batampos – Kota Batam menjadi surga kuliner yang tidak pernah redup. Menawarkan beragam kuliner. Salah satunya nasi lemak.
Menu nasi lemak selalu mudah ditemukan dengan cita rasa santan yang gurih. Bahkan makanan ini menjadi favorit lokal maupun wisatawan.
5 Tempat Nasi Lemak Enak di Batam
1. Nasi Lemak Mak Ngah
Salah satu nasi lemak yang berjualan sudah 35 tahun. Bahkan selalu ramai pengunjung setiap harinya. Terletak di Tanjung Riau, Sekupang, Batam.
2. Nasi Lemak Wak Tige
Salah satu restoran yang menjual nasi lemak dengan berbagai pilihan lauk. Porsinya banyak dijamin kenyang. Terletak di Blk. A No.10, Belian, Kecamatan Bengkong, Kota Batam.
3. Nasi Lemak & Gado-gado Pelantar
Bagi yang ingin makan nasi lemak saat sarapan bisa kesini. Sudah berjualan sejak 1998 yang dijamin bikin ketagihan. Terletak di Pasar Pasir Putih Blok A24, Sadai, Kecamatan Bengkong, Kota Batam.
4. Nasi Lemak Betuah
Makan nasi lemak dengan porsi besar dan harga terjangkau. Rasa rempah nasi lemaknya sangat terasa. Terletak di Tiban 1, Ruko Tiban Mutiara Blok A No.3A, Patam Lestari, Kecamatan Sekupang, Kota Batam.
5. Nasi Lemak Lontong Kari Tok Ali
Nasi lemak disini memiliki ciri khas dibungkus dengan telur dadar. Nasi lemaknya menjadi menu favorit. Terletak di Sipin depan Swiss Bell Hotel, sebelah sate eddy sipin, Kota Batam.
Dengan banyaknya pilihan tempat nasi lemak enak di Batam, pecinta kuliner tak akan kehabisan opsi untuk menikmati hidangan ini.
Pastikan lokasi dan jam buka sebelum berkunjung.(*)
Proses evakuasi ABK KM Samudera yang tenggelam di Perairan Bintan pada Senin malam. F. Syafril untuk Batam Pos.
batampos – Kapal ikan KM Samudera tenggelam di perairan Bintan, tepatnya di antara Perairan Anak Lobam dan Perairan Tekulai, Senin (2/2) sore. Kapal tersebut dilaporkan mengalami kebocoran pada bagian lambung kanan saat dalam pelayaran.
Kasat Polairud Polres Bintan Iptu Syafril mengatakan, kapal kayu berlapis fiber itu bertolak dari Pelabuhan Anai, Tanjungpinang, dengan tujuan Tanjung Riau, Batam. KM Samudera mengangkut sekitar 50 fiber berisi ikan.
“Kebocoran pada lambung kanan kapal terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Kru sempat berupaya menyelamatkan kapal, namun sekitar satu jam kemudian kapal tidak dapat dipertahankan dan akhirnya tenggelam,” ujar Syafril, Senin malam.
Pihak Satpolairud Polres Bintan menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 18.40 WIB. Personel langsung bergerak ke lokasi menggunakan speedboat dan tiba sekitar pukul 20.00 WIB.
“Setiba di lokasi, kami menemukan seluruh kru kapal mengapung di sekitar titik tenggelamnya kapal. Seluruh korban langsung dievakuasi,” katanya.
Syafril memastikan seluruh awak kapal berhasil diselamatkan dan dibawa ke Markas Satpolairud Polres Bintan dalam kondisi selamat.
“Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” tegasnya.
Dari hasil pendataan, KM Samudera dinakhodai oleh Suhaidi (49), dengan tiga orang anak buah kapal (ABK), masing-masing Nasrun (58), Usman (49), dan Sadri Ardyansyah (23). Seluruh kru merupakan warga Batam dan telah dipulangkan ke rumah masing-masing.
Syafril mengimbau para nelayan dan pemilik kapal agar selalu memastikan kondisi kapal sebelum berlayar, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca buruk, angin kencang, dan gelombang tinggi di perairan Kepri.
“Keselamatan harus menjadi prioritas utama sebelum melaut,” pungkasnya. (*)
Epstein membual tentang makan malam bersama Zuckerberg, Hoffman, Musk, dan Thiel, menurut email DOJ. (New York Post)
batampos — Nama Jeffrey Epstein kembali menjadi sorotan global setelah dokumen internal yang sebelumnya disegel dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (U.S. Department of Justice/DOJ). Berkas tersebut memuat korespondensi lama yang mengungkap kedekatan Epstein dengan sejumlah tokoh teknologi papan atas dunia.
Dalam salah satu email yang kini dibuka ke publik, Epstein—pengelola modal dengan jaringan elite sekaligus terpidana kejahatan seksual yang meninggal pada 2019—membual tentang sebuah makan malam yang ia sebut “liar” bersama para miliarder teknologi dunia.
Dilansir New York Post, Selasa (3/2/2026), email bertanggal 20 Agustus 2015 itu dikirim Epstein kepada miliarder Tom Pritzker. Saat menanggapi pertanyaan terkait rencana perjalanannya ke New York, Epstein menulis: “not sure yet. i had dinner with zuckerburg, mu=k, thiel hoffman, wild,” yang merujuk pada Mark Zuckerberg, Elon Musk, Peter Thiel, dan Reid Hoffman.
Menurut laporan Vanity Fair pada 2019, makan malam tersebut digelar oleh Reid Hoffman, co-founder LinkedIn, di Palo Alto, California, untuk menghormati ilmuwan MIT Ed Boyden. Epstein tidak memberikan keterangan lebih lanjut mengenai isi atau dinamika pertemuan tersebut.
Sorotan publik terhadap email itu memicu klarifikasi dari berbagai pihak. Juru bicara Meta menegaskan bahwa Mark Zuckerberg hanya bertemu Epstein satu kali secara singkat dalam acara tersebut dan tidak pernah berkomunikasi lagi setelahnya.
“Acara itu tidak diatur oleh Epstein,” kata juru bicara Meta Ben LaBolt.
Kontroversi semakin menguat setelah Vanity Fair melaporkan bahwa Elon Musk disebut memperkenalkan Zuckerberg kepada Epstein. Klaim tersebut langsung dibantah Musk.
“Saya tidak ingat pernah memperkenalkan Epstein kepada siapa pun. Saya tidak cukup mengenalnya. Epstein menjijikkan, dan Zuckerberg bukan teman saya,” tulis Musk.
Rilis dokumen DOJ juga menunjukkan bahwa Reid Hoffman memiliki korespondensi yang lebih luas dengan Epstein, termasuk rencana kunjungan ke sejumlah properti Epstein—mulai dari pulau pribadinya di Karibia, peternakan di New Mexico, hingga rumahnya di Upper East Side, New York.
Dalam sebuah email tahun 2014, staf Hoffman bahkan mencatat, “Reid akan menginap di 71st,” yang merujuk pada townhouse Epstein di Manhattan.
Menanggapi temuan terbaru tersebut, Hoffman menyampaikan penyesalannya melalui platform X.
“Berinteraksi dengan Epstein setelah vonis pidana adalah sesuatu yang sangat saya sesali. Para korban berhak mendapatkan keadilan, dan mereka yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban,” tulisnya.
Sementara itu, Musk kembali menegaskan bahwa ia tidak pernah menghadiri pesta Epstein maupun terlibat dalam kejahatannya, serta mendesak penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang benar-benar terlibat.
Hingga berita ini diturunkan, perwakilan Tom Pritzker dan Peter Thiel belum memberikan tanggapan terkait korespondensi tersebut.
Meski tidak ada bukti langsung keterlibatan para miliarder teknologi dalam kejahatan Epstein, pengungkapan dokumen DOJ ini kembali menyoroti jaringan relasi Epstein dengan elite global, yang hingga kini terus memicu perhatian publik dan media internasional. (*)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi memperlihatkan penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Award 2025 yang diraih Pemko Batam pada ajang UHC Awards 2026 di JIEXPO Jakarta, Selasa (28/1).
batampos – Pemerintah Kota Batam kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Kota Batam berhasil meraih Universal Health Coverage (UHC) Award 2025 pada ajang UHC Awards 2026 yang digelar di JIEXPO Jakarta, Selasa (28/1).
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Muhaimin Iskandar, kepada perwakilan kepala daerah penerima UHC Award. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada daerah yang dinilai memiliki komitmen kuat dalam menjamin perlindungan kesehatan masyarakat melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
UHC Awards merupakan penghargaan nasional yang diberikan kepada pemerintah daerah yang berhasil mencapai dan mempertahankan cakupan kepesertaan JKN secara optimal. Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah indikator, antara lain tingginya persentase kepesertaan aktif JKN, keberlanjutan pembiayaan daerah, serta penguatan akses dan mutu layanan kesehatan.
Ajang ini diikuti ratusan pemerintah daerah dari seluruh Indonesia yang telah memenuhi kriteria Universal Health Coverage.
Kota Batam dinilai layak menerima UHC Award 2025 karena konsistensi Pemerintah Kota Batam dalam memastikan sebagian besar penduduknya terdaftar sebagai peserta aktif JKN.
Selain itu, pemerintah daerah juga dinilai aktif memperkuat layanan kesehatan, baik di fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun layanan rujukan, guna memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang merata dan berkualitas.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, dr. Didi Kusmarjadi, mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan di daerah, mulai dari pemerintah, BPJS Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, hingga masyarakat.
“Penghargaan UHC Award 2025 ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan di Kota Batam. Ini bukan tujuan akhir, tetapi menjadi penguat komitmen kami untuk memastikan seluruh masyarakat Batam mendapatkan akses layanan kesehatan yang bermutu, berkesinambungan, dan tidak meninggalkan siapa pun,” ujar Didi, Senin (2/2).
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Batam terus berupaya menjaga cakupan kepesertaan JKN tetap tinggi dengan memastikan masyarakat terdaftar sebagai peserta aktif. Di sisi lain, peningkatan kualitas layanan kesehatan juga menjadi fokus utama, baik di layanan kesehatan primer seperti puskesmas maupun layanan rujukan di rumah sakit.
“Kami terus memperkuat layanan kesehatan, mulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga rujukan, agar masyarakat Batam dapat mengakses pelayanan kesehatan secara mudah, cepat, dan merata,” katanya.
Menurut Didi, sinergi antara pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, serta fasilitas pelayanan kesehatan menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan program JKN di Kota Batam. Ia menegaskan, Dinas Kesehatan akan terus menjaga keberlanjutan pembiayaan JKN sekaligus meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat.
Acara penyerahan UHC Awards 2026 turut dihadiri sejumlah pejabat nasional, di antaranya Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Wakil Menteri Dalam Negeri, Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), serta Direktur Utama BPJS Kesehatan. Kehadiran para pemangku kebijakan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan perlindungan kesehatan semesta di Indonesia.
Pemerintah Kota Batam menegaskan bahwa penghargaan UHC Award 2025 bukan sekadar capaian administratif, melainkan wujud nyata komitmen daerah dalam melindungi hak dasar masyarakat di bidang kesehatan. Ke depan, Kota Batam berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan, memperluas akses pelayanan, serta memastikan seluruh masyarakat terlindungi dalam Program JKN.(*)
Investor melihat pergerakan kripto Bitcoin melalui handphone di Depok, Jawa Barat, Rabu (10/12/2025). (Salman Toyibi/ Jawa Pos)
batampos – Minat investasi di kalangan generasi muda terus menunjukkan tren positif. PT Bank Jago Tbk mencatat lebih dari tiga juta pengguna Aplikasi Jago telah terhubung dengan platform investasi Bibit dan Stockbit, atau meningkat 38 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Perseroan mengungkapkan, nasabah tersebut telah membuat hampir 4,5 juta “kantong”—fitur pemisahan dana untuk tujuan investasi—dengan lebih dari separuhnya menggunakan Rekening Dana Nasabah (RDN) Bank Jago.
“Kesadaran nasabah Bank Jago untuk berinvestasi meningkat pesat setiap tahun. Ini terlihat dari nilai investasi di Bibit dan Stockbit yang tumbuh hampir 80 persen sepanjang 2025,” ujar Digital Product Lead Bank Jago Yusuf Aria Putera dalam keterangannya di Jakarta, Senin (2/2).
Dari sisi demografi, hampir 95 persen investor pengguna Aplikasi Jago yang terkoneksi dengan Bibit dan Stockbit berasal dari kelompok usia produktif 17–44 tahun. Generasi Z mendominasi sekitar 65 persen, sementara milenial menyumbang 30 persen.
“Bahkan lebih dari 5 persen investor berada di rentang usia 17–19 tahun. Artinya, pelajar dan mahasiswa sudah banyak yang melek investasi, dan ini tersebar di hampir seluruh kota di Indonesia,” jelas Yusuf.
Untuk mendorong kebiasaan investasi yang sehat, Bank Jago memperkenalkan konsep “3C”, yakni curious, critical, dan conscious, sebagai panduan bagi investor pemula.
Menurut Yusuf, sikap curious mendorong investor untuk terus belajar dan mencoba hal baru secara terukur. Selanjutnya, critical berarti mampu menyaring informasi serta memahami mekanisme dan risiko investasi agar tidak mudah terpengaruh rekomendasi pihak lain. Adapun conscious menekankan pengambilan keputusan investasi secara sadar dan sesuai kondisi pribadi.
“3C bukan sekadar konsep, tapi kompas dalam berinvestasi. Curious membuat kita terus bertumbuh tanpa kehilangan kendali, critical melindungi dari keputusan impulsif, dan conscious menjaga agar kita tidak salah arah,” tuturnya.
Sebagai bagian dari edukasi publik, Bank Jago bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Stockbit juga menggelar talkshow bertajuk “Cara Jadi Investor Realistis” pada Sabtu (31/1).
Acara tersebut menghadirkan Divisi Pengembangan Pasar BEI Teja Amanda Putra, Head of PR & Communication Bibit & Stockbit William, serta entrepreneur dan content creator Theo Derick. Melalui forum ini, masyarakat diajak membangun masa depan finansial melalui investasi yang sehat, realistis, dan terencana. (*)
Sidang perkara narkotika dengan terdakwa Mohd Malik, Senin (2/2). F.Azis Maulana
batampos – Pengadilan Negeri (PN) Batam menggelar sidang perkara narkotika dengan terdakwa Mohd Malik Senin (2/2). Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Douglas Napitupulu tersebut beragenda mendengarkan keterangan saksi penangkap dari kepolisian yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Martua.
Dalam persidangan, saksi penangkap dari kepolisian menyampaikan penangkapan terhadap terdakwa dilakukan oleh tim yang berjumlah enam orang.
Menurut saksi, seluruh keterangan sebagaimana tertuang dalam dakwaan JPU sesuai dengan fakta di lapangan. “Keterangan dalam dakwaan JPU sudah benar semuanya,” ujar saksi di hadapan majelis hakim.
Dalam dakwaan pertama, JPU menguraikan bahwa terdakwa Mohd Malik bin Saad diduga melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I sebagaimana diatur dalam Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 10 September 2025 sekitar pukul 17.30 WIB di pinggir jalan depan SD Negeri 01 Batam Kota, Belian, Batam Kota.
“Berawal saat seseorang bernama Beril (DPO) menghubungi terdakwa melalui media sosial Instagram dan memesan ganja dengan harga Rp300 ribu untuk seperempat,” ujarnya.
Setelah janjian bertemu di lokasi tersebut, terdakwa yang sudah berada di depan sekolah langsung diamankan petugas. Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan dua paket ganja masing-masing satu paket dalam plastik bening di saku celana depan dan satu paket dalam kertas cokelat yang disimpan dalam kotak pensil warna hitam merek HBO di saku celana belakang terdakwa.
Tidak berhenti di situ, sekitar pukul 21.00 WIB, polisi melakukan penggeledahan lanjutan di rumah terdakwa di Perum Mantang Blok K No.18, Kelurahan Sagulung, Sagulung.
Dari lokasi tersebut, petugas kembali menemukan satu bungkus plastik berisi batang ganja yang disimpan di atas lemari kamar terdakwa.
“Berdasarkan keterangan terdakwa, ganja tersebut diperoleh dengan cara membeli dari Nepral (DPO) seharga Rp600 ribu pada Selasa, 9 September 2025 di kawasan Pemda Aviari Batam,” kata dia.
Hasil penimbangan barang bukti yang dilakukan di PT Pegadaian (Persero) Batam pada 11 September 2025 menunjukkan total berat ganja kering sebanyak 19,86 gram.
Sementara itu, berdasarkan hasil uji laboratorium BPOM Kepulauan Riau dengan Nomor LHU.085.K.05.16.25.0349 tanggal 15 September 2025, sampel dinyatakan positif mengandung Cannabis yang termasuk narkotika golongan I.
Selain dakwaan pertama, JPU juga mengajukan dakwaan alternatif kedua, yakni terdakwa diduga melakukan tindak pidana tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan narkotika golongan I dalam bentuk tanaman ebagaimana diatur dalam Pasal 111 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
“Atas perbuatannya, terdakwa terancam pidana penjara sesuai ketentuan undang-undang yang berlaku. Sidang akan dilanjutkan pada agenda berikutnya sesuai penetapan majelis hakim,” tutupnya.(*)
Jeffrey Epstein menerima potongan kain kiswah Kaʿbah yang dikirim melalui jaringan kontak terkait Uni Emirat Arab, sebagaimana terungkap dalam dokumen Epstein Files. (X/@Jvnior)
batampos – Dokumen terbaru Epstein Files kembali mengguncang perhatian global. Berkas internal yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat (U.S. Department of Justice/DOJ) mengungkap bahwa potongan kain kiswah Kaʿbah—simbol paling suci dalam Islam—pernah dikirim ke Amerika Serikat dan diterima oleh Jeffrey Epstein pada 2017, melalui jaringan kontak yang terkait dengan Uni Emirat Arab (UEA).
Mengutip laporan Middle East Eye, Selasa (3/2/2026), dokumen yang dipublikasikan pada Jumat (30/1/2026) memuat korespondensi email Februari–Maret 2017 antara pengusaha perempuan berbasis di UEA, Aziza al-Ahmadi, dan seorang pria bernama Abdullah al-Maari. Keduanya disebut mengoordinasikan pengiriman tiga fragmen kain kiswah Kaʿbah kepada Epstein.
Menurut Middle East Eye, ketiga potongan tersebut terdiri atas satu bagian dari interior Kaʿbah, satu potongan dari lapisan luar kiswah yang telah digunakan, serta satu potongan lain dari bahan serupa yang belum pernah dipakai. Potongan terakhir ini dilaporkan dicantumkan sebagai “artworks” atau karya seni dalam dokumen pengiriman guna mempermudah proses bea cukai internasional.
Email-email dalam Epstein Files menunjukkan bahwa fragmen kiswah tersebut dikirim melalui kargo udara dari Arab Saudi ke Florida, Amerika Serikat, menggunakan maskapai British Airways. Seluruh pengaturan logistik dan faktur pengiriman dirinci dalam korespondensi internal. Ketiga potongan itu tiba di kediaman Epstein pada Maret 2017, setelah ia menyelesaikan hukuman penjara dan terdaftar sebagai pelaku kejahatan seksual di AS.
Dalam salah satu email yang ditujukan langsung kepada Epstein, al-Ahmadi bahkan menyertakan penjelasan religius mengenai makna kiswah bagi umat Islam.
“Potongan kain hitam ini disentuh oleh minimal 10 juta Muslim dari berbagai aliran, termasuk Sunni, Syiah, dan lainnya,” tulisnya.
Ia juga menggambarkan bagaimana jutaan jamaah haji dan umrah berusaha menyentuh kiswah saat tawaf, sambil membawa doa, harapan, dan air mata, dengan keyakinan doa mereka akan dikabulkan.
Namun, dokumen tersebut tidak menjelaskan bagaimana hubungan awal al-Ahmadi dengan Epstein maupun alasan pengiriman artefak religius itu kepadanya. Ketiadaan penjelasan ini memicu spekulasi luas mengenai motif, relasi elite, serta mekanisme distribusi artefak keagamaan yang sangat sensitif.
Diskusi pun merebak di media sosial. Salah satunya akun X (Twitter) @mumtazxmr mempertanyakan, “Mengapa Epstein menerima kiswah ini?” Sejumlah email menunjukkan bahwa relasi Epstein dengan jaringan bisnis Timur Tengah bersifat strategis dan multidimensional.
Pada Oktober 2016, misalnya, Epstein mengusulkan pembentukan mata uang berbasis syariah—termasuk Bitcoin—untuk kawasan Timur Tengah, dan mengklaim telah berdiskusi dengan sejumlah pendiri Bitcoin. Proposal tersebut dikomunikasikan kepada jaringan bisnis di kawasan, termasuk al-Ahmadi. Tidak ditemukan bukti transaksi jual-beli kiswah, sehingga pengiriman fragmen itu diduga muncul dalam konteks relasi elit, bukan praktik ritual atau komersial resmi.
Dokumen lain juga memperlihatkan korespondensi lanjutan antara al-Ahmadi dan staf Epstein pasca Badai Irma pada September 2017 yang melanda Karibia, termasuk pulau pribadi Epstein, Little Saint James. Meski bernada ringan, korespondensi tersebut menambah gambaran kedekatan komunikasi di antara kedua pihak.
Pengungkapan ini memicu reaksi keras di komunitas Muslim internasional. Kiswah bukan sekadar kain, melainkan simbol religius yang sangat dihormati. Para pengamat menegaskan bahwa distribusi kiswah umumnya dilakukan melalui saluran resmi kepada negara atau institusi Islam, bukan kepada individu—terlebih sosok dengan rekam jejak kejahatan seksual.
Times of India melaporkan bahwa kasus ini memicu “kebingungan, ketidakpercayaan, dan kemarahan” di berbagai negara Muslim, yang mempertanyakan bagaimana artefak suci tersebut dapat berakhir di tangan Jeffrey Epstein.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Arab Saudi, otoritas UEA, maupun pihak terkait lainnya mengenai keterlibatan mereka atau mekanisme pengiriman tersebut. Skandal ini kembali menyoroti problem tata kelola artefak religius, transparansi antarnegara, serta relasi kuasa elit global terhadap simbol-simbol keagamaan yang dihormati miliaran manusia. (*)
Ilustrasi: Iptu Yudhi Patra menindak pengendara motor yang menggunakan knalpot brong. Foto: Yofi Yuhendri/Batam Pos
batampos – Pelanggaran lalu lintas di kawasan Batuaji dan Sagulung minim penindakan. Banyak pengendara melanggar, mulai tanpa mengenakan helm, menerobos traffick light, hingga berboncengan tiga.
Kaur Bin Ops (KBO) Satlantas Polresta Barelang, Iptu Yudhi Patra mengatakan akan melakukan penindakan di kawasan tersebut dalam Operasi Keselamatan Seligi 2026.
“Akan kita tindak. Penindakan dengan sistem hunting dan stasioner,” ujarnya, Senin (2/2).
Ia menjelaskan selama operasi ini penindakan dengan mengutamakan sanksi Elektronik Tilang (ETLE) Mobile. Operasi ini menyasar 7 pelanggaran lalu lintas.
“Jika ditemukan langsung ditindak, diutamakan ETLE,” katanya.
Adapun 7 sasaran pelanggaran dalam operasi ini yakni kendaraan yang menggunakan knalpot brong atau tidak sesuai spesifikasi teknis, Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) yang tidak sesuai aturan dan spesifikasi, dan kendaraan angkutan barang yang digunakan untuk angkutan penumpang.
Kemudian kendaraan penumpang yang tidak laik jalan, kendaraan roda dua yang tidak menggunakan helm SNI dan berboncengan lebih dari satu, kendaraan yang parkir di bahu jalan, serta pengendara yang melawan arus dan melebihi batas kecepatan.
“Harapan kita dengan penindakan di kawasan Batuaji selama operasi ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat dengan aturan berlalulintas,” ungkapnya.
Diketahui, Operasi Keselamatan Seligi 2026 ini berlangsung selama 14 hari, yakni dari tanggal 2-15 Februari mendatang. Operasi ini rutin dilakukan setiap tahun.
Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo mengatakan operasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib berlalu lintas.
“Harapan kita dengan operasi bisa terwujudnya Kamseltibcarlantas yang aman, nyaman, dan selamat menjelang Operasi Ketupat 2026,” tutupnya. (*)
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan taklimat dalam agenda Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul, Bogor, Jabar, pada Senin (2/2). (BPMI Setpres)
batampos – Presiden Prabowo Subianto mengingatkan seluruh jajaran pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun daerah, agar memahami secara utuh peran dan tanggung jawab masing-masing dalam menjalankan amanah negara.
Penegasan itu disampaikan Prabowo dalam taklimat pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (1/2).
Anggota Komisi II DPR RI Azis Subekti menilai pesan Presiden tersebut mencerminkan harapan publik terhadap kepemimpinan yang jujur dan adil. Menurutnya, kejujuran dan keadilan bukan sekadar nilai moral, melainkan fondasi utama bagi kepercayaan rakyat terhadap negara.
“Di banyak tempat, kepercayaan publik terhadap negara mengalami erosi. Bukan karena negara berhenti membangun, tetapi karena pembangunan sering terasa jauh dari rasa keadilan,” ujar Azis kepada wartawan, Selasa (3/2).
Legislator Fraksi Partai Gerindra itu menekankan bahwa pembangunan infrastruktur harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan publik. Tanpa itu, pembangunan justru berpotensi memperlebar jarak antara pemerintah dan masyarakat.
“Jalan dan proyek boleh bertambah, tetapi ketika pelayanan publik lamban, kebijakan tidak sinkron, dan hukum terkesan selektif, jarak antara negara dan warga justru makin melebar,” tegasnya.
Menurut Azis, tantangan terbesar pemerintahan saat ini bukan kekurangan gagasan, melainkan krisis keteladanan. Konsistensi sikap dan tindakan para pemimpin menjadi kunci agar aturan yang dibuat dapat dipercaya dan dijalankan masyarakat.
“Seruan kejujuran dan keadilan penting karena menyentuh akar persoalan, bukan sekadar gejalanya,” ujarnya.
Ia menilai Rakornas pusat dan daerah seharusnya menjadi ruang penyelarasan kebijakan yang substansial, tidak berhenti pada target dan angka semata. Hubungan pusat dan daerah, kata dia, perlu dimaknai sebagai pembagian tanggung jawab agar kehadiran negara dirasakan setara oleh seluruh warga.
“Otonomi daerah adalah amanah pelayanan, bukan sekadar kewenangan administratif,” tuturnya.
Azis juga menyoroti penegasan Presiden mengenai persatuan dalam keberagaman yang dinilainya relevan di tengah meningkatnya polarisasi sosial dan politisasi identitas. Menurutnya, persatuan tidak cukup dibangun melalui slogan, tetapi lewat pengalaman nyata warga yang diperlakukan adil oleh negara.
“Warga merasa bersatu bukan karena jargon, melainkan karena pengalaman konkret diperlakukan setara,” katanya.
Sikap politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif, lanjut Azis, juga menyiratkan pesan penting bagi kondisi dalam negeri. Kedaulatan di tingkat global, menurutnya, tidak akan utuh tanpa kedaulatan moral di dalam negeri.
“Negara yang ingin berdiri tegak di hadapan dunia harus lebih dulu menegakkan hukum, menutup ruang penyimpangan, dan melindungi kepentingan publik di rumahnya sendiri,” tegasnya.
Ia mengingatkan agar taklimat Presiden tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Pesan tersebut, kata Azis, seharusnya menjadi ajakan refleksi bagi para pejabat: apakah jabatan dijalankan sebagai amanah atau sekadar status.
“Dari sanalah kualitas pemerintahan diuji,” ujarnya.
Azis menegaskan, masa depan Indonesia tidak ditentukan oleh besarnya rencana yang diumumkan, melainkan oleh seberapa jujur dan adil rencana itu dijalankan. Jika pesan Presiden benar-benar diterjemahkan dalam kerja nyata, Rakornas ini dapat menjadi penanda pergeseran penting menuju pemerintahan yang sungguh-sungguh dipercaya rakyat. (*)
Dua kapal yang diduga membawa daging dan balpres selundupan dari luar negeri diamankan di Pelabuhan Sekupang, Selasa (27/1). F Shinta
batampos – Kasus dugaan penyelundupan puluhan ton daging ilegal yang digagalkan Subdit Industri dan Perdagangan (Indagsi) Ditreskrimsus Polda Kepri kini sudah naik ke tahap penyidikan. Penyidik saat ini tengah memeriksa sejumlah saksi guna mengungkap peran masing-masing pihak yang terlibat dalam perkara tersebut.
Kasubdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Paksi Eka Syaputra, mengatakan pemeriksaan saksi dilakukan untuk mendalami keterlibatan para pihak sekaligus menentukan siapa yang paling bertanggung jawab dalam praktik penyelundupan tersebut.
“Saat ini penyidik Subdit 1 Indagsi masih memeriksa sejumlah saksi untuk mengetahui peranan masing-masing dan mencari pihak yang paling bertanggung jawab,” ujar Paksi, Senin (2/2).
Ia menegaskan, penyidik masih terus melakukan pendalaman dan pengembangan perkara, termasuk menelusuri jaringan distribusi serta kemungkinan keterlibatan pihak lain.
“Yang jelas, proses pendalaman dan pengembangan masih berjalan,” katanya.
Terkait barang bukti, Paksi memastikan seluruh daging ilegal yang diamankan berada dalam pengawasan ketat penyidik. “Barang bukti dijaga oleh tim kami, sehingga dipastikan dalam kondisi aman,” tegasnya.
Diketahui, pengungkapan kasus ini merupakan hasil pengintaian intensif yang dilakukan tim Subdit 1 Indagsi Ditreskrimsus Polda Kepri selama enam hari berturut-turut. Petugas memantau pergerakan kapal yang diduga membawa muatan ilegal tersebut.
Subdit Indagsi Ditreskrimsus Polda Kepri sebelumnya menggagalkan penyelundupan puluhan ton daging ilegal yang diduga berasal dari luar negeri. Barang bukti diamankan dari empat kontainer yang diangkut menggunakan kapal dengan modus menyerupai kapal ikan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kapal pembawa daging ilegal itu diamankan pada Jumat (23/1) dini hari saat melintas di perairan Kepulauan Riau. Kapal diketahui berangkat dari Singapura dan sempat singgah di wilayah Moro, Kabupaten Karimun.
Saat ini, dua kapal yang diduga terlibat, yakni KM Sukses Raya dan KM Sukses Abadi 02, bersandar di Pelabuhan Sekupang. Kedua kapal berbendera Indonesia dan bercat biru tersebut tiba di Pelabuhan Sekupang pada Senin (26/1) dini hari. Sebagian muatan kapal sudah tidak terlihat karena telah diamankan terlebih dahulu oleh tim Subdit Indagsi.
Untuk mengelabui petugas, pelaku menggunakan modus kapal ikan dengan dilengkapi dokumen pengangkutan hasil laut. Bahkan, selama pelayaran, sistem Automatic Identification System (AIS) kapal sengaja dimatikan di tengah laut agar tidak terdeteksi.
Selain puluhan ton daging, petugas juga menemukan barang ilegal lain berupa sepeda dan puluhan karung balpres di dalam muatan kapal. Total terdapat dua kapal yang diduga terlibat dalam aksi penyelundupan tersebut.
Rencananya, daging ilegal tersebut akan didistribusikan ke sejumlah daerah di Sumatra, dengan tujuan akhir Pekanbaru dan Jambi. Berdasarkan informasi, daging-daging tersebut diketahui berasal dari Brasil dan beberapa negara lain tanpa dilengkapi dokumen karantina maupun perizinan resmi.
Jenis daging yang diangkut meliputi daging beku, seperti daging sapi, daging ayam, dan daging babi. Hingga kini, penyidik masih mendalami asal-usul barang dan jalur distribusi.(*)