Rabu, 10 Juni 2026
Beranda blog Halaman 486

Tarik Tanker di Dock ASL, Tug Boat Mega Tenggelam, Tiga Tewas Satu Hilang

0
Kecelakaan kerja kembali terjadi di kawasan galangan kapal PT ASL Marine Shipyard, Tanjunguncang, Batam. Insiden terbaliknya tug boat Mega saat memandu kapal tanker Kyparissia berbendera Malta pada Jumat (6/3). Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Tim gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap satu korban yang hilang dalam insiden tenggelamnya tug boat Mega di perairan PT ASL Shipyard, Tanjung Uncang, Kota Batam. Hingga Sabtu (7/3), korban bernama Yusuf Tankin yang merupakan kru kapal masih belum ditemukan.

Komandan Pos Basarnas Batam, Dedius, mengatakan upaya pencarian terus dilakukan sejak insiden terjadi pada Jumat (6/3). Namun hingga kini tim penyelamat belum berhasil menemukan korban yang diduga masih terjebak di dalam kapal. “Satu korban belum ditemukan,” kata Dedius.

Peristiwa kecelakaan laut tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.30 WIB di perairan PT ASL Shipyard Tanjunguncang, Batuaji. Saat itu sebuah kapal tanker Kyparissia yang hendak naik dok di jetty PT ASL sedang ditarik oleh tug boat Mega yang berfungsi membantu proses manuver kapal.

Baca Juga: Insiden Tug Boat di ASL Terjadi Setelah Peringatan Menaker Soal Keselamatan Kerja

Namun saat proses penarikan berlangsung, tug boat Mega diduga kehilangan keseimbangan akibat hembusan angin kencang. Kapal kemudian terbalik dan tenggelam di lokasi kejadian.

Saat insiden terjadi terdapat lima orang kru di atas kapal. Dari jumlah tersebut, satu orang berhasil selamat, tiga orang ditemukan meninggal dunia, sementara satu orang lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang.

Korban yang berhasil selamat diketahui bernama M. Habib Ansyari yang merupakan anak buah kapal (ABK). “Yang selamat saat ini berada di Polairud untuk dimintai keterangan,” ujar Dedius.

Sementara tiga korban meninggal dunia masing-masing Abdul Rahman selaku kapten kapal, Guntur Pardede yang menjabat sebagai chief, serta Jhonson Bertuahman Damanik sebagai kepala kamar mesin (KKM). Ketiganya telah dievakuasi ke Rumah Sakit Mutiara Aini Batam sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pihak keluarga meminta agar jenazah para korban dipulangkan tanpa dilakukan autopsi. Pemulangan jenazah dilakukan secara bertahap sejak dini hari sekitar pukul 01.00 WIB setelah keluarga berkoordinasi dengan pihak kepolisian.

Jenazah Guntur Pardede dipulangkan ke rumah keluarga di Tiban Kampung. Sementara Abdul Rahman dibawa ke Taman Sari, Tiban, dan Jhonson Bertuahman Damanik dipulangkan ke kawasan Tembesi, Kecamatan Batuaji.

Dedius menjelaskan proses pencarian korban hilang mengalami kendala karena adanya tumpahan minyak di sekitar lokasi kejadian. “Saat ini ruang di dalam kapal sudah dipenuhi minyak sehingga penyelaman belum bisa dilakukan. Rencananya kapal tug boat akan ditarik ke tepi agar memudahkan proses evakuasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Batuaji AKP Bayu Rizky Subagyo mengatakan pihaknya belum dapat memastikan kondisi korban yang masih hilang. Menurutnya, pada malam hari setelah kejadian sempat terdengar komunikasi dari dalam kapal. “Tadi malam masih ada komunikasi dengan korban yang terjebak di dalam kapal, namun penyelam terkendala minyak yang memenuhi lokasi,” katanya.

Pihak keluarga korban berharap Yusuf Tankin dapat segera ditemukan. Roy, salah satu kerabat korban, mengatakan Yusuf yang bertugas sebagai second engineer merupakan pamannya yang telah berusia sekitar 60 tahun. “Kami masih berharap beliau ditemukan dalam keadaan selamat, apalagi sempat ada kabar terdengar suara dari dalam kapal,” ujarnya.

Hingga Sabtu siang, tim SAR gabungan masih bersiaga di lokasi kejadian untuk melanjutkan proses pencarian korban yang hilang. (*)

Artikel Tarik Tanker di Dock ASL, Tug Boat Mega Tenggelam, Tiga Tewas Satu Hilang pertama kali tampil pada Metropolis.

Insiden Tug Boat di ASL Terjadi Setelah Peringatan Menaker Soal Keselamatan Kerja

0
Kecelakaan kerja kembali terjadi di kawasan galangan kapal PT ASL Marine Shipyard, Tanjunguncang, Batam. Insiden terbaliknya tug boat Mega saat memandu kapal tanker Kyparissia berbendera Malta pada Jumat (6/3). Foto. Eusebius Sara/ Batam Pos

batampos – Kecelakaan kerja kembali terjadi di kawasan galangan kapal PT ASL Marine Shipyard, Tanjunguncang, Batam. Insiden terbaliknya tug boat Mega saat memandu kapal tanker Kyparissia berbendera Malta pada Jumat (6/3) kini menyisakan satu korban yang masih hilang dan kembali menyoroti persoalan keselamatan kerja di kawasan tersebut.

Hingga Sabtu (7/3) siang, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap Yusuf Tankin, kru kapal yang menjabat sebagai second engineer. Korban diduga terjebak di dalam tug boat yang terbalik di perairan dekat jetty PT ASL.

Informasi yang dihimpun dari lapangan menyebutkan, pada malam setelah kejadian tim penyelam sempat mendengar suara ketukan dari dalam badan kapal. Ketukan tersebut diduga berasal dari korban yang masih hidup dan mencoba meminta pertolongan dari dalam kapal yang terbalik.

Baca Juga: Menaker Ancam Tutup PT ASL Shipyard

Namun proses penyelaman terkendala kondisi di sekitar kapal yang dipenuhi tumpahan minyak dan oli sehingga menyulitkan tim penyelamat. Setelah beberapa waktu, suara ketukan dari dalam kapal tidak lagi terdengar saat tug boat tersebut akhirnya tenggelam sepenuhnya.

Sejumlah sumber di lapangan menyayangkan lambatnya proses penanganan awal saat kejadian. Padahal di area galangan kapal terdapat berbagai peralatan berat seperti crane yang dinilai dapat membantu proses evakuasi kapal dengan lebih cepat.

“Di lokasi galangan sebenarnya tersedia banyak alat untuk membantu evakuasi, namun penanganan dianggap lambat sehingga peluang menyelamatkan korban menjadi kecil,” ujar salah satu sumber di lokasi kejadian.

Baca Juga: Pasca Sejumlah Kecelakaan, Menaker Datangi PT ASL dan Tegaskan Nol Toleransi Pelanggaran K3

Dalam insiden tersebut terdapat lima orang kru di atas tug boat Mega. Satu orang kru selamat, tiga lainnya ditemukan meninggal dunia, yakni Abdul Rahman selaku kapten kapal, Guntur Pardede sebagai chief, serta Jhonson Bertuahman Damanik yang menjabat kepala kamar mesin (KKM).

Ketiga korban telah dievakuasi ke RS Mutiara Aini Batam sebelum akhirnya dipulangkan kepada keluarga masing-masing. Sementara pencarian terhadap Yusuf Tankin masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Kecelakaan ini kembali menambah daftar panjang insiden kerja di galangan kapal PT ASL. Dalam kurun sekitar satu tahun terakhir tercatat sedikitnya lima kejadian kecelakaan kerja di kawasan tersebut, dengan tiga di antaranya merupakan insiden fatal yang menimbulkan korban jiwa.

Peristiwa paling mematikan terjadi pada 15 Oktober 2025 ketika kapal tanker Federal II terbakar hebat di area galangan. Ledakan di dalam tangki kapal menewaskan sedikitnya 14 pekerja dan melukai sejumlah lainnya.

Rentetan kejadian tersebut sebelumnya telah menjadi perhatian pemerintah pusat. Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli bahkan sempat meninjau langsung galangan kapal PT ASL pada 24 Februari lalu untuk memastikan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) berjalan optimal.

Dalam kunjungan itu, Yassierli menegaskan bahwa kecelakaan kerja yang menimbulkan korban jiwa tidak boleh kembali terjadi. Ia juga mengingatkan manajemen perusahaan agar serius menindaklanjuti berbagai temuan pengawasan terkait penerapan standar keselamatan kerja.
“Kita ingin memastikan pekerja bisa bekerja dengan aman. Datang sehat, pulang juga dengan selamat,” tegas Yassierli saat itu.

Namun insiden terbaru ini kembali memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas penerapan K3 di kawasan galangan kapal tersebut, sekaligus menjadi pengingat keras atas peringatan yang sebelumnya telah disampaikan pemerintah terkait pentingnya keselamatan pekerja di sektor industri galangan kapal. (*)

Artikel Insiden Tug Boat di ASL Terjadi Setelah Peringatan Menaker Soal Keselamatan Kerja pertama kali tampil pada Metropolis.

Kewajiban Aktivasi Akun Coretax dalam Mendukung Modernisasi Administrasi Perpajakan

0

REFORMASI perpajakan oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) merupakan upaya pembenahan berbagai aspek yang dilakukan secara berkelanjutan. Reformasi perpajakan dalam beberapa fase yaitu Reformasi Perpajakan Jilid I, Reformasi Perpajakan Jilid II, dan Reformasi Perpajakan Jilid III.

Salah satu inovasi penting yang diluncurkan dalam Reformasi Perpajakan Jilid III adalah Coretax Administration System (Coretax), sebuah platform digital terpadu yang dirancang untuk menyederhanakan sekaligus memodernisasi seluruh proses administrasi perpajakan. Kehadiran sistem ini menandai era baru pelayanan pajak yang lebih cepat, transparan, dan terintegrasi.

Seiring diberlakukannya sistem ini, setiap wajib pajak diwajibkan untuk melakukan aktivasi akun Coretax sebagai langkah awal dalam memanfaatkan berbagai fitur dan layanan yang telah disediakan. Kewajiban aktivasi akun Coretax bukan sekadar aturan teknis, melainkan fondasi dari pemanfaatan layanan digital perpajakan.

Melalui aktivasi akun, wajib pajak memperoleh identitas digital resmi yang digunakan untuk mengakses berbagai layanan dalam satu platform terpadu. Identitas ini mencakup data dasar wajib pajak, kredensial keamanan, serta otorisasi akses terhadap fitur administrasi dan kepatuhan pajak. Proses aktivasi ini memastikan bahwa data wajib pajak tercatat dengan benar dalam sistem dan dapat digunakan secara optimal untuk mendukung pengelolaan perpajakan yang modern.

Salah satu alasan penting diwajibkannya aktivasi akun Coretax adalah kebutuhan akan sistem data perpajakan yang lebih akurat, real-time, dan dapat terintegrasi dengan berbagai instansi pemerintah maupun pihak ketiga. Dalam sistem perpajakan konvensional, data wajib pajak tersebar di berbagai aplikasi, sehingga rentan terjadi ketidaksesuaian dan membutuhkan waktu lebih lama dalam proses verifikasi.

Melalui Coretax, seluruh data tersentralisasi dalam satu ekosistem digital, sehingga analisis risiko, pemantauan kepatuhan, dan pemberian layanan dapat dilakukan dengan pendekatan yang lebih efisien dan akurat. Aktivasi akun menjadi pintu masuk untuk membangun ekosistem data yang terpadu ini.

Selain itu, aktivasi akun Coretax memberikan banyak manfaat bagi wajib pajak sendiri. Dengan akun tersebut, wajib pajak dapat mengakses berbagai layanan seperti pembaruan profil, pengecekan status NPWP, pengelolaan faktur pajak, pelaporan SPT, permohonan insentif, hingga pengajuan keberatan atau restitusi.

Semua layanan tersedia dalam satu dashboard yang mudah diakses kapan saja dan di mana saja. Proses yang sebelumnya memerlukan antrian panjang atau kunjungan ke kantor pajak kini dapat dilakukan secara daring dalam hitungan menit. Hal ini tidak hanya memudahkan wajib pajak, tetapi juga meningkatkan efisiensi pelayanan DJP.

Kewajiban aktivasi akun Coretax juga turut mendorong percepatan transformasi digital di lingkungan perpajakan. Dengan semakin banyaknya wajib pajak yang menggunakan layanan digital, DJP dapat mengalihkan sebagian sumber daya dari pekerjaan manual menuju fungsi yang lebih strategis seperti pengawasan, analisis risiko, dan peningkatan kualitas layanan.

Hal ini menciptakan sistem administrasi perpajakan yang lebih modern, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna. Transformasi ini juga sejalan dengan tuntutan zaman, di mana digitalisasi menjadi kunci dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas publik.

Dari perspektif masyarakat, kewajiban aktivasi ini merupakan bentuk partisipasi aktif dalam mendukung pembangunan nasional. Pajak adalah sumber utama pendapatan negara yang digunakan untuk membiayai berbagai program pembangunan, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur.

Dengan memanfaatkan sistem Coretax, proses pemenuhan kewajiban perpajakan dapat dilakukan dengan lebih tertib, tepat waktu, dan sesuai ketentuan. Hal ini pada akhirnya akan memperkuat sistem perpajakan nasional dan mendukung keberlanjutan pembangunan.

Khususnya bagi Aparatur Sipil Negara, Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia diwajibkan melakukan aktivasi akun wajib pajak serta pembuatan kode otorisasi / sertifikat elektronik melalui Sisten Inti Administrasi Perpajakan Direktorat Jenderal Pajak (CORETAX DJP) paling lambat tanggal 31 Desember 2025, hal ini sesuai dengan Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 7 Tahun 2025.

Meski demikian, masih ada tantangan yang harus dihadapi dalam implementasi kewajiban aktivasi akun Coretax. Beberapa wajib pajak, terutama di daerah dengan akses internet terbatas atau kelompok masyarakat yang belum terbiasa dengan teknologi digital, mungkin memerlukan pendampingan tambahan.

Oleh karena itu, peran edukasi, sosialisasi, serta dukungan teknis dari DJP sangat penting untuk memastikan bahwa seluruh wajib pajak dapat beradaptasi dengan perubahan ini. Dengan pendekatan yang inklusif, penerapan Coretax diharapkan dapat berjalan lebih lancar dan merata.

Kesimpulannya, kewajiban aktivasi akun Coretax merupakan langkah strategis dalam mendukung modernisasi administrasi perpajakan di Indonesia. Aktivasi ini tidak hanya memberikan manfaat bagi pemerintah dalam mengelola data perpajakan secara lebih efektif, tetapi juga mempermudah wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakannya.

Coretax menjadi simbol dari transformasi menuju sistem perpajakan yang lebih transparan, efisien, dan berorientasi pada pelayanan. Dengan kepatuhan wajib pajak dan dukungan penuh dari seluruh elemen masyarakat, modernisasi perpajakan melalui Coretax dapat menjadi fondasi kuat bagi masa depan tata kelola negara yang lebih baik.(*)

 

Oleh: Akhmad Faisal Fitrih

 

Artikel Kewajiban Aktivasi Akun Coretax dalam Mendukung Modernisasi Administrasi Perpajakan pertama kali tampil pada News.

Hang Nadim Siapkan 248 Penerbangan Tambahan untuk Mudik Lebaran 2026

0
Penumpang melakukan check-in di Bandaran Hang Nadim Batam, beberapa waktu lalu. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pengelola Bandara Internasional Hang Nadim menyiapkan ratusan penerbangan tambahan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada periode arus mudik Lebaran 2026. Sebanyak 248 penerbangan tambahan diajukan sejumlah maskapai untuk melayani rute domestik selama masa angkutan hari raya tersebut.

Direktur Utama PT Bandara Internasional Batam, Annang Setia Budhi, mengatakan penerbangan tambahan itu diajukan untuk melayani sekitar 24 rute domestik dari Batam. Penerbangan tambahan dijadwalkan berlangsung mulai 13 hingga 30 Maret 2026.

“Total ada sekitar 24 rute domestik. Untuk periode Lebaran ini ada pengajuan sekitar 248 extra flight dari maskapai,” ujar Annang , Jumat, (6/3).

Menurut Annang, sejumlah rute tujuan utama penerbangan tambahan antara lain Jakarta, Pekanbaru, Padang, Yogyakarta, dan Jambi. Dari seluruh rute tersebut, jalur Batam–Jakarta diperkirakan kembali menjadi yang paling padat selama musim mudik dan rute terpadat tetap Jakarta.

“Sejumlah maskapai yang mengajukan penerbangan tambahan tersebut antara lain Citilink, Super Air Jet, Lion Air, serta Sriwijaya Air,” katadia

Pengelola bandara juga memperkirakan puncak arus mudik akan terjadi pada 18 Maret 2026. Pada hari tersebut, pergerakan penumpang diprediksi mencapai sekitar 18 ribu orang, baik yang berangkat maupun tiba di Bandara Hang Nadim.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, pengelola bandara menyiapkan sejumlah langkah operasional.

Salah satunya dengan mengantisipasi perubahan tipe pesawat yang digunakan maskapai menjadi berkapasitas lebih besar.

Annang menjelaskan, beberapa maskapai berpotensi mengganti pesawat dari tipe narrow body menjadi pesawat berbadan lebar (wide body).

Perubahan ini memungkinkan jumlah penumpang yang datang dalam waktu bersamaan meningkat signifikan.

Sebagai contoh, rute Batam–Jakarta yang biasanya menggunakan pesawat tipe Boeing 737-900 dengan kapasitas sekitar 200 penumpang dapat diganti dengan pesawat berkapasitas hingga sekitar 400 penumpang dalam satu waktu.

“Kondisi ini perlu diantisipasi karena berpotensi menimbulkan antrean panjang di area check-in,” ujar Annang.

Saat ini Bandara Hang Nadim memiliki 28 konter check-in yang dinilai masih memadai untuk melayani penumpang. Namun pengaturan operasional tetap disiapkan guna mengantisipasi lonjakan penumpang secara bersamaan.

Selain penerbangan domestik, Annang memastikan layanan penerbangan rute Timur Tengah dari Batam masih berjalan normal. Hingga saat ini belum ada pemberitahuan pembatalan penerbangan.

“Penerbangan masih berjalan dua kali seminggu, kedatangan hari Rabu dan keberangkatan hari Sabtu,” katanya.(*)

Artikel Hang Nadim Siapkan 248 Penerbangan Tambahan untuk Mudik Lebaran 2026 pertama kali tampil pada Metropolis.

Ayo Awasi Polisi, Propam Polda Kepri Kenalkan QR Code Pengaduan

0
Sosialisasi sosialisasi penggunaan QR Code layanan pengaduan masyarakat (Yanduan) Propam Polri yang digelar bersamaan dengan kegiatan buka puasa bersama di Hotel Beverly, Jumat (6/3/2026). F. Istimewa

batampos – Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Kepulauan Riau menggandeng mahasiswa di Kota Batam untuk memperkuat pengawasan publik terhadap perilaku anggota kepolisian. Upaya itu dilakukan melalui sosialisasi penggunaan QR Code layanan pengaduan masyarakat (Yanduan) Propam Polri yang digelar bersamaan dengan kegiatan buka puasa bersama di Hotel Beverly, Jumat (6/3).

Kepala Bidpropam Polda Kepri, Kombes Pol Eddwi Kurniyanto, mengatakan kalangan mahasiswa memiliki peran penting sebagai mitra strategis dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas institusi kepolisian. Melalui sistem pengaduan berbasis QR Code tersebut, masyarakat dapat melaporkan dugaan pelanggaran yang dilakukan anggota Polri secara lebih mudah dan terpantau.

“Kami mengundang rekan-rekan mahasiswa sebagai mitra strategis Polri untuk bersama-sama menjaga marwah institusi. Jika menemukan dugaan pelanggaran oleh anggota Polri, silakan melaporkan melalui QR Code Yanduan Propam Polri,” kata Eddwi.

Sosialisasi ini dihadiri sejumlah pejabat dan personel Bidpropam Polda Kepri, mulai dari para kepala subbidang, perwira, bintara hingga aparatur sipil negara di lingkungan Propam.

Selain itu, dosen dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Batam juga turut hadir, di antaranya Universitas Ibnu Sina, Universitas Batam, Universitas Internasional Batam, Universitas Riau Kepulauan, Universitas Putra Batam, Institut Agama Islam Hidayatullah Batam, dan Politeknik Batam.

Dalam pemaparannya, Eddwi menjelaskan bahwa setiap laporan yang masuk melalui sistem tersebut akan diproses secara transparan. Pelapor akan menerima bukti digital berupa Surat Penerimaan Pengaduan Propam (SP2) sebagai tanda bahwa laporan telah diterima secara resmi.

Selain itu, pelapor juga dapat memantau perkembangan penanganan kasus secara real-time hingga proses penanganan selesai. Mekanisme ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pengawasan internal Polri.

Menurut Eddwi, keterlibatan publik dalam mengawasi kinerja aparat kepolisian merupakan bagian penting dalam mendorong terwujudnya institusi Polri yang profesional dan akuntabel.

“Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat, khususnya mahasiswa, semakin memahami mekanisme pengaduan terhadap dugaan pelanggaran anggota Polri dan berani memanfaatkan saluran resmi yang telah disediakan,” ujarnya.

Kegiatan sosialisasi tersebut kemudian ditutup dengan buka puasa bersama antara personel Bidpropam Polda Kepri dan para mahasiswa. Suasana berlangsung hangat dan akrab, sebelum diakhiri dengan sesi foto bersama.(*)

Artikel Ayo Awasi Polisi, Propam Polda Kepri Kenalkan QR Code Pengaduan pertama kali tampil pada Metropolis.

Peringatan Nuzulul Qur’an, Amsakar Ajak Warga Batam Cintai Al-Qur’an

0
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyantuni anak yatim saat berbuka puasa bersama dan peringatan Malam Nuzulul Qur’an tingkat Kota Batam di Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Batuaji, Jumat (6/3/2026). F. Humas Diskominfo Batam/Dheo Ananda Putra

batampos – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, berbuka puasa bersama 1.200 anak yatim dalam peringatan Nuzulul Qur’an tingkat Kota Batam di Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah, Kecamatan Batuaji, Jumat (6/3).

Dalam momentum tersebut, Amsakar mengajak masyarakat menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup sekaligus membumikan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan yang dihadiri ribuan masyarakat itu diawali dengan buka puasa bersama, termasuk bersama 1.200 anak yatim. Acara kemudian dilanjutkan dengan salat tarawih berjemaah serta puncak peringatan Nuzulul Qur’an.

Baca Juga: Awal 2026, Nilai Ekspor Batam Turun Jadi US$1,59 Miliar

Pada kesempatan tersebut, Amsakar juga menyalurkan santunan kepada 1.200 anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan Ramadan.

Dalam sambutannya, Amsakar menegaskan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an menjadi momentum penting untuk memperkuat kecintaan umat Islam terhadap Al-Qur’an sekaligus mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

“Momentum Nuzulul Qur’an harus kita maknai sebagai pengingat untuk semakin mencintai Al-Qur’an. Harapannya, nilai-nilai Al-Qur’an tidak hanya dibaca, tetapi juga benar-benar membumi dalam kehidupan masyarakat Batam,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan sisa waktu Ramadan dengan memperbanyak ibadah serta meningkatkan kualitas diri.

“Kita telah memasuki 17 Ramadan. Mari kita bertekad memberikan makna terbaik bagi Ramadan tahun ini. Jadikan ikhtiar kita pada Ramadan 1447 Hijriah lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya, karena kita tidak pernah tahu apakah masih dipertemukan kembali dengan Ramadan di tahun mendatang,” katanya.

Baca Juga: Warga Batam Keluhkan Sulitnya Dapat Uang Pecahan Baru, Kuota Aplikasi Cepat Habis

Peringatan malam Nuzulul Qur’an tersebut turut diisi tausiah oleh Ustaz Abdil Muhajir yang mengulas keutamaan dan mukjizat Al-Qur’an.

Suasana semakin khidmat dengan penampilan penyanyi religi M. Alfin Habib yang membawakan sejumlah lagu bernuansa Islami.

Kegiatan ini juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua TP-PKK Kota Batam, Erlita Amsakar; Sekretaris Daerah Kota Batam, Firmansyah; Ketua Dharma Wanita Persatuan Kota Batam, Erdawati Firmansyah, pejabat di lingkungan Pemko Batam dan BP Batam, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta ribuan warga yang memadati masjid terbesar di Kota Batam tersebut. (*/adv)

Artikel Peringatan Nuzulul Qur’an di Batam, Amsakar Ajak Warga Cintai Al-Qur’an pertama kali tampil pada Metropolis.

Berita Duka: Bassis God Bless Donny Fattah Wafat di Usia 76 Tahun

0
Musisi senior Donny Fattah, pemain bas grup musik God Bless meninggal dunia. (instagram: godblessrocks)

batampos – Kabar duka datang dari dunia musik Tanah Air. Donny Fattah, pemain bass sekaligus salah satu pendiri grup rock legendaris God Bless, meninggal dunia pada Sabtu (7/3).

Donny Fattah mengembuskan napas terakhir pada usia 76 tahun di Rumah Sakit Fatmawati.

Kabar duka tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi God Bless, @godblessrocks. Dalam unggahan tersebut, manajemen band menyampaikan belasungkawa sekaligus mengunggah foto Donny Fattah saat tampil di atas panggung.

Baca Juga: Dokter Richard Lee Ditahan Polisi, Sembunyikan Tangan yang Diborgol

“Innalillahi wainnailaihi rajiun. Telah meninggal dunia Donny Fattah, bassist, salah seorang pendiri God Bless, saudara kami tercinta, di Rumah Sakit Fatmawati Jakarta,” tulis pernyataan dalam unggahan tersebut.

Melalui pernyataan itu, God Bless juga meminta para penggemar dan masyarakat untuk memaafkan segala kesalahan almarhum semasa hidup.

“Semoga amal dan seluruh kebaikannya diterima di sisi-Nya. Aamiin ya rabbal aalamiin,” lanjut pernyataan tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, kondisi kesehatan Donny Fattah memang menurun. Ia diketahui mengidap sejumlah penyakit, di antaranya Sarcopenia, penyumbatan vaskular, serta penyakit autoimun.

Baca Juga: Ramalan Shio 7 Maret 2026: Enam Shio Diprediksi Banjir Hoki dan Keberuntungan

Kepergian Donny Fattah juga memicu gelombang duka dari kalangan musisi dan selebritas Indonesia. Sejumlah figur publik menyampaikan belasungkawa melalui media sosial.

Di antaranya Ari Lasso, Tantri Kotak, Tora Sudiro, Tohpati, serta Abdee Slank.

“Selamat jalan legend, rest in power,” tulis Ari Lasso dalam kolom komentar.

Sementara Tantri Kotak menuliskan doa untuk almarhum. “Innalillahi wainnailaihi raji’un, turut berduka cita yang mendalam. Semoga dilapangkan menuju Sang Khalik. Aamiin,” tulisnya. (*)

Artikel Berita Duka: Bassis God Bless Donny Fattah Wafat di Usia 76 Tahun pertama kali tampil pada Lifestyle.

Video Viral Minta Keadilan di Batam, Ini Penjelasan Polisi Terkait Penghentian Perkara Laporan Jimson Silalahi

0
Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian. F.Cecep Mulyana

batampos – Video yang memperlihatkan Jimson Silalahi bersama anaknya menyampaikan keluhan di depan Polsek Batam Kota viral di media sosial dan menjadi perhatian publik. Dalam video tersebut, Jimson menilai penanganan tiga laporan yang ia buat tidak adil karena semuanya dihentikan dengan alasan tidak cukup bukti.

Menanggapi viralnya video tersebut, Polda Kepulauan Riau bersama Polresta Barelang menggelar konferensi pers di Mapolresta Barelang, Jumat (6/3) sore.

Keterangan disampaikan oleh Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Nona Pricillia Ohei dan Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol M. Debby Tri Andrestian untuk menjelaskan proses penanganan perkara tersebut.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Nona Pricillia Ohei menjelaskan bahwa laporan pertama berkaitan dengan dugaan pengeroyokan yang terjadi saat acara perayaan ulang tahun STM di kawasan Baloi Kolam, RT 07. Peristiwa bermula ketika pelapor mengantar anaknya membeli jajanan di warung sekitar lokasi acara.
“Di lokasi tersebut terjadi cekcok yang berujung pemukulan terhadap pelapor. Kami kemudian melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi termasuk pemilik warung dan tukang parkir serta melakukan visum terhadap pelapor,” ujar Nona Pricillia Ohei.

Hasil visum menunjukkan pelapor dalam kondisi sadar dan sehat dengan luka gores di belakang telinga. Dalam proses penyelidikan, polisi telah memeriksa 11 saksi termasuk saksi ahli dan memberikan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) sebanyak lima kali kepada pelapor.
“Setelah melalui penyelidikan dan gelar perkara, laporan dugaan pengeroyokan yang dibuat pada Oktober 2022 tersebut dihentikan pada 3 Maret 2023 karena tidak ditemukan cukup bukti untuk dilanjutkan ke tahap penyidikan,” jelasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol M. Debby Tri Andrestian mengatakan pelapor juga membuat laporan kedua terkait dugaan pemberian keterangan palsu oleh para saksi dalam perkara pertama. Bahkan dalam laporan tersebut pelapor menyebut sekitar 60 orang saksi.
“Proses penyelidikan tetap kami jalankan, mulai dari pemeriksaan saksi hingga gelar perkara pada Maret 2024. Namun hasilnya disepakati perkara tersebut juga dihentikan karena tidak ditemukan unsur pidana,” kata Debby.

Selain itu, Jimson Silalahi juga membuat laporan ketiga terkait dugaan dampak psikologis terhadap anaknya akibat peristiwa tersebut. Polisi kemudian menghadirkan saksi ahli termasuk psikolog untuk melakukan asesmen terhadap anak tersebut.
“Hasil pemeriksaan psikolog menyatakan anak dalam kondisi normal, tampak senang dan tidak ditemukan gangguan mental. Karena itu laporan tersebut juga dihentikan,” tutup Debby.(*)

Artikel Video Viral Minta Keadilan di Batam, Ini Penjelasan Polisi Terkait Penghentian Perkara Laporan Jimson Silalahi pertama kali tampil pada Metropolis.

11 Tahun Kuasai Ratusan Hektare Hutan Konservasi, Direktur Perusahaan di Batam Akhirnya Ditangkap

0
Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Nona Pricillia Ohei. f Istimewa

batampos – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) mengungkap tindak pidana kehutanan berupa penguasaan kawasan hutan konservasi secara ilegal di kawasan Taman Buru Rempang, Galang, Kota Batam. Dalam kasus ini, seorang pria berinisial HA alias Acai ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menguasai dan memanfaatkan ratusan hektare lahan hutan tanpa izin sejak lebih dari satu dekade lalu.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Nona Pricillia Ohei, menjelaskan bahwa kasus tersebut terungkap setelah petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) melakukan patroli rutin di kawasan konservasi. Patroli yang dikenal dengan metode Smart Patrol itu dilaksanakan selama empat hari, mulai 20 hingga 24 Oktober 2025.
“Dalam patroli tersebut, petugas BKSDA menemukan adanya kegiatan usaha perkebunan mangga di kawasan hutan konservasi yang dimanfaatkan tanpa hak oleh tersangka HA alias Acai,” ujar Nona Pricillia dalam keterangan pers di Polda Kepri, Jumat (6/3).

Ia menjelaskan, penguasaan lahan tersebut diduga telah berlangsung sejak tahun 2012 hingga akhirnya terungkap melalui patroli lapangan. Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 78 ayat (2) juncto Pasal 50 ayat (3) huruf a Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, sebagaimana diubah melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja. Ancaman hukumannya mencapai 10 tahun penjara dan denda maksimal Rp7,5 miliar.

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Kepri, Kombes Pol Silvester Mangombo Marusaha Simamora, mengungkapkan bahwa tersangka menjalankan aktivitas tersebut dengan modus menggunakan perusahaan bernama PT Batam Balindo Jaya.

Menurutnya, perusahaan itu diduga menguasai lahan di kawasan Taman Buru Rempang seluas sekitar 303 hektare. Namun dari luasan tersebut, sekitar 7,9 hektare diketahui telah dijadikan kebun mangga yang dikelola secara aktif.
“Kalau dilihat dari data spasial, luas kawasan yang dikuasai di area taman buru mencapai 303 hektare. Bahkan secara keseluruhan, tersangka diduga menguasai sekitar 1.100 hektare lahan dengan menggunakan nama perusahaan tersebut,” ujar Silvester.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi turut menyita sejumlah barang bukti, di antaranya dokumen pendirian perusahaan, surat keputusan pengesahan badan hukum, dokumen perpajakan, izin usaha, serta berbagai berkas perusahaan. Selain itu, dua unit alat berat jenis excavator yang digunakan untuk membuka lahan juga diamankan penyidik.

Tak hanya itu, polisi juga menyita portal besi yang dipasang di area perkebunan serta puluhan bundel dokumen berisi sekitar 133 surat keterangan yang berkaitan dengan penguasaan lahan di kawasan tersebut.

Silvester menegaskan bahwa seluruh aktivitas tersebut tergolong ilegal karena kawasan tersebut merupakan hutan konservasi yang belum pernah dilepaskan statusnya menjadi Area Penggunaan Lain (APL). Dengan demikian, tidak ada dasar hukum yang dapat digunakan untuk mengklaim kepemilikan lahan tersebut.
“Kalau ada yang mengatakan memiliki SKT atau dokumen lain sebagai bukti kepemilikan, itu tidak memiliki dasar hukum. Untuk kawasan hutan konservasi harus ada pelepasan status terlebih dahulu sebelum bisa dimanfaatkan,” tegasnya.

Saat ini, tersangka HA telah ditahan sejak 27 Februari 2026 di Polda Kepri. Penyidik juga tengah merampungkan berkas perkara untuk segera dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau.

Sementara itu, Kepala BKSDA, Supartono, mengatakan pihaknya melaporkan kasus tersebut setelah melalui proses pengumpulan bukti lapangan yang cukup panjang. Menurutnya, petugas sempat mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi pihak yang menguasai lahan di kawasan konservasi tersebut.
“Kami harus memastikan terlebih dahulu siapa pemilik dan siapa yang mengelola kawasan itu. Setelah bukti lapangan dinilai cukup kuat, barulah kami melaporkannya kepada pihak kepolisian untuk diproses secara hukum,” kata Supartono.

Ia berharap penegakan hukum ini dapat mengembalikan fungsi kawasan tersebut sebagai wilayah konservasi. BKSDA juga saat ini tengah melakukan pendataan dan inventarisasi detail di lapangan untuk memastikan kondisi kawasan serta pihak-pihak yang memanfaatkan lahan secara ilegal.(*)

Artikel 11 Tahun Kuasai Ratusan Hektar Hutan Konservasi, Direktur Perusahaan di Batam Akhirnya Ditangkap pertama kali tampil pada Metropolis.

Nilai Ekspor Batam Turun menjadi US$1,59 Miliar di Awal Tahun, AS Masih Tujuan Utama

0
Kawasan Pelabuhan Peti Kemas Batuampar yang menjadi salah satu tumpuan kegiatan ekspor impor di Batam. F Humas BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Nilai ekspor Kota Batam pada Januari 2026 tercatat sebesar US$1,592 miliar, atau mengalami penurunan 10,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$1,775 miliar.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, Eko Aprianto, mengatakan penurunan tersebut dipengaruhi oleh turunnya ekspor pada sektor nonmigas maupun migas.

“Ekspor nonmigas pada Januari 2026 mencapai US$1,535 miliar, turun 9,78 persen dibandingkan Januari 2025 yang sebesar US$1,702 miliar. Sementara ekspor migas tercatat US$57,05 juta, turun 22,13 persen dari sebelumnya US$73,26 juta,” ujarnya, Jumat (6/3).

Meski mengalami penurunan secara total, beberapa komoditas utama masih memberikan kontribusi besar terhadap ekspor Batam. Komoditas mesin dan peralatan listrik (HS 85) menjadi penyumbang terbesar dengan nilai US$840,37 juta atau 54,72 persen dari total ekspor nonmigas.

Selain itu, komoditas lain yang juga memiliki kontribusi cukup besar antara lain mesin dan pesawat mekanik (HS 84) sebesar US$174,57 juta atau 11,37 persen, disusul minyak dan lemak hewan atau nabati (HS 15) sebesar US$116,17 juta atau 7,56 persen.

Kemudian berbagai produk kimia sebesar US$84,62 juta (5,51 persen), benda-benda dari besi dan baja sebesar US$51,91 juta (3,38 persen), serta kapal laut sebesar US$41,23 juta (2,68 persen).

Komoditas lainnya yang turut berkontribusi yakni tembakau sebesar US$36,80 juta, kakao atau coklat sebesar US$34,41 juta, perangkat optik sebesar US$26,38 juta, serta plastik dan barang dari plastik sebesar US$25,05 juta.

Dari sisi negara tujuan ekspor, Amerika Serikat masih menjadi pasar terbesar bagi produk ekspor Batam. Pada Januari 2026, nilai ekspor ke negara tersebut mencapai US$464,35 juta atau 29,15 persen dari total ekspor Batam.

Menariknya, ekspor ke Amerika Serikat justru mengalami peningkatan cukup signifikan yakni 50,32 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Selain Amerika Serikat, negara tujuan ekspor utama lainnya adalah Singapura dengan nilai ekspor US$354,44 juta, India sebesar US$152,57 juta, Tiongkok sebesar US$141,53 juta, serta Jepang sebesar US$63,24 juta.

Selanjutnya Arab Saudi sebesar US$45,86 juta, Vietnam sebesar US$37,79 juta, Taiwan sebesar US$31,26 juta, Jerman sebesar US$25,49 juta, dan Malaysia sebesar US$23,89 juta.

“Sepuluh negara tujuan ekspor tersebut memiliki peranan sebesar 84,15 persen terhadap total ekspor Kota Batam selama Januari 2026,” jelas Eko.

Sementara itu, jika dilihat dari jalur pengiriman, Pelabuhan Batu Ampar masih menjadi pintu utama ekspor Batam. Nilai ekspor melalui pelabuhan ini mencapai US$1,018 miliar, meskipun mengalami penurunan 25,31 persen dibandingkan Januari 2025.

Pelabuhan lain yang juga berperan dalam aktivitas ekspor Batam yakni Pelabuhan Sekupang sebesar US$312,88 juta, Pelabuhan Kabil/Panau sebesar US$193,62 juta, Pelabuhan Belakang Padang sebesar US$58,07 juta, serta Bandara Hang Nadim sebesar US$8,72 juta.

“Kelima pelabuhan tersebut menyumbang 99,95 persen dari total nilai ekspor Kota Batam pada Januari 2026,” ujarnya.

Dari sisi volume, ekspor terbesar juga melalui Pelabuhan Batu Ampar yang mencapai 149,08 ribu ton, meskipun mengalami penurunan 14,09 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kemudian disusul Pelabuhan Kabil/Panau sebesar 133,69 ribu ton, Pelabuhan Belakang Padang sebesar 127,88 ribu ton, Pelabuhan Sekupang sebesar 17,62 ribu ton, serta Pelabuhan Batam Island sebesar 0,16 ribu ton.

“Total volume ekspor melalui lima pelabuhan utama tersebut mencapai 99,88 persen dari keseluruhan volume ekspor Kota Batam pada Januari 2026,” tutupnya.(*)

Artikel Nilai Ekspor Batam Turun menjadi US$1,59 Miliar di Awal Tahun, AS Masih Tujuan Utama pertama kali tampil pada Metropolis.