Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 4469

F1 Siap untuk Pertarungan Terakhir Musim Ini di Abu Dhabi

0
Max Verstappen

batampos – Lima hari setelah menang di Las Vegas, Max Verstappen akan menunggangi mobil Red Bull untuk kali terakhir pada musim ini, paada Jumat (24/11) dan berupaya memperpanjang rekor kemenangan di Grand Prix Abu Dhabi.

Juara dunia tiga kali itu mungkin akan kelelahan dan mengalami jet lag karena perbedaan waktu 12 jam menyusul empat balapan yang ia jalani di Benua Amerika.

Dilansir dari Bangkok Post, pada balapan malam di Las Vegas pekan lalu, Verstappen merayakan kemenangan ke-18 dari 21 Grand Prix di kalender 2023 serta kemenangan ke-53 dalam karir sang pembalap Belanda.

Capaian itu membuatnya menyamai prestasi juara dunia empat kali Sebastian Vettel, yang masih kalah banyak jumlah kemenangannya dari Michael Schumacher (91) dan Lewis Hamilton dengan 103 kemenangan yang berada di depan.

Dengan rekan setimnya, Sergio Perez, finis di urutan ketiga, di belakang Charles Leclerc dengan Ferrari.

Hasil di Nevada mengukuhkan finis juara satu dan dua pertama menjadi milik Red Bull di kejuaraan pembalap yang mengalahkan Lewis Hamilton dengan Mercedes.

Tim yang memenangkan gelar konstruktor dengan selisih lebih dari 400 poin untuk meraih gelar ganda yang tak terlupakan.

Ini adalah pertama kalinya sejak tahun 2015, tiga tempat teratas dalam perebutan gelar juara pembalap ditentukan sebelum akhir musim.

Fakta bahwa belum ada tim lain yang mengklaim 400 poin, dibandingkan dengan total 822 poin yang dimiliki Red Bull saat ini.

Hal tersebut menunjukkan dengan jelas keunggulan yang telah mereka bangun tahun ini.

Akibatnya, sebagian besar perhatian di sirkuit Yas Marina akan tertuju pada perebutan posisi di antara tim-tim lain.

Dengan Mercedes yang mempertahankan posisi kedua dalam perebutan gelar juara tim dengan 392 poin melawan Ferrari dengan 388 poin, dengan McLaren dalam pertarungan serupa dengan Aston Martin di posisi keempat.

Bagi tim, posisi finis bernilai jutaan dolar dalam bentuk hadiah uang, sementara dalam kontes pembalap, ini adalah tentang ambisi dan kebanggaan pribadi dengan dua pembalap Formula Satu asal Spanyol, Carlos Sainz dari Ferrari, dan rekan senegaranya, juara dua kali Fernando Alonso dari Aston Martin, yang sama-sama mengoleksi 200 poin.

Sainz memiliki keunggulan yang menentukan dengan satu kemenangan di satu balapan musim ini.

Namun keduanya bisa saja terancam oleh upaya Lando Norris dari McLaren, yang berada di urutan keenam dengan 195 poin, dan Charles Leclerc dari Ferrari, yang berada di urutan ketujuh dengan 188 poin, jika mereka gagal tampil atau finis.

Bagi kepala tim Mercedes, Toto Wolff, ini adalah akhir pekan yang sangat penting.

“Ferrari telah memperkecil jarak di klasemen konstruktor menjadi hanya empat poin dan kami siap untuk memberikan yang terbaik di Abu Dhabi untuk meraih kemenangan,” kata Toto Wolf.

“Mereka telah menunjukkan performa yang baik akhir-akhir ini, tetapi kami tahu kami belum memaksimalkan performa kami dalam beberapa balapan terakhir. Ini akan menjadi pertarungan yang ketat dan semoga kami dapat menyelesaikan musim ini dengan performa yang kuat dan berada di posisi terdepan,” tambahnya.

Secara performa, balapan hari Minggu di bawah cahaya lampu akan membuat Verstappen memulai sebagai favorit di sirkuit di mana ia telah memenangkan setiap balapan sejak 2020.

Ketika kemenangan perdananya di Yas Marina mengakhiri enam kemenangan beruntun oleh Mercedes, empat di antaranya oleh Hamilton yang mungkin akan menikmati aksi akhir pekan ini.

Namun, sang juara tujuh kali itu akan melewatkan latihan pembuka pada hari Jumat, ketika tim memberikan mobilnya kepada pembalap junior Frederik Vesti.

Penampilan kedua dalam latihan untuk pembalap Denmark itu setelah menggantikan George Russell di FP1 Meksiko sebagai bagian dari kewajiban tim untuk memberikan kesempatan kepada para pemula. (*)

 

 

Reporter: JPGroup

Orangtua Murid SDN 04 Batuaji Meradang Kepada Oknum Guru Agama

0
Mengumpat
Ilustrasi. stylist.co.uk

batampos – Sejumlah orangtua murid SDN 04 Batuaji melaporkan perilaku seorang oknum guru agama yang dinilai kurang pantas ke Dinas Pendidikan Kota Batam. Perkataan, Lb, inisial oknum guru agama ini dinilai berlebihan dan kurang pantas diucapkan seorang pendidik apalagi guru agama.

Oknum tersebut mengumpat yang diarahkan kepada orangtua para murid ketika marah kepada para murid yang menurutnya melakukan kesalahan.

“Sangat tidak pantas perkataan itu. Maknya anak-anak ini dikatain lon** lah. Anak-anak dipanggil b*b* lah. Inikan sangat tidak sopan. Dia seorang guru, apalagi guru agama harusnya mendidik anak dengan perilaku dan berbahasa yang baik. Apaan guru macam ini,” ujar Ad, orangtua salah satu siswa kepada Batam Pos, Jumat (24/11).

Baca Juga: DKP Batam Rekomendasikan Dua Angka UMK 2024, Ini Tanggapan Buruh

Ad sendiri mengaku tidak langsung percaya dengan pengaduan anak gadisnya atas ucapan tidak pantas dari oknum guru laki-laki itu. Namun setelah dia datang mengecek ke sekolah tenyata dibenarkan belasan murid kelas VI lainnya.

“Cerita anak-anak sama semua. Oknum guru ini memang kurang bagus attitude-nya. Sering berkata kasar memang dengan anak-anak. Kejadian terakhir yang sampai bilang mak anak-anak ini mel**te pada Selasa kemarin. Anak-anak disuruh salat tapi karena ada yang tidak bawa mukena termasuk anak saya dia langsung mengeluarkan kata-kata kurang pantas itu,” ujar Ad.

Dengan aduan ke Disdik Batam, Ad dan orangtua wali murid lainnya berharap agar ada tindakan pembinaan kepada Lb, oknum guru tersebut.

Baca Juga: Banjir di Bengkong Swadebi Sulit Diatasi, Ini Penyebabnya

“Semoga Disdik bisa ambil tindakan. Kami sudah jumpain dia (oknum guru tersebut) di sekolah dia mengelak dengan laporan anak-anak kami ini,” ujar Ad.

Sementara Kepala SDN 04 Batuaji, Kartini saat dikonfirmasi belum mau berkomentar terkait aduan orangtua murid itu. Dengan alasan sibuk dia mematikan panggilan telepon wartawan. “Orangtua mana yang adu. Saya lagi di jalan mau salat. Nanti ya, ” ujarnya. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Orangtua Murid SD 04 Batuaji Meradang Kepada Oknum Guru Agama

0
Mengumpat
Ilustrasi. stylist.co.uk

batampos – Sejumlah orangtua murid SDN 04 Batuaji melaporkan perilaku seorang oknum guru agama yang dinilai kurang pantas ke Dinas Pendidikan Kota Batam. Perkataan, Lb, inisial oknum guru agama ini dinilai berlebihan dan kurang pantas diucapkan seorang pendidik apalagi guru agama.

Oknum tersebut mengumpat yang diarahkan kepada orangtua para murid ketika marah kepada para murid yang menurutnya melakukan kesalahan.

“Sangat tidak pantas perkataan itu. Maknya anak-anak ini dikatain lon** lah. Anak-anak dipanggil b*b* lah. Inikan sangat tidak sopan. Dia seorang guru, apalagi guru agama harusnya mendidik anak dengan perilaku dan berbahasa yang baik. Apaan guru macam ini,” ujar Ad, orangtua salah satu siswa kepada Batam Pos, Jumat (24/11).

Ad sendiri mengaku tidak langsung percaya dengan pengaduan anak gadisnya atas ucapan tidak pantas dari oknum guru laki-laki itu. Namun setelah dia datang mengecek ke sekolah tenyata dibenarkan belasan murid kelas VI lainnya.

“Cerita anak-anak sama semua. Oknum guru ini memang kurang bagus attitude-nya. Sering berkata kasar memang dengan anak-anak. Kejadian terakhir yang sampai bilang mak anak-anak ini mel**te pada Selasa kemarin. Anak-anak disuruh salat tapi karena ada yang tidak bawa mukena termasuk anak saya dia langsung mengeluarkan kata-kata kurang pantas itu,” ujar Ad.

Dengan aduan ke Disdik Batam, Ad dan orangtua wali murid lainnya berharap agar ada tindakan pembinaan kepada Lb, oknum guru tersebut.

“Semoga Disdik bisa ambil tindakan. Kami sudah jumpain dia (oknum guru tersebut) di sekolah dia mengelak dengan laporan anak-anak kami ini,” ujar Ad.

Sementara Kepala SDN 04 Batuaji, Kartini saat dikonfirmasi belum mau berkomentar terkait aduan orangtua murid itu. Dengan alasan sibuk dia mematikan panggilan telepon wartawan. “Orangtua mana yang adu. Saya lagi di jalan mau salat. Nanti ya, ” ujarnya. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Bahasa Indonesia yang Hilang dan Muncul di Pemasaran Digital

0
Muhammad Musmulyadi

SEMENJAK  kemunculannya hingga hari ini, media sosial tidak sebatas menjadi alat komunikasi dua arah. Media sosial melahirkan masyarakat baru.

Banyak pola yang berubah, termasuk urusan komunikasi. Ruang publik yang selama ini kita alami di dunia nyata juga tersedia lebih luas di media sosial, tanpa batas, tanpa sekat, dan menembus ruang serta waktu.

Apalagi, ketika dunia pada tahun 2020 dilanda virus corona, dunia maya benar-benar menjadi ruang baru bagi semua orang untuk berinteraksi.

Kita semua melakukan aktivitas, berkomunikasi, belajar, bekerja atau bahkan menghibur diri. Mulai dari menonton video singkat di Instagram dan Tiktok hingga menonton tayangan berdurasi panjang di Youtube sebab hiburan konvensional, seperti bioskop, pada saat itu ditutup.

Orang-orang memindahkan aktivitas menontonnya di gawai. Bersama itu, layanan video internet yang menawarkan banyak sekali konten film semakin digemari, antara lain Netflix dan Viu.

Baca juga: Peningkatan Kemahiran Berbahasa Jurnalis Kepri

Netflix menawarkan berbagai film, baik dari dalam maupun luar negeri. Dari yang ekslusif di Netflix hingga yang pernah tayang di bioskop. Dari film ke film, dari episode ke episode, kita dapat menikmatinya.

Namun, ada sesuatu yang menarik perhatian. Saya perlahan menyadari takarir atau sulih teks yang melintas di tepi bawah layar tidak sekadar membantu memahami dialog yang berbahasa asing, tetapi juga membantu saya menemukan bahasa Indonesia “baru” yang tidak pernah saya temui.

Sepertinya, Netflix sedang berada dalam pengawasan polisi bahasa yang sewaktu-waktu akan menggerebeknya jika melakukan kesalahan.
Saya pun melihat betapa baik dan benarnya bahasa Indonesia yang digunakan. Jika tidak terlewat, saya hampir belum menemukan kesalahan ejaan.

Dibandingkan ketika di bioskop, seperti saat menonton film Buya Hamka (2023), ada beberapa kekeliruan penggunaan preposisi dan kata ganti sapaan yang tidak didahului koma dan tidak ditulis kapital dalam teks percakapan.

Saya juga menemukan istilah baru saat menonton film Mencuri Raden Saleh. Saya menemukan istilah baru, “tuts”, ialah tombol papan penjarian mesin tik atau mesin susun. Meskipun dialog dalam filmnya menggunakan bahasa “gado-gado”, tapi takarir yang terpampang menyajikan bahasa Indonesia yang sangat baik dan benar.

Di film lain, Like and Share, saya kembali menemukan istilah “boga bahari”, untuk menunjuk kepada hidangan laut. Istilah ini populer dalam bahasa Inggris, seafood. Selain itu, ada juga kata “cenayang” yang saya temukan dalam beberapa film drama Korea.

Hal tersebut patut diapresiasi bagaimana ketatnya layanan video internet ini soal urusan berbahasa. Namun di sisi lain, di ruang publik digital atau media sosialnya, tempat untuk memasarkan atau memperkenalkan produk kreatif kepada masyarakat luas sering juga ditemukan ketidakserasian dalam penggunaan bahasa Indonesia.

Baca juga: Sastra Dan Resonansi Manusia dalam Dunia Post-Global

Hal itu ditunjukkan pada penggunaan bahasa pemasaran atau istilah-istilah perfilman yang masih menggunakan kosakata asing. Misalnya di pamflet unggahan Netflix: teaser (cuplikan pendek), trailer (cuplikan), only on Netflix (hanya di Netflix), dan ticket available (tiket tersedia).
Begitupun di Viu: highligt (sorotan), behind the scene (di balik layar). Bahkan, di akun media sosial Cinema 21 masih sering menggunakan istilah asing, seperti now open (sekarang buka) dan coming soon (segera hadir).

Bukan bermaksud xenofobia, tetapi undang-undang telah mengatur tata tertib perusahaan dalam ataupun luar negeri tentang penggunaan bahasa Indonesia.

Sebagaimana Undang-undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan, diatur penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di tempat umum.
Terutama dijabarkan di pasal 37: bahasa Indonesia wajib digunakan dalam informasi tentang produk barang atau jasa produksi, baik dalam negeri maupun luar negeri yang beredar di Indonesia.

Akan tetapi, sejauh mana undang-udang kebahasan ini dapat mengintervensi penyakit komunikasi kita yang serba “nginggris”?

Eko Darmoko, seorang esais bahasa tampaknya cukup pesimis terhadap undang-undang itu. Menurutnya, mengatur bahasa dengan undang-undang sangat mustahil, itu berarti mengingkari sifat bahasa yang manasuka. Dia juga menambahkan bahwa seseorang memutuskan untuk menggunakan bahasa asing bisa jadi karena mereka tidak mengetahui padanannya. Betulkah hal itu?

Baca juga: Antitesis Moral dalam Dua Kanon Sastra

Paling penting, orang-orang yang memegang kendali pewajahan sebuah lembaga atau perusahaan mesti mengetahui aturan tersebut.
Tentu tim humas dan pemasaran mesti memahami dan ikut mendukung upaya pengutamaan bahasa Indonesia di ruang publik, terkhusus di publik digital, media sosial.

Mengingat media sosial adalah ruang publik terbuka kedua setelah dunia nyata yang tak kalah penting memberikan pengaruh kepada orang-orang.

Di sana terjadi benturan ide, perang gagasan, dan bahkan pergeseran nilai-nilai. Bahasa turut ambil bagian di sana.

Di bukunya Eko Darmoko, Remah-Remah Bahasa (2017), disebutkan bahwa nasib bahasa Indonesia sepenuhnya berada di tangan kita bukan di tangan pekamus atau prencana bahasa di Badan Bahasa.
Saya mau menambahkan bahwa masa depan bahasa Indonesia ada di lisan dan tulisan kita di ruang publik maupun ruang digital atau media sosial, bagaimana kita secara sadar selalu menggunakannya di ruang-ruang percakapan itu. (*)

Oleh:
Muhammad Musmulyadi
Pengurus Yayasan Antropos Indonesia

Tak Hadiri Acara Muhammadiyah, Gibran Dikritik

0
Cawapres Gibran Rakabuming Raka saat melakukan kampanye di daerah Sumatera Utara.

batampos – Cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka tidak menghadiri acara debat dan dialog Calon Pemimpin Bangsa yang digelar Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Surabaya, hari ini, Jumat (24/11). Acara ini hanya dihadiri oleh capres Prabowo Subianto.

“Sekretaris TKN Prabowo-Gibran, Saleh Daulay menginformasikan ke saya jika Gibran tidak bisa hadir di acara dialog pagi ini di Attaqwa Tower Universitas Muhammadiyah Surabaya,” kata Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Abdul Mu’ti.

Mu’ti mengaku tidak tahu alasan Gibran absen di kegiatan tersebut. Namun, dua putaran kegiatan yang sama sukses digelar, yakni di Edutorium UMS Solo pada Rabu (22/11) yang dihadiri Paslon 01 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, dan pada Kamis (23/11) di kampus UMJ Jakarta yang dihadiri paslon 03 Ganjar-Mahfud MD semuanya berjalan lancar.

BACA JUGA: Bertemu Eks Wapres Boediono, Ganjar Ngaku Tak Bahas Pemilu 2024

Menanggapi absennya Gibran, Direktur Eksekutif Moya Institute Hery Sucipto menyayangkannya. Apalagi tidak ada alasan yang jelas.

“Sangat disayangkan ketidakhadiran Gibran. Itikad baik PP Muhammadiyah menghadirkan semua capres cawapres di lingkungan kampus Muhammadiyah sejatinya bertujuan mulia, yakni meningkatkan pendidikan politik publik secara umum,” tegas Hery.

Menurut dia, dialog di Muhammadiyah itu sangat strategis menjadi forum untuk memaparkan visi dan misi capres cawapres jika kelak terpilih memimpin Indonesia. Ketidakhadiran Gibran menjadi hal negatif.

“Publik jadi tahu apa gagasan, ide dan rancang bangun para capres cawapres untuk membangun bangsa ke depan. Dengan begitu publik diharapkan tidak salah dan bisa memilih calon pemimpin bangsa dengan baik. Pilihan terbaik lah. Publik juga bisa lebih tahu rekam jejak capres cawapres,” lanjut Hery.

Sementara, Sekretaris TKN Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, Nusron Wahid mengatakan, pasangan tersebut berbagi tugas untuk menghadiri dua acara penting berbeda secara bersamaan. Sehingga acara Muhammadiyah dihadiri oleh Prabowo, sedangkan Gibran hadir di acara PP Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) di Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Mojokerto, Jawa Timur.

“NU dan Muhammadiyah adalah komponen penting dalam lanskap Islam rahmatan lil alamin di Indonesia, sehingga tidak mungkin dinafikan satu sama lain. Oleh karena itu Prabowo dan Gibran berbagi tugas,” kata Nusron.

Dia mengatakan, pembagian tugas ini adalah hal yang harus dilakukan oleh Prabowo dan Gibran. Sebab kedua acara itu penting.

“Mohon maaf kepada masyarakat yang ingin keduanya hadir bersamaan, tetapi bagi kami dua acara ini sama pentingnya dan pembagian tugas ini adalah jalan tengahnya,” pungkas Nusron. (*)

Reporter: JP Group

Peningkatan Kemahiran Berbahasa Jurnalis Kepri

0
Jailani, Ketua AJI Tanjungpinang, memaparkan materi di depan para peserta kegiatan di Hotel Aston Tanjungpinang pada Kamis, (23/11).

batampos – Sebagai upaya meningkatkan keterampilan berbahasa jurnalis, Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melaksanakan kegiatan Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia bagi Jurnalis Tahun 2023 di Hotel Aston Tanjungpinang pada Selasa hingga Kamis, 21 – 23 November 2023.

Panitia mengundang 20 jurnalis dari berbagai media yang ada di Tanjungpinang.

Kegiatan ini dibuka oleh Trio Andana, Kabid Komunikasi dan Kehumasan, Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Riau.

Baca juga: Kantor Bahasa Kepri Selenggarakan Kuliah Umum Ke-BIPA-an

Narasumber berasal dari Kantor Bahasa Provinsi Kepri Rahmat selaku Kepala Kantor Bahasa Kepri, dan penyuluh bahasa, yaitu Faisal Gazali dan Tasliati.

Selain itu, narasumber dari BRIN Jakarta yang merupakan pakar bahasa jurnalistik, Agus Sri Danardana, juga turut mengisi materi.
Pemateri dari Tanjungpinang ada tiga, yaitu Jailani dan Nazarullah dari Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) serta Agus Muljadi dari TVRI Kepri. (*)

Diskon Besar-Besaran, PKP GREAT SALE Tahun Baru, Rumah Baru

0

Mendekati penghujung tahun 2023, Developer Property ternama Kota Batam yaitu PT. Putera Karyasindo Prakarsa atau biasa dikenal PKP Kembali menggelar Pameran Properti terbesar di Kota Batam.

Tepat hari ini, Jum’at 24 November 2023, PKP hadir di Atrium Timur Mega Mall Batam Centre tepatnya di depan Outlet J.CO dan Pizza Hut. Kali ini PKP menggelar Pameran dengan promo akhir tahun PKP GREAT SALE.

Pameran kali ini digelar lebih meriah, dimana PKP juga mengadakan event-event lainnya di lokasi Pameran berlangsung. Mulai dari Pameran Hewan, Perlombaan Cosplay hingga Turnamen Bulutangkis. Pameran hewan dari berbagai komuniatas diantaranya: Bamulo, Cat Lover Batam, Komunitas Paludarium dan Sugar Glider.

Pada minggu kedua pameran, tanggal 3 Desember 2023 PKP mengadakan Perlombaan Cosplay dengan berbagai kategori perlombaan.

Pada minggu ketiga pameran, tanggal 5 – 10 Desember 2023 di lokasi Pameran berlangsung PKP juga menggelar Kejuaraan Bulutangkis Ganda Putra Open berkerjasama dengan PBSI Kota Batam. PKP memberikan total hadiah Rp. 18 Juta bagi para pemenang.

Manager Promosi PKP Batam, Rio Naldi menjelaskan, “Pada PKP GREAT SALE ini, PKP memberikan kemudahan dengan diskon yang sangat besar tanpa syarat kepada konsumen yang membeli unit properti di periode promo ini”.

“Pameran PKP GREAT SALE ini kita hadirkan untuk memberikan kesempatan bagi masyarakat yang belum membeli unit ataupun ingin menambah unit lagi. PKP juga memberikan hiburan kepada masyarakat dengan berbagai event yang kami gelar berbeda disetiap minggunya,” ujarnya, Jum’at (24/11)

“Pada pameran ini, juga kita hadirkan 2 proyek baru dari PKP yaitu Boss Business Centre dan Gajah Mada Park. Dua-duanya merupakan kawasan komersial baru yang berlokasi strategis di Kota Batam. Bagi yang penasaran apa kelebihannya, dimana lokasi, spesifikasi, harga dan info lainnya bisa langsung kunjungi PKP EXPO di Mega Mall Batam Centre,” imbuhnya.

Total 25 proyek yang sedang dipasarkan PKP saat ini, tersebar di beberapa wilayah, seperti Batam Center, Baloi, Tiban, Batuaji, Marina, Bandara dan Nongsa yang terdiri dari Rumah, Ruko dan Apartemen.

“Dan seperti biasa, konsumen berhak mengikuti undian yang berhadiah Uang Tunai ratusan juta rupiah, dan akan diundi terakhir kalinya untuk periode tahun 2023 ini,” ucapnya.
Bagi masyarakat yang berminat bisa segera booking unitnya dan dapatkan pilihan investasi terbaik Anda hanya di Pameran Properti PKP GREAT SALE Mega Mall Batam Centre kali ini.(*)

Chikita Meidy Akui Pernah Jadi Korban Perundungan Saat SD Sampai Berhenti Nyanyi

0
Chikita Meidy mengaku pernah dirundung kakak kelas yang sekarang jadi artis ternama saat masih SD. (Instagram/@chikitameidy.)

batampos – Penyanyi cilik Chikita Meidy mengakui dirinya pernah jadi korban perundungan saat SD. Akibatnya Chikita sampai memutuskan berhenti menyanyi.

Pengakuan Chikita seperti dilansir POJOK SATU, orang yang merundungnya saat ini sudah menjelma menjadi seorang artis ternama tanah air.

“Dia seorang yang besar banget sekarang. Sampai sekarang dia nggak negur aku. Bintang banget. Pasti kaget deh (kalau tahu orangnya, Red),” sambungnya.

Chikita Meidy mengatakan perundungan itu terjadi saat dirinya ada di kelas IV SD swasta di Kepala Gading.

Baca juga: Dukung Palestina, Aktris Hollywood Susan Sarandon dan Melissa Barrera Didepak

Sang artis ternama pelaku perundungan yang namanya tidak disebutkan ini adalah ketua geng yang merupakan kakak kelasnya saat itu.

Dengan statusnya artis cilik saat itu, Chikita Meidy mengaku ia sering kali menerima hujatan sebagai penyanyi yang tak laku lagi oleh sang kakak kelas yang kini jadi artis terkenal.

“Jaman-jaman dulu bullying-nya gila banget, aku sekolah Islam Al Azhar, yang diibaratnya aku Chikita, dimana yang aku mau berteman, mereka (teman sekolahnya, Red) menganggap aku seorang star, padahal aku orangnya merakyat,” jelasnya seperti dikutip dari YouTube Ferdy Element, Jumat (24/11).

Menurut Chikita, saat itu si perundung belum berkecimpung di dunia hiburan meskipun keluarganya sudah menyandang nama besar.

“Aku punya kakak kelas yang lumayan keji sama aku. Mungkin sekarang aku nggak bisa akrab lagi sama dia. Kalau tahu orangnya, diam aja,” ungkap Chikita.

Baca juga: Marriott Batam Hadirkan Paket Spesial di Wedding Expo Grand Batam

Selain dirundung secara verbal Chikita juga suka disuruh-suruh oleh si kakak kelas. Artis kelahiran 22 Oktober 1990 ini mengatakan kerap dijadikan pesuruh oleh si perundung, misalnya diperintah untuk beli jajanan. “Aku dibabuin terus sama kakak kelas,” lanjutnya.

Kendati demikian, Chikita tetap menjalaninya demi menjaga sikap dalam statusnya sebagai artis.

Namun dengan ada kejadian di sekolah yang dialaminya berulang mulai dirundung secara verbal hingga gangguan lain itu membuat Chikita memutuskan berhenti menyanyi.

Chikita Meidy mengaku berhenti dari dunia keartisan sejak 2000. Saat itu, dia beralasan ingin fokus ke sekolah kepada kedua orang tuanya. (*)

reporter: jpgroup

Polres Karimun Gelar Simulasi Pengamanan TPS

0
Polres Karimun lakukan simulasi pengamanan TPS

batampos– Polres Karimun, Kamis (23/11) melaksanakan kegiatan simulasi pengamanan tempat pemungutan suara (TPS). Kegiatan ini dilaksanakan di halaman Mapolres Karimun yang dihadiri KPU, Bawaslu, Satpol PP, PPK dan PPS.

”Kegiatan ini diawali dengan penyampaian mekanisme pencoblosan di TPS oleh Ketua KPU Kabupaten Karimun, Mardanus. Kemudian, dilanjutkan dengan penyampaian peraturan selama masa Pemilu oleh Bawaslu dan dilanjutkan dengan simulasi pencoblosan di TPS dan Simulasi Pengamanan TPS,” ujar Kapolres Karimun, AKBP Fadli Agus.

Pelaksanaan simulasi pengamanan di TPS, kata Kapolres, merupakan penyegaran kembali. Khususnya, dalam pengamanan TPS Pemilu 2024. Sehingga , dengan kegiatan ini diharapkan personil Polres Karimun mengerti cara bertindak pada saat nanti melaksanakan pengamanan di TPS.

BACA JUGA: Polisi Perketat Pengamanan dan Pengawasan Jelang Pemilu

”Kita sama-sama berdoa, semoga pelaksanaan Pemilu 2024, khususnya di Kabupaten Karimun berjalan aman, damai, dan sejuk. Mulai dari masa kampanye, masa tenang, hari H sampai dengan selesai perhelatan Pemilu 2024. Mari kita sama-sama menjaga Kabupaten Karimun ini agar tetap kondusif,” paparnya.

Simulasi yang dilaksanakan, lanjutnya, merupakan gambaran realita yang akan terjadi di TPS nantinya. Dalam simulasi kali ini juga ditampilkan bagaimana mekanisme pengamanan yang dilakukan oleh Polres Karimun jika terjadi masalah seperti adanya masyarakat yang tidak dapat melakukan pencoblosan disebabkan tidak memenuhi syarat yang telah ditetapkan. Sehingga, melakukan aksi protes yang mengakibatkan keributan dan situasi tidak kondusif di TPS.

”Dengan adanya pelaksanaan simulasi pengamanan TPS ini pelaksanaan pemungutan suara di TPS berjalan dengan aman dan lancar. Dan semoga setiap pelaksanaan kegiatan yang kita laksanakan menjadi ladang pahala untuk kita semua,” jelas Fadli. (*)

reporter: sandi

Ingin Sejahterakan UMKM, Prabowo Gagas Program Makan Gratis ke Anak Sekolah

0
Pasangan Prabowo-Gibran konkret menyejahterakan guru melalui programnya. ( Instagram/@Prabowo)

batampos – Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 2, Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka berencana memberikan makan siang gratis kepada anak. Hal ini diharapkan, tidak hanya meningkatkan gizi namun juga meningkatkan pereknomian masyarakat sekitar terutama Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Juru bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, program makan gratis itu tidak hanya bisa menghapus stunting, tapi juga bisa untuk mengurangi beban ekonomi masyarakat miskin.

BACA JUGA: Prabowo Sebut Lebih Baik Pilih Bocah Ingusan Daripada Orang Tua Koruptor

“Program makan siang gratis dengan gizi yang cukup untuk semua anak sekolah dan pesantren adalah salah satu upaya untuk menihilkan kasus stunting di Indonesia, dan mengurangi beban ekonomi untuk masyarakat miskin,” kata Dahnil kepada wartawan, Jumat (24/11).

Sementara itu, Ketua Umum DPP Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) Anggawira mengatakan, program makan gratis akan sangat menyejahterakan para pelaku (UMKM) kuliner lokal baik yang berada di dalam sekolah maupun di luar sekolah.

“Ya, program makan siang gratis untuk anak-anak di sekitar sekolah atau di dalam sekolah dapat memberikan dampak positif pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Dengan meningkatnya jumlah anak yang menerima makan siang, kantin atau warung di sekitar sekolah dapat mengalami peningkatan pelanggan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan pendapatan UMKM setempat,” ucap Anggawira.

Dia menilai, tidak hanya UMKM yang bergerak pada bidang kuliner saya yang diuntungkan, tetapi juga bagi UMKM yang bergerak pada bidang bahan baku makanan dalam hal ini menyediakan bahan baku makan siang.

“Selain itu, ini juga dapat menciptakan peluang bagi UMKM untuk berpartisipasi dalam penyediaan makanan atau bahan baku untuk program makan siang, mendukung pertumbuhan ekonomi di komunitas sekitar sekolah. Namun, penting untuk memastikan bahwa UMKM lokal terlibat secara adil dan berkelanjutan dalam pelaksanaan program tersebut,” ujar Anggawira.

Kendati demikian, Anggawira juga meminta agar implementasi dan pembiayaan Program Makan Gratis ini perlu diperhatikan. Selain bisa memberdayakan UMKM sekitar, juga bisa mengatasi masalah kekurangan gizi di Indonesia.

“Ini dapat membantu mengatasi masalah kelaparan di kalangan pelajar dan memberikan dampak positif pada kesehatan serta fokus belajar mereka. Namun, implementasi dan pembiayaan program ini perlu diperhatikan agar dapat berjalan efektif dan berkelanjutan,” jelasnya.

Sebelumnya, Capres dari Koaliai Indonesia Maju (KIM) Prabowo Subianto menyatakan, program makan siang gratis yang dicanangkan akan dianggarkan sebesar Rp 450 triliun.

“Kita hitung kapasitas kita sekarang saya kira baru kasih satu kali makan (siang) atau habisnya ada snack. Saya kira ini sudah prestasi menurut saya, ini menurut saya suatu langkah yang strategis yang cukup menjawab banyak masalah. Hitungan Rp 400 triliun, 450 triliun (atau) kira-kira 30.000.000.000 dolar,” pungkas Prabowo beberapa waktu lalu.  (*)

Reporter: JP Group