batampos– Aksi kekerasan seksual kembali terjadi di wilayah Nongsa, seorang anak perempuan yang masih berusia 7 tahun menjadi korban oleh pelaku,F, 28,. Pelaku telah dibekuk dan menjalani proses pemeriksaan oleh Kepolisian.
Kapolsek Nongsa Kompol Restia Octane Guchy membenarkan peristiwa tersebut dan pelaku telah diamankan dari rumahnya di Kabil.
“Iya pelaku telah diamankan unit reskrim Polsek Nongsa pada Jumat kemarin, diduga melakukan aksi kekerasan seksual kepada korban yang merupakan tetangganya,” ujar Kapolsek.
Kasus ini berhasil diungkap saat korban bersama adik laki-lakinya melakukan adegan dewasa ketika mandi bersama. Ibu korban yang melihat langsung terkejut dan mencurigai perilaku anak perempuan nya tersebut.
“Melihat adegan tersebut, orangtua korban curiga telah terjadi sesuatu terhadap anaknya. Atas kejadian tersebut orangtua korban mempertanyakan siapa yang mengajarkan hal tersebut,” terangnya.
Pengakuan dari korban perilaku tersebut diketahui diajarkan oleh pelaku yang merupakan tetangga korban yang merupakan seorang pemuka agama.
“Usai mendengar pengakuan anaknya. Ibu korban langsung melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian dan dilakukan kami langsung melakukan penangkapan,” sebutnya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Nongsa, Iptu Ardiansyah ,menyampaikan pelaku masih diperiksa lebih lanjut.
Pada awal penangkapan pelaku belum mengakui perbuatannya , namun ketika digiring ke Polsek Nongsa pelaku mengakui perbuatannya.
“Dari keterangan pelaku sudah dua kali melakukan aksi tersebut kepada korban pada Agustus lalu, dan kami masih pemeriksaan lanjut,” pungkasnya. (*).
Kapolsek Tanjungpinang Timur AKP Rifi Hamdani Sihotang
batampos– Berdasarkan pemeriksaan polisi, pencuri inisial VW yang tewas tertusuk dan pemilik toko Jaya Perkasa inisial MG, saling kenal.
“Iya betul, mereka ini saling kenal dan terduga pencuri ini pelanggan toko,” ungkap Kapolsek Tanjungpinang Timur AKP Rifi Hamdani Sihotang, Senin (20/11).
Rifi menjelaskan, terduga pelaku yang tewas tertusuk, saat beraksi masuk ke toko, mengenakan penutup wajah. Sehingga pemilik toko tidak mengetahui pelaku adalah pelanggannya.
Setelah membuka penutup wajah dan mengenalnya, pemilik toko yang panik langsung membawa pelaku ke rumah sakit terdekat.
“Kalau tidak gunakan penutup wajah kemungkinan tidak terjadi. Dia (pelaku) itu tertusuk, karena upaya pembelaan diri dari korban,” jelasnya.
Kendati demikian, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap kasus tersebut menjadi terang.
“Jika ada fakta baru ataupun fakta lebih akurat lagi akan kami sampaikan. Kami masih perlu melakukan pendalaman,” terangnya.
Sebelumnya diketahui, seorang pencuri tewas saat beraksi membobol Toko Jaya Perkasa Jalan Hang Lekir Tanjungpinang, Sabtu (18/11) dinihari.
Pencuri inisial VW tewas ditusuk oleh pemilik toko inisial MG yang memergoki aksi pencurian di toko berlantai 3 tersebut. MG secara tak sengaja menusuk VW sebagai upaya bela diri. (*)
Acara Penandatanganan MoU dihadiri oleh delegasi dari dua negara Korea Selatan dan Indonesia), termasuk President Incheon International Airport Corporation (Lee Hak-jae), Deputy Chief of Mission, Embassy of the Republic of Indonesia in Seoul, Executive Shilla Duty Free dan Chief Executive Officer PT Bandara Internasional Batam ,Pikri Ilham Kurniansyah. F. Humas BIB untuk Batam Pos.
batampos – Shopping Center Kelas Internasional hadir di Bandara Hang Nadim. Hal ini ditandai dengan kerja sama (MoU) PT Bandara Internasional Batam (BIB) dengan Shilla Duty Free Corporation di Incheon International Airport Corporation (IIAC) Korea Selatan, pada Selasa (14/11) lalu.
Ke depannya BIB akan mengoperasikan pusat perbelanjaan khusus di Bandara Internasional Hang Nadim Batam yang bertaraf internasional dan modern.
“The Shilla Duty Free direncanakan akan beroperasi di Bandara Internasional Hang Nadim Batam pada tahun depan,” ujar Vice President Corporate Secretary PT Bandara Internasional Batam, Aidhil P Julian, Jumat (17/11).
Aidhil mengatakan, bahwa Shilla Duty Free Corporation merupakan salah satu perusahaan asal Korea Selatan, yang bergerak di bidang bisnis retail terkemuka di dunia.
“Gerai ini akan menjadi satu-satunya gerai bebas bea, yang secara eksklusif akan memasok produk bebas bea utama seperti alkohol, rokok, kosmetik, dan parfum,” ujarnya.
Masuknya gerai bebas bea di luar negeri ini, yang keempat setelah Bandara Changi, Bandara Chek Lap Kok di Hong Kong, dan Bandara Macau di China.
“Tentunya diharapkan dapat berkontribusi pada revitalisasi ekonomi daerah, dengan menciptakan lapangan kerja baru setelah beroperasi di Bandara Internasional Hang Nadim Batam,” kata dia.
Gisca Debora Aritonang resmi jadi tersangka kasus penipuan tiket Coldplay. (Tazkia Royyan/JawaPos.com)
batampos – Tersangka penipuan tiket Coldplay, Ghisca Debora Aritonang, 19, melakukan aksinya dengan cara menjual jasa lewat Instagram. Ia memang sudah dikenal sebagai penjual tiket-tiket konser internasional dan mengaku memiliki koneksi dengan para promotor konser tersebut.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro mengatakan, dalam kasus ini, Ghisca sebenarnya memang sempat memiliki 39 tiket konser Coldplay di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) beberapa waktu lalu. Hal itu ia dapatkan dari war tiket.
“GDA ini juga ikut war tiket, itu dapat 39 tiket dan sudah diserahkan,” kata Susatyo dalam konfrensi pers kepada wartawan, Senin (20/11).
Namun, meskipun sudah habis semua tiket tersebut, Ghisca tetap nekat menawarkan tiket Coldplay itu kepada teman-temannya sebagai reseller.
“Dengan dalih bahwa tiket tersebut adalah adalah tiket compliment,” ungkap Susatyo.
“Tiket compliment yang dijanjikan akan dapat menjelang pelaksanaan konser. Yang bersangkutan meyakinkan bahwa kenal dengan perantara ataupun promotor,” imbuhnya.
Namun, dari bulan Mei hingga akhirnya pada waktu pelaksanaan konser Coldplay pada November kemarin, ternyata semua yang diungkapkan Ghisca omong kosong belaka
“Sampai dari bulan Mei sampai dengan bulan November tidak ada komunikasi apapun dengan pihak perantara atau tiket dan sebagainya,” pungkas Susatyo.
Sebelumnya, polisi menangkap pelaku penipuan tiket Coldplay yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, beberapa waktu lalu. Pelaku yang merupakan seorang mahasiswi bernama Ghisca Debora Aritonang, 19, telah menipu dengan total kerugian yang dialami korban mencapai miliaran rupiah.
“Kami menerima 6 laporan polisi terkait penipuan dan penggelapan konser Coldplay. Total adalah Rp 5,1 miliar atau 2.268 tiket,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro dalam konfrensi pers kepada wartawan, Senin (20/11).
Ia mengatakan, Ghisca diserahkan ke Polres Metro Jakarta Pusat oleh salah satu korban pada 13 November lalu. Saat itu, polisi sempat memediasi keduanya. Namun, korban memilih untuk melaporkan kasus tersebut pada Jumat (17/11) lalu.
Adapun tersangka dijerat dengan Pasal 378 Tentang Penipuan jo 372 Tentang penggelapan.
Dosen Teknik Informatika Animasi Polibatam foto bersama pelajar SMA/SMK di event Teens Go Green di Polibatam, Jumat (20/10/2023). F Polibatam
Video Animasi dan Edukasi Peduli Lingkungan
batampos – Jurusan Teknik Informatika Program Studi (Prodi) Animasi Politeknik Negeri Batam (Polibatam) mengadakan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Teens Go Green” untuk pelajar tingkat SMA/ SMK sederajat, Jumat (20/10/2023).
Ada dua kegiatan yaitu: Sayembara Video Animasi dan Edukasi Peduli Lingkungan. Ini salah satu langkah menandakan era dan langkah baru memberikan edukasi serta kepedulian kalangan remaja untuk peduli lingkungan. Serta sejalan dengan tujuan Polibatam untuk menyediakan inovasi terbaru bagi masyarakat agar peduli lingkungan. Kegiatan diiringi peningkatan kualitas kepedulian masyarakat, lingkungan kampus bersih dan berkelanjutan.
Event dimulai dengan Sayembara Video Animasi pada September, diikuti SMA/SMK se-Batam. Terdapat 35 pelajar yang sudah mengunggah karya video animasi. Karya peserta selanjutkan melalui tahap penjurian oleh panitia, untuk menilai kreativitas visual dan konten dalam menyampaikan campaign peduli lingkungan.
Kegiatan dilanjutkan dengan seminar edukasi “Teens Go Green” sekaligus pengumuman pemenang Sayembara Video Animasi di Gedung Technopreneur Polibatam.
Narasumber Deviana Wistiasari SM MM sekaligus Batam Environmental Ambasador tahun 2016 mengangkat topik isu lingkungan bagi kaum millenial, gen Z dan peran media. Kegiatan dihadiri siswa-siswi dan mahasiswa se-Batam, dan sekolah dari Tanjungpinang.
Di sesi pengumuman juara, hadirin antusias cukup pengumuman. Kegiatan diawali pemutaran seluruh karya yang telah terdaftar. Ini sebagai bentuk apresiasi sekaligus menjadi bagian campaign Teens Go Green. Karya yang di-submit antara lain dalam bentuk video dan animasi. Adapun juara pada sayembara ini adalah: Juara 1 diraih tim Morning Stars dari SMK N 5 Batam, beranggotakan: Samuel Mora Naarga Siregar, Daniel Wilianto Telaumbanua, Anggi Atyadi Manik. Juara 2 diraih tim Yan&Nando SMKN 4 Tanjungpinang dengan anggota Yan Haikal, Nando. Serta juara 3 juga diraih SMK N 5 Batam. (*)
batampos – Prof. Quraish Shihab menjelaskan sejarah konflik Israel-Palestina, termasuk pembentukan PLO, perang dunia, dan peran organisasi seperti Hamas.
Sebelum menguasai tanah di Palestina, orang Yahudi sangat dibenci dan menjadi korban kebijakan diskriminatif, seperti pada zaman Adolf Hitler di mana terjadi Holocaust, yang menyebabkan mereka terpencar-pencar ke berbagai negara.
Hal tersebut, mendorong keinginan mereka untuk bersatu dan memiliki negara sendiri.
Diketahui, Prof. Muhammad Quraish Shihab menyampaikan sejarah pendudukan orang-orang Yahudi di Palestina melalui akun YouTube Bayt Al-Qur’an, sebagaimana dilaporkan oleh NU Online pada Sabtu (18/11).
Dilansir dari nu.or.id, Senin (20/11), pada Perang Dunia I (1914-1918), Menteri Luar Negeri Inggris berjanji memberikan orang-orang Yahudi suatu negara untuk menyatukan mereka.
Setelah berperang melawan Kesultanan Utsmaniyah, dengan tujuan agar orang-orang Yahudi yang terpencar-pencar dapat membangun dan mendiami negara tersebut.
Diusulkan tiga atau empat tempat, termasuk Argentina, Uganda, dan Afrika Selatan, namun orang-orang Yahudi memilih Palestina dengan alasan keagamaan.
Merujuk pada janji Tuhan dalam Perjanjian Lama terkait Palestina sebagai negeri leluhur mereka yang pernah berkuasa di sana Nabi Sulaiman dan Nabi Daud.
Sebagai seorang cendekiawan Muslim, Prof. Quraish menjelaskan bahwa bila kita membaca Perjanjian Lama, kita menemukan janji Tuhan kepada Nabi Ibrahim mengenai negeri suci, Al-Ardlil Muqaddasah, yang berimplikasi bahwa jika itu janji untuk Nabi Ibrahim dan keturunannya, maka orang Arab juga memiliki hak di sana.
Mereka menolak mengakui orang Arab sebagai keturunan Nabi Ibrahim karena ia menikahi perempuan budak.
Meskipun menurut pandangan mereka, keturunan ditentukan oleh ibu, yang dalam hal ini adalah budak, sehingga dianggap bukan anak Nabi Ibrahim, namun menurut pandangan yang berbeda, anak tersebut seharusnya dianggap sebagai keturunan Nabi Ibrahim.
Dalam Perang Dunia I, kemenangan Inggris-Sekutu melawan Kesultanan Utsmaniyah memunculkan ambisi negeri-negeri Islam dan Arab, seperti Yordania yang menginginkan tanah luas.
Dan Mesir yang bercita-cita memimpin negeri-negeri Islam; namun, janji Inggris untuk hidup berdampingan antara orang Arab dan Yahudi terganggu ketika Inggris keluar dari Palestina, memicu konflik yang berujung pada perang antara keduanya.
Pada tahun 1948, orang Arab kalah dalam perang dan diusir dari Palestina oleh orang Yahudi, meskipun mayoritas penduduk Palestina saat itu adalah orang Arab dengan orang Yahudi hanya sekitar 5 persen.
Sementara sekarang, populasi Israel mencapai sekitar 10 juta dan mereka menjadi kuat karena bantuan dari Amerika dan Inggris, demikian dijelaskan oleh Prof. Quraish.
Pada perang Oktober 1973, pertahanan Israel hancur, dan saat pimpinan Angkatan Darat Mesir mengusulkan serangan untuk menguasai Yerusalem, Anwar Sadat menolak karena tidak sanggup menghadapi Amerika Serikat yang mendukung Israel.
Prof. Quraish menekankan bahwa, tidak semua orang Yahudi jahat, melainkan secara umum terbagi menjadi dua kelompok, yaitu yang baik dan yang buruk (Zionis).
Dia menunjukkan bahwa di Israel dan Amerika ada orang-orang Yahudi yang menentang tindakan Zionis, mengutuk kebrutalan terhadap anak-anak dan pemboman rumah sakit, menyatakan bahwa konflik ini melibatkan pertentangan dengan Zionis yang berkuasa di Israel.
Prof. Quraish menjelaskan bahwa pada tahun 1964, berbagai organisasi di Palestina bersatu dalam PLO (Organisasi Pembebasan Palestina), yang bersedia untuk berdamai dan menyetujui keputusan PBB tentang dua negara, Israel dan Palestina.
Meski demikian, Israel menolak damai dan terus melakukan ekspansi wilayah, seperti merebut dataran tinggi Golan. Organisasi Palestina lainnya, Hamas, tidak bergabung dengan PLO dan terlibat dalam konflik, dipengaruhi oleh Ikhwanul Muslimin.
Sementara PLO cenderung menuju solusi dua negara, Israel menolak, bahkan bercita-cita menguasai seluruh wilayah Arab. Ketika PBB mengusulkan perdamaian dengan dua negara, Hamas menolak dengan alasan pengusiran keluarga Palestina.
Saat Israel menduduki Gaza, mereka mengajak pengungsi ke Mesir, tetapi Mesir menolak karena hal itu dapat meningkatkan keuntungan Israel dengan menciptakan lebih banyak pengungsi. (*)
Foto: Dalil Harahap / Batam Pos Kapolresta Barelang Kombes Nugroho Tri N menginterogasi pelaku pembunuhan mantan Direktur RSUD Padangsidimpuan, Ahmad Yuda Siregar, di Polresta Barelang, Rabu (15/11).
batampos– Penyidik Polsek Batuaji kembali memanggil keluarga Te, mantan Direktur RSUD Padang Sidempuan yang tewas dibantai oleh Ahmad Yuda Siregar, suami keduanya di perumahan Muka kuning Indah I, Sabtu (4/11) lalu. Pemanggilan ini guna melengkapi kasus penyelidikan dari pihak keluarga korban.
“Juga untuk memastikan keterlibatan Bunga (isteri muda), dengan kasus kematian korban. Kita akan periksa lagi keluarga korban, ” ujar Kanit Reksrim Polsek Batuaji Ipda M Yuda Firmansyah, Minggu (19/11).
Seperti diketahui, Bunga adalah istri siri pelaku setelah resmi menikahi korban. Bunga ini disebut warga Medan, Sumatera Utara dan usai pelaku membunuh korban, dia kembali ke Medan. Keterlibatan nya, karena dia ikut mengangkat jenazah korban dari ruang tamu ke kamar tidur tempat jenazah korban ditemukan.
Polisi menduga Bunga juga berkaitan dengan dugaan motif ingin menguasai harta yang membuat pelaku secara brutal menghabisi korban. Pelaku kemungkinan menguras harta korban untuk bisa hidup bersama Bunga. Namun ini masih sebatas dugaan sebab Bunga sendiri masih dalam pencarian polisi.
Sementara keterangan pelaku sendiri belum bisa dipegang polisi karena, masih berubah-ubah. Pelaku sempat dua akali merubah keterangannya, sebelum keterangan terakhir yang menyebutkan bahwa dia membunuh korban kesal karena permintaan uang Rp 50 miliar untuk pencalonannya sebagai kepala daerah ditolak korban.
“Masih banyak bohong nya. Tiga kali sudah merubah motifnya. Ini masih terus kami dalami, ” ujar sumber penyelidikan kepolisian di Batuaji.
Ipda M Yuda Firmansyah juga menyampaikan hal yang sama sehingga penyelidikan motif pembunuhan ini masih terus berlanjut dengan mendatangkan lagi keluarga korban. “Makanya besok kita coba minta keterangan lagi dari keluarga korban, ” kata Yuda. (*)
batampos – Seorang pria paruh baya di Sagulung diamuk massa, Minggu (19/11) malam. Hm, inisial pria 50 tahun ini merupakan pelaku pencabulan terhadap gadis dibawah umur yang masih duduk di bangku SMP. Warga yang menangkapnya kesal, karena Hm ternyata sudah berulang kali mencabuli korban dengan rayuan uang jajan sejak korban masih kelas enam SD.
Informasi yang didapat, pelaku yang kini sudah diserahkan ke Mapolsek Sagulung adalah bertetangga dengan orangtua korban di wilayah kecamatan Sagulung. Pelaku ini disebut telah berkeluarga namun selama di Batam dia diketahui tinggal sendirian. Karena orangtua korban semuanya adalah pekerja, korban sering berpapasan dengan pelaku. Pelaku yang melihat ada kesempatan ini mulai merayu pelaku dengan uang jajan dan berbagai hal yang membuat korban senang. Sejak kelas enam SD pelaku melakukan aksi pencabulan.
Aksi bejad pelaku ini terkuak pada akhir pekan kemarin, dimana korban menghilang dari rumah selama tiga hari. Sebelum korban menghilang, pelaku ternyata sudah pindah tempat tinggal ke wilayah Sekupang. Keluarga yang mencari korban akhirnya mendapat kabar kalau korban sering bersama pelaku.
“Keluarga akhirnya lacak keberadaan pelaku dan memang betul saat datang ke kos-kosan nya di Sekupang, korban ada di sana, ” ujar sumber keluarga di Polsek Sagulung.
Keluarga korban naik pitam sehingga membawa kembali korban dan pelaku ke kediaman korban. Pelaku sempat diamuk massa, namun polisi cepat mendapat informasi sehingga langsung mengamankan pelaku ke Polsek Sagulung.
Kapolsek Sagulung Iptu Donal Tambunan membenarkan telah mengamankan pelaku pencabulan tersebut.
“Iya ada. Lagi dalam pengembangan dan melengkapi berkas laporan dari keluarga korban,” ujar Donald. (*)
Ilustrasi. Ribuan Pencari Kerja (Pencaker) memadati gedung S Universitas Putra Batam untuk mengikuti kegiatan Job Fair. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
batampos– Angka pengangguran masih menjadi persoalan di Batam saat ini. Di tengah tuntutan upah yang cukup tinggi, keterbatasan lapangan kerja juga masih menjadi persoalan.
Adanya tuntutan berpengalaman menjadikan kesempatan kerja terbatas. Saat ini Batam masih tercatat membutuhkan tenaga kerja di bidang galangan, dan Offshore.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti mengatakan untuk tingkat pengangguran terbuka ini, kebanyakan berasal dari luar daerah. Tidak bisa dipungkiri Batam masih menjanjikan untuk mereka pencaker, terutama tamatan SMA sederajat
“Buktinya masih datang. Setiap hari ada yang urus kartu pencari kerja. Dalam setahun biasanya rata-rata 20 ribu pencaker yang urus kartu angkatan kerja atau kartu kuning ini,” ujarnya.
Namun mayoritas pendatang ini, segera melakukan perubahan data penduduk, sehingga tercatat sebagai pemegang KTP Batam. Hal ini yang menjadikan angkatan kerja di Batam meningkat.
“Mayoritas dari luar, namun karena perubahan data, semua tercatat pengangguran Batam. Kita kan tidak bisa larang pendatang datang, atau ubah data kependudukan merek,” sebutnya.
Hal ini yang menjadikan tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Batam tertinggi di Kepri. Jumlah penduduk Batam di Kepri paling banyak, jadi wajar saja TPT tinggi.
Untuk TPT ini, tidak bisa hanya soal tahun ini. Coba dilihat data selamat tiga tahun belakang. Tahun 2021 lalu TPT di Batam 11,5 persen, tahun 2022 TPT 9,5 persen, artinya turun dua persen.
“Tahun ini menjadi 8,4 persen. Artinya dengan adanya angka ini menunjukkan kesempatan angka kerja banyak, sehingga angka TPT turun,” jelas Rudi.
Soal pengangguran terbuka ini diukur berdasarkan usia 17-45 tahun. TPT diakibatkan bukan oleh orang Batam, namun juga dari luar yang tercatat di Disnaker.
Perubahan kecendrungan pencari kerja mengganti dokumen kependudukan menjadi KTP Batam juga mempengaruhi angkatan kerja ini. Ini membuktikan Batam masih menjadi destinasi untuk mendapatkan pekerjaan.
Rudi menilai kebutuhan pencari kerja tetap ada. Perusahaan masih terus melakukan rekrutan. Namun persoalan saat ini terbentur oleh kebutuhan yang diperlukan perusahaan.
Ia mengakui sudah sejak dua tahun belakangan ini, kebutuhan perusahaan yang bergerak di bidang Offshore dan galangan mengalami peningkatan. Bahkan mereka berebut untuk mendapatkan tenaga welder, guna mendukung proyek mereka.
“Ini yang terjadi saat ini. Lowongan ada, orangnya tak ada. Sehingga tidak terserap maksimal. Sebab yang tersedia tidak memenuhi kebutuhan perusahaan,” jelasnya.
Pihaknya mengakui ketersediaan tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan juga masih krisis. Batam dikenal sebagai daerah industri, namun belum sepenuhnya didukung oleh ketersediaan SDM.
Misalnya sekolah kejuruan yang menyediakan jurusan perkapalan, Offshore juga belum banyak. Sehingga belum bisa memenuhi kebutuhan perusahaan.
Hal in seharusnya menjadi perhatian dari sektor pendidikan, agar lebih mengutamakan dan menyesuaikan jurusan dengan kebutuhan di perusahaan.
SMK ada salah satu wadah untuk melahirkan generasi siap kerja. Karena menang tagline SMK ini siap langsung memasuki dunia kerja. Sementara yang ada sekarang, belum mampu memenuhi kebutuhan tersebut.
“Jadi jika memang Dinas Pendidikan Kepri mau membuat sekolah yang menyediakan jurusan seperti welder, atau yang berhubungan dengan Offshore saya sangat mendukung. Karena yang diharapkan adalah mereka langsung terserap,” bebernya.
Menekan angka pengangguran juga dilakukan dari hulu. Melalui program bursa kerja khusus (BKK) atau job fair di SMK, diharapkan perusahaan bisa mendapatkan calon tenaga kerja langsung dari sumbernya.
“BKK ini menggandeng langsung perusahaan. Jadi para alumni bisa mencari kesempatan kerja di sekolah mereka. Kalau ada yang cocok, perusahaan langsung ambil. Ini adalah salah satu cara meminimalisir angka pengangguran lokal,” ungkapnya.
Saat ini, Disnaker Batam sudah melakukan sosialisasi terkait perusahaan wajib lapor loker, dan jumlah tenaga kerja yang terserap, selama masa perekrutan.
Perusahaan memiliki kewajiban melaporkan lowongan pekerjaan yang mereka buka. Saat proses wawancara dan penerimaan, perusahaan diminta untuk menarik kartu AK1 untuk dilaporkan ke Disnaker.
“Dari situ kami bisa tahu, berapa banyak serapan tenaga kerja sesungguhnya di Batam ini,” sebutnya.
Rudi menyebutkan untuk saat ini angka pencari kerja masih didominasi oleh pencaker Batam. Presentasenya 65 persen lokal, dan 35 persen luar Batam. Namun perlu ditekankan yang menggunakan KTP Batam ini juga banyak dari perubahan dokumen pendudukan.
Terkait calon pencari kerja yang kesulitan mencari pekerjaan, Rudi menjelaskan kebutuhan di Batam ada dua, pertama untuk manufaktur, dan kedua galangan dan Offshore.
Untuk manufaktur ini persyaratan tidak terlalu tinggi, atau membutuhkan keahlian yang terlalu. Namun berbeda dengan galangan dan offshore, kebutuhan lebih menjurus dan dibutukan keahlian. Sebab mereka banyak mengerjakan berbagai jenis kapal, sehingga dibutuhkan yang memiliki keahlian.
“Mereka juga dikejar oleh waktu, sehingga cari pekerja yang sudah bisa langsung kerja. Makanya dibutuhkan yang ada keahlian. Kebetulan tahun ini Shipyard dan Offshore ini yang banyak buka,” bebernya.
Rudi mengungkapkan kondisi saat ini adalah kebutuhan industri, tidak sesuai dengan lulusan yang ada di Batam ini. Batam memiliki karakteristik galangan, Offshore, manufaktur. Sedangkan lulusan tidak banyak yang sesuai dengan kebutuhan.
“Misalnya SMK yang punya kelas welder belum banyak. Meskipun jumlah SMK cukup banyak. Persiapannya di situ. Kebutuhan tidak sesuai dengan yang dihasilkan,” imbuhnya.
Upaya yan bisa dilakukan menekan TPT adalah menggelar pelatihan, dan BKK. Pelatihan ini diarahkan lebih banyak untuk pencaker. Ini adalah untuk mengantisipasi angka pengangguran.
“Tahun depan lebih ke welder, dan kebutuhan Offshore dan galangan,” tambahnya.
Ia berharap upaya ini bisa menekan angka pengangguran di Batam tentunya. Karena sampai saat ini upah di Batam cukup menjanjikan, sehingga menarik pencaker datang ke Batam.
“Soal upah sudah pasti jadi pertimbangan mereka ke Batam. Di banding daerah lain, Batam cukup tinggi untuk upah di wilayah Sumatera ini,” ungkapnya.
Batam saat ini menerapkan upah Rp4.5 juga setiap bulannya. Angka ini masih cukup tinggi di Indonesia, bahkan di Kepri. Sehingga angka menarik pendatang untuk mengarahkan tujuan mereka ke Batam. (*)
Gisca Debora Aritonang resmi jadi tersangka kasus penipuan tiket Coldplay. (Tazkia Royyan/JawaPos.com)
batampos – Polisi menangkap pelaku penipuan tiket Coldplay yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, beberapa waktu lalu. Pelaku yang merupakan seorang mahasiswi bernama Gisca Debora Aritonang, 19, telah menipu dengan total kerugian yang dialami korban mencapai miliaran rupiah.
“Kami menerima 6 laporan polisi terkait penipuan dan penggelapan konser Coldplay. Total adalah Rp 5,1 miliar atau 2.268 tiket,” kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro dalam konfrensi pers kepada wartawan, Senin (20/11).
Susatyo merincikan, enam laporan polisi yang diterima Polres Metro Jakarta Pusat pertama dari VS yang mengalami kerugian hingga Rp 1,35 miliar setara dengan 700 tiket. Laporan kedua dari AS yang mengalami kerugian Rp 1,3 miliar atau setara 600 tiket.
“Yang ketiga MF Rp 1,3 miliar atau 500 tiket, kemudian yang keempat pelapor SG itu Rp 73 juta atau 58 tiket. Kemudian korban AR ini Rp 1,3 miliar atau 400 tiket dan yang terakhir lapor CL ini Rp 230 juta, tapi menjadi bagian daripada 5 laporan tersebut,” jelas Susatyo.
Ia mengatakan, Gisca diserahkan ke Polres Metro Jakarta Pusat oleh salah satu korban pada 13 November lalu. Saat itu, polisi sempat memediasi keduanya. Namun, korban memilih untuk melaporkan kasus tersebut pada Jumat (17/11) lalu.
Atas kelakuannya, pelaku kini dijadikan tersangka dan sudah dilakukan penahanan sejak Jumat (17/11) lalu dengan total saksi yang diperiksa sebanyak 7 orang.
“Selanjutnya kami melakukan upaya paksa penggeledahan dan penyitaan terhadap barang-barang milik tesangka seperti yang ada di depan,” ungkap Susatyo.
Adapun tersangka dijerat dengan Pasal 378 Tentang Penipuan jo 372 Tentang penggelapan.