Sabtu, 11 April 2026
Beranda blog Halaman 421

Pemko Gelar Isra Mikraj di Masjid Agung Raja Hamidah Malam ini, Ustaz Subki Al-Bughury Sebagai Pembicara

0
Ustaz Subki Al-Bughury. f. jawapos

batampos – Masjid Agung Raja Hamidah di Batam Center akan menjadi lokasi penyelenggaraan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW pada Kamis, (15/1) malam. Kegiatan keagamaan ini digelar untuk mengajak umat Islam memaknai kembali perjalanan spiritual Rasulullah SAW.

Peringatan Isra Mikraj tahun ini akan menghadirkan penceramah Ustaz Subki Al-Bughury. Kehadiran ustaz yang dikenal luas melalui dakwahnya tersebut bakal memberikan pemahaman mendalam mengenai nilai dan hikmah di balik peristiwa Isra Mikraj.

Acara akan dimulai pada pukul 19.30 WIB atau seusai salat Isya. Panitia menyampaikan, waktu pelaksanaan sengaja dipilih pada malam hari agar jamaah dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan khusyuk tanpa mengganggu aktivitas harian.

Selain tausiah, kegiatan ini juga akan dimeriahkan oleh penampilan dua artis religi, yaitu Muhammad Miftah Faridl dan Qonita Zayyan. Kehadiran keduanya diharapkan menambah kekhidmatan acara serta menarik minat masyarakat dari berbagai kalangan.

Masyarakat Batam dipersilakan hadir untuk mempererat silaturahmi melalui momentum keagamaan ini. Peringatan Isra Mikraj juga diharapkan menjadi ruang refleksi bagi umat Islam untuk meneladani perjalanan mulia Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan ini terbuka untuk umum dan akan dilaksanakan di Masjid Agung Raja Hamidah, Batam Center.(*)

Artikel Pemko Gelar Isra Mikraj di Masjid Agung Raja Hamidah Malam ini, Ustaz Subki Al-Bughury Sebagai Pembicara pertama kali tampil pada Metropolis.

Aksi Damkar Tanjunguban Selamatkan Kucing Terperangkap dalam Septic Tank

0
Petugas Damkar menyelamatkan kucing yang terperangkap di dalam septic tank di Jalan Eka Bhakti, Gang Palem, Tanjunguban pada Rabu (14/1) malam. F. Damkar Tanjunguban untuk Batam Pos.

batampos – Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Tanjunguban mengevakuasi seekor kucing yang terperangkap di dalam septic tank sebuah rumah di Jalan Eka Bhakti, Gang Palem, Tanjunguban, Rabu (14/1/2026) malam.

Kucing tersebut diketahui milik Meli (43), warga setempat yang selama ini menjadikan rumah tersebut sebagai tempat pemeliharaan beberapa ekor kucing. Peristiwa bermula saat Meli datang pada sore hari untuk memberi makan kucing-kucingnya.

Namun, ia menyadari jumlah kucing peliharaannya berkurang. Meli kemudian berkeliling rumah untuk mencari kucing yang hilang, tetapi tidak menemukannya.

Tak lama kemudian, Meli mendengar suara kucing mengeong dari arah septic tank. Ia sempat berusaha mengeluarkan kucing tersebut secara mandiri, namun upaya itu tidak membuahkan hasil.

Karena khawatir kondisi kucing semakin memburuk, Meli akhirnya menghubungi petugas Damkar Tanjunguban untuk meminta bantuan evakuasi.

Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi, mengatakan laporan diterima petugas sekitar pukul 19.39 WIB. Petugas kemudian segera menuju lokasi untuk melakukan penyelamatan.

“Setelah dicek, kucing berada di dalam septic tank. Petugas terpaksa menjebol pipa paralon untuk membuka akses evakuasi,” kata Panyodi.

Setelah pipa dibuka, petugas menggunakan alat penjepit khusus untuk menarik kucing keluar dari dalam septic tank.

“Kucingnya dijepit lalu ditarik ke atas dengan hati-hati,” tutup Panyodi. (*)

Artikel Aksi Damkar Tanjunguban Selamatkan Kucing Terperangkap dalam Septic Tank pertama kali tampil pada Kepri.

Infinix Note 60 Series Hadir dengan Fitur Panggilan Satelit, Siap Masuk Indonesia

0
Infinix Note 60 Series. F. x.com/Technifyzer.

batampos – Infinix resmi memperkenalkan Infinix Note 60 Series dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026. Seri terbaru ini mencuri perhatian karena menjadi smartphone Infinix pertama yang mendukung panggilan satelit global.

Kehadiran Infinix Note 60 semakin kuat setelah perangkat ini tercatat telah lolos sertifikasi SDPPI Kominfo, yang mengindikasikan ponsel tersebut berpeluang besar masuk ke pasar Indonesia dalam waktu dekat.

Salah satu fitur unggulan Infinix Note 60 Series adalah dukungan panggilan suara dan SMS dua arah melalui koneksi satelit. Dengan teknologi ini, pengguna tetap dapat berkomunikasi meski berada di area dengan sinyal seluler sangat lemah atau bahkan tanpa jaringan operator.

Menariknya, fitur panggilan satelit ini diklaim dapat berfungsi di sekitar dua pertiga wilayah permukaan bumi tanpa memerlukan proses registrasi tambahan.

Dari sisi performa, Infinix Note 60 Series dibekali teknologi pendingin terbaru bernama HydroFlow Liquid Cooling. Sistem ini menggunakan pompa keramik piezoelektrik ganda yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi pembuangan panas saat perangkat digunakan bermain gim atau menjalankan aplikasi berat.

Infinix juga memperkenalkan AI ModuVerse, sebuah ekosistem aksesori magnetik modular yang dapat dipasang langsung ke ponsel. Salah satu modul yang diperkenalkan adalah modul konferensi yang dilengkapi fitur terjemahan instan serta mikrofon profesional.

Pada sektor desain, Infinix Note 60 Series mengusung panel belakang berbahan material pintar, seperti kulit fotokromik dan tinta termokromik.

Material ini memungkinkan tampilan ponsel berubah warna, menampilkan efek visual 3D, hingga animasi mengalir tergantung cahaya dan suhu lingkungan.

Meski lebih menonjolkan sisi estetika ketimbang peningkatan fungsi, desain tersebut memberikan identitas visual yang berbeda dibandingkan ponsel lain di kelasnya.

Infinix Note 60 Series terdiri dari tiga model, yakni Infinix Note 60, Infinix Note 60 Pro, dan Infinix Note 60 Edge. Ketiga model ini dirancang agar pengguna dapat menyesuaikan perangkat sesuai kebutuhan masing-masing.

Hingga kini, Infinix belum mengumumkan harga resmi dan jadwal peluncuran Infinix Note 60 Series di pasar global maupun Indonesia. (*)

Artikel Infinix Note 60 Series Hadir dengan Fitur Panggilan Satelit, Siap Masuk Indonesia pertama kali tampil pada Lifestyle.

Lantik Pengurus BP4 Kepri, Menag Nasaruddin Umar Ingatkan Dampak Sosial Perceraian

0
Menag Nasaduddin Umar saat hadir di Tanjungpinang untuk mengukuhkan BP4 Kepri, Rabu (14/1) malam. F. Kemenag Kepri untuk Batam Pos.

batampos – Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar secara resmi mengukuhkan pengurus Badan Penasihatan, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP4) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) masa bakti 2025–2030.

Sebanyak 44 orang pengurus BP4 Kepri dilantik langsung oleh Nasaruddin Umar yang juga menjabat sebagai Ketua Umum BP4 Pusat. Pengukuhan berlangsung di Gedung Daerah Kepri, Kota Tanjungpinang, Rabu (14/1) malam, dan disaksikan Gubernur Kepri Ansar Ahmad.

Selain mengukuhkan pengurus, Menag Nasaruddin Umar juga menyampaikan tausiah dalam peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW. Dalam ceramahnya, ia menyoroti tingginya angka perceraian di Kepulauan Riau, terutama tren cerai gugat yang lebih dominan dibandingkan cerai talak.

Menurut Nasaruddin, BP4 harus berperan aktif sebagai benteng pertahanan keluarga. Ia menegaskan bahwa perceraian tidak hanya berdampak pada aspek hukum, tetapi juga memunculkan persoalan sosial baru.

“BP4 sangat penting di Kepri. Perceraian akan memunculkan orang miskin baru, yang pada umumnya adalah istri dan anak-anak. Karena itu, persoalan ini harus mendapat perhatian serius,” kata Nasaruddin.

Ia juga mengulas perspektif Al-Qur’an terkait tatanan sosial. Menurutnya, ayat-ayat yang mengatur kehidupan keluarga, khususnya terkait perempuan, jauh lebih dominan dibandingkan ayat tentang negara.

“Tidak ada negara ideal yang berdiri di atas masyarakat yang berantakan, dan tidak ada masyarakat yang ideal tanpa keluarga yang utuh. Jika keluarga kuat, maka masyarakat dan negara juga akan kuat,” ujarnya.

Menag turut mengingatkan para pengurus BP4 untuk bekerja ekstra dalam menekan angka perceraian demi masa depan generasi muda. Berdasarkan hasil penelitian, kata dia, sekitar 80 persen kasus kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, hingga anak terlantar berakar dari keluarga yang tidak utuh.

“Kepada pengurus BP4, saya mohon betul-betul aktif. Jangan sampai karena ego orang tua, anak-anak menjadi korban,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kepri Zoztafia dipercaya sebagai Ketua Dewan Pengurus BP4 Kepri, dengan Jangga Hasibuan menjabat sebagai Ketua Harian.

Acara pengukuhan tersebut turut dihadiri tamu undangan lintas sektoral dan organisasi keagamaan, termasuk Kepala Kemenag Kota Tanjungpinang dan Kepala Kemenag Kabupaten Bintan. (*)

Artikel Lantik Pengurus BP4 Kepri, Menag Nasaruddin Umar Ingatkan Dampak Sosial Perceraian pertama kali tampil pada Kepri.

Polda Kepri Perkuat Koordinasi dengan PPNS Terkait KUHAP Baru

0
Polda Kepri saat menggelar rapat koordinasi bersama penyidik Polri dan penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) Pemerintah Provinsi Kepri di Gedung Ditreskrimsus Polda Kepri, Rabu (14/1). Foto. Yashinta/ Batam Pos

batampos – Polda Kepri menggelar rapat koordinasi bersama penyidik Polri dan penyidik pegawai negeri sipil (PPNS) Pemerintah Provinsi Kepri di Gedung Ditreskrimsus Polda Kepri, Rabu (14/1). Kegiatan itu bertujuan menyamakan persepsi dalam penerapan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP.

Rapat koordinasi tersebut dipimpin Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri dan turut dihadiri perwakilan dari Mabes Polri sebagai bagian dari kegiatan koordinasi dan pengawasan (Korwas) PPNS.

Dirreskrimsus Polda Kepri, Kombes Silvester Simamora, mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi langsung dari ketentuan dalam KUHAP yang baru, khususnya terkait peran Polri sebagai koordinator dan pengawas penyidikan yang dilakukan PPNS.

Baca Juga: Pasal Terdakwa Lansia, Polisi Tegaskan Bukan Jaminan Bebas Penjara

“Tadi ada perwakilan dari Mabes Polri yang turun langsung. Kegiatan ini bagian dari Korwas PPNS, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang KUHAP,” ujar Silvester, usai rapat.

Ia menjelaskan, dalam KUHAP yang baru, PPNS tetap memiliki kewenangan melakukan penyidikan, namun berada di bawah koordinasi dan pengawasan Polri sebagai penyelidik dan penyidik utama.

“Sesuai aturan, PPNS itu berada di bawah koordinasi Polri. Setiap permasalahan akan dilihat bersama, dilakukan penyelidikan dan penyidikan dengan mekanisme yang jelas,” jelasnya.

Menurut Silvester, rapat koordinasi tersebut diikuti sekitar 45 orang PPNS dari berbagai instansi di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri.

Rapat tersebut, kata dia, tidak bersifat satu kali, melainkan akan dilakukan secara berkelanjutan dan intensif, seiring dengan pelaksanaan tugas penyidikan oleh PPNS.

“Ini akan terus dilakukan. Setiap kali mereka melaksanakan kegiatan penyidikan, pasti akan berkoordinasi dengan kami,” ujarnya.

Terkait materi rapat, Silvester menyebutkan pembahasan difokuskan pada ketentuan dalam Pasal 6 dan Pasal 20 KUHAP baru, yang mengatur kewenangan, tata cara koordinasi, serta mekanisme penanganan perkara antara penyidik Polri dan PPNS.

“Materinya mempertegas aturan, mengatur kewenangan, menyamakan persepsi, dan bagaimana nanti proses koordinasinya dalam penanganan perkara,” katanya.

Ia menambahkan, perubahan dalam KUHAP yang baru menekankan pentingnya sinergi antarpenyidik agar proses penegakan hukum berjalan efektif, profesional, dan tidak tumpang tindih kewenangan.

“Intinya, ini untuk memperkuat koordinasi dan memastikan semua berjalan sesuai aturan undang-undang yang baru,” tutup Silvester. (*)

Artikel Polda Kepri Perkuat Koordinasi dengan PPNS Terkait KUHAP Baru pertama kali tampil pada Metropolis.

Sidang Gugatan Yayasan Pagaruyung Bergulir di PN Batam, Tergugat Tolak Perdamaian

0
PN Batam saat menggelar sidang gugatan sederhana perkara perbuatan melawan hukum (PMH) yang diajukan Yayasan Pagaruyung Batam, Rabu (14/1). Foto. Aziz Maulana/ Batam Pos

batampos – Pengadilan Negeri (PN) Batam menggelar sidang gugatan sederhana perkara perbuatan melawan hukum (PMH) yang diajukan Yayasan Pagaruyung Batam, Rabu (14/1). Sidang dipimpin hakim tunggal Wattimena dengan dihadiri kuasa hukum penggugat serta para tergugat.

Dalam persidangan, hakim tunggal terlebih dahulu menawarkan upaya perdamaian kepada para pihak sebagaimana diatur dalam mekanisme gugatan sederhana.

Hakim menegaskan bahwa sesuai ketentuan hukum acara, hakim wajib mengupayakan perdamaian sebelum perkara diperiksa lebih lanjut.

“Sesuai aturan, saya sebagai hakim tunggal wajib mengupayakan perdamaian. Namun apabila tidak tercapai, perkara gugatan sederhana ini tetap harus diputus dalam tenggat waktu 25 hari,” ujar hakim di ruang sidang.

Hakim juga menetapkan jadwal lanjutan perkara. Para tergugat diminta menyampaikan jawaban atas gugatan pada Senin, 19 Januari 2026.

Selanjutnya, agenda pembuktian dengan menghadirkan saksi dijadwalkan pada 26 Januari 2026, sedangkan pembacaan putusan direncanakan pada 4 Februari 2026.

Menanggapi tawaran perdamaian tersebut, pihak tergugat menyatakan sikap berbeda. Tergugat I Arisal Fitra, dan Bachrum Efendi, sesuai dengan arahan dari klien bahwa menolak perdamaian dimuka persidangan dan siap menghadapi penggugat semaksimal mungkin, harapannya persidangan ini dapat berjalan lancar dan adil sehingga apa yang bukan haknya penggugat , dan apa yang menjadi hak dari tergugat untuk dapat ditegakkan, dan menilai gugatan yang diajukan penggugat tidak tepat sasaran dan menyatakan tidak bersedia berdamai.

Sementara Tergugat II, yakni Badan Pengusahaan Batam menyatakan, mengikuti proses persidangan sesuai ketentuan yang berlaku.

Perkara ini bermula dari gugatan yang diajukan Yayasan Pagaruyung Batam melalui kuasa hukumnya, Yohanes Hariyanto, dari Kantor Hukum AMD Lawyers. Dalam gugatan tersebut, penggugat menuding Tergugat I telah melakukan perbuatan melawan hukum dengan mengaku sebagai Ketua Yayasan Pagaruyung Batam dan menggunakan alamat pribadi yang bukan alamat resmi yayasan.

Akibat tindakan tersebut, penggugat menilai terjadi kekeliruan administrasi dalam pengiriman surat peringatan terkait alokasi lahan sosial seluas 7.120 meter persegi di kawasan Batam Center yang sebelumnya diberikan oleh BP Batam.

Surat peringatan disebut tidak pernah diterima secara sah oleh penggugat, hingga berujung pada pembatalan alokasi lahan.

Penggugat juga mengklaim mengalami kerugian materil sebesar Rp250 juta yang telah dikeluarkan untuk proses pembebasan dan pemagaran lahan.

Dalam petitumnya, penggugat meminta majelis hakim menyatakan perbuatan Tergugat I sebagai perbuatan melawan hukum serta menghukum Tergugat I membayar ganti rugi secara tunai. Selain itu, penggugat juga meminta agar Tergugat II tunduk pada putusan pengadilan.

Sidang akan dilanjutkan sesuai jadwal yang telah ditetapkan untuk mendengarkan jawaban para tergugat sebelum perkara memasuki tahap pembuktian. (*)

Artikel Sidang Gugatan Yayasan Pagaruyung Bergulir di PN Batam, Tergugat Tolak Perdamaian pertama kali tampil pada Metropolis.

Herman Rozie Dikabarkan Mundur dari Jabatan Kepala DLH Kota Batam

0
Kadis DLH Batam Herman Rozie (kemeja putih). Foto. Pemko Batam untuk Batam Pos

batampos – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Herman Rozie, dikabarkan mengundurkan diri dari jabatannya.

Informasi yang beredar menyebut Herman tidak sendiri. Beberapa pejabat tinggi di lingkungan Pemko Batam juga disebut telah mengajukan pengunduran diri, termasuk Kepala Inspektorat Batam, Hendriana Gustini.

Sekretaris Daerah (Sekda) Batam, Firmansyah, saat dimintai konfirmasi mengaku belum menerima informasi resmi terkait kabar tersebut.

“Saya belum dapat info soal itu. Akan kami cari tahu dulu, jadi saya belum bisa bicara banyak,” katanya, Kamis (15/1).

Di sisi lain, Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, dalam berbagai kesempatan kerap kali menyampaikan, bahwa pejabat yang merasa tidak mampu menjalankan tugas dipersilahkan untuk mengundurkan diri.

“Kalau tak sanggup (kerja/menjalankan tugas), silahkan mundur,” kata Amsakar dalam beberapa pernyataannya.

Hingga berita ini diturunkan, Herman Rozie belum memberikan respons atas upaya konfirmasi yang dilakukan oleh Batam Pos. (*)

Artikel Herman Rozie Dikabarkan Mundur dari Jabatan Kepala DLH Kota Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Lempah Kuning Muara, Kafe Estetik di Ocarina Batam Jadi Magnet Wisata Kuliner

0
Lempah Kuning Muara and Bakery di Bundaran Ocarina, Batamcentre. Foto. Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos – Deretan kafe estetik dengan panorama laut terbuka kian menjamur di kawasan pesisir Ocarina, Kota Batam. Dalam empat bulan terakhir, kawasan ini perlahan menjelma menjadi magnet baru wisata kuliner dan ruang bersantai favorit warga, seiring hadirnya sejumlah kafe yang mengusung konsep santai, visual memanjakan mata, serta pengalaman menikmati laut dari jarak dekat.

Salah satu yang paling menyedot perhatian pengunjung adalah Lempah Kuning Muara and Bakery. Kafe dua lantai ini mengusung konsep indoor dan outdoor, memungkinkan pengunjung menikmati hembusan angin laut dan pemandangan pantai secara langsung.

Berlokasi tepat di gerbang pintu masuk Pantai Ocarina, kafe ini mampu menampung lebih dari 200 pengunjung dan hampir selalu ramai, terutama menjelang sore hingga akhir pekan.

Lempah Kuning Muara and Bakery merupakan cabang kedua setelah sebelumnya hadir di Bangka Belitung. Kehadirannya di Batam menyasar pasar wisatawan lokal maupun mancanegara, khususnya turis Singapura dan Malaysia, mengingat lokasinya yang berdekatan dengan Pelabuhan Bengkong.

Dalam satu hari, jumlah pengunjung rata-rata mencapai 200 orang, dan bisa melonjak saat akhir pekan atau hari libur.

Daya tarik utama kafe ini terletak pada menu khas Bangka Belitung, terutama lempah kuning atau pindang ikan dengan racikan rempah kuning tanpa santan. Sajian ini menjadi pembeda karena belum banyak ditemukan di kafe-kafe lain di Batam. Cita rasa segar dan ringan menjadi alasan pengunjung datang kembali.

Selain itu, tersedia pula menu unik seperti cumi masak hitam, aneka ikan bakar bumbu kuning, serta pilihan seafood segar yang bisa dipilih langsung oleh pengunjung. Jenis ikan yang disajikan cukup beragam, mulai dari kakap merah, katarap, baronang, lebang, selar, pari, hingga tenggiri. Harga ikan dibanderol per ons, berkisar antara Rp15 ribu hingga Rp28 ribu, menyesuaikan jenis dan ukuran.

Tak hanya seafood, kafe ini juga menyediakan menu favorit lain seperti ayam bawang, tahu cabe garam, aneka minuman segar, kopi, serta bakery yang cocok dinikmati saat pagi atau sore hari. Konsep “datang, memilih, lalu menikmati” menjadi pengalaman tersendiri bagi pengunjung.

Sementara itu, Iban Gunawan, pemuda asli Melayu yang berdomisili di Bengkong, mengaku kerap memilih kawasan Ocarina sebagai tempat menghabiskan waktu luangnya. Menurutnya, suasana pantai dan hamparan laut yang bisa dinikmati langsung memberikan rasa tenang yang sulit ditemukan di tempat lain.

Ia menyambut positif kehadiran kafe-kafe baru di kawasan tersebut. Bagi Iban, Ocarina kini bukan sekadar tempat nongkrong, tetapi juga ruang untuk melepas penat.

“Hampir setiap hari saya ke sini,” ujarnya. Ia biasa menghabiskan waktu santai bersama pasangan, keluarga, maupun sahabat, sambil menikmati semilir angin laut dan suasana sore yang menenangkan.

Manager Lempah Kuning Muara and Bakery, Andri Syahputra, mengatakan kafe tersebut dikunjungi berbagai kalangan, mulai dari anak muda, keluarga, hingga wisatawan asing. Menurutnya, ciri khas lempah kuning dengan bahan yang sehat dan tanpa santan menjadi identitas kuat kafe ini.

“Masakan lempah kuning ini bisa dibilang satu-satunya di Batam. Bahannya sehat, tidak memakai santan. Itu yang membuat orang penasaran, datang mencoba, lalu kembali lagi,” ujarnya kepada Batam Pos, Rabu (14/1) siang.

Selain Lempah Kuning Muara and Bakery ada juga kafe lain di sampingnya, turut meramaikan kawasan Ocarina. Kafe ini kerap menjadi pilihan anak muda karena desainnya yang estetik dan pemandangan laut yang terbuka, terutama saat matahari terbenam.

Secara keseluruhan, pertumbuhan kafe di kawasan Ocarina turut membuka lapangan kerja bagi warga sekitar. Lempah Kuning Muara and Bakery sendiri mempekerjakan sekitar 25 karyawan dengan latar belakang yang beragam.

Fasilitas pendukung juga menjadi nilai tambah. Kafe ini menyediakan musala bagi pengunjung. Menjelang bulan Ramadan, tempat ini diproyeksikan menjadi salah satu lokasi favorit untuk buka puasa bersama, karena pengunjung dapat langsung melaksanakan ibadah tanpa harus mencari tempat lain. (*)

Artikel Lempah Kuning Muara, Kafe Estetik di Ocarina Batam Jadi Magnet Wisata Kuliner pertama kali tampil pada Metropolis.

Protes Tak Mereda, Italia hingga Jerman Imbau Warganya Angkat Kaki dari Iran

0
Demonstrasi semakin meluas di Iran. (West Asia News Agency via Reuters).

batampos – Situasi keamanan di Iran kian mengkhawatirkan. Sejumlah negara Eropa—termasuk Italia, Polandia, Jerman, dan Spanyol—secara serentak mengimbau warganya untuk segera meninggalkan Iran menyusul terus berlanjutnya gelombang protes anti-pemerintah di negara tersebut.

Italia menjadi salah satu negara yang mengeluarkan peringatan tegas. Kementerian Luar Negeri Italia menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 600 warga negaranya di Iran, sebagian besar berada di Teheran.

Dalam pernyataannya, pemerintah Italia “dengan tegas mengimbau” seluruh warga Italia yang masih berada di Iran agar segera meninggalkan negara tersebut.

Imbauan serupa juga disampaikan Kementerian Luar Negeri Polandia melalui platform X. Pemerintah Polandia tidak hanya meminta warganya yang berada di Iran untuk keluar, tetapi juga mengingatkan agar warga negaranya menunda atau membatalkan perjalanan ke negara tersebut.

Jerman pun mengambil langkah sejalan. Pemerintah Jerman memperingatkan warganya agar tidak bepergian ke Iran dan mendesak mereka yang sudah berada di sana untuk segera angkat kaki.

“Ada risiko penangkapan sewenang-wenang,” demikian pernyataan Kedutaan Besar Jerman di Teheran.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Spanyol menilai situasi di Iran dan kawasan sekitarnya berada dalam kondisi yang sangat tidak stabil. Warga Spanyol yang berada di Iran diminta meninggalkan negara itu melalui sarana apa pun yang masih tersedia.

Iran sendiri tengah diguncang gelombang protes sejak 28 Desember lalu, dipicu anjloknya nilai tukar mata uang rial dan memburuknya kondisi ekonomi. Aksi demonstrasi tersebut kemudian meluas ke sejumlah kota lain dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda. (*)

Artikel Protes Tak Mereda, Italia hingga Jerman Imbau Warganya Angkat Kaki dari Iran pertama kali tampil pada News.

KPOP, Cosplay, dan Test Ride Ramaikan Peluncuran Honda Vario 125 di Panbil Mall

0
New Honda Vario 125.

batampos – Honda kembali menghadirkan pengalaman seru bagi masyarakat Batam melalui Regional Public Launching New Honda Vario 125, yang digelar selama dua hari, 17–18 Januari, di Atrium Panbil Mall. Acara ini menjadi momen spesial untuk memperkenalkan produk terbaru Honda dengan tagline “Time to Step Up.”

Mengusung konsep lifestyle dan entertainment, kegiatan ini memadukan dunia otomotif dengan kreativitas generasi muda. Beragam aktivitas menarik disiapkan, mulai dari KPOP & Modern Dance Competition, Mobile Legends Competition, Cosplay Performance, hingga penampilan band, yang akan memeriahkan suasana atrium. Selain itu, pengunjung juga dapat mengikuti beragam fun games yang menambah keseruan acara.

Honda juga menyediakan area test ride bagi pengunjung yang ingin merasakan langsung pengalaman berkendara dengan New Honda Vario 125. Kehadiran produk ini menjadi simbol semangat Honda dalam menghadirkan kendaraan yang relevan dengan gaya hidup masyarakat urban.

Menurut Duri Yanto, Sales Manager wilayah Kepulauan Riau, acara ini tidak hanya sebagai ajang peluncuran produk, tetapi juga wadah kebersamaan bagi masyarakat dan komunitas. “Kami ingin masyarakat Batam menikmati pengalaman berbeda bersama Honda, sekaligus menyambut kehadiran New Vario 125 dengan semangat ‘Time to Step Up’,” ujar Duri.

Selain hiburan, Honda menghadirkan program khusus pembelian yang berlaku hanya selama acara. Komunitas Honda juga dilibatkan melalui kegiatan seperti Vario Night Ride, Rolling City, Photo Contest, dan Gathering Komunitas, untuk mempererat kebersamaan sekaligus merayakan kehadiran New Vario 125 secara lebih emosional.

Honda mengajak seluruh masyarakat Batam dan sekitarnya untuk hadir dan merasakan keseruan acara Honda Exhibition di Panbil Mall. (*)

Artikel KPOP, Cosplay, dan Test Ride Ramaikan Peluncuran Honda Vario 125 di Panbil Mall pertama kali tampil pada Metropolis.