Rabu, 22 April 2026
Beranda blog Halaman 4049

Lanjutkan Pengusutan Kasus Prof Eddy Hiariej, KPK Bakal Terbitkan Sprindik Baru

0
Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri. (ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat)

batampos – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tetap melanjutkan pengusutan kasus dugaan suap di Kemenkumham RI. Untuk itu, KPK akan menerbitkan kembali surat perintah dimulainya penyidikan (sprindik) baru, untuk menjerat mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM (Wamenkumham) Edward Omar Sharif Hiariej alias Prof Eddy Hiariej sebagai tersangka.

Hal ini dilakukan setelah Pengadilan Negeri Jakarta Pusat mengabulkan permohonan praperadilan Eddy Hiariej melawan KPK.

“Iya secara teknis kan seperti itu, seperti halnya tersangka SB (Direktur PT Loco Montrado Siman Bahar) juga begitu. Kemudian terbit surat perintah penyidikan baru untuk melanjutkan proses-proses penyelesaian perkara tersebut,” kata kepala bagian pemberitaan KPK, Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (1/2).

Ali memastikan, pihaknya tetap melanjutkan pengusutan kasus dugaan suap di Kemenkumham RI. Sebab, putusan praperadilan yang memenangkan Eddy hanya menguji aspek formil saja.

Sementara, substansi materiil dugaan perbuatan Eddy dalam perkara suap ini belum diuji di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

“Untuk itu, setelah KPK melakukan analisis mendalam dan dibahas dalam satu forum bersama seluruh pimpinan, struktural penindakan dan tim Biro Hukum KPK, telah diputuskan bahwa KPK tetap melanjutkan penanganan perkara tersebut,” tegas Ali.

Sebagaimana diketahui, PN Jaksel secara tegas menerima permohonan gugatan praperadilan yang diajukan mantan Wamenkumham Edward Omar Sharif Hiariej alias Eddy Hiariej. Hakim tunggal Estiono menyatakan bahwa penetapan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Eddy Hiariej tidak sah.

“Mengadili, dalam ekspeksi menyatakan eksepsi pemohon tidak dapat diterima seluruhnya,” ucap Hakim tunggal Estiono membacakan amar putusan di PN Jakarta Selatan, Selasa (30/1)

Putusan ini sekaligus menggugurkan penetapan tersangka terhadap Eddy Hiariej. Guru Besar Ilmu Hukum Pidana Universitas Gadjah Mada (UGM) itu sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka bersama Yosi Andika Mulyadi selaku pengacara Eddy, Yogi Arie Rukmana, selaku asisten pribadi Eddy. Ketiganya diduga menerima suap dari tersangka mantan Dirut PT Citra Lampia Mandiri (CLM) Helmut Hermawan sebesar Rp 8 miliar.

Eddy Hiariej sudah dua kali mengajukan permohonan praperadilan terhadap status tersangkanya. Praperadilan pertama dicabut, lantaran permohonan itu diajukan bersama Yosi dan Yogi yang juga selaku pemohon. Kemudian, Eddy kembali mengajukan gugatan praperadilan untuk kedua kalinya, hanya Eddy Hiarieh yang menjadi pemohon dalam gugatan langkah hukum praperadilan tersebut.

KPK saat ini baru menahan Helmut Hermawan. Namun, tiga tersangka lainnya dalam kasus ini belum menjalani penahanan oleh KPK.

Helmut Hermawan sebagai pihak pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. (*)

34.952 KK Terima Bantuan Pangan CBP di Kota Batam

0
WhatsApp Image 2024 02 01 at 21.24.19 e1706839545994
Kepala Perum Bulog Batam, Meirizal Sudyadi saat menyerahkan bantuan beras kepada penerima di Gudang Bulog, Batuampar, Batam, Kamis (1/2/2023).

batampos – Pemerintah Kembali mendistribusikan bantuan pangan beras medium – cadangan beras pemerintah (CBP) tahap I tahun 2024 di Kota Batam.

Sebanyak 34.952 kepala keluarga (KK) menerima bantuan beras ini. Data yang digunakan berasal dari pusat, dan diverifikasi oleh Bapelitbang, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), dan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Batam.

Kepala Perum Bulog Batam, Meirizal Sudyadi mengatakan untuk Bantuan Pangan beras cadangan pemerintah ini yang disalurkan merupakan kualitas medium. Penyaluran dikemas dalam ukuran 10 kilogram (kg).

Ia menjelaskan sebelum didistribusikan, beras sudah melalui uji kualitas, agar saat disalurkan tidak ada masalah, terutama soal kualitas beras.

Baca Juga: Penumpang Pelni Keluhkan Pelabuhan Batuampar, Fasilitas Minim dan Bahayakan Penumpang

Untuk saat ini stok di gudang Bulog sudah mencapai 2.400 ton. Nanti akan ada tambahan dari Provinsi DKI sebanyak 4 ribu ton.

“Jadi kami bisa mencukupi bantuan penyaluran pangan selama enam bulan ke depan,” kata dia usai penyerahan bantuan di Gudang Bulog, Kamis (1/2).

Untuk alokasi penerima beras medium CBP ini di Kota Batam adalah sebanyak 34.952 KK atau sebanyak 349.520 kg per bulannya.

“Per KK dapat alokasi 10 kg beras selama enam bulan ke depan. Pendistribusian akan menggandeng PT Pos Indonesia,” ujarnya.

2.075 ton beras disiapkan untuk penyaluran bantuan selama enam bulan ke depan. Bantuan akan disalurkan untuk Batam dan Karimun sesuai dengan wilayah kerja Bulog Batam.

“Karimun itu ada 10.700 an KK yang menerima. Nanti juga akan disalurkan,” imbuhnya.

Baca Juga: Pembangunan Terminal 2 Bandara Hang Nadim Batam Terlambat, BP Batam Minta Penjelasan PT BIB

Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin Hamid mengatakan bantuan ini bersumber dari pemerintah pusat. Pemerintah daerah hanya menyalurkan bantuan ini.

Ia berharap bantuan ini bisa meringankan bagi warga Batam yang berhak menerimanya. Ia juga memastikan bantuan ini tepat sasaran, karena sudah dilakukan proses verifikasi berdasarkan nama dan alamat calon penerima.

“Kami pastikan penerima ini tidak ganda. Karena sudah dicek melalui NIK penerima,” sebutnya.

Tujuan pemberian bantuan ini adalah upaya menekan inflasi dan mengatasi persoalan pangan di daerah. Bantuan ini disalurkan berdasarkan data pensasaran percepatan penghapusan kemiskinan ektrem (DP3KE).

“Mudah-mudahan membantu, dan termanfaatkan dengan baik,” tutupnya. (*)

 

Reporter: Yulitavia

10 Orang Terkaya di Indonesia, Ini Daftar dan Besaran Kekayaannya

0
Michael Hartono (Dok. JawaPos.com)

batampos – Forbes merilis daftar terbaru orang terkaya di Indonesia pada 6 Desember 2023 lalu. Dari rilis tersebut terdapat 10 orang terkaya di Tanah Air. Hartono bersaudara masih tercatat sebagai crazy rich yang belum terkalahkan dengan total aset yang dimiliki Rp 756,144 Triliun.

Berikuti nama 10 orang terkaya di Indonesia beserta besar nilai kekayaan dan bisnis yang dikembangkan.

1. R. Budi & Michael Hartono

Tidak asing lagi dengan dua bersaudara, Budi dan Michael Hartono. Pengusaha asal Kudus itu memiliki total kekayaan senilai USD 48 miliar atau setara dengan Rp 756,144 triliun.

Sebagian besar kekayaan berasal dari investasi di Bank Central Asia (BCA). Keluarga Hartono membeli saham BCA setelah keluarga Salim kehilangan kendali BCA selama krisis ekonomi Asia pada 1997 – 1998.

Keluarga Hartono mempunyai akar kekayaan berasal dari rokok Djarum yang dimulai oleh ayah mereka. Kini bisnis itu dijalankan oleh putra Budi Hartono, Victor Hartono.

Kekayaan lainnya, merek elektronik terkenal Polytron dan real estat utama di Jakarta. Rudi dan Budi Hartono juga mendaftarkan Global Digital Niaga yang merupakan induk dari Blibi yang mengumpulkan dana sebesar Rp 8 triliun.

2. Prajogo Pangestu

Baru-baru ini viral Prajogo Pangestu juga merupakan pengusaha asal Jakarta, Indonesia dengan kekayaan USD 43,7 miliar atau setara Rp 688,406 triliun. Sumber kekayaan dari Prajogo Pangestu berasal dari petrokimia dan energi.

Prajogo Pangestu adalah putra dari pedagang karet dan memulai bisnis perkayuan pada 1970. Perusahaannya, Barito Pacific go public pada 1993. Pada 2007, Barito Pacific mengakuisisi 70 persen perusahaan Petrokimia Chandra Asri yang merupakan produsen Petrokimia terintegrasi terbesar di Indonesia.

Prajogo Pangestu meresmikan pertambangan batu bara Petrindo Jaya Kreasi pada Maret 2023 dan perusahaan energi terbarukan Barito Renewables Energy pada Oktober 2023.

3. Low Tuck Kwong

Low Tuck Kwong merupakan pengusaha asal kelahiran Singapura yang memiliki kekayaan sebesar USD 27,2 miliar atau setara Rp 428,481 triliun. Sumber kekayaan berasal dari batubara.

Low Tuck Kwong merupakan pendiri perusahaan pertambangan batubara Bayan Resources. Selain itu, Low Tuck juga mengendalikan perusahaan energi terbarukan Singapura, Metis Energy, yang sebelumnya dikenal dengan Manhattan resources.

Low Tuck Kwong juga memiliki saham di The Farrer Park Company, Samindo Resources and Voksel Electric. Low Tuck memulai karirnya dengan bekerja di perusahaan konstruksi milik ayahnya di Singapura dan pindah ke Indonesia pada 1972 untuk mendapatkan peluang lebih besar.

4. Widjaja Family

Keluarga Widjaja berasal dari Indonesia dengan kekayaan sebesar USD 10,8 miliar atau setara Rp 170,132 Triliun. Keluarga ini mewarisi kerajaan bisnis Eka Tjipta Widjaja. Perusahaannya yang terkenal adalah Sinar Mas.

Eka Tjipta Widjaja memulai karir dengan menjual biskuit saat remaja. Sekarang Sinar Mas mempunyai bisnis di bidang kertas, real estate, jasa keuangan, kesehatan, agribisnis, dan telekomunikasi.

5. Anthoni Salim & Family

Anthoni Salim merupakan pengusaha asal Indonesia yang memiliki kekayaan sebesar USD 10,3 miliar atau setara Rp 162,255 triliun dengan investasi di bidang makanan, ritel, perbankan, telekomunikasi, dan energi.

Salim adalah CEO dari Indofood dengan pendapatan USD 6,4 miliar atau setara dengan Rp 100,819 triliun. Saat ini Indofood menjadi salah satu pembuat mi instan terbesar di dunia.

Keluarga Salim memiliki saham di perusahaan investasi First Pacific Hongkong yang memiliki saham di Indofood dan perusahaan telekomunikasi PLDT Filipina. Salim membeli saham Bumi Resource senilai USD 1,6 B atau Rp 25,204 triliun pada 2022. Salim juga memiliki saham di Medco Energi dan Amman Mineral.

6. Sri Prakash Lohia

Sri Prakash Lohia merupakan pengusaha asal Indonesia dan sekarang tinggal di London yang memiliki kekayaan sebesar USD 8,5 miliar atau setara Rp 133,900 Triliun. Sumber kekayaannya berasal dari Petrokimia.

Sri Prakash memiliki kekayaan sebagian besar dari produksi pupuk dan polimer. Pada 1970, ayahnya pindah dari India ke Indonesia dan mendirikan Indorama Corporation sebagai perusahaan pembuat benang pintal.

Saat ini Indorama Corporation merupakan pembangkit listrik yang memproduksi produk-produk industri seperti pupuk, polyolefin, bahan baku tekstil, dan sarung tangan medis.

7. Chairul Tanjung

Chairul Tanjung adalah pengusaha asal Jakarta yang memiliki kekayaan senilai USD 5,7 B atau setara Rp 89,792 Triliun. Perusahaannya yang terkemuka yaitu CT Corp.

CT Corp. menerbitkan kartu kredit, mengoperasikan hypermarket, dan media televisi dan digital. Trans retail Chairul Tanjung yaitu Carrefour dan Transmart.

CT Corp. juga menguasai franchise Wendy’s di Indonesia dan memiliki franchise Versace, Mango, dan Jimmy Choo. Chairul Tanjung juga memiliki saham di Garuda Indonesia dengan menyelesaikan restrukturisasi utang sebesar USD 10 miliar atau Rp 157,530 Triliun pada 2023.

8. Agoes Projosasmito

Agoes Projosasmito berasal dari Jakarta yang memiliki kekayaan senilai USD 5,4 miliar atau setara Rp 85,066 triliun. Sumber kekayaan berasal dari pertambangan dan investasi.

Agoes adalah Presiden Komisaris Amman Mineral Internasional, perusahaan pertambangan tembaga dan emas terbesar kedua di Indonesia.

Projosasmito juga memiliki saham di perusahaan minyak dan gas Indonesia Medco Energi Internasional dan Pertambangan batu bara Bumi Resources.

9. Lim Hariyanto Wijaya Sarwono

Lim Hariyanto adalah pengusaha asal Jakarta yang memiliki kekayaan sebesar USD 4,8 miliar atau setara Rp 75,614 triliun. Sumber kekayaan berasal dari minyak kelapa sawit dan pertambangan nikel.

Lim dan keluarganya memiliki saham mayoritas di produsen minyak sawit Bumitama Agri. Lim Gunawan Hariyanto yaitu putra Lim Hariyanto merupakan CEO dari Harita group yang memiliki perusahan pertambangan bauksit Cita Mineral Investindo/

10. Dewi Kam

Dewi adalah pengusaha asal Jakarta yang memiliki kekayaan sebesar USD 4,45 miliar atau setara Rp 70,100 triliun. Sumber kekayaan berasal dari batubara Bayan Resources di Indonesia.

Saham Bayan Resources terus meningkat pada tahun 2023. Dewi Kam juga mempunyai kepentingan pembangunan dan pengoperasian pembangkit listrik. (*)

 

Laba Tumbuh 33%, BSI Berhasil Cetak Kinerja Impresif

0
Kontributor utama penopang kinerja positif BSI di antaranya adalah pembiayaan, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) dan dana murah yang tumbuh dua digit, respon strategi yang tepat serta model bisnis yang fleksibel dan terdigitalisasi. (istimewa)

batampos – PT Bank Syariah Indonesia, Tbk. (BSI) berhasil menjaga kinerja keuangan tetap tumbuh secara impresif di tengah tantangan dan ketidakpastian perekonomian global karena meningkatnya tensi geopolitik dunia. Keberhasilan BSI dalam menjaga kinerja positif itu ditunjukkan dengan pencapaian laba yang tumbuh 33,88% (yoy) menjadi Rp5,70 triliun hingga kuartal IV/2023.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengungkapkan bahwa kontributor utama penopang kinerja positif BSI di antaranya adalah pembiayaan, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) dan dana murah yang tumbuh dua digit, respon strategi yang tepat serta model bisnis yang fleksibel dan terdigitalisasi.

“Alhamdulillah, di tengah situasi perekonomian global yang penuh ketidakpastian, BSI kembali membuktikan diri berhasil mencetak kinerja yang sangat baik. Hal ini tidak lepas dari langkah BSI dalam melakukan strategic response yang tepat, adaptif, dan terus berinovasi pada bisnis yang memiliki demand tinggi di market. Juga didukung komitmen kami yang senantiasa melakukan optimalisasi literasi inklusi keuangan syariah di seluruh sektor potensial,” ujar Hery.

Hery menambahkan, business model yang fleksibel dan terkoneksi dengan digital juga memberikan peran strategis dalam mendorong pertumbuhan kinerja. Dengan business model yang fleksibel dan terdigitalisasi, BSI mampu mengakses masyarakat di semua segmen, baik masyarakat individu atau ritel, pelaku UMKM, maupun korporat. Oleh karena itu menurutnya, hadirnya BSI menjadi Beyond Sharia Banking menjadi hal utama. Di mana perseroan menawarkan produk serta jasa bank yang lebih variatif dengan skema keuangan yang tidak dimiliki oleh bank syariah lainnya.

Baca Juga: Ini Harga BBM Subsidi dan Non Subsidi Pertamina Februari 2024

“Selain itu, pemerintah juga mendukung regulasi perbankan syariah, sehingga memberikan peluang besar bagi BSI untuk ambil bagian dalam proyek-proyek nasional,” lanjutnya.

Dari sisi fungsi intermediasi, pertumbuhan pembiayaan dan penghimpunan DPK memberikan kontribusi yang optimal dibandingkan dengan capaian kinerja tahun lalu.

Sepanjang 2023, BSI mencatat jumlah pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp240,32 Triliun atau tumbuh 15,70% year on year, dengan kualitas pembiayaan (NPF) gross membaik pada posisi 2,08%. Komposisi pembiayaan yang disalurkan didominasi oleh segmen konsumer (54,32%), wholesale (28,09%) dan retail (17,58%).

Tingginya penyaluran pembiayaan di segmen berkelanjutan juga menunjukkan komitmen dan konsistensi BSI terhadap segmen tersebut. Hingga Desember 2023, pembiayaan berkelanjutan di BSI mencapai Rp57,7 triliun yang didominasi sektor UMKM sebesar Rp45,4 triliun, disusul sustainable agriculture Rp4,8 triliun, eco-efficient product Rp5,8 triliun, energi terbarukan Rp1,1 triliun dan proyek eco-green Rp549,6 miliar.

Adapun penghimpunan DPK BSI hingga Desember 2023 mencapai Rp293,77 triliun, tumbuh 12,35% (yoy). Dari jumlah tersebut, komposisi tabungan yang merupakan dana murah mencapai Rp124,73 triliun atau 40% dari keseluruhan DPK.

Selain itu, pencapaian kinerja positif BSI 2023 juga didukung oleh naiknya pendapatan berbasis komisi (fee-based income) yang naik 12,08% (yoy) menjadi Rp4,20 triliun.

Pada 2023, customer based perseroan berkembang menjadi 19,65 juta nasabah dengan pertumbuhan mencapai 5 juta nasabah pasca merger, dan saat ini BSI menjadi bank syariah dengan customer based terbesar di dunia.

Baca Juga: Pemerintah Diminta Menjaga Kebijakan Fiskal

Sejumlah rasio keuangan lainnya juga menunjukkan performa kuat BSI pada 2023. Hal itu tercermin dalam capaian asset yang mencapai Rp354 triliun atau tumbuh 15,67%, return of asset (ROA) sebesar 2,35%, dan return of equity (ROE) mencapai 16,88%, serta didukung oleh rasio pencadangan yang kuat pada posisi 194,35%. Kinerja yang baik juga ditopang oleh efisiensi yang tepat. Terlihat dari BOPO yang dapat ditekan dengan baik pada posisi 71,27% atau membaik dari posisi yang sama di tahun sebelumnya.

 

Pertumbuhan Layanan E Channel

Jumlah pengguna BSI Mobile mencapai 6,3 juta orang dimana pembukaan rekening online on boarding (OOB) mencapai 86%.

Untuk meningkatkan layanan BSI di seluruh Indonesia, saat ini BSI telah memiliki lebih dari 1.100 kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia, 2.564 mesin ATM dan 86.200 agen laku pandai BSI Smart yang siap melayani masyarakat Indonesia.

“Perlu kami sampaikan bahwa pertumbuhan nasabah juga tak lepas dari optimalisasi e-channel, seperti BSI Mobile yang dapat dengan mudah diakses nasabah untuk berbagai keperluan transaksi seperti pembukaan rekening online baik tabungan, deposito maupun pembiayaan,” ujarnya.

 

Komitmen Green Activity

Komitmen green activity telah dilakukan perseroan dalam berbagai bentuk aktivitas diantaranya efisiensi energi dengan membangun gedung ramah lingkungan, optimalisasi digital services melalui digital branch, penggunaan solar panel di kantor cabang, penggunaan motor listrik, charging station di rest area dan juga ikut berkontribusi menyediakan mesin RVM (Reverse Vending Machine) yang tersebar di seluruh Indonesia. Program penempatan mesin RVM memberikan dampak pengurangan emisi karbon sebanyak 84,4 Ton CO2eq dan mendaur ulang plastik 22,8 Ton limbah plastik.

Selain itu, Perseroan juga berkontribusi kepada masyarakat melalui penyaluran CSR sebesar Rp255,2 miliar yang disalurkan untuk 4 pilar utama yakni socioeconomic (Desa BSI dan UMKM), spiritual (pembangunan masjid dan mobil musholla), people (beasiswa), serta charity & environment (santunan yatim, penanaman pohon dan sustainable movement).

 

Mengenai Bank Syariah Indonesia

PT Bank Syariah Indonesia, Tbk. (Bank Syariah Indonesia) merupakan bank hasil penggabungan dari tiga bank syariah milik BUMN yakni PT Bank Syariah Mandiri, PT Bank BNI Syariah, dan PT Bank BRIsyariah Tbk. yang mulai beroperasi pada 1 Februari 2021. Penggabungan ini menyatukan kekuatan ketiga bank syariah tersebut dan bertujuan untuk mengoptimalkan potensi keuangan dan ekonomi syariah Indonesia yang besar. Didukung sinergi dengan perusahaan induk (Mandiri, BNI, BRI) serta komitmen pemerintah melalui Kementerian BUMN, Bank Syariah Indonesia memiliki visi untuk menjadi salah satu dari 10 bank syariah terbesar di dunia dari sisi kapitalisasi pasar dalam 5 tahun ke depan.

Baca Juga: Pengusaha Yakin Pemilu dan Pilpres Tak Pengaruhi Minat Investasi di Indonesia

Bank Syariah Indonesia berstatus sebagai perusahaan terbuka yang tercatat sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia (ticker code: BRIS). Pasca merger, Bank Syariah Indonesia adalah bank syariah terbesar di Indonesia. Per Desember 2023, Bank Syariah Indonesia memiliki total aset mencapai sekitar Rp354 triliun, dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp294 triliun, serta total pembiayaan Rp240 triliun. Dengan posisi finansial tersebut, Bank Syariah Indonesia masuk dalam daftar 10 besar bank terbesar di Indonesia dari sisi aset. Dari sisi jaringan, Bank Syariah Indonesia didukung oleh lebih dari 1.100 outlet dan lebih dari 2.600 jaringan ATM yang tersebar di seluruh Nusantara.

Seluruh aset dan kekuatan ini akan dioptimalkan Bank Syariah Indonesia untuk memberikan layanan dan produk finansial syariah yang lengkap dalam satu atap untuk memenuhi bermacam-macam kebutuhan nasabah dari berbagai segmen, mulai dari UMKM, ritel, komersial, wholesale, dan korporasi baik dalam maupun luar negeri. (*/rilis)

 

Elkan Banggot dan Shayne Pattynama Mendapat Klub Baru

0
Elkan Banggot dengan Klub barunya. (Instagram Bristol Rovers FC)

batampos – Dua punggawa timnas Indonesia yaitu Elkan Banggot dan Shayne Pattynama resmi berlabuh ke klub baru.

Elkan Banggot secara resmi dipinjamkan oleh Ipswich Town ke klub kasta ketiga Liga Inggris Bristol Rovers FC. Elkan akan dipinjamkan sampai akhir musim.

Bristol Rovers FC merupakan klub sepakbola yang berasal dari kota Bristol di Inggris. Klub tersebut saat ini sedang menempati peringkat sebelas di League One (Kasta Tiga Liga Inggris).

Bristol Rovers FC didirikan pada tahun 1883 dengan nama Black Arabs FC. Kemudian berganti nama menjadi Bristol Rovers pada 1899.

Bristol Rovers FC memiliki julukan The Pirates atau Bajak Laut. Julukan tersebut dikarenakan logo klub mereka yang menampilkan gambar seorang bajak laut yang sedang membawa pedang.

Bristol Rovers FC bermarkas di Memorial Stadium Horfield yang terletak di kota Bristol dengan kapasitas 12.011 penonton.

Dalam sejarahnya Bristol Rovers FC belum pernah sama sekali meraih gelar juara. Pencapaian tertingginya terjadi pada musim 2006/07 ketika mereka berhasil mencapai final EFL Trophy. Namun, mereka kalah di partai final dan gagal meraih juara.

Sementara itu di Belgia, Shayne Pattynama resmi berlabuh ke KAS Eupen dengan durasi kontrak 2,5 musim.

KAS Eupen merupakan klub yang bermain di Jupiler Pro League (Kasta Pertama Liga Belgia). Mereka saat ini berada di posisi tiga belas klasemen.

KAS Eupen dibentuk pada 9 Juli 1945 dari penggabungan Jugend Eupen dan FC Eupen 1920. Klub ini bermarkas di Kehrweg Stadion yang berada di Kota Eupen dengan kapasitas 8,363 penonton.

Dalam sejarahnya KAS Eupen pernah meraih tiga kali gelar juara Divisi Tiga Liga Belgia yaitu pada musim 1969/70, 1975/76, 2021/02. Selain itu mereka juga pernah juara Divisi Empat Liga Belgia sebanyak dua kali yaitu pada musim 1968/69 dan 1994/95.

Shayne Pattynama bergabung dengan penggawa timnas lainnya yaitu Sandy Walsh dan Marselino Ferdinan yang terlebih dahulu bermain di Belgia.

Menarik ditunggu kiprah Elkan Banggot dan Shayne Pattynama di klub barunya. Semoga penampilan mereka membaik dan sering diberi menit bermain.(*)

Tarik Wisatawan dari Batam, Warga Usulkan Ada Tempat Singgah Menarik di Tanjunguban, Bintan

0
Masyarakat menyampaikan usulan saat musrenbang Kecamatan Bintan Utara 2025 di Gedung Nasional Tanjunguban, Kamis (1/2/2024). F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Untuk menarik wisatawan, masyarakat mengusulkan dibuat tempat singgah yang menarik di Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara.

Warga Tanjunguban, Edi menyampaikan, setiap akhir pekan banyak warga Batam datang ke Tanjunguban.

Sayangnya, setelah tiba di Tanjunguban, rata-rata mereka melanjutkan perjalanan ke kawasan wisata Lagoi dan Tanjungpinang.

“Setiap Sabtu Minggu, banyak orang dari Batam naik RoRo ke Tanjunguban. Tapi setelah sampai Tanjunguban, mereka langsung ke Lagoi atau Tanjungpinang,” katanya saat musrenbang Kecamatan Bintan Utara tahun 2025 di Gedung Nasional Tanjunguban, Kamis (1/2/2024).

Menurutnya, harus dibuat tempat singgah yang menarik di Tanjunguban agar wisatawan mau singgah dan berlama-lama di Tanjunguban.

Dia menyebut, ada lahan di sekitar Pelabuhan Bulang Linggi sampai Pertamina yang bisa dimanfaatkan menjadi seperti taman kota di atas laut.

“Kalau dari laut akan menarik. Mereka pasti singgah dan belanja, jadi ekonomi masyarakat ikut berputar,” katanya.

BACA JUGA: Wacana Kenaikan Pajak Tempat Hiburan Ancam Pariwisata Kepri

Warga lain, Anto mengakui di Tanjunguban sangat minim destinasi wisata dan tempat singgah. Sehingga, banyak wisatawan dari Batam langsung ke Lagoi atau ke Tanjungpinang.

Untungnya, katanya, ada destinasi wisata Patung Buddha Tidur di Vihara Dharma Shanti dan Pantai Sekera Tanjunguban.

Karena itu, harapannya, dibuat lebih banyak destinasi wisata untuk menarik wisatawan dari Batam agar mau singgah dan berlama-lama di Tanjunguban.

Bupati Bintan, Roby Kurniawan mengatakan, ini menjadi masukan dan catatan bagi pemerintah daerah.

“Ini menjadi catatan dan masukan bagi kami, ada juga yang mengusulkan dibuat wisata becak motor berkeliling Tanjunguban, semoga bisa terealisasi,” katanya. (*)

 

Reporter: Slamet N

Tak Diambil Pemilik, Barang Bukti Kecelakaan Menumpuk di Gudang Laka Lantas Polresta Barelang

0
Barang Bukti Lakalantas Dalil Harahapt9 scaled e1706837308182
Barang bukti kendaraan di unit lakalantas Polresta Barelang yang tidak diambil pemiliknya, Kamis (1/2). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Ratusan kendaraan roda dua maupun roda empat menumpuk di gudang Unit Laka Lantas Polresta Barelang. Kendaraan di gudang ini setiap harinya terus bertambah.

“Itu barang bukti ada dua, ada yang masih proses, dan ada yang titipan kejaksaan,” ujar Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Cut Putri Amelia Sari melalui KBO Sat Lantas Polresta Barelang, Ipda Yudhi Patra, Kamis (1/2).

Ia menjelaskan mayoritas kendaraan di gudang tersebut merupakan titipan dari kejaksaan. “Kejaksaan tidak ada tempat, jadi mereka numpang dan dititipkan ke kita,” katanya.

Baca Juga: Penumpang Pelni Keluhkan Pelabuhan Batuampar, Fasilitas Minim dan Bahayakan Penumpang

Yudhi mengaku untuk kendaraan atau barang bukti laka lantas mayoritas akan dikembalikan ke korban ataupun pihak keluarga. Biasanya, paling lama proses penyelidikan laka lantas selama 15 hari.

“Barang bukti kecelakaan selalu kita kembalikan. Kan yang kecelakaan itu ada keluarganya,” ungkapnya.

Baca Juga: 1.161 Calon Peserta Pelatihan Kerja Disnaker Batam Dinyatakan Lulus Tes Tertulis

Diketahui, pemilik kendaraan yang ada di gudang biasanya enggan mengambil setelah menjalani proses persidangan. Sebab, kendaraan sudah lama terbengkalai sehingga biaya perbaikannya lebih mahal dari pada beli baru.

“Kalau ada yang mau ambil dari pemilik kendaraan, kita koordinasi dengan Kejaksaan,” tutupnya. (*)

 

Reporter: Yofi Yuhendri

Ini Harga BBM Subsidi dan Non Subsidi Pertamina Februari 2024

0
Ilustrasi SPBU Pertamina (Dok/JawaPos.com)

batampos – PT Pertamina (Persero) resmi tidak melakukan penyesuaian harga sejumlah produk Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi di SPBU seluruh Indonesia yang berlaku mulai 1 Februari 2024. Dengan begitu, harga BBM jenis Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex masih dipatok dengan harga yang sama pada Januari 2024.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting mengatakan bahwa keputusan harga Pertamax Series dan Dex Series tetap di Bulan Februari ini telah melalui evaluasi berkala mengacu kepada formula penetapan harga sesuai Kepmen ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 tentang formulasi harga JBU atau BBM non subsidi.

“Harga BBM non subsidi memang sesuatu yang dievaluasi berkala, penyesuaian harga naik, penyesuaian harga turun, maupun harga tetap dipertimbangkan seluruh badan usaha sesuai regulasi yang berlaku,” kata Irto dalam keterangan tertulis, Kamis (1/2).

Untuk harga sendiri, saat ini harga Pertamax adalah Rp 12.950 per liter, Pertamax Green 95 Rp 13.900 perliter, Pertamax Turbo Rp 14.400 per liter, Dexlite Rp 14.550 per liter, dan Pertamina Dex Rp 15.100 per liter. Harga ini berlaku untuk wilayah Jawa dan wilayah dengan besaran pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen.

Sementara untuk harga BBM subsidi masih tetap, dengan Pertalite sebesar Rp 10.000 per liter dan Solar ditetapkan sebesar Rp 6.800 per liter.

Irto menambahkan, bagi Pertamina, keputusan ini adalah bentuk menjaga stabilitas harga BBM non subsidi yang terbaik dan terjangkau bagi masyarakat hingga pelosok negeri, tidak hanya kota besar.

“Ini adalah wujud penyaluran dan penyediaan BBM berdasarkan prinsip Availability, Accessibility, Affordability, Acceptability dan Sustainability, bagaimana Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga menetapkan harga yang kompetitif bagi masyarakat sekaligus memastikan distribusi hingga pelosok negeri tetap dapat dilakukan dengan maksimal,” pungkas Irto

Berikut daftar harga terbaru BBM Pertamina di SPBU Jakarta per 1 Februari 2024:

Pertalite: Rp 10.000 per liter

Pertamax: Rp 12.950 per liter

Pertamax Turbo: Rp 14.400 per liter

Dexlite: Rp 14.550 per liter

ertamina Dex: Rp 15.100 per liter

Pertamax Green 95: Rp 13.900 per liter

Pembangunan Terminal 2 Bandara Hang Nadim Batam Terlambat, BP Batam Minta penjelasan PT BIB

0
Desain Terminal II Bandara Hang Nadim sangat mencerminkan Kota Batam.
Desain terminal II Bandara Hang Nadim Batam yang sangat mencerminkan identitas Kota Batam. Foto BP Batam untuk Batam Pos.

batampos – Progres pembangunan terminal dua Bandara Hang Nadim Batam mendapat sorototan dari Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, yang dinilai mengalami keterlambatan dari rencana awal pengembangan. PT Bandara Internasional Batam (BIB) menanggapi hal tersebut dikarenakan ada beberapa faktor.

Vice President Airport Marketing PT BIB, Stanly Suh, mengatakan pihaknya akan melakukan pertemuan dengan BP Batam dalam waktu dekat untuk membahas keterlambatan pengembangan kawasan terminal dua Bandara Hang Nadim Batam.

“Ada masalah yang tidak bisa disampaikan ke publik tapi kami upayakan akan sesuai dengan target. Kami dalam waktu dekat akan diskusi dengan BP Batam terkait terminal dua ini,” kata Stanly Suh, Kamis (1/2).

Baca Juga: 34.592 Kepala Keluarga di Batam Terima Bantuan Beras Cadangan Pangan Pemerintah

Stanly menambahkan, saat ini PT BIB tengah fokus dalam melakukan pengembangan terminal keberangkatan yang telah tersedia di Bandara Hang Nadim Batam.

Selain itu, pihaknya juga tengah memfokuskan rute penerbangan internasional baru yang akan hadir.

“Fokusnya kami tetap akan maksimalkan terminal penumpang yang ada, rencananya akan ada penerbangan-penerbangan baru seperti ke Kuala Lumpur, China, Thailand dan Korea. Untuk tahun ini kami fokus ke situ dulu,” ujarnya.

Sementara itu dalam pengerjaan proyek terminal dua tersebut, diperkirakan bisa rampung pada Desember 2024 mendatang.

Sebelumnya, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menyoroti hal tersebut. Menurutnya hingga saat ini belum ada satupun progres yang dilakukan PT BIB dalam melakukan pengembangan.

“Saya minta segera dilaksanakan pengembangannya (terminal dua Bandara Hang Nadim) karena agak molor,” kata Rudi, kemarin.

Baca Juga: Rute Batam Menuju Kuala Lumpur Mulai 17 Februari

Rudi menjelaskan, untuk mendukung pengembangan Bandara Hang Nadim Batam, pihaknya telah melakukan berbagai pengembangan infrastruktur dasar di seputar Bandara Hang Nadim Batam.

Dengan adanya keterlambatan tersebut, BP Batam akan memanggil PT BIB untuk mengetahui penyebab terjadinya keterlambatan pengembangan terminal 2 Bandara Hang Nadim Batam.

“Kami akan panggil PT BIB, sebab kita sudah komitmen dan pengembangan terminal dua Bandara Hang Nadim harus segera jalan,” tutupnya. (*)

 

Reporter: Azis Maulana

Pemerintah Diminta Menjaga Kebijakan Fiskal

0
ILUSTRASI: Pemerintah perlu menyediakan infrastruktur yang diperlukan sehingga suplai gas bumi dari produsen kepada konsumen di dalam negeri bisa terserap secara maksimal. f. Dok PGN

batampos – Era transisi energi menjadi momentum bagi Indonesia untuk meningkatkan investasi sektor hulu migas. Ditambah pula tingginya dorongan global menurunkan emisi karbon.

Untuk menangkap potensi besar itu, perlu kebijakan Pemerintah yang berpihak untuk mengembangkan potensi gas bumi di Indonesia. Supaya, potensi itu dapat segera dimonetisasi.

Menurut praktisi migas dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Widhyawan Prawiraatmadja, keberlanjutan investasi di sektor hulu migas harus dijaga hingga mencapai tahap monetisasi, setelah adanya temuan-temuan sumber daya baru seperti yang terjadi di Wilayah Kerja South Andaman, Aceh; dan Wilayah Kerja Geng North, Kalimantan Timur (Kaltim).

Baca Juga: Pengusaha Yakin Pemilu dan Pilpres Tak Pengaruhi Minat Investasi di Indonesia

”Pertanyaannya, bagaimana supaya Indonesia bisa jadi tempat nyaman,” ungkap Widhyawan Prawiraatmadja, mengawali pembicaraan dalam diskusi yang digelar Indonesia Petroleum Association (IPA) di Jakarta pada Kamis (1/2).

Diskusi tersebut bertemakan, ”Menanti Arah Pemimpin Baru di Sektor Migas”.
Lebih jauh Widhyawan menuturkan, para investor migas melihat dari berbagai hal. Mulai dari sumber daya dan kemudahan berusaha. Hal itu menjadi sangat penting. Penemuan sumber daya gas bumi yang ada harus menjadi momentum bagi Pemerintah.

Tak bisa dipungkiri, jika gas bumi akan mendominasi temuan migas di Indonesia saat ini dan ke depannya. Jadi, gas itu isunya adalah monetisasi.

”Akan sangat berbeda keekonomiannya jika sebuah lapangan baru dapat dimonetisasi selama sepuluh tahun atau enam tahun,” sambungnya.

Widhyawan mengatakan, gas bumi dapat menjadi jembatan menuju era energi baru dan terbarukan. Oleh karena itu, tidak akan kaget jika kebutuhan gas bumi ke depannya akan terus meningkat. Namun, ada tantangan nyata yang harus dihadapi dalam konteks pengembangan gas bumi di Indonesia.

Baca Juga: Jurnalis Foto Ini Merasa Bersalah karena Bisa Hidup Nyaman Setelah Tinggalkan Gaza

Saat ini tata kelola gas bumi dinilai belum menunjukkan adanya keberpihakan dari Pemerintah kepada sektor hulu. Hal tersebut bisa dilihat dari penerapan kebijakan harga gas bumi tertentu (HGBT) yang diberlakukan pemerintah untuk beberapa sektor industri.

”Kebijakan harga gas itu ada berbagai kepentingannya. Kita tahu LPG harganya dibuat murah, tetapi membuat distorsi karena harga hulu yang justru dibatasi,” ungkapnya.

Akademisi Ekonomi dan Energi dari Universitas Pertamina A. Rinto Pudyantoro menuturkan, Pemerintah ke depan wajib menjaga kondisi yang kondusif dan mengurangi polemik di sektor energi demi memastikan terjaganya iklim investasi yang baik di Indonesia.

”Keributan akibat aturan kontroversial pasti akan membuat investor berpikir ulang. Sektor migas itu nggak perlu ribut. Tenang-tenang saja selama lima tahun ke depan,” sebutnya.
Pemerintah pada lima tahun ke depan perlu melakukan sejumlah pembenahan atau perbaikan pada beberapa persoalan yang dianggap menganggu operasional, seperti perijinan dan tax treaty.

”Pemerintah memiliki kendali 100 persen terhadap kebijakan fiskal. Pemerintah bisa melakukan perubahan kebijakan apa saja dan kapan saja. Oleh karena itu, kebijakan tersebut seharusnya berdampak pada kemudahan berinvestasi,” ujarnya.

Baca Juga: Mahfud MD Ungkap Alasannya Mundur dari Jabatan Menko Polhukam

Rinto mengungkapkan, iklim investasi sektor hulu migas Indonesia memang mulai menunjukkan pergerakan yang positif. Menurut data SKK Migas, realisasi investasi hulu migas pada 2023 mencapai USD 13,7 miliar, naik dari dari tahun sebelumnya sebesar USD 12,1 miliar. Tahun ini, SKK Migas menargetkan nilai investasi hulu migas akan meningkat mencapai USD 17,7 miliar.

Direktur Eksekutif IPA Marjolijn Wajong mengatakan, temuan beberapa sumber daya gas bumi dalam jumlah besar belakangan ini, seharusnya bisa menimbulkan kepercayaan diri bagi para pelaku usaha di tengah kondisi banyaknya lapangan tua dan target produksi migas yang terus menurun.

”Saya kok sekarang melihat sektor hulu migas Indonesia seperti sedang take off. Untuk itu, momen yang ada saat ini sangat penting dijaga dan didukung oleh berbagai kebijakan yang tepat dari pemerintah,” ujarnya. (*)