
batampos – Pengurus Besar (PB) PERSINAS ASAD menggelar Musyawarah Nasional (Munas) VI pada Kamis (8/1) di Grand Ballroom Minhaajurrosyidiin, Pondok Gede, Jakarta. Gelaran ini sekaligus menandai peresmian kantor baru PB PERSINAS ASAD yang berada di kawasan yang sama dengan Padepokan PERSINAS ASAD.
Mengusung tema “Membangun Pesilat Profesional Berprestasi, Berbudaya, dan Berkarakter Luhur,” Munas VI disebut menjadi momentum penting bagi organisasi setelah 30 tahun berada di bawah pembinaan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI).
Ketua Umum PB PERSINAS ASAD, Brigjen (Purn) TNI Agus Susarso, mengatakan kebersamaan dalam IPSI telah menumbuhkan karakter kependekaran dan kecintaan terhadap budaya bangsa.
“Nilai-nilai luhur itu dibangun melalui proses panjang yang membutuhkan kesabaran dan ketulusan. Kini karakter pesilat PERSINAS ASAD telah diterima di berbagai lingkungan sebagai pribadi yang menjunjung akhlak dan nilai budaya,” ujarnya.
Agus juga memaparkan perkembangan signifikan organisasi. Dari sebelumnya berada di 24 provinsi, PERSINAS ASAD kini telah memiliki kepengurusan di 37 provinsi. Dua wilayah lainnya, Papua Barat dan Papua Pegunungan masih dalam tahap pembinaan dan persiapan sarana latihan.
Dalam Munas tersebut, Agus menyoroti pentingnya pendataan dan pembinaan perguruan-perguruan silat lokal yang jumlahnya mencapai ratusan bahkan ribuan.
“Perguruan kecil memiliki potensi besar dengan kekhasan masing-masing. Mereka perlu dihimpun dan dikelola secara profesional agar menjadi benteng budaya sekaligus mencegah potensi konflik,” katanya.
Sebagai langkah konkret, PB PERSINAS ASAD meresmikan Padepokan PB PERSINAS ASAD sebagai rumah bersama para pendekar. Fasilitas ini diharapkan menjadi ruang latihan terpadu, tempat musyawarah, serta wadah koordinasi berbagai perguruan pencak silat.
Ketua Umum PB IPSI, Benny Gautama Sumarsono, yang hadir dalam pembukaan Munas, menyampaikan apresiasi atas soliditas dan kontribusi PERSINAS ASAD. Ia menyebut keberadaan padepokan megah di Pondok Gede menjadi inspirasi bagi pembinaan pencak silat nasional.
“Kebersamaan, rasa hormat, dan saling menghargai adalah fondasi kemajuan pencak silat. PERSINAS ASAD telah memberi contoh baik dan menghasilkan banyak atlet berprestasi,” ujarnya.
Benny berharap PERSINAS ASAD dapat berkembang lebih luas, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara.
Dukungan serupa disampaikan Asisten Deputi Kemenpora, Khairil Adha, yang hadir mewakili Menpora Erick Thohir. Ia menilai PERSINAS ASAD konsisten mencetak pesilat nasional dengan prestasi membanggakan.
“Dari perguruan ini, kita optimistis akan lahir juara-juara baru yang mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional, termasuk Olimpiade,” katanya.
Khairil menegaskan pencak silat bukan sekadar olahraga, tetapi juga kekayaan budaya bangsa yang harus dijaga. Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebugaran sebagai bagian dari nilai keimanan.
Melalui Munas VI, PB PERSINAS ASAD menargetkan penguatan konsolidasi organisasi, peningkatan prestasi atlet, dan perluasan peran pencak silat sebagai warisan budaya bangsa yang berdaya saing global. (*)
Artikel PERSINAS ASAD Mantapkan Konsolidasi Nasional Lewat Munas VI di Jakarta pertama kali tampil pada News.









