
batampos – Dampak angin musim utara kembali dirasakan warga Desa Tarempa Barat, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas. Sekitar 800 kilogram sampah kiriman berhasil dibersihkan dari kawasan pesisir laut melalui aksi gotong royong masyarakat, Minggu (18/1).
Sampah yang menumpuk di perairan dangkal dan sepanjang garis pantai tersebut berada sangat dekat dengan permukiman warga. Kondisi ini telah lama dikeluhkan karena mengganggu aktivitas harian serta berpotensi mencemari lingkungan.
Mayoritas sampah yang dikumpulkan merupakan sampah plastik, seperti botol minuman, kantong plastik, dan kemasan makanan. Warga meyakini sampah tersebut bukan berasal dari lingkungan sekitar, melainkan kiriman dari daerah lain yang terbawa arus laut akibat angin musim utara.
Baca Juga: Iptu Dodi Setiawan Resmi Jabat Kapolsek Siantan, Ini Pesan Kapolres Anambas
Angin kencang disertai gelombang tinggi mendorong sampah dari laut lepas ke kawasan pesisir Anambas. Akibatnya, sampah mudah tersangkut dan menumpuk di sekitar rumah warga.
Pemuda Desa Tarempa Barat, Arpandi, mengatakan volume sampah yang terkumpul cukup mengejutkan. Dalam waktu singkat, ratusan kilogram sampah berhasil diangkat dari laut.
“Jumlahnya sangat banyak. Kalau dibiarkan, sampah bisa menimbulkan bau tidak sedap dan mengundang lalat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan bersih-bersih tersebut merupakan inisiatif dan hasil kesepakatan bersama warga. Koordinasi dilakukan secara sederhana, namun efektif berkat kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
“Ini murni kesadaran warga. Laut dan pesisir adalah ruang hidup kita bersama, jadi harus dijaga,” katanya.
Baca Juga: Musim Utara Datang, Sampah Laut dan Ancaman Narkoba Kembali Hantui Pesisir Anambas
Menariknya, sampah yang telah dikumpulkan tidak langsung dibuang ke tempat pembuangan akhir. Warga terlebih dahulu memilah sampah, khususnya plastik, untuk kemudian dijual ke bank sampah setempat.
“Sampah plastik kita pilah dan dijual ke bank sampah. Jadi selain bersih, ada juga nilai ekonominya bagi warga yang ikut gotong royong,” jelas Arpandi.
Sementara itu, sampah non-plastik yang tidak memiliki nilai jual ditangani secara terpisah sesuai jenisnya agar lebih ramah lingkungan.
Warga berharap kegiatan gotong royong ini dapat dilakukan secara rutin, terutama saat musim utara, guna menjaga kebersihan pesisir sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat Desa Tarempa Barat. (*)
Artikel Pesisir Tarempa Barat Dipenuhi Sampah Kiriman, Warga Jual ke Bank Sampah pertama kali tampil pada Kepri.









