Pemuda yang melompat daari Jembatan 1 Barelang diselamatkan nelayan. f.Istimewa
batampos – MD, pria yang melompat di Jembatan 1 Barelang sudah dua kali melakukan percobaan bunuh diri. Sebelumnya, pria 25 tahun ini sempat mencoba bunuh diri dengan melompat dari atas ruko di kawasan Lubukbaja.
“Yang bersangkutan sudah dua kali melakukan percobaan bunuh diri: Aksi sebelumnya di Lubukbaja digagalkan oleh warga,” ujar Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Anwar Aris, Jumat (16/1).
Dari pengakuan MD ke polisi, ia kerap halusinasi akibat menghirup lem. Ia juga mempunyai masalah pekerjaan.
“Yang bersangkutan tinggal bersama orangtuanya di Bengkong. Dan MD ini sudah diserahkan ke pihak keluarga,” katanya.
Sementara Psikolog Mahmud Syaltut mengatakan faktor utama penyebab seseorang bunuh diri karena mengalami depresi. Selain itu, seseorang tersebut menghadapi tekanan psikologis yang berat.
“Faktor ini bisa dialami oleh semua orang. Kemudian karena tidak memiliki pegangan secara spiritual, mental, dan motivasi dari keluarga,” katanya.
Syaltut menjelaskan dari penelitian dan kajian kasus, rata-rata korban bunuh diri sudah pernah melakukan percobaan. Sehingga, para korban nekat mengulanginya lagi.
“Bunuh diri ini sifatnya jalan buntu. Dan mereka menganggap ini jalan terbaik, padahal tidak,” katanya.
Menurut Syaltut, orang yang memiliki depresi dan tekanan psikologis tersebut harus didampingi atau masuk dalam pengawasan.
“Karena hal tersebut akan diulang. Karena berfikir tidak ada jalan lagi,” tutupnya. (*)
Kabid Propam Polda Kepri Kombes Pol Eddwi Kurniayanto. F.Yashinta
batampos – Propam Polda Kepri mencatat sebanyak 31 pengaduan masyarakat (dumas) terkait dugaan pelanggaran anggota Polri sepanjang tahun 2025. Dari jumlah tersebut, 23 laporan telah ditangani, sementara delapan laporan lainnya masih dalam proses penanganan.
“Dari total 31 pengaduan yang masuk sejak Januari hingga Oktober 2025, sebanyak 23 sudah ditangani. Sisanya delapan masih dalam tahap pemeriksaan saksi dan pendalaman,” ujar Kabid Propam Polda Kepri, Kombes Eddwi Kurniayanto, kemarin.
Ia menjelaskan, pengaduan yang diterima Propam mencakup beragam dugaan pelanggaran, mulai dari penelantaran keluarga, pelecehan dan pencabulan seksual, perselingkuhan, ingkar janji, penyalahgunaan wewenang, penganiayaan, perbuatan asusila, hingga persoalan utang piutang.
Berdasarkan wilayah, laporan paling banyak berasal dari Polda Kepri dan Polresta Barelang, yakni sebanyak enam perkara. Sementara itu, masing-masing satu laporan berasal dari Polres Bintan, Polres Anambas, dan Polres Lingga.
“Penanganan perkara kami lakukan secara cepat dan profesional. Dari 31 laporan, delapan di antaranya saat ini masih berstatus saksi,” jelasnya.
Adapun hasil penanganan perkara yang telah selesai, lanjut Eddwi, terdiri dari empat perkara dicabut atau tidak dilanjutkan, empat perkara terbukti melanggar, serta enam perkara dinyatakan tidak terbukti.
“Perlu kami tegaskan, perkara yang tidak terbukti ini bukan laporan palsu. Namun, fakta dan alat bukti yang ada tidak cukup untuk membuktikan dugaan pelanggaran, termasuk ada laporan yang salah sasaran,” tegasnya.
Untuk meningkatkan transparansi dan mempercepat penanganan pengaduan, Propam Polda Kepri kini mengandalkan layanan pengaduan berbasis QR Code. Layanan ini telah diluncurkan dan disosialisasikan secara masif di berbagai ruang publik.
“QR Code ini kami pasang di perkantoran, pelabuhan, bandara, kafe, restoran, hingga ruang publik seperti bioskop dan pusat perbelanjaan. Sosialisasi dilakukan melalui brosur, banner, spanduk, serta video videotron di dalam kota,” ungkap Eddwi.
Menurutnya, pengaduan melalui QR Code langsung terhubung ke sistem Mabes Polri. Data pelapor dan terlapor, termasuk lokasi kejadian, akan otomatis diteruskan ke Polda setempat untuk segera ditindaklanjuti.
“Laporan langsung kami terima dan segera dilakukan penyelidikan. Klarifikasi terhadap pihak terkait dilakukan, dan jika terbukti, kami kirimkan SP2HP kepada pelapor,” jelasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak perlu memviralkan dugaan pelanggaran anggota Polri di media sosial. Menurutnya, mekanisme QR Code justru lebih cepat, aman, dan terpantau.
“Tidak perlu viral. Cukup lapor melalui QR Code. Laporan terpusat, terpantau, dan dievaluasi setiap minggu melalui zoom meeting. Dalam dua hari, laporan sudah mulai diproses,” katanya.
Evaluasi penanganan perkara dilakukan secara rutin setiap pekan, mencakup jumlah laporan masuk, perkara yang telah selesai, dan yang masih berproses. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada laporan yang tertinggal.(*)
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo. (Dok. KemenPU)
batampos – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan rencana pembangunan Jalan Tol Lembah Anai di Sumatera Barat terus dimatangkan. Proyek strategis tersebut telah mendapat sinyal positif langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto.
Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa rencana pembangunan tol yang menghubungkan kawasan vital di Sumatera Barat itu telah disetujui oleh Presiden Prabowo.
“Tapi sudah, itu termasuk salah satu yang sudah sempat saya sounding ke Presiden dan sudah beliau oke,” ujar Dody di Kementerian PU, Jakarta, Jumat (16/1).
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU Roy Rizali Anwar menjelaskan, pembangunan jalan tol memiliki sejumlah tahapan teknis yang harus dilalui sebelum masuk ke tahap konstruksi. Mulai dari penyusunan studi awal hingga proses lelang.
“Terkait dengan jalan tol memang mekanisme seperti yang disampaikan Pak Menteri ada tahapan-tahapan terkait dengan FS, pra-FS, kemudian nanti lelang. Tapi sebelumnya kita bikin AMDAL, DPT, kemudian lelang dan baru bikin desain sampai dengan pelaksanaan,” jelas Roy.
Ia menambahkan, saat ini proyek Jalan Tol Lembah Anai masih berada pada tahap persiapan. Fokus pemerintah adalah penyusunan desain awal, studi kelayakan, serta pemenuhan dokumen lingkungan dan teknis lainnya.
“Ini tahapannya memang lagi tahapan desain, persiapan studi kelayakan, AMDAL dan DPT untuk menuju ke proses pembangunan konstruksi,” imbuhnya.
Dari sisi pembiayaan, Roy menegaskan pemerintah membuka peluang keterlibatan investor. Mengingat proyek ini menjadi prioritas sesuai arahan Presiden dan Menteri PU, sehingga berbagai skema pendanaan nantinya akan dijajaki.
“Sumber-sumber pembiayaan, karena ini memang prioritas arahan Pak Presiden dan Pak Menteri, pasti akan dicari sumber-sumber pembiayaan lain, seperti investor siapa yang akan kita dorong untuk berpartisipasi dalam pembangunan jalan tol tersebut,” jelas Roy.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian PU Wida Nurfaida mengungkapkan bahwa penjajakan pendanaan luar negeri juga sudah mulai dilakukan. Salah satunya dengan Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB).
“Jadi memang ini karena kemarin arahan Pak Menteri, jadi kemarin AIIB juga sudah kita sounding terkait yang teman-teman Bina Marga menyiapkan FS-nya dan untuk pendanaan loan, ada proses di lender,” ujar Wida. (*)
batampos – Unit Reskrim Polsek Sei Beduk berhasil mengungkap pencurian motor di kawasan Terminal Lama Mukakuning. Pencurian ini diotaki anak dibawah umur berinisial BP, 14 tahun.
Pencurian ini dilakukan BP ini dilakukan pada Kamis (8/1) siang. Pelaku membobol kontak motor Honda Beat milik korban yang di parkir di depan konter pulsa.
“Pelaku beraksi bersama rekannya yang saat ini masih DPO,” ujar Kapolsek Sei Beduk, Iptu Alex Yasral.
Alex menjelaskan aksi pelaku ini terekam CCTv konter tersebut. Modusnya, pelaku berkeliling menggunakan dan mengincar motor yang diparkir di depan rumah dan pertokoan.
“Motor ini sudah dibongkar pelaku dan dijual kepada rekannya,” katanya.
Dari keterangan BP, polisi turut menangkap penadah motor curian tersebut berinisil BB, 28. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti satu unit motor Honda Beat hasil curian.
“Kita masih melakukan pengembangan terhadap rekan pelaku dan TKP lainnya,” ungkap Alex.
Dengan adanya aksi pencurian ini, Alex mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia meminta masyarakat memarkirkan motor menggunakan kunci ganda.
“Parkir dengan kunci ganda walaupun hanya sebentar. Ini mencegah dan mengurungkan niat pelaku,” tutupnya.
Atas perbuatannga BP dikenakan Pasal 477 ayat (1) huruf g Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, sedangkan penadah berinisial BB dijerat Pasal 591 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman 4 tahun penjara. (*)
batampos – Memberi pujian sering dianggap sebagai bentuk dukungan terbaik dalam proses tumbuh kembang seseorang.
Anak yang sering dipuji kerap dipandang akan tumbuh lebih percaya diri, berani, dan memiliki mental yang kuat.
Namun, di balik anggapan tersebut, psikologi justru menemukan fakta yang tidak banyak disadari orang.
Pujian yang diberikan secara berlebihan dan tanpa keseimbangan ternyata tidak selalu membawa dampak positif.
Alih-alih membangun mental yang sehat, pujian yang terus-menerus sejak kecil dapat membentuk pola pikir dan emosi yang mudah rapuh hingga seseorang dewasa.
Inilah sebabnya mengapa pujian, meskipun terdengar baik, perlu diberikan dengan cara yang tepat.
Dilansir dari laman Global English Editing pada Sabtu (17/1), berikut merupakan 9 dampak psikologis akibat terlalu sering dipuji.
1. Sulit menerima kritik
Orang yang sejak kecil terlalu sering mendapat pujian biasanya tumbuh dengan keyakinan bahwa dirinya selalu benar dan bernilai tinggi.
Ketika dewasa dan menerima kritik, mereka kerap merasakannya sebagai serangan pribadi, bukan sebagai masukan yang membangun.
Bahkan kritik yang disampaikan dengan niat baik pun dapat memicu perasaan tidak aman, tersinggung, ataupun defensif.
Hal ini terjadi karena pujian yang mereka terima dahulu lebih menekankan pada “siapa dirinya”, bukan pada usaha atau prosesnya.
Akibatnya, saat ada kekurangan yang disorot, mereka merasa identitasnya dipertanyakan.
Lama-kelamaan, mereka cenderung menghindari kritik dan hanya ingin berada di lingkungan yang selalu membenarkan, sehingga peluang untuk berkembang menjadi semakin terbatas.
2. Harga diri sangat bergantung pada pencapaian
Sejak kecil, mereka belajar bahwa pujian datang bersamaan dengan keberhasilan. Pola ini membentuk cara pandang bahwa nilai diri hanya ada ketika mereka berprestasi.
Saat dewasa, pencapaian seperti jabatan, penghasilan, produktivitas, atau pengakuan menjadi tolok ukur utama dari harga diri mereka. Ketika berhasil, mereka merasa percaya diri dan berharga.
Namun ketika gagal atau sedang berada di fase stagnan, rasa percaya diri itu langsung menurun drastis.
Kondisi ini membuat hidup terasa penuh tekanan, karena ketenangan batin seolah hanya bisa dicapai jika terus mencapai sesuatu yang lebih tinggi.
3. Takut gagal dan enggan mencoba hal baru
Pujian yang berlebihan sering kali menumbuhkan ketakutan tersembunyi terhadap kegagalan. Mereka terbiasa dipuji karena berhasil, sehingga kegagalan dipandang sebagai ancaman terhadap citra diri yang telah lama mereka jaga.
Mencoba hal baru akan terasa menakutkan karena ada kemungkinan tidak langsung berhasil atau terlihat tidak kompeten.
Akibatnya, mereka lebih memilih jalan aman dan menghindari tantangan yang tidak pasti.
Dari luar, sikap ini sering disalahartikan sebagai kurang ambisi atau suka menunda-nunda. Padahal, di balik itu semua terdapat rasa takut untuk kehilangan penerimaan dan pengakuan.
4. Sangat membutuhkan pengakuan dari orang lain
Banyak orang yang tumbuh dengan pujian yang berlebihan cenderung akan memiliki kebutuhan besar akan validasi eksternal.
Pujian, persetujuan, dan pengakuan dari orang lain menjadi sumber rasa aman dan percaya diri bagi mereka.
Ketika validasi tersebut tidak didapatkannya, mereka mudah merasa ragu, cemas, atau tidak berharga, meskipun sebenarnya tidak terjadi masalah apa pun.
Hal ini disebabkan oleh kebiasaan sejak kecil yang mengajarkan bahwa nilai diri mereka ditentukan oleh reaksi orang lain.
Akibatnya, mereka sulit merasa yakin tanpa dukungan eksternal dan jarang benar-benar percaya pada penilaian diri sendiri.
5. Kesulitan membangun motivasi dari dalam diri
Karena terbiasa diberi pujian atas setiap usaha, motivasi mereka cenderung bergantung pada imbalan dari luar.
Saat dewasa, hal ini terlihat ketika mereka sulit mempertahankan semangat jika tidak ada yang memperhatikan atau menghargai pekerjaannya.
Proyek yang tidak mendapat pengakuan sering kali terasa melelahkan dan cepat ditinggalkan.
Ini bukan karena mereka kurang disiplin atau kurangnya minat, melainkan karena mereka tidak terbiasa merasakan kepuasan dari proses itu sendiri. Mereka perlu belajar kembali bahwa melakukan sesuatu dapat bernilai, meskipun tidak disertai dengan pujian.
6. Merasa gelisah ketika tidak sedang berprestasi
Bagi mereka yang terbiasa dipuji karena keunggulan, kondisi biasa saja sering kali terasa tidak nyaman. Saat sedang beristirahat atau tidak produktif, muncul rasa bersalah dan kegelisahan.
Ada dorongan batin yang terus mengatakan bahwa mereka seharusnya melakukan lebih banyak hal. Bahkan waktu luang terasa seperti sesuatu yang tidak pantas untuk dinikmati.
Akibatnya, sistem pikiran dan emosi mereka jarang sekali benar-benar rileks. Mereka terus berada dalam mode “membuktikan diri”, sehingga kelelahan mental pun sulit untuk dihindari.
7. Sulit membangun hubungan yang benar-benar autentik
Dalam hubungan sosial, pujian yang berlebihan sejak kecil dapat membentuk kebiasaan untuk selalu tampil sempurna.
Mereka cenderung menunjukkan sisi diri mereka yang terlihat baik, kuat, dan mengesankan, sambil menyembunyikan kelemahan mereka.
Kerentanan terasa menakutkan karena dianggap dapat merusak citra diri mereka. Akibatnya, hubungan yang terjalin dengan orang lain sering kali terasa sopan dan harmonis di permukaan, tetapi kurang akan kedalaman emosional.
Padahal, kedekatan yang sejati hanya bisa tumbuh ketika seseorang berani menunjukkan sisi dirinya apa adanya.
8. Mengalami sindrom impostor
Meskipun terlihat percaya diri dan sukses, banyak dari mereka diam-diam merasa dirinya tidak sepenuhnya pantas atas keberhasilan yang diraih.
Mereka takut suatu hari orang lain menyadari bahwa mereka sebenarnya tidak sebaik yang terlihat.
Hal ini memicu dorongan untuk terus membuktikan diri tanpa henti. Ironisnya, semakin banyak pencapaian yang diraih, semakin kuat pula ketakutan akan kehilangan pengakuan tersebut.
9. Kesulitan mengenali jati diri tanpa pujian
Ketika pujian dan pengakuan tidak lagi didapatkannya, banyak dari mereka merasa kosong dan bingung. Mereka sulit mendefinisikan diri sendiri di luar pencapaian dan penilaian orang lain.
Padahal, nilai diri seseorang tidak lagi bergantung pada prestasi atau pujian, melainkan pada penerimaan terhadap diri sendiri. (*)
Jonatan Christie menjadi satu-satunya wakil Indonesia di babak semifinal India Open 2026. (JPG)
batampos – Jonatan Christie menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang akan bertanding dalam jadwal semifinal India Open 2026. Pebulu tangkis tunggal putra Merah Putih itu membuka asa untuk mengejar gelar perdananya tahun ini.
Jonatan memastikan diri sebagai wakil tunggal Indonesia di semifinal India Open 2026 setelah meraih kemenangan atas Christo Popov. Dia mengalahkan menaklukkan wakil Prancis itu dalam duel sengit yang berakhir dengan skor 21-19, 21-19 di Indira Gandhi Sports Complex, New Delhi, Jumat (16/1).
Kemenangan ini membuat Jonatan kembali ke semifinal. Trennya di awal tahun pun masih mulus karena pada pekan lalu di Malaysia Open 2026, dia juga berhasil melaju ke semifinal.
“Pertama, puji Tuhan dulu bisa lolos ke babak semifinal lagi. Ini seperti good start lah di awal tahun, di sini dan Malaysia kemarin bisa ke semifinal, mudah-mudahan dan saya berharap juga buat di India Open ini bisa melangkah lebih jauh,” kata Jonatan dalam keterangan resmi PBSI.
Di semifinal, Jonatan Christie akan berhadapan dengan pebulutangkis andalan Singapura Loh Kean Yew. Lawannya ini di luar prediksi dan keinginan Jonatan saat dipastikan lolos ke semifinal.
Ya, Jonatan selepas pertandingan sempat menyampaikan harapannya untuk bertemu Kunlavut Vitidsarn di semifinal. Ia ingin membalas kekalahan di semifinal Malaysia Open yang terjadi pekan lalu.
Tapi keinginan itu tak terwujud karena Kunlavut Vitidsarn nyatanya kalah dari Loh Kewn Yew. Dia menyerah 21-14, 15-21, 17-21 dalam pertarungan sesama juara dunia.
Meski gagal balas dendam, berjumpa Loh Kean Yew bisa jadi sedikit keuntungan untuk Jonatan. Sebab kansnya untuk lolos ke final bisa lebih besar karena dia punya rekor ciamik saat bentrok dengan Kean Yew.
Jonatan yang berstatus sebagai unggulan ketiga, tidak pernah kalah dari Loh Kean Yew. Dari delapan pertemuan yang terjadi, peraih medali emas Asian Games 2018 itu selalu keluar sebagai pemenang.
Tapi tentu Jonatan tak boleh anggap remeh. Ia bisa saja direpotkan oleh Loh Kean Yew pada semifinal India Open 2026 yang akan digelar di Indira Gandhi Sports Complex, New Delhi, Sabtu (17/1).
Rangkaian partai semifinal India Open 2026 dijadwalkan dimulai pukul 11.00 WIB. Duel Jonatan Christie vs Loh Kean Yew diperkirakan berlangsung pada sore hari sekitar pukul 15.00 WIB. (*)
batampos – Keluhan warga terkait penumpukan kendaraan di Pelabuhan Telaga Punggur kembali mencuat. Masyarakat menilai sistem pendaftaran tiket kapal Ro-Ro melalui aplikasi Ferizy belum sepenuhnya membatasi jumlah kendaraan sesuai kapasitas kapal, sehingga di lapangan kerap terjadi antrean panjang dan kesan “siapa cepat dia naik”.
General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Batam, Andri Kurniawan, menegaskan bahwa sistem Ferizy telah menerapkan pembatasan kuota secara otomatis berdasarkan kapasitas kapal dan jam keberangkatan.
“Untuk lintasan Punggur–Uban, kuota itu dibuka per jam. Kalau pada jam yang dipilih sudah penuh, otomatis statusnya sold out dan tidak bisa diakses lagi,” ujar Andri saat dikonfirmasi, Jumat (17/1).
Menurutnya, pembatasan tersebut mengacu pada kapasitas maksimal masing-masing kapal Ro-Ro yang dioperasikan oleh operator. Kapasitas kapal pun bervariasi, tergantung jenis dan komposisi muatan kendaraan.
“Kalau kendaraan campuran, rata-rata kapasitasnya sekitar 30 unit, bisa sampai maksimal 45 unit. Itu tergantung jenis kendaraan, apakah motor, mobil pribadi, bus, atau truk,” jelasnya.
Andri menjelaskan, penumpang dan kendaraan yang telah memesan tiket tidak bisa masuk pelabuhan sesuka hati. Sistem Ferizy hanya mengizinkan kendaraan masuk ke kawasan pelabuhan paling cepat dua jam sebelum jadwal keberangkatan yang dipilih.
“Misalnya beli tiket jam 13.00 WIB, paling cepat bisa masuk pelabuhan jam 11.00 WIB. Tidak bisa sehari sebelumnya atau terlalu jauh dari jam yang dipilih,” tegasnya.
Namun demikian, dalam praktiknya, kendaraan yang sudah berada di dalam kawasan pelabuhan berpeluang lebih dulu naik kapal apabila terdapat jadwal kapal yang lebih cepat dan kuota masih tersedia.
“Itu bisa terjadi karena sistem menyesuaikan dengan kondisi lapangan dan ketersediaan kapal. Tapi tetap kendaraan yang masuk itu adalah yang sudah memiliki tiket,” katanya.
Menjawab kekhawatiran masyarakat terkait potensi kapal diberangkatkan melebihi kapasitas akibat penumpukan kendaraan, Andri memastikan hal tersebut tidak mungkin terjadi.
“Kalau kapasitas maksimal 45 kendaraan, ya tidak mungkin dimuat 50. Kapalnya tidak ada ruang lagi. Secara fisik dan operasional itu tidak bisa,” ujarnya.
Terkait faktor keselamatan pelayaran, terutama di tengah kondisi cuaca dan gelombang laut yang kerap tinggi, Andri menegaskan bahwa kewenangan penuh ada pada KSOP (Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan).
“Soal keselamatan, muatan, dan kelayakan berlayar itu kewenangan KSOP. Mereka melihat kondisi cuaca dari BMKG dan situasi di lapangan. Kalau ada instruksi pengurangan muatan, operator wajib mengikuti,” jelasnya.
Menanggapi pertanyaan mengapa ASDP dinilai belum menerapkan penutupan pendaftaran otomatis di Ferizy, Andri menegaskan sistem tersebut sebenarnya sudah berjalan.
“Penutupan itu otomatis. Makanya kuota dibuka per jam. Begitu kuota terpenuhi, sistem langsung sold out. Jadi tidak benar kalau dibilang belum dibatasi,” katanya.(*)
batampos – Hari Sabtu jatuh pada Hari Purnama Kelinci Logam yang menentukan jenis keberuntungan yang benar-benar diinginkan orang di akhir pekan.
Hari Purnama membawa hasil yang mencapai sebuah titik balik. Kamu bisa melihat apa yang berjalan baik.
6 Shio yang Diprediksi Mendapat Keberuntungan dan Rezeki pada 17 Januari 2026 dikutip dari yourtango.com:
1. Kelinci
Sesuatu yang diam-diam kamu harapkan akhirnya terwujud dengan cara yang membuat hidup terasa lebih lancar. Kesuksesan finansial hadir lewat penyelesaian.
2. Kerbau
Hari Sabtu kamu menyadari bahwa semuanya berjalan stabil. Tagihan masih terkendali. Rencana tidak goyah.
3. Ular
Kamu melihat dengan jelas apa yang layak terus kamu investasikan dan apa yang tidak. Kesuksesan finansial datang dari penyempurnaan.
4. Babi
Akhir pekan ini mengajakmu menikmati apa yang sudah kamu peroleh. Keberuntungan hadir pada hari Sabtu ketika kamu mengizinkan diri untuk menikmati hasilnya.
5. Anjing
Ada sesuatu yang akhirnya selesai pada hari Sabtu. Sesuatu yang selama ini mengganggumu. Sebuah keputusan terasa final.
6. Monyet
Kamu berada dalam suasana reflektif dan refleksi itu membuahkan hasil. Keberuntungan datang dari mengenali pola.
Ramalan shio 17 Januari 2026 membawa keberuntungan dan kesuksesan finansial dari keputusan tepat yang berhasil enam shio peroleh. (*)
Eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas di gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (16/12/2025). KPK telah menetapkan Yaqut sebagai tersangka dugaan korupsi kuota haji 2024. (Salman Toyibi/Jawa Pos)
batampos – Mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut menyeret nama Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam kasus dugaan korupsi kuota dan penyelenggaraan ibadah haji 2023-2024. Ia berdalih, pengurusan kuota haji tidak langsung diurusnya, tetapi oleh Jokowi saat masih menjabat sebagai Presiden RI.
“Yang kita dapat tambahan itu di ujung proses. Sudah mepet, sudah mendekati berakhirnya proses persiapan teknis lah. Itu di bulan Oktober 2023. Itu diterima langsung oleh Presiden kita pada waktu itu, Presiden Jokowi dari Pangeran MBS (Muhammad bin Salman),” kata Gus Yaqut dalam siniar Youtube Ruang Publik, Jumat (16/1).
Gus Yaqut menegaskan, dirinya tidak ikut bersama rombongan saat Pemerintah RI menerima kuota haji tambahan. Namun, Jokowi saat itu ditemani oleh Menteri BUMN Erick Thohir dan Menpora Dito Ariotedjo.
“Nah masalahnya, ketika Presiden Jokowi menerima kuota tambahan 20.000 itu, tidak ada saya. Tidak ada saya di sana. Presiden waktu itu didampingi oleh Menteri BUMN pada waktu itu Pak Erick Thohir, kemudian Menpora Pak Dito, lalu ada Mensesneg dan Menseskab kalau saya tidak salah. Saya tidak ada di situ,” tegasnya.
Yaqut saat itu menyayangkan dirinya tidak diajak oleh Jokowi. Sebab, penyelenggaraan ibadah haji secara teknis berada di bawah Kementerian Agama.
“Maksudnya, pertimbangan secara teknisnya itu tidak tersampaikan. Nah, itu yang mau saya sampaikan. Seandainya saya ikut di situ, saya akan sampaikan kepada Presiden situasi di tahun 2023. Bahwa tambahan 20.000 itu akan sangat sulit sekali dicarikan layanan teknis yang paripurna,” cetusnya.
Karena itu, Yaqut menegaskan dirinya tidak bisa memberikan pertimbangan saat Pemerintah RI menerima kuota haji tambahan dari Pemerintah Arab Saudi.
“Tetapi kan faktanya bahwa ketika Presiden Jokowi menerima tambahan kuota itu saya tidak ada di situ sehingga saya tidak bisa memberikan pertimbangan,” imbuhnya.
Sebagaimana diketahui, KPK secara resmi telah mengumumkan mantan Menag Yaqut Cholil Qoumas dan mantan staf khususnya Ishfah Abidal Aziz sebagai tersangka, pada Jumat (9/1). Kasus ini berkaitan dengan pembagian kuota tambahan 20 ribu jamaah haji untuk musim haji 2024, saat Yaqut masih menjabat sebagai Menteri Agama.
Kuota tambahan tersebut diperoleh Indonesia setelah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), melakukan lobi kepada Pemerintah Arab Saudi. Tambahan kuota itu diberikan dengan tujuan mengurangi masa tunggu jamaah haji reguler Indonesia, yang di sejumlah daerah dapat mencapai lebih dari 20 tahun.
Namun, alih-alih dialokasikan sesuai ketentuan, kuota tambahan itu justru dibagi rata oleh Kementerian Agama menjadi 10 ribu untuk haji reguler dan 10 ribu untuk haji khusus. Padahal, Undang-Undang Penyelenggaraan Ibadah Haji mengatur kuota haji khusus maksimal sekitar 8 persen dari total kuota nasional.
Akibat kebijakan tersebut, pada 2024 Indonesia menggunakan kuota sebanyak 213.320 jamaah haji reguler dan 27.680 jemaah haji khusus. Pembagian inilah yang kini menjadi fokus penyidikan KPK dalam kasus dugaan korupsi kuota haji.
KPK menjerat para tersangka dengan Pasal 2 Ayat (1) dan/atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. (*)
batampos – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menegaskan bahwa pasien dewasa asal Batam yang saat ini dirawat di rumah sakit usai mengalami gejala gangguan pernapasan bukan suspek Super Flu atau influenza A (H3N2), melainkan suspek Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
“Yang dibilang oleh Kadinkes Kepri itu di Batam adalah suspek MERS, bukan Super Flu,” ujar Didi, Jumat (16/1).
Menurut Didi, pasien tersebut memiliki riwayat perjalanan dari Timur Tengah, tepatnya setelah menunaikan ibadah umrah. Hal itu menjadi dasar kuat bagi tenaga kesehatan untuk mencurigai MERS, mengingat penyakit tersebut endemik di kawasan Timur Tengah.
“MERS itu berbeda dengan influenza A. Ini bukan Super Flu, bukan juga COVID-19. MERS adalah penyakit paru atau pneumonia berat yang disebabkan oleh virus corona jenis MERS-CoV,” jelasnya.
Ia menerangkan, MERS merupakan infeksi saluran pernapasan berat yang pertama kali dikenali pada 2012 di Timur Tengah. Gejalanya antara lain demam tinggi, batuk, sesak napas, dan pada kondisi tertentu dapat berkembang cepat menjadi gagal napas dengan tingkat kematian yang relatif tinggi.
“MERS ini masih satu keluarga dengan virus corona, tapi bukan COVID-19 dan bukan virus influenza,” tegas Didi.
Didi menambahkan, hingga saat ini status pasien masih suspek dan belum terkonfirmasi, karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Kementerian Kesehatan RI.
“Belum confirm. Kita masih menunggu hasil lab,” katanya.
Terkait penularan, Didi menjelaskan bahwa MERS tidak semudah flu atau COVID-19 dalam menyebar. Penularan antarmanusia biasanya terjadi melalui kontak dekat, terutama di lingkungan keluarga atau fasilitas kesehatan.
Selain itu, MERS diketahui berkaitan dengan unta dromedaris sebagai sumber penularan ke manusia.
Meski demikian, Didi mengimbau masyarakat Batam untuk tetap tenang dan tidak panik, sembari meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang baru kembali dari perjalanan luar negeri, khususnya Timur Tengah.
“Kewaspadaan tetap perlu, tapi masyarakat tidak perlu panik. Pemeriksaan dan penanganan pasien sudah sesuai prosedur,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala pernapasan berat, terutama disertai demam tinggi dan sesak napas, agar dapat ditangani lebih cepat. (*)