Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 432

Fenomena Sinkhole Gegerkan Sumbar, Warga Diminta Tetap Waspada

0
Warga sekitar mendekati sinkhole yang mendadak muncul di wilayah Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumbar. (Padang Ekspres)

batampos – Munculnya sinkhole atau lubang besar di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat, pada Minggu (4/1), menggegerkan warga setempat. Meski lokasi telah dipasangi garis polisi, sejumlah warga masih terlihat mendekati area tersebut.

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Purna Sulastya Putra, mengingatkan masyarakat agar tidak mendekat dan tetap waspada karena potensi amblas susulan masih bisa terjadi.

Menurut Purna, fenomena sinkhole di wilayah dengan struktur batuan kapur atau batu gamping tergolong wajar. Batuan jenis tersebut mudah tererosi air sehingga memungkinkan terbentuknya gua dan sungai bawah tanah.

“Di daerah seperti Jorong Tepi sangat mungkin terdapat gua dan sungai bawah tanah. Sinkhole muncul karena atap atau dinding gua atau sungai bawah tanah tersebut kolaps,” kata Purna kepada JawaPos.com, Selasa (6/1).

Ia menjelaskan, sinkhole di Jorong Tepi terjadi di area persawahan. Kondisi tersebut dinilai lebih beruntung dibanding jika lubang muncul di kawasan permukiman, yang berpotensi menimbulkan dampak fatal.

Meski demikian, Purna menegaskan warga tetap harus menjauhi lokasi kejadian. Pasalnya, struktur tanah di sekitar sinkhole masih labil dan berisiko amblas kembali.

“Bisa jadi tanah di sekeliling sinkhole masih labil dan memungkinkan terjadi amblas susulan,” ujarnya.

Purna juga mengimbau masyarakat menghindari segala aktivitas di sekitar lokasi sinkhole. Hingga kini, potensi runtuhan lanjutan dari atap gua atau sungai bawah tanah di kawasan tersebut belum diketahui secara pasti.

“Bukan tidak mungkin sinkhole bisa semakin melebar atau muncul lubang baru di sekitar lokasi,” kata dia.

Selain itu, ia menegaskan agar lokasi sinkhole tidak dijadikan tontonan apalagi objek wisata, sebelum dinyatakan aman oleh ahli geologi dan pihak berwenang.

“Jangan jadikan lokasi sinkhole sebagai tempat wisata atau tontonan, kecuali sudah dinyatakan aman,” tegasnya.

Purna berharap warga mematuhi seluruh imbauan petugas dan pemerintah daerah. Mengingat fenomena sinkhole tersebut masih baru, diperlukan waktu untuk melakukan kajian secara mendalam guna mengetahui penyebab dan potensi kejadian serupa.

Ia menyarankan pemerintah segera melakukan pengamanan lokasi, dilanjutkan dengan riset dan survei geologi serta geofisika secara menyeluruh.

“Pemerintah perlu menginisiasi survei geologi dan geofisika untuk mengetahui potensi kejadian serupa di sekitar lokasi,” katanya.

Selain itu, pemerintah juga diminta melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait ciri-ciri sinkhole dan langkah mitigasi yang perlu dilakukan agar warga tidak panik. Pemetaan daerah rawan sinkhole dengan melibatkan ahli kebumian juga dinilai penting untuk menentukan kebijakan penanganan ke depan.

“Penanganannya apakah ditutup permanen, ditimbun, atau dibiarkan terbuka untuk fungsi tertentu, itu perlu kajian komprehensif,” pungkas Purna. (*)

Artikel Fenomena Sinkhole Gegerkan Sumbar, Warga Diminta Tetap Waspada pertama kali tampil pada News.

Pria Lansia Asal Batam Ditemukan Meninggal di Tanjunguban Selatan

0
Pria lansia yang ditemukan meninggal di samping rumah yang ditempatinya saat tiba di ruang pemulasaran rumah sakit di Tanjunguban, Selasa (6/1). F. Haryo untuk Batam Pos.

batampos – Seorang pria lanjut usia (lansia) ditemukan meninggal dunia di samping rumah yang ditempatinya di Jalan Bhakti Praja, Kelurahan Tanjunguban Selatan, Kecamatan Bintan Utara, Selasa (6/1) pagi.

Kanit Reskrim Polsek Bintan Utara Iptu Wisuda Meitari mengatakan, pria lansia tersebut diketahui berinisial PN (63), warga perantau asal Batam.

“Jenazah kali pertama ditemukan oleh warga setempat dan langsung dilaporkan ke polisi,” kata Wisuda.

Mendapat laporan tersebut, petugas Polsek Bintan Utara bersama tim medis mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah ke rumah sakit.

Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan warga, PN diketahui bekerja sebagai pengumpul barang bekas yang akan dibawa ke Batam dan tinggal seorang diri di rumah tersebut.

“Dia bekerja mengumpulkan barang rongsokan untuk dibawa ke Batam dan tinggal sendirian,” ujarnya.

Rumah yang ditempati PN diketahui merupakan milik seorang kenalan yang masih satu marga dengannya. Namun rumah tersebut tidak terurus dan kemudian ditempati oleh PN.

Hingga kini, jenazah PN masih berada di rumah sakit menunggu pihak keluarga untuk penanganan selanjutnya. Dari hasil pemeriksaan medis, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh lansia itu.

Selain itu, hasil pemeriksaan juga mengungkapkan bahwa PN memiliki riwayat penyakit diabetes yang telah dideritanya selama sekitar 15 tahun.

“Dugaan sementara, meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya,” pungkas Wisuda. (*)

Artikel Pria Lansia Asal Batam Ditemukan Meninggal di Tanjunguban Selatan pertama kali tampil pada Kepri.

Nataru 2025/2026, ASDP Layani 3,4 Juta Penumpang dan 850 Ribu Kendaraan di 15 Lintasan Nasional

0
ASDP layani 3,4 juta penumpang dan 850 ribu kendaraan pada periode Nataru 2025/2026. F. ASDP untuk Batam Pos.

batampos – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat keberhasilan layanan angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 dengan melayani 3,4 juta penumpang dan 850 ribu kendaraan di 15 lintasan pantauan nasional. Seluruh layanan penyeberangan berlangsung aman, lancar, dan terkendali di tengah tingginya mobilitas masyarakat.

Berdasarkan data kumulatif periode H-10 hingga H+10, total penumpang yang menyeberang mencapai 3.445.335 orang, meningkat 8 persen dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya. Sementara itu, jumlah kendaraan tercatat 850.426 unit, atau naik 6,7 persen.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam menjaga kelancaran arus berangkat dan balik Nataru.

Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor, mulai dari kementerian, TNI-Polri, pemerintah daerah, BUMN, hingga para pengguna jasa.

“ASDP memastikan layanan penyeberangan selama puncak arus Nataru berjalan lancar, aman, dan terkendali melalui pengaturan jadwal kapal, kesiapan SDM, optimalisasi fasilitas pelabuhan, serta pemantauan intensif melalui posko terpadu,” ujar Heru, Senin (5/1).

Heru juga menekankan pentingnya kepatuhan pengguna jasa dalam membeli tiket secara daring melalui Ferizy, yang dinilai berperan besar dalam menjaga keteraturan dan kelancaran layanan di pelabuhan.

Sejalan dengan capaian tersebut, Kementerian Perhubungan resmi menutup Posko Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menilai penyelenggaraan angkutan Nataru berjalan baik tanpa gangguan ekstrem yang signifikan.

“Posko Nataru mencerminkan kuatnya sinergi antarkementerian, lembaga, pemerintah daerah, BUMN, dan operator transportasi. Ini menjadi referensi penting untuk persiapan angkutan Lebaran 2026,” kata Dudy.

Dari sisi kinerja harian, pada H+10 atau 4 Januari 2026, ASDP mencatat 1.000 trip kapal beroperasi di 15 lintasan nasional dengan realisasi 204.069 penumpang, meningkat 18,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Jumlah kendaraan yang menyeberang pada hari tersebut mencapai 51.839 unit, naik 19,3 persen. Rinciannya, kendaraan roda dua sebanyak 21.478 unit atau naik 65,3 persen, roda empat 19.541 unit atau tumbuh 4,9 persen, dan bus 1.650 unit atau meningkat 5,4 persen. Sementara itu, jumlah truk tercatat 9.170 unit, turun 10,7 persen seiring pengaturan distribusi logistik selama Nataru.

Corporate Secretary ASDP Windy Andale mengatakan, peningkatan jumlah penumpang dan kendaraan menunjukkan optimalnya pengelolaan layanan penyeberangan nasional. Ke depan, ASDP akan terus memperkuat layanan di lintasan utama sebagai bagian dari kesiapan menghadapi angkutan Lebaran.

ASDP mengimbau masyarakat untuk membeli tiket lebih awal, mengisi data identitas secara benar, serta datang ke pelabuhan sesuai jadwal. Komitmen peningkatan kualitas layanan akan terus dilakukan guna menjaga konektivitas antarpulau sepanjang tahun. (*/adv)

Artikel Nataru 2025/2026, ASDP Layani 3,4 Juta Penumpang dan 850 Ribu Kendaraan di 15 Lintasan Nasional pertama kali tampil pada News.

Pengedar Narkotika di Kampung Madani Divonis 5 Tahun 2 Bulan Penjara dan Denda Rp5,6 Miliar oleh Hakim PN Batam

0
Terdakwa Pengedar Narkoba menjalani Sidang di PN Batam, Selasa (6/1/2026). F Azis Maulana/ Batam Pos

batampos – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam menjatuhkan vonis 5 tahun 2 bulan penjara terhadap Torry Farandy dalam perkara tindak pidana narkotika. Putusan tersebut dibacakan dalam sidang terbuka untuk umum yang digelar pada Selasa (6/1/2026).

Ketua Majelis Hakim, Yuanne dalam amar putusannya menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum melakukan jual beli Narkotika Golongan I bukan tanaman sebagaimana dakwaan primair Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Torry Farandy dengan pidana penjara selama lima tahun dan denda sebesar Rp5,6 miliar dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana penjara selama dua bulan,” ujar Ketua Majelis Hakim Yuanne saat membacakan putusan.

Majelis hakim juga menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan serta memerintahkan agar terdakwa tetap berada dalam tahanan.

Selain itu, majelis memutuskan barang bukti berupa satu paket narkotika jenis sabu seberat 0,94 gram, lima lembar plastik bening, satu buah kaca pyrex, dan satu buah mancis warna oranye dirampas untuk dimusnahkan. Sementara satu unit handphone Oppo A12 warna biru dirampas untuk negara.

Vonis majelis hakim ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana 5 tahun 6 bulan penjara.

Atas putusan tersebut, baik terdakwa melalui penasihat hukumnya maupun JPU menyatakan menerima.

Dalam dakwaan JPU terungkap, perkara ini bermula pada Jumat, 12 September 2025.

Sekitar pukul 14.14 WIB terdakwa ditangkap di Lapangan Bulu Tangkis samping Musholla Arrahman, Kampung Madani, Muka Kuning, Sungai Beduk.

Sebelumnya, pada pagi hari sekitar pukul 08.00 WIB terdakwa membeli satu paket sabu seharga Rp300 ribu dari seseorang berinisial IS yang kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Sabu tersebut kemudian dipecah menjadi tiga paket kecil dan dijual hingga habis.

Pada siang harinya, terdakwa kembali membeli sabu dari orang yang sama seharga Rp200 ribu.

Satu paket sabu dengan berat netto 0,94 gram disimpan terdakwa di saku belakang celana dan rencananya akan dijual kembali.

Namun, sebelum transaksi terjadi, terdakwa keburu diamankan oleh Tim Opsnal Satresnarkoba Polresta Barelang.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan barang bukti sabu tersebut. Polisi juga menemukan tangkapan layar bukti transaksi penjualan sabu senilai yang dilakukan terdakwa.

Hasil pemeriksaan urine terdakwa yang dilakukan oleh tim medis Polri menunjukkan hasil positif mengandung Methamphetamine dan Amphetamine.

Sementara hasil penimbangan barang bukti memastikan berat sabu tersebut sebesar 0,94 gram.

Atas perbuatannya, terdakwa dinyatakan melanggar Pasal 114 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan dakwaan subsidair Pasal 112 ayat (1) UU yang sama.(*)

Artikel Pengedar Narkotika di Kampung Madan Divonis Tahun Penjara dan Denda Rp5,6 Miliar oleh Hakim PN Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Hujan Semalaman, Permukiman Warga Ulu Maras Anambas Terendam Banjir

0
Petugas mengevakuasi warga Desa Ulu Maras, Kecamatan Jemaja Timur yang terjebak banji yang dipicu meluapnya sungai dan bendungan. F. Boby untuk Batam Pos.

batampos – Sejumlah permukiman warga di Desa Ulu Maras, Kecamatan Jemaja Timur, Kabupaten Kepulauan Anambas, terendam banjir pada Selasa (6/1). Genangan air mengganggu aktivitas masyarakat sejak pagi hari.

Banjir terjadi akibat meluapnya air sungai dan bendungan di sekitar desa, yang dipicu hujan berintensitas tinggi sejak Senin malam hingga Selasa pagi. Meski hujan tidak turun deras, durasi yang cukup lama membuat tanah tidak mampu menyerap air secara optimal.

Akibatnya, debit air sungai meningkat dan meluap ke area permukiman warga. Air mulai menggenangi rumah-rumah penduduk sejak sekitar pukul 07.00 WIB.

Seorang warga, Boby, mengatakan hujan turun tanpa henti sejak malam hari. Kondisi tersebut menyebabkan air perlahan naik hingga masuk ke dalam rumah warga.

“Hujan dari malam tidak berhenti. Walaupun tidak deras, tapi intensitasnya tinggi sehingga air sungai meluap,” ujar Boby.

Menurut Boby, ketinggian air sempat mencapai setinggi lutut orang dewasa. Beruntung, kenaikan air terjadi secara bertahap sehingga warga masih sempat menyelamatkan barang-barang penting.

“Kami masih sempat berkemas, mengamankan dokumen dan peralatan elektronik. Pagi tadi air sudah masuk ke dalam rumah,” jelasnya.

Hingga pukul 14.00 WIB, genangan air masih terlihat di sejumlah titik dan belum sepenuhnya surut. Warga tetap waspada mengantisipasi kemungkinan banjir susulan jika hujan kembali turun.

Di tengah kondisi tersebut, warga tampak bergotong royong membantu satu sama lain, mulai dari memindahkan barang, membersihkan lingkungan, hingga memastikan kondisi sekitar tetap aman.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kepulauan Anambas, Rovaniyadi, mengatakan pihaknya terus memantau situasi banjir di Desa Ulu Maras dan wilayah sekitarnya.

“Kami telah menyiagakan personel BPBD untuk membantu warga terdampak serta melakukan evakuasi jika diperlukan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” kata Rovaniyadi.

BPBD juga berkoordinasi dengan pemerintah desa dan aparat setempat untuk memastikan penanganan berjalan cepat serta mengantisipasi potensi banjir lanjutan akibat cuaca. (*)

Artikel Hujan Semalaman, Permukiman Warga Ulu Maras Anambas Terendam Banjir pertama kali tampil pada Kepri.

KFC dan Pizza Hut Satukan Bisnis di India, Tantang Dominasi Fast Food Global

0
KFC dan Pizza Hut di India merger dan buka ribuan gerai baru. F. x.com/siyahsancakx

batampos – Dua operator waralaba restoran cepat saji KFC dan Pizza Hut di India menyepakati merger besar senilai US$ 934 juta. Penggabungan ini bertujuan mengonsolidasikan operasi kedua merek dan membentuk salah satu perusahaan quick service restaurant (QSR) terbesar di India.

Kesepakatan merger tersebut telah mendapat persetujuan dari dewan direksi masing-masing perusahaan dan ditargetkan rampung dalam waktu 12 hingga 15 bulan ke depan. Proses ini masih menunggu persetujuan dari regulator, bursa saham, otoritas persaingan usaha, pemegang saham, serta kreditor.

Dalam skema transaksi, Devyani International akan menerbitkan 177 saham baru untuk setiap 100 saham Sapphire Foods yang dimiliki pemegang saham, melalui mekanisme share swap.

Setelah merger rampung, entitas gabungan ini akan menjadi operator tunggal restoran KFC dan Pizza Hut di India serta sejumlah wilayah internasional. Perusahaan hasil penggabungan tersebut diperkirakan akan mengelola lebih dari 3.000 gerai di dalam dan luar India.

Penggabungan ini diharapkan mampu menghadirkan skala ekonomi yang lebih besar, meningkatkan efisiensi biaya operasional, serta membuka ruang ekspansi yang lebih agresif.

Langkah ini juga menjadi respons strategis terhadap meningkatnya tekanan operasional, ketatnya persaingan, serta perlambatan pertumbuhan penjualan di sektor restoran cepat saji.

Pasar QSR di India saat ini menghadapi persaingan kuat dari pemain besar seperti Domino’s Pizza dan McDonald’s. Selain itu, perubahan perilaku konsumen yang lebih berhati-hati dalam belanja non-esensial turut mendorong konsolidasi sebagai strategi bertahan dan tumbuh.

Merger ini juga telah mendapatkan restu dari Yum! Brands, pemilik global merek KFC dan Pizza Hut. Perusahaan tersebut menilai konsolidasi ini dapat menyederhanakan struktur operasional dan mempercepat pertumbuhan bisnis di India, yang merupakan salah satu pasar terbesar dan paling potensial di dunia. (*)

Artikel KFC dan Pizza Hut Satukan Bisnis di India, Tantang Dominasi Fast Food Global pertama kali tampil pada News.

Sering Minum Matcha? Ini Perbedaan Ceremonial Matcha dan Matcha Biasa

0
Ilustrasi Matcha. F. Freepik.

batampos – Matcha, bubuk teh hijau khas Jepang, kian populer dan digemari di berbagai belahan dunia. Minuman ini hadir dalam beragam kelas kualitas dan kegunaan, yang kerap membuat konsumen bingung saat memilih.

Dua istilah yang paling sering ditemui di pasaran adalah ceremonial matcha dan matcha biasa. Meski sama-sama berasal dari tanaman Camellia sinensis, keduanya memiliki perbedaan mendasar dari sisi proses pembuatan, rasa, hingga peruntukannya.

Mengutip The Chasen, berikut lima perbedaan utama antara ceremonial matcha dan matcha biasa:

1. Asal Daun Teh dan Proses Panen

Ceremonial matcha dibuat dari daun teh pilihan yang dipetik pada panen pertama. Sebelum dipanen, tanaman ditanam di bawah naungan selama beberapa minggu untuk meningkatkan kadar klorofil dan L-theanine, sehingga menghasilkan warna cerah dan rasa lembut.

Sementara matcha biasa umumnya menggunakan daun dari panen kedua atau ketiga yang lebih tua. Warna daun cenderung lebih gelap dengan karakter rasa yang lebih kuat.

2. Rasa dan Tekstur

Ceremonial matcha memiliki rasa halus, manis alami, kaya umami, dengan pahit yang sangat minimal. Sebaliknya, matcha biasa memiliki rasa pahit yang lebih dominan sehingga cocok dicampurkan ke dalam berbagai olahan.

3. Warna dan Kualitas Visual

Dari segi visual, ceremonial matcha berwarna hijau cerah dan segar. Matcha biasa cenderung berwarna hijau tua hingga kehijauan kusam.

4. Peruntukan Penggunaan

Ceremonial matcha biasanya dikonsumsi tanpa campuran, diseduh sebagai teh tradisional, dan digunakan pada momen khusus. Matcha biasa lebih cocok untuk bahan campuran seperti latte, smoothie, kue, pancake, dan berbagai olahan makanan.

5. Harga dan Ketersediaan

Ceremonial matcha memiliki harga lebih tinggi karena kualitas daun dan proses produksinya. Sementara matcha biasa lebih terjangkau dan banyak dipilih oleh konsumen yang ingin bereksperimen dalam kreasi minuman dan makanan.

Label ceremonial dan matcha biasa umumnya digunakan di pasar internasional sebagai panduan kualitas bagi konsumen. Namun, para ahli menilai faktor terpenting dalam memilih matcha tetap terletak pada warna, aroma, rasa, serta asal daun teh yang digunakan. (*)

Artikel Sering Minum Matcha? Ini Perbedaan Ceremonial Matcha dan Matcha Biasa pertama kali tampil pada Lifestyle.

Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Anak Disabilitas Divonis Penjara 8 Tahun

0
Pelaku kekerasan seksual terhadap anak disabilitas menjalani sidang. f Azis Maulana/ Batam Pos

batampos – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam menjatuhkan vonis pidana penjara selama 8 tahun kepada terdakwa Daud Yakub. dalam perkara kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur yang merupakan penyandang disabilitas. Putusan dibacakan dalam sidang yang digelar Selasa (6/1).

Ketua Majelis Hakim Monalisa menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 6 huruf c juncto Pasal 15 ayat (1) Undang-Undang tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

“Selain pidana badan, majelis juga menjatuhkan denda Rp100 juta dengan ketentuan subsider 2 bulan kurungan apabila denda tidak dibayar,” ujarnya di ruang sidang.

Dalam pertimbangan putusan, majelis menilai perbuatan terdakwa memenuhi seluruh unsur pidana karena dilakukan dengan  memanfaatkan kerentanan korban sehingga merusak kehormatan dan masa depan korban.

Adapun hal yang meringankan majelis mempertimbangkan usia terdakwa yang telah lanjut, sehingga pidana dijatuhkan lebih rendah dari tuntutan yakni 8 tahun penjara.

Atas putusan tersebut,  Jaksa Penuntut Umum (JPU) maupun penasihat hukum terdakwa menyatakan pikir-pikir.

Dalam dakwaan JPU, Daud Yakub diduga melakukan serangkaian tindakan kekerasan seksual terhadap korban SS seorang perempuan penyandang disabilitas, sejak November 2023 hingga 30 Maret 2025 di sejumlah lokasi di kawasan Patam Lestari, Sekupang.

Perbuatan bermula saat terdakwa menawarkan tumpangan kepada korban yang sedang berjalan kaki pada November 2023. Sejak itu, terdakwa kerap mengantar korban, memberi uang jajan, dan membangun kedekatan sebelum akhirnya melakukan kekerasan seksual.

Aksi pertama terjadi di sebuah pondok kawasan Bukit Harimau saat korban dan terdakwa berteduh dari hujan lebat.

Dalam situasi tersebut, terdakwa memaksa korban melakukan hubungan seksual. Setelahnya, perbuatan serupa kembali dilakukan berulang kali dengan peristiwa terakhir pada 30 Maret 2025 di sebuah kos-kosan kawasan Kavling Patam Lestari

Kasus ini terungkap pada Rabu, 20 Agustus 2025 ketika terdakwa melintas di depan rumah korban dan dipanggil oleh ibu korban.

Kepada orang tua korban, terdakwa mengakui perbuatannya dan menyatakan kesediaan menikahi korban serta mencarikan tempat tinggal. Pengakuan tersebut didengar oleh kakak korban, yang kemudian membawa terdakwa ke Polsek Sekupang untuk diproses hukum.

JPU juga membacakan visum et repertum dari RSUD Embung Fatimah Nomor VER/30/IKFM/VIII/RSUD-EF/2025** tertanggal 22 Agustus 2025
yang menyimpulkan adanya robekan lama pada selaput dara korban di beberapa arah jarum jam.

Perbuatan terdakwa didakwa melanggar Pasal 6 huruf c jo Pasal 15 ayat (1) huruf h Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 yang mengatur kekerasan seksual dengan cara menyalahgunakan kedudukan serta memanfaatkan kerentanan, ketidaksetaraan, atau ketergantungan korban, khususnya terhadap penyandang disabilitas. (*)

Artikel Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Anak Disabilitas Divonis Penjara 8 Tahun pertama kali tampil pada Metropolis.

Dugaan Tumpahan Minyak Cemari Pantai Teluk Sasah, Tim PLP Cek Lokasi

0
Tim Rescue Pangkalan PLP Tanjunguban mengecek lokasi temuan minyak yang mencemari pesisir pantai di Kampung Tanjungtalok, Desa Teluk Sasah, Selasa (6/1). F. Pangkalan PLP Tanjunguban untuk Batam Pos.

batampos – Petugas Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Tanjunguban melakukan pengecekan ke lokasi yang diduga tercemar tumpahan minyak di pesisir Pantai Kampung Tanjungtalok, Desa Teluk Sasah, Selasa (6/1/2026).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pangkalan PLP Tanjunguban, Alfaizul, mengatakan pihaknya menurunkan tim rescue untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait dugaan pencemaran minyak di wilayah RT 001 RW 002 Kampung Tanjungtalok.

“Tim rescue kami turunkan ke lokasi untuk mengecek langsung laporan masyarakat terkait dugaan tumpahan minyak di pesisir pantai,” ujar Alfaizul.

Tim rescue Pangkalan PLP Tanjunguban tiba di lokasi sekitar pukul 10.15 WIB dan langsung melakukan pengamatan serta mengumpulkan keterangan dari warga setempat.

Berdasarkan keterangan Ketua RT setempat, Bahir, minyak mulai terlihat mencemari pesisir pantai sejak Jumat (2/1) sekitar pukul 07.00 WIB. Pencemaran tersebut disertai bau menyengat dan berlangsung hingga Minggu (4/1).

“Kami sudah mengambil keterangan warga. Menurut mereka, bau minyak cukup menyengat,” kata Alfaizul.

Hasil pengamatan tim di lapangan menunjukkan bahwa pencemaran masih terlihat di sejumlah titik pesisir, meski intensitas bau dan sebaran minyak mulai berkurang.

“Masih ada dampak pencemaran, tapi intensitasnya sudah menurun,” tambahnya.

Alfaizul menyebutkan pihaknya masih menelusuri sumber dugaan tumpahan minyak tersebut serta menyiapkan langkah lanjutan untuk mengantisipasi dampak lingkungan yang ditimbulkan.

Ia juga mengimbau masyarakat pesisir agar segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan kejadian serupa, guna mencegah pencemaran meluas dan merusak ekosistem laut. (*)

Artikel Dugaan Tumpahan Minyak Cemari Pantai Teluk Sasah, Tim PLP Cek Lokasi pertama kali tampil pada Kepri.

Archipelago Angkat Fenomena Kuliner Korea Lewat “60 Seconds to Seoul”

0
Hidangan 60 Seconds to Seoul. F. Archipelago untuk Batam Pos.

batampos – Mencoba berbagai sajian makanan dari berbagai penjuru dunia adalah impian bagi sebagian besar orang, khususnya untuk pecinta kuliner. Mulai dari makanan khas barat, hingga asia seperti Thailand, Cina atau pun Korea yang hingga saat ini masih menjadi trend di Indonesia.

Melihat besarnya antusiasme tersebut, Archipelago, grup manajemen perhotelan terbesar di Asia Tenggara, menghadirkan “60 Seconds to Seoul”, sebuah konsep pop-up kuliner yang membawa cita rasa street food Seoul ke jaringan hotelnya di Indonesia yang merupakan bagian dari rangkaian Archipelago Global Flavours Series.

Indonesia tercatat sebagai negara dengan tingkat ketertarikan tertinggi terhadap budaya Korea secara global. Berdasarkan Survei Hallyu Luar Negeri 2024 yang dirilis oleh Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata Korea Selatan (MCST) bersama Korea Foundation for International Culture Exchange (KOFICE), sebanyak 86,3% responden di Indonesia menunjukkan minat yang kuat terhadap budaya Korea, mencakup kuliner, gaya hidup, dan tren urban.

60 Seconds to Seoul ini menawarkan pengalaman menikmati hidangan khas Korea yang autentik, mudah dinikmati mulai dari Januari hingga Juni.

Melalui program ini, Archipelago menghadirkan perjalanan rasa yang terinspirasi dari kuliner jalanan Seoul di seluruh jaringan hotel Archipelago di Indonesia.

“Lewat program 60 Seconds to Seoul, kami ingin menghadirkan pengalaman kuliner yang fun, autentik, dan relevan dengan tren yang digemari masyarakat saat ini. Harper Premier Nagoya Batam menyambut inisiatif ini sebagai bentuk komitmen kami dalam menghadirkan variasi kuliner global yang dapat dinikmati tidak hanya oleh tamu hotel, tetapi juga oleh masyarakat Batam. Konsep street food Korea ini kami harapkan dapat menjadi pilihan bersantap yang menarik, praktis, dan berkesan.” ujar Yanuwar Dedy Setyawan Cluster General Manager.

Mulai dari Rp38 ribu, para tamu dapat menikmati beragam menu street food Korea yang populer dan penuh karakter, seperti Tteokbokki, Korean Cheese Burger, Gangnam Hot Chicken, Soko Fish Taco, dan Kimchi Fried Rice, serta pilihan hidangan gurih lainnya yang terinspirasi dari suasana jalanan Seoul.

Pengalaman bersantap ini dilengkapi dengan dua pilihan dessert khas, seperti Jeju Matcha Puff dan Baesuk Pear, serta empat minuman segar, yaitu Sparkling Yuzu Honey, Shiye Fizz, Maesil Mojito, dan Omija Cooler, untuk menyempurnakan setiap sajian.

Seluruh menu “60 Seconds to Seoul” tersedia untuk poolside, dan room service, hingga layanan pesan antar melalui GoFood dan GrabFood, sehingga dapat dinikmati dengan mudah oleh tamu hotel maupun masyarakat umum.

Melalui program ini, Archipelago terus menghadirkan pengalaman F&B yang kreatif dan berkesan, sekaligus membawa semangat street food Seoul lebih dekat ke Indonesia, tanpa harus meninggalkan tanah air.

Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi www.archipelagohotels.com, ikuti juga @archipelagointernational di Instagram. (*/adv)

Artikel Archipelago Angkat Fenomena Kuliner Korea Lewat “60 Seconds to Seoul” pertama kali tampil pada Metropolis.