
batampos– Tim terpadu tempat pemakaman umum (TPU) di kawasan hutan lindung Sei Jago, Tanjunguban akan melakukan pematangan lahan TPU, Sabtu (19/8/2023).
Sekda Bintan, Ronny Kartika menyampaikan, pihaknya telah melayangkan surat peringatan pertama dan kedua ke petani pengarap untuk mengosongkan lahan TPU.
Untuk surat peringatan ketiga akan dilayangkan, Jumat (18/8/2023) ini.
Karena rencanannya, Sabtu (19/8/2023) pagi, akan dilakukan pematangan lahan TPU dengan menurunkan alat berat.
Dia berharap, akhir bulan Agustus, lahan TPU di kawasan hutan Sei Jago, Tanjunguban sudah bisa digunakan.
Kadis Perkim Bintan, M Irzan menyampaikan, pihaknya telah melakukan pendekatan ke petani pengarap untuk mengosongkan lahan TPU.
Dari 13 petani pengarap, 7 petani pengarap telah menerima dan bersedia untuk mengosongkan lahan TPU sedangkan 6 petani lagi masih dilakukan pendekatan.
Dia mengatakan, Jumat (18/8/2023) ini akan melayangkan surat peringatan ketiga ke petani pengarap untuk mengosongkan lahan TPU.
“Karena besok (Sabtu) pagi kita akan lakukan pematangan lahan dan alat berat loader sudah standby,” kata dia.
Dari sekira 3,9 hektare lahan TPU di kawasan hutan lindung Sei Jago, Tanjunguban, kata dia, untuk tahap awal akan dilakukan pematangan lahan sekira 1,5 hektare.
Tidak hanya pematangan lahan, dia mengatakan, pihaknya telah menyiagakan 4 orang tenaga tukang untuk membongkar material bangunan yang dibangun petani pengarap di lahan TPU.
“Kita bantu bongkar agar material bongkaran masih bisa digunakan untuk pembangunan kembali,” kata dia.
Dia juga mengatakan, pihaknya juga memberikan kesempatan ke petani pengarap untuk memanen tanaman yang sudah ditanam.
“Yang sudah ada tanamannya seperti melon dan kacang panjang, kita kasih kesempatan mereka sampai memanennya,” kata dia. (*)
reporter: slamet









