Sabtu, 11 April 2026
Beranda blog Halaman 486

UMP-UMK 2026 Berlaku, Perusahaan Bandel Bisa Dipidana

0
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kepri, Diky Wijaya. (Antara)

batampos – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Kepri, Diky Wijaya, menegaskan, bahwa perusahaan yang tidak membayar upah pekerja sesuai Upah Minimum Provinsi (UMP) maupun Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) Tahun 2026 akan dikenakan sanksi tegas, mulai dari sanksi administratif hingga pidana.

Diky menjelaskan, ketentuan UMP dan UMK 2026 mengacu pada PP No 49 Tahun 2025. Regulasi tersebut diterbitkan pada 18 Desember dan ditetapkan pada 24 Desember 2025, dengan kewajiban penetapan UMP dan UMK oleh gubernur.

“Alhamdulillah, bersama Dewan Pengupahan, penetapan UMP dan UMK Tahun 2026 sudah kami laksanakan dan mulai berlaku efektif pada 1 Januari 2026,” kata Diky, Minggu (4/1).

Baca Juga: Lampu PJU Padam Sepekan, Jalan Todak–Sengkuang Gelap Gulita, Warga Khawatir Keamanan

Perusahaan tidak memiliki alasan untuk mengabaikan ketentuan tersebut. Jika ditemukan pelanggaran, pemerintah akan menindak sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.

Sanksi yang dapat dikenakan kepada perusahaan pelanggar terbagi dalam dua kategori. Pertama adalah sanksi administratif, yang meliputi teguran tertulis, pembatasan kegiatan usaha, penghentian sementara sebagian atau seluruh alat produksi, hingga pembekuan kegiatan usaha.

“Langkah administratif ini merupakan bentuk pembinaan sekaligus penegakan hukum agar perusahaan patuh terhadap ketentuan pengupahan,” ujar dia.

Baca Juga: Konsumsi BBM di Batam Turun Selama Libur Nataru

Selain sanksi administratif, Disnakertrans Kepri juga dapat menjerat perusahaan dengan sanksi pidana. Hal tersebut mengacu pada UU No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, khususnya Pasal 90 dan Pasal 185, serta PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

“Dalam Pasal 185 UU Ketenagakerjaan, perusahaan yang membayar upah di bawah UMP atau UMK dapat dikenakan pidana kurungan paling lama satu tahun atau denda paling sedikit Rp100 juta dan paling banyak Rp400 juta,” kata Diky.

Ia berharap, seluruh perusahaan di Kepri mematuhi ketentuan UMP dan UMK 2026 demi menjaga iklim ketenagakerjaan yang sehat dan berkeadilan, sekaligus melindungi hak-hak dasar pekerja. (*)

Artikel UMP-UMK 2026 Berlaku, Perusahaan Bandel Bisa Dipidana pertama kali tampil pada Metropolis.

Lampu PJU Padam Sepekan, Jalan Todak–Sengkuang Gelap Gulita, Warga Khawatir Keamanan

0
Kondisi Lampu PJU di Tanjungsengkuang padam total sejak beberapa pekan terakhir.

batampos – Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang ruas jalan dari arah Batuampar, tepatnya dari belokan Jalan Utama Yos Sudarso menuju McDermott melalui Jalan Todak hingga kawasan Sengkuang Sekenan dan Makodaeral IV, Kelurahan Sengkuang, dilaporkan padam total sejak sekitar sepekan terakhir.

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi jalan gelap gulita pada malam hari. Padamnya lampu PJU ini membuat pengendara dan warga sekitar merasa tidak nyaman, bahkan khawatir akan potensi kecelakaan lalu lintas maupun tindak kriminal.

Sejumlah warga mempertanyakan penyebab padamnya lampu jalan tersebut. Mereka menduga adanya kerusakan jaringan listrik atau kemungkinan pencurian kabel, mengingat kejadian serupa kerap terjadi di sejumlah titik di Kota Batam.

“Sudah hampir seminggu mati semua lampunya. Malam hari gelap sekali, apalagi kalau hujan. Kami juga tidak tahu ini rusak atau kabelnya dicuri,” ujar Rudi, warga Sengkuang, Minggu (4/1).

Keluhan serupa disampaikan Yanti, warga Jalan Todak. Menurutnya, kondisi gelap sangat membahayakan, terutama bagi pengendara sepeda motor dan pejalan kaki.

“Di sini banyak tikungan dan jalanan sempit. Kalau lampu mati begini rawan tabrakan. Kami juga was-was kalau pulang malam, takut ada kejadian kriminal,” katanya.

Baca Juga: Ibu Asal Batam Meninggal Usai Melahirkan di Kapal KMP Lome, Bayinya Selamat

Warga menyebut ruas jalan tersebut merupakan jalur penghubung yang cukup vital karena mengakses kawasan permukiman, aktivitas industri di sekitar McDermott, serta jalur menuju Sengkuang. Namun, fasilitas penerangan justru padam berhari-hari tanpa kejelasan penanganan.

“Kalau memang rusak, seharusnya cepat diperbaiki. Kalau dicuri, harus ada pengamanan. Jangan sampai dibiarkan lama seperti ini,” keluh Andi, pengendara yang setiap hari melintas di kawasan tersebut.

Menanggapi laporan warga, Kepala Bidang PJU Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam, Kukuk, mengatakan pihaknya langsung menurunkan tim untuk melakukan pengecekan dan perbaikan di lapangan.

“Kami akan cek dulu penyebabnya, apakah karena kerusakan teknis, gangguan jaringan, atau faktor lainnya,” ujar Kukuk saat dikonfirmasi.

Ia memastikan, jika ditemukan kerusakan pada jaringan atau lampu PJU, perbaikan akan segera dilakukan. Sementara jika terdapat indikasi pencurian kabel, pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat terkait untuk penanganan lebih lanjut.

Warga berharap langkah cepat tersebut segera membuahkan hasil agar penerangan jalan kembali normal. “Kami cuma ingin jalan terang dan aman. Ini fasilitas umum, seharusnya jadi perhatian,” tegas warga. (*)

Artikel Lampu PJU Padam Sepekan, Jalan Todak–Sengkuang Gelap Gulita, Warga Khawatir Keamanan pertama kali tampil pada Metropolis.

Cara Menjadi Orang Tua yang Lebih Sabar Hadapi Anak

0
Ilustrasi orang tua berbicara dengan anak. (freepik/sherry)

batampos – Menjadi orang tua yang sabar bukan berarti tidak pernah marah. Sabar justru dimaknai sebagai kemampuan orang tua untuk tetap kokoh secara emosional saat menghadapi perilaku anak yang menantang tanpa kehilangan kendali maupun arah dalam bersikap.

Konselor Pengasuhan dan Keluarga, Ellen Kristi, menekankan pentingnya peran orang tua sebagai “batu karang” yang stabil secara emosional bagi anak.

“Kita sebagai orang tua perlu menjadi batu karang yang kokoh secara emosional untuk anak-anak. Tanpa orang tua yang emosionalnya stabil dan kokoh, akan lebih sulit bagi anak untuk memilih perilaku yang produktif dalam kehidupannya,” ujarnya, dikutip dari Jawa Pos, Senin (5/1).

Menurut Ellen, makna sabar sering kali disalahartikan. Sabar bukan sekadar tampak tenang di luar, berbicara dengan nada rendah, atau tidak melakukan apa-apa saat anak berperilaku negatif.

“Sabar itu bukan sekadar tidak menaikkan nada, tidak membentak, atau terlihat diam. Sabar perlu dibedakan dengan sekadar tampak luar,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa sabar tidak sama dengan takut berkonflik. Ada orang tua yang terlihat sabar, padahal sebenarnya sedang menahan kemarahan dan rasa kesal di dalam hati.

“Kalau di dalam hatinya penuh kemarahan lalu ditekan, pada satu titik ketika energinya habis, orang tua ini bisa meledak,” tutur Ellen.

Selain itu, Ellen menegaskan sabar juga tidak identik dengan permisif. Membiarkan anak melakukan apa pun tanpa batasan justru tidak membantu anak mengenali batas perilaku yang sehat.

“Kalau anak memukul lalu orang tua hanya bilang tidak suka tapi tidak melakukan apa-apa, itu bukan sabar. Anak jadi tidak tahu boundaries-nya di mana,” jelasnya.

Ia juga menyoroti sikap diam karena bingung atau tidak peduli sebagai bentuk yang keliru dari kesabaran.

“Diam karena bingung bukan berarti sabar. Begitu juga cuek atau tidak berempati ketika anak sedang emosional, itu tidak membantu tumbuh kembang anak,” ucapnya.

Ellen menegaskan bahwa sabar juga bukan pasrah atau tidak berdaya menghadapi ledakan emosi anak. Menurutnya, kesabaran justru membutuhkan kehadiran dan kepemimpinan emosional dari orang tua.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa sabar bukan berarti tidak memiliki energi marah.

“Sabar itu bukan tidak pernah marah. Justru kita bisa merasakan ujung kemarahan, tapi mampu meregulasi emosi itu,” kata Ellen.

Dengan regulasi emosi yang baik, orang tua dapat melihat masalah sebagai upaya membangun kembali koneksi dan kedekatan dengan anak.

“Yang dibutuhkan bukan menyalahkan anak atau diri sendiri, tapi bagaimana kita hadir dengan energi kepemimpinan, sehingga anak merasa orang tuanya adalah pemimpin yang aman dan bisa diandalkan,” pungkasnya. (*)

Artikel Cara Menjadi Orang Tua yang Lebih Sabar Hadapi Anak pertama kali tampil pada Lifestyle.

Barcelona Kalahkan Espanyol 2-0, Hansi Flick Puji Joan Garcia

0
Kiper Barcelona, Joan Garcia. (fotmob)

Hansi Flick memberikan pujian tinggi kepada Joan Garcia dengan menganggapnya sebagai salah satu kiper terbaik di dunia. Pujian tersebut datang setelah Garcia menunjukkan performa yang luar biasa yang membantu Barcelona meraih kemenangan 2-0 atas Espanyol pada Minggu (4/1) dini hari.

Dalam pertandingan tersebut, Barcelona berhasil mencetak dua gol di menit-menit terakhir melalui Dani Olmo dan Robert Lewandowski, yang memastikan mereka mendapatkan tiga poin berharga dalam derbi ini. Meskipun demikian, kontribusi Garcia tidak bisa diabaikan, karena ia menjadi kiper Barcelona pertama yang mencatatkan enam penyelamatan tanpa kebobolan dalam laga La Liga sejak Marc-Andre ter Stegen melawan Real Sociedad pada November 2023.

Garcia, yang kembali ke Stadion RCDE, menghadapi sambutan yang kurang bersahabat dari para pendukung tuan rumah. Namun, Flick sangat terkesan dengan ketenangan dan kepercayaan diri yang ditunjukkan oleh pemain berusia 24 tahun tersebut di tengah tekanan.

“Hal pertama yang harus saya lakukan adalah berterima kasih kepada Joan Garcia. Dia adalah salah satu penjaga gawang terbaik di dunia. Kami menderita, tetapi kami meraih tiga poin, dan itulah pesan yang kami sampaikan kepada LaLiga,” ungkap Flick.

Pelatih asal Jerman itu juga menyoroti pengalaman kurang menyenangkan yang dialami Garcia di stadion tersebut.

“Saya rasa dia tidak akan melupakan apa yang dia alami di sini, karena dia pernah bermain untuk Espanyol, dan mereka memberinya kesempatan. Sekarang dia bermain untuk kami, dan dia adalah salah satu alasan kemenangan ini. Saya melihatnya tenang, seperti biasanya. Fokus, yakin. Tim-tim hebat memiliki kiper terbaik, dan dia adalah salah satunya,” tambahnya.

Barcelona harus berjuang keras untuk meraih kemenangan, dengan Espanyol menciptakan 14 tembakan dibandingkan 15 tembakan dari Barcelona. Tuan rumah juga memiliki satu tembakan tepat sasaran lebih banyak, dengan tujuh berbanding enam. Flick menyatakan bahwa timnya tidak pantas menang dalam pertandingan tersebut.

“Kami harus mengubah beberapa hal, tetapi saya sangat senang dengan tiga poin ini. Kita harus mempertimbangkan bahwa Espanyol memainkan pertandingan yang sangat bagus. Kami tidak pantas menang, tetapi pada akhirnya, kualitas yang kami tunjukkan di lapangan, setelah pergantian pemain, pantas memenangkan pertandingan,” tutup Flick. (*)

Artikel Barcelona Kalahkan Espanyol 2-0, Hansi Flick Puji Joan Garcia pertama kali tampil pada Olahraga.

Konsumsi BBM di Batam Turun Selama Libur Nataru

0
Sejumlah motor mengisi BBM di salah satu SPBU. Sejumlah SPBU di Batam diketahui kosong persediaan pertamax. f. syaban

batampos – Momentum libur akhir tahun 2025 serta arus Natal dan Tahun Baru (Nataru) tidak memberikan lonjakan signifikan terhadap konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di Kota Batam. Aktivitas masyarakat justru cenderung menurun, seiring karakter Batam yang bukan merupakan daerah tujuan mudik utama.

Sales Area Manager Pertamina Patra Niaga Kepulauan Riau, Bagus, mengatakan selama periode libur akhir tahun pola konsumsi BBM di Batam relatif turun. Kondisi tersebut berbeda dengan sejumlah daerah lain yang umumnya mengalami peningkatan konsumsi akibat arus mudik dan wisata.

“Batam bukan daerah tujuan mudik utama. Aktivitas masyarakat cenderung normal karena sebagian besar tetap bekerja, sementara sebagian lainnya justru pulang kampung. Jadi konsumsi BBM relatif turun,” ujar Bagus, Minggu (4/1).

Baca Juga: Ibu Asal Batam Meninggal Usai Melahirkan di Kapal KMP Lome, Bayinya Selamat

Meski konsumsi menurun, Bagus berharap penyesuaian harga BBM yang dilakukan Pertamina dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Penurunan harga BBM nonsubsidi, khususnya Pertamax, dinilai menjadi peluang bagi konsumen untuk beralih ke bahan bakar dengan kualitas lebih baik.

Selama ini, mayoritas pengguna kendaraan di Batam masih memilih BBM jenis Pertalite. Dengan harga Pertamax yang kini lebih terjangkau, Pertamina berharap terjadi pergeseran pola konsumsi.

“Biasanya masyarakat menggunakan Pertalite. Dengan harga Pertamax yang sekarang lebih kompetitif, kami harap bisa menjadi alternatif bagi masyarakat,” katanya.

Baca Juga: Batam Bangun Jalur Distribusi Cabai Sendiri Lewat Program Cabai Corner

Menurut Bagus, penggunaan BBM dengan kualitas lebih tinggi tidak hanya berdampak pada performa kendaraan, tetapi juga lebih ramah terhadap mesin dalam jangka panjang. Karena itu, Pertamina terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar menggunakan BBM sesuai spesifikasi kendaraan.

Selain penyesuaian harga, Pertamina juga menyediakan berbagai program promo yang dapat dimanfaatkan konsumen melalui aplikasi MyPertamina.

“Silakan pantau aplikasinya. Promo cukup sering hadir dan bisa memberikan manfaat tambahan bagi konsumen,” ujarnya.

Bagus menegaskan, Pertamina Patra Niaga Kepri akan terus memastikan ketersediaan stok BBM dalam kondisi aman serta pelayanan SPBU tetap berjalan optimal, termasuk selama periode libur dan awal tahun.

Baca Juga: Hipertensi dan ISPA Dominasi Penyakit Terbanyak di Batam

Di wilayah Kepulauan Riau, harga Pertamax tercatat turun dari Rp13.350 menjadi Rp12.950 per liter atau turun Rp400. Pertamax Turbo turun Rp350 dari Rp14.350 menjadi Rp14.000 per liter. Penurunan paling signifikan terjadi pada Pertamina Dex yang turun Rp1.400 dari Rp15.600 menjadi Rp14.200 per liter, serta Dexlite yang turun Rp1.200 dari Rp15.300 menjadi Rp14.100 per liter.

Sementara itu, khusus wilayah Batam Free Trade Zone (FTZ), harga BBM nonsubsidi lebih rendah. Pertamax kini dibanderol Rp11.850 per liter dari sebelumnya Rp12.250. Pertamax Turbo turun dari Rp13.100 menjadi Rp12.750 per liter. Pertamina Dex turun Rp1.400 menjadi Rp12.900 per liter, sedangkan Dexlite turun menjadi Rp12.800 per liter. (*)

Artikel Konsumsi BBM di Batam Turun Selama Libur Nataru pertama kali tampil pada Metropolis.

ASDP Pastikan Ibu Melahirkan di KMP Lome Meninggal di Rumah Sakit, Bukan di Kapal

0
Petugas mengevakuasi seorang ibu bernama Asmidar usai melahirkan di atas kapal KMP Lome setibanya di Pelabuhan Telaga Punggur, Batam, Sabtu (3/1). F. Istimewa

batampos – Manajemen PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Batam memberikan klarifikasi terkait peristiwa meninggalnya seorang penumpang perempuan usai melahirkan secara darurat di atas kapal roro KMP Lome, Sabtu (3/1).

General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Batam, Andri Setiawan, mengatakan sejak laporan pertama diterima oleh perwira jaga, nahkoda kapal langsung mengambil alih komando dan mengaktifkan prosedur darurat.

“Begitu menerima laporan, nahkoda segera memobilisasi bantuan medis di atas kapal, menyiapkan ruang yang lebih layak dan privat bagi penumpang, serta memastikan seluruh kebutuhan dasar pasien terpenuhi,” ujar Andri dalam keterangan resmi, Minggu (4/1).

Baca Juga: Ibu Asal Batam Meninggal Usai Melahirkan di Kapal KMP Lome, Bayinya Selamat

Ia menjelaskan, proses persalinan berlangsung di atas kapal dengan pendampingan penumpang lain yang memiliki latar belakang tenaga kebidanan. Bayi perempuan berhasil dilahirkan dalam kondisi selamat.

Namun, setelah proses persalinan, kondisi ibu menunjukkan tanda-tanda komplikasi. Nahkoda kemudian berkoordinasi dengan manajemen ASDP Cabang Batam untuk meminta dukungan penanganan medis lanjutan.

“Koordinasi lintas instansi langsung kami lakukan, melibatkan Balai Karantina Kesehatan, KSOP, BPTD, KPLP, hingga KP3 untuk memastikan penanganan terbaik bagi pasien,” katanya.

Baca Juga: Batam Bangun Jalur Distribusi Cabai Sendiri Lewat Program Cabai Corner

Menurut Andri, opsi evakuasi medis di tengah laut sempat dipertimbangkan dan dipersiapkan. Namun, berdasarkan asesmen bersama seluruh instansi terkait, kondisi cuaca, gelombang, dan angin dinilai tidak memungkinkan untuk dilakukan pemindahan pasien antar kapal.

“Dengan mengedepankan keselamatan jiwa, disepakati kapal melanjutkan pelayaran menuju Pelabuhan Telaga Punggur dengan tim medis tetap siaga mendampingi pasien selama pelayaran,” ujarnya.

Setibanya di Pelabuhan Telaga Punggur, proses evakuasi segera dilakukan. Ambulans yang telah disiagakan langsung membawa pasien ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

“Di rumah sakit, diketahui penumpang tersebut telah meninggal dunia. Jadi, yang bersangkutan bukan meninggal di atas kapal,” tegas Andri.

Baca Juga: Hipertensi dan ISPA Dominasi Penyakit Terbanyak di Batam

Ia menambahkan, seluruh tahapan penanganan dilakukan secara terkoordinasi, mulai dari pendampingan keluarga, penanganan jenazah, hingga pemulangan bayi yang dinyatakan dalam kondisi sehat. Manajemen ASDP juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga almarhumah.

Terkait standar operasional prosedur (SOP) bagi penumpang yang sedang hamil, Andri mengaku masih akan melakukan konfirmasi lebih lanjut ke kantor pusat ASDP.

“Untuk SOP penumpang hamil, saya akan konfirmasi ke pusat terlebih dahulu agar informasinya akurat,” katanya. (*)

Artikel ASDP Pastikan Ibu Melahirkan di KMP Lome Meninggal di Rumah Sakit, Bukan di Kapal pertama kali tampil pada Metropolis.

Ibu Asal Batam Meninggal Usai Melahirkan di Kapal KMP Lome, Bayinya Selamat

0
Evakuasi penumpang KMP Lome di Pelabuhan Telaga Punggur Batam.
Petugas mengevakuasi seorang ibu bernama Asmidar usai melahirkan di atas kapal KMP Lome setibanya di Pelabuhan Telaga Punggur, Batam, Sabtu (3/1). F. Istimewa

batampos – Seorang ibu asal Batam meninggal dunia usai melahirkan secara darurat di atas kapal roro KMP Lome yang tengah berlayar di perairan Kepulauan Riau, Sabtu (3/1). Bayi perempuan yang dilahirkannya berhasil diselamatkan.

Peristiwa tersebut terjadi saat KMP Lome berlayar dari Pelabuhan Mengkapan, Tanjung Buton, menuju Pelabuhan Telaga Punggur, Batam. Korban diketahui bernama Asmidar (38), seorang ibu rumah tangga yang tiba-tiba mengalami kontraksi hebat ketika kapal masih berada di tengah laut.

Saat kejadian, kondisi cuaca dilaporkan buruk dengan angin kencang dan gelombang tinggi. Dalam keterbatasan fasilitas medis di atas kapal, Asmidar terpaksa menjalani proses persalinan darurat.

Baca Juga: Batam Bangun Jalur Distribusi Cabai Sendiri Lewat Program Cabai Corner

Tim medis gabungan dari Balai Karantina Kesehatan, KSOP Khusus Batam, serta aparat kepolisian yang berada di kapal berupaya memberikan pertolongan dengan peralatan seadanya. Seorang bayi perempuan akhirnya lahir dalam kondisi selamat.

Namun, kondisi Asmidar terus menurun setelah proses persalinan. Ia segera dievakuasi setibanya kapal di Batam dan dilarikan ke Rumah Sakit Soedarsono Darmosoeiwito untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Sayangnya, nyawa Asmidar tidak dapat diselamatkan. Ia dinyatakan meninggal dunia setelah tiba di rumah sakit.

Baca Juga: Hipertensi dan ISPA Dominasi Penyakit Terbanyak di Batam

Kepala Kantor KSOP Khusus Batam, Takwim Masuku, memastikan bayi yang dilahirkan dalam kondisi selamat dan saat ini masih berada dalam pengawasan medis.

“Bayinya selamat dan masih menjalani perawatan,” ujar Takwim.

Jenazah almarhumah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan, sementara bayi perempuan tersebut masih mendapatkan perawatan intensif guna memastikan kondisi kesehatannya stabil. (*)

Artikel Ibu Asal Batam Meninggal Usai Melahirkan di Kapal KMP Lome, Bayinya Selamat pertama kali tampil pada Metropolis.

Antrean Membeludak di Pelabuhan Karimun, WNA Kembali ke Singapura dan Malaysia

0
Penumpang internasional memadati Pelabuhan Tanjung Balai Karimun saat arus balik Tahun Baru.
Petugas SPMT Tanjungbalai Karimun ketika mengecek pas pelabuhan calon penumpang tujuan Singapura dan Malaysia di Pelabuhan International Tanjungbalai Karimun. F. Tri Haryono/Batam Pos

batampos – Arus balik penumpang di Pelabuhan Penumpang Tanjungbalai Karimun terpantau padat, Minggu (4/1), seiring kepulangan warga negara asing (WNA) ke negara asal masing-masing usai libur Tahun Baru 2026. Kepadatan terjadi baik pada penumpang internasional maupun domestik, meski masih dalam kondisi terkendali.

Kepala Terminal PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) Tanjungbalai Karimun, Raja Heri, mengatakan meskipun terjadi lonjakan penumpang, operasional pelabuhan tetap berjalan normal tanpa penambahan armada kapal.

“Alhamdulillah masih normal, tidak ada penambahan kapal baik untuk rute domestik maupun internasional. Namun untuk penumpang internasional tujuan Singapura dan Malaysia memang cukup padat,” ujar Raja Heri.

Baca Juga: Pecinta Minuman Segar, Tianlala Fruit Tea Kini Hadir di Karimun

Menurutnya, seluruh calon penumpang masih tertampung dengan baik di ruang tunggu pelabuhan. Untuk penumpang domestik, pihak pengelola telah melakukan antisipasi melalui renovasi dan penataan ulang ruang tunggu agar tetap nyaman.

Berdasarkan data Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjungbalai Karimun, arus penumpang libur Tahun Baru 2026 justru mengalami penurunan sebesar 19,6 persen dibandingkan periode pergantian tahun 2024–2025 yang sempat melonjak hingga 69,6 persen.

Hal serupa juga terjadi pada arus puncak Natal. Pada 2025, peningkatan penumpang tercatat sekitar 17 persen, lebih rendah dibandingkan Natal 2024 yang mencapai 30,5 persen.

Baca Juga: Wisman Perdana 2026 Tiba di Karimun, Bupati Sambut dengan Nuansa Melayu

“Meski begitu, hari ini tetap terlihat padat. Ada kenaikan sekitar 5 persen, baik penumpang datang maupun berangkat. Namun kami pastikan seluruh penumpang mendapat tempat duduk yang layak,” jelasnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan penumpang mancanegara, mayoritas wisatawan Malaysia yang datang bersama keluarga, mengantre memasuki ruang tunggu internasional dengan membawa koper dan oleh-oleh khas Karimun.

“Besok anak-anak sudah masuk sekolah, jadi kami pulang hari ini, ferry terakhir ke Malaysia. Sudah dua minggu liburan di Karimun,” ujar Nora, wisatawan asal Johor. (*)

Artikel Antrean Membeludak di Pelabuhan Karimun, WNA Kembali ke Singapura dan Malaysia pertama kali tampil pada Kepri.

Libur Sekolah Berakhir, Dua Pelabuhan di Lingga Dipadati Penumpang

0
Penumpang memadati Pelabuhan Jagoh Lingga pada hari terakhir libur sekolah.
Aktivitas Pelabuhan Jagoh saat armada laut dari Kota Tanjungpinang dan Batam menurunkan penumpang, Minggu (04/01). F. Vatawari/Batam Pos

batampos – Aktivitas penumpang di Pelabuhan Jagoh dan Pelabuhan Sungai Tenam, Kabupaten Lingga, terpantau padat pada hari terakhir libur sekolah. Kepadatan didominasi penumpang yang datang dari luar daerah, khususnya dari Kota Tanjungpinang dan Kota Batam, sejak awal Januari 2026.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Lingga, Hendry Efrizal, mengatakan puncak arus kedatangan penumpang terjadi sejak 3 Januari 2026 hingga Minggu (4/1).

“Sejak semalam penumpang yang datang dari luar daerah sangat ramai. Mayoritas berasal dari Tanjungpinang dan Batam. Hal ini karena pada Senin, 5 Januari 2026, aktivitas sekolah sudah kembali normal,” ujar Hendry.

Baca Juga: Tak Hanya Lingga, Penerbangan Perintis di Anambas Juga Ganti Maskapai Mulai 2026

Menurutnya, meskipun terjadi lonjakan penumpang, ketersediaan armada kapal masih mampu mengakomodasi arus kedatangan menuju Lingga.

“Untuk rute Tanjungpinang–Lingga disiapkan dua armada kapal, sementara rute Batam–Lingga dilayani satu armada,” jelasnya.

Namun demikian, Hendry mengakui masih terdapat warga Lingga yang belum terlayani, khususnya penumpang dari Batam yang kehabisan tiket karena tingginya permintaan.

“Ada laporan warga Lingga yang belum kebagian tiket dari Batam karena sudah habis,” katanya.

Baca Juga: HUT ke-80 HAB, Batam Pos Diganjar Penghargaan Kanwil Kemenag Kepri

Pemerintah Kabupaten Lingga, lanjut Hendry, akan berupaya berkoordinasi dengan pihak terkait agar seluruh masyarakat Lingga yang hendak kembali dari luar daerah dapat terlayani dengan baik.

“Kami akan berupaya semaksimal mungkin agar masyarakat Lingga yang ingin pulang dari luar daerah bisa terangkut seluruhnya,” pungkasnya. (*)

Artikel Libur Sekolah Berakhir, Dua Pelabuhan di Lingga Dipadati Penumpang pertama kali tampil pada Kepri.

Penumpang Pelabuhan Bulang Linggi Bintan Naik hingga 22 Persen Saat Libur Nataru

0
Penumpang memadati Pelabuhan Bulang Linggi Tanjunguban Bintan saat libur Natal dan Tahun Baru.
Penumpang antre membeli tiket di loket sebelum berangkat menggunakan speedboat di Pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos

batampos – Jumlah penumpang di Pelabuhan Bulang Linggi, Tanjunguban, Kabupaten Bintan, mengalami peningkatan signifikan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Kenaikan penumpang tercatat berkisar antara 7 hingga 22 persen per hari dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Kantor UPP Kelas I Tanjunguban Hotma Tua CH Pangaribuan melalui Kepala Pos Kerja Pelabuhan Bulang Linggi Rahmat mengatakan, lonjakan penumpang sudah terlihat sejak Hari Natal hingga puncak libur Tahun Baru.

“Rata-rata ada peningkatan sekitar 7 sampai 22 persen per hari dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama,” kata Rahmat.

Baca Juga: Dorong Ketahanan Pangan, Petani Bintan Utara Tanam Padi Gogo di Lahan 1 Hektare

Berdasarkan data Pos Pelabuhan Bulang Linggi, pada 25 Desember 2024 jumlah penumpang yang tiba tercatat sebanyak 746 orang dan yang berangkat 664 orang, dengan tingkat keterisian sekitar 61,94 persen.

Sementara pada 25 Desember 2025, jumlah penumpang yang tiba meningkat menjadi 1.093 orang dan yang berangkat 1.094 orang, dengan tingkat keterisian mencapai 84,74 persen. Artinya, terjadi kenaikan sekitar 22,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Lonjakan juga terjadi pada 31 Desember. Pada 31 Desember 2024, jumlah penumpang yang tiba tercatat 715 orang dan yang berangkat 785 orang, dengan persentase 68,44 persen.

Baca Juga: Kemenpar Dorong Event Pariwisata Bintan Punya Narasi Kuat, Pesta Gonggong Jadi Andalan

Sedangkan pada 31 Desember 2025, jumlah penumpang yang tiba meningkat menjadi 976 orang dan yang berangkat 987 orang, dengan persentase 76,28 persen. Peningkatan pada tanggal tersebut tercatat sekitar 7,84 persen.

Sementara itu, pada 1 Januari 2025 jumlah penumpang yang tiba di Pelabuhan Bulang Linggi tercatat 747 orang dan yang berangkat 766 orang, dengan persentase 66,55 persen.

Pada 1 Januari 2026, jumlah penumpang yang tiba meningkat menjadi 1.018 orang dan yang berangkat 1.054 orang, dengan persentase 75,94 persen. Dengan demikian, kenaikan persentase mencapai sekitar 9,39 persen.

Rahmat menambahkan, selama periode libur Nataru, jumlah penumpang yang datang dan berangkat relatif seimbang setiap harinya.

Baca Juga: Bedah Rumah PWI Bintan di Teluk Sasah Capai 55 Persen, Target Rampung Sebelum HPN 2026

“Kalau misalnya yang datang sekitar 800 orang, yang berangkat biasanya juga di kisaran angka itu. Selisihnya tidak terlalu jauh,” ujarnya.

Ia juga mencatat cukup banyak wisatawan asal Malaysia yang masuk ke Bintan melalui Pelabuhan Bulang Linggi. Sebagian besar diduga berkunjung ke destinasi wisata unggulan seperti Lagoi dan Gurun Pasir Telaga Biru.

“Banyak yang datang pagi, sore sudah kembali lagi,” katanya.

Rahmat mengimbau seluruh penumpang untuk tetap waspada karena saat ini wilayah perairan Bintan sudah memasuki musim angin utara dengan kondisi cuaca yang tidak menentu.

“Kalau cuaca kurang baik, arus pelayaran bisa dialihkan. Setelah aman, baru kembali ke jalur luar,” pungkasnya. (*)

Artikel Penumpang Pelabuhan Bulang Linggi Bintan Naik hingga 22 Persen Saat Libur Nataru pertama kali tampil pada Kepri.