Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 470

Kasus Dugaan Video Asusila Pejabat Pemko Batam, Amsakar: Jika Benar, Masuk Pelanggaran Berat

0
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. F. M. Sya’ban/Batam Pos.

batampos – Dugaan keterlibatan oknum pejabat Pemko Batam dalam video asusila yang beredar di media sosial mendapat perhatian serius dari Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Ia menyesalkan mencuatnya isu tersebut dan menegaskan bahwa penanganan perkara sepenuhnya diserahkan pada mekanisme hukum yang berlaku.

Amsakar menuturkan, informasi awal mengenai video tersebut ia terima pada Minggu (28/12) malam saat menghadiri kegiatan keagamaan di Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah. Sekitar pukul 23.04 WIB, ia berupaya menghubungi kepala dinas yang namanya disebut dalam video itu, namun nomor yang dituju tidak aktif. Upaya serupa kembali dilakukan pada keesokan pagi hingga siang hari, tetapi belum mendapat respons.

“Belakangan diketahui, yang bersangkutan sedang melaporkan persoalan ini ke kepolisian. Karena sudah masuk proses hukum, maka pertama-tama kita percayakan kepada mekanisme hukum yang berjalan,” ujar Amsakar, Senin (29/12).

Meski proses hukum berjalan, Pemko Batam tetap mengambil langkah internal. Amsakar menyampaikan telah meminta Kepala BKPSDM melakukan pengkajian awal serta meminta keterangan dari pejabat yang bersangkutan.

“Terkait sanksi ASN, itu ada mekanismenya sendiri. Namun prinsipnya, jika peristiwa ini terbukti, maka termasuk pelanggaran berat,” ujarny.

Ia mengatakan, terdapat tiga jenis sanksi berat yang dapat dijatuhkan apabila dugaan itu terbukti, yakni pembebasan dari jabatan selama 12 bulan, penurunan jabatan selama 12 bulan, atau pemberhentian tidak atas permintaan sendiri. Sanksi akan ditetapkan setelah perkara dinyatakan terang melalui proses hukum maupun pemeriksaan internal.

Amsakar menyayangkan beredarnya informasi yang dinilai kontraproduktif, karena berpotensi mengurangi kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah. Ia mengaku baru dapat berkomunikasi dengan pejabat dimaksud pada Senin sekitar pukul 14.38 WIB melalui nomor telepon keluarga. Percakapan berlangsung sekitar delapan menit.

“Yang bersangkutan meminta waktu agar persoalan ini diproses terlebih dahulu secara hukum,” tuturnya.

Dalam percakapan tersebut, pejabat terkait menyatakan bahwa video yang beredar merupakan hasil rekayasa berbasis kecerdasan buatan (AI). Ia juga menyebut, pada waktu yang dituduhkan, dirinya berada di rumah bersama dua keponakannya.

Menurut Amsakar, di luar proses hukum yang berjalan, dugaan itu tetap masuk ranah etik aparatur sipil negara. Ia bahkan sempat menyampaikan secara lisan kemungkinan pengunduran diri, apabila dugaan tersebut terbukti. Namun, Amsakar menyatakan, proses hukum harus tetap dikedepankan.

“Dalam kepegawaian tentu harus dibentuk tim untuk melakukan investigasi dan pendalaman. Tim ini akan saya bentuk. Sambil menunggu, saya sudah meminta bidang kedisiplinan melakukan penelusuran awal sesuai kewenangannya,” ujarnya.

Sebelumnya, sebuah video singkat percakapan melalui panggilan video yang dinilai tidak pantas beredar luas di media sosial. Video berdurasi sekitar 24 detik itu menyeret nama seorang kepala dinas di lingkungan Pemko Batam dan memicu beragam komentar warganet mengenai identitas sosok dalam rekaman tersebut.

Terpisah, Kepala Diskominfo Batam, Rudi Panjaitan, menyampaikan bahwa Pemko Batam memproses dugaan tersebut melalui mekanisme kepegawaian sesuai peraturan perundang-undangan. Proses internal difokuskan pada aspek administrasi dan disiplin ASN.

“Pemko Batam saat ini sedang memproses dugaan tersebut secara kepegawaian, sesuai aturan yang berlaku. Setelah seluruh proses administrasi selesai, hasilnya akan kami laporkan kepada pimpinan,” katanya.

Ia menegaskan, pemerintah kota menghormati proses yang berjalan dan menjunjung asas praduga tak bersalah.

Menanggapi viralnya video itu, Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah, menyatakan masih akan melaporkan persoalan tersebut kepada pimpinan.

“Saya harus melaporkan ini ke pimpinan dulu,” ujarnya, Selasa (29/12).

Ia menambahkan, BKPSDM Batam masih melakukan kajian awal untuk menelaah kebenaran konten video tersebut, serta memastikan identitas pihak yang diduga terlibat. Hingga saat ini, pejabat yang bersangkutan belum dipanggil secara resmi untuk dimintai klarifikasi.

Di tempat terpisah, Batam Pos mencoba mengkonfirmasi langsung ke pejabat bersangkutan melalui sambungan telepon Whatsapp, Sabtu (27/12) siang. Kepada Batam Pos, dia membantah keterlibatannya. Ia mengatakan, video itu merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan.

“Itu AI. Ada yang menjebak saya. Setelah selesai menelepon, saya bahkan mencaci maki dia sampai tiga kali,” ujarnya. (*)

Artikel Kasus Dugaan Video Asusila Pejabat Pemko Batam, Amsakar: Jika Benar, Masuk Pelanggaran Berat pertama kali tampil pada Metropolis.

Berpura-Pura Semuanya Baik-Baik Saja, Ini Sebenarnya Pergumulan Batin yang Kerap Terjadi

0
Ilustrasi (aiins.us)

batampos – Di permukaan, mereka tampak baik-baik saja. Senyumnya mudah muncul, jawabannya selalu singkat dan aman: “Aku nggak apa-apa.” Mereka tetap bekerja, tetap bercanda, tetap hadir dalam pergaulan.

Namun psikologi menunjukkan bahwa di balik topeng “semuanya baik-baik saja”, sering kali tersembunyi pergumulan batin yang sunyi dan melelahkan.

Berpura-pura kuat bukanlah tanda kelemahan, melainkan strategi bertahan. Sayangnya, strategi ini sering dibayar mahal oleh kesehatan mental.

Dilansir dari Expert Editor pada Selasa (30/12), terdapat tujuh pergumulan batin yang kerap dialami oleh orang-orang yang terlihat paling tegar—namun sesungguhnya sedang berjuang sendirian.

1. Kelelahan Emosional yang Tak Pernah Benar-Benar Pulih

Menurut psikologi, menekan emosi secara terus-menerus membutuhkan energi mental yang besar.

Orang yang selalu “baik-baik saja” sering mengalami emotional exhaustion—kelelahan batin yang tidak hilang meski sudah tidur atau libur.

Mereka mungkin tidak bisa menjelaskan kenapa selalu lelah, padahal tidak melakukan aktivitas berat.

Sebab lelahnya bukan di tubuh, melainkan di jiwa. Setiap hari mereka menahan sedih, kecewa, atau marah agar tidak “merepotkan” orang lain.

2. Ketakutan Menjadi Beban bagi Orang Lain

Salah satu akar dari kepura-puraan ini adalah keyakinan batin: “Kalau aku jujur, aku akan merepotkan.” Psikologi menyebut ini sebagai pola self-silencing, yaitu kebiasaan membungkam kebutuhan diri demi menjaga hubungan sosial.

Mereka memilih diam bukan karena tidak butuh bantuan, tetapi karena takut ditolak, dihakimi, atau dianggap lemah. Ironisnya, semakin mereka diam, semakin berat beban yang mereka pikul sendiri.

3. Perasaan Kesepian Meski Dikelilingi Banyak Orang

Kesepian tidak selalu berarti sendirian. Banyak orang yang berpura-pura baik-baik saja justru merasa sangat kesepian di tengah keramaian. Mereka hadir secara fisik, tetapi tidak secara emosional.

Karena tidak pernah benar-benar jujur tentang perasaan mereka, hubungan yang terjalin pun terasa dangkal. Psikologi menyebut kondisi ini sebagai emotional loneliness—kesepian yang muncul karena tidak adanya koneksi emosional yang autentik.

4. Konflik Batin antara Diri Asli dan Diri yang Ditampilkan

Berpura-pura kuat menciptakan jarak antara siapa diri mereka sebenarnya dan siapa yang mereka tampilkan. Dalam jangka panjang, hal ini memicu konflik identitas dan kebingungan batin.

Mereka mulai bertanya dalam diam: “Yang mana diriku yang sebenarnya?” Psikologi menunjukkan bahwa ketidaksesuaian ini dapat meningkatkan kecemasan dan menurunkan harga diri, karena seseorang merasa tidak diterima apa adanya.

5. Kecenderungan Menyalahkan Diri Sendiri Secara Berlebihan

Alih-alih marah pada situasi atau orang lain, mereka justru sering menyalahkan diri sendiri. “Aku terlalu sensitif.” “Aku seharusnya lebih kuat.” Dialog batin semacam ini sangat umum.

Psikologi mengenalnya sebagai internalized blame. Ketika emosi negatif tidak diekspresikan keluar, ia berbalik ke dalam dan menjadi kritik diri yang keras, bahkan kejam.

6. Sulit Meminta dan Menerima Bantuan

Paradoksnya, orang yang paling membutuhkan bantuan sering kali paling sulit memintanya. Mereka sudah terbiasa menjadi “yang kuat”, “yang bisa diandalkan”, atau “yang selalu mengerti”.

Meminta bantuan terasa seperti kegagalan pribadi. Padahal menurut psikologi kesehatan mental, kemampuan meminta dan menerima bantuan justru merupakan tanda kedewasaan emosional dan resiliensi.

7. Ledakan Emosi yang Datang Tiba-Tiba

Emosi yang ditekan tidak pernah benar-benar hilang—ia hanya menunggu waktu. Banyak orang yang berpura-pura baik-baik saja mengalami ledakan emosi mendadak: menangis tanpa sebab jelas, marah berlebihan, atau merasa hampa secara tiba-tiba.

Psikologi menjelaskan bahwa ini adalah hasil dari akumulasi emosi yang tidak pernah diproses. Tubuh dan pikiran akhirnya “memaksa” seseorang untuk berhenti dan memperhatikan luka batinnya.

Kesimpulan: Di Balik Senyum, Ada Jiwa yang Perlu Didengar

Berpura-pura semuanya baik-baik saja sering kali bukan kebohongan, melainkan jeritan yang tidak terdengar.

Tujuh pergumulan batin ini menunjukkan bahwa kekuatan sejati bukan tentang selalu terlihat tegar, melainkan tentang keberanian untuk jujur—setidaknya pada diri sendiri.

Psikologi mengajarkan satu hal penting: emosi yang diakui akan melemahkan cengkeramannya, sementara emosi yang ditekan justru tumbuh diam-diam.

Jika Anda atau orang di sekitar Anda selalu berkata “aku baik-baik saja”, mungkin yang paling mereka butuhkan bukan nasihat, melainkan ruang aman untuk akhirnya berkata, “sebenarnya aku sedang tidak baik.” (*)

Artikel Berpura-Pura Semuanya Baik-Baik Saja, Ini Sebenarnya Pergumulan Batin yang Kerap Terjadi pertama kali tampil pada Lifestyle.

Zelenskyy Minta AS Beri Jaminan Keamanan hingga 50 Tahun untuk Ukraina

0
Presiden AS Donald Trump bersama Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy di Oval Office, White House, Washington, Senin (18/8). (cdn.abcotvs.com)

batampos  – Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengungkapkan bahwa dirinya telah meminta Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar memberikan jaminan keamanan jangka panjang bagi Ukraina, dengan durasi antara 30 hingga 50 tahun.

Permintaan tersebut disampaikan Zelenskyy saat bertemu Trump di Mar-a-Lago, Florida, pada Minggu (28/12). Usai pertemuan bilateral, Trump dan Zelenskyy juga melakukan percakapan telepon bersama sejumlah pemimpin Eropa untuk membahas perkembangan konflik Ukraina.

Sebelum bertemu Zelenskyy, Trump mengaku telah melakukan percakapan telepon yang “baik dan sangat produktif” dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

“Kami berbicara sebagai satu tim. Kemarin kami mengonfirmasi dengan Presiden AS bahwa Ukraina akan mendapatkan jaminan keamanan yang kuat dari Amerika Serikat. Saat ini, dalam dokumen, jaminan itu berlaku selama 15 tahun dengan opsi perpanjangan,” kata Zelenskyy.

Ia menegaskan telah mengangkat langsung persoalan tersebut kepada Trump. “Saya mengatakan kepada Presiden Trump bahwa kami ingin jaminan itu lebih lama, dan kami sangat berharap dapat mempertimbangkan jangka waktu 30, 40, bahkan 50 tahun,” ujar Zelenskyy, seperti dikutip media Ukraina Novyny.LIVE.

Sementara itu, Trump menyatakan bahwa kemungkinan kesepakatan damai terkait Ukraina akan mencakup pengaturan jaminan keamanan, dengan keterlibatan signifikan negara-negara Eropa dalam aspek perlindungan.

Sebelumnya, pada 15 Desember, Kanselir Jerman Friedrich Merz menyebut Uni Eropa dan Amerika Serikat telah mencapai kesepakatan awal untuk memberikan jaminan keamanan kepada Ukraina yang dimodelkan berdasarkan Pasal 5 NATO.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan Moskow dan Washington memiliki kesepahaman bahwa Ukraina seharusnya kembali menjadi negara non-blok, netral, dan non-nuklir. (*)

Artikel Zelenskyy Minta AS Beri Jaminan Keamanan hingga 50 Tahun untuk Ukraina pertama kali tampil pada News.

Warga Tanjunguncang Tuntut TPS Ditutup, Keluhkan Pencemaran dan Lambatnya Penanganan

0
Pemandangan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Jalan Marina City, Kecamatan Batuaji, Senin (29/12).

batampos – Setidaknya ada tiga puluh warga Tanjung Uncang berbondong-bondong mendatangi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Jalan Marina City, Kecamatan Batuaji, Senin (29/12). Mereka meminta agar TPS tersebut ditutup karena dinilai menimbulkan pencemaran lingkungan dan mengganggu kenyamanan permukiman warga.

TPS yang digunakan oleh tiga kelurahan itu dikeluhkan warga karena sampah kerap menumpuk, mengeluarkan asap pada malam hari akibat dugaan pembakaran, serta menimbulkan debu dan kondisi jalan yang becek.

“Debu, jalan becek. Kami minta TPS ini ditutup. Lokasi penggantinya carilah di tempat lain, karena ini sudah terlalu dekat dengan permukiman warga,” ujar Saragih, salah satu warga setempat, saat menyampaikan aspirasi di hadapan Camat Batuaji dan para lurah.

Ketua RW 16 Kelurahan Tanjunguncang, Rahmat, mengatakan persoalan TPS tersebut sebenarnya sudah lama dikeluhkan warga dan sempat dibahas dalam Forum Komunikasi RT/RW sekitar sepekan sebelumnya. Menurutnya, TPS itu merupakan lokasi pindahan pascapembangunan Masjid Raya Sultan Mahmud Riayat Syah Kota Batam.

“Awalnya disampaikan hanya sementara. Tapi faktanya, TPS ini dipakai untuk satu kecamatan dan sudah hampir lima tahun,” ungkap Rahmat.

Ia menambahkan, camat sebelumnya sempat menjanjikan setiap kelurahan akan memiliki TPS masing-masing dalam waktu tiga bulan. Namun hingga kini, TPS tetap terpusat di satu lokasi sehingga sampah terus menumpuk dan menggunung.

“Keluhan ini sudah kami sampaikan ke lurah dan camat sejak seminggu lalu, tapi tidak ada tanggapan. Mereka seperti diam seribu bahasa. Kami seperti tidak punya camat dan lurah,” keluhnya.

Menanggapi tuntutan warga, Camat Batuaji, Adi Harnus, bersama rombongan dan jajaran Polsek Batuaji turun langsung ke lokasi TPS. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada warga atas keterlambatan respons pemerintah kecamatan.

“Selama tiga bulan saya menjabat, monitoring pengelolaan sampah tetap dilakukan. Namun saya akui, sebelumnya saya sakit sehingga tidak bisa merespons dan menghadiri pertemuan warga. Atas nama pribadi, saya mohon maaf. Kami memang salah,” ujar Adi.

Terkait tuntutan penutupan TPS, Adi Harnus menyatakan pihaknya sepakat dan akan mencari solusi terbaik. Ia menyebut persoalan sampah menjadi perhatian khusus, tidak hanya untuk Tanjung Uncang, tetapi juga kelurahan lain di Batu Aji.

“Ini akan menjadi perhatian khusus. Untuk kelurahan lain juga akan kami pikirkan solusinya,” katanya.

Adi menjelaskan, penanganan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab camat, melainkan membutuhkan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Saat ini, kata dia, TPS baru tengah dibangun di wilayah Tanjung Uncang.

“Kalau TPS baru sudah selesai, mudah-mudahan TPS ini bisa ditutup. Pembangunan pondasi sedang berjalan dan progresnya sekitar 15 persen,” jelasnya.

Sementara terkait dugaan pembakaran sampah pada malam hari, Adi Harnus membantah adanya aktivitas tersebut selama masa kepemimpinannya.

“Tidak ada pembakaran,” kata dia. (*)

Artikel Warga Tanjunguncang Tuntut TPS Ditutup, Keluhkan Pencemaran dan Lambatnya Penanganan pertama kali tampil pada Metropolis.

Catatan Kritis DPR RI Sepanjang 2025: Dari Pagar Laut hingga Bencana Sumatera

0
Seorang masa aksi saat menuliskan tuntutan di dinding pagar gedung DPR RI Jakarta, Kamis (20/3/2025). ANTARA/Khaerul Izan

batampos – Tahun 2025 menjadi tahun perdana bagi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI periode 2024–2029 menjalankan tugas selama satu tahun penuh di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Berbagai dinamika sosial dan politik nasional turut mewarnai perjalanan parlemen sepanjang tahun ini.

Sebagai lembaga negara dengan tiga fungsi utama—legislasi, penganggaran, dan pengawasan—DPR RI berada di pusat perhatian publik. Sejumlah isu strategis memicu kritik tajam masyarakat, bahkan berujung pada kerusuhan sosial pada Agustus 2025 yang turut menyeret citra lembaga legislatif.

Meski demikian, dengan total 580 anggota, DPR RI tidak dapat digeneralisasi secara sepihak. Sepanjang 2025, sejumlah pimpinan dan anggota DPR tetap menjalankan fungsi pengawasan dengan menyuarakan kritik, masukan, dan tuntutan akuntabilitas terhadap pemerintah dan institusi negara lainnya.

Polemik pagar laut Teluk Jakarta

Awal Januari 2025, polemik pembangunan pagar laut di perairan Teluk Jakarta menjadi perhatian publik. Isu ini melibatkan banyak kementerian dan lembaga, mulai dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, TNI AL, Badan Keamanan Laut (Bakamla), hingga Kementerian Agraria dan Tata Ruang.

Sejumlah komisi DPR RI, antara lain Komisi I, Komisi II, dan Komisi V, menggelar rapat kerja untuk meminta klarifikasi. Pagar laut tersebut dinilai merugikan nelayan dan mematikan mata pencaharian masyarakat pesisir.

Beberapa anggota DPR mendorong pembentukan Panitia Khusus (Pansus) agar persoalan diusut secara menyeluruh. Ketua DPR RI Puan Maharani juga meminta agar dalang di balik pembangunan pagar laut diungkap. Isu ini kemudian mereda setelah TNI AL membongkar pagar laut tersebut, langkah yang diapresiasi DPR.

Tambang nikel Raja Ampat

Isu lingkungan kembali mencuat pada Juni 2025 terkait aktivitas tambang nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya. Penambangan di kawasan konservasi itu dinilai merusak ekosistem dan mencederai citra pariwisata kelas dunia.

Komisi XII DPR RI yang membidangi sumber daya mineral serta Komisi VII DPR RI yang mengurusi pariwisata menyoroti lemahnya pengawasan perizinan. DPR menegaskan bahwa pembangunan ekonomi tidak boleh mengorbankan kelestarian lingkungan.

Tak lama berselang, Presiden Prabowo Subianto mencabut izin usaha empat perusahaan tambang di Raja Ampat. DPR mengapresiasi langkah tersebut, meski sebagian anggota mendesak proses hukum lanjutan terhadap pihak yang bertanggung jawab.

Penulisan ulang sejarah nasional

Rencana Menteri Kebudayaan Fadli Zon untuk menyusun buku sejarah nasional versi terbaru menuai polemik. Sejumlah isu sensitif mencuat, mulai dari penghapusan istilah Orde Lama, pelanggaran HAM, hingga tragedi pemerkosaan massal 1998.

Komisi X DPR RI memanggil Menteri Kebudayaan untuk meminta penjelasan. Ketua DPR RI Puan Maharani menegaskan pentingnya prinsip “jas merah”—jangan sekali-kali melupakan sejarah—dan mengingatkan agar penulisan sejarah tidak mengaburkan fakta.

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad kemudian membentuk tim supervisi guna memastikan penulisan ulang sejarah dilakukan secara objektif, transparan, dan bertanggung jawab.

Darurat perundungan di dunia pendidikan

Sepanjang 2025, kasus perundungan di lingkungan pendidikan menjadi sorotan serius. Sejumlah kasus berujung pada korban meninggal dunia, termasuk di SMPN 19 Tangerang Selatan dan Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.

Komisi X DPR RI dan Komisi IX DPR RI kerap memanggil kementerian terkait. Ketua DPR RI bahkan menyatakan perundungan di lingkungan pendidikan telah memasuki tahap darurat nasional.

Sejumlah anggota DPR mendorong revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional guna memutus mata rantai budaya perundungan yang dinilai sudah mengakar.

Reformasi Polri

Sorotan publik terhadap DPR RI pada Agustus 2025 kemudian beralih ke Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), menyusul kasus kendaraan taktis Brimob yang melindas pengemudi ojek online, Affan Kurniawan.

Komisi III DPR RI meminta penindakan tegas terhadap pelaku dan pertanggungjawaban institusional. Gelombang protes publik mendorong pemerintah membentuk Komisi Reformasi Polri.

DPR juga membentuk Panitia Kerja Reformasi Penegakan Hukum yang mencakup Polri, Kejaksaan, dan Pengadilan. Reformasi dinilai harus menyentuh sistem rekrutmen, pendidikan, serta budaya institusi.

Dorongan status bencana nasional Sumatera

Akhir November 2025, banjir bandang dan longsor melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Bencana tersebut menewaskan ratusan warga, merusak infrastruktur, serta mengisolasi sejumlah wilayah.

Sejumlah anggota DPR RI mengusulkan penetapan status Bencana Nasional guna mempercepat distribusi bantuan dan memperjelas komando penanganan. DPR juga meninjau langsung lokasi bencana selama masa reses.

Komisi IV DPR RI turut memanggil Menteri Kehutanan untuk menjelaskan dugaan kerusakan hutan akibat alih fungsi lahan yang memperparah bencana. DPR dan pemerintah sepakat membentuk Panja guna mencegah bencana serupa terulang kembali. (*)

Artikel Catatan Kritis DPR RI Sepanjang 2025: Dari Pagar Laut hingga Bencana Sumatera pertama kali tampil pada News.

UMSK Batam 2026 Ditetapkan, Apindo Minta Pengusaha Patuhi dan Hindari PHK

0
Ketua Apindo Kota Batam Rafky Rasyid (ANTARA/Jessica)

batampos – Ketua Apindo Batam, Rafky Rasyid, menyampaikan bahwa penetapan Upah Minimum Sektoral Kota (UMSK) Batam Tahun 2026 oleh Gubernur Kepulauan Riau telah melalui proses komunikasi dan pembahasan bersama antara pemerintah, serikat pekerja, dan pihak pengusaha.

“Penetapan UMSK Batam ini sebelumnya sudah dikomunikasikan kepada kami. Setelah melalui diskusi yang cukup panjang, Apindo Batam dapat menerima penetapan UMSK untuk dua sektor, yakni sektor galangan kapal dan sektor usaha offshore,” ujar Rafky, Selasa (29/12).

Meski demikian, Rafky mengakui bahwa penetapan UMSK tersebut akan menambah beban biaya operasional bagi pengusaha, terutama karena kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) Batam tahun 2026 tergolong cukup tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Kenaikan UMK Batam tahun ini sangat signifikan. Tentu beban pengusaha di sektor galangan kapal dan offshore akan semakin berat. Namun demikian, kami tetap menghimbau kepada para pengusaha di dua sektor tersebut agar mematuhi dan menjalankan ketentuan UMSK yang telah ditetapkan,” tegasnya.

Baca Juga: Satlantas akan Berlakukan Buka Tutup dan Pengalihan Jalan pada Perayaan Malam Tahun Baru, Ini Jam dan Lokasinya

Apindo Batam juga mengingatkan agar para pengusaha tetap menjaga keberlangsungan usaha dan lapangan pekerjaan, serta tidak menjadikan kenaikan UMK dan penetapan UMSK sebagai alasan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Kami berharap para pengusaha tetap menjaga terbukanya lapangan pekerjaan dan tidak melakukan PHK akibat kebijakan ini,” kata Rafky.

Selain itu, Apindo Batam berharap dengan telah ditetapkannya UMSK Batam 2026, tidak lagi muncul aksi unjuk rasa dari kalangan pekerja atau buruh sehingga iklim investasi dan situasi kondusif di Batam dapat terus terjaga.

“Kami berharap setelah penetapan UMSK ini tidak ada lagi aksi unjuk rasa, agar situasi Batam tetap kondusif,” ujarnya.

Rafky juga menaruh harapan besar kepada Pemerintah Kota Batam dan BP Batam untuk memberikan kompensasi atas beratnya beban pengusaha pada tahun 2026 melalui peningkatan kualitas pelayanan administrasi pemerintahan, khususnya di bidang perizinan.

Baca Juga: Pecinta Dimsum Merapat! Ini 5 Tempat Dimsum Enak di Batam

“Masih banyak kendala perizinan yang terjadi di BP Batam, terutama yang dialami pengusaha di sektor galangan kapal. Hal ini berdampak pada lambatnya realisasi investasi,” ungkapnya.

Ia berharap BP Batam dapat mempercepat proses perizinan agar ekspansi usaha di sektor galangan kapal, offshore, dan sektor lainnya dapat segera dilakukan.“Mudah-mudahan proses perizinan bisa dipercepat sehingga ekspansi usaha dan investasi dapat segera berjalan,” tutup Rafky. (*)

Artikel UMSK Batam 2026 Ditetapkan, Apindo Minta Pengusaha Patuhi dan Hindari PHK pertama kali tampil pada Metropolis.

AS Roma Kalahkan Genoa 3-1, Naik ke Posisi Empat Klasemen

0
Genoa tunduk di kandang AS Roma. (@OfficialASRoma/X).

batampos – AS Roma sukses mengamankan poin penuh setelah menaklukkan Genoa dengan skor 3-1 pada laga Serie A yang digelar Selasa (30/12).

Bermain di Stadion Olimpico, skuat I Giallorossi tampil dominan sejak awal pertandingan dengan serangan balik cepat dan penyelesaian akhir yang efektif. Roma langsung menekan dan mampu memanfaatkan kelengahan lini belakang Genoa di babak pertama.

Dilansir dari ESPN, Roma membuka keunggulan pada menit ke-14 melalui Matias Soule. Pemain asal Argentina itu melepaskan tendangan kaki kiri dari sisi kanan kotak penalti yang mengarah tepat ke tengah gawang Genoa.

Keunggulan Roma bertambah lima menit berselang. Manu Kone mencetak gol kedua lewat tembakan kaki kanan yang mengarah ke sudut kanan bawah gawang setelah menerima umpan matang dari Evan Ferguson.

Roma semakin menjauh pada menit ke-31. Kali ini Evan Ferguson mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan bola liar di dalam kotak penalti. Tembakan kaki kirinya gagal diantisipasi kiper Genoa, Daniele Sommariva, sekaligus menutup babak pertama dengan skor 3-0.

Memasuki babak kedua, Genoa mencoba bangkit dengan memasukkan sejumlah pemain pengganti untuk menambah daya serang. Beberapa peluang sempat tercipta, namun kiper Roma Mile Svilar tampil solid di bawah mistar.

Roma sempat kehilangan Matias Soule yang harus ditarik keluar pada menit ke-57 akibat cedera dan digantikan Stephan El Shaarawy. Meski intensitas permainan menurun, tuan rumah tetap mampu menjaga keunggulan.

Genoa akhirnya memperkecil ketertinggalan pada menit ke-87 melalui Jeff Ekhator yang mencetak gol dari situasi bola mati. Skor 3-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Secara keseluruhan, Roma tampil lebih klinis dengan penguasaan lini tengah yang solid, sementara Genoa dinilai terlambat bangkit setelah tertinggal jauh.

Kemenangan ini membawa AS Roma naik ke posisi keempat klasemen sementara Serie A dengan koleksi 33 poin, terpaut tiga angka dari pemuncak klasemen Inter Milan. (*)

Artikel AS Roma Kalahkan Genoa 3-1, Naik ke Posisi Empat Klasemen pertama kali tampil pada Olahraga.

Tutup Tahun, Dana Bergulir KUKM Batam Mengalir Rp3,95 Miliar

0
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Batam, Salim. Foto, Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Hingga penutupan akhir tahun 2025, penyaluran dana bergulir yang digelontorkan Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (KUKM) tercatat mencapai Rp3,95 miliar. Dana tersebut disalurkan kepada 36 penerima, terdiri dari 35 pelaku usaha mikro dan satu koperasi.

Jumlah penyaluran pada 2025 ini lebih rendah dibandingkan realisasi tahun 2024 yang mencapai Rp5,54 miliar. Meski demikian, Pemerintah Kota Batam memastikan program dana bergulir tetap berjalan sebagai salah satu instrumen utama dalam memperkuat akses permodalan bagi pelaku usaha kecil.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Batam, Salim, mengatakan penyaluran dana bergulir dilakukan melalui proses verifikasi dan validasi ketat terhadap setiap pengajuan yang masuk. Hal ini dilakukan untuk memastikan dana yang disalurkan tepat sasaran dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Penyaluran ini merupakan hasil dari seleksi dan verifikasi administrasi serta kelayakan usaha. Hingga akhir 2025, total dana bergulir yang tersalur mencapai Rp3,95 miliar,” ujar Salim, Senin (29/12).

Baca Juga: Diskon Tiket Pelni Picu Lonjakan Mobilitas Nataru, Batam Jadi Salah Satu Simpul Pelayaran Tersibuk Nasional

Ia menjelaskan, pada tahun 2025 terdapat 36 penerima pinjaman dana bergulir, yang mayoritas merupakan pelaku usaha mikro. Skema pinjaman dirancang untuk membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas produksi dan menjaga keberlanjutan usaha.

Untuk tahun 2026, Salim menyebutkan skema dan persyaratan pinjaman dana bergulir tidak mengalami perubahan signifikan. Pelaku usaha mikro maupun koperasi tetap dapat mengakses pinjaman hingga Rp150 juta dengan bunga flat sebesar 4 persen per tahun dan tenor maksimal lima tahun.

Dari sisi jaminan, Pemerintah Kota Batam juga memberikan fleksibilitas dengan membuka opsi penggunaan sertifikat elektronik, selain sertifikat tanah dan bangunan konvensional. Kebijakan ini dilakukan sebagai bentuk penyesuaian terhadap digitalisasi layanan dan penguatan kepastian hukum.

“Persyaratan pengajuan hampir sama dengan tahun ini,” katanya.

Selain menyalurkan modal, Dinas KUKM Batam juga memberikan pendampingan kepada penerima pinjaman, termasuk pelatihan manajemen usaha dan pengelolaan keuangan dasar. Pendampingan ini bertujuan untuk meminimalkan risiko kredit macet serta memastikan dana bergulir dimanfaatkan secara optimal.

Baca Juga: Awal Tahun Jadi Momentum, Arus Pendatang ke Batam Masih Tinggi

“Kami ingin program dana bergulir ini benar-benar berputar dengan baik dan terus memberi manfaat bagi pelaku usaha kecil di Batam,” sebut Salim.

Sebagai penutup tahun 2025, Salim menegaskan bahwa Pemerintah Kota Batam tetap berkomitmen melanjutkan program dana bergulir. Untuk tahun 2026, Pemko Batam telah menyiapkan anggaran sebesar Rp11 miliar dan pengajuan pinjaman dapat mulai dilakukan sejak awal tahun.

“Insyaallah awal tahun sudah siap,” tutupnya. (*)

Artikel Tutup Tahun, Dana Bergulir KUKM Batam Mengalir Rp3,95 Miliar pertama kali tampil pada Metropolis.

2 Januari 2026 Cuti Bersama? Ini Ketentuan SKB Tiga Menteri

0
ilustrasi kalender. (sumber: pixabay/ Tigerlily713)

batampos – Pemerintah Indonesia telah merilis kalender hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2026 yang menjadi acuan bagi masyarakat dalam merencanakan aktivitas, perjalanan, maupun agenda kerja. Salah satu tanggal yang kerap menjadi pertanyaan adalah 2 Januari 2026, apakah termasuk cuti bersama atau tidak.

Kepastian mengenai status tanggal tersebut telah diumumkan secara resmi melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri yang ditandatangani pada 19 September 2025 oleh Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Dalam SKB tersebut, pemerintah menetapkan total 25 tanggal merah sepanjang 2026, yang terdiri atas 17 hari libur nasional dan 8 hari cuti bersama.

Berdasarkan ketetapan resmi tersebut, 2 Januari 2026 tidak termasuk hari cuti bersama. Libur Tahun Baru 2026 hanya berlangsung satu hari, yakni Kamis, 1 Januari 2026, yang ditetapkan sebagai hari libur nasional dalam rangka peringatan Tahun Baru Masehi.

Dengan demikian, Jumat, 2 Januari 2026 tetap merupakan hari kerja biasa. Pemerintah tidak menetapkan tambahan cuti bersama untuk mendampingi libur Tahun Baru, sehingga tidak ada libur panjang secara otomatis di awal tahun 2026.

Meski begitu, masyarakat masih memiliki peluang untuk menikmati libur panjang dengan mengambil cuti pribadi pada Jumat, 2 Januari 2026. Dengan skema tersebut, libur dapat berlangsung selama empat hari berturut-turut, mulai dari Kamis, 1 Januari hingga Minggu, 4 Januari 2026.

Daftar lengkap cuti bersama 2026 berdasarkan SKB Tiga Menteri

Pemerintah telah merilis daftar resmi delapan hari cuti bersama tahun 2026 yang melengkapi 17 hari libur nasional. Penetapan ini memberikan kepastian bagi masyarakat dalam merencanakan berbagai aktivitas sepanjang tahun, mulai dari perjalanan, agenda keluarga, hingga pengaturan jadwal kerja.

Rincian cuti bersama tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri yang ditandatangani pada 19 September 2025 oleh Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Dengan adanya ketetapan ini, pemerintah berharap sektor publik maupun swasta dapat lebih mudah menyesuaikan jadwal operasional serta mengatur hak cuti karyawan secara tertib dan terencana.

Adapun daftar lengkap cuti bersama 2026 yang telah ditetapkan pemerintah adalah sebagai berikut:

– Senin, 16 Februari 2026: Cuti Bersama Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili
– Rabu, 18 Maret 2026: Cuti Bersama Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1948)
– Jumat, 20 Maret 2026: Cuti Bersama Idul Fitri 1447 Hijriah
– Senin, 23 Maret 2026: Cuti Bersama Idul Fitri 1447 Hijriah
– Selasa, 24 Maret 2026: Cuti Bersama Idul Fitri 1447 Hijriah
– Jumat, 15 Mei 2026: Cuti Bersama Kenaikan Yesus Kristus
– Kamis, 28 Mei 2026: Cuti Bersama Idul Adha 1447 Hijriah
– Kamis, 24 Desember 2026: Cuti Bersama Hari Natal

Dengan total delapan hari cuti bersama tersebut, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkannya secara optimal, baik untuk beristirahat, bersilaturahmi, maupun meningkatkan kualitas waktu bersama keluarga. (*)

Artikel 2 Januari 2026 Cuti Bersama? Ini Ketentuan SKB Tiga Menteri pertama kali tampil pada News.

Ini 7 Manfaat Psikologis Membuat Resolusi Tahun Baru

0
Ilustrasi Membuat Resolusi Akhir Tahun.(Pexels.com/Alina Vilchenko)

batampos – Ada sesuatu yang benar-benar ampuh tentang membuat resolusi tahun baru.

Ini bukan hanya tentang menetapkan tujuan atau bermimpi besar, tetapi juga manfaat psikologis yang menyertainya.

Membuat resolusi tahun baru menjadi cara untuk memotivasi dan mendorong pertumbuhan pribadi.

Dilansir geediting, berikut 7 manfaat psikologis dari membuat resolusi tahun baru.

1.Meningkatkan rasa percaya diri

Mengambil inisiatif untuk membuat resolusi tahun baru adalah tindakan penguatan diri yang sangat ampuh.

Membuat resolusi pada dasarnya adalah menetapkan tujuan pribadi.

Dan ketika Anda menetapkan tujuan, Anda percaya pada kemampuan untuk mewujudkan perubahan. Hal ini sendiri dapat meningkatkan kepercayaan diri.

2.Memberikan rasa tujuan

Membuat resolusi tahun baru dapat memberikan makna baru dalam hidup Anda.

Resolusi memberi Anda sesuatu untuk dinantikan setiap hari. Ini dapat menjadi bagian dari rutinitas, dengan memberikan berdampak positif pada kehidupan sehari-hari.

3.Meningkatkan fokus dan konsentrasi

Tahukah Anda bahwa otak secara alami dirancang untuk mencari dan menikmati imbalan dari tujuan yang berhasil dicapai?

Inilah mengapa menetapkan dan berupaya mencapai resolusi tahun baru dapat secara signifikan meningkatkan fokus dan konsentrasi mental Anda.

Ketika menetapkan tujuan, otak melihatnya sebagai tugas yang harus diselesaikan. Kemudian otak mulai menyalurkan sumber daya mental untuk mencapai tugas ini.

Dalam prosesnya, Anda melatih otak untuk berkonsentrasi pada tugas yang sedang dikerjakan, mengabaikan gangguan, dan mengatasi rintangan.

4.Mendorong pengembangan diri
Salah satu manfaat psikologis paling signifikan dari membuat resolusi tahun baru adalah dorongan untuk meningkatkan diri.

Ketika meluangkan waktu untuk menganalisis hidup, Anda secara aktif berupaya untuk meningkatkan diri.

Baik itu meningkatkan kesehatan, mempelajari keterampilan baru, atau membina hubungan, resolusi tahun baru memberikan peta jalan yang jelas untuk menjadi versi diri Anda yang lebih baik.

5.Mendorong pola pikir positif
Membuat resolusi tahun baru juga dapat memainkan peran penting dalam mempromosikan pola pikir positif.

Saat menetapkan resolusi, pada dasarnya Anda berfokus pada perubahan positif yang ingin Anda lakukan dalam hidup.

Tindakan menatap ke depan dan membayangkan masa depan yang lebih baik ini secara alami dapat menumbuhkan hal-hal positif.

6.Menumbuhkan harapan dan ketahanan
Terkadang hidup bisa memberikan tantangan tak terduga. Namun di tengah semua itu, membuat resolusi tahun baru dapat menumbuhkan rasa harapan dan ketahanan.

Saat Anda menetapkan resolusi, pada dasarnya Anda percaya pada masa depan yang lebih cerah.

Anda berharap untuk hari-hari yang lebih baik, untuk pertumbuhan, untuk kemajuan. Harapan ini bisa sangat membangkitkan semangat, terutama di saat-saat sulit.

7.Memberikan rasa pencapaian
Ada sesuatu yang sangat memuaskan tentang mencentang sebuah tujuan dari daftar Anda.

Itu adalah bukti nyata dari kerja keras, komitmen, dan kesuksesan Anda, yang dapat ditawarkan oleh pembuatan dan pencapaian resolusi tahun baru.

Ketika menetapkan resolusi dan berupaya mencapainya, setiap langkah yang Anda ambil akan membawa Anda lebih dekat ke tujuan. (*)

Artikel Ini 7 Manfaat Psikologis Membuat Resolusi Tahun Baru pertama kali tampil pada Lifestyle.