
batampos– Pembatalan pemberlakuan kenaikan pajak hiburan sebesar 40 hingga 75 persen, diapresiasi BPC PHRI Kabupaten Karimun.
Menurut Ketua BPC PHRI Karimun Agustiawarman, kenaikan pajak hiburan sebesar 40 hingga 75 persen di tengah kelesuan ekonomi memang perlu ditinjau ulang.
“Kami mengapresiasi upaya pemerintah membatalkan kenaikan pajak hiburan di tengah kelesuan ekonomi,” ujar Agustiawarman, Rabu (31/1) kemarin.
Sebelum dibatalkan oleh pemerintah, kata Agustiawarman, BPC PHRI Karimun sudah berkoordinasi dengan Bupati untuk meminta kenaikan pajak hiburan di Kabupaten Karimun ditunda.
“Satu sisi, kami mengerti jika pemerintah berupaya untuk meningkatkan pendapatan daerah. Tapi jangan pula berefek luas dengan penerapannya. Sebab, tidak hanya pengusaha, tetapi konsumen juga terkena imbasnya,” papar pria yang akrab disapa Awan.
Awan mengkhawatirkan dunia hiburan yang lagi sepi, semakin ditinggal pengunjung.
BACA JUGA:
“Jadi, kami berterima kasih dengan pemerintah yang telah membatalkan kenaikan pajak hiburan di tahun 2024. Semoga, dunia pariwisata di Bumi Berazam kembali bergairah,” harap Awan.
Sebelumnya, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kabupaten Karimun, Alex Ng pun khawatir dengan penerapan pajak hiburan akan kembali melemahkan perekonomian daerah.
“Berat Bang. Pajak sebesar 35 persen saja sudah berat, apalagi sampai 75 persen dengan kondisi ekonomi sekarang yang belum tumbuh normal paska pandemi Covid,” ujar Alex Ng.
Sebagai daerah perbatasan dengan negara tetangga, kata Alex, Kabupaten Karimun memang sangat mengandalkan kunjungan wisatawa untuk mencari hiburan di Bumi Berazam.
Namun imbas penerapan kenaikan pajak hiburan, tentu sangat dirasakan, dan berdampak luas. Tidak hanya untuk tingkat kunjungan wisatawan, tetapi juga berdampak pada wisawan lokal, maupun tenaga kerja lokal yang bekerja di sektor hiburan.
“Dengan pajak hiburan yang tinggi, siapa lagi yang mau berkunjung. Ini sama saja merugikan banyak pihak. Terutama yang berhubungan dengan dunia wisata,” tegas Alex Ng. (*)
Reporter: Ichwanul Fahmi


Restaurant mulai pukul 19.00 hingga 22.00. Acara ini menjanjikan malam Valentine yang tak terlupakan dengan orang terkasih, spesial disiapkan oleh Chef Bernie dan Riska Restaurant Manager Swiss-Café







