Kamis, 23 April 2026
Beranda blog Halaman 4438

Batam Dorong Pertumbuhan Iklim Investasi Melalui Bisnis F and B

0
Restoran Ramai ff Iman Wachyudi
Restoran ramai pengunjung. Kehadiran restoran baru di Batam diharapkan bisa mendongkrak sektor pajak.

batampos – Pemerintah Kota Batam mendorong pertumbuhan iklim investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN), guna meningkatkan pendapatan asli daerah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin Hamid mengatakan PMDN salah satu yang diupayakan untuk menarik investasi ke Batam.

PMDN ini diharapkan bisa mendongkrak sektor pajak. Misalnya dengan hadirnya restoran, hotel, dan pusat perbelanjaan baru di Batam.

Baca Juga: Ini Maskapai yang Paling Banyak Membawa Penumpang Lewat Bandara Hang Nadim

“Batam punya fasiltas menunjang untuk kehadiran PMDN terutama di bidang food and beverages,” sebutnya Rabu (22/11).

Pajak restoran menjadi penyumbang keempat untuk Batam setelah BPHTB, PBB, dan pajak penerangan jalan umum (PJU).

Sehingga pembukaan bisnis di Batam sangat menjanjikan. Hal ini karena Batam ditunjang aksesibiliti yang mendukung.

Baca Juga: Dinas Bina Marga Bersihkan Drainase di Seibeduk

“Batam punya banyak pusat perbelanjaan, pertumbuhan properti yang pesat, serta yang paling penting adalah kemudahan berusaha yang diterapkan demi memudahkan investor,” ungkapnya.

Jefridin mengajak investor dalam negeri untuk melebarkan sayap bisnis di Batam. Sehingga turut mendorong meningkatnya capaian pajak dari sektor restoran.

“Pada intinya kami mau PAD meningkat. Makanya untuk mendapatkan angka tersebut, harus ada peluang-peluang bisnis yang beroperasi di Batam,” ungkapnya. (*)

 

 

Reporter: YULITAVIA

Audit Kinerja Polda Kepri 2023, Kapolda Harapkan Perbaikan Kualitas Pelayanan

0
image0 2 e1700710380243
Audit kinerja di lingkungan wilayah Polda Kepri di Rupatama Polda Kepri, Rabu (22/11). F. Humas Polda Kepri

batampos – Polda Kepri menggelar audit kinerja di lingkungan wilayah kerjanya di Rupatama Polda Kepri, Nongsa, Batam. Pejabat Utama (PJU) dan para Kapolres/Ta jajaran Polda Kepri menghadiri melalui zoom meeting.

Kapolda Kepri Irjen. Pol Tabana Bangun, mengatakan hasil audit merupakan kunci perbaikan tugas kepolisian.

“Kami mengucapkan terimakasih atas kerja keras tim audit, kasatker/ kasatwil dan staf yang telah menjaga kelancaran selama pelaksanaan audit,” kata Tabana, Rabu (22/11).

Baca Juga: Kejari Akhirnya Eksekusi “Pemain” BBM Subsidi di Batam

Kapolda mengungkapkan, terdapat penurunan sebanyak 79 temuan dibanding tahun sebelumnya. Oleh karena itu, Kapolda Kepri menekankan untuk percepatan dalam melakukan perbaikan dan peningkatan kualitas dalam pelaksanaan tugas.

“Pembelajaran dari temuan audit sebagai peluang untuk menyempurnakan, dengan adanya niat dan motivasi perbaikan maka pelaksanaan tugas kedepannya juga dapat berjalan dengan baik,” kata dia.

Menyikapi berbagai temuan audit kinerja tahap II, Kapolda mengarahkan segera lakukan upaya tindak lanjut terhadap temuan audit kinerja secara terarah.

Baca Juga: Ini Maskapai yang Paling Banyak Membawa Penumpang Lewat Bandara Hang Nadim

“Tentunya dengan memperhatikan alokasi waktu yang telah ditetapkan dan jadikan kegiatan rutin ini sebagai pedoman konsultasi dan bimbingan teknis yang telah diberikan oleh tim audit kepada seluruh Satker,” terangnya.

Kapolda menambahkan capaian kerja yang maksimal sangat penting untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

“Mari bersama-sama membangun satuan sesuai dengan harapan masyarakat dan peran kepolisian,” tutupnya. (*)

 

 

Reporter: Azis Maulana

 

Setuju Permohonan Kredit Tak Sesuai Plafon 2 Pimpinan BPD Riau Kepri Dipidanakan

0

batampos – Dua pejabat Bank Pembangunan Daerah (BPD) Riau Kepri di Batam dipidanakan karena menyetujui permohonan kredit yang diduga tak sesuai plafon atau nilai yang diagunkan. Kedua terdakwa yakni Pimpinan Cabang Batam pada PT BPD Riau Kepri, Burhan bin Selamat, dan Pemimpin Kantor Cabang Pembantu (KCP) Lubukbaja pada PT BPD Riau Kepri, Gunawan bin Suratno.

Keduanya menjalani sidang secara langsung dan didampingi beberapa kuasa hukumnya di Pengadilan Negeri Batam, Rabu (22/11). Agenda sidang yakni mendengar keterangan saksi sebanyak 5 orang yang dihadirkan jaksa penuntut umum, Abdullah. Sidang keterangan saksi tersebut berlang-sung cukup lama, bahkan majelis hakim yang dipimpin Edi Sameaputty sempat menskor sidang beberapa saat.

Kelima saksi yang hadir di antaranya bawahan dari kedua terdakwa atau pegawai Bank Riau Kepri. Beberapa keterangan saksi menjelaskan bagaimana proses terjadinya permohonan kredit. Bahkan, dalam proses permohonan kredit, juga tak dilakukan sesi wawancara terhadap si pemohon kredit.

Salah satu saksi juga menjelaskan, pada saat survei hanya melakukan pengambilan gambar, tanpa adanya wawancara dari pemohon. Hal itu dikarenakan sudah ada perintah dari terdakwa Gunawan. Saksi juga menjelaskan, salah satu pemohon yakni Hariyanto merupakan kerabat dari terdakwa Gunawan. Untuk persetujuan permohonan, juga melalui terdakwa Gunawan, yang kemudian jika nilainya tinggi, maka akan dilanjutkan ke terdakwa Burhan.

Terdakwa Gunawan sempat membantah keterangan beberapa saksi, termasuk yang menyatakan salah satu pemohon adalah kerabatnya. ”Haryanto itu bukan kerabat saya, dia itu teman sejak dulu, sejak masa SMA,” jelas Gunawan.

Dalam persidangan, terdakwa juga sempat akan menjelaskan terkait wewenang kerjanya dalam kasus tersebut. Namun, menurut hakim, hal itu nanti bisa dijelaskan terdakwa saat proses keterangan sebagai terdakwa.

Usai mendengar keterangan saksi, sidang akhirnya ditunda hingga pekan depan dengan agenda yang sama, yakni keterangan saksi.

Diketahui, kedua terdakwa diduga menyetujui permohonan kredit beberapa nasabah dalam rentang waktu Oktober 2016 hingga Oktober 2018 lalu. Dimana, proses permohonan itu dilakukan sesuai ketentuan syarat pengajuan kredit. Diduga, karena nilai plafon atau agunan tak sesuai dengan permohonan kredit, menyebabkan keduanya terjerat pidana.

Bahkan, salah satu nasabah, tidak memiliki sama sekali identitas yang diagunankan, sehingga menyebabkan ada pencatatan palsu dalam sistem, dokumen pemberian fasilitas kredit antara lain berupa Dokumen Call Report dan Berita Acara Taksasi Agunan atas fasilitas kredit.

Perbuatan terdakwa tersebut diatur dan diancam pidana dalam Pasal 49 ayat (2) huruf b UU Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan atas UU Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (*)

 

 

Baznas Karimun Berhasil Galang Dana Peduli Palestina Sebesar Rp101 Juta Lebih

0

 

Baznas Karimun menerima donasi “Peduli Palestina” dari masyarakat yang langsung memdatangi kantor Baznas Karimun, Rabu (23/11).

batampos– Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Karimun berhasil mengumpulkan donasi “Peduli Palestina” sekitar Rp101. 406.500.

Penggalangan dana dengan mengusung tema “Membasuh Luka Palestina” ini dilakukan sejak awal November lalu. Sejumlah OKP, dan elemen masyarakat turut dilibatkan dalam kegiatan amal tersebut.

“Alhamdulillah, donasi “Peduli Palestina” sudah terkumpul sebesar Rp101.406.500. Dan jumlahnya akan terus bertambah, karena donasi masih dibuka hingga akhir November 2023,” ujar Ketua Baznas Karimun, H Nasrial, Rabu (22/11).

Dijelaskan Nasrial, donasi yang terkumpul di simpan di Kantor Baznas Karimun. Dan target akhir yang ingin dicapai sebesar Rp130 juta.

“Berapapun hasil donasi yang terkumpul nantinya, langsung kita kirim ke kantor Baznas Pusat untuk disalurkan ke Palestina pada akhir bulan November ini,” terangnya.

Pastinya, lanjut Nasrial, masih ada kesempatan bagi masyarakat untuk menyisihkan rezekinya demi membantu saudara-saudara yang ada di Palestina. Dimana, saat ini mereka sangat-sangat membutuhkan uluran tangan umat Muslim.

BACA JUGA: Ribuan Warga Hadiri Aksi Kemanusiaan Untuk Palestina

Selain bekerjasama dengan mahasiswa UK, penggalangan dana Peduli Palestina juga melibatkan Baznas Tanggap Bencana (BTB) Karimun. Dimana, para relawan tersebut turun ke beberapa titik lokasi seperti Coastal Area, simpang lampu merah, dan sebagainya.

“Sekali lagi, bagi masyarakat yang ingin menyumbang masih kita terima. Silakan datang ke kantor Baznas Karimun pada jam kerja,” pesannya.

Melalui sumbangan masyarakat, lanjut Nasrial mengucapkan terimakasih atas kepedulian saudara-saudara kita yang sedang berperang untuk mempertahankan tanah kelahirannya dari penjajah zionis Israel.

”Mari kita sama-sama mendoakan agar peperangan tersebut segera berakhir,” ucapnya.(*)

reporter: ichwanul fahmi

Ini Maskapai yang Paling Banyak Membawa Penumpang Lewat Bandara Hang Nadim

0
Bandara Hang Nadim Batam 2 F Cecep Mulyana 1 e1698378923332
Sejumlah penumpang memasuki pintu keberangkatan Bandara Hang Nadim Batam saat akan melakukan check-in, Sabtu (21/10). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Selama periode Januari hingga November 2023, lebih dari 3,4 juta penumpang telah melintasi Bandara Hang Nadim Batam. Dengan demikian, terjadi pertumbuhan yang signifikan sebesar 9,67 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Dari keseluruhan penumpang tersebut, paling banyak disumbangkan maskapai Lion Air. “Jumlah penumpang terbesar berasal dari maskapai Lion Air, menyumbang sekitar 47,98 persen dari total penumpang,” kata Direktur Utama PT BIB, Pikri Ilham, Rabu (22/11).

Baca Juga: 3,4 Juta Penumpang Lewat Bandara Hang Nadim Periode Januari-November 2023

Disusul oleh Citilink dengan 23,86 persen, Super Air Jet dengan 14,73 persen, Batik Air dengan 4,03 persen, dan Saudia dengan 0,67 persen.

“Tujuan penerbangan, Bandara Hang Nadim Batam paling banyak melayani rute ke Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, mencapai persentase sebesar 32,51 perse,” ujar dia lagi.

Baca Juga: Dinas Bina Marga Bersihkan Drainase di Seibeduk

Kemudian, tujuan Kuala Namu Medan sebesar 12,61 persen, diikuti oleh Pekanbaru dengan 9,68 persen.

Sementara itu, persentase penumpang untuk tujuan Surabaya mencapai 7,36 persen, Palembang 7,11 persen, Padang 6,76 persen, Pontianak 3 persen, dan Raden Sadjad Natuna 2,74 persen. (*)

Reporter: Azis Maulana

Segera Disahkan, Pembahasan Revisi UU ITE Disebut Tidak Transparan

0
Ilustrasi. Suasana rapat paripurna penutupan masa sidang DPR RI.  (Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

batampos – Revisi UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) segera disahkan. Kemarin (22/11) pemerintah dan DPR menyetujui membawa regulasi tersebut ke dalam rapat paripurna terdekat setelah sembilan fraksi menyampaikan pandangannya.

Ketua Panja RUU ITE Abdul Kharis Almasyhari mengatakan, pihaknya membahas RUU tersebut sejak 10 April lalu. Dalam pembahasan, ada 38 daftar inventarisasi masalah (DIM) yang terdiri atas usulan yang bersifat tetap sebanyak 7 DIM, usulan perubahan redaksional 7 DIM, dan usulan perubahan substansial 24 DIM. Selain itu, terdapat 16 DIM RUU usulan baru dari fraksi.

Abdul menjelaskan, substansi perubahan dalam RUU ITE, antara lain, pasal 27 ayat (1) mengenai kesusilaan. Kemudian, pasal 27 ayat (3) tentang penghinaan atau pencemaran nama baik. Berikutnya, pasal 27 ayat (4) tentang pemerasan atau pengancaman yang merujuk pada KUHP.

Perubahan juga dilakukan terhadap pasal 28 ayat (1) mengenai penyebaran berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik. Lalu, pasal 28 ayat (2) mengenai penyebaran berita bohong dan menyesatkan serta perbuatan yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan berdasar SARA. Juga, pasal 29 mengenai ancaman atau menakut-nakuti. Perubahan juga ada dalam pasal 36 tentang perbuatan yang mengakibatkan kerugian bagi orang lain.

Abdul mengatakan, pihaknya telah mengundang sejumlah pihak untuk mendiskusikan perumusan RUU ITE. Panja juga menyelenggarakan rapat sebanyak 14 kali.

Namun, berbeda dengan Abdul, menurut Koalisi Serius untuk RUU ITE, pembahasan revisi undang-undang itu tidak mengedepankan proses yang dialogis dan konstruktif. ”Proses yang dilaksanakan selama ini tidak berbasis transparan, akuntabilitas. Bahkan, kita sangat sulit mendapatkan draf dari RUU ITE tersebut,” kata anggota Koalisi Serius untuk RUU ITE Rozy Brilian Sodik kepada Jawa Pos. (*)

Reporter: JP Group

Dinas Bina Marga Bersihkan Drainase di Seibeduk

0
Balai Sungai Wilayah Sumatera IV Batam Dalil Harahap 55 scaled e1700663224358
Balai Sungai Wilayah Sumatera IV Batam saat mengeruk draianse induk di Seibeduk, Selasa (21/11). Pengerukan ini untuk mengatasi banjir di wilayah tersebut. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air langsung bergerak mengatasi banjir yang melanda wilayah Kecamatan Seibeduk saat hujan, Selasa (22/11) lalu. Bersama petugas dari kantor Kecamatan Seibeduk, Dinas Bina Marga telah memetakan sejumlah lokasi drainase yang bermasalah dan akan dilakukan pengerukan atau normalisasi.

Camat Seibeduk Dwiki Septiawan mengatakan, drainase yang jadi fokus penanganan dalam beberapa hari kedepan ini adalah drainase induk di pinggir Jalan S Parman yang memang diterjang banjir cukup parah saat hujan, Selasa kemarin.

Baca Juga: Kejari Akhirnya Eksekusi “Pemain” BBM Subsidi di Batam

“Sudah turun hari ini orang Dinas Bina Marga. Akan segera dikeruk. Alat berat akan langsung bergerak. Semoga secepatnya diselesaikan,” ujar Dwiki, kemarin.

Banjir besar yang terjadi di wilayah Kecamatan Seibeduk memang karena masalah drainase. Curah hujan yang tinggi sehingga drainase tak sanggup menampung debit air yang datang dari berbagai penjuru. Air akhirnya meluap ke jalan dan pemukiman warga.

Baca Juga: Penanganan Banjir Difokuskan di Wilayah Batuaji, Sagulung, dan Seibeduk

Penanganan tercepat yang bisa dilakukan adalah normalisasi drainase. Dan untuk jangka panjangnya warga dihimbau untuk tertib membuang sampah dan rutin melakukan gotong royong bersihkan lingkungan dan drainase.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air kota Batam Suhar menuturkan, hal yang sama. Penanganan banjir melalui normalisasi akan terus dilakukan dan masyarakat diharapkan mendukung program normalisasi ini dengan tertib membuang sampah. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Kroasia Isi Kuota Terakhir dari Jalur Kualifikasi Euro 2024

0
Tim nasional Kroasia telah berhasil mendapatkan tiket ke putaran final Piala Eropa 2024. Hal tersebut dipastikan setelah Kroasia menaklukkan Armenia dengan skor 1-0. (Instagram /@hns_cff)

batampos – Kroasia akhirnya berhasil meraih tiket ke putaran final Piala Eropa 2024 setelah mengalahkan Armenia 1-0 di matchday terakhir grup D kualifikasi.

Laga yang berlangsung ketat di Stadion Maksimir, Zagreb, Rabu (22/11) pukul 02.45 WIB itu dimenangkan Kroasia lewat gol tunggal Ante Budimir di menit 43.

Dilansir dari reuters.com pada Kamis (23/11), kemenangan ini sangat berharga bagi Kroasia. Pasalnya, mereka sempat terancam kehilangan tiket Euro lantaran sebelumnya turun ke posisi ketiga klasemen sementara akibat keunggulan Wales atas Turki

Namun gol penalti Yusuf Yazici untuk Turki di menit 70 yang menyamakan kedudukan 1-1 membuat Kroasia bisa bernapas lega.

Dalam laga melawan Armenia, Kroasia sebetulnya kesulitan menembus pertahanan lawan hingga hampir babak pertama usai.

Barulah di menit 43, umpan silang Borna Sosa dari sayap kiri disambut sundulan Ante Budimir yang tak bisa dihalau kiper Armenia.

Di babak kedua, gelandang veteran Kroasia Luka Modric masih menjalankan tugasnya dengan apik meski sudah berusia 38 tahun.

Pemain Real Madrid itu berperan vital mengatur tempo permainan dan menciptakan sejumlah peluang gol bagi Kroasia.

Sayang semua peluang meleset dan skor 1-0 bertahan hingga laga usai.

Dengan hasil ini, Kroasia menemani Timnas Turki yang lolos dari grup D. Kroasia lolos ke putaran final Euro untuk yang ketujuh kalinya.

Mereka akan berusaha melewati rekor terbaik di Euro yakni perempat final pada Euro 1996 dan Euro 2016.

Sementara itu, impian Armenia untuk lolos Euro langsung pupus di laga terakhir penyisihan grup ini.

Hasil klasemen di grup D menempatkan Turki sebagai pemuncak juara grup dengan 17 poin, lalu Kroasia 16 poin.

Adapun Wales hanya mengumpulkan 12 poin saja, diikuti Armenia delapan poin dan juru kunci Latvia.

Dengan demikian, lengkap sudah kuota 21 tim yang lolos ke Euro 2024, yaitu 20 dari jalur kualifikasi, serta tim tuan rumah Jerman. (*)

 

 

Reporter: JPGroup

Dinkes Jadwalkan Pengambilan Sampel Keluarga Pasien Cacar Monyet

0

batampos – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam terus memantau dan mengawasi pasien kasus monkeypox atau cacar monyet di Batam. Pasien adalah pria berusia 23 tahun, dan tinggal bersama keluarganya di wilayah Lubukbaja, Batam. Dinkes sudah melakukan pelacakan terhadap kasus pertama di Batam ini. Pasalnya, ada dugaan terjadi penularan kepada ibu penderita.

cacar monyet 1”Sampai sekarang masih diawasi oleh petugas puskesmas di wilayah tinggal pasien. Isolasi selama 24 hari, dan kami berharap pasien ini patuhi aturan. Tidak berkegiatan atau beraktivitas di luar rumah. Memang kami pantau, tapi kan tidak 24 jam,” kata Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi, Rabu (22/11).

Didi menjelaskan, kondisi terkini pasien mulai membaik. Luka yang ada di telapak tangan mulai mengering, dan tidak mengandung cairan yang menjadi penyebab penularan.

”Seminggu lalu kami pantau, kondisinya sudah jauh lebih baik. Kondisi lukanya sudah mulai kering. Kami berharap hingga masa isolasi berakhir, pasien bisa sembuh total,” ungkapnya.

Mengenai perkembangan kasus baru, Didi menyebutkan ada laporan bahwa ibu dari pasien mulai menunjukkan gejala awal. Namun, hal ini harus dilakukan pemeriksaan, dan pengambilan sampel untuk uji laboratorium. Sehingga, bisa diketahui kondisi sang ibu.

”Mereka memang tinggal serumah. Tapi kami masih pantau, nanti petugas puskesmas akan datang ke rumah untuk mengecek apakah ada gejala yang menjurus pada monkeypox,” beber Didi.

Ketidakterbukaan informasi dari pasien, menyebabkan petugas medis kesulitan mencari sumber penularan pertama. Me-nurutnya, penelusuran bisa lebih optimal jika pasien terbuka.

”Sekarang kalau mau tracing (penelusuran) juga bingung. Karena belum ada kasus baru yang dilaporkan, atau ditemukan. Untuk itu, kami fokus pada pasien dan keluarganya untuk saat ini,” imbuhnya.

Lanjutnya, untuk menghindari terjadinya penularan, hal yang bisa dilakukan adalah menghindari kontak dengan yang terduga cacar monyet. ”Penularan cacar monyet ini adalah kontak langsung. Jadi kalau ada gejala segera laporkan. Usahakan jangan ada kontak erat dengan pasien,” sebutnya.

Ia menambahkan, untuk pembiayaan rumah sakit tidak ditanggung oleh BPJS kesehatan. Untuk itu, pasien direkomendasikan menjalani isolasi mandiri di rumah.

”Biaya perawatan pasien di RSUD kemarin dibantu oleh Dinkes Pemprov. Karena memang tidak ditanggung oleh kementerian maupun BPJS,” imbuhnya.

Didi mengatakan, untuk meng-hindari penularan penyakit ini, ia mengimbau supaya setia kepada pasangan. ”Itu yang bisa kami sarankan,” tutupnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kasus konfirmasi cacar monyet di Indonesia terus bertambah. Berdasarkan data harian yang diterima per tanggal 11 November 2023, terdapat 44 kasus cacar monyet di Indonesia. Dimana, satu kasus terkonfirmasi baru di awal November ini, berasal dari Kota Batam. Menurut Didi, pasien pria tersebut mengaku tidak pernah melakukan perjalanan keluar kota dan tidak pernah melakukan kontak dengan orang yang terduga cacar monyet.

Dikatakan Didi, monkeypox dapat menular melalui kontak langsung kulit dengan penderita, melalui kegiatan seksual, berciuman, berpelukan dan kontak kulit lainnya. Virus ini juga dapat menular melalui dari permukaan benda yang terkontaminasi. Gejalanya berupa demam, lelah, kemudian muncul sejumlah ruam di sekitar tubuh, seperti telapak tangan, telapak kaki, alat kelamin serta ruam pada area bokong.

”Pasien masih lajang, awalnya dia berobat ke salah satu puskes-mas di Batam. Kemudian, setelah diambil sampel di hari yang sama dan kami kirim ke Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKL-PP) hasilnya positif monkeypox dan ini juga sudah masuk data Kemenkes,” tambah Didi.

Disinggung penyebab muncul lagi penyakit ini, Didi menjawab, tren cacar monyet di Indonesia bukan lagi disebabkan hewan pembawa. Tetapi, lewat hubungan seksual, atau pasien lelaki yang berhubungan seksual dengan lelaki (LSL). Kelompok penyuka sesama jenis menjadi yang paling berisiko terjangkit penyakit ini.

”Untuk pasien di Batam ini sudah kita telusuri, kami gali dan dia tak mengakui berhubungan badan akhir-akhir ini. Dia berobat tanggal 7 November, masa inkubasi 7 hari dan kemungkinan ia kontak dengan penderita cacar monyet ini pada awal bulan November ini,” tuturnya.

Bagaimana upaya agar terhindar dari penyakit ini, Didi menjawab perilaku hidup bersih dan sehat sangat dipengaruhi. Lalu, menggunakan masker karena penyakit ini bisa berpindah melalui cairan air liur ketika orang bersin. Setia terhadap pasangan dan tidak berhubungan seks berganti-ganti pasangan. Selain itu, tidak menggunakan barang bersama, semisal handuk yang belum dicuci, pakaian, atau berbagi tempat tidur, alat mandi, serta perlengkapan tidur seperti seprai, bantal, dan lain. Untuk populasi berisiko tinggi, sedapat mungkin hindari perilaku berisiko. Yang dimaksud populasi berisiko tinggi, yaitu yang memiliki pasangan lebih dari satu orang yang mengidap kondisi imunokompromais (autoimun, penyakit kronis lainnya).

Gejala cacar monyet akan timbul 5-21 hari setelah penderita terinfeksi virus monkeypox. Gejala awal cacar monyet meliputi demam, lemas, menggigil, sakit kepala, nyeri otot, pembengkakan kelenjar getah bening yang ditandai dengan adanya benjolan di leher, ketiak atau, selangkangan.

Gejala awal dapat berlangsung selama 1-3 hari atau lebih. Setelah itu, akan muncul gejala seperti ruam pada wajah yang akan menyebar ke bagian tubuh lainnya seperti lengan dan tungkai. Ruam tersebut akan muncul seperti bintil yang berisi cairan nanah, lalu pecah dan berkerak, kemudian akan menyebabkan borok di permukaan kulit.

”Bagi masyarakat yang merasa memiliki gejala tersebut, dapat melaporkan ke puskesmas/klinik/RS terdekat untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan,” ungkap Didi. (*)

Motif Pasti Pembunuhan Mantan Direktur RSUD Belum Terkuak

0

batampos – Polisi telah menangkap dan menetapkan Yuda sebagai tersangka. Yuda adalah suami kedua korban. Namun demikian, penyelidikan belum berak-hir karena masih ada satu terduga pelaku lain yang masih diburu. Ia adalah Bunga, istri muda pelaku. Bunga ikut ambil bagian dalam kasus pembunuhan sadis terhadap korban.

yuda pembunuih
Kapolresta Barelang Kombes Nugroho Tri N menginterogasi pelaku pembunuhan mantan Direktur RSUD Padangsidimpuan, Ahmad Yuda Siregar, di Polresta Barelang, Rabu (15/11). Foto: Dalil Harahap / Batam Pos

”Untuk motifnya juga masih belum bisa dipegang. pelaku belum jujur sepenuhnya. Maka-nya kami buru Bunga biar terkuak semua motif sesungguhnya,” ujar Benny.

Untuk menangkap Bunga, Polsek Batuaji telah melakukan koordinasi dengan kepolisian di berbagai daerah agar ikut mencari keberadaan perempuan muda tersebut.

”Beberapa Polres juga sudah kami surati. Semoga ia segera ditangkap,” kata Benny.
Berkas awal penyelidikan kasus pembunuhan, diakui Benny, sudah cukup lengkap namun mereka akan menggali lebih dalam lagi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Te yang belakangan dike-tahui mantan Direktur RSUD Padangsidimpuan, ditemukan tewas mengenaskan di perumahan Mukakuning Indah, Batuaji, Sabtu (4/11) lalu. Dia dibunuh secara keji kemudian dibakar oleh pelaku. Te adalah orang penting di lingkungan Pemerintah Padangsidimpuan, Sumatra Utara. Dari jejak digi-tal dan akun media sosial miliknya, ternyata dia pernah menjabat sebagai Direktur RSUD Padang Sidimpuan. Bahkan, jabatan terakhirnya adalah Kepala Dinas Kesehatan di sana.

Rumah yang menjadi lokasi Te ditemukan tewas mengenaskan itu, merupakan rumah singgahnya yang ada di Batam. Dia tidak menetap di Batam. Saat kejadian dia sedang berkunjung ke Batam.

Dua unit mobil yang digunakan Ahmad Yuda Siregar, pelaku pembunuhan terhadap Te, istrinya sekaligus mantan Direktur RSUD Padangsidimpuan, diamankan sebagai barang bukti di Mapolsek Batuaji. Selain itu, ada juga mobil Toyota Alphard hitam milik korban yang dititipkan anak korban di halaman Mapolsek Batuaji.

Keluarga korban tidak ada yang menetap di Batam, sehingga mobil mewah tersebut dititipkan di kantor polisi.

”Yang jadi barang bukti ha-nya dua mobil yang dipakai pelaku. Kalau Alphard itu mobil korban dan dipakai oleh korban saat masih hidup,” ujar Kapolsek Batuaji, AKP Benny Syahrizal, Rabu (22/11).

(*)