanyak 44 rumah warga berpenghasilan rendah akan mendapatkan bantuan peningkatan kualitas hunian dengan total anggaran mencapai Rp1,779 miliar yang bersumber dari APBD Bintan.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Bintan, Mohammad Irzan, mengatakan program BSRTLH merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam membantu masyarakat memperoleh rumah yang layak, sehat, aman, dan nyaman untuk dihuni.
“Program ini menjadi salah satu prioritas Bupati dan Wakil Bupati Bintan. Dukungan anggaran serta kemudahan proses pengusulan menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya visi Bintan Juara,” ujar Irzan, Selasa (16/6).
Menurutnya, penanganan rumah tidak layak huni di Kabupaten Bintan terus menunjukkan perkembangan positif. Dalam kurun waktu 2017 hingga 2025, Pemkab Bintan telah meningkatkan kualitas sebanyak 4.605 unit rumah melalui berbagai sumber pendanaan.
Untuk tahun 2026, bantuan bedah rumah akan disalurkan ke lima kecamatan. Rinciannya, Kecamatan Bintan Utara sebanyak 8 unit rumah, Seri Kuala Lobam 11 unit, Teluk Bintan 7 unit, Teluk Sebong 7 unit, dan Gunung Kijang 11 unit.
Irzan menjelaskan, bantuan yang diberikan mencakup beberapa kategori, mulai dari peningkatan kualitas ringan, sedang, berat hingga pembangunan rumah secara menyeluruh sesuai kondisi dan kebutuhan penerima manfaat.
Dana bantuan tersebut akan digunakan untuk pembelian material bangunan serta pembayaran upah tukang sesuai ketentuan yang berlaku dalam pelaksanaan program.
Selain memberikan bantuan fisik, pihaknya juga berharap seluruh penerima dapat memahami mekanisme pelaksanaan program, termasuk hak dan kewajiban selama proses pembangunan berlangsung.
“Kami berharap masyarakat penerima bantuan dapat memanfaatkan program ini dengan baik. Semangat swadaya dan gotong royong juga sangat penting agar pelaksanaan pembangunan berjalan lancar dan hasilnya maksimal,” katanya.
Program BSRTLH menjadi salah satu instrumen pemerintah daerah dalam mengurangi jumlah rumah tidak layak huni sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di Kabupaten Bintan. (*)
Lionel Messi berlatih jelang laga Piala Dunia 2026. (instagram.com/@afaseleccion)
batampos – Argentina akan menghadapi Aljazair pada laga perdana Grup J Piala Dunia 2026, Rabu (17/6) di Stadion Arrowhead GEHA Field, Amerika Serikat. Sang juara bertahan menargetkan kemenangan untuk mempermudah langkah mempertahankan gelar!
Argentina datang ke Amerika Serikat dengan skuad terbaik. Lionel Messi, Alexis Mac Allister, Nicolas Otamendi, hingga Emiliano Martinez masih akan menjadi tulang punggung tim. Praktis hanya Angel Di Maria, pemain kunci yang membawa Argentina meraih gelar juara dunia 2022 yang kini sudah tidak bersama tim karena memutuskan pensiun dari sepak bola internasional.
Pada Piala Dunia 2026, La Albicelester tergabung di Grup J bersama Aljazair, Austria, dan debutan Jordania. Di atas kertas, akan menjadi kejutan besar jika anak asuh Lionel Scaloni gagal meraih kemenangan atau bahkan terhenti di fase grup.
Menghadapi Aljazair, kemenangan nampaknya akan diraih meski tidak mudah oleh Argentina. Aljazair merupakan negara besar di Afrika dengan salah satu prestasi tertinggi yakni meraih juara Piala Afrika pada 2019.
Skuad Aljazair saat ini dipimpin oleh mantan winger Manchester City, Riyad Mahrez. Bersama beberapa pemain muda yang bersinar pada musim lalu seperti Nabil Bentaleb, Ibrahim Maza, hingga Luca Zidane putra dari legenda Prancis Zinedine Zidane di posisi penjaga gawang.
Pada laga uji coba jelang Piala Dunia 2026, tim dengan julukan Rubah Gurun ini mampu mengalahkan Belanda di Rotterdam dengan skor 1-0 berkat gol dari Anis Hadj Moussa. Hasil tersebut jelas menjadi bukti bahwa Argentina tidak boleh meremehkan Aljazair.
Head to head Argentina vs Aljazair
6 Juni 2007: Aljazair vs Argentina: 3-4 (Friendly Match)
Prediksi Skor Piala Dunia 2026
Argentina 3-1 Aljazair
Dinas Kesehatan Kota Batam, Puskesmas Tiban Baru, serta para kader kesehatan menghadiri Deklarasi Kelurahan Siaga TB di Tiban Baru dan Tiban Lama, Selasa (16/6). F. Istimewa
batampos – Puskesmas Tiban Baru mencatat sejarah sebagai puskesmas pertama di Kota Batam yang melaksanakan pencanangan dan deklarasi Kelurahan Siaga Tuberkulosis (TB). Deklarasi tersebut melibatkan dua wilayah binaan, yakni Kelurahan Tiban Baru dan Kelurahan Tiban Lama, sebagai upaya memperkuat peran masyarakat dalam mendukung target eliminasi Tuberkulosis (TB) pada tahun 2030.
Kegiatan yang dikemas dalam bentuk talkshow kesehatan dan deklarasi tersebut berlangsung di Auditorium ITEBA, Selasa (16/6). Acara dihadiri perwakilan Pemerintah Kota Batam yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs Yusfa Hendri, M.Si serta Dinas Kesehatan Kota Batam yang diwakili dr Agnes Sintalia Saing MKKK.
Kepala Puskesmas Tiban Baru, dr. Hilda Insyafri mengatakan deklarasi ini merupakan langkah awal untuk memperkuat keterlibatan masyarakat dalam mendampingi pasien TB hingga sembuh.
“Kelurahan Tiban Baru dan Tiban Lama difasilitasi oleh Puskesmas Tiban Baru. Sebenarnya seluruh Kota Batam sudah memiliki SK terkait Desa atau Kelurahan Siaga TB, namun deklarasi ini merupakan yang pertama dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Tiban Baru,” ujarnya.
Melda menjelaskan, keberadaan Kelurahan Siaga TB bertujuan memastikan kader di lapangan dapat menjalankan fungsi pendampingan secara optimal, mulai dari investigasi kontak hingga mendampingi pasien selama masa pengobatan.
Menurutnya, kader yang dilibatkan bukan kader Posyandu seperti yang selama ini dikenal masyarakat. Kader tersebut merupakan kader khusus TB yang melekat dalam struktur Desa atau Kelurahan Siaga.
“Target utama kami adalah pendampingan. Kader akan membantu melakukan investigasi kontak, memantau pasien yang sedang menjalani pengobatan, hingga memastikan pasien menyelesaikan pengobatan sampai sembuh,” katanya.
Selain deklarasi, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat untuk menghilangkan stigma terhadap penderita TB.
Sementara itu salah satu narasumber dalam talkshow yang juga Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Batam Meldasari menegaskan bahwa TB bukan penyakit yang harus ditakuti atau disembunyikan karena dapat disembuhkan apabila ditangani secara tepat dan pasien disiplin menjalani pengobatan.
“Jangan memberikan stigma negatif kepada pasien TB. Penyakit ini bisa dicegah dan bisa disembuhkan. Yang terpenting adalah menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya imunisasi BCG sejak dini sebagai salah satu bentuk pencegahan TB pada anak.
“Lengkapi imunisasi sejak bayi. Ini menjadi langkah awal dalam pengendalian dan pencegahan TB,” tambahnya.
Meldasari mengatakan, deklarasi Kelurahan Siaga TB di Tiban Baru dan Tiban Lama merupakan kegiatan perdana yang dilaksanakan di Kota Batam. “Ini merupakan deklarasi Kelurahan Siaga TB pertama yang dilaksanakan oleh puskesmas di Kota Batam. Ke depan, kegiatan serupa akan dilakukan secara bertahap di seluruh puskesmas yang ada di Batam sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung target eliminasi Tuberkulosis tahun 2030,” ujarnya.
Ia berharap pencanangan tersebut menjadi pemicu bagi wilayah lain untuk semakin aktif melibatkan masyarakat, kader kesehatan, kelurahan, serta berbagai elemen terkait dalam upaya menemukan kasus TB lebih dini, mendampingi pasien selama pengobatan, dan mencegah penularan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Sementara itu, dokter penanggung jawab program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Puskesmas Tiban Baru, dr Masitha Ayuni, menjelaskan tujuan utama pembentukan Kelurahan Siaga TB adalah meningkatkan peran aktif masyarakat dalam membantu tenaga kesehatan menemukan kasus TB lebih cepat.
“Target pemerintah adalah eliminasi TB tahun 2030. Karena itu kami membutuhkan keterlibatan masyarakat sebagai perpanjangan tangan Puskesmas dan Dinas Kesehatan untuk menemukan pasien terduga TB, melakukan investigasi kontak, serta mendampingi pasien agar rutin minum obat,” jelasnya.
Menurut dr Ayu, capaian penanganan TB di wilayah kerja Puskesmas Tiban Baru terus menunjukkan peningkatan meski masih belum mencapai target yang ditetapkan.
“Untuk saat ini pasien TB yang sedang menjalani pengobatan sekitar 50 orang. Angka capaian memang masih kurang dari target, tetapi meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya,” katanya.
Peningkatan tersebut tidak lepas dari keterlibatan kader Siaga TB yang selama ini membantu pelaporan kasus secara daring. Ia menjelaskan masyarakat dapat melaporkan secara online apabila menemukan tetangga atau anggota keluarga yang mengalami gejala TB, seperti batuk berkepanjangan.
“Kami sudah memiliki sistem pelaporan online. Jika ada warga yang melihat anggota keluarga atau tetangganya mengalami batuk lama, bisa segera dilaporkan agar ditindaklanjuti petugas kesehatan,” ujarnya.
Dalam praktiknya, kader dan tenaga kesehatan melakukan kunjungan rumah untuk investigasi kontak terhadap anggota keluarga maupun kontak erat pasien TB.
Petugas akan memeriksa apakah terdapat gejala yang mengarah pada TB, melakukan pengambilan sampel bila diperlukan, hingga memberikan terapi pencegahan bagi anggota keluarga yang berisiko tertular.
“Kalau ada satu orang dalam keluarga yang terdiagnosis TB, maka anggota keluarga lain berpotensi tertular. Karena itu dilakukan investigasi kontak terhadap seluruh penghuni rumah maupun kontak erat,” jelasnya.
Bagi anggota keluarga yang tidak menunjukkan gejala, tersedia Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) untuk menekan risiko berkembangnya penyakit. Terkait kekhawatiran masyarakat mengenai isolasi pasien TB, dr Ayu menegaskan penderita tidak harus dipisahkan dari keluarga.
“Penularan paling tinggi terjadi pada dua minggu pertama pengobatan. Setelah pasien rutin minum obat selama dua minggu, risiko penularannya sudah sangat berkurang. Pasien tetap bisa tinggal bersama keluarga, hanya dianjurkan menggunakan masker pada masa awal pengobatan,” terangnya.
Di akhir kegiatan, Dinas Kesehatan dan Puskesmas Tiban Baru mengajak masyarakat untuk tidak takut memeriksakan diri apabila mengalami gejala TB, seperti batuk lebih dari dua minggu, penurunan berat badan, demam berkepanjangan, atau keringat malam.
“Hilangkan stigma negatif terhadap TB. Jangan malu untuk memeriksakan diri. Semakin cepat ditemukan, semakin besar peluang sembuh dan semakin kecil risiko penularan kepada orang lain,” tutup dr Ayu.
Deklarasi Kelurahan Siaga TB di Tiban Baru dan Tiban Lama diharapkan menjadi contoh bagi wilayah lain di Batam dalam membangun gerakan masyarakat yang peduli terhadap pencegahan, penemuan kasus, serta pendampingan pasien TB menuju Indonesia bebas Tuberkulosis pada 2030.(*)
Legenda ska Jamaika, Stranger Cole. F. Instagram @thewailersofficial.
batampos – Dunia musik reggae dan ska berduka. Penyanyi legendaris Jamaika, Stranger Cole, yang dikenal melalui lagu-lagu populer seperti Bangarang dan Just Like A River, meninggal dunia pada 11 Juni 2026 di University Hospital of the West Indies. Ia wafat dalam usia 83 tahun.
Kabar duka tersebut dikonfirmasi putranya, Wilburn “Squiddly” Cole, yang juga berprofesi sebagai drummer. Dalam wawancara dengan media Jamaika, ia mengungkapkan sang ayah telah menjalani perawatan di rumah sakit selama dua pekan terakhir setelah lama mengalami masalah kesehatan. Namun, pihak keluarga tidak mengungkapkan penyebab kematiannya.
Stranger Cole lahir dan dibesarkan di kawasan Trench Town, Kingston, Jamaika, yang dikenal sebagai salah satu pusat perkembangan musik pada awal 1960-an. Saat itu, genre ska tengah berkembang pesat dan menjadi warna baru di klub-klub serta panggung musik jalanan Jamaika.
Karier musiknya mulai melejit lewat lagu Rough And Tough serta When You Call My Name yang dibawakan bersama Patsy Todd. Kedua lagu tersebut diproduseri oleh Duke Reid, salah satu tokoh penting industri musik Jamaika saat itu.
Setelah itu, Stranger Cole kembali mencetak sukses melalui lagu Just Like A River bersama pemain kibor Gladstone Anderson serta Bangarang yang direkam bersama Lester Sterling, anggota grup legendaris The Skatalites.
Tak hanya dikenal sebagai penyanyi, Stranger Cole juga memiliki peran besar dalam perjalanan karier sejumlah musisi reggae ternama.
Ia turut membantu perkembangan awal karier Ken Boothe dan grup The Mighty Diamonds. Bahkan, ia menulis sekaligus memproduksi lagu Oh My Baby, yang menjadi lagu perdana The Mighty Diamonds.
Pada awal 1970-an, Stranger Cole memutuskan pindah ke Toronto, Kanada. Di sana, ia menjadi bagian penting dari berkembangnya komunitas reggae yang saat itu mulai tumbuh di kota tersebut.
Perjalanan kariernya di Kanada kemudian diabadikan dalam film dokumenter Ruff and Tuff — Stranger Cole’s Toronto Roots yang dirilis pada 2018. Film tersebut digarap oleh sutradara Australia Chris Flanagan dan sineas Kanada Graeme Mathieson.
Chris Flanagan menilai Stranger Cole memiliki kontribusi besar terhadap perkembangan musik reggae di Kanada pada era 1970-an hingga 1980-an.
“Stranger Cole memberikan kontribusi yang sangat penting bagi perkembangan reggae di Kanada. Ia merekam banyak karya melalui berbagai label musik, mendirikan label rekamannya sendiri untuk mendukung musisi lokal, serta tampil bersama grup Chalawa,” ujar Flanagan.
Menurutnya, Stranger Cole juga dikenal sebagai pelaku usaha komunitas Karibia pertama di kawasan Kensington Market, Toronto. Melalui toko piringan hitam miliknya, ia memperkenalkan musik reggae kepada generasi muda Kanada.
Stranger Cole, yang memiliki nama lengkap Wilburn Cole, meninggalkan tujuh orang anak, cucu, dan cicit. Kepergiannya menandai berakhirnya salah satu bab penting dalam sejarah musik ska, rocksteady, dan reggae dunia. (*)
batampos – Maraknya pencurian besi, kabel, penutup drainase hingga berbagai fasilitas publik di Kota Batam mendorong BP Batam mengambil langkah pencegahan yang lebih serius.
Tidak hanya memburu pelaku pencurian, BP Batam kini berupaya menutup mata rantai penjualan barang hasil kejahatan melalui kerja sama dengan aparat kepolisian dan pelaku usaha scrap.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan pakta integritas bersama Polda Kepri, Polresta Barelang dan pelaku usaha scrap di Batam, Senin (15/6).
Langkah ini muncul setelah berbagai kasus pencurian fasilitas publik terus terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Salah satunya pencurian enam unit penutup drainase di kawasan Underpass Pelita yang sempat menjadi sorotan publik.
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan pencurian aset publik tidak hanya merugikan pemerintah, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat serta mengganggu kenyamanan pengguna fasilitas umum.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya menyangkut aset milik BP Batam, tetapi juga mencakup fasilitas milik Pemerintah Kota Batam, PLN, kawasan perumahan, ruko hingga sejumlah kawasan swasta.
”Data yang lebih rinci bisa ditanyakan ke Polresta Barelang karena mencakup pencurian aset BP Batam, Pemko Batam, PLN serta beberapa kawasan swasta seperti perumahan dan ruko,” kata Ariastuty kepada Batam Pos, Selasa (16/6).
Ariastuty menjelaskan, salah satu fokus utama dalam pakta integritas tersebut adalah memperketat pengawasan terhadap aktivitas jual beli barang bekas atau scrap yang selama ini diduga menjadi salah satu jalur masuk barang hasil pencurian.
Melalui kesepakatan itu, setiap transaksi pembelian barang scrap diharapkan dapat ditelusuri asal-usulnya secara lebih jelas.
”Dengan adanya pakta integritas ini, kita tentunya berharap ada mekanisme pembelian scrap yang lebih termonitor. Misalnya setiap transaksi jual beli harus melampirkan KTP, formulir pernyataan asal barang, jenis barang dan dokumen pendukung lainnya,” ujarnya.
BP Batam berharap langkah tersebut dapat mempersempit ruang gerak pelaku pencurian yang selama ini memanfaatkan pasar barang bekas untuk menjual hasil kejahatannya.
Selain memperkuat pengawasan terhadap pelaku usaha scrap, BP Batam juga akan meningkatkan pengamanan aset publik melalui kerja sama lintas instansi.
Pengawasan akan melibatkan unsur TNI, Polri, Satpol PP, Ditpam BP Batam serta dukungan masyarakat.
”Kami akan melakukan pengawasan bersama berbagai pihak dari unsur TNI, Polri, Satpol PP dan Ditpam. Kita berharap kerja sama masyarakat juga semakin terkoordinasi,” katanya.
Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, BP Batam juga berencana memasang kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik yang selama ini rawan pencurian dan vandalisme.
Menurut Ariastuty, pemasangan CCTV sedang dalam proses penganggaran pemerintah. Namun untuk beberapa titik prioritas, pemasangan akan segera dilakukan.
”Pemasangan CCTV akan dilaksanakan di berbagai titik. Untuk beberapa lokasi yang rawan pencurian akan segera dipasang,” ujarnya.
Salah satu lokasi yang menjadi prioritas adalah kawasan Underpass Pelita.
Lokasi tersebut dinilai cukup rawan karena dalam beberapa waktu terakhir berulang kali mengalami aksi perusakan fasilitas umum, mulai dari pencurian penutup drainase hingga perusakan tanaman bougenville yang baru ditata pemerintah.
”Untuk saat ini di titik underpass karena sudah beberapa kali terjadi perusakan bougenville dan vandalisme,” kata Ariastuty.
BP Batam berharap keberadaan CCTV nantinya dapat membantu proses pengawasan selama 24 jam sekaligus mempercepat identifikasi pelaku apabila kembali terjadi aksi pencurian maupun vandalisme.
Selain itu, rekaman CCTV juga diharapkan dapat menjadi alat bukti yang memudahkan aparat penegak hukum dalam melakukan penindakan.
Ariastuty menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mentoleransi segala bentuk tindakan yang merusak fasilitas publik karena seluruh pembangunan dilakukan menggunakan anggaran negara untuk kepentingan masyarakat luas.
”Kami berharap seluruh masyarakat ikut menjaga fasilitas umum yang sudah dibangun. Jika mengetahui adanya tindakan pencurian atau perusakan, segera laporkan kepada aparat maupun pemerintah agar dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya.(*)
batampos – Maraknya pencurian besi, kabel, penutup drainase hingga berbagai fasilitas publik di Kota Batam mendorong BP Batam mengambil langkah pencegahan yang lebih serius.
Tidak hanya memburu pelaku pencurian, BP Batam kini berupaya menutup mata rantai penjualan barang hasil kejahatan melalui kerja sama dengan aparat kepolisian dan pelaku usaha scrap.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan pakta integritas bersama Polda Kepri, Polresta Barelang dan pelaku usaha scrap di Batam, Senin (15/6).
Langkah ini muncul setelah berbagai kasus pencurian fasilitas publik terus terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Salah satunya pencurian enam unit penutup drainase di kawasan Underpass Pelita yang sempat menjadi sorotan publik.
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan pencurian aset publik tidak hanya merugikan pemerintah, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat serta mengganggu kenyamanan pengguna fasilitas umum.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya menyangkut aset milik BP Batam, tetapi juga mencakup fasilitas milik Pemerintah Kota Batam, PLN, kawasan perumahan, ruko hingga sejumlah kawasan swasta.
”Data yang lebih rinci bisa ditanyakan ke Polresta Barelang karena mencakup pencurian aset BP Batam, Pemko Batam, PLN serta beberapa kawasan swasta seperti perumahan dan ruko,” kata Ariastuty kepada Batam Pos, Selasa (16/6).
Ariastuty menjelaskan, salah satu fokus utama dalam pakta integritas tersebut adalah memperketat pengawasan terhadap aktivitas jual beli barang bekas atau scrap yang selama ini diduga menjadi salah satu jalur masuk barang hasil pencurian.
Melalui kesepakatan itu, setiap transaksi pembelian barang scrap diharapkan dapat ditelusuri asal-usulnya secara lebih jelas.
”Dengan adanya pakta integritas ini, kita tentunya berharap ada mekanisme pembelian scrap yang lebih termonitor. Misalnya setiap transaksi jual beli harus melampirkan KTP, formulir pernyataan asal barang, jenis barang dan dokumen pendukung lainnya,” ujarnya.
BP Batam berharap langkah tersebut dapat mempersempit ruang gerak pelaku pencurian yang selama ini memanfaatkan pasar barang bekas untuk menjual hasil kejahatannya.
Selain memperkuat pengawasan terhadap pelaku usaha scrap, BP Batam juga akan meningkatkan pengamanan aset publik melalui kerja sama lintas instansi.
Pengawasan akan melibatkan unsur TNI, Polri, Satpol PP, Ditpam BP Batam serta dukungan masyarakat.
”Kami akan melakukan pengawasan bersama berbagai pihak dari unsur TNI, Polri, Satpol PP dan Ditpam. Kita berharap kerja sama masyarakat juga semakin terkoordinasi,” katanya.
Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, BP Batam juga berencana memasang kamera pengawas atau CCTV di sejumlah titik yang selama ini rawan pencurian dan vandalisme.
Menurut Ariastuty, pemasangan CCTV sedang dalam proses penganggaran pemerintah. Namun untuk beberapa titik prioritas, pemasangan akan segera dilakukan.
”Pemasangan CCTV akan dilaksanakan di berbagai titik. Untuk beberapa lokasi yang rawan pencurian akan segera dipasang,” ujarnya.
Salah satu lokasi yang menjadi prioritas adalah kawasan Underpass Pelita.
Lokasi tersebut dinilai cukup rawan karena dalam beberapa waktu terakhir berulang kali mengalami aksi perusakan fasilitas umum, mulai dari pencurian penutup drainase hingga perusakan tanaman bougenville yang baru ditata pemerintah.
”Untuk saat ini di titik underpass karena sudah beberapa kali terjadi perusakan bougenville dan vandalisme,” kata Ariastuty.
BP Batam berharap keberadaan CCTV nantinya dapat membantu proses pengawasan selama 24 jam sekaligus mempercepat identifikasi pelaku apabila kembali terjadi aksi pencurian maupun vandalisme.
Selain itu, rekaman CCTV juga diharapkan dapat menjadi alat bukti yang memudahkan aparat penegak hukum dalam melakukan penindakan.
Ariastuty menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mentoleransi segala bentuk tindakan yang merusak fasilitas publik karena seluruh pembangunan dilakukan menggunakan anggaran negara untuk kepentingan masyarakat luas.
”Kami berharap seluruh masyarakat ikut menjaga fasilitas umum yang sudah dibangun. Jika mengetahui adanya tindakan pencurian atau perusakan, segera laporkan kepada aparat maupun pemerintah agar dapat segera ditindaklanjuti,” ujarnya.(*)