
batampos — Ratusan warga Kota Tanjungpinang menggelar salat istisqa di Lapangan Pamedan, Minggu (29/3). Doa bersama itu digelar menyusul kekeringan yang melanda wilayah tersebut selama lebih dari sebulan.
Salat istisqa dipimpin Imam Najmuddin, dengan khatib Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Tanjungpinang, Erizal.
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengatakan salat istisqa menjadi ikhtiar spiritual agar hujan segera turun.
Baca Juga: Tukang Ojek di Tanjungpinang Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan 3 Anak, Modus Iming-imingi Uang
“Sudah lebih dari 30 hari hujan tidak turun. Kondisi ini mulai menyulitkan warga mendapatkan air bersih,” ujarnya.
Ia mengajak masyarakat untuk memperbanyak istighfar dan introspeksi diri.
“Mari kita memohon ampun dan keridhaan dari Allah SWT agar diberi kemudahan,” tambahnya.
Selain upaya spiritual, pemerintah juga melakukan langkah teknis untuk mengatasi krisis air. Pemkot telah mengerahkan armada untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah terdampak.
Distribusi dilakukan setiap hari mulai pukul 07.00 WIB hingga sekitar pukul 01.00 WIB dini hari.
Baca Juga: Kolaborasi Lintas Sektor, Satgas Karhutla Tanjungpinang Barat Siap Tekan Risiko Kebakaran
Lis juga menginstruksikan pihak kelurahan untuk melibatkan masyarakat dalam membantu distribusi air.
“Jika ada warga yang memiliki mobil pickup, bisa membantu mengangkut air untuk disalurkan ke lingkungan masing-masing,” ujarnya. (*)
Artikel Kemarau Panjang, Ratusan Warga Tanjungpinang Salat Istisqa Minta Hujan pertama kali tampil pada Kepri.









