Senin, 27 April 2026
Beranda blog Halaman 4063

Semarak Imlek di Batam 2575

0
imlek
Vihara Yayasan Hock An Kion di Batam Center berhias menyambut tahun baru Imlek, Sabtu (3/1). (F Dalil Harahap/Batam Pos )

batampos – Sepekan menjelang tahun baru Cina atau Imlek 2575, berbagai pernak-pernik bernuansa merah menghiasi pusat-pusat perbelanjaan. Pernak-pernik yang dijual, mulai dari lampion, ornamen berwarna merah hingga angpao.

Pantauan Batam Pos di BCS Mall, amplop angpao dijual mulai dari harga Rp 2ribu hingga Rp 18ribu per bungkus dengan isi beragam. Aneka tempelan bergambar dijual kisaran harga Rp 15ribu hingga Rp 40ribuan.

Lampion susun ukuran kecil, dijual seharga Rp 250ribuan, sedangkan lampion ukuran besar paling mahal dijual senilai Rp 1,8juta.

Baca Juga: Dapat Pinjaman Dana Bergulir, UMKM di Batam Wajib Jaminkan Sertifikat Bangunan

Salah seorang pedagang, Wati menuturkan, penjualan pernak-pernik Imlek sudah mulai ramai.

”Paling laris sudah pasti angpao. Karena ini tidak pernah terlewatkan dalam momen Imlek,” kata Wati.

Ia mengatakan, pernak pernik Imlek ini sudah dijual sejak awal tahun. Januari lalu, tidak terlalu ramai yang membeli, namun memasuki Februari banyak masyarakat yang memburu pernak-pernik Imlek.

”Mendekati perayaan, penjualan akan semakin meningkat,” ujarnya.

Jelang Imlek, ada beberapa pernak-pernik yang sudah ludes terjual yakni angpao dengan gambar naga. Wati mengatakan, masyarakat ramai memburunya karena tahun ini adalah tahun naga kayu.

Baca Juga: Bahtera Nusantara 03 Kembali Berlayar, Jadwalnya Normal

”Permintaan sudah banyak. Ini barang juga ada beberapa stoknya yang sudah habis terjual. Semua barang ini di pesan dari Tiongkok, jauh sebelum momen Imlek. Jadi yang tersedia saat ini ya, hanya yang ada sekarang ini,” tuturnya.

Salah seorang pengunjung BCS Mall, Lina mengatakan, sejak seminggu lalu sudah mencari pernak-pernik Imlek.

”Iya kalau sudah mendekati Imlek ini, tradisi kami mencari pernak-pernik. Karena pada momen ini kami merayakan bersama keluarga besar yang datang dari Tanjungbatu,” ungkap Lina, Sabtu (3/2).

Hal yang senada diucapkan oleh Roky. Ia mengaku, masih melakukan berbagai tradisi Imlek.

”Imlek sangat identik dengan berbagi angpao kepada keluarga-keluarga kami dan rekan kerja agar mendekatkan persaudaraan,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata mengatakan, momen Imlek ini menjadi salah satu pendorong angka kunjungan wisman ke Batam. Meskipun berdekatan dengan pelaksanaan pesta demokrasi, tidak akan mengurangi kemeriahan perayaan Imlek tahun ini.

”Kita bisa lihat di wilayah Nagoya, sudah banyak sekali hiasan dalam menyambut Imlek terpasang. Nagoya memang merupakan salah satu titik perayaan Imlek di Batam ini,” ujarnya.

Ia mengatakan, Batam masih berusaha untuk memulihkan angka kunjungan wisman. Momen Imlek, kata Ardi dapat meningkatkan kunjungan wisman ke Batam.

”Kami dorong pakai event, biar sektor wisata makin menggeliat,” ucap Ardiwinata. (*)

 

Reporter : Yulitavia / Azis Maulana

Insinyur Indonesia Dituding Curi Data Jet Tempur KF-21

0
Jet tempur KF-21 yang sedang dikembangkan di Korea Selatan

batampos – Insinyur Indonesia tengah diselidiki atas dugaan pencurian teknologi terkait jet tempur KF-21 yang sedang dikembangkan di Korea Selatan. Insinyur itu dicurigai menyimpan data tersebut di USB.

Dikutip dari Yonhap sumber di Administrasi Program Akuisisi Pertahanan (DAPA) Korea Selatan mengatakan, para insinyur itu dikirim ke Korea Aerospace Industries (KAI) tempat KF-21 Boramae dibuat. Akan tetapi dalam perjalanannya, insinyur Indonesia tersebut diduga mencuri data dari jet tempur yang sedang dikembangkan itu.

’’Saat ini sedang dilakukan penyelidikan dugaan pencurian teknologi yang dilakukan oleh WNI,” ungkap pejabat DAPA tersebut, Sabtu (3/2).

Selama proses penyelidikan itu, WNI dilarang meninggalkan Korea Selatan.

Indonesia memang negara mitra proyek pengembangan jet tempur KF-21. Namun, diketahui belum membayar lunas 20 persen biaya proyek sebesar 8,8 triliun won (setara Rp 103,8 triliun). Indonesia diperkirakan telah membayar 278,3 miliar won untuk proyek tersebut sejauh ini dan tertinggal hampir 1 triliun won dalam pembayarannya.

Hal itu kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai komitmen Indonesia terhadap program yang diluncurkan pada 2015 tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu) Lalu Muhammad Iqbal menuturkan bahwa pemerintah Indonesia saat ini sedang mengumpulkan semua informasi mengenai tuduhan keterlibatan insinyur Indonesia di kasus tersebut.

”KBRI Seoul juga telah berkomunikasi langsung dengan insinyur Indonesia tersebut dan memastikan bahwa yang bersangkutan saat ini tidak ditahan,” ungkapnya. (mia/c6/tia)

 

Sumber: JP Group

Pelanggan YouTube Music dan Premium Capai 100 Juta

0
layanan berbayar dari YouTube Music dan Premium saat ini digunakan lebih dari dari 100 negara. (F. ILUSTRUSI)

batampos – Salah satu layanan berbagi video terkemuka yakni YouTube baru saja mengumumkan kabar yang menggembirakan. Hingga Januari 2024 lalu, mereka diketahui telah memiliki 100 juta pengguna layanan berbayar dari YouTube Music dan Premium oleh pengguna di lebih dari 100 negara.

Hal itu disampaikan oleh Adam Smith, Vice President Product Management YouTube melalui kiriman blog resmi pada Kamis (1/2).

Ia mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian yang telah diraih oleh layanan berbagi video secara online itu.

Baca Juga: Inilah, Fitur AI Favorit Konsumen di Galaxy S24 Series

“Pada 2015 lalu, kami ingin menciptakan sebuah sistem yang tidak hanya membuat pengguna merasa nyaman, tapi juga bermanfaat bagi para kreator dan komunitas yang menggunakan YouTube,” ujarnya.

YouTube awalnya memperkenalkan YouTube Red sebagai layanan berbayar mereka, namun seiring waktu perusahaan itu mengubah arah bisnis mereka.

Pada akhirnya mereka memperkenalkan aplikasi pengganti yang berfokus pada musik yakni YouTube Music di Oktober 2015 dan mengambil keputusan untuk merilis layanan YouTube Premium pada 2018.

Di Indonesia, layanan YouTube Premium dibanderol dengan harga Rp 59 ribu per bulan dengan akses otomatis berlangganan YouTube Music.

Baca Juga; Air Kelapa Kaya Akan Nutrisi, Kandungan Kaliumnya Jaga Kesehatan Jantung

Sementara itu bagi mereka yang hanya ingin berfokus dengan menikmati layanan berbayar di aplikasi musik saja, pengguna cukup mengeluarkan biaya sebesar Rp 49 ribu.

Dilansir dari The Verge, jumlah pelanggan dari YouTube Premium memang belum mengungguli layanan populer lain seperti Netflix yang miliki 260,8 juta pelanggan dan 226 juta pelanggan yang menggunakan Spotify Premium.

Selain itu, data yang disajikan YouTube juga melibatkan pelanggan yang masih berstatus menikmati uji coba sehingga data pengguna sebenarnya tidak diketahui.

Fitur yang Dikembangkan YouTube Music

Sementara itu Lyor Cohen, Global Head of Music dari YouTube menyebut layanan mendengarkan musik secara online tersebut telah menghadirkan beberapa fitur menarik.
Samples, salah satu fitur baru telah dihadirkan bagi pengguna YouTube Music yang memiliki ciri serupa dengan Shorts di YouTube.

Fitur tersebut berisi potongan video klip dari artis-artis yang dapat langsung disimpan dalam playlist pengguna dan dapat digunakan sebagai lagu pengiring konten YouTube Shorts mereka.

Selain itu, layanan mendengarkan musik secara online tersebut juga menyediakan fitur yang dapat secara otomatis menyusun lagu berdasarkan artis maupun mood pengguna yang bernama Radio Builder.

Kini, pengguna layanan YouTube Music dapat langsung memberi komentar pada konten video klip yang ditayangkan tanpa harus membuka aplikasi utama YouTube. (*)

 

Reporter : JP Group

1.267 Keluarga Dapat Bantuan Beras dari Pemko Batam

0
Bantuan Beras Dalil Harahap 55 e1706962920835
Warga antre mengambil beras pangan cadangan dari pemerintah di kantor pos Batuaji, Sabtu (3/1). Warga mendapatkan beras 10 kg seakli pengambilan. Warga mendapatkan 6 bulan. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos– Dalam rangka meringankan beban perekonomian masyarakat, Pemerintah Kota Batam kembali menyalurkan Beras dari Kantor Pos Cabang Utama Batam, di KCU Batam Centre, pada Sabtu (3/2)

Penyaluran CBP tahap I tersebut diserahkan untuk masyarakat sebanyak 12.670 kilogram beras gratis disalurkan bagi 1.267 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Di antaranya 7 KK Kelurahan Sukajadi, 1.135 KK Kelurahan Sungaipanas dan 126 KK Kelurahan Taman Baloi, Kecamatan Batamkota.

“Bagi yang menerima bantuan pangan ini semoga bermanfaat. Ini upaya pemerintah membantu masyarakat,” kata Sekretaris Daerah Jefridin.

Bantuan CBP tersebut disalurkan melalui Kantor Pos. Ia berharap, bantuan ini tepat sasaran dan mampu meringankan beban masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.

BACA JUGA: 34.952 KK Terima Bantuan Pangan CBP di Kota Batam

“Selain untuk membantu warga, penyaluran CBP ini juga upaya mengendalikan inflasi,” katanya.

Jefridin menyampaikan bahwa bantuan CBP ini kualitas berasnya adalah medium, dan pembagian cadangan beras akan terus berjalan secara rutin hingga enam bulan ke depan sampai Juni 2024.

“Alhamdulillah beras 10 Kg yang diserahkan hari ini untuk masyarakat gratis. Selain itu kualitasnya juga bagus. Terimakasih kepada Bulog dan PT Pos yang sudah membantu pemerintah dalam menyalurkan beras ini,” ucapnya.

Ia mengakui sebagai bukan daerah penghasil, ketahanan pangan di Kota Batam sangat bergantung dari daerah lain. Sehingga adanya bantuan ini bisa meringankan, serta bentuk intervensi pemerintah dalam mengendalikan harga beras di pasar.

“Harga di Batam ini tergantung dari daerah penghasil. Kalau gagal panen harga tinggi. Namun kalau kondisi baik, harga standar, dan bisa dikendalikan. Sehingga inflasi terjaga,” sebutnya.

Beras ini merupakan bantuan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah hanya membantu menyalurkan saja ke masyarakat melalui Perum Bulog Batam.

“Program ini akan terus berjalan. Kami berharap intervensi ini bisa menjaga ketahanan pangan di Batam juga tentunya,” tutup Jefridin. (*)

Reporter: Yulitavia

1.267 Keluarga Dapat Bantuan Beras dari Pemko Batam

0
Bantuan Beras Dalil Harahap 55 e1706962920835
Warga antre mengambil beras pangan cadangan dari pemerintah di kantor pos Batuaji, Sabtu (3/1). Warga mendapatkan beras 10 kg seakli pengambilan. Warga mendapatkan 6 bulan. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos– Dalam rangka meringankan beban perekonomian masyarakat, Pemerintah Kota Batam kembali menyalurkan Beras dari Kantor Pos Cabang Utama Batam, di KCU Batam Centre, pada Sabtu (3/2)

Penyaluran CBP tahap I tersebut diserahkan untuk masyarakat sebanyak 12.670 kilogram beras gratis disalurkan bagi 1.267 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Di antaranya 7 KK Kelurahan Sukajadi, 1.135 KK Kelurahan Sungaipanas dan 126 KK Kelurahan Taman Baloi, Kecamatan Batamkota.

“Bagi yang menerima bantuan pangan ini semoga bermanfaat. Ini upaya pemerintah membantu masyarakat,” kata Sekretaris Daerah Jefridin.

Bantuan CBP tersebut disalurkan melalui Kantor Pos. Ia berharap, bantuan ini tepat sasaran dan mampu meringankan beban masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.

BACA JUGA: 34.952 KK Terima Bantuan Pangan CBP di Kota Batam

“Selain untuk membantu warga, penyaluran CBP ini juga upaya mengendalikan inflasi,” katanya.

Jefridin menyampaikan bahwa bantuan CBP ini kualitas berasnya adalah medium, dan pembagian cadangan beras akan terus berjalan secara rutin hingga enam bulan ke depan sampai Juni 2024.

“Alhamdulillah beras 10 Kg yang diserahkan hari ini untuk masyarakat gratis. Selain itu kualitasnya juga bagus. Terimakasih kepada Bulog dan PT Pos yang sudah membantu pemerintah dalam menyalurkan beras ini,” ucapnya.

Ia mengakui sebagai bukan daerah penghasil, ketahanan pangan di Kota Batam sangat bergantung dari daerah lain. Sehingga adanya bantuan ini bisa meringankan, serta bentuk intervensi pemerintah dalam mengendalikan harga beras di pasar.

“Harga di Batam ini tergantung dari daerah penghasil. Kalau gagal panen harga tinggi. Namun kalau kondisi baik, harga standar, dan bisa dikendalikan. Sehingga inflasi terjaga,” sebutnya.

Beras ini merupakan bantuan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah hanya membantu menyalurkan saja ke masyarakat melalui Perum Bulog Batam.

“Program ini akan terus berjalan. Kami berharap intervensi ini bisa menjaga ketahanan pangan di Batam juga tentunya,” tutup Jefridin. (*)

Reporter: Yulitavia

Kemeriahan Imlek Mulai Terasa, Pernak-Pernik Imlek Mulai Ramai dan Diburu Pembeli

0
IMG 20240202 WA0022 e1706962588629
Warga berbelanja pernak pernik Imlek di salah satu pusat perbelanjaan

batampos– Mendekati perayaan tahun baru Cina atau Imlek 2575, pernak pernik bernuansa warna merah sudah mulai ramai menghiasi berbagai pusat perbelanjaan.

Pernak- pernik seperti lampion-lampion serta ornamen bernuansa warna merah dan emas tampak memenuhi stand panjang pedagang lampion di salah satu sudut mal ini.

Mulai dari amplop angpao, pajangan, tempelan bergambar, hingga lampion, bisa dibeli di sini. Harganya juga bervariasi. Amplop angpao dijual mulai dari harga Rp 2.000 hingga Rp 18.000 per bungkus dengan isi beragam. Aneka tempelan bergambar dijual kisaran harga Rp 15.000 hingga Rp 40.000-an.

Selain itu, lampion-lampion berbagai bentuk juga dijual di sini. Lampion susun ukuran kecil, dijual seharga Rp 250 ribuan, sedangkan lampion ukuran besar yang dilengkapi lampu paling mahal dijual Rp 1.800.000. Lampion dengan harga termahal yang dijual di sini, berukuran cukup besar, memiliki aksen warna merah dan hitam yang elegan, serta dilengkapi lampu.

Salah seorang pedagang, Wati menuturkan penjualan sudah mulai ramai, mengingat perayaan Imlek yang akan jatuh pada 10 Februari 2024 mendatang.

BACA JUGA: Seminggu Jelang Imlek, Ragam Pernak-Pernik Diburu Warga Tionghoa

Biasanya, pembeli mulai memesan dan membeli ornamen Imlek satu pekan menjelang perayaan hari raya Imlek.

“Paling laris sudah pasti angpao. Karena ini tidak pernah terlewatkan dalam momen Imlek,” ujarnya.

Wati mengatakan memasuk awal tahun 2024, berbagai macam pernak- pernik Imlek sudah mulai menghiasi dan menjadi buruan pembeli.

“Sejak dibuka awal Januari lalu, sudah ramai juga yang beli. Terutama mendekati perayaan, penjualan akan semakin meningkat,” sebutnya.

Di momen yang sudah mendekati Imlek ini, beberapa ornamen dan perlengkapan Imlek sudah mulai terjual habis.osalnya angpao dengan logo naga yang menjadi simbol naga kayu untuk tahun ini.

“Permintaan sudah banyak. Ini barang juga ada beberapa stoknya yang sudah habis terjual. Semua barang ini di pesan dari Tiongkok jauh sebelum momen Imlek. Jadi yang tersedia saat ini ya, hanya yang ada sekarang ini,” jelasnya.

“Penjualan tahun ini lebih bagus, pengunjung lebih ramai. Tentu membawa berkat bagi semua,” sebutnya.

Wati menambahkan, keberadaan stand ini akan buka hingga 9 Februari mendatang. Ia berharap tahun Naga Kayu ini memberikan keberkahan dan kemajuan bagi usaha-usaha yang ada di Batam.

“Semoga lancar semua usaha, keluarga, dan banyak keuntungan di tahun naga kayu ini,” tutupnya.

Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata mengatakan momen Imlek ini menjadi salah satu pendorong angka kunjungan wisman ke Batam. Meskipun berdekatan dengan pelaksanaan pesta demokrasi, tidak akan mengurangi kemeriahan perayaan Imlek tahun ini.

“Kita bisa lihat di wilayah Nagoya sudah banyak sekali hiasan dalam menyambut Imlek terpasang. Nagoya memang merupakan salah satu titik perayaan Imlek di Batam ini,” jelasnya.

Ia berharap perayaan Imlek ini bisa menjadi menu terbaik untuk yang merayakan, dan Batam pada khususnya.

Saat ini aktivitas penumpang khususnya wisman ke Batam masih 50 persen bila dibandingkan dengan tahun 2019 lalu.

Batam masih harus berusaha untuk memulihkan angka kunjungan. Untuk itu, adanya momen Imlek ini diharapkan ada pergerakan di sektor wisata, yang bisa mendorong Batam ke arah lebih baik.

“Kita dorong pakai event, biar sektor wisata makin menggeliat,” ujarnya. (*)

Reporter: Yulitavia

DPRD Sebut Banyak Wilayah di Tanjungpinang Timur Belum Tersentuh Pembangunan

0
Anggota Komisi III DPRD Tanjungpinang, Ashadi Selayar. F. Peri Irawan

batampos– DPRD Tanjungpinang menyebut banyak wilayah di Tanjungpinang Timur belum tersentuh pembangunan yang perlu menjadi perhatian pemerintah daerah (Pemda)

Hal itu disampaikan perwakilan dewan yang hadir pada musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) di Kecamatan Tanjungpinang Timur.

Anggota DPRD Tanjungpinang, Ashady Selayar, mengatakan di Kelurahan Pinang Kencana itu banyak wilayah yang belum diaspal dengan alasan masuk kawasan hutan lindung.

“Padahal dulunya penetapan hutan lindung itu tanpa melibatkan masyarakat,” kata Ashady saat musrenbang, Jumat (2/2).

Sekarang, lanjut Ashady pihaknya sedang mengupayakan kembali beberapa lahan di hutan lindung itu kembali kepada masyarakat.

Selain itu di Kelurahan Baru 9 dan Kelurahan Air Raja masih banyak jalan perumahan warga yang belum diaspal.

“Ini menjadi catatan kami untuk bisa menjadi perhatian para pejabat di Bapelitbang,” ungkapnya.

BACA JUGA: Pembangunan Masjid Agung di Bintan Buyu Serap Rp 12,2 Miliar hingga Rp 2023

Ashady menyebut akan mengawal persoalan itu, terlebih tahun ini masih ada pembahasan anggaran bersama sehingga jika tidak mendapat bagian pihaknya akan memindahkan anggaran-anggaran yang diusulkan untuk menuntaskan kebutuhan masyarakat tersebut.

Sementara itu, Asisten II Sekdako Tanjungpinang, Bambang Hartanto, mengatakan bahwa kondisi keuangan yang ada saat ini tidak begitu besar, dengan APBD sekitar Rp 1 triliun memang tidak mampu menampung semua usulan dari masyarakat.

“Kita juga terus berusaha menjolok anggaran ke pemerintah provinsi ataupun anggaran ke pusat, bahkan tidak jarang mencari anggaran CSR,” ungkapnya. (*)

 

Reporter: Peri Irawan

Permintaan Leng Hio Menjelang Imlek 2024 Meningkat

0
Seorang pekerja mengecat batang leng hio dengan menggunakan metode sprayer di sentra pembuatan leng hio di Kampung Cikolek, Desa Toapaya, Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan, Ribut Haryani, 36, Jumat (2/2/2024) siang. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos– Permintaan leng hio untuk kebutuhan Imlek tahun 2024 meningkat. “Permintaan meningkat dalam 2 bulan terakhir. Jadi kita benar-benar kerja ekstra,” ungkap seorang pekerja di sentra pembuatan leng hio di Kampung Cikolek, Desa Toapaya, Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan, Ribut Haryani, 36, Jumat (2/2/2024) siang.

Dia menjelaskan, leng hio biasa digunakan sebagai perlengkapan dalam tradisi ritual sembahyang Imlek.

Leng hio terdiri berbagai ukuran mulai 12 kaki, 10 kaki, 8 kaki dan 6 kaki, 4 kaki dan 3 kaki.

“Ada sampai ukuran kecil-kecil dengan panjang setengah meter,” ujarnya.

Warga Tanjungpinang ini menyebut, permintaan leng hio untuk kebutuhan Imlek 2024 meningkat sekira 60 persen dibandingkan Imlek tahun lalu.

BACA JUGA: Museum Linggam Cahaya Jadi Tempat Tujuan Wisata Warga Tionghoa Saat Libur Imlek

Karena itu, pesanan leng hio dilakukan sejak jauh-jauh hari karena proses pembuatan leng hio memakan waktu lumayan lama.

“Satu batang leng hio, proses pembuatan dari awal sampai selesai bisa 5 bulan,” katanya.

Pesanan leng hio sejak bulan November 2023 sampai saat ini beragam.

Dia menyebut, untuk leng hio ukuran 4 kaki sudah dipesan sekira 60 batang, 6 kaki sudah dipesan sekira 60 batang, 8 kaki sudah dipesan sekira 400 lebih batang, 10 kaki sudah sekira 90 lebih batang, dan 12 kaki sekira 200 batang.

Leng hio yang dibuat di sentra pembuatan leng hio di Kampung Cikolek dijual ke beberapa daerah di Kepri antara lain Batam, Bintan, Tanjungpinang, Dabo Lingga, Tanjungbatu dan Tanjungbalai Karimun.

“Masih Kepri saja, belum ada keluar,” katanya. (*)

 

Reporter: Slamet N

Puluhan Tahun Menderita Saraf Terjepit, Sembuh Berobat ke Sinse Aleng

0
af7fb02b 8e48 4052 952e cc2d858bb8fc
Manogotua Rajagukguk saat berobat ke Sinse Aleng. Foto. Iman Wachyudi/ Batam Pos

batampos – Manogotua Rajagukguk warga Aeknopan, Sumatera Utara ini hampir pasrah, penyakit saraf terjepit yang dideritanya selama puluhan tahun tak kunjung sembuh, segala usaha dilakukannya mulai dari berobat medis sampai berobat alternatif namun tidak juga membuahkan hasil. Sampai Manogotua mendapat rekomendasi dari temannya terkait kemanjuran ramuan herbal racikan Sinse Aleng.

“Sudah lama sekali saya menderita saraf terjepit ini, sudah kemana-mana juga berobat mulai dari pengobatan medis sampai alternatif sudah saya lakukan tapi tak sembuh juga. Untungnya ada teman yang kasih tau ke tempat sinse Aleng. Puji tuhan saya bisa sembuh,” ujar Manogotua Rajagukguk.

Managotua mengaku, selama menderita saraf terjepit dia tidak dapat beraktifitas dengan leluasa, rasa nyeri, kesemutan, kebas menjalar hingga ke bahu, pinggang dan kaki. Bahkan untuk berjalan saja dirinya harus dibantu dengan dua tongkat. “Terkadang pinggang juga terasa panas, bahkan kaki ketika melangkah seperti ditusuk paku,” ujarnya.

“Saya berterimakasih kepada Sinse Aleng. Beliau ini orang baik. Saya menderita saraf kejepit, hampir gak bisa jalan, baru pengobatan tiga kali sekarang sudah bisa jalan,” kata Manogotua melalui sambungan telepon.

Lain dengan Sarmauli, seorang pasien dari Batuaji ini mengaku sudah 10 tahun menderita saraf terjepit di pinggang. Ia sering merasakan badannya sebelah kanan, tangan hingga kaki terasa kebas dan tidak bisa merasakan apa-apa. Wanita paruh baya ini juga sudah berobat ke mana-mana, namun penyakitnya tidak benar-benar pulih.

“Saya yakin, mudah-mudahan setiap pengobatan yang saya jalani memberikan kesembuhan dan semoga ini terakhir yang saya jalani. Saya sakit sudah sepuluh tahun yang lalu dan sekarang setelah diobati badan saya lumayan ringan, tidak kebas lagi dan sudah bisa beraktifitas. Sebelumnya untuk menyapu rumah saja tangan susah digerakkan. Sekarang sudah ada perubahan,” tutur Sarmauli, yang menjalani pengobatan di Sinse Aleng baru 2 kali.

Sementara itu Sinse Aleng mengatakan, untuk mengobati pasien yang terkena stroke, saraf terjepit dan lainnya ia menggabungkan terapi dengan metode kusuk menggunakan minyak brajamusti, minyak yang terbuat dari ramuan alami yang mampu mengatasi berbagai penyakit luar maupun dalam.

“Kita terapi dengan minyak brajamusti agar membuka atau melancarkan sistem peredaran darah dengan membuang toksin (racun) maupun plak yang menghambat sirkulasi darah dalam tubuh. Pembuluh darah harus bersih, sehingga darah lancar mengalir ke seluruh bagian tubuh, kita pun sehat,” ujar Sinse Aleng yang membuka praktek di Centre Park, Perumahan Cemara Garden Blok O No 6 Batam Centre ini.

Sinse Aleng mengatakan, selain diterapi dengan menggunakan minyak brajamusti, penderita stroke dan saraf terjepit juga diberikan ramuan herbal yang terbuat dari berbagai macam untuk diminum guna memperlancar penyembuhan.

Aleng mengatakan, setiap hari tempat berobatnya ramai didatangi warga dari berbagai daerah. Namun, rata-rata per hari ia menangani 5 sampai 8 pasien. Karena itu, jadwal prakteknya dibatasi hanya mulai pukul 08.00 WIB hingga 11.00 WIB dan pukul 15.00 WIB hingga 18.00 setiap hari. (*)

Reporter: Iman Wachyudi

145 Posyandu dapat Bantuan Rp 5 Juta dari Pemprov Kepri

0
dr. Elfiani Sandri

batampos– Sebanyak 145 posyandu di Kota Tanjungpinang mendapat bantuan operasional sebesar Rp 5 juta per tahun dari Pemprov Kepri.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang, Elfiani Sandri, mengatakan bantuan tersebut sesuai petunjuk dan teknis (Juknis) hanya boleh dipergunakan untuk keperluan operasional posyandu.

“Sesuai juknisnya hanya boleh untuk operasional seperti makan minum untuk rapat, alat tulis kantor dan keperluan kader lainnya di posyandu,” kata, Elfiani, Jumat (2/2).

Ia menjelaskan bantuan posyandu dari provinsi itu telah diterima sejak 2023 lalu dan akan terus berlanjut di tahun 2024. Melalui bantuan tersebut diharapkan mampu memberi semangat kepada para kader-kader posyandu.

BACA JUGA: Gerakan Posyandu Aktif, Targetkan 85 Persen Anak-anak Dapat Pemeriksaan Rutin

“Bantuan ini diberikan hanya setahun sekali di setiap posyandu yang ada di Tanjungpinang,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Elfiani setiap posyandu juga juga mendapatkan insentif sebesar Rp 600 ribu per bulannya yang disalurkan melalui dinas kesehatan.

“Insentif Rp 600 ribu dari pemerintah daerah itu untuk kadernya,” sebut Elfiani.

Elfiani menambahkan sekarang ini dari jumlah awal 232 posyandu yang terbagi ke dalam beberapa kelompok layanan. Akan diintegrasikan menjadi 145 posyandu.

“Di 145 posyandu ini semua layanan bisa diberikan mulai dari bayi, remaja dan lansia,” tambahnya. (*)

 

Reporter: Peri Irawan