Minggu, 14 Juni 2026
Beranda blog Halaman 4139

Proyek Jalan Layang Sei Ladi Digesa, Rampung Desember 2024

0
sei ladi
Suassasna pemasangan tiang pancang pertama pembangunan jalan layang (flyover) Sei Ladi pada Senin pagi (4/2/2024).

batampos – Kepala BP Batam Muhammad Rudi lakukan pemasangan tiang pancang pertama Pembangunan jalan layang (flyover) Sei Ladi. Proyek yang digadang akan memecah kemacetan di persempitan depan Pura Agung – UIB, akhirnya menemui babak baru, pada Senin pagi (4/2/2024).

Acara dimulai dengan acara adat tepung tawar dan siram air kendi. Usai do’a bersama, pemecahan kendi menjadi penanda dimulainya pemasangan tiang pancang pertama jalan layang Sei Ladi, dengan bore pile.

“Insyaallah atas izin Allah, 10 bulan ke depan kita harap sudah ada jembatan baru, sekupang – Batam Centre, Batam Centre Sekupang, Sekupang – Nagoya, Nagoya – Sekupang. Pekerjaan jalan layang Sei Ladi akan selesai pada Desember 2024.” kata Muhammad Rudi.

Muhammad Rudi juga mengatakan bahwa realisasi Pembangunan jalan layang Sei Ladi akan mengurai salah satu titik kemacetan yang paling signifikan, yakni arah Sekupang – Batam Centre.

Ia juga optimis akan dibangun jalan layang – jalan layang berikutnya di Batam, yang akan menjadi infratsruktur vital yang selain mengurai kemacetan, juga akan mendukung konektivitas dan distribusi logistik industri dari dan ke pelabuhan ataupun ke Bandara nantinya.

“Hal ini tentu saja, kami selesaikan semua pembangunannya, tidak lain adalah menarik investasi masuk ke Batam. Perekonomian kita akan semakin baik, konektivitas lancar, mobilitas kita juga semakin nyaman,” kata Muhammad Rudi.

Lebih lanjut, PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) pekerjaan jalan layang Sei ladi, Boy Zasmita menerangkan proyek senilai Rp132 Milliar itu, akan memiliki panjang 1.000 meter dengan 3 lajur dan lebar 60 meter.

Pekerjaan jalan jalan layang Sei Ladi akan dimulai dari Puri Agung – San Dona dan berakhir di Rumah Duka Jl. Gajah Mada, akan dilakukan dalam 4 section (4 sesi) dan ditargetkan akan selesai pada Desember 2024.

Boy menambahkan bahwa pelaksanaan proyek ini tidak akan berdampak pada pembangunan gedung yang sudah ada.

Jalan yang akan digunakan sebagai Peralihan jalan selama masa Pembangunan, juga telah disiapkan oleh BP Batam baik dari arah Sekupang ke Batam Centre, atau Nagoya ke Batam Centre.

BP Batam akan senantiasa berkoordinasi dan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan dan Pihak Kepolisian khususnya dalam hal ini Satuan Lalu Lintas (Satlantas) agar mobilitas pengendara tetap aman dan terjaga

“Tidak akan ada bangunan yang terdampak, badan jalan juga sama sekali tidak kena. Peralihan jalan sudah kita buat jalan baru di semua sisi. Kami mohon do’a dan dukungan dari semua pihak. Semoga ini berjalan lancar sesuai target, sehingga akan mengurai kemacetan sangat signifikan,” pungkas Boy Zasmita. (*/rilis)

Proyek Jalan Layang Sei Ladi Digesa, Rampung Desember 2024

0
sei ladi
Suassasna pemasangan tiang pancang pertama pembangunan jalan layang (flyover) Sei Ladi pada Senin pagi (4/2/2024).

batampos – Kepala BP Batam Muhammad Rudi lakukan pemasangan tiang pancang pertama Pembangunan jalan layang (flyover) Sei Ladi. Proyek yang digadang akan memecah kemacetan di persempitan depan Pura Agung – UIB, akhirnya menemui babak baru, pada Senin pagi (4/2/2024).

Acara dimulai dengan acara adat tepung tawar dan siram air kendi. Usai do’a bersama, pemecahan kendi menjadi penanda dimulainya pemasangan tiang pancang pertama jalan layang Sei Ladi, dengan bore pile.

“Insyaallah atas izin Allah, 10 bulan ke depan kita harap sudah ada jembatan baru, sekupang – Batam Centre, Batam Centre Sekupang, Sekupang – Nagoya, Nagoya – Sekupang. Pekerjaan jalan layang Sei Ladi akan selesai pada Desember 2024.” kata Muhammad Rudi.

Muhammad Rudi juga mengatakan bahwa realisasi Pembangunan jalan layang Sei Ladi akan mengurai salah satu titik kemacetan yang paling signifikan, yakni arah Sekupang – Batam Centre.

Ia juga optimis akan dibangun jalan layang – jalan layang berikutnya di Batam, yang akan menjadi infratsruktur vital yang selain mengurai kemacetan, juga akan mendukung konektivitas dan distribusi logistik industri dari dan ke pelabuhan ataupun ke Bandara nantinya.

“Hal ini tentu saja, kami selesaikan semua pembangunannya, tidak lain adalah menarik investasi masuk ke Batam. Perekonomian kita akan semakin baik, konektivitas lancar, mobilitas kita juga semakin nyaman,” kata Muhammad Rudi.

Lebih lanjut, PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) pekerjaan jalan layang Sei ladi, Boy Zasmita menerangkan proyek senilai Rp132 Milliar itu, akan memiliki panjang 1.000 meter dengan 3 lajur dan lebar 60 meter.

Pekerjaan jalan jalan layang Sei Ladi akan dimulai dari Puri Agung – San Dona dan berakhir di Rumah Duka Jl. Gajah Mada, akan dilakukan dalam 4 section (4 sesi) dan ditargetkan akan selesai pada Desember 2024.

Boy menambahkan bahwa pelaksanaan proyek ini tidak akan berdampak pada pembangunan gedung yang sudah ada.

Jalan yang akan digunakan sebagai Peralihan jalan selama masa Pembangunan, juga telah disiapkan oleh BP Batam baik dari arah Sekupang ke Batam Centre, atau Nagoya ke Batam Centre.

BP Batam akan senantiasa berkoordinasi dan bekerja sama dengan Dinas Perhubungan dan Pihak Kepolisian khususnya dalam hal ini Satuan Lalu Lintas (Satlantas) agar mobilitas pengendara tetap aman dan terjaga

“Tidak akan ada bangunan yang terdampak, badan jalan juga sama sekali tidak kena. Peralihan jalan sudah kita buat jalan baru di semua sisi. Kami mohon do’a dan dukungan dari semua pihak. Semoga ini berjalan lancar sesuai target, sehingga akan mengurai kemacetan sangat signifikan,” pungkas Boy Zasmita. (*/rilis)

Sambangi Sekolah, Polsek Batuaji Sampaikan Pesan Kamtibmas Stop Bullying dan Perundungan

0
a5cd2686 8a3f 4f86 9d95 b72d685ed173
Jajaran Polsek Batuaji saat sosialisasi ke sekolah-sekolah agar kasus bullying yang berujung pada perundungan tidak terulang lagi. Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Kasus bullying yang berujung pada perundungan oleh remaja perempuan yang viral belakangan ini jadi fokus perhatian pihak kepolisian. Jajaran Polresta Barelang melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah agar kasus serupa tidak terulang lagi.

Jajaran Polsek Batuaji misalkan, mendatangi Pondok Pesantren Hidayatullah di kelurahan Kibing, Kecamatan Batuaji, Senin (4/3) pagi. Mereka memberikan pengertian kepada siswa tentang bahaya bullying ataupun perundungan hingga ancaman hukuman yang akan diterima.

“Tidak usah saling bully ataupun rundung. Fokus saja dengan kegiatan belajar di sekolah. Tak bagus saling mengejek, bully apalagi merundung kawan lain. Itu ada hukumannya walaupun kalian di bawah umur. Itu yang viral belakangan ini sudah ditangkap dan diproses lebih lanjut jadi kepada adik-adik semua fokus saja dengan kegiatan di sekolah ya. Itu lebih baik untuk masa depan yang cerah, ” ujar Kapolsek Batuaji, AKP Benny Syahrizal.

Baca Juga: Belajar dari Kasus Bullying di Batam, Orangtua Harus Awasi Pergaulan Anak

Selain topik stop bullying dan perundungan, sapa siswa terobosan Bhabinkamtibmas Polsek Batuaji ini juga menyelipkan pesan Kamtibmas pada umumnya seperti kenakalan remaja, balap liat dan dan aksi kejahatan lainnya. Polisi dengan tegas minta siswa untuk fokus dengan aktifitas belajar di sekolah masing-masing. Hindari pergaulan yang tidak sehat agar tidak terlibat dengan hukum.

“Kami pada dasarnya kalau ada yang melanggar akan kami tindak tanpa pandang bulu. Makanya adik-adik jangan sampai terlibat dengan kegiatan atau aktifitas yang melanggar hukum kalau tak mau berurusan dengan hukum, ” kata Benny. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Pelebaran Jalan Batuaji Belum Tuntas, Bundaran Basecamp dan Simpang Barelang Belum Ditata

0
Bundaran Basecamp Dalil Harahap1 1 scaled e1658461712300
Bundaran Basecamp, Tanjunguncang, Batuaji belum dilanjutkan pengerjaannya. Foto. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Pemerintah kota Batam belum tuntas dengan proyek pelebaran Jalan di Batuaji dan Sagulung. Ruas jalan utama R Suprapto belum semua dilebarkan jadi lima lajur. Bahkan bundaran Basecamp dan simpang Barelang belum tertata hingga kini.

Sebelumnya Pemko Batam bertekad akan menyelesaikan penataan dua bundaran tersebut hingga dengan tugu air mancur di tengah bundaran. Namun penataan hanya berhenti pada pelebaran jalan saja. Tengah bundaran masih berupa hamparan tanah kosong.

Begitu juga dengan pelebaran jalan lima lajur, baru separuh yang sudah dilebarkan. Ruas jalan yang biasa rawan dengan kemacetan justru belum dilebarkan seperti di depan kawasan SP Plaza, Perumahan Puteri Tujuh hingga simpang Barelang dan sekitaran bukit Daeng.

Masyarakat kembali mempertanyakan keseriusan dengan janji wali kota Batam Muhammad Rudi beberapa waktu lalu yang bertekad akan menyelesaikan pelebaran jalan di Batuaji dan juga penataan bundaran Basecamp dan simpang Barelang.

“Tahun 2023 kemarin katanya mau rampungkan. Sekarang sudah 2024. Semoga ini bisa diselesaikan tahun ini. Sudah cukup lama Batuaji ini tidak di tata untuk akses jalan utama ini. Di Batam Center dan Nagoya sudah lima lajur semua. Batuaji baru separuh-separuh saja, ” ujar Mukhtar, tokoh masyarakat di Batuaji.

Lokasi jalan yang belum tersentuh pelebaran di Batuaji umumnya lokasi langganan macet saat jam sibuk. Jalan rusak turunan Bukit Daeng dari arah Mukakuning misalkan macet hingga ke daerah Dam pada sore dan malam hari. Ini yang menjadi dorongan masyarakat di Batuaji agar Pemko kembali melanjutkan proyek pelebaran jalan di sana.

Kepala Dinas Bina Marga Kota Batam Sudah saat dikonfirmasi belum bisa memastikan proyek pelebaran jalan tersebut dilanjutkan tahun ini. Itu karena belum ada pembahasan atau anggaran untuk pelebaran jalan di Batuaji di tahun 2024 ini.

“Yang ada hanya sistem perbaikannya sementara dari BP Batam saja,” katanya. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Gegara Musik, Pengunjung Pantai Vio-Vio Dikeroyok Kelompok Pemuda

0
penganiayaan pengeroyokan
Ilustrasi aniaya.

batampos– Keributan terjadi di lokasi wisata pantai Vio-Vio, Kecamatan Galang, Minggu (3/3) pagi. Sekelompok pemuda dan remaja yang menggelar pesta di lokasi wisata tersebut keroyok dua pengunjung lain yang juga kebetulan sedang berkemah di lokasi wisata yang sama. Hendrio Yudistira salah satu korban pengeroyokan alami luka serius di kepala dan dahi.

Informasi yang didapat, aksi pengeroyokan terjadi karena pemutaran musik yang berlebihan. Hendrio, salah satu korban yang dihubungi menjelaskan, malam sebelum kejadian, di lokasi wisata ini memang ada pertunjukan live musik yang berakhir pada pukul 02.00 WIB. Kelompok yang melakukan pengeroyokan tadi sepertinya belum puas dengan suguhan live musik tadi sehingga melanjutkan dengan pemutaran musik sendiri di lokasi wisata tersebut.

BACA JUGA: Di Pantai Vio-vio Galang Perkuat Ekonomi, Hadirkan Voli Pantai dan Food Carnival 

“Mereka sepertinya sewa gasebo (tenda) juga dan bawa alat musik sendiri. Habis orang DJ, mereka lanjut musik sampai jam 5 pagi. Kami pengunjung lain tentunya merasa terganggu juga. Kami ke sena memang untuk nginap semalam bersama keluarga besar kami. Saya dan abang saya, niatnya cuman mau kasih tahu baik-baik agar mereka mematikan musik karena sudah mau pagi, ” ujar Hendrio.

Teguran Hendrio dan abangnya rupanya membuat kelompok pemuda tadi tersulut emosi sehingga melakukan pengeroyokan yang cukup brutal. “Kepala dan dahi saya terluka. Abang saya juga banyak luka memar. Mau 20 an orang mereka, ” kata Hendrio.

Tidak Terima dengan kejadian itu, Hendrio dan keluarga membuat laporan resmi ke Polsek Galang. Laporan tersebut langsung ditindak lanjutin dan belasan pelaku sudah diamankan di Polsek Galang. (*)

Reporter: Eusebius Sara

3 Sektor Industri yang Berpengaruh pada Laju Pertumbuhan Ekonomi Batam

0
Industri Galangan Dalil Harahap 1 1
Industri galangan kapal di Batam. (F. Dalil Harahap / Batam Pos)

batampos – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ada 3 sektor industri atau lapangan usaha yang mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi Batam pada tahun 2023. Ketiga sektor tersebut adalah

  • lapangan usaha industri pengolahan
  • lapangan usaha kontruksi
  • lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor.

3 sektor itu mampu memberikan kontribusi sekitar 83,83 persen terhadap total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Batam tahun 2023. Dimana, lapangan usaha industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar dengan nilai kontribusi sebesar 56,38 persen.

Hal ini sejalan dengan perkembangan Kota Batam sebagai wilayah dengan kegiatan utama sektor industri pengolahan seperti pengolahan makanan, industri manufaktur, pengolahan limbah, dan sejenisnya.

Pertumbuhan ekonomi Batam sepanjang tahun 2023 sendiri melaju pesat dengan capaian 7,04 persen.

Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengapresiasi kinerja seluruh pihak. Baik pemerintah, swasta dan elemen masyarakat yang ikut berkontribusi penuh dalam mempercepat laju pertumbuhan ekonomi Batam.

Muhammad Rudi menargetkan, ekonomi Batam dapat kembali tumbuh baik sepanjang tahun 2024. Mengingat, pemerintah dan BP Batam telah menyiapkan sejumlah rencana strategis dalam meningkatkan nilai investasi Batam ke depan.

“Pelebaran jalan-jalan utama masih akan terus dilakukan. Termasuk jalan dari Simpang Kepri Mall menuju Bundaran Tembesi. Pembangunan Fly Over Sei Ladi juga akan dikerjakan tahun ini, dengan harapan tidak ada lagi kendala yang mengganggu aktivitas produksi di Batam. Sehingga, investasi dapat tumbuh maksimal,” ujar Muhammad Rudi, Jumat (1/3/2024).

Selain itu, lanjut Rudi, pembangunan infrastruktur pendukung lain seperti pengembangan bandara serta pelabuhan juga masih akan diteruskan.

Tujuannya adalah menjaga iklim investasi Kota batam agar terus kondusif dan memberikan kenyamanan bagi investor.

“Saya ingin, kemajuan Batam dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat. Investasi meningkat, maka ekonomi daerah pun akan terus bangkit,” pungkasnya (*)

3 Sektor Industri yang Berpengaruh pada Laju Pertumbuhan Ekonomi Batam

0
Industri Galangan Dalil Harahap 1 1
Industri galangan kapal di Batam. (F. Dalil Harahap / Batam Pos)

batampos – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ada 3 sektor industri atau lapangan usaha yang mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi Batam pada tahun 2023. Ketiga sektor tersebut adalah

  • lapangan usaha industri pengolahan
  • lapangan usaha kontruksi
  • lapangan usaha perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor.

3 sektor itu mampu memberikan kontribusi sekitar 83,83 persen terhadap total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Batam tahun 2023. Dimana, lapangan usaha industri pengolahan menjadi penyumbang terbesar dengan nilai kontribusi sebesar 56,38 persen.

Hal ini sejalan dengan perkembangan Kota Batam sebagai wilayah dengan kegiatan utama sektor industri pengolahan seperti pengolahan makanan, industri manufaktur, pengolahan limbah, dan sejenisnya.

Pertumbuhan ekonomi Batam sepanjang tahun 2023 sendiri melaju pesat dengan capaian 7,04 persen.

Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengapresiasi kinerja seluruh pihak. Baik pemerintah, swasta dan elemen masyarakat yang ikut berkontribusi penuh dalam mempercepat laju pertumbuhan ekonomi Batam.

Muhammad Rudi menargetkan, ekonomi Batam dapat kembali tumbuh baik sepanjang tahun 2024. Mengingat, pemerintah dan BP Batam telah menyiapkan sejumlah rencana strategis dalam meningkatkan nilai investasi Batam ke depan.

“Pelebaran jalan-jalan utama masih akan terus dilakukan. Termasuk jalan dari Simpang Kepri Mall menuju Bundaran Tembesi. Pembangunan Fly Over Sei Ladi juga akan dikerjakan tahun ini, dengan harapan tidak ada lagi kendala yang mengganggu aktivitas produksi di Batam. Sehingga, investasi dapat tumbuh maksimal,” ujar Muhammad Rudi, Jumat (1/3/2024).

Selain itu, lanjut Rudi, pembangunan infrastruktur pendukung lain seperti pengembangan bandara serta pelabuhan juga masih akan diteruskan.

Tujuannya adalah menjaga iklim investasi Kota batam agar terus kondusif dan memberikan kenyamanan bagi investor.

“Saya ingin, kemajuan Batam dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat. Investasi meningkat, maka ekonomi daerah pun akan terus bangkit,” pungkasnya (*)

Serbu Pasar Murah, Warga Incar Beras SPHP, Cabai dan Minyak 

0
Warga menyerbu stand pasar murah yang menjual minyak goreng dengan harga Rp 25 ribu untuk kemasan 2 Kg, Sabtu (2/3). f. peri

batampos-Beras SPHP, cabai, dan minyak goreng menjadi komoditas pangan yang paling banyak dibeli masyarakat Tanjungpinang pada pasar murah yang digelar di Jalan Bandara.

Pantauan Batam Pos, pasar murah yang digelar selama dua hari yaitu Sabtu (2/3) dan Minggu (3/3) itu menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk membeli kebutuhan pokok untuk persiapan menyambut ramadan yang akan segera tiba.

Kepala Bulog Tanjungpinang, Arief Alhadihaq, mengatakan antusias masyarakat untuk membeli beras bulog sangat tinggi, bahkan dalam waktu sekitar 1 jam sebanyak 2 ton beras SPHP yang dibawanya sudah terjual.

“Hari ini kita bawa 4 ton, tahap pertama tadi 2 ton sudah habis dalam waktu satu jam,” kata Arief, Sabtu (2/3).

Arief mengatakan dalam momen pasar murah itu pihaknya membatasi masyarakat untuk membeli, setiap warga hanya bisa membeli dua kantong dengan kapasitas 5 Kilogram (Kg).

“Sengaja kita batasi agar yang lain kebagian juga. Tapi tenang selama dua hari ini kita bawa 8 ton beras SPHP,” ujarnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Pedagangan Provinsi Kepri, Aries Fhariandi, mengatakan cabai merah keriting yang dijual seharga Rp 70 ribu per Kg itu didatangkan dari Sulawesi.

Pemerintah bisa menjual dengan harga murah karena mendapat subsidi ongkos pegiriman dari badan pangan nasional.

“Alhamdulillah mudah-mudahan intervensi yang kita lakukan ini dapat membantu masyarakat serta menjaga psikologis harga pasar,” kata Aries.

Disampaikan Aries, dalam waktu dekat pihaknya akan kembali mendatangkan cabai dari Sulawesi. Total cabai yang akan didatangkan itu cukup banyak yaitu 5 ton cabai merah keriting.

“Bertahan kita datangkan, hari ini 1 ton kita bawa ke pasar murah, nanti adalagi untuk pasar murah berikutnya yang akan diadakan dinas lain di Tanjungpinang,” bebernya.

Sementara Asisten II Pemko Tanjungpinang, Bambang Hartanto, mengatakan melalui pasar murah itu masyarakat akan sangat terbantu, apalagi menjelang ramadan saat ini dan sedang terjadi kenaikan harga bahan pokok di pasar tradisional.

BACA JUGA: Pemko Tanjungpinang Buka Pasar Murah di Jalan Bandara

“Seperti beras, cabai bawang dan kebutuhan pokok lainya itu dijual dengan harga miring di sini,” kata Bambang.

Bambang menyebut menjelang puasa nanti Pemko Tanjungpinang melalui Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) juga akan menggelar pasar murah kembali.

“Tujuannya memang membantu masyarakat untuk mencukupi kebutuhan pangan dan pengendalian inflasi,” ujarnya.

Salah seorang warga, Maryam, mengaku sangat menantikan pasar murah itu karena sekarang harga komoditas pangan sedang terjadi kenaikan.

“Sekarang semua naik. Beras, cabai, ayam semuanya naik. Makanya sekarang alhamdulillah ada pasar murah, saya beli dua kantong beras,” tutur Maryam senang. (*)

 

Reporter: Peri Irawan

Gara-gara Musik, Pengunjung Pantai Vio-Vio Dikeroyok Kelompok Pemuda

0
Ilustrasi pengeroyokan
Ilustrasi.

batampos – Keributan terjadi di lokasi wisata pantai Vio-Vio, Kecamatan Galang, Minggu (3/3) pagi. Sekelompok pemuda dan remaja yang gelar pesta di lokasi wisata tersebut keroyok dua pengunjung lain yang juga kebetulan sedang berkemah di lokasi wisata yang sama. Hendrio Yudistira salah satu korban pengeroyokan alami luka serius di kepala dan dahi.

Informasi yang didapat, aksi pengeroyokan terjadi karena pemutaran musik yang berlebihan. Hendrio, salah satu korban yang dihubungi Batam Pos menjelaskan, malam sebelum kejadian, di lokasi wisata ini memang ada pertunjukan life musik yang berakhir pada pukul 02.00 WIB. Kelompok yang melakukan pengeroyokan tadi sepertinya belum puas dengan suguhan life musik tadi sehingga melanjutkan dengan pemutaran musik sendiri di lokasi wisata tersebut.

“Mereka sepertinya sewa gasebo (tenda) juga dan bawa alat musik sendiri. Habis orang DJ, mereka lanjut musik sampai jam 5 pagi. Kami pengunjung lain tentunya merasa terganggu juga. Kami ke sana memang untuk nginap semalam bersama keluarga besar kami. Saya dan abang saya, niatnya cuma mau kasih tahu baik-baik agar mereka mematikan musik karena sudah mau pagi, ” ujar Hendrio.

Teguran Hendrio dan abangnya rupanya membuat kelompok pemuda tadi tersulut emosi sehingga melakukan pengeroyokan yang cukup brutal. “Kepala dan dahi saya terluka. Abang saya juga banyak luka memar. Mau 20 an orang mereka,” kata Hendrio.

Tidak Terima dengan kejadian itu, Hendrio dan keluarga membuat laporan resmi ke Polsek Galang. Laporan tersebut langsung ditindak lanjutin dan belasan pelaku sudah diamankan di Polsek Galang. (*)

Reporter: Eusebius Sara

Tak Terima Terdakwa TPPO Divonis 1 Tahun, Jaksa Banding

0
ilustrasi sidang
Ilustrasi sidang di pengadilan

batampos– Kejaksaan Negeri Banding menyatakan banding atas vonis satu tahun penjara terhadap 3 terdakwa tindak pidana perdagangan orang (TPPO) oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Batam. Dimana vonis itu juga lebih ringan 6 tahun dari tuntutan jaksa.

Kasi Intel Kejari Batam, Andreas Tarigan mengatakan vonis hakim tidak sependapat dengan jaksa. Dimana majelis hakim Sapri Tarigan menyatakan ketiga terdakwa yakni
Hendra alias Acai, Irnicen alias Mami dan Jhony alias Ate hanya sebagai tempat penyedia cabul untuk orang lain.
Sedangkan oleh jaksa, ketiganya terbukti melakukan TPPO, karena merekrut orang dari daerah lain dan dipekerjakan sebagai PSK.

“Kami tidak terima vonis hakim, kami banding atas vonis 1 tahun ketiga terdakwa,” ujar Andreas.

Menurut dia, untuk memori banding nantinya akan diserahkan melalui Pengadilan Negeri Batam. Yang nantinya akan diserahkan ke Pengadilan Tinggi.

“Untuk memori banding sedang kami susun, dalam waktu dekat kami limpah,” tegas Andreas.

Diketahui Majelis hakim Pengadilan Negeri Batam membebaskan Direktur Orchid Massage 81 di kawasan Nagoya, Hendra alias Acai dari dakwaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Majelis hakim yang diketuai Sapri Tarigan menilai, terdakwa Acai lebih terbukti mempermudah perbuatan cabul oleh orang lain sebagai mata pencarian.

Atas perbuatannya, Acai beserta dua rekannya, yakni Irnicen alias Mami dan Jhony alias Ate divonis 1 tahun penjara. Vonis itu juga jauh lebih ringan dibanding tuntutan jaksa yakni 7 tahun penjara.

Dalam amar tuntutan, hakim Sapri Tarigan menyatakan tak sependapat dengan jaksa penuntut umum. Dimana jaksa penuntut umum menilai ketiganya terbukti sebagai perbuataan TPPO. Sedangkan oleh hakim Sapri Tarigan, ketiganya hanya sebagai pihak penyedia jasa portitusi.“Turut serta melakukan perbuatan dengan sengaja memudahkan perbuatan cabul oleh orang lain dan menjadikannya sebagai pencarian;” sebagaimana dalam dakwaan Alternatif Kedua;

BACA JUGA: Cerita Korban TPPO yang Gagal Berangkat dan Kehilangan Uang Jutaan Rupiah

Sedangkan dalam tuntutan jaksa sebelumnya, ketiga terdakwa terbukti sah dan menyakinkan telah melakukan tinda. pidana perdagangan orang. Karena itu dituntut dengan 7 tahun penjara dan denda Rp 600 juta. Jika denda tak dibayar, maka diganti dengan subsider hukuman 8 bulan penjara.

Dalam dakwaan, dijelaskan terungkapnya dugaan tindak pidana berawal dari informasi kepolisian. Bahwa adanya kegiatan portitusi atau perdagangan orang berkedok tempat massage.

Setelah melakukan penyamaran, polisi langsung mendatangi lokasi massage yang berada di kawasan Nagoya tersebut. Dan benar saja, saat memasuki tempat massage, terdapat beberapa perempuan duduk santai di kursi. Mami sebagai kasir atau admin massage tersebut menawarkan jasa pijit dengan memilih para wanita yang ada di kursi. Para wanita yang ada disana juga bisa dipesan untuk dibawa ke hotel.Tarif yang ditawarkan untuk satu perempuan berkisar Rp 1,3 juta hingga 1,8 juta.

Tarif untuk wanita itu nantinya juga akan dipotong Rp 350 ribu untuk biaya taksi, kemudian sisanya akan dibagi dua, untuk wanita pekerja seks dan pemilik usaha massage tersebut. Berdasarkan hasil penyidikan,6 wanita yang berkerja disana juga tidak memiliki keahlian untuk pijit dan tak memiliki sertifikat pelatihan untuk pijit. (*)

Reporter: Yashinta