Rabu, 27 Mei 2026
Beranda blog Halaman 4778

Menyambut ”Pesta” Bulan Bahasa 2023

0
Rahmat, S.Ag, M.Hum

SETIAP Oktober, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kemendikbudristek beserta Balai dan Kantor Bahasa di provinsi selalu menyemarakkan “pesta” bulan bahasa.

Semarak tersebut diwarnai dengan aneka lomba, ajang kreasi, giat, dan aksi dalam rangka pembinaan, pelindungan, dan pemasyarakatan bahasa dan sastra. Untuk tahun ini, puncak rangkaian semarak “pesta” bulan bahasa tersebut terasa spesial karena bertepatan dengan diselenggarakannya Kongres Bahasa Indonesia (KBI) XII yang akan dilaksanakan pada 25 – 28 Oktober ini.

Ajang ini konsisten dilaksanakan lima tahunan sejak terselenggaranya KBI III pada 28 Oktober – 3 November di Jakarta, 45 tahun silam.

Pada saat KBI pertama di Solo, 25 – 27 Juni 1938, fokus kongres masih pada
tataran memantapkan fondasi arah kebijakan politik bahasa kita. KBI I tersebut dilatarbelakangi kesadaran kolektif bahwasanya bahasa Indonesia belum dipakai secara luas di tengah masyarakat.

Baca juga: Sosialisasi dan Pendampingan Giat UKBI Pelajar di Dabo Singkep

Selain itu, bahasa Indonesia belum memiliki pedoman standar pemakaian yang baik. Ditambah lagi bahasa Indonesia dianggap masih belum memiliki arah kebijakan yang tepat sehingga diperlukan suatu forum yang mampu memantapkan potensi bahasa Indonesia sekaligus upaya pemberdayaannya.

Waktu silih berganti, kongres bahasa Indonesia konsisten diadakan, KBI II (Medan, 28 Oktober – 2 November 1954), KBI III (Jakarta, 28 Oktober – 3 November 1978), KBI IV (Jakarta, 21 – 26 November 1983), KBI V (Jakarta, 28 Oktober – 3 November 1988), KBI VI (Jakarta, 28 Oktober – 2 November 1993), KBI VII (Jakarta, 26 – 30 Oktober 1998), KBI VIII (Jakarta, 14 – 17 Oktober 2003), KBI IX (Jakarta, 28 Oktober – 1 November 2008), KBI X (Jakarta, 28 – 31 Oktober 2013), dan KBI XI (Jakarta, 28 – 31 Oktober 2018).

Tahun ini, KBI XII akan dilangsungkan di The Sultan Hotel & Residence, Jakarta Pusat dengan mengusung tema “Literasi dalam Kebinekaan untuk Kemajuan Bangsa”.

Tema KBI XII mengandung makna bahwa penguatan literasi baca tulis perlu ditumbuhkan dari kesadaran tentang kebinekaan yang menjadi fakta keindonesiaan yang meliputi adat istiadat, suku bangsa, bahasa, dan agama. Selain tema, KBI XII juga menetapkan slogan yang dikutip dari bahasa Sanskerta “adibasa” (bahasa yang baik) dan “adiwangsa” (bangsa yang unggul)”.

Baca juga: Kebahagiaan, Surga, dan Formula Antikematian

Jika disimpulkan kedua slogan tersebut menyiratkan cita-cita luhur untuk menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa yang bermutu dan bersaing di tataran global. Modal ini menjadikan Indonesia diperhitungkan di tingkat dunia sebagai bangsa yang maju dan utama.

KBI merupakan forum tertinggi yang membahas masalah kebahasaan dan kesastraan di Indonesia. Ajang ini bertujuan untuk menetapkan arah kebijakan dan menghasilkan rekomendasi yang dapat menjadi masukan bagi pengambil kebijakan dalam menjalankan tugas dan fungsi pengembangan dan pembinaan bahasa di Indonesia.

Kegiatan ini menghimpun semua pemangku kepentingan untuk berdiskusi dan berbagi informasi terkait dengan penanganan bahasa, khususnya bahasa Indonesia dan bahasa daerah yang ada di Indonesia.

Terlepas dari berbagai hasil rekomendasi yang dihasilkan, kita patut berbangga bahwa saat ini bahasa Indonesia telah mengalami perkembangan yang sangat pesat sejak kemerdekaan.

Bahasa Indonesia telah memainkan peran yang lebih penting sebagai penghela ilmu pengetahuan. Bahasa Indonesia telah mampu mewadahi keberagaman konsep pengetahuan, baik konsep yang berakar pada kearifan Nusantara maupun konsep peradaban modern.

Dalam upaya penginternasionalannya di tengah kompetisi masyarakat global, bahasa Indonesia secara elegan membuka diri untuk bersikap dinamis secara proporsional.

Akan tetapi, fondasi memang harus diperkuat agar filter pemahaman tentang pentingnya bahasa daerah, bahasa Indonesia, dan bahasa asing haruslah disertai dengan kesadaran akan kedudukan dan fungsinya masing-masing.

Hal tersebut dapat membentuk identitas yang kuat serta kemampuan bersaing yang unggul dalam upaya memajukan bangsa dan negara. Artinya, ketika masyarakat Indonesia telah memiliki kemampuan bahasa yang baik (adibasa) harapan menjadikan Indonesia menjadi bangsa yang unggul (adiwangsa) bukanlah isapan jempol belaka. Jika tidak, semua akan semu saja.

Baca juga: Kantor Bahasa Provinsi Kepri Jalin Kerja Sama dengan Universitas Universal

Justru fenomena merasa inferior dari bahasa lain terus tampak, bangsa Indonesia masih kurang percaya diri dengan menjadikan bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa.

PR kita rupanya masih banyak, faktanya berjejer di depan mata. Berbagai sikap dan perilaku berbahasa masyarakat belum sepenuhnya menempatkan bahasa Indonesia sebagai tuan di negeri sendiri.

Dimana-mana seolah kurang serius dalam penempatan bahasa Indonesia sebagai sarana untuk mampu berkembang dan berjaya di bidang ekonomi dan sosial kemasyarakatan. Masyarakat kita latah dan begitu loyal memilih untuk menggunakan bahasa asing dari pada bahasa Indonesia. Padahal negara-negara maju, seperti Jerman, Perancis, dan Jepang, membangun bangsanya melalui politik identitas.

Jepang, walau negaranya hancur lebur akibat perang, membangun jati dirinya melalui pengutamaan penggunaan bahasa Jepang, seperti penerjemahan semua literatur asing ke bahasa Jepang. Semangat dan sikap nasionalisme ini ditunjukkan dengan kecintaan pada bahasanya. Bahkan, aksara jepang sangat dominan di ruang publik mereka. Jikapun digunakan bahasa asing, jumlahnya sedikit dan ranah pemakaiannya pun dibatasi.

Dalam helat “pesta” bulan bahasa ini, kita berharap agar sejumlah rekomendasi dan kebijakan mendasar dan berdampak dihasilkan para pakar, pemerhati, dan peminat bahasa yang berkesempatan mengikuti KBI XII secara aktif.

Forum tersebut harus mampu mengangkat persoalan peran bahasa dan sastra dalam membangun insan Indonesia yang cerdas, bermutu, dan berdaya saing. Lalu, apa kontribusi kita sebagai masyarakat umum? Sebagai pemilik sah bahasa Indonesia (dengan berbagai profesi dan latar belakang pendidikan), sepatutnya kita songsong dengan suka cita.

Sebagai sebuah “pesta”, tentu kita harus bergembira: ada kesenangan, euforia, dan kebanggaan dalam menyambutnya. Lalu, adakah “pesta” itu kita sambut dengan rasa senang dan bangga? Jika ia, ungkapan “bahasa menunjukkan bangsa” benar-benar mampu merepresentasikan identitas kita, karena memang semestinya ada relevansi antara nasionalisme dan bahasa.

Lahirnya ikrar Sumpah Pemuda 1928 justru karena hubungan erat itu. Para pemuda saat itu dari berbagai organisasi kepemudaan di seluruh Nusantara bersepakat guna menyatakan sikap politik: bertanah tumpah darah yang satu, tanah air Indonesia; berbangsa yang satu, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

Ikrar tersebut mengandung pesan keramat agar pemuda-pemudi Indonesia senantiasa mencintai tanah air Indonesia, menjaga dan merawat persatuan kita sebagai sebuah bangsa, serta menjunjung penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-harinya.

Sudahkah ikrar tersebut nyata terawat oleh muda-mudi kita saat ini? Jawabannya ada pada semua diri kita masing-masing. Selama kita mampu merawat identitas politik bahasa kita, seyogianya bahasa kita tetap terawat dan terjaga, tidak hanya bahasa negara tetapi juga bahasa daerah kita. Insyaallah. (*)

Oleh:
Rahmat, S.Ag, M.Hum,  Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau

Anggarkan RP 19 Miliar Untuk Korban Gagal Ginjal Akut

0
Menteri Sosial Tri Rismaharini. (Jawapos.com)

batampos– Setahun pasca tragedi kasus gagal ginjal akut progresif atipikal (GGAPA), pemerintah akhirnya memberi lampu hijau untuk penyaluran bantuan berupa uang tunai kepada korban. Bantuan akan disalurkan melalui Kementerian Sosial (Kemensos).

Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengungkapkan, pemerintah sudah menggelar rapat soal penyaluran bantuan untuk korban GGAPA. Yang mana, pihaknya ditunjuk untuk menyalurkan dana tersebut.

Mendapat penunjukan tersebut, Risma pun telah gerak cepat dengan membuat surat pencairan dana bantuan ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu). ”Hitung-hitungannya sekitar Rp 19 miliar lebih,” ujarnya usai acara graduasi penerima program bantuan sosial (bansos) di Jakarta, Rabu (25/10).

Jumlah ini, lanjut dia, akan diberikan pada seluruh korban yang terdata. Baik itu pada ahli waris korban meninggal maupun yang tengah rawat jalan. Nantinya, besarannya pun akan dibedakan. ”Seingat saya beda. Kalau nggak salah kisarannya, hitungannya ada. Nanti yang saya ajukan saya cari,” ungkapnya.

Untuk data korban, nantinya akan didukung oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hingga per 26 September 2023, tercatat jumlah korban GGAPA mencapai 326 anak yang sudah terverifikasi-validasi. Korban GGAPA ini tersebar di 27 provinsi, dengan kasus tertinggi berada di Provinsi DKI Jakarta.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy memastikan, bahwa keputusan gugatan class action tidak akan berpengaruh terhadap santunan yang akan diberikan oleh pemerintah. Dia bahkan mendorong agar penegakan hukum tetap berjalan untuk memberikan rasa keadilan pada korban.

Hingga saat ini, proses hukum pun masih berjalan. Pada awal Oktober 2023, Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat menolak seluruh keberatan atau eksepsi dari tiga instansi pemerintah beserta tiga perusahaan farmasi dan penyalur obat terhadap gugatan class action para keluarga korban GGAPA. Keenam tergugat meliputi Kementerian Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Keuangan, PT Tirta Buana Kemindo, CV Samudera Chemical, dan PT Afi Farma Pharmaceutical Industry. Dengan penolakan ini, maka persidangan akan dilanjutkan sampai akhir putusan.

Sejalan dengan ini, proses hukum yang menyeret empat terdakwa dari PT Afi Farma juga kembali digelar di Pengadilan Negeri Kota Kediri, Rabu (18/10) lalu. Agenda sidang pembacaan pledoi oleh kuasa hukum para terdakwa.

Seperti diketahui, kasus GGAPA mulai terjadi pada Januari 2022. Saat itu jumlah korban sekitar 2-3 kasus per bulan sehingga tak terlalu menarik perhatian. Pada Agustus-Oktober 2022 kasus melonjak tajam. Per tanggal 18 Oktober 2022, kasus yang dilaporkan mencapai 189 kasus, didominasi anak usia 1-5 tahun.

Ratusan anak tersebut mengalami gejala yang hampir sama, mulai dari diare, mual ,muntah, demam selama 3-5 hari, batuk, pilek, sering mengantuk, hingga jumlah air seni/air kecil semakin sedikit bahkan tidak bisa buang air kecil sama sekali. Rata-rata, kronologi awalnya pun sama, mengkonsumsi obat cair atau sirup. Terutama, obat panas, pilek, dan batuk.

Kepanikan mulai terjadi. Kemenkes mengambil langkah cepat dengan bekerjasama dengan berbagai pihak mulai dari IDAI, BPOM, Ahli Epidemiologi, Labkesda DKI, Farmakolog, hingga Puslabfor Polri untuk melakukan penelusuran epidemiologi guna mencari penyebab pasti dan faktor risiko dari GGAPA ini. Hingga akhirnya, diketahui bahwa penyebab kasus GGAPA diduga karena mengalami keracunan senyawa EG (Etilen glikol) dan DEG (Dietilen glikol) yang biasa dipakai sebagai pelarut dalam obat cair atau sirup.

Sejalan dengan ini, BPOM pun menghentikan peredaran hingga produksi obat-obat yang dikonsumsi pasien sambil proses investigasi yang berjalan. Hingga akhir Desember 2022, ada 105 obat sirup yang dilarang dikonsumsi dan ditarik dari peredaran. Tak hanya itu, sejumlah perusahaan yang diduga melakukan ketidaksesuaian penggunaan EG dan DEG dicabut sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik-nya (CPOB) kala itu. (*)

Reporter: JP Group

Sosialisasi dan Pendampingan Giat UKBI Pelajar di Dabo Singkep

0
Novianti selaku Koordinator Tim UKBI Kantor Bahasa Provinsi Kepri memberikan sosialisasi kepada para siswa di SMAN 1 Singkep.

batampos – Tim Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) melaksanakan sosialisasi dan pendampingan tes UKBI bagi pelajar SMAN 1 Singkep pada tanggal 24 dan 25 Oktober 2023 di SMAN 1 Singkep, Jalan Pelajar, Dabo, Singkep.

Tim telah berkoordinasi dengan Kepsek Lexminander B.K.A.D, S.Pd. yang menugasi Wakasek kesiswaan, Mukhammad Rois, S.Pd., dan guru Bahasa Indonesia, Desi Rianti, S.Pd. sehingga kegiatan berjalan lancar.

Nicky Aprillian Saputra dari kelas XII IPS 2 mendapat skor 616 (unggul) dan Tengku Alfaisal Hardian dari kelas XII MIPA 1 mendapat skor 645 (sangat unggul), tertinggi dari seluruh siswa kelas 12 yang menjadi peserta.

Baca juga: Peningkatan Kemahiran Berbahasa Indonesia bagi Pegawai Instansi Pemerintah Kabupaten Bintan

Kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan di Kabupaten Lingga ini bertujuan untuk mengukur kemahiran berbahasa Indonesia siswa sekaligus mengukur tingkat literasi siswa, khususnya kemahiran membaca siswa. Adapun tiga materi yang diujikan, yaitu mendengarkan, merespons kaidah dan membaca.

Peserta UKBI akan mendapat sertifikat digital yang dapat dijadikan pendamping ijasah dan syarat usulan beasiswa unggulan. (*)

 

Warga Pulau Rempang Pindah ke Bengkong: Nyaman di Sini

0
39aa2001 2cac 4cb3 b382 3ce3b2465e72 e1698382129530
Salah satu keluarga dari RT 01/RW 02 Sembulang, Pulau Rempang yang pindah ke Batam disambangi Polsek Bengkong, Kamis (26/10).

batampos – Satu keluarga dari RT 01/RW 02 Sembulang, Pulau Rempang, Kecamatan Galang, pindah ke Kecamatan Bengkong. Keluarga Sherly Marlita ini menempati Perumahan Sarmen Raya.

Pemindahan keluarga ini mendapat sambutan dari Polsek Bengkong, Kamis (26/10) siang. Polisi langsung menyerahkan bantuan sosial berupa sembako.

Menempati hunian sementara tersebut, Sherly mengaku senang. Ia merasa hunian tersebut nyaman dan aman.

“Nyaman di sini. Pemindahan tidak ada kendala,” ujarnya.

Baca Juga: Ayah Anak Ditabrak Mobil yang Dikemudikan ABG, Motor Terpental Sejauh 50 Meter

Kapolsek Bengkong, Iptu Doddy Basyir mengatakan kegiatan baksos tersebut sebagai bentuk perhatian yang tulus dari Polresta Barelang, khususnya Polsek Bengkong terhadap kesejahteraan masyarakat yang terdampak.

“Sesuai dengan perintah Kapolri. Diharapkan semoga kegiatan ini mampu memberikan bantuan nyata dan membantu masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Doddy berpesan dan berharap kepada masyarakat Pulau Rempang agar tidak terprovokasi informasi yang belum tentu kebenarannya atau hoaks.

“Kita dapat bersama-sama melawan penyebaran informasi bohong ini,” katanya.

Baca Juga: KSOP Khusus Batam Launching Command Centre, 6 Pelabuhan Bisa Dipantau

Menurut dia, saat ini banyak berita bohong beredar yang menciptakan kekacauan, dan perpecahan diantara masyarakat. Untuk itu, Doddy meminta masyarakat untuk menxari kebenarannya dulu setelah mendapatkan berita atau informasi.

“Tetap bijak dalam berkomunikasi dan berbagi informasi. Jangan sampai kita langsung terprovokasi,” tutupnya. (*)

 

Reporter: YOFI YUHENDRI

Tarif Reklame di Batam akan Disesuaikan, Perizinan Lebih Mudah

0
REklame 1 F Cecep Mulyana scaled e1698376857625
Sejumlah reklame yang terpasang berderet di tepi ruas Jalan Sudirman, Batam, Kamis (26/10). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Sebanyak 1.600 titik reklame berizin dan baru di Batam akan ditata pada 2024 mendatang. Dalam Peraturan Wali Kota (Perwako), penataan kembali titik reklame dilakukan setelah pelebaran beberapa ruas jalan arteri selesai.

Seiring dengan penataan ini, tarif baru reklame akan ada penyesuaian. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam Raja Azmansyah mengakui lebih dari 10 tahun tidak ada perbaikan NJOP.

“Nilai reklame menyesuaikan daerah setara. Sebelumnya Batam paling murah, dan saat ini sudah setara dengan Tanjung Pinang,” kata Raja Azmansyah.

Baca Juga: Bapenda Tata 1.600 Titik Reklame di Batam, Bakal Dipasangi Barcode

Adapun penerimaan daerah dari reklame, berdasarkan data dari sistem informasi penerimaan daerah Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam dari periode Januari hingga 26 Oktober 2024, pajak reklame sudah mencapai Rp16.003.863.022,00 atau 79,78 persen dari target Rp20.066.616.129, 00.

Raja Azmansyah, menegaskan, perubahan aturan Perwako Batam No 63 Tahun 2023 tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Reklame Kota Batam, yang terbaru ini lebih memudahkan di sisi perizinan dalam pelaksanaan reklame, baik di Pemko Batam maupun BP Batam.

“Perwako ini mengatur di antaranya alur perizinan, persyaratan berkaitan dengan aturan konstruksi, jaminan bongkar konstruksi, dan sebagainya. Kami menekankan bahwa bukan hanya peningkatan PAD tapi juga mendukung mewujudkan Batam Kota Baru,” katanya.

Baca Juga: PT BIB Upayakan Slot Penerbangan dari Batam ke Asean dan Asia Timur

Penataan reklame juga akan menambah estetika Kota Batam jika tertata rapi dan modern. Reklame salah satu sektor pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam yang diperuntukkan untuk pembangunan Kota Batam.

Pemerintah daerah melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan PAD tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan mempermudah perizinan.

“Salah satunya untuk reklame, perizinan dipermudah dan izin sewa lahan yang selama ini setahun akan diperpanjang,” ujarnya. (*)

Reporter: YULITAVIA

Tarif Reklame di Batam akan Disesuiakan, Perizinan Lebih Mudah

0
REklame 1 F Cecep Mulyana scaled e1698376857625
Sejumlah reklame yang terpasang berderet di tepi ruas Jalan Sudirman, Batam, Kamis (26/10). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Sebanyak 1.600 titik reklame berizin dan baru di Batam akan ditata pada 2024 mendatang. Dalam Peraturan Wali Kota (Perwako), penataan kembali titik reklame dilakukan setelah pelebaran beberapa ruas jalan arteri selesai.

Seiring dengan penataan ini, tarif baru reklame akan ada penyesuaian. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam Raja Azmansyah mengakui lebih dari 10 tahun tidak ada perbaikan NJOP.

“Nilai reklame menyesuaikan daerah setara. Sebelumnya Batam paling murah, dan saat ini sudah setara dengan Tanjung Pinang,” kata Raja Azmansyah.

Baca Juga: Bapenda Tata 1.600 Titik Reklame di Batam, Bakal Dipasangi Barcode

Adapun penerimaan daerah dari reklame, berdasarkan data dari sistem informasi penerimaan daerah Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Batam dari periode Januari hingga 26 Oktober 2024, pajak reklame sudah mencapai Rp16.003.863.022,00 atau 79,78 persen dari target Rp20.066.616.129, 00.

Raja Azmansyah, menegaskan, perubahan aturan Perwako Batam No 63 Tahun 2023 tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan Reklame Kota Batam, yang terbaru ini lebih memudahkan di sisi perizinan dalam pelaksanaan reklame, baik di Pemko Batam maupun BP Batam.

“Perwako ini mengatur di antaranya alur perizinan, persyaratan berkaitan dengan aturan konstruksi, jaminan bongkar konstruksi, dan sebagainya. Kami menekankan bahwa bukan hanya peningkatan PAD tapi juga mendukung mewujudkan Batam Kota Baru,” katanya.

Baca Juga: PT BIB Upayakan Slot Penerbangan dari Batam ke Asean dan Asia Timur

Penataan reklame juga akan menambah estetika Kota Batam jika tertata rapi dan modern. Reklame salah satu sektor pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batam yang diperuntukkan untuk pembangunan Kota Batam.

Pemerintah daerah melakukan berbagai upaya dalam meningkatkan PAD tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan mempermudah perizinan.

“Salah satunya untuk reklame, perizinan dipermudah dan izin sewa lahan yang selama ini setahun akan diperpanjang,” ujarnya. (*)

 

 

Reporter: YULITAVIA

Kitab Suci Membantu Banyak Orang Mengatasi Krisis Keuangan Saat Ini

0

batampos-Struk tagihan Steven dan Ike Tempone menumpuk di atas meja mereka, biaya sewa naik, dan harga bahan makanan bertambah mahal. Merasa tertekan oleh anggaran yang ketat, mereka mencari nasihat keuangan dari sumber yang tidak terduga yakni Kitab Suci.

Pada saat perekonomian dunia dilanda inflasi, resesi, pengangguran, dan ketidakpastian, pasangan suami istri dari Manado ini, termasuk di antara banyak orang yang mengandalkan Kitab Suci untuk membantu mereka mengatur keuangan.

”Kitab suci sebenarnya berisi nasihat yang sangat praktis untuk keluarga dan kehidupan sehari-hari,” kata Steven, salah seorang Saksi-Saksi Yehuwa.

BACA JUGA: Saksi-Saksi Yehuwa di Kepri Mengadakan Kegiatan Khusus Global untuk Membagikan Berita Harapan

“Saat mengalami kesulitan keuangan, kami mencari petunjuk dari Kitab Suci,” bebernya.

Mereka juga memanfaatkan sumber gratis, yaitu situs web resmi Saksi-Saksi Yehuwa jw.org, yang berisi banyak artikel berdasarkan Kitab Suci yang membahas tantangan yang dihadapi saat ini. Misalnya, artikel ”Caranya Berhemat Saat Penghasilan Berkurang” membahas empat nasihat dari Kitab Suci tentang cara mengatasi masalah keuangan:

Caranya Berhemat dengan Anggaran Terbatas

  • Terima situasi Anda yang berubah
  • Bekerja sama sebagai satu keluarga
  • Buat anggaran
  • Prioritaskan pengeluaran Anda dan lakukan perubahan

Keluarga Tempone menerapkan saran ini dengan mengganti makan di restoran dengan memasak di rumah dan membeli pakaian hanya jika benar-benar rusak.

“Kami biasanya menentukan kebutuhan-kebutuhan penting jauh-jauh hari, lalu kami mulai menabung.” kata Ike.

“Kami juga mengajarkan anak kami untuk tidak menuntut membeli barang-barang yang dia inginkan tapi membeli barang yang dia butuhkan. Hasilnya, dia suka bertanya terlebih dahulu apakah kami punya cukup uang untuk membeli barang yang dia inginkan,” beber Ike.

Edi dan Naomi Wamafma berjuang untuk memenuhi kebutuhan keluarga besarnya.

“Kami juga harus membiayai dua adik dan orang tua kami yang tinggal bersama kami.” kata Edi.

“Sering kali gaji kami tidak mencukupi untuk memenuhi keluarga kami,” ujarnya.

Artikel di jw.org, ”Bagaimana Mengendalikan Pengeluaran Anda”, membantu keluarga Wamafma menerapkan prinsip Kitab Suci di Lukas 14:28 untuk menghitung biayanya terlebih dahulu. Mereka membuat daftar kebutuhan selama satu bulan seperti makanan, pakaian, transportasi, tagihan bulanan dan menyesuaikannya dengan anggaran yang mereka miliki.

“Ini membantu kami terhindar dari utang. Hasilnya, kami menjadi tidak terlalu khawatir dan hidup kami pun tenang,” kata Naomi sembil menyebutkan ”Prinsip-prinsip Kitab Suci benar-benar manjur!”

Untuk artikel berdasarkan Kitab Suci lainnya tentang pengelolaan uang, kunjungi jw.org > cari uang. Semua artikel dapat diakses secara gratis. (*)

Dipecat dari Anggota PDIP, Gibran: Statatement Mba Puan Sudah Jelas!

0
Cawapres Gibran Rakabuming Raka berkali-kali menenangkan Prabowo saat di Arena GBK. (Pojoksatu)

batampos – Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka angkat suara terkait kabar pemecatan dirinya dari keanggotan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Gibran mengatakan, pernyataan Ketua DPP PDIP Puan Maharani sudah jelas terkait keanggotaannya di PDIP.

“Statement mbak Puan juga sudah jelas, tidak perlu saya ulang-ulang lagi,” katanya di Solo, Jawa Tengah, dikutip dari Antara, Jumat (27/10).

Gibran menjelaskan, pertemuan dengan Puan dan Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo di Pilpres 2024 Arsjad Rasjid sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu.

“Kan udah saya beritahu berkali-kali dari minggu lalu, ada Pak Arsjad juga, sudah jelas. Beliau beliau memahami, dan itu saja cukup,” katanya.

Ia mengatakan hal itu menyikapi Ketua PDIP Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo yang menyarankan Gibran agar segera mengembalikan kartu tanda anggota (KTA) PDIP dan undur diri dengan cara santun.

Mengenai hal itu, ia mengaku akan segera menemui FX Rudy.

“Oo..begitu ya. Ya nanti saya temui Pak Rudy ya,” katanya.

Selanjutnya, terkait dengan pernyataan Ketua Bidang Kehormatan DPP PDIP Komarudin Watubun yang mengatakan bahwa secara de facto status Gibran Rakabuming Raka di PDIP sudah berakhir, Gibran mengakui pernyataan tersebut.

“Ya itu kalau Pak Komar sudah ber-statement seperti itu ya udah. Saya ngikut aja kalau Pak Komarudin sudah ber-statement seperti itu,” katanya.

Sementara itu, hari ini merupakan hari pertama Gibran kembali berkantor usai cuti dua hari untuk melakukan agenda deklarasi capres-cawapres, pendaftaran ke KPU, serta tes kesehatan di Jakarta.

“Ini baru mendarat. (Cuti habis, Red.) Makanya hari ini harus masuk kantor,” katanya. (*)

Reporter: JP Group

KSOP Khusus Batam Launching Command Centre, 6 Pelabuhan Bisa Dipantau

0
IMG 20231026 104536 scaled e1698380329407
KSOP Khusus Batam meluncurkan Command Centre, Kamis (26/10). F.Rengga Yuliandra

batampos – KSOP Khusus Batam meluncurkan Command Centre, Kamis (26/10). Command Centre ini untuk mengoptimalkan pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada wilayah pelabuhan di Batam.

Kepala Bidang Lalu Lintas Laut KSOP Khusus Batam, Dedi Hermanto mengatakan, saat ini sudah ada enam pelabuhan yang CCTv-nya terhubung dengan command centre KSOP Batam dan beberapa kegiatan berbasis web informasi baik dari sisi kapal dan juga BMKG. Melalui command centre tersebut, pencemaran dan kecelakaan akan cepat terdeteksi.

“Itu menjadi alat kesatuan untuk menjaga dan menjamin keselamatan serta kelancaran arus barang di wilayah pelabuhan Batam,” ujarnya.

Baca Juga: PT BIB Upayakan Slot Penerbangan dari Batam ke Asean dan Asia Timur

Menurut Dedi, enam pelabuhan yang saat ini CCTv-nya terhubung dengan KSOP masih dalam uji coba. Ke depannya, KSOP akan memaksimalkan pengawasan di 12 wilayah kerjanya.

“Dan dari pengawasan itu akan kita lakukan evaluasi setiap tiga bulan sekali,” katanya.

Dalam launching Command Centre KSOP Khusus Batam itu juga digelar diskusi Optimalisasi Pengawasan K3 pada Wilayah Pelabuhan Batam yang diikuti oleh direktur sejuumlah perusahaan.

Baca Juga: Penjelasan Kejari Batam hingga Temukan Dugaan Korupsi Renovasi Gedung BPJSTK

Diantaranya PT Bintang Sembilan Sembilan Persada, PT Sarana Citranusa Kabil, PT Citra Tritunas, PT Shynergi Tharada, PT Buana Cipta Mandala, dan PT Mandiri Berjaya Shipbuilding serta Ketua Insa, Issa, Asosiasi Ikatan Perusahaan Kapal dan Lepas Pantai Indonesia, Batam Shipyard and Offshore Assosisation dengan para kepala bidang KSOP Batam.

Para peserta diskusi menyambut baik diluncurkannya command centre sebagai bentuk tindakan preventif dalam menjaga fungsi-fungsi logistik, dan terjalinnya komunikasi secara real time untuk pengaduan ketika terjadinya pencemaran dan kecelakaan. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Ayah Anak Ditabrak Mobil yang Dikemudikan ABG, Motor Terpental Sejauh 50 Meter

0
Kecelakaan
Ilustrasi, kecelakaan Foto: jawapos.com

batampos – Kecelakaan yang melibatkan mobil dan motor terjadi di Jalan Diponegoro atau tepatnya di depan Perumahan Tiban Housing, Sekupang, Rabu (25/10) malam sekitar pukul 22.40 WIB.

Kecelakaan terjadi antara mobil Honda HRV BP 1396 OR dengan motor Honda Mega Pro BP 3523 EP. Akibatnya, dua pengendara motor yang merupakan ayah dan anak tersebut terluka parah.

Kecelakaan berawal dari pengendara mobil berinisial J yang melaju dari arah Simpang Sei Harapan menuju Batuaji. Disaat bersamaan, pengendara motor hendak menyeberang.

“Kejadiannya depan mata kepala saya. Mobilnya sangat kencang. Yang bawa cowok, anak ABG,” ujar Adi, salah seorang saksi mata di lokasi.

Baca Juga: Penjelasan Kejari Batam hingga Temukan Dugaan Korupsi Renovasi Gedung BPJSTK

Adi mengatakan pengendara motor tersebut ditabrak dari samping hingga terpental sejauh 50 meter. Oleh warga dan pengendara mobil, korban dibawa ke RSUD Embung Fatimah.

“Untungnya (pengendara motor) masih bernafas. Tabrakannya sangat kuat, sampai mereka terpental,” katanya.

Pantauan Batam Pos, kecelakaan ini menyebabkan mobil ringsek di bagian kiri dan airbagnya keluar. Sedangkan motor rusak total dan terpental hingga ke semak-semak.

Kanit Gakkum Lantas Polresta Barelang, Iptu Viktor Hutahaean mengatakan pengendara motor hingga saat ini masih dirawat di rumah sakit.

Baca Juga: Suami Istri Masuk Penjara Karena Mencuri untuk Pembeli Susu, 5 Anak Terlantar

“Yang bawa motor ayahnya inisial B, terluka dibagian kepala, kaki dan tangan. Sedangkan anaknya inisial S terluka dibagian kaki dan tangan,” katanya.

Viktor mengaku belum bisa menyimpulkan penyebab utama kecelakaan ini. Untuk memastikannya, pihaknya akan melakukan olah TKP.

“Saat kejadian, pengendara motor ini akan menyeberang antara iya dan tidak. Tapi itu nantik akan kita lakukan olah TKP dulu. Untuk barang buktinya sudah kita amankan,” tutupnya. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI