
batampos-Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Provinsi Kepri sosialisasikan pentingnya keselamatan berlalulintas di jalan kepada anak usia dini di Tanjungpinang.
Sosialisasi diberikan kepada anak usia dini yang masih duduk di bangku TK, Paud dan Sekolah Dasar (SD) dengan jumlah yang cukup banyak hampir mencapai ratusan.
Kepala Bidang (Kabid) Promosi dan Keselamatan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Provinsi Kepri, Iwan Budiono, menjelaskan kondisi keselamatan lalu lintas saat ini kian memperihatinkan.
Tercatata dalam beberapa tahun belakang, kasus kecelakaan cenderung mengalami peningkatan.
“Tentu ini menjadi perhatian kita semua. Melalui stakeholder terkait, salah satunya melalui penanaman pengetahuan dan edukasi dasar tentang tata cara berlalu lintas,” kata Iwan, di Selasa (5/2).
Menurut Iwan, sosialisasi keselamatan di jalan kepada anak usia dini menjadi penting dilakukan agak kedepannya kebiasan-kebiasaan baik saat berkendara dapat diterapkan sampai anak tersebut dewasa.
BACA JUGA: UPT Bidang Ekraf Kemenparekraf Kepri Disosialisasikan, Pilot Project Pertama di Daerah
“Pada akhirnya akan menjadi budaya dan menimbulkan kepedulian bagi semua orang terhadap keselamatan transportasi jalan,” tambahnya.
Sosialisasi kepada anak usia dini itu dikemas dengan cara yang menarik agar lebih mudah dipahami oleh anak. Melalui permainan dan nyanyian membuat peserta lebih santai menerima materi yang disampaikan.
“Kami harap sosialisasi ini bisa dilanjutkan oleh Pemko Tanjungpinang untuk menyasar lebih banyak anak nantinya,” harap Iwan.
Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, menambahkan yang penting dalam sosialisasi itu adalah bagaimana memberi kesan mendalam kepada para peserta sosialisasi agar bisa diingat sampai dewasa nantinya.
“Jika sudah tertanam kesan bagi anak usia dini dalam sosialisasi ini, kita yakin akan diingat terus sampai dewasa nanti bagaimana aturan berkendara yang baik,” ujarnya.
Kata Sekda, belakangan ini angka kecelakaan itu meningkat hingga 40 persen, bahkan tidak sedikit yang menimbulkan korban jiwa.
“Tentu kondisi ini harus segera kita tangani sebagai antisipasi dan dimitigasi agar tidak terulang kembali,” katanya.
Sebagian besar, lanjut Sekda, penyebab kecelakaan itu sampai 90 persen akibat kelalaian pengendara. Sehingga dengan hadirnya kegiatan itu diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat pengguna jalan. (*)
Reporter: Peri Irawan









