Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 433

Sidang Sabu 1,9 Ton: Ibu Terdakwa Fandi Ungkap Anak Izin Kerja di Kapal Kargo Asing

0
Sidang lanjutan kasus penyelundupan sabu hampir dua ton dengan enam terdakwa di Pengadilan Negeri Batam, Senin (5/1).
Nirwana, ibu terdakwa Fandi Ramadhan menjadi saksi meringankan anaknya dalam sidang lanjutan perkara penyelundupan narkotika jenis sabu seberat hampir dua ton di Pengadilan Negeri Batam, Senin (5/1). F. Azis Maulana/Batam Pos

batampos – Pengadilan Negeri Batam kembali menggelar sidang lanjutan perkara penyelundupan narkotika jenis sabu seberat hampir dua ton (1.995.130 gram) dengan enam terdakwa, Senin (5/1). Dua dari enam terdakwa diketahui merupakan warga negara Thailand.

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Tiwik dengan agenda pemeriksaan saksi yang meringankan (a de charge) bagi terdakwa Fandi Ramadhan. Penasihat hukum menghadirkan ibu kandung Fandi, Nirwana, untuk memberikan keterangan di hadapan majelis hakim.

Dalam kesaksiannya, Nirwana menyebut Fandi sebagai anak yang penurut dan terbuka kepada keluarga. Ia mengaku pernah memberikan izin ketika Fandi menyampaikan telah mendapatkan pekerjaan sebagai anak buah kapal (ABK) di kapal kargo asing berbendera Thailand.

Baca Juga: Walikota Batam Amsakar Achmad Minta ASN Jangan Perbanyak Acara Seremonial Tetapi Bekerja Serius Untuk Masyarakat

“Saya sempat menanyakan soal kontrak kerja. Fandi bilang masa kerja enam bulan, tapi soal gaji tidak disebutkan. Sebagai orang tua, saya izinkan karena sebelumnya dia juga bekerja di kapal antarpulau di Pekanbaru dengan sistem kontrak dan gaji sekitar Rp5 juta per bulan,” ujar Nirwana.

Nirwana menambahkan, selama bekerja di kapal Thailand tersebut, Fandi belum sempat menerima gaji. Keluarga baru mengetahui penangkapan Fandi setelah ia menginap di sebuah hotel usai Lebaran Idulfitri 2025.

Menurut ingatannya, Fandi berangkat sekitar Mei 2025 setelah memperoleh informasi pekerjaan dari seorang agen perkapalan.

Perkara ini menjerat enam terdakwa, yakni dua warga negara Thailand, Weerapat Phongwan dan Teerapong Lekpradube, serta empat warga negara Indonesia, Fandi Ramadhan, Leo Candra Samosir, Richard Halomoan, dan Hasiholan Samosir.

Pada sidang sebelumnya, Weerapat dan Teerapong memberikan kesaksian dengan bantuan penerjemah. Keduanya mengaku hanya menjalankan perintah dari seorang pria bernama Jacky Tan yang disebut sebagai pengendali utama jaringan.

Baca Juga: Camat Batam Kota Tegaskan Belum Ada Keputusan Pembangunan Kantor Lurah Baru di Sukajadi

“Awalnya kapal membawa muatan minyak. Lalu ada perintah membawa barang lain, tapi saya tidak tahu bentuknya,” ujar Weerapat di hadapan majelis hakim.

Ia menjelaskan seluruh instruksi, mulai dari keberangkatan dari Thailand hingga rute pelayaran, diberikan oleh Jacky Tan. Para terdakwa asal Indonesia disebut berangkat ke Thailand atas arahan tersebut, dijemput setibanya di sana, diinapkan di hotel, serta difasilitasi seluruh kebutuhan tanpa melalui proses administrasi resmi.

Kapal yang mereka tumpangi sempat diarahkan menuju Filipina melalui perairan Aceh. Namun, karena kondisi cuaca dan laut tidak memungkinkan, rute dialihkan melalui Selat Malaka menuju perairan Malaysia.

“Saya melihat ada kapal yang merapat, tapi tidak tahu kapal apa. Setelah itu datang kapal patroli. Saya melihat kapal TNI AL, kemudian petugas Bea Cukai naik dan kami diamankan. Baru diketahui itu sabu setelah pemeriksaan di Dermaga Tanjunguncang,” ungkap Weerapat.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) memaparkan kronologi panjang penyelundupan yang diduga dikendalikan dari Thailand. Pada April 2025, Hasiholan Samosir menawarkan pekerjaan kepada Fandi Ramadhan sebagai ABK kapal tanker.

Pada 1 Mei 2025, Fandi bersama Hasiholan, Leo, dan Richard berangkat ke Thailand dan bertemu dua WN Thailand tersebut. Para terdakwa kemudian menginap sekitar 10 hari di Sakura Budget Hotel sambil menunggu instruksi lanjutan dari Jacky Tan.

Selanjutnya, mereka diantar menggunakan speedboat menuju kapal Sea Dragon dan berlayar ke titik koordinat pengambilan barang.

Pada dini hari 18 Mei 2025, kapal menerima 67 kardus berbungkus plastik putih dari kapal ikan berbendera Thailand. Transaksi tersebut menggunakan kode khusus berupa uang Myanmar yang dilaminasi. Seluruh kardus disembunyikan di bagian haluan kapal dan tangki bahan bakar. Para terdakwa juga menurunkan bendera Thailand untuk menghindari identifikasi.

Baca Juga: RSBP Batam Jadi Rumah Sakit Pertama di Kepri Kantongi Sertifikat Halal

Pada 21 Mei 2025 pukul 00.05 WIB, kapal Sea Dragon dicegat tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai di perairan Karimun, lalu dikawal ke Dermaga Bea Cukai Tanjunguncang, Batam.

Hasil pemeriksaan menemukan seluruh kardus berisi teh China yang setelah diuji laboratorium terbukti mengandung narkotika jenis metamfetamina dengan total berat mencapai 1.995.130 gram atau hampir dua ton.

JPU menegaskan keenam terdakwa diduga kuat melakukan permufakatan jahat untuk menawarkan, menjual, membeli, menjadi perantara, serta menerima narkotika golongan I melebihi lima gram tanpa hak.

Atas perbuatannya, para terdakwa dijerat Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup. (*)

Artikel Sidang Sabu 1,9 Ton: Ibu Terdakwa Fandi Ungkap Anak Izin Kerja di Kapal Kargo Asing pertama kali tampil pada Metropolis.

Bupati Anambas Serahkan DPA 2026 ke Seluruh OPD, APBD Capai Rp840 Miliar

0
Bupati Anambas, Aneng menyerahkan DPA ke Kepala Sekretariat Pemkab Anambas, Sahtiar. F. Adies untuk Batam Pos.

batampos – Bupati Kepulauan Anambas, Aneng, secara resmi menyerahkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun Anggaran 2026 kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas, Senin (5/1).

Penyerahan DPA tersebut menjadi penanda dimulainya pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan daerah Kepulauan Anambas pada tahun 2026.

Kegiatan berlangsung di lingkungan kantor Pemkab Anambas dan dihadiri kepala OPD, pejabat struktural, serta unsur pengawasan internal pemerintah daerah.

Usai penyerahan DPA, Bupati Aneng mengungkapkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kepulauan Anambas Tahun Anggaran 2026 ditetapkan sebesar Rp840 miliar. Anggaran tersebut dialokasikan untuk membiayai berbagai program pembangunan dan pelayanan publik.

Menurut Aneng, besarnya APBD merupakan amanah dari masyarakat yang harus dikelola secara bertanggung jawab. Setiap rupiah anggaran harus digunakan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

“Anggaran ini bukan milik pemerintah, melainkan milik rakyat. Karena itu, saya minta seluruh OPD memastikan setiap program benar-benar menyentuh kepentingan masyarakat dan mendorong kemajuan Anambas,” tegas Aneng.

Ia mengingatkan seluruh OPD agar melaksanakan kegiatan sesuai dengan DPA yang telah disusun dan tidak menyimpang dari perencanaan yang ditetapkan.

Selain itu, pelaksanaan program diminta dilakukan secara transparan dan dapat dipertanggungjawabkan, baik secara administrasi maupun hasil di lapangan.

Bupati Aneng menilai pengelolaan anggaran yang baik akan sangat menentukan keberhasilan pembangunan daerah, khususnya pada sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan, serta peningkatan kualitas pelayanan publik.

Dengan APBD sebesar Rp840 miliar tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas berharap mampu mempercepat pembangunan daerah sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat di seluruh wilayah.

Aneng juga mengajak seluruh OPD untuk bekerja secara profesional dan berorientasi pada hasil. Menurutnya, keberhasilan pemerintah daerah tidak diukur dari besarnya serapan anggaran, melainkan dari dampak dan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Fokus kita bukan sekadar menghabiskan anggaran, tetapi memastikan anggaran itu benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)

Artikel Bupati Anambas Serahkan DPA 2026 ke Seluruh OPD, APBD Capai Rp840 Miliar pertama kali tampil pada Kepri.

Janji Lulus Seleksi Polri, Warga Lingga Diduga Ditipu Rp60 Juta oleh Oknum Ketua Ormas

0
Kapolres Lingga AKBP Pahala Martua Nababan. F. Vatawari/Batam Pos.

batampos – Polres Lingga menerima laporan dugaan penipuan dan penggelapan uang senilai Rp60 juta dengan modus menjanjikan kelulusan seleksi penerimaan anggota Polri.

Terlapor dalam kasus ini merupakan seorang oknum ketua organisasi kemasyarakatan (ormas) berinisial Z yang saat ini masih dalam tahap penyelidikan kepolisian.

Korban diketahui bernama Maharani alias Noni binti Ibrahim, warga Kelurahan Daik, Kecamatan Lingga. Dugaan penipuan tersebut terjadi dalam rentang waktu Januari hingga Juni 2025.

Berdasarkan laporan yang diterima polisi, peristiwa bermula pada Selasa, 2 Januari 2025 sekitar pukul 07.59 WIB. Saat itu, terlapor Z menghubungi korban melalui aplikasi WhatsApp dan mengaku dapat membantu meloloskan anak korban, Muhammad Rivarthe, dalam seleksi penerimaan anggota Polri.

Dalam percakapan tersebut, terlapor meminta agar anak korban dibawa olehnya untuk mengikuti proses seleksi. Z juga mengklaim memiliki kedekatan dengan pihak kepolisian sehingga korban mempercayai pernyataan tersebut.

Selanjutnya, terlapor meminta korban mentransfer uang sebesar Rp10 juta sebagai tahap awal. Uang tersebut dikirim ke rekening atas nama terlapor. Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada 4 Juni 2025, Z kembali meminta tambahan dana sebesar Rp50 juta dengan alasan sebagai pegangan.

Korban sempat mempertanyakan peruntukan uang tersebut, namun terlapor tidak memberikan penjelasan rinci. Karena yakin anaknya akan dinyatakan lulus seleksi, korban kembali mentransfer uang sesuai permintaan terlapor.

Namun pada hari yang sama, korban justru menerima informasi bahwa anaknya dinyatakan tidak lulus seleksi penerimaan anggota Polri. Korban kemudian meminta klarifikasi kepada terlapor melalui pesan WhatsApp.

Dalam balasannya, terlapor menyampaikan bahwa hasil seleksi tidak dapat diubah karena nilai anak korban tidak memenuhi syarat kelulusan. Korban pun meminta pengembalian dana sebesar Rp60 juta yang telah ditransfer.

Terlapor sempat berjanji akan menghubungi korban untuk proses pengembalian uang. Namun hingga Kamis, 22 Mei 2025, terlapor tidak kunjung memberikan kabar dan tidak lagi merespons pesan korban.

Merasa dirugikan, korban akhirnya melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Lingga dengan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Kapolres Lingga AKBP Pahala Martua Nababan membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengatakan saat ini penyidik masih melakukan penyelidikan awal terhadap terlapor.

“Benar, laporan sudah kami terima dan saat ini masih dalam tahap penyelidikan,” ujar AKBP Pahala Martua Nababan, Senin (5/1).

Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap pihak mana pun yang menjanjikan kelulusan seleksi penerimaan anggota Polri dengan imbalan uang. Menurutnya, seluruh tahapan seleksi dilakukan secara transparan dan tanpa pungutan biaya.

“Kasus ini juga menjadi peringatan bagi masyarakat. Proses penerimaan Polri gratis dan tidak dipungut biaya. Jangan mudah percaya dengan iming-iming kelulusan,” tegasnya.(*)

Artikel Janji Lulus Seleksi Polri, Warga Lingga Diduga Ditipu Rp60 Juta oleh Oknum Ketua Ormas pertama kali tampil pada Kepri.

Walikota Batam Amsakar Achmad Minta ASN Jangan Perbanyak Acara Seremonial Tetapi Bekerja Serius Untuk Masyarakat

0
Wali Kota Batam Amsakar Achmad. f. arjuna

batampos – Wali Kota Batam sekaligus Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, memberi peringatan tegas kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Batam. Memasuki 2026, ia menegaskan tidak ada lagi ruang bagi pola kerja seremonial tanpa hasil.

Pesan itu disampaikan Amsakar usai memimpin apel bersama ribuan ASN Pemko Batam di Alun-alun Engku Putri, Batam Center, Senin (5/1) pagi.

“Pendekatan OPD kepada pimpinan harus berbasis unjuk kerja, bukan unjuk muka. Sebentar-sebentar nongol, tapi tidak ada yang dikerjakan. Model begitu tidak laku bagi kita,” tegas Amsakar kepada Batam Pos usai apel itu

Menurutnya, capaian positif Batam sepanjang 2025 mulai dari tingginya realisasi investasi domestik dan asing hingga apresiasi Kementerian Dalam Negeri atas keberhasilan menekan angka kemiskinan tidak boleh menjadi alasan untuk berpuas diri.

Ia menilai, capaian tersebut justru harus menjadi pemantik agar seluruh OPD bekerja lebih keras, lebih terukur, dan lebih bertanggung jawab di tahun 2026.

“Semua itu hanya motivasi. Bukan untuk berbangga diri, tapi untuk mempersembahkan kerja yang jauh lebih baik di 2026,” ujarnya.

Amsakar meminta 2026 dijadikan momentum pembenahan menyeluruh. Kesalahan yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya, kata dia, harus dijadikan bahan evaluasi, bukan diulang kembali.

“Kalau kemarin banyak hal yang salah, betulkan di 2026. Kalau kemarin banyak persepsi negatit yang terbangun ya harus berikhtiar melakukan kegiatan yang positif di 2026 ini,” katanya.

Dalam arahannya, Amsakar juga menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga dan menolak keras praktik ego sektoral di tubuh birokrasi. “Tidak boleh ada ego sektoral. Semua OPD harus bergerak bersama,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar seluruh OPD segera menggesa perencanaan program 2026 sejak awal tahun. Mulai dari penunjukan pejabat teknis, kesiapan administrasi, hingga pengelolaan anggaran harus dipastikan matang agar tidak ada kegiatan yang tersendat atau mangkrak di tengah jalan.

Terkait persoalan kebersihan, Amsakar memastikan tim task force persampahan yang telah dibentuk akan tetap bekerja hingga Mei 2026 guna memastikan pengelolaan sampah berjalan optimal dan berkelanjutan.

Menutup arahannya, Amsakar kembali menegaskan pentingnya disiplin, integritas, moral, dan etika bagi seluruh ASN Pemko Batam.

“Jaga integritas, jaga moral, jaga etik. Yang kami inginkan bukan sekadar laporan, tapi persembahan kerja terbaik dari masing-masing OPD untuk Kota Batam,” kata dia.(*)

Artikel Walikota Batam Amsakar Achmad Minta ASN Jangan Perbanyak Acara Seremonial Tetapi Bekerja Serius Untuk Masyarakat pertama kali tampil pada Metropolis.

Koperasi Merah Putih Desa Busung Suplai Bahan UMKM di Gurun Pasir Telaga Biru

0
Produk UMKM dipasarkan di Gerai Koperasi Merah Putih Desa Busung di objek wisata Gurun Pasir Telaga Biru, Desa Busung, Seri Kuala Lobam, Senin (5/1). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Gerai Koperasi Merah Putih Desa Busung resmi beroperasi di kawasan objek wisata Gurun Pasir Telaga Biru, Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, sejak awal tahun 2026. Gerai ini difungsikan sebagai pemasok bahan kebutuhan pokok bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang beraktivitas di kawasan wisata tersebut.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Bintan, Asy Syukri, mengatakan kehadiran gerai koperasi ini bertujuan mempermudah akses bahan baku bagi 18 pelaku UMKM di Gurun Pasir Telaga Biru.

“Gerai Koperasi Merah Putih Desa Busung menyuplai kebutuhan seperti beras, telur, mi instan, cabai, dan bahan pokok lainnya untuk UMKM yang berjualan di kawasan wisata,” ujar Syukri.

Ia menjelaskan, sebelum adanya gerai koperasi, pelaku UMKM harus keluar dari kawasan wisata untuk membeli bahan kebutuhan saat stok menipis. Kondisi tersebut dinilai kurang efisien, baik dari segi waktu maupun biaya.

“Kalau sebelumnya barang habis, mereka harus mencari ke luar lokasi. Sekarang cukup belanja di gerai koperasi,” katanya.

Syukri menambahkan, koperasi memberikan sejumlah kemudahan bagi pelaku UMKM, di antaranya sistem pembayaran yang fleksibel. Pengambilan barang dapat dilakukan pagi atau siang hari, sementara pembayaran bisa dilakukan pada sore hari.

Selain itu, harga barang yang dijual di gerai koperasi disebut lebih rendah atau minimal setara dengan harga pasar. Seluruh pelaku UMKM di kawasan wisata tersebut juga tercatat sebagai anggota Koperasi Merah Putih Desa Busung.

“Para pelaku UMKM di sana merupakan anggota koperasi, sehingga mereka ikut merasakan manfaat langsung,” tambahnya.

Untuk menjaga ketersediaan stok dan kestabilan harga, koperasi bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Kepulauan Riau serta sejumlah distributor, termasuk asosiasi unggas.

“Koperasi menjalin kerja sama dengan distributor sehingga harga bisa lebih murah, selisihnya sekitar Rp500 hingga Rp1.000 dibanding harga pasar,” jelas Syukri.

Ia berharap keberadaan Gerai Koperasi Merah Putih Desa Busung dapat menjadi contoh bagi koperasi serupa di daerah lain, khususnya dalam membangun kolaborasi yang saling menguntungkan antara koperasi dan UMKM.

“Koperasi adalah milik masyarakat melalui anggotanya. Jika koperasi mampu memberikan dukungan ke UMKM, maka perekonomian masyarakat akan lebih stabil,” ujarnya.

Dengan kolaborasi tersebut, DKUPP Bintan juga terbantu dalam upaya pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat. Syukri berharap langkah ini dapat menjaga stabilitas harga sekaligus menekan laju inflasi di Kabupaten Bintan. (*)

Artikel Koperasi Merah Putih Desa Busung Suplai Bahan UMKM di Gurun Pasir Telaga Biru pertama kali tampil pada Kepri.

Wajib Tahu! Ini Makanan dan Buah yang Baik Dikonsumsi Saat Menstruasi

0
Ilustrasi. F. Freepik.

batampos – Selama masa menstruasi, banyak perempuan mengalami berbagai keluhan seperti nyeri perut, kram, kembung, tubuh lemas, hingga penurunan energi. Kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh perubahan hormon serta berkurangnya zat besi akibat perdarahan.

Untuk membantu mengurangi ketidaknyamanan, pemilihan makanan dan buah yang tepat sangat dianjurkan. Asupan bernutrisi dapat membantu menjaga stamina, mengurangi peradangan, serta menstabilkan suasana tubuh selama datang bulan, dikutip dari Times of India dan Healthline.

Berikut sejumlah makanan dan buah yang dinilai baik dikonsumsi saat menstruasi:

Semangka

Semangka membantu menjaga hidrasi tubuh karena kandungan airnya yang tinggi. Buah ini juga mengandung vitamin A dan C yang bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Pisang

Pisang kaya akan kalium, magnesium, dan vitamin B6. Kandungan tersebut membantu merilekskan otot, termasuk otot rahim, serta menjaga energi dan kestabilan gula darah selama haid.

Jeruk

Jeruk mengandung vitamin C yang berperan penting dalam membantu penyerapan zat besi. Selain itu, jeruk juga memberikan energi alami yang dibutuhkan tubuh saat menstruasi.

Stroberi

Stroberi kaya antioksidan dan serat yang dapat membantu mengurangi peradangan serta mendukung kesehatan pencernaan.

Apel

Apel mengandung serat, air, dan berbagai mineral penting yang membantu memenuhi kebutuhan nutrisi tambahan selama menstruasi.

Sayuran Hijau

Sayuran seperti bayam dan kale merupakan sumber zat besi dan magnesium. Konsumsi sayuran hijau dapat membantu mencegah anemia dan mengurangi rasa lelah.

Sumber Protein Sehat

Ikan salmon yang kaya omega-3 memiliki efek antiinflamasi dan dapat membantu meredakan kram serta nyeri menstruasi.

Selain menjaga asupan makanan bergizi, perempuan juga disarankan untuk tetap mencukupi kebutuhan cairan dengan minum air putih secara cukup. Hal ini penting untuk mencegah sakit kepala, kembung, dan menjaga keseimbangan tubuh selama periode menstruasi.(*)

Artikel Wajib Tahu! Ini Makanan dan Buah yang Baik Dikonsumsi Saat Menstruasi pertama kali tampil pada Lifestyle.

Kejuaraan Catur Bawah Air di Belanda, Gabungkan Strategi dan Ketahanan Napas

0
World Diving Chess Championship 2025 di Belanda. F. Facebook/Reuters.

batampos – Kejuaraan dunia catur bawah air bertajuk World Diving Chess Championship 2025 resmi berakhir di Groningen, Belanda, Senin (29/12) pekan lalu. Turnamen unik ini memadukan permainan catur klasik dengan tantangan fisik ekstrem berupa pertandingan yang dilakukan sepenuhnya di bawah air.

Dalam kompetisi tersebut, para peserta harus menyelam ke dasar kolam, menahan napas, lalu melakukan satu langkah catur sebelum kembali ke permukaan. Setelah itu, giliran lawan menyelam untuk melanjutkan permainan.

Kejuaraan edisi 2025 yang disebut sebagai yang terbesar sepanjang sejarah olahraga ini berhasil dimenangkan oleh Zyon Kollen, Master FIDE asal Belanda. Kollen keluar sebagai juara dunia Diving Chess 2025 setelah menuntaskan babak final dengan catatan sempurna 5-0.

Ia hanya membutuhkan satu kemenangan terakhir untuk memastikan gelar juara dunia catur bawah air tersebut. Posisi runner-up diraih oleh Jurrian de Graaf, sementara peringkat ketiga ditempati Michel Timmer.

Sementara itu, kategori putri dimenangkan oleh Josephine Damen, yang dinobatkan sebagai pemain perempuan terbaik dalam ajang tersebut.

Kejuaraan ini diikuti maksimal 40 peserta, sesuai dengan keterbatasan jumlah papan catur khusus yang dirancang untuk digunakan di bawah air. Papan catur tersebut dilengkapi bidak bermagnet dan berbobot agar tetap stabil di dasar kolam.

Dalam format pertandingan, setiap pemain hanya diperbolehkan melakukan satu langkah catur setiap kali menyelam. Setelah itu, pemain harus kembali ke permukaan sebelum giliran lawan dimulai.

Olahraga ini menuntut perpaduan antara kemampuan strategi, ketahanan fisik, serta kontrol pernapasan. Diving Chess pun dikenal sebagai salah satu cabang olahraga catur paling menantang.

Kejuaraan catur bawah air ini semakin menarik perhatian komunitas internasional karena keunikannya. Peserta datang dari berbagai usia, mulai dari pemain muda berusia 10 tahun hingga pemain veteran.

Format catur bawah air pertama kali dikembangkan oleh Etan Ilfeld, seorang master catur asal Amerika Serikat yang memperkenalkan konsep underwater chess sebagai bentuk inovasi dalam dunia olahraga catur. (*)

Artikel Kejuaraan Catur Bawah Air di Belanda, Gabungkan Strategi dan Ketahanan Napas pertama kali tampil pada Olahraga.

Dishub Targetkan Rp37 Miliar PAD Parkir pada 2026, Naik Sekitar Rp20 Miliar dari Tahun 2025

0
Jukir di kawasan Batamcentre. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
batampos–  Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Perhubungan (Dishub) memasang target ambisius pada sektor perparkiran. Pada 2026, Dishub menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari retribusi parkir mencapai Rp37 miliar, meningkat tajam dibandingkan target 2025 yang berada di angka Rp20 miliar.

Lonjakan target tersebut didorong oleh penataan ulang sistem parkir, validasi data titik parkir, serta perbaikan tata kelola perparkiran di seluruh wilayah Kota Batam. Saat ini, Dishub mencatat 593 titik parkir tepi jalan (on street parking/OTS) yang telah teregistrasi, ditambah sekitar 180 lokasi parkir mandiri.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Leo Putra, mengakui target tersebut tidak ringan. Namun, pihaknya tetap optimistis bisa mencapainya dengan perbaikan menyeluruh pada sistem dan data.

“Kalau dibilang targetnya tinggi, iya. Tapi kami berusaha untuk mencapainya. Fokus kami sekarang bukan sekadar angka, tapi pembenahan data dan pelayanan,” ujar Leo kepada Batam Pos, Senin (5/1) usai apel pagi di Alun-alun Engku Putri

Leo menjelaskan, sejak 1 September 2025, Dishub mulai menerapkan skema target per titik parkir berdasarkan kajian konsultan. Namun dalam praktiknya, realisasi pendapatan baru mencapai sekitar 40 persen dari proyeksi konsultan.

“Kalau itu bisa tercapai 100 persen, tentu peningkatannya jauh lebih besar. Tapi faktanya di lapangan masih banyak yang harus dibenahi,” katanya

Memasuki Januari 2026, Dishub kembali melakukan verifikasi dan validasi ulang seluruh titik parkir di Batam. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan data yang digunakan benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kalau datanya rapi dan valid, pelayanan juga rapi. Dari situ pendapatan akan naik dengan sendirinya,” ujarnya.

Leo menegaskan, Dishub tidak ingin terjebak pada target semata. Baginya, perubahan wajah perparkiran Batam jauh lebih penting dibanding sekadar mengejar angka.

“Yang penting ada perubahan. Tata kelola membaik, pendapatan lebih transparan, dan wajah perparkiran Batam jadi lebih tertib dibanding tahun-tahun sebelumnya,” tegas dia

Ia juga menjelaskan, retribusi parkir yang dikelola Dishub berbeda dengan pajak parkir. Untuk parkir tepi jalan, pendapatan masuk sebagai retribusi Dishub, sementara pajak parkir dikelola oleh Bapenda Batam.

Selain sektor parkir, Dishub Batam juga bersiap mendukung rencana pengembangan kawasan kota, termasuk proyek penataan Kawasan Nagoya yang digagas BP Batam.

“Kami tentu menunggu dan akan mendukung rencana pengembangan kawasan, terutama dari sisi transportasi dan rekayasa lalu lintas,” katanya.

Di sisi lain, Dishub juga terus meningkatkan kualitas lampu lalu lintas (APILL) dengan teknologi Area Traffic Control System (ATCS). Saat ini, Batam telah memiliki ATCS di empat persimpangan dan akan terus dikembangkan agar terintegrasi secara menyeluruh.

Empat titik yang sudah menerapkan sistem tersebut antara lain lampu merah Nagoya dekat Harmony One, Simpang Natongga Nagoya–Lubuk Baja, Simpang Panasonic, dan Simpang KDA Dalam.

“Mudah-mudahan ke depan bisa lebih canggih dan terintegrasi. Tujuannya satu, lalu lintas lebih tertib dan pelayanan publik makin baik,”  kata Leo.(*)

Artikel Dishub Targetkan Rp37 Miliar PAD Parkir pada 2026, Naik Sekitar Rp20 Miliar dari Tahun 2025 pertama kali tampil pada Metropolis.

Program MBG di Seri Kuala Lobam Libur Sementara, Mulai Lagi 8 Januari

0
Relawan di salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyusun tempat makan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Bintan, beberapa waktu lalu. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi siswa di Kabupaten Bintan, termasuk di Kecamatan Seri Kuala Lobam, diliburkan sementara. Pendistribusian MBG dijadwalkan kembali berjalan mulai Kamis, 8 Januari 2026.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Seri Kuala Lobam, Rizki, mengatakan penghentian sementara distribusi MBG dilakukan sesuai arahan Badan Gizi Nasional.

“Kami akan mulai beroperasi lagi pada tanggal 8 Januari 2026 sesuai arahan dari Badan Gizi Nasional,” ujar Rizki, Senin (5/1/2026).

Rizki menjelaskan, selama tiga hari pertama masuk sekolah setelah libur, yakni pada 5 hingga 7 Januari 2026, dapur MBG belum melakukan aktivitas produksi makanan. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan persiapan operasional.

“Selama periode itu kami fokus pada penyusunan menu mingguan. Operasional pendistribusian baru dimulai pada tanggal 8 Januari,” tambahnya.

Ia memastikan informasi terkait dimulainya kembali distribusi MBG telah disampaikan kepada seluruh sekolah di wilayah Kecamatan Seri Kuala Lobam.

“Sekolah-sekolah sudah kami informasikan terkait jadwal dimulainya kembali MBG,” kata Rizki.

Sementara itu, salah satu orang tua siswa, Yani, mengaku pihak sekolah telah memberitahukan kepada wali murid agar anak-anak membawa bekal dari rumah selama satu pekan ke depan.

Menurutnya, pemberitahuan tersebut membuat orang tua lebih siap dalam mengatur kebutuhan makan anak selama program MBG belum berjalan.

“Kami sudah siapkan bekal anak dari rumah, jadi tidak terlalu khawatir,” ujarnya. (*)

Artikel Program MBG di Seri Kuala Lobam Libur Sementara, Mulai Lagi 8 Januari pertama kali tampil pada Kepri.

Dinkes Tanjungpinang Pastikan Belum Ada Kasus Superflu, Warga Diminta Waspada

0
Kepala Dinkes Tanjungpinang, Rustam. F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tanjungpinang memastikan hingga awal Januari 2026 belum ditemukan kasus Superflu di wilayahnya, meski virus influenza tersebut telah dilaporkan menyebar di sejumlah provinsi di Indonesia.

Kepala Dinkes Tanjungpinang, Rustam, mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan perkembangan Superflu, menyusul data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang mencatat sedikitnya 62 kasus secara nasional hingga akhir Desember 2025.

“Memang secara nasional sudah ada laporan kasus. Namun sampai hari ini, di Tanjungpinang belum ditemukan. Meski demikian, pemantauan tetap kita lakukan,” ujar Rustam, Senin (5/1).

Rustam menjelaskan, meski jumlah kasus terkonfirmasi secara nasional masih terbatas, tingkat fatalitas Superflu tergolong rendah sehingga tidak dikategorikan sebagai penyakit berbahaya. Namun kewaspadaan tetap diperlukan, terutama pada kelompok rentan.

Fatality rate-nya relatif rendah, tapi tetap perlu diantisipasi, terutama pada anak-anak dan lansia,” jelasnya.

Ia menerangkan, pola penularan Superflu pada dasarnya serupa dengan influenza pada umumnya. Meski demikian, virus tersebut disebut lebih cepat menyebar pada kelompok usia tertentu dengan daya tahan tubuh yang lemah.

“Cara penularannya seperti flu biasa. Hanya saja pada anak-anak dan kelompok rentan, penyebarannya bisa lebih cepat,” tambah Rustam.

Hingga kini, Dinkes Tanjungpinang mengaku belum menerima petunjuk teknis khusus terkait penanganan Superflu. Kendati demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan mengingat penyakit tersebut tergolong baru.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau untuk menjaga daya tahan tubuh dengan menerapkan pola hidup sehat agar tidak mudah tertular penyakit.

“Olahraga teratur, konsumsi makanan bergizi dan berserat, serta istirahat yang cukup sangat penting untuk meningkatkan imunitas tubuh,” pungkasnya. (*)

Artikel Dinkes Tanjungpinang Pastikan Belum Ada Kasus Superflu, Warga Diminta Waspada pertama kali tampil pada Kepri.