Senin, 4 Mei 2026
Beranda blog Halaman 4885

Hanya 2 Ganda Putra Indonesia di 8 Besar Hongkong Open, The Daddies Ogah Gegabah

0
Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan menembus delapan besar Hongkong Open 2023. (PBSI )

batampos – Setelah tampil mengesankan di babak 16 besar dengan meloloskan lima wakil, kini ganda putra Indonesia menunjukkan inkonsistensi. Sektor itu hanya meloloskan dua wakil untuk tampil di babak perempat final Hong Kong Open Super 500 hari ini (15/9).

Kemarin (14/9) di Hong Kong Coliseum, dua wakil yang lolos ke delapan besar adalah Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin.

The Daddies, julukan Hendra/Ahsan, mengalahkan wakil Taiwan Chiu Hsiang Chieh/Yang Min Tse 21-19, 21-14. Sementara itu, Leo/Daniel menundukkan rekan senegaranya Bagas Maulana/M. Shohibul Fikri 21-15, 21-17.

Nah, ganda putra Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yacob Rambitan takluk oleh wakil Jepang Keiichiro Matsui/Yoshinori Takeuchi 19-21, 16-21. Lalu, Fajar Alfian/Rian Ardianto takluk oleh wakil Taiwan Lee Fang-chih/Lee Fang-jen 16-21, 19-21.

Di babak perempat final, Leo/Daniel bakal menghadapi andalan Jerman Mark Lamsfuss/Marvin Seidel. Secara head-to-head, Leo/Daniel masih kalah 0-1. Satu-satunya pertemuan terjadi di babak grup Sudirman Cup pada Mei lalu. Di laga kali ini, pasangan yang juga dijuluki The Babbies itu ingin revans.

’’Doakan kami untuk bisa terus melaju ke babak-babak selanjutnya,’’ harap Leo dalam surel humas PP PBSI.

Lain dengan para juniornya, pasangan Hendra/Ahsan ingin bermain lepas di pertandingan yang ada. ’’Senang pastinya didukung banyak penonton di sini. Kami merasa semakin termotivasi,’’ sebut Hendra.

Ya, mental memang berbicara. Di game pertama, Hendra/Ahsan itu selalu tertinggal. Namun, akhirnya bisa membalikkan keadaan. ’’Akhirnya, kami coba bermain lebih tenang dan bisa keluar dari tekanan. Di game kedua, kami sudah lebih baik,’’ kata Hendra.

Pada delapan besar, Ahsan/Hendra ditantang Matsui/Takeuchi. Hendra/Ahsan memiliki catatan unggul 1-0. ’’Besok (hari ini, Red) tentu tak ingin gegabah. Kami diskusi dulu dengan pelatih dan pelajari permainan mereka. Semoga kami bisa memenangkannya,’’ tutur Ahsan.

Di sisi lain, Fajar kecewa dengan hasil yang didapatnya. ’’Iya, ini jauh sekali dari yang kami harapkan. Di samping lawan yang bermain baik, mereka sangat percaya diri dan tidak mudah mati sendiri. Dan kami malah sebaliknya,’’ ungkap Fajar.

Pemain binaan SGS Bandung itu mengakui melakukan banyak kesalahan di bola yang sebenarnya bisa dikembalikan dengan mudah.

Fajar membeberkan hasil minor yang didapat itu harus diterima. ’’Semua sudah terjadi dan kami harus berani keluar dari tekanan. Tidak bosan-bosan untuk mengevaluasi dan mengintrospeksi,’’ sebut Fajar.

Sementara itu, Yeremia menyebutkan bahwa dalam permainan dirinya sudah melakukan sebisa mungkin. ’’Memang lawan kelihatannya sedang dalam tren positif. Mereka sedang enak mainnya,’’ sebut Yeremia.

Pramudya menambahkan, peluang menang sebetulnya terjadi di game pertama. Sebab, kondisi lapangan menguntungkan. ’’Tapi, kami tidak bisa memanfaatkannya. Di game kedua, kami masih terbawa permainan yang belum enak, jadi terus melakukan kesalahan sendiri,’’ ucap Pramudya.

Sementara itu, Daniel menyebutkan bahwa sejak awal sudah mempersiapkan strategi dan belajar dari pertemuan terakhir. ’’Di mana kami kalah sama mereka. Dan, ya, apa yang kami siapkan berjalan dengan sempurna,’’ ujar Daniel. (*)

 

Reporter: JPGroup

Gerakan Penghijauan PT Timah Tbk Bersama Masyarakat, Nelayan Sawang Laut Tanam Seribu Mangrove

0
kepala unit produksi PT Timah TBK tengah, camat Kundur Barat, Danramil 03 Kundur, Kades Sawang Laut saat menanam pohon mangrove

batampos – Dalam upaya menggalakan penghijauan dan dekarbonisasi, PT Timah Tbk bersama masyara, nelayan Sawang Laut Tanam Seribu bibit mangrove di Pantai Batu Tuan Desa Sawang Laut Kecamatan Kundur Barat.

Anggota holding industri pertambangan MIND ID juga melibatkan nelayan dan masyarakat sekitar dalam penanaman mangrove. PT Timah Tbk juga skerap melakukan penanaman mangrove di wilayah Kundur.

Selain di Kundur, PT Timah Tbk juga menggalakkan penanaman mangrove di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Bahkan penanaman mangrove menjadi salah satu gerakan menanam satu kebaikan. Hal ini salah satu bentuk pengelolaan lingkungan berkelanjutan yang dilakukan perusahaan.

Kepala Desa Sawang Laut Jefrizal mengatakan, tempat penanaman mangrove ini memiliki potensi yang cukup baik untuk mangrove dapat tumbuh dengan baik.

BACA JUGA: Pemkab Karimun Tanam 1.000 Bibit Pohon Mangrove

Kedepan kata dia, mangrove ini juga bisa membantu mengatasi abrasi di kawasan itu dan akan dikelola menjadi lokasi wisata baru.

Keberadaan mangrove juga bisa memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, eksositem mangrove yang baik dapat membantu biota laut untuk berkembang dengan baik.

“Terimakasih PT Timah Tbk telah menanam seribu pohon mangrove. Upaya ini bersungsi menahan abrasi laut dan dapat dijadikan ikon wisata baru,” ujarnya .

Camat Kundur Barat Yusufian mengapresiasi PT Timah Tbk yang telah menanam mangrove dengan melibatkan masyarakat dan nelayan, sehingga diharapkan dapat semakin menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.

Dikatakan pohon mangrove banyak manfaat dan fungsinya baik untuk manusia ataupun lingkungan. Upaya yang dilakukan PT Timah Tbk kita dukung sepunhnya. (*)

reporter: imam sukarno

Khat dalam Surat Sultan Mahmud al-Muzaffar Syah, Lingga (1849)

0
Aalaa Hilyati

TULISAN dan bahasa merupakan dua unsur penting sepanjang peradaban
manusia.

Keduanya tidak hanya digunakan sebagai alat utama untuk berkomunikasi,
tetapi juga sebagai bukti perkembangan pengetahuan manusia yang turut
dibawa oleh para pendatang dari Timur Tengah dan Persia saat menginjakkan
kaki di tanah Nusantara, tentu saja dengan agama Islam.

Di Nusantara, Islam berkembang secara bertahap. Pada awalnya, Islam
berkembang hanya di sektor perdagangan yang dibawa oleh para pedagang
Timur Tengah dan Persia. Seiring berjalannya waktu, Islam berkembang hingga
di sektor pendidikan.

Namun, pada saat itu, fasilitas pendidikan baru diberikan kepada keluarga
kerajaan atau para bangsawan sehingga tidak semua orang memperoleh
kesempatan belajar.

Pada akhirnya, seseorang yang dianggap memiliki kemampuan khusus dalam
menulis dan membaca kerap kali ditunjuk sebagai juru tulis kerajaan. Biasanya,
mereka tidak hanya bertugas untuk menulis atau menyalin sebuah karya sastra
atau buku keagamaan, tetapi juga menulis surat khusus kerajaan.

Tradisi surat-menyurat telah berkembang di Nusantara sejak abad ke-16.
Biasanya, surat digunakan untuk berbagai keperluan: diplomasi, politik,
agama, atau sekadar untuk bertukar kabar.

Baca juga: Gelar Wicara Niaga Bahasa bagi Generasi Muda

Sebuah surat dapat dibedakan berdasarkan fungsinya: diplomatis atau resmi.
Surat resmi diartikan sebagai tulisan tangan seseorang yang berisi pesan
kepada orang lain atau organisasi (Mu’jizah, 2004). Sementara itu, surat
diplomatis ditulis oleh raja untuk raja, raja kepada bangsa kolonial, atau
sebaliknya.

Surat-surat di Nusantara, khususnya di tanah Melayu lazim ditulis dengan
aksara Jawi (aksara Arab untuk bahasa Melayu).

Penggunaan aksara Arab di Nusantara berkembang bersamaan dengan
masuknya agama Islam sekitar abad ke-7 dan ke-8 Masehi (Azra, 1995).
Pengaruh dan perkembangan agama Islam yang sangat pesat pada abad ke-13
secara otomatis berdampak pada meluasnya penggunaan aksara Arab.
Bersamaan dengan proses interaksi yang semakin intens, aksara Arab beralih
fungsi tidak hanya digunakan untuk menuliskan bahasa Arab, tetapi juga
bahasa Melayu (Jawi).

Aksara Arab, baik untuk bahasa Arab maupun Melayu, memiliki gaya tulisan
khas yang akrab disebut “khat”. Perkembangan tulisan Arab juga turut
memengaruhi gaya penulisannya.

Pada mulanya, terdapat enam rumus khat yang dikenal sebagai Al-Aqlam Al-
Sittah (tulisan enam): Naskhi, Thuluts, Muhaqqaq, Rayhani, Riqa’, dan Tawqi.
Seiring berkembangnya zaman, Al-Aqlam Al-Sittah mulai kehilangan
kemasyhurannya, khususnya Muhaqqaq, Tawqi, Riqa’ dan Rayhani.

Namun, ada dua rumus Al-Aqlam Al-Sittah yang berkembang hingga saat ini
dan termasuk sebagai bagian dari kaligrafi populer, yakni Naskhi dan Thuluts.
Selain Naskhi dan Thuluts, rumus khat yang termasuk dalam kaligrafi populer
ialah Ta’liq/Farisi, Riq’ah, Diwani, Diwani jali, dan Kufi.

Baca juga: Menelisik Transformasi Karya Sastra dalam Seni Pertunjukan

Di Nusantara, khat telah digunakan untuk menulis surat-surat diplomatis.
Salah satunya ialah surat Melayu tertua, yakni Surat dari Sultan Abu Hayat
kepada Raja Portugal (1521) yang ditulis dengan aksara Jawi bergaya
Muhaqqaq dan Thuluts (Musa, 2006).

Selain itu, di tanah Sumatra, khususnya Kesultanan Lingga, khat juga
digunakan dalam penulisan surat dari Sultan Mahmud al-Muzaffar Syah yang
ditujukan kepada Gubernur Jendral Jacob van Rochussen pada tarikh 6 Syaban
1265 atau 27 Juni 1849.

Surat satu halaman, berukuran 52 x 42cm, 22 baris, ditulis dengan tinta hitam
(Mu’jizah, 2009).

Surat ini terbagi menjadi tiga bagian (pembuka, isi, dan penutup). Bagian
pembuka sepanjang sebelas baris berisi puji-pujian atau ungkapan kebesaran
atas Sultan Mahmud al-Muzaffar Syah yang bersemayam di atas tahta
Kerajaan Lingga.

Selanjutnya, bagian isi dimulai di baris dua belas berbunyi ungkapan duka cita
atas wafatnya Sri Paduka Maharaja Welanda II/ Raja Willem II sekaligus
ungkapan suka cita atas diangkatnya Raja Willem III.

Bagian penutup berisi kolofon yang menyatakan tempat dan waktu penulisan
surat yang berbunyi: termaktub warkat ini di dalam istana negeri Lingga
kepada enam hari bulan Syaban, hari Arba’a, jam pukul tiga, sanat 1265.

Surat beraksara Jawi ini ditulis dengan menggunakan rumus khat Nasta’liq dan
Riq’ah. Khat Nasta’liq merupakan gabungan dari dua khat, yakni Naskhi dan
Ta’liq.

Secara menyeluruh, surat tersebut didominasi oleh gaya Naskhi (bentuk huruf
lebih kecil, sederhana, dan jelas). Hal itu dapat terlihat hampir pada seluruh
huruf.

Namun, jika diperhatikan lebih saksama huruf sin atau syin sebagai huruf pada
suku kata pertama dan kedua pada kata “segala”, “seperti”, “seri paduka”,
“disalahi”, “sangat”, dan “satarnya” ditulis dengan cara menggantung condong
ke arah kanan.

Cara menulis menggantung merupakan ciri khas khat Ta’iq. Tidak hanya itu,
kehadiran rumus khat Riq’ah juga tidak dapat diabaikan. Hal itu terlihat pada
bentuk huruf bulat di akhir kata (ha dan ta marbutah) pada kata: “oleh”,
“bukalah”, “tujuh”, “adalah”, “telah”, dan “seperti”.

Surat ini juga memiliki cap yang memuat identitas pengirim surat (Al-Wathiq
billah Rabb al-‘arsh al-Ghauthah al-Sultan Mahmud Muzaffar Syah ibn al-
Sultan Muhammad Syah sanat 1251 (1835/36 M)).

Nama terang pada cap surat ini memiliki gaya huruf sederhana, tetapi dengan
ukuran huruf yang lebih besar dan panjang. Dengan demikian, dapat
dikatakan bahwa rumus yang digunakan pada cap surat ialah rumus khat
Thuluts.

Surat menjadi dokumen penting yang sarat akan nilai sejarah. Melalui surat,
kita dapat melacak berbagai hal yang berkaitan dengan pengirim, penerima,
atau konteks penulisannya.

Misalnya, Surat dari Sultan Mahmud al-Muzaffar Syah (Lingga) bertarikh 1849
dapat menjadi bukti dari peradaban Islam di Nusantara. Surat ini berhasil
mengajak kita untuk melihat hubungan antara Sultan Mahmud al-Muzaffar
dengan bangsa kolonial.

Selain itu, kita juga dapat melihat tradisi tulis-menulis yang telah
memanfaatkan rumus khat. Hanya saja, rumus khat yang digunakan dalam
aksara Jawi tidak dapat dianggap setara dengan aksara Arab.

Karena itu, tidak heran jika terjadi percampuran antara satu rumus dengan
rumus lain dalam satu sumber. Namun, hal itu tidak sedikit pun menjadi faktor
yang dapat mengurangi nilai estetika dalam tradisi tulis-menulis aksara Jawi,
khususnya surat. (*)

Oleh:
Aalaa Hilyati
Mahasiswi Pascasarjana, Universitas Indonesia

Pastikan Pelayanan Air di Batam Baik, Ombudsman Tinjau IPA Mukakuning

0
Air SPAM Batam 1 F Cecep Mulyana
Ilustrasi. Layanan air bersih di Batam. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Ombudsman RI Perwakilan Kepri meninjau Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Mukakuning yang baru dirampungkan SPAM Batam. Ia berharap, dengan adanya IPA tersebut pelayanan air di Batam bisa lebih baik. Terutama untuk daerah Batam Center hingga Bengkong.

”IPA Mukakuning saat ini sudah selesai dibangun dan sedang masa percobaan, mudah-mudahan dapat segera difungsikan secara maksimal,” ujar Kepala Perwakilan Ombudsman Kepri, Lagat Siadari.

Menurut dia, IPA Mukakuning memiliki kapasitas produksi hingga 400 liter per detik akan menyuplai air ke wilayah Batam Center. Sehingga IPA Duriangkang fokus menyuplai air ke wilayah Bengkong.

“Meski tak dapat dipungkiri beberapa wilayah yang lebih tinggi masih akan terdampak,” sebut Lagat.

Baca Juga: Supervisi 2 Hari di Batam, Kompolnas: Warga Rempang Dukung Program Pemerintah

Dijelaskan Lagat, berdasarkan pemantauan Ombudsman RI Perwakilan Kepri, IPA Mukakuning saat ini dilengkapi dengan Sistem Digitalisasi terkait produksi air, pengukur PH, kejernihan air dan sebagainya.

”Kami lihat tadi cukup canggih, semoga saja SDM-nya juga mumpuni dan juga perawatannya dapat dilakukan dengan baik dan terus menerus,” ungkap Lagat.

Dikatakan Lagat, Ombudsman RI Perwakilan Kepri juga terus melakukan komunikasi dengan Direktur SPAM Batam, M Tandiono untuk mendapatkan informasi terkait wilayah lain. Khususnya yang bermasalah terhadap pendistribusian air.

”Kami dapati informasi untuk wilayah Bengkong Wahyu yang saat ini tertunda penyambungannya akan segera direalisasikan. Kemudian untuk wilayah lainnya, SPAM Batam akan melakukan penambahan IPA di Duriangkang. Untuk Rempang, ada Monggak dimana air akan disupplai dari Seigong. Lalu untuk wilayah Tiban, SPAM Batam akan mencoba IPA mobiler kekuatan 20 liter per detik yang diharapkan dapat membantu,” ujarnya.

Baca Juga: Remaja Putus Sekolah Dipacari dan ‘Digarap’ Hampir Setahun, Kejadiannya di Bengkong

Lebih lanjut, Lagat mengungkapkan pihaknya akan memastikan produksi air di Batam semakin bertambah. Sebab selama ini, masalah terjadi di suplai air.

“Kami akan lakukan monitoring untuk memastikan produksi air tidak menurun dan perawatan dilakukan dengan baik. Karena jika perawatannya tidak dilakukan dengan baik maka akan berdampak pada pendistribusian air ke masyarakat,” jelas Lagat.

Lagat berpesan, agar masyarakat bijak dalam menggunakan air. Karena masih ada sebagian masyarakat yang terdampak, jadi sangat disayangkan jika ada pemborosaan dalam penggunaan air. Masyarakat juga diminta untuk melapor bila menemui berbagai masalah terikait supplai air.

“Karena kami tahu masih ada wilayah-wilayah yang menjadi stress area karena tidak mendapatkan air selama 24 jam. Untuk masyarakat yang tidak terdampak harap bijak menggunakan air, jangan melakukan pemborosan karena akan berdampak pada wilayah lainnya,” tutup Lagat. (*)

 

 

Reporter: Yashinta

Diduga Terlibat Peredaran Narkoba, Oknum Pegawai Rutan Diperiksa Polisi

0

batampos– Oknum pegawai Rumah Tahanan (Rutan) Tanjungpinang yang diduga terlibat penyalahgunaan dan peredaran narkoba, diperiksa polisi, Kamis (14/9).

Oknum pegawai Rutan inisial H memenuhi panggilan polisi dan menjalani pemeriksaan di ruangan Satresnarkoba Polresta Tanjungpinang.

“Sudah memenuhi panggilan. Saat ini masih sebagai saksi,” kata Kanit II Satresnarkoba Polresta Tanjungpinang Ipda M. Alvin Royantara.

Alvin menerangkan, surat panggilan pemeriksaan tehadal H telah dilayangkan pada Senin (11/9) kemarin. Namun H tidak kooperatif.

BACA JUGA: Oknum Pegawai Rutan Diduga Terlibat Peredaran Narkoba

“Awalnya sudah kordinasi, namun tidak koperatif. Sehingga kami kirimkan surat panggilan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Rutan Tanjungpinang sempat mendatangi Mapolresta Tanjungpinang. Namun ia enggan memberikan keterangan rinci terkait kedatangannya.

“Ini sebagai bentuk sinergitas sesama APH Aparat Penegak Hukum). Sesuai arahan bapak Dirjen Pas,” singkatnya.

Sebelumnya diketahui, dua pengedar narkoba inisial R dan A ditangkap Polresta Tanjungpinang, Rabu (6/9) lalu. Saat penangkapan dua pelaku, polisi menyita 18 paket sabu dan alat hisap sabu.

Kepada polisi, pengedar inisial A mengaku salah seorang oknum pegawai Rutan Tanjungpinang, terlibat dalam penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Tanjungpinang. (*)

reporter: yusnadi

Jojo Kontra Lee Chia Hao di Perempat Final Hongkong Open

0
Tunggal putra Jonatan Christie berpose usai lolos dari babak 16 besar Hong Kong Open 2023 dan melaju ke perempat final pada Jumat. (ANTARA/HO-PP PBSI)

batampos – Pebulu tangkis tunggal putra Jonatan Christie mengaku sangat mewaspadai pertemuannya menghadapi wakil Taiwan, Lee Chia Hao, pada babak perempat final Hong Kong Open 2023 di Kowloon, Jumat.

Menurut Jonatan, Lee harus menjadi perhatian serius karena sebelumnya mampu menumbangkan peringkat satu dunia Viktor Axelsen pada babak 32 besar, serta Lee Zii Jia pada babak selanjutnya.

“Ketemu Lee Chia Hao pastinya harus diwaspadai. Dia sudah menang melawan Viktor (Axelsen) dan Lee Zii Jia di turnamen ini, suatu hal yang tidak mudah,” ungkap Jojo melalui informasi resmi PP PBSI di Jakarta, Kamis (14/9) kemarin.

Pebulu tangkis peringkat ke-37 dunia itu membuat kejutan pada babak pertama turnamen berkategori BWF Super 500 tersebut, dengan menundukkan Viktor yang berjuluk “Alien” hanya dengan dua gim langsung 21-16, 21-10, Rabu (13/9).

Lalu berlanjut pada babak 16 besar, Lee kembali mengalahkan pemain yang secara peringkat ada di atasnya. Kali itu, pebulu tangkis asal Malaysia itu dipulangkan lebih awal oleh Lee dengan rubber game 19-21, 21-17, 22-20.

Jojo memprediksi Lee akan bermain tanpa beban, sehingga bisa mengeluarkan teknik dan penampilannya secara leluasa. Begitu pula dengan Jonatan yang akan ikut bermain lepas.

“Dia bertemu saya pasti akan main tanpa beban, saya juga akan melakukan hal yang sama. Tidak mau berpikir saya peringkatnya di atas dia, atau lebih berpengalaman, dan sebagainya,” ujarnya.

Jonatan menjadi salah satu dari tujuh wakil Skuad Merah Putih yang masih bertahan hingga perempat final Hong Kong Open 2023.

Selain Jonatan, sektor tunggal putra juga masih memiliki Anthony Sinisuka Ginting yang menjadi andalan.

Ginting juga akan bertemu lawan asal Taiwan, yaitu Su Li Yang. Laga babak delapan besar tersebut akan menjadi pertemuan perdana antara unggulan kedua Ginting dan tunggal putra peringkat ke-35 dunia itu.

“Saya belum mau berpikir terlalu jauh. Lawan setiap babak pasti kan mau berusaha menang jadi fokus ke setiap pertandingan yang akan dijalani saja,” kata Ginting soal pertandingannya.

Berikut susunan pebulu tangkis Indonesia pada perempat final Hong Kong Open 2023 di di Hong Kong Coliseum, Kowloon, Jumat (15/9) siang:

Tunggal Putri
Gregoria Mariska Tunjung vs Carolina Marin (Spanyol)

Tunggal Putra
Jonatan Christie vs Lee Chia Hao (Taiwan)
Anthony Sinisuka Ginting vs Su Li Yang (Taiwan)

Ganda Putri
Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti vs Li Wen Wei/Liu Xuan Xuan (China)

Ganda Putra
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin vs Mark Lamsfuss/Marvin Seidel (Jerman)
Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan vs Keiichiro Matsui/Yoshinori Takeuchi (Jepang)

Ganda Campuran
Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari vs Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie (Malaysia)

 

 

Reporter: Antara

Supervisi 2 Hari di Batam, Kompolnas: Warga Rempang Dukung Program Pemerintah

0
Kompolnas di Polres Dalil Harahap 22 e1694748419851
Kompolnas saat bertemu Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho, Kamis (14/9). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengunjungi Batam selama 2 hari ini. Kunjungan ini sesuai perintah Menkopolhukam, Mahfud MD untuk melakakukan supervisi penanganan masalah Pulau Rempang.

Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Irjen (Purn) Benny Jozua Mamoto mengatakan dalam kunjungan tersebut, pihaknya langsung mendatangi Pulau Rempang dan bertemu dengan tokoh masyarakat.

“Kami mendengar langsung dari tokoh masyarakat. Kami perlu mengumpulkan data dan informasi, suara dari masyarakat. Ada beberapa saran masyarakat dan masukan, yang pada intinya masyarakat mendukung program pemerintah ini,” ujar Benny yang ditemui usai mengunjungi Mapolresta Barelang, Kamis (14/9) sore.

Baca Juga: CFD Digelar Sabtu di Nagoya, Berhadiah Sepeda Motor dan Kulkas

Benny menjelaskan dalam kunjungannya tersebut, banyak tokoh masyarakat yang mempertanyakan nasibnya setelah relokasi. Seperti tempat tinggal, serta yang diperoleh mereka dalam pembangunan mega proyek ini.

“Mereka meminta rumah disiapkan dulu baru direlokasi. Menurut kami ini hanya perlu sosialisasi yang lebih masif, lebih intensif. Sehingga informasi bisa sampai ke masyarakat langsung, masyarakat bisa bertanya langsung hingga masalahnya jelas,” katanya.

Menurut Benny, dengan tidak lancarnya sosialisasi tersebut, maka masyarakat Pulau Remoang terpengaruh oleh isu negatif dari media sosial yang sumbernya tidak dipertanggungjawabkan.

“Ini hanya perlu disampaikan langsung kepada yang bersangkutan (masyarakat). Maka ini perlu dilakukan secara intensif,” ungkapnya.

Selain menemui tokoh masyarakat Pulau Rempang, Kompolnas juga turut mendatangi sekolah, serta orangtua anak yang terkena dampak gas air mata dan diisukan meninggal dunia.

Baca Juga: Remaja Putus Sekolah Dipacari dan ‘Digarap’ Hampir Setahun, Kejadiannya di Bengkong

Dari investigasi, Kompolnas memastikan Tim Gabungan sudah menjalani tugas sesuai SOP. Dimana penembakan gas air mata dituju ke kerumunan yang menghadang petugas.

“Dari internal turun ke lapangan dan mencari tau tentang apa yang sesungguhnya terjadi. Massa itu berada di bawah (dekat sekolah) dan bergerak ke jalan (depan sekolah) tembakan tetap ke kerumunan dan ada kekuatan angin. Kami kesana juga merasakan ada kekuatan angin dan asap itu masuk ke kelas alam,” kata Benny.

Namun, Benny mengaku kejadian penembakan gas air mata oleh petugas ini akan dilaporkan ke pimpinan dan akan menjadi evaluasi di kubu Polri.

“Ada masukan ke internal, dan akan disampaikan ke Polri, seperti penggunaan gas air mata, kemudian menyangkut langkah-langkah yang perlu diambil ke depan supaya tahapannya berjalan sesuai dengan agenda yang sudah ditentukan, target bisa dicapai. Ini perlu dibahas bersama,” terangnya.

Baca Juga: Marak Pembuangan Limbah di Permukiman Warga, DPRD Batam Soroti Kinerja DLH

Dalam kunjungan ini, Kompolnas juga menyoroti kerusuhan unjuk rasa di depan Gedung BP Batam beberapa waktu lalu. Ia mempertanyakan massa yang melakukan kerusuhan, sebab dari awal unjuk rasa berlangsung damai.

“Melihat kronologisnya dari awal, massa ditemui oleh Walikota (Kepala BP Batam, red), setelah ditinggalkan baru ada massa lain. Ini yang menjadi pertanyaan kenapa massa ini brutal. Jadi memang dalam konteks ini perlu kewaspadaan dan harus diantisipasi,” tutupnya.(*)

 

 

Reporter: YOFI YUHENDRI

Gelar Wicara Niaga Bahasa bagi Generasi Muda

0
Moderator dan narasumber kegiatan Niaga Bahasa berbagi pengalaman kepada para peserta kegiatan di Hotel CK Tanjungpinang pada Kamis (14/09).

batampos – Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyelenggarakan kegiatan gelar wicara niaga bahasa di Hotel CK Tanjungpinang pada Kamis (14/09).

Kegiatan ini merupakan program pengenalan profesi kebahasaan beserta pemanfaatannya yang ditujukan bagi generasi muda.

Para peserta kegiatan sejumlah 75 orang terdiri atas mahasiswa dan para pegiat literasi dari Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan.

Baca juga: Sarasehan dan Pelantikan APPBIPA Cabang Kepulauan Riau

Adapun narasumber yang membagikan pengalamannya terkait profesi kebahasaan diantaranya Mirna Yulistianti, editor senior dari Gramedia Pustaka Utama Jakarta, Raja Rachmawati, penerjemah ahli madya dari Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau, dan Vicky Afriandi, pencipta konten kreaif dari Kota Tanjungpinang yang aktif menyuarakan kebudayaan dan bahasa daerah.

Gelar wicara yang dimoderatori oleh Akta Patmasari ini berlangsung dengan meriah dan mampu memberikan inspirasi bagi peserta untuk terus berkarya dan mengasah kemampuan berbahasa. Dengan demikian, potensi kebahasaan dapat membantu peningkatan nilai ekonomi bagi masyarakat. (*)

Kapolri Cegah Pemalsuan Data Ekspor Impor

0
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Mabes Polri untuk JawaPos.com)

batampos – Menurunnya indeks persepsi korupsi membuat Korps Bhayangkara bergerak. Polri berupaya memperbaikinya dengan mencegah korpsi dalam tata laksana ekspor dan impor. Salah satunya menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), yakni manipulasi data ekspor dan impor oleh pelaku usaha.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menuturkan, perbaikan indeks persepsi korupsi dilakukan, Indonesia bersemangat untuk merespon kondisi tersebut. “Kan ada temuan dari BPK,seluruh kementerian bersama memperbaiki temuan itu,” terangnya.

Salah satu temuan tersebut berupa pelaku usaha yang memanipulasi data barang impor. Ada perbedaan antara jumlah barang impor di dokumen dengan jumlah barang yang masuk. Karena itu penerimaan negara tidak maksimal. “Ini kami akan disiplinkan,” jelasnya.

Dia menerangkan, diupayakan menyeimbangkan antara banjirnya barang impor, industri dalam negeri dan penerimaan negara. “Semua tata kelolanya harus diperbaiki,” ujarnya.

Dengan langkah tersebut, maka pondasi Indonesia akan kuat untuk menuju negara maju. Sebab, iklim investasi akan semakin mudah. “Ini harus dilakukan,” jelas mantan Kabareskrim tersebut.

Sementara Menteri Keuangan Sri Mulyani menerangkan, dalam sisi negara korupsi terjadi karena ada perbedaan harga antara harga dalam pajak dan harga yang sebenarnya. Dilihat juga apakah regulasi dan kebijakannya justru memicu korupsi. “Kalau suplai global melimpah, tapi demand lemah juga akan memicu kegiatan ilegal,” terangnya.

Dia mengapresiasi Polri melalui Satgas Pencegahan Anti Korupsi yang berinisiatif membahas ini dengan detil. “Dengan seminar ini, kita bisa perbaiki tata kelola ekspor impor. Penanganannya harus komprehensif,” jelasnya. (*)

Reporter: JP Group

Remaja Putus Sekolah Dipacari dan ‘Digarap’ Hampir Setahun, Kejadiannya di Bengkong

0
ilustrasi pencabulan
Ilustrasi kekerasan seksual. (jpg)

batampos – Remaja putus sekolah berinisial SW, 17, dirudapaksa oleh pacarnya REP, 33. Ironisnya, aksi pelaku berjalan mulus selama setahun belakangan dan baru terungkap pada Senin (11/9) kemarin.

Kapolsek Bengkong, AKP Muhammad Rizqy Saputra mengatakan perbuatan bejat pelaku terungkap dari laporan orangtua korban. Saat itu, korban tidak pulang ke rumah dalam beberapa hari.

“Terungkapnya kasus ini, setelah korban dicari pihak keluarga karena tidak pulang-pulang ke rumah. Setelah ditemukan dan ditanyai, akhirnya korban mengaku telah pergi bersama pelaku dan sudah disetubuhi,” ujar Rizqy, kemarin.

Baca Juga: Polisi Tetapkan 34 Tersangka dalam Kericuhan Demo di Kantor BP Batam

Rizqy menjelaskan pelaku memiliki modus membujuk dan memacari korban. Kemudian, pelaku melancarkan aksinya di kos-kosan miliknya di Bengkong Dalam.

“Tersangka diamankan setelah pihak keluarga korban tidak terima dan membuat laporan polisi ke Mapolsek Bengkong. Kemudian personil kita langsung menindaklanjutinya dengan mengamankan tersangka,” ujar Rizqy.

Sementara Kanit Reskrim Polsek Bengkong, Iptu Marihot Pakpahan mengatakan dari pemeriksaan, pelaku tidak memiliki pekerjaan tetap. Pelaku mengaku sudah melancarkan aksinya sejak November 2022. Dan terakhir merudapaksa korban pada Agustus kemarin.

“Pelaku melakukannya hampir setahun. Untuk bukti penguat, juga hasil visum yang dilakukan terhadap korban,” kata Marihot.

Baca Juga: CFD Digelar Sabtu di Nagoya, Berhadiah Sepeda Motor dan Kulkas

Selain itu, pihaknya juga menyita barang bukti berupa pakaian yang dikenakan korban saat pelaku melancarkan aksi bejatnya.

Atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 81 ayat (2) Jo Pasal 82 ayat (1) Undang-Undang No. 17 Tahun 2016 Tentang Penetapan Peraturan pemerintahan Pengganti Undang – Undang N No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukum 15 tahun penjara. (*)

 

 

Reporter: YOFI YUHENDRI