
batampos– Dinas Pendidikan Kota Batam memberlakukan sistem belajar dari rumah atau daring kepada seluruh siswa yang terdampak relokasi di Rempang. Sebelumnya siswa turut menjadi korban ketika proses relokasi berlangsung.

batampos– Dinas Pendidikan Kota Batam memberlakukan sistem belajar dari rumah atau daring kepada seluruh siswa yang terdampak relokasi di Rempang. Sebelumnya siswa turut menjadi korban ketika proses relokasi berlangsung.

batampos– Polsek Bukit Bestari mendirikan Pondok Baca anak dan pelajar di Pelantar Tanah Merah Jalan Sri Payung Tanjungunggat Tanjungpinang.
Pondok Baca ini diprakarsai oleh Bhabinkamtibmas Tanjungunggat Aiptu Razmudi dengan dukungan penuh dari Polsek Bukit Bestari dan warga Tanjungunggat.
Pondok Baca ini sebagai perwujudan polisi peduli budaya literasi serta wujud pendistribusian ratusan buku bacaan dan pendidikan untuk anak dan pelajar.
Kapolsek Bukit Bestari AKP Yuhendri Januar, mengatakan Pondok Baca Presisi merupakan sarana bagi masyarakat khususnya anak-anak dan pelajar di daerah pesisir menimba ilmu.
BACA JUGA: Permudah Pencatatan Warga Meninggal, Disdukcapil Serahkan Buku Pemakaman ke Kelurahan dan Desa
“Pondok Baca Presisi ini menyediakan banyak sekali buku pendidikan dan buku bacaan yang baik dan dapat dipergunakan secara cuma-cuma,” kata Yuhendri, Jumat (8/9).
Selain itu, pendistribusian sebanyak 350 buku disambut antusias oleh puluhan anak-anak yang mendambakan lokasi aman dan nyaman untuk belajar sambil berkumpul dan bermain.
“Buku-buku yang ada merupakan sumbangsih dari personel jajaran Polsek Bukit Bestari juga bantuan dari warga serta instansi,” jelas Yuhendri.
Yuhendri menambahkan, Pondok Baca Presisi secara tidak langsung akan membangun karakter terdidik generasi muda sejak dini mulai dari usia belia.
“Selain itu, pondok ini juga dijadikan sebagai posko bersih narkoba karena tingkat penyalahgunaan narkoba yang cukup tinggi,” terangnya. (*)
reporter: yusnadi

batampos– Operasi Zebra oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlanta) Polda Kepri telah berjalan beberapa hari ini dan berakhir pada 17 September mendatang dengan menurunkan 291 personel. Tercatat sampai hari ketiga operasi, polisi telah menilang 698 pelanggaran dengan rincian penindakan sebanyak 171 pelanggaran yang terekam di tilang elektornik (ETLE), dengan penindakan berupa teguran kepada masyarakat sebanyak 527 perkara pelanggaran lalu lintas.
Dirlantas Polda Kepri, Kombes Pol Tri Yulianto , mengatakan melalui kegiatan Dikmas Lantas
merupakan langkah dari Ditlantas Polda Kepri dalam upaya penerangan keliling edukasi yang dilakukan dengan menyampaikan pesan-pesan keselamatan bagi pengguna jalan.
“Tidak hanya itu, petugas dilapangan juga menyampaikan tujuh sasaran prioritas pelanggaran menjadi target Ops Zebra Seligi 2023,” kata dia, Jumat (8/9).
Dia menambahkan bertujuan untuk mencegah pelanggaran dan laka lantas kepada masyarakat pengguna jalan di kota Batam maupun di wilayah Kepri serta dengan dilaksanakannya kegiatan sosialisasi tersebut diharapkan masyarakat dapat tertib dan disiplin berlalu lintas.
“Melalui kegiatan sosialisasi ini, masyarakat diharapkan tertib berlalu lintas serta mendukung program pengendara yang berkeselamatan di wilayah hukum Polda Kepri,” sebutnya.
BACA JUGA: Polisi Sisir Lokasi Lain yang Dijadikan Pusat Operasi Love Scamming di Batam
Selanjutnya guna menekan angka kecelakaan lalu lintas, dalam Operasi Zebra kali ini.
“Penindakan hukum terhadap pelanggar lalu lintas akan difokuskan kepada pengendara yang membahayakan keselamatan dirinya atau orang lain,” ujarnya.
Sasaran prioritas yaitu pengemudi atau kendaraan bermotor yang tidak memakai helm ataupun yang tidak memakai safety belt, pengemudi yang masih dibawah umur, membawa penumpang lebih dari satu saat menggunakan kenderaan bermotor, pengemudi yang melawan arus, pengemudi yang berkendara dalam keadaan mabuk ataupun dalam pengaruh alkohol.
“Tujuannya adalah menurunkan angka pelanggaran, menurunkan angka kecelakaan lalu lintas, meningkatkan disiplin dalam berlalu lintas,” pungkasnya. (*)
reporter: aziz
batampos– Sosialisasi partai politik dan bakal calon legislatif yang mengikuti Pemilu 2024 sah dilakukan. Namun, karena masa kampanye belum dimulai, maka ada ketentuan yang harus ditaati dalam melakukan sosialisasi.
”Partai politik yang mengikuti Pemilu 2024 saat ini boleh melakukan sosialisasi ke masyarakat dengan tujuan agar masyarakat tahu. Termasuk dengan mencantumkan nomor suatu partai. Hal ini diperbolehkan,” ujar Ketua Bawaslu Kabupaten Karimun, Eko Purwandoko.
Termasuk juga, katanya, sosialisasi yang dilakukan oleh Bacaleg diperbolehkan. Misalnya dengan memasang gambar wajah, nama dan partai politiknya. Namun, yang tidak boleh itu Bacaleg pasang nomor urut. Karena, saat ini DCT belum ditetapkan dan belum masuk tahapan kampanye.
BACA JUGA: Bawaslu Kepri Perdalam Aturan Kampanye di Fasilitas Pendidikan dan Pemerintahan
”Meski demikian, kita dari Bawaslu beluk atau tidak bisa mengambil tindakan terhadap Bacaleg yang melakukan sosialisasi dengan memasang nomor urut. Alasannya, karena KPU belum melakukan sosialisasi terkait kampanye serta seperti apa bentuk alat peraga kampanye,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Karimun, Mardanus menyebutkan, saat ini komisioner yang membidangi tahapan kampanye sedang mengikuti rakor. ”Ada dua komisioner kita lagi ikut rakor di Jakarta terkait kampanye dan dana kampanye,” paparnya.
Setelah itu, lanjutnya, KPU akan melaksanakan sosialisasi terkait tentang kampanye dengan seluruh partai politik peserta Pemilu. Kemungkinan, pekan depan akan mulai dilakukan sosialisasi tersebut. (*)
reporter: sandi

batampos – PT Bandara Internasional Batam (BIB) tengah mempersiapkan rute terbaru ke daerah Indonesia Timur pada akhir tahun ini. Adapun rute yang direncanakan dilayani melalui Bandara Hang Nadim Batam seperti tujuan Balikpapan, Bali dan Manado.
batampos– Jajaran Polsek Meral membagikan buku secara gratis untuk anak-anak nelayan pesisir Seipasir, Jumat (8/9). Pembagian buku gratis sebagai bentuk komitmen Polsek Meral dalam mendukung upaya meningkatkan minat baca, dan literasi di seluruh lapisan masyarakat terpencil.
“Pembagian buku gratis ini meneruskan agenda Polri Peduli Budaya Literasi Distribusi Buku Sampai Pelosok Negeri,” ujar Kapolsek Meral AKP Kumala Enggar Anjarani, STK SIK.
BACA JUGA: Pengiat Literasi hingga Pelajar di Kepri Ikut Kegiatan Kemah Literasi
Kapolsek mengaku terharu melihat puluhan anak-anak pesisir nelayan Seipasir yang begitu antusias menerima pembagian buku.
“Ini membuktikan jika minat baca anak-anak nelayan pesisir masih begitu tinggi. Jelas membuat kami terharu,” papar Kumala Enggar Anjarani.
Adapun jumlah buku yang dibagikan yakni sebanyak 100 buku dengan berbagai macam judul tentang agama, pengetahuan dan lainnya.
Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Polri untuk menggalakkan kembali budaya gemar membaca bagi masyarakat khususnya pada anak-anak dan juga bermanfaat bagi mereka.
“Semoga kegiatan ini bisa memberikan dampak yang positif bagi pendidikan, dan budaya literasi bagi anak-anak bangsa. Terkhususnya di wilayah Kabupaten Karimun sehingga dapat memperkuat hubungan positif antara Polri, dan masyarakat,” tutupnya. (*)
reporter: ichwanul fahmi

batampos – Perekonomian provinsi itu pada triwulan II 2023 tumbuh positif sebesar 5,04 persen (yoy).
Kepala Perwakilan BI Kepri Suryono di Batam, Kamis mengatakan meskipun lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 6,51 persen (yoy), tetapi pertumbuhan tersebut merupakan yang tertinggi di wilayah Sumatera secara kumulatif sebesar 5,77 persen (ctc).
“Dan lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan wilayah Sumatera sebesar 4,90 persen (yoy) atau 4,84 persen (ctc), namun lebih rendah dari Nasional sebesar 5,17 persen (yoy),” kata Suryono.
Ia menjelaskan peningkatan perekonomian di Kepri disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya mobilitas masyarakat yang sudah kembali longgar, aktivitas ekonomi yang bertambah, peningkatan pada sektor pariwisata, dimana Kepri merupakan provinsi ketiga dengan kunjungan terbanyak setelah Bali dan Jakarta.
“Kemudian investasinya, konsumsi rumah tangga juga naik, percepatan realisasi belanja walaupun di Kepri memang perlu terus didorong supaya di akhir tahun mencapai target,” ujar dia.
Lebih lanjut ia menjelaskan akselerasi pertumbuhan disebabkan oleh komponen konsumsi pemerintah, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) / investasi, dan net ekspor.
Menurutnya, pangsa komponen investasi yang cukup tinggi dipengaruhi oleh upaya pelaku usaha dalam meningkatkan kapasitas produksi maupun realisasi belanja infrastruktur oleh pemerintah.
BACA JUGA: Gubkepri: Pendistribusian Legilasi Lahan yang Baik Berdampak Perbaikan Ekonomi
“Selain itu, kinerja net ekspor di Kepri yang tumbuh terakselerasi disebabkan oleh penurunan total impor yang lebih dalam dibandingkan dengan penurunan total ekspor,” kata Suryono.
Terkait Indeks Harga Konsumen (IHK) gabungan 2 Kota di Provinsi Kepri pada triwulan II 2023, ia menjelaskan hal tersebut menunjukkan terjadinya inflasi sebesar 2,64 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 4,77 persen (yoy).
“Hal itu terutama dipengaruhi oleh penurunan harga komoditas pangan, transportasi dan makanan jadi,” ujarnya
Suryono menambahkan penurunan harga komoditas pangan antara lain aneka sayuran seperti aneka cabai, minyak goreng, dan aneka sayuran seperti bayam dan kangkung seiring dengan perbaikan terhadap pasokan komoditas tersebut. (*)
reporter: antara

Hal tersebut kata Cahya, merupakan tindak lanjut dari program nasional dari Apindo yang sudah berkomitmen bersama Presiden RI terkait keterlibatan untuk membantu anak stunting di Indonesia.
Menurutnya, meskipun angka stunting di Kota Batam tidak terlalu tinggi, tetapi hal itu tetap harus menjadi perhatian bagi semua pihak, termasuk para pengusaha.
“Ini yang sekarang kami galakkan di internal kami. Kami mulai dulu hari ini dengan 100 anak asuh, yang ke depan tentu akan terus didorong,” kata Cahya.
Pada tahap awal ini, Apindo Kepri mengawali program penurunan angka stunting di Kota Batam, yang ke depannya juga akan menyasar kabupaten/kota lainnya di Kepri.
“Hari ini kita mulai supaya Batam kita bersihkan dulu dari stunting, nanti akan merambat ke kota lainnya sesuai rekomendasi BKKBN Kepri,” ujar dia.
BACA JUGA: Apindo Optimis Dunia Industri dan Pariwasata Karimun Berkembang
Deputi Bidang Advokasi Penggerakan dan Informasi (Adpin) BKKBN RI Sukaryo Teguh Santoso mengatakan Apindo memiliki program khusus untuk penanganan stunting, yaitu Kolaborasi Inklusif Pengentasan Anak Stunting (KIPAS), yang melibatkan seluruh pengusaha untuk memberikan kebutuhan kepada anak stunting.
Apindo dan BKKBN Kepri juga menyerahkan bantuan pencegahan stunting pada 100 anak asuh di Kota Batam.
Ia menyebutkan. bantuan tersebut sebagai salah satu upaya gotong royong dalam menangani kasus stunting yang diperlukan sumber daya yang cukup besar.
“Dan tidak mungkin hanya dilakukan oleh pemerintah. Karena pemerintah juga mempunyai prioritas yang perlu pembiayaan,” kata Teguh. (*)
reporter: antara

batampos– Jaksa Penuntut Umum Abdullah menyatakan Direktur PT Kinimiko Jaya Sentosa di Batam, Saminan terbukti mengimpor puluhan koli sepatu bekas. Atas kesalahan itu, Abdullah menuntut Saminan dengan 10 bulan penjara.
Tuntutan terhadap Saminan dilakukan secara langsung di Pengadilan Negeri Batam, karena terdakwa tidak ditahan. Dimana dalam amar tuntutan yang dibacakan secara singkat, jaksa Abdullah menyatakan Saminan bersalah melanggar pasal 111 Jo Pasal 47 Undang Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Penganti Undang-Undang Nomor : 2 Tahun 2022 tentang Cipta kerja Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHPidana.
“Menuntut terdakwa Saminan dengan 10 bulan penjara, serta denda Rp 100 juta,” ujar Abdullah.
BACA JUGA:
Atas tuntutan tersebut majelis hakim yang diketua David P Sitorus pun menanyakan kepada terdakwa terhadap tuntutan. Tanpa menunggu waktu, terdakwa langsung minta keringanan
“Mohon keringanan yang mulia,” jawab terdakwa.
Usai pembelaan terdakwa, sidang pun ditunda hingga minggu depan, dengan agenda putusan.
Diketahui terdakwa Saminan alias Amin diduga memasukkan 28 koli sepatu asal Malaysia di pelabuhan Batuampar, pada bulan Maret lalu.
Sebelumnya, dua terdakwa penyelundupan barang bekas dari Luar negeri yakni Thiam Fat dituntut 1 tahun dan 4 bulan penjara, begitu juga dengan Riswan Saragih dengan satu tahun penjara. Selama proses persidangan keduanya pun di tahan di Rutan Batam. (*)
reporter: yashinta

batampos– Jembatan kayu menuju Kampung Sungai Lepan, Desa Kuala Sempang, Kecamatan Seri Kuala Lobam dikerjakan.
Pantauan di lokasi, jembatan kayu yang baru mulai dikerjakan tepat di sebelah jembatan lama yang mulai rusak.
Untuk lebarnya, jembatan kayu yang baru ini lebih lebar dari jembatan kayu yang lama.
Volume jembatan tersebut sekira 76 meter x 3 meter dengan anggaran sekira Rp 180 juta lebih bersumber dari pajak bagi hasil. Hal ini sesuai yang tertera dalam spanduk proyek di lokasi pekerjaan jembatan kayu yang baru.
BACA JUGA: Amblas 2021, Jembatan di Kampung Rekoh Segera Dibangun dengan Anggaran Rp 600 Juta
Kades Kuala Sempang, M Hatta membenarkan hal ini. Jembatan kayu dibangun dari pajak bagi hasil yang masuk ke desa dan jembatan yang dibangun lebih lebar dibandingkan jembatan lama.
“Kita harapkan mobil bisa masuk, tapi untuk yang urgent saja,” kata dia.
Dia mengatakan, jembatan kayu menuju Kampung Sungai Lepan dibangun kali pertama sekira tahun 2017 yang dilakukan swadaya oleh masyarakat. Kemudian, tahun-tahun berikutnya pemerintah desa mengalokasikan anggaran untuk pemeliharaan jembatan kayu yang telah dibangun menuju Kampung Sungai Lepan.
Hanya, kata dia, dikarenakan jembatan terbuat dari kayu, maka tidak bertahan lama.
“Kalau dari kayu, bertahan berapa lamalah,” kata dia.
Dia mengatakan, nyaris setiap tahun mengalokasikan anggaran desa untuk pemeliharaan jembatan kayu.
Dia berharap, perhatian pemerintah daerah untuk dapat dibangun jembatan yang permanen menuju Kampung Sungai Lepan. (*)
reporter: slamet