
batampos – Munculnya sinkhole atau lubang besar di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, pada Minggu (4/1), menggegerkan warga setempat. Meski lokasi telah dipasangi garis polisi, sejumlah warga masih terlihat mendekati area tersebut.
Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Purna Sulastya Putra, mengingatkan masyarakat agar tidak mendekat dan tetap waspada karena potensi amblas susulan masih bisa terjadi.
Menurut Purna, fenomena sinkhole di wilayah dengan struktur batuan kapur atau batu gamping tergolong wajar. Batuan jenis tersebut mudah tererosi air sehingga memungkinkan terbentuknya gua dan sungai bawah tanah.
“Di daerah seperti Jorong Tepi sangat mungkin terdapat gua dan sungai bawah tanah. Sinkhole muncul karena atap atau dinding gua atau sungai bawah tanah tersebut kolaps,” kata Purna kepada JawaPos.com, Selasa (6/1).
Ia menjelaskan, sinkhole di Jorong Tepi terjadi di area persawahan. Kondisi tersebut dinilai lebih beruntung dibanding jika lubang muncul di kawasan permukiman, yang berpotensi menimbulkan dampak fatal.
Meski demikian, Purna menegaskan warga tetap harus menjauhi lokasi kejadian. Pasalnya, struktur tanah di sekitar sinkhole masih labil dan berisiko amblas kembali.
“Bisa jadi tanah di sekeliling sinkhole masih labil dan memungkinkan terjadi amblas susulan,” ujarnya.
Purna juga mengimbau masyarakat menghindari segala aktivitas di sekitar lokasi sinkhole. Hingga kini, potensi runtuhan lanjutan dari atap gua atau sungai bawah tanah di kawasan tersebut belum diketahui secara pasti.
“Bukan tidak mungkin sinkhole bisa semakin melebar atau muncul lubang baru di sekitar lokasi,” kata dia.
Selain itu, ia menegaskan agar lokasi sinkhole tidak dijadikan tontonan apalagi objek wisata, sebelum dinyatakan aman oleh ahli geologi dan pihak berwenang.
“Jangan jadikan lokasi sinkhole sebagai tempat wisata atau tontonan, kecuali sudah dinyatakan aman,” tegasnya.
Purna berharap warga mematuhi seluruh imbauan petugas dan pemerintah daerah. Mengingat fenomena sinkhole tersebut masih baru, diperlukan waktu untuk melakukan kajian secara mendalam guna mengetahui penyebab dan potensi kejadian serupa.
Ia menyarankan pemerintah segera melakukan pengamanan lokasi, dilanjutkan dengan riset dan survei geologi serta geofisika secara menyeluruh.
“Pemerintah perlu menginisiasi survei geologi dan geofisika untuk mengetahui potensi kejadian serupa di sekitar lokasi,” katanya.
Selain itu, pemerintah juga diminta melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait ciri-ciri sinkhole dan langkah mitigasi yang perlu dilakukan agar warga tidak panik. Pemetaan daerah rawan sinkhole dengan melibatkan ahli kebumian juga dinilai penting untuk menentukan kebijakan penanganan ke depan.
“Penanganannya apakah ditutup permanen, ditimbun, atau dibiarkan terbuka untuk fungsi tertentu, itu perlu kajian komprehensif,” pungkas Purna. (*)
Artikel Fenomena Sinkhole Gegerkan Sumbar, Warga Diminta Tetap Waspada pertama kali tampil pada News.









