Kamis, 7 Mei 2026
Beranda blog Halaman 4865

Gubernur Melantik Hasan sebagai Penjabat Wali Kota Tanjungpinang

0

batampos – Usai dilantik menjadi Penjabat (Pj) Wali Kota Tanjungpinang, Hasan segera melajutkan pengelolaan pemerintahan dan menjalankan amanah dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Hasan mengaku gugup dan merasa haru usai dilantik oleh Gubernur Kepri, Ansar Ahmad menjadi Pj Wali Kota Tanjunpinang, padahal setiap hampir hari mendampingi orang nomor satu di Kepri.

Foto : Peri Irawan/Batam Pos
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad lantik Pj Wali Kota Tanjungpinang, Hasan di Gedung Daerah, Kamis (21/9/2023)

Nervous, padahal setiap hari mendampingi Pak Gubernur,” kata Hasan saat diwawancari, Kamis (21/9).

Hasan mengatakan usai dilantik ia akan melaksanakan amanah dari Kemendagri yaitu penyelenggaraan pemeritnaah, mensukseskan Pemilu 2024, pelayanan masyarakat dan melanjutkan pembangunan Kota Tanjungpinang melalui APBD.

“Tugas pokok lain yaitu mensusekan Pemilu 2024, yaitu Pilkad dan Pileg,” ujar Hasan.

Selain itu, lanjut Hasan ia segera menjalankan program arahan presiden yaitu penanganan inflasi, meningkatkan pertumbungan ekonomi, menjaga ketahanan pangan dan penurunan stunting.

“Termasuk proses penurunan angka kemiskinan ekstrim di Tanjungpinang,” ucapnya.

Hasan juga berharap masukan dan dukungan dari masyarakat serta stakeholder terkait agar ikut bersama membangu Kota Tanjungpinang.

“Mohon restu dan dukungan penuh dalam menjalankan pemerintah,” harap Hasan. (*)

Rusunawa Pemko Batam Sudah Siap Menerima Warga Rempang

0
PMI Dalil Harahap6363
Ilustrasi. Rusunawa Pemko Batam. ( F.Dalil Harahap/Batam Pos)

batampos – Dinas Pendidikan Kota Batam dan Pengelola Rusunawa Pemko Batam sudah matang dengan persiapan menampung masyarakat Rempang baik untuk tempat tinggal sementara ataupun dengan lokasi sekolah siswa. Pemko Batam sudah siap menampung jika masyarakat Rempang dipindahkan sementara di Kota Batam.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Tri Wahyu Rubianto menuturkan, sejumlah sekolah baik SD ataupun SMP sudah menanti siswa dari Rempang. Ada sekitar sepuluh sekolah yang siap menamping siswa dari sana.

Sekolah-sekolah tersebut di antaranya SDN 01, SDN 04, SDN 06 Nongsa, SMPN 8 Batam, SDN 007 Batuaji, SDN 011 Sagulung, SDN 021 Sagulung serta SMPN 009 Batam di Sagulung.

“Kita sudah siap, besok ada rapat lagi. Perkembangan selanjutnya akan kami kabarin. Saat ini belum ada yang dipindahkan,” ujar Tri.

Senada disampaikan Kepala UPT Rusunawa Pemko Batam Roni yang mengaku sekitar lima Rusunawa Pemko Batam sudah siap menyambut kedatangan masyarakat Rempang. Total diatas seratus hunian dari lima Rusunawa yang disediakan Pemko.

“Mukakuning ada dua, Tanjunguncang ada tiga,” ujarnya.

Fasilitas penunjang di rusunawa tersebut juga sudah dipersiapkan dengan baik termasuk suplai air bersih yang bermasalah selama ini. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pengelola air di Kota Batam.

“Untuk lima Rusunawa ini, penghuni baru belum kita terima karena memang yang kosong saat ini dipersiapkan untuk masyarakat Rempang Galang kalau jadi pindah sementara di Batam nantinya,” ujar Roni.

Seperti diketahui terkait dengan rencana pengembangan kawasan Rempang Eco City, pemerintah berencana merelokasikan masyarakat Rempang ke lokasi lain. Pemerintah akan menyediakan rumah dan fasilitas penunjang kepada masyarakat kampung Tua.

Sementara waktu masyarakat akan dipindahkan ke Batam menunggu rampungnya pembangunan lokasi relokasi tadi. Di Batam masyarakat di sana rencananya akan di tempatkan di Rusunawa dan Ruko yang disediakan pemerintah. Sekolah pun akan dipindahkan dengan cara numpang belajar di gedung sekolah yang ada di kota Batam. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Pengusaha Irwan Mussry Diduga Turut Beri Uang ke Eks Pejabat Bea Cukai Eko Darmanto

0

 

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

 

batampos- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga pengusaha Irwan D Mussry pernah memberikan uang kepada mantan Kepala Kantor Bea Cukai Jogjakarta Eko Darmanto. Hal ini diketahui setelah tim penyidik KPK, memeriksa Irwan Mussry pada Rabu (20/9) kemarin.
Irwan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi terkait penyidikan perkara dugaan penerimaan gratifikasi yang menjerat pejabat Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan, Eko Darmanto.
“Saksi hadir dan didalami pengetahuannya secara umum antara lain terkait dengan dugaan aliran penerimaan uang oleh pihak yang ditetapkan sebagai Tersangka dalam perkara ini dalam kedudukannya sebagai salah satu pejabat di Ditjen Bea Cukai Kemenkeu RI,” kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (21/9).
Sementara itu, Irwan usai menjalani pemeriksaan mengklaim, pemeriksaan terhadap dirinya tak berkaitan dengan pembelian jam tangan mewah. “Ini hanya keterangan untuk beberapa hal yg lain. Jadi tidak ada berhubungan dengan pembelian jam, itu clear,” ucap Irwan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (20/9).
Irwan menyebut, pemeriksaan terhadap dirinya merupakan peristiwa lama. Ia tak menjelaskan secara rinci, apakah bisnis jam tangan mewahnya itu terdapat kaitan dengan urusan bea dan cukai yang menjerat Eko Darmanto.
“Jadi perusahaan kami adalah perusahaan melakukan sistem. Jadi kami hanya memberikan keterangan, sementara itu dulu,” ucap Irwan.
Irwan menegaskan, dirinya telah memberikan keterangan dengan baik kepada tim penyidik KPK. Ia menyerahkan sepenuhnya hasil pemeriksaan dirinya terhadap KPK.
“Semua berjalan baik, saya hanya memberikan keterangan mengenai ini dan sisanya bisa memberikan keterangan kepada tim penyidik KPK, mungkin mereka yg akan memberikan keterangan,” tegas Irwan.
Dalam kasus ini, KPK telah mencegah empat pihak ke luar negeri.  Adapun keempat pihak yang dicegah bepergian ke luar negeri itu di antaranya, mantan Kepala Kantor Bea Cukai Jogjakarta Eko Darmanto, Komisaris PT Ardhani Karya Mandiri Ari Muniriyanti Darmanto, Komisaris PT Emerald Perdana Sakti Rika Yunartika dan Direktur PT Emerald Perdana Sakti Ayu Andhini.
Pencegahan ke luar negeri terhadap Eko Darmanto dan tiga orang lainnya berlaku selama enam bulan ke depan. Namun, jika terdapat kebutuhan lain akan dapat diperpanjang kembali.
KPK pun mengimbau keempat pihak itu untuk kooperatif, apabila dipanggil KPK untuk diminta keterangannya. Sejauh ini, KPK belum melakukan penahanan dan menjelaskan konstruksi perkara terhadap pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka. (*) 
Reporter: JP Group

Ed Sheeran Rekam Album Live di Rumah Fans

0
Ed Sheeran. (Bryan Bedder/Getty Images/AFP)

batampos – Ed Sheeran punya konsep beda buat versi live calon albumnya, Autumn Variations. Di Instagram, musisi pelantun Thinking Out Loud itu menyatakan, sesi rekaman album tersebut dilakukan secara rahasia di ruang tamu penggemarnya.

’’Jadi, aku melaksanakan sejumlah konser pop-up kecil-kecilan di rumah fans dan diam-diam merekam sebuah live album Autumn Variations, di mana tiap lagunya direkam di ruang tamu rumah fans yang berbeda-beda,’’ tulisnya. Dia masih merahasiakan tanggal rilis album edisi spesial itu.

Baca Juga:Ruben Onsu Putuskan Tetap Berjualan Live, Merasa Tak Rugikan Siapa pun

Salah seorang fans yang beruntung menjamu Sheeran adalah Kari Conaway. Di video unggahannya, terlihat Sheeran mengelilingi ruangan di rumah Conaway. Lalu, dia menyanyikan Wake Me Up, lagu dari album debutnya, Plus, sambil memainkan piano.

’’Dia menanyakan apakah aku bisa memainkan lagu itu dan aku bilang, ’Tidak terlalu, tapi aku agak bisa membawakan Wake Me Up’. Jadi, inilah aku memainkan Wake Me Up untuk kalian, para fans album Plus di luar sana,’’ ungkap musisi asal Inggris itu.

Dia juga memuji Conaway sebagai tuan rumah yang menyenangkan. ’’Dia menjamuku dengan kucing, gelang persahabatan, dan beberapa minuman buah saat aku datang,’’ lanjutnya.

Ide ’’mengamen’’ di rumah fans itu sebelumnya pernah diungkap Sheeran di TikTok. Dia mengunggah video singkat saat berada di ruang tamu salah seorang fans dan melihat barang koleksi penggemarnya. ’’Konser pop-up kecil-kecilan di rumah fans buat merekam sesuatu yang istimewa, segera,’’ tulisnya.

Autumn Variations bakal menjadi rilisan terbaru Sheeran setelah seri ’’matematika’’ –yang tiap titel albumnya diambil dari simbol hitungan– rampung. Musisi berusia 32 tahun itu menyatakan, album tersebut adalah bentuk cinta kepada para penggemarnya. ’’Ini adalah proyek paling fans-sentris yang pernah kulakukan,’’ ungkapnya.

Hal itu pun dibuktikan Sheeran dengan banyaknya proyek fans buat mengawal album yang bakal rilis pada 29 September tersebut. Misalnya, tampil sebagai tamu kejutan di pernikahan salah seorang fans sampai melibatkan penggemar untuk membuat klip video. (*)

Reporter: jpgroup

Propam Periksa Disiplin Polisi Tanjungpinang

0
Propam periksa disiplin personel di Mapolresta Tanjungpinang. F. Humas Polresta Tanjungpinang

batampos– Propam Polresta Tanjungpinang melakukan pemeriksaan sikap dan disiplin seluruh personel di Mapolresta Tanjungpinang.

Kabag Operasi Polresta Tanjungpinang Kompol Hadi Sucipto menegaskan sikap individu personel harus terjaga demi meningkatkan performa dalam melayani masyarakat dan menjadi contoh yang baik.

Personel yang melakukan pelanggaran akan dikenakan sanksi. Jika melanggar ketentuan maka Propam Polresta Tanjungpinang akan melakukan tindakan tegas.

Pemeriksaan rutin ini dilaksanakan setiap bulan. Pemeriksaan ini merupakan salah satu upaya melaksanakan pembinaan disiplin terhadap personel Polresta Tanjungpinang.

BACA JUGA: Dugaan Penyelundupan Mikol, Oknum Polisi Bintan Diperiksa Propam

“Bagi yang masih tidak sesuai aturan dalam berpakaian akan diberi teguran untuk memperbaiki sesuai aturan yang berlaku,” tegas Hadi.

Dia mengajak personel berkomitmen untuk menjadi polisi yang profesional dan terus meningkatkan kinerja bagi masyarakat, bangsa dan negara.

”Komitmen menjadi anggota Polri yang Presisi,” jelas Kompol Hadi. (*)

reporter: yusnadi

Terlibat Kericuhan, 11 Warga Tangki Seribu Akhirnya Disidang

0
Penggusuran Tangki Seribu 2 F Cecep Mulyana e1688619482464
Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Satpol PP dan Ditpam BP Batam melakukan penggusuran ruli kawasan Tangki Seribu Batuampar, Rabu (5/7). Penggusuran sempat ricuh karena waga melakukan perlawanan. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Kasus kerusuhan Kawasan Tangki Seribu, Batuampar akhirnya bergulir di Pengadilan Negeri Batam. Ada sebelas orang warga Kampung Tangki Seribu yang duduk sebagai terdakwa.

Kesebelas warga itu yakni Ariyanto Utung alias Annto, Mikael Febryanto Kedang, Salmon Lelangulu, Samsudin Gomang, Erwin Gomangani, Fredrik Dawangbery alias Bapak Ratu, Markus Serfelius, Zet Beny, Melki Sedek Lapikoli alias Gomang, Muhammad Yusuf dan Pria Kini Laban, mereka didakwa atas kejahatan terhadap penguasa umum. Ancaman hukuman mereka 5 tahun penjara.

“Perkara sudah dilimpah dan disidang di PN Batam,” ujar Kasi Intel Kejari Batam, Andreas Tarigan.

Baca Juga: Polisi Lacak Akun Medsos Penyebar Berita Hoaks tentang UAS

Dikatakan Andreas, sidang ke 11 terdakwa dibagi dalam dua hari, yakni berlangsung pada hari Selasa ada 9 terdakwa, dan 2 terdakwa pada hari Rabu. “Sidang pertama dengan agenda pembacaan dakwaan,” ujarnya.

Humas PN Batam, Edi Sameaputty juga membenarkan perkara kerusuhan di Kampung Tangki Seribu sudah bergulir di PN Batam. Untuk dakwaan para tersangka juga sudah dibacakan.

“Untuk perkara kerusuhan Tangki Seribu sudah disidang pada Selasa dan Rabu, ” sebut Edi.

Kesebelas warga Kampung Tangki Seribu ditetapkan tersangka oleh Polresta Barelang awal bulan Juli lalu. Mereka diduga menjadi provokator dan melawan petugas tim terpadu saat proses penggusuran Kawasan Tangki Seribu, Batuampar. (*)

 

Reporter: Yashinta

Ruben Onsu Putuskan Tetap Berjualan Live, Merasa Tak Rugikan Siapa pun

0
Ruben Onsu (Instagram Ruben Onsu)

batampos – Ruben Onsu memutuskan tetap berjualan live. Dia merasa tak merugikan siapa pun. Fenomena artis yang berjualan secara live di media sosial dan lokapasar menjadi sorotan beberapa waktu terakhir.

Pasalnya, kegiatan itu dianggap telah membuat persaingan penjualan tidak sehat dan merugikan pelaku UMKM yang berjualan di pasar.

Ruben Onsu menjadi salah satu selebriti yang dianggap merebut pasar. Dia dikritik lantaran kini terjun langsung menjual beberapa produk seperti sembako melalui fitur siaran langsung. Menanggapi itu, Ruben tak mau disalahkan.

Baca juga:Iko Uwais di Film The Expend4bles Sangat Memukau, Jadi Penyelundup Senjata Api Ilegal

Ruben menyatakan, sepinya penjualan di pasar bukan karena ulah dirinya maupun koleganya yang berjualan live. Melainkan karena pemerintah yang tidak bisa mengimbangi perkembangan teknologi. ’’Saya tidak pernah merugikan orang lain. Tanah Abang kosong, artis yang disalahin. Ya, kalau gitu stop aja teknologi yang canggih. Jangan masuk ke Indonesia,’’ tegas Ruben saat ditemui di kawasan Mampang, Jakarta Selatan, Selasa (19/9).

Menurut dia, pemerintah seharusnya memutar otak untuk membantu melariskan dagangan para pelaku usaha di pasar. Salah satunya berkolaborasi dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Lalu, memanfaatkan kemajuan teknologi.

’’Nah, itu tugas pemerintah ngurus Tanah Abang,’’ cetusnya.

Ruben mengaku geram dengan sikap beberapa pihak yang justru menyalahkan selebriti atas masalah itu. ’’Artis tuh emang sasaran paling empuk untuk jadi headline berita. Artis kok jadi kambing hitam,’’ ujarnya.

Suami Sarwendah Tan itu membantah jika keputusannya ikut berjualan melalui siaran langsung untuk memperkaya diri. Dia berdalih justru ingin membantu para pemilik pabrik sembako yang nyaris gulung tikar. ’’Intinya, saya nggak mau akuisisi itu (pabrik sembako, Red). ’Kamu (pemilik pabrik, Red) kelola aja dan saya beli full produknya’. Saya beli terus demi menyelamatkan orang yang kerja dan berada di situ kan,’’ papar Ruben.

Dia mengaku tak peduli dengan semua komentar negatif tentang aksi jualannya. Bapak dua anak itu menyatakan, niatnya murni untuk membantu. Apalagi, penghasilan yang diterimanya dari berjualan langsung itu tidak seberapa. ’’Jumlah persentasenya juga kecil. Justru saya memberikan afiliator-afiliator. Ibaratnya, semua yang punya produk saya bantu pasarin,’’ jelas Ruben.

Ruben menerima tawaran berjualan langsung karena merasa bisa tetap bekerja dari rumah tanpa harus meninggalkan keluarga. ’’Saya mau pasarin karena kerja dari rumah. Kerjaan dapat, waktu sama anak-anak juga dapat,’’ terangnya. (*)

Reporter: jpgroup

Layanan Uji Emisi Hadir di Bengkel Resmi Mitsubishi Motors

0

 

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) memberikan dukungan terhadap kebijakan pemerintah guna mengurangi polusi di wilayah Jakarta. Hal ini sejalan dengan peraturan tentang emisi kendaraan bermotor yang sudah mulai diterapkan PERGUB No. 66 Tahun 2020 di mana kendaraan bermotor yang telah berusia 3 tahun atau lebih wajib lolos uji emisi. Dukungan yang diberikan berupa gratis biaya layanan Uji Emisi di bengkel-bengkel resmi Mitsubishi Motors di sejumlah area di Jakarta dengan syarat & ketentuan yang berlaku.

Mitsubishi Motors melengkapi beberapa bengkel resmi dengan peralatan uji emisi, yang memungkinkan setiap konsumen yang melakukan servis berkala untuk juga mendapatkan pengujian emisi pada kendaraannya. Pada periode 20 September hingga 30 November 2023, MMKSI juga akan memberikan layanan uji emisi secara gratis untuk kendaraan yang melakukan servis berkala di bengkel resmi Mitsubishi Motors. Kendaraan yang telah lolos uji emisi juga akan memperoleh surat keterangan atau sertifikat resmi yang terkait dengan sistem informasi Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, dan dapat menjadi bukti sah apabila sewaktu-waktu dibutuhkan oleh pihak berwenang. (*)

PMI Batam Serahkan Bantuan Tossa ke PMI Natuna

0
PMI Batam e1695273723121
PMI Kota Batam menyerahklan bantuan kepada PMI Kabupaten Natuna di Markas PMI Natuna, Komplek Masjid Agung, Kamis (21/9).

batampos – PMI Kota Batam menyerahkan bantuan Tossa kepada PMI Kabupaten Natuna di Markas PMI Natuna, Komplek Masjid Agung, Kamis (21/9).

Bantuan diserahkan oleh Wakil Ketua Bidang Pelayanan Kesehatan, Sosial dan Klinik, Rumah Sakit PMI, dr. Susana Endang Susilowati kepada Ketua PMI Natuna, Suhelmi, disaksikan langsung oleh pengurus PSMTI Natuna dan Batam Pos Biro Natuna serta pengurus PMI Natuna.

Dr Endang mengatakan, selain bantuan Tossa, PMI Kota Batam telahpun menyalurkan bantuan uang tunai senilai Rp 35 juta kepada ahli waris korban longsor di Kecamatan Serasan dengan masing-masing kepala keluarga menerima Rp 1 juta.

Baca Juga: Digelar di Batam Centre Hari Ini, Kegiatan Pasar Murah Sepi Pembeli

Bantuan ini atas hasil donasi yang dilakukan oleh PMI Batam, PSMTI Batam, serta Batam Pos.

“Jadi hibah kendaraan motor Viar Tossa ini untuk menunjang kinerja PMI Natuna dalam menjalankan program kemanusiaan di Pulau Natuna. Tossa ini lebih gesit dan cocok untuk medan sempit,” ucap dr Endang.

Dalam kunjungannya ke PMI Natuna, dr Endang juga mendapat beberapa masukan dari pengurus PMI Natuna khususnya soal kondisi markas PMI yang masih numpang di Komplek Masjid Agung.

“Informasi ini akan saya sampaikan kepada ketua dan pengurus PMI Kota Batam, sehingga komunikasi dan koordinasi lebih baik,” katanya.

Baca Juga: Bank Riau Kepri Syariah Percayakan Kejari Batam Tagih Kredit Macet

Ketua PMI Natuna, Suhelmi mengatakan, pihaknya berterimakasih atas bantuan kendaraan roda tiga dari PMI Kota Batam. Tidak hanya itu, PMI Batam juga ikut tanggap terhadap bencana longsor di Serasan.

“Apresiasi setinggi-tingginya dan ucapan terimakasih kepada PMI Batam atas bantuan kendaraan operasional kemanusian untuk PMI Natuna. Dalam hal ini, kami salut atas respon cepat dari PMI Batam,” tegas Suhelmi. (*)

 

Polri Tidak Akan Biar Indonesia Dijadikan Arena Kejahatan Internasional

0
Tersangka Love Skiming Di Pulangkan 4 F Cecedp Mulyana e1695272884245
Kadiv Hubinter Polri Irjen Pol Krishna Murti bersama Kapolda Kepri Irjen Tabana Bangun dan jajaran, Kepala Imigrasi Batam memberikan keterangan terkait WNA asal China yang menjadi tersangka dalam kasus Love scamming yang akan dipulangkan melalui Bandara Hang Nadim Batam, (rabu (20/9). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) memastikan, wilayah Indonesia tidak akan dijadikan arena tindak kejahatan internasional. Hal itu disampaikan oleh Kadiv Hubinter Polri Irjen Krishna Murti usai menghadiri proses pemulangan 153 orang warga negara Tiongkok menjadi tersangka love scamming di Batam, Kepulauan Riau, Rabu (20/9).

“Apabila ada pelaku kejahatan dari luar negeri yang mengarahkan Indonesia sebagai target, kami bisa mengungkapnya,” ujarnya.

Krishna menyebutkan, Polri akan terus berusaha mengungkap apabila ada kasus-kasus kejahatan internasional yang menjadikan wilayah Indonesia sebagai tempat beraksinya para pelaku kejahatan.

Baca Juga: 153 Tersangka Love Scamming Dideportasi, Diterbangkan dari Batam

Karena kata dia, apabila kejahatan-kejahatan seperti itu dibiarkan dan pihaknya tidak mampu melakukan pengungkapan, maka akan menjadi catatan buruk bagi Indonesia.

“Maka dengan adanya pengungkapan kasus ini membuktikan Polri tidak pernah membiarkan wilayah Indonesia untuk menjadi arena perbuatan jahat. Baik itu untuk mentargetkan korban-korbannya atau peristiwanya di Indonesia, maupun targetnya berada di negara lain,” katanya.

Kepolisian memulangkan ratusan warga negara China yang menjadi tersangka penipuan berkedok asmara atau love scamming ke negara asal melalui Bandara Internasional Hang Nadim.

Baca Juga: Polisi Lacak Akun Medsos Penyebar Berita Hoaks tentang UAS

“153 orang tersangka warga negara asing yang sudah mendapat upaya penegakan hukum oleh Polda Kepri, bekerja sama dengan Divhubinter Polri dan Ditjen Imigrasi akan melakukan deportasi terhadap mereka,” ujar Krishna, kemarin.

Sebanyak 153 orang tersangka love scamming, kata dia, berasal dari dua tangkapan kepolisian daerah. Pertama dari Polda Kepri sebanyak 132 orang tersangka, dan dari Polda Kalimantan Barat sebanyak 21 orang tersangka warga negara China.

Dia menjelaskan, para tersangka ini dipulangkan menggunakan tiga pesawat dari China dan dikawal dengan 300 personel kepolisian China. (*)

 

Reporter: Azis Maulana