Jumat, 8 Mei 2026
Beranda blog Halaman 411

THR PNS dan TNI-Polri Cair di Awal Ramadan, Menkeu Gelontorkan Rp 55 Triliun

0
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)

batampos – Tunjangan Hari Raya (THR) untuk PNS dan personel TNI-Polri bakal cair awal Ramadan. Meski belum disampaikan waktu pastinya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa sudah menegaskan hal itu pada Jumat (13/2).

Dalam presentasi yang disampaikan oleh Purbaya pada acara Indonesian Economic Outlook yang berlangsung di Wisma Danantara kemarin, dia menyampaikan bahwa pemerintah sudah mengambil ancang-ancang untuk mencairkan THR untuk PNS, TNI, dan Polri pada awal Ramadan.

”Awal puasa, kita harapkan THR sudah bisa disalurkan,” ungkap Purbaya dikutip Sabtu (14/2).

Menkeu pun menjelaskan bahwa anggaran THR itu sudah tertuang dalam proyeksi pengeluaran negara pada kuartal pertama 2026. Secara keseluruhan jumlahnya sebanyak Rp 809 triliun. Dari angka itu, lebih kurang Rp 55 triliun untuk THR. Angka tersebut lebih besar bila dibandingkan alokasi THR pada 2025 sebanyak Rp 49,9 triliun.

Lebih lanjut, Purbaya juga menjelaskan strategi pemerintah untuk mempertahankan laju pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun 2026. Uang Rp 809 triliun yang disiapkan diperkirakan akan habis pada tiga bulan pertama tahun ini. Selain untuk THR, ada percepatan beberapa program prioritas seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp 62 triliun.

”Percepatan MBG sebesar Rp 62 triliun. Ada belanja dan lain-lain. Ada juga paket stimulus. Jadi, kita harus keluarkan semua pengeluaran yang mungkin terjadi di kuartal pertama agar momentum pertumbuhan ekonomi tetap berlanjut,” jelasnya.

Dari sisi penerimaan, Purbaya menyampaikan bahwa pemerintah terus memperkuat proses pengumpulan pajak dan bea cukai. Dia mengaku sudah melakukan perubahan susunan di Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Langkah itu diambil dengan tujuan untuk meningkatkan hasil penerimaan negara. Menurut Purbaya, tahun ini kebijakan fiskal masih bersifat ekspansif dengan target pendapatan negara lebih dari Rp 3 ribu triliun dan defisit anggaran sekitar Rp 689 triliun. (*)

Artikel THR PNS dan TNI-Polri Cair di Awal Ramadan, Menkeu Gelontorkan Rp 55 Triliun pertama kali tampil pada News.

HNSI Tuntut Kapal Ditahan, Agen Dibekukan

0
Kapal Landing Craft Tank (LCT) Mutiara Garlib Samudera ketika karam dan menumpahkan limbah di perairan Dangas, pekan lalu. F. Istimewa

batampos – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kota Batam akhirnya mengambil langkah hukum terkait tumpahan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di perairan Pulau Dangas, Sekupang. Senin (16/2) nanti, HNSI resmi melaporkan kasus tersebut ke Polda Kepri.

Tuntutannya tegas: kapal ditahan, pemilik dipanggil, dan agen kapal dibekukan sementara.

Ketua DPC HNSI Kota Batam, Muslimin, yang akrab disapa Limin, mengatakan laporan akan diajukan langsung oleh jajaran pengurus. Menurutnya, penahanan kapal menjadi poin utama agar proses hukum berjalan dan tidak ada upaya menghindari tanggung jawab.

BACA SELENGKAPNYA DI harian.batampos.co.id

Artikel HNSI Tuntut Kapal Ditahan, Agen Dibekukan pertama kali tampil pada Metropolis.

Ruben Amorim Berpeluang Gantikan Jose Mourinho di Benfica

0
Ruben Amorim. (Dok. Manchester United)

batampos – Ruben Amorim kembali jadi perbincangan, Setelah ia diberhentikan dari kursi pelatih Manchester United pada Januari 2026, pelatih asal Portugal itu disebut-sebut masuk radar calon pelatih Benfica untuk mengantikan posisi Jose Mourinho.

Amorim terpaksa harus mengakhiri masa kerjanya di Manchester United lebih cepat dari yang diperkirakan.

Ia datang ke Manchester United dengan reputasi mentereng usai sukses bersama Sporting CP, sayangnya ia tak mampu memenuhi ekspektasi tinggi yang dibebankan kepadanya.

Dari total 63 pertandingan, Amorim hanya mampu meraih 24 kemenangan dengan persentase kemenangan yang tak sampai 40 persen.

Hasil itu membuat manajemen Setan Merah mengambil keputusan tegas. Namun, situasinya berbeda di Portugal. Nama Amorim masih mendapat tempat, terutama di Benfica.

Ia punya ikatan emosional kuat dengan klub berjuluk As Aguias tersebut. Sebagai mantan pemain yang pernah memperkuat Benfica dari 2008 hingga 2015, Amorim berhasil mempersembahka tiga gelar Liga Portugal dan tampil konsisten di kompetisi Eropa.

Kans Amorim kembali ke Estadio da Luz bergantung pada masa depan Jose Mourinho. Saat ini Mourinho masih menangani Benfica, tetapi ia dikabarkan akan menerima tawaran melatih tim nasional Portugal setelah kontrak Roberto Martinez berakhir pasca Piala Dunia 2026.

Jika kabar hengkangnya Mourinho ke Timnas Portugal benar, manajemen Benfica diyakini akan menjadikan Amorim sebagai salah satu kandidat pelatih Benfica berikutnya.

Pergantian ini akan menghadirkan cerita menarik, karena satu mantan manajer Manchester United berpotensi menggantikan mantan manajer Manchester United lainnya di klub yang bermain Liga Portugal.

Bagi Amorim, kesempatan tersebut bisa menjadi momentum pembuktian bahwa kegagalannya di Liga Inggris bukan cerminan kualitas sebenarnya.

Di sisi lain, Manchester United masih menimbang dengan cermat langkah untuk penunjukan kursi pelatih.

Setelah Amorim pergi, kursi careteker pelatih diisi Michael Carrick dan sejauh ini menunjukkan hasil cukup menjanjikan.(*)

Artikel Ruben Amorim Berpeluang Gantikan Jose Mourinho di Benfica pertama kali tampil pada Olahraga.

Miliki Koper Berisi Narkoba Berbagai Jenis, Mantan Kapolres Jadi Tersangka

0
Kapolres Bima Kota Nonaktif AKBP Didik Putra Kuncoro. (Istimewa/Lombok Post)

batampos – Bareskrim Polri menetapkan AKBP Didik Putra Kuncoro sebagai tersangka kasus dugaan peredaran gelap narkoba. Kapolres Bima Kota yang belum lama dicopot oleh Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) itu kedapatan memiliki koper berisi berbagai jenis narkoba.

Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dittipid Narkoba) Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso menyampaikan bahwa pihaknya sudah melaksanakan gelar perkara dalam kasus yang menyeret AKBP Didik pada Jumat (13/2). Dalam gelar perkara itu ada tiga orang terduga pelaku yang dibahas bersama.

Selain Didik yang sudah menjadi tersangka, ada nama Miranti Afriana yang tidak lain adalah istri Didik. Kemudian ada nama Aipda Dianita Agustina, dia adalah polisi yang sempat menjadi anak buah Didik saat perwira menengah dengan dua kembang di pundak itu bertugas di Jakarta.

Menurut Brigjen Eko, pada Rabu (11/2) Paminal Divisi Propam Polri mengamankan Didik. Saat pengamanan langsung dilakukan interogasi kepada Didik. Hasilnya, diperoleh informasi bahwa diduga ada koper berisi narkoba milik Didik yang disimpan di kediaman Aipda Dianita.

”Dan didapat keterangan bahwa ada koper berwarna putih milik AKBP Didik Putra Kuncoro yang diduga berisi narkotika di kediaman Aipda Dianita yang beralamat di Perumahan Cluster Grande Karawaci Blok F 6, RT 02, RW 23, Kecamatan Curug, Tangerang, Banten,” jelasnya.

Benar saja, saat penyidik mendatangi rumah tersebut, mereka menemukan koper itu. Menurut Eko, koper tersebut sudah lebih dulu diamankan oleh personel Satuan Reserse Narkoba Polres Tangerang Selatan (Tangsel). Di dalam koper itulah ditemukan sejumlah barang bukti.

”Barang bukti sabu 16,3 gram, ekstasi 49 butir dan 2 butir sisa pakai seberat 23,5 gram, alprazolam 19 butir, happy five 2 butir, dan ketamin 5 gram,” jelasnya.

Atas temuan itu, penyidik langsung melakukan proses hukum dan melaksanakan gelar perkara hari ini. Hasilnya diputuskan bahwa proses hukum naik ke tahap penyidikan dengan tersangka AKBP Didik Putra Kuncoro. Oleh Bareskrim Polri, dia dijerat menggunakan beberapa pasal.

”Peserta gelar sepakat untuk melaksanakan proses penyidikan dengan Pasal 609 ayat (2) huruf a UU Nomor 1 tahun 2023 tentang KUHP juncto UU Nomor 1 tahun 2026 tentang penyesuaian pidana dan Pasal 62 UU Nomor 5 tahun 1997 tentang psikotropika juncto lampiran 1 nomor urut 9 UU Nomor 1 tahun 2026 tentang penyesuaian pidana kepada tersangka AKBP Didik Putra Kuncoro,” bebernya.

Sebelumnya, dikutip dari pemberitaan dari Lombok Post (Jawa Pos Group) pada Jumat (13/2), AKBP Didik disinyalir sudah ditahan oleh Mabes Polri. Penahanan itu diduga kuat karena perwira menengah dengan dua kembang di pundak tersebut terlibat dalam peredaran gelap narkoba di Kota Bima.

”Sudah nonaktif (dari jabatan kapolres Bima),” ungkap Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Mohammad Kholid.

Sebagai pengganti AKBP Didik, Polda NTB menunjuk AKBP Catur Erwin Setiawan menduduki kursi kapolres Bima Kota. Catur merupakan pejabat Polda NTB yang sehari-hari mengemban tugas sebagai Kasubdit III Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTB.

”Ya (benar), Catur yang gantikan,” ucap Kholid.

Berkaitan dengan kasus peredaran gelap narkoba yang ditangani oleh Polda NTB, Kholid memastikan bahwa proses pendalaman masih berlangsung. Menurut dia, proses hukum kini bukan hanya dilakukan oleh Polda NTB, melainkan sudah turut ditangani Mabes Polri.
”Kini penyidik sudah ke Mabes (Polri), memeriksa yang bersangkutan (AKBP Didik),” imbuhnya.

AKBP Didik disinyalir terlibat dalam peredaran gelap narkotika di Kota Bima. Diduga perwira menengah yang pernah bertugas sebagai kapolres Lombok Utara tersebut sudah menerima uang Rp 1 miliar dari bandar narkoba bernama Koko Erwin. Peran Didik terungkap setelah penyidik Ditresnarkoba dan Bidpropam Polda NTB mengamankan Malaungi yang pernah bertugas sebagai kasat narkoba Polres Bima Kota.

Maulaungi ditangkap oleh Polda NTB pada Selasa lalu (3/2). Penangkapan dilakukan setelah polisi melakukan pengembangan atas kasus narkoba yang melibatkan Bripka Karol dan istrinya berinisial N. Di Polres Bima Kota, Bripka Karol adalah anak buah Maulaungi. Keduanya ditangkap karena diduga terlibat jaringan peredaran narkoba.

Polda NTB menangkap Maulangi setelah Koko Erwin menyerahkan uang Rp 1 miliar dan menitipkan narkoba jenis sabu seberat 488 gram. Menurut Asmuni selaku kuasa hukum Malaungi, uang Rp 1 miliar sudah diserahkan kepada Didik. Uang itu diserahkan melalui seorang ajudan yang diberi kode Ria. Karena tidak ingin terseret sendirian, Maulangi ‘bernyanyi’ hingga Didik ikut diproses.(*)

Artikel Miliki Koper Berisi Narkoba Berbagai Jenis, Mantan Kapolres Jadi Tersangka pertama kali tampil pada News.

Warga Bengkong Kolam Terpaksa Begadang Demi Air Bersih

0
Ilustrasi.

batampos – Krisis air bersih yang melanda kawasan Bengkong Kolam, Batam, memasuki pekan kedua tanpa kepastian. Warga terpaksa mengorbankan waktu istirahat mereka demi menunggu air mengalir pada jam-jam yang tidak menentu, bahkan hingga dini hari.

Dalam dua hari terakhir, air sempat mengalir, tapi jadwalnya berubah-ubah dan sering kembali mati saat dibutuhkan. Kondisi ini membuat banyak warga harus berjaga di depan keran hampir sepanjang malam.

“Dua hari ini memang ada nyala, tapi jamnya tidak karuan. Jam setengah dua pagi saya bangun, keran masih kering. Kami dipaksa jadi ‘penjaga keran’ tiap malam hanya untuk bisa mandi atau sekadar menampung air buat masak,” keluh warga, Arie.

Baca Juga: Psikolog: Korban Pencabulan Perlu Dipulihkan Mental dan Identitasnya

Ketiadaan air bersih tidak hanya mengganggu kebutuhan mandi dan mencuci, namun juga aktivitas dasar lain seperti memasak dan beribadah. Sebagian warga kini bergantung pada air galon atau sisa tampungan yang kualitasnya semakin menurun.

Penderitaan semakin terasa karena gangguan terjadi berkepanjangan tanpa informasi jadwal distribusi yang jelas. Banyak warga mengaku kesulitan mengatur kegiatan harian karena tidak tahu kapan air akan tersedia.

Selain itu, muncul pula kecurigaan di tengah masyarakat bahwa krisis di wilayah mereka berkaitan dengan penanganan gangguan di daerah lain, seperti Tanjung Uma dan Batu Merah.

“Seolah-olah air kami dikorbankan untuk dialirkan ke tempat lain. Setiap kali ada kabar pipa bocor di mana pun posisinya, Bengkong selalu jadi yang paling terdampak dan paling lama menderita,” katanya.

Baca Juga: Imigrasi Batam Pastikan Pengawasan Ketat TKA di KEK Nongsa

Di tengah situasi tersebut, warga juga menilai kampanye penghematan air yang disampaikan pengelola air bersih terasa tidak relevan dengan kondisi lapangan. Bagi mereka, imbauan untuk menghemat air sulit diterapkan ketika pasokan air justru tidak tersedia.

Warga kini mendesak pihak pengelola, PT Air Batam Hilir (ABH), agar memberikan penjelasan transparan sekaligus solusi teknis yang mampu menjamin distribusi air merata. Mereka berharap tidak ada lagi wilayah yang harus menanggung dampak paling berat setiap kali terjadi gangguan. (*)

Artikel Warga Bengkong Kolam Terpaksa Begadang Demi Air Bersih pertama kali tampil pada Metropolis.

49 Ribu Peserta Batam Terdampak

0
Pasien gagal ginjal menjalani hemodialisis di Surabaya, beberapa waktu lalu. Pelayanan kesehatan pasien PBI JKN di Batam tetap berjalan, terutama penderita penyakit kronis dan katastropik. F. JP GROUP

batampos – Kebijakan pemerintah pusat menonaktifkan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) per 1 Februari 2026 memunculkan kekhawatiran di sejumlah daerah, termasuk Batam. Secara nasional, sekitar 11 juta peserta dinonaktifkan dalam proses pemutakhiran data berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Di Batam, sebanyak kurang lebih 49 ribu peserta PBI pusat terdampak kebijakan tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi, memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan dan tidak sampai memutus terapi pasien, terutama penderita penyakit kronis dan katastropik.

BACA SELENGKAPNYA DI harian.batampos.co.id

Artikel 49 Ribu Peserta Batam Terdampak pertama kali tampil pada Metropolis.

Muhammadiyah Haramkan Rokok, Batalkan Puasa Bila Merokok Siang Hari

0
Muhammadiyah Haramkan Rokok
Ilustrasi merokok.

batampos – Menjelang bulan puasa Ramadan, Muhammadiyah kembali menegaskan sikapnya terhadap rokok. Menurut ormas terbesar kedua setelah Nahdlatul Ulama (NU) itu, rokok dihukumi haram untuk digunakan.

Muhammadiyah mengharamkan rokok dengan alasan karena merokok termasuk perbuatan khabā’its (perbuatan buruk) dan membahayakan diri sendiri serta orang lain.

Muhammadiyah dalam fatwanya menekankan bahwa rokok mengandung zat adiktif beracun. Muhammadiyah melalui fatwanya menganggap rokok bertentangan dengan prinsip lā ḍarar wa lā ḍirār (tidak boleh membahayakan diri dan orang lain).

Menurut Muhammadiyah, mengonsumsi rokok bertentangan dengan prinsip perlindungan jiwa (ḥifẓ an-nafs) dan menjaga harta (ḥifẓ al-māl) yang sangat dilindungi dalam Islam.

Menjelang bulan Ramadan 2026, Muhammadiyah menegaskan bahwa rokok tidak hanya haram digunakan, tapi juga membatalkan ibadah puasa apabila dikonsumsi pada siang hari di bulan Ramadan.

Hal itu diungkapkan Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Asep Shalahudin, Rabu (11/2), di acara Pengajian Tarjih, dilansir dari laman website resminya, Sabtu (14/2).

Rokok membatalkan puasa Ramadan karena memasukkan zat ke dalam tubuh. Merokok dihukumi sama dengan makan dan minum yang juga membatalkan ibadah puasa Ramadan.

“Yang keenam yaitu merokok,” ungkap Asep.

Keharaman rokok sebenarnya sudah lama dinyatakan Muhammadiyah melalui fatwa. Pada tahun 2010 silam, Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah mengeluarkan fatwa tentang keharaman merokok, tertuang dalam Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 6/SM/MTT/III/2010 tentang Hukum Merokok. (*)

Artikel Muhammadiyah Haramkan Rokok, Batalkan Puasa Bila Merokok Siang Hari pertama kali tampil pada News.

Imigrasi Batam Pastikan Pengawasan Ketat TKA di KEK Nongsa ‎

0
Nongsa Digital Park (NDP) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id

batampos – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam memastikan pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas warga negara asing (WNA), termasuk tenaga kerja asing (TKA) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa, terus dilakukan secara ketat dan berkelanjutan.

‎Kasi Humas Imigrasi Batam, Kharisma Rukmana, menegaskan bahwa hingga saat ini pihaknya terus memantau aktivitas orang asing di seluruh wilayah kerja Batam, termasuk kawasan strategis seperti KEK Nongsa yang tengah berkembang pesat.

‎“Setiap WNA yang masuk dan berada di Indonesia wajib memiliki izin tinggal yang sesuai dengan tujuan kedatangannya dan tercatat dalam sistem keimigrasian,” ujar Kharisma, Jumat (13/2) siang

‎Ia membenarkan bahwa terdapat tenaga kerja asing yang beraktivitas di kawasan KEK Nongsa. Data tersebut diperoleh melalui Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM) serta laporan resmi dari perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Baca Juga: Sengketa Izin Parkir Gratis di K-Square Selesai, Dishub Pastikan Masuk PAD Lewat Skema Parkir Mandiri

Menurutnya, keberadaan TKA di KEK Nongsa umumnya berkaitan dengan proyek strategis, khususnya pembangunan infrastruktur pendukung seperti pusat data (data center) dan fasilitas penunjang lainnya. Seluruh data tersebut tercatat secara administratif dan menjadi objek pengawasan berkelanjutan oleh Imigrasi Batam.

‎Secara konsisten, Imigrasi Batam melakukan pengawasan baik secara administratif maupun lapangan terhadap WNA yang berkegiatan di KEK Nongsa. Dari sisi administratif, setiap tenaga kerja asing yang bekerja diwajibkan memiliki Izin Tinggal Terbatas (ITAS).

‎“Sebagai prasyarat penerbitan ITAS, yang bersangkutan harus terlebih dahulu memiliki izin ketenagakerjaan berupa Notifikasi Penggunaan Tenaga Kerja Asing dari instansi berwenang. Dengan mekanisme ini, kami memastikan jenis izin tinggal sesuai dengan jabatan, lokasi kerja, serta aktivitas di lapangan,” jelasnya.

‎Kharisma menambahkan, hingga saat ini Imigrasi Batam belum menerima laporan maupun menemukan secara langsung adanya tenaga kerja asing yang menggunakan visa kunjungan untuk melakukan pekerjaan fisik atau konstruksi di KEK Nongsa.

‎Namun, pihaknya pernah mendapati WNA pemegang visa kunjungan yang berada di lokasi untuk keperluan rapat, pertemuan bisnis, atau pembahasan proyek. Aktivitas tersebut bersifat non-produktif dan tidak melibatkan pekerjaan fisik sehingga masih diperbolehkan sesuai ketentuan keimigrasian.

‎Terkait rencana pembentukan satuan tugas (Satgas) oleh Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kepulauan Riau, Kharisma menyatakan bahwa pengawasan tenaga kerja asing memang bersifat lintas sektor. Imigrasi menjadi bagian dari unsur pengawasan tersebut melalui Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora).

‎“Koordinasi selama ini dilakukan melalui pertukaran data WNA pengguna izin tinggal, pengawasan gabungan, serta rapat lintas instansi. Pada prinsipnya, Imigrasi Batam siap mendukung setiap langkah pengawasan terpadu yang dilakukan pemerintah daerah bersama instansi teknis,” ujarnya.

‎Ia juga menegaskan bahwa dokumen seperti RPTKA, notifikasi izin kerja, maupun sertifikasi profesi dan registrasi PII merupakan ranah instansi ketenagakerjaan dan lembaga profesi. Sementara Imigrasi memastikan adanya dasar izin kerja dari instansi berwenang serta izin tinggal yang diterbitkan memang sesuai untuk tujuan bekerja.

‎“Apabila dalam pengawasan gabungan ditemukan izin kerja atau persyaratan profesional tidak terpenuhi, maka akan dilakukan koordinasi lanjutan dengan instansi teknis. Dari sisi keimigrasian, kami dapat menindak melalui izin tinggalnya,” katanya.

‎Apabila ditemukan pelanggaran ketentuan keimigrasian, Imigrasi Batam dapat mengambil langkah berupa pembatalan izin tinggal, deportasi, pencantuman dalam daftar penangkalan, hingga proses hukum keimigrasian apabila memenuhi unsur pidana.

‎Pengawasan orang asing, lanjutnya, dilakukan secara berlapis dan berkelanjutan. Selain operasi lapangan rutin, pengawasan administratif juga dilakukan melalui pemantauan data perlintasan, izin tinggal, penjamin, serta kewajiban pelaporan keberadaan orang asing oleh perusahaan atau sponsor.

‎Ia menegaskan, pada dasarnya sebagian besar WNA masuk ke Indonesia secara prosedural dan menggunakan dokumen yang sah. Tantangan muncul ketika terdapat oknum yang menyalahgunakan izin tinggal, seperti menggunakan visa kunjungan untuk bekerja.

‎“Karena itu, pengawasan berbasis informasi dan sinergi lintas instansi menjadi faktor penting. Jika ditemukan pelanggaran, Imigrasi Batam akan mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan, mulai dari pembatalan izin tinggal hingga deportasi,” tegas Kharisma. (*)

Artikel Imigrasi Batam Pastikan Pengawasan Ketat TKA di KEK Nongsa ‎ pertama kali tampil pada Metropolis.

Arsenal Gagal Membuat Jarak, Perburuan Gelar Memanas

0
Kapten Arsenal, Gabriel Magalhaes (kanan) mencoba merebut bola dari pemain Brentord Lewis-Potter pada laga lanjutan Liga Inggris 2025/2026 di Stadion Gtech Community, Brentford, Kamis (12/2) malam waktu setempat. (Liga Inggris)

batampos – Arsenal melewatkan peluang emas untuk kembali menjauh enam poin di puncak klasemen Premier League. Hasil imbang 1-1 di markas Brentford membuat jarak dengan Manchester City kembali menipis, tepat saat persaingan gelar memasuki fase paling menegangkan musim ini.

Datang dengan tekanan setelah kemenangan Manchester City atas Fulham di tengah pekan, tim asuhan Mikel Arteta tahu bahwa tiga poin adalah harga mati. Namun, menghadapi Brentford yang hanya dua kali kalah di kandang musim ini jelas bukan tugas ringan.

Laga ini bukan soal dominasi total, melainkan tentang struktur permainan, kesabaran, dan momen-momen krusial yang mengubah arah pertandingan.

Tempo Lambat, Arsenal Kehilangan Ritme

Melansir Eplindex, babak pertama berjalan jauh dari skenario ideal bagi Arsenal. Brentford tampil disiplin, menutup ruang di lini tengah dan memaksa Arsenal melebar. Aliran bola yang biasanya tajam dan progresif terlihat tersendat.

Peluang terbaik sebelum turun minum datang dari situasi bola mati. Gabriel Magalhães berhasil menyambut tendangan bebas, tetapi sundulannya belum tepat sasaran.

Arteta memberi kesempatan kepada Eberechi Eze untuk menjadi starter liga pertamanya sejak Desember, namun gelandang serang itu kesulitan menembus rapatnya pertahanan tuan rumah dan akhirnya digantikan Martin Ødegaard saat jeda.

Brentford menunjukkan organisasi yang rapi: garis pertahanan kompak, pressing terukur, dan kemampuan membaca jalur umpan membuat Arsenal kesulitan membangun serangan bersih.

Madueke Buka Harapan

Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-61. Piero Hincapié mengirim umpan silang akurat dari sisi lapangan, dan Noni Madueke menyambutnya dengan sundulan terarah ke sudut jauh gawang Caoimhín Kelleher.

Gol itu terasa seperti momentum penentu. Arsenal tampak telah melewati ujian sulit dan berada di jalur yang tepat untuk mengamankan tiga poin penting dalam perburuan gelar.

Arteta mencoba mengunci pertandingan dengan memasukkan Bukayo Saka, Gabriel Martinelli, dan Riccardo Calafiori guna menambah energi sekaligus menjaga keseimbangan.

Bola Mati Jadi Senjata Brentford

Namun, Brentford punya cerita lain. Sepuluh menit setelah tertinggal, mereka kembali menunjukkan betapa berbahayanya situasi bola mati.

Lemparan jauh Michael Kayode menciptakan kemelut di kotak penalti, dan Keane Lewis-Potter paling sigap menyundul bola dari jarak dekat untuk menyamakan kedudukan.

Gol tersebut menegaskan reputasi Brentford sebagai salah satu tim paling efektif dalam skema bola mati bahkan menyaingi Arsenal yang selama ini dikenal kuat dalam aspek tersebut.

Di sisa pertandingan, kedua tim sama-sama memiliki peluang untuk menang. Igor Thiago digagalkan tekel krusial Cristhian Mosquera, sementara Martinelli memaksa Kelleher melakukan penyelamatan penting di masa tambahan waktu.

Arteta kemudian merefleksikan fase akhir laga dengan jujur, mengatakan, “Arsenal membiarkan permainan menjadi kacau.”

Brentford dan Mimpi Kompetisi Eropa

Penampilan Brentford sekali lagi menunjukkan mengapa mereka layak berada di posisi ketujuh dan terus mengintip zona Liga Champions. Tim asuhan Keith Andrews memadukan ketangguhan defensif dengan transisi cepat yang terorganisir.

Lewis-Potter dan Dango Ouattara menghadirkan ancaman melalui kecepatan, sementara kehadiran fisik Igor Thiago terus merepotkan lini belakang Arsenal. Bahkan di menit-menit akhir, Brentford terlihat sebagai tim yang lebih berpeluang mencuri kemenangan.

Tekanan agresif mereka memancing kesalahan, mengangkat atmosfer stadion, dan mendorong momentum hingga peluit akhir. Melihat jalannya pertandingan, satu poin terasa adil meski kemenangan untuk tuan rumah pun bukan hasil yang mustahil.

Bagi Arsenal, hasil ini bukan sekadar kehilangan dua poin. Ini adalah pengingat bahwa setiap detail kini menentukan dalam perebutan gelar. Dan bagi Manchester City, jarak yang semakin dekat adalah sinyal bahwa perburuan masih sepenuhnya terbuka. (*)

Artikel Arsenal Gagal Membuat Jarak, Perburuan Gelar Memanas pertama kali tampil pada Olahraga.

Prabowo Sebut MBG Tak Bikin Pengeluaran Negara Membengkak

0
Presiden Prabowo Subianto meninjau dapur SPPG Polri di Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026). (YouTube Setpres)

batampos – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program prioritas pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak membuat pengeluaran negara menjadi bengkak, bahkan Indonesia hanya mengalami defisit 3 persen dari produk domestik bruto (PDB).

Dalam pidato Peresmian dan Groundbreaking 1.179 SPPG serta Peresmian 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri di Palmerah, Jakarta, Barat Jumat (f0Presiden Prabowo memastikan bahwa kondisi fiskal negara tetap terjaga.

Ia menyebut Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap berada pada koridor yang telah ditetapkan, meski program MBG berjalan.

“APBN kita tidak keluar dari parameter yang kita tetapkan. Defisit kita masih di bawah batas yang kita tetapkan sendiri. Jadi, 3 persen defisit kita, 3 persen dari PDB,” kata Presiden.

Presiden menilai program MBG merupakan kebijakan penting bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Ia menegaskan program tersebut mungkin tidak terlalu dirasakan manfaatnya oleh kelompok masyarakat mampu, namun sangat dibutuhkan oleh mayoritas rakyat.

Lebih lanjut, Presiden mengatakan, program tersebut mendapat berbagai kritik dan ejekan, termasuk dari kalangan akademisi sejak pertama diluncurkan. Bahkan, menurutnya, terdapat pihak-pihak yang meramalkan program tersebut akan gagal dan hanya menghamburkan uang negara.

Ia menilai tudingan tersebut tidak berdasar, karena pendanaan program berasal dari hasil efisiensi anggaran pemerintah.

Penghematan dilakukan dengan menekan berbagai pengeluaran yang dinilai tidak produktif, seperti kegiatan rapat, seminar, konferensi, maupun perjalanan dinas yang tidak memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Baca Juga: Prabowo Klaim 4,5 Miliar Porsi MBG Tersalurkan, tapi Ada 28 Ribu Penerima Manfaat Keracunan

Kepala Negara menegaskan bahwa pengalihan anggaran tersebut justru dilakukan untuk mencegah potensi kebocoran dan praktik korupsi dalam pengelolaan keuangan negara. “Ini yang kita hemat, uang ini yang kita alihkan untuk hal-hal seperti ini,” tegas Presiden. (*)

Artikel Prabowo Sebut MBG Tak Bikin Pengeluaran Negara Membengkak pertama kali tampil pada News.