Jumat, 17 April 2026
Beranda blog Halaman 4891

Kini Anak-Anak Warga Kurang Mampu di Tanjunguncang Bisa Bimbingan Belajar Gratis Setelah Albert Gultom Dirikan Rumah Cerdas Perindo

0

 

Untuk ikut mencerdaskan dan membantu masyarakat kurang mampu, Perindo Kota Batam mendirikan beberapa Rumah Cerdas Perindo di daerah Batuaji. Rumah cerdas ini dimaksudkan untuk membantu para siswa masyarakat kurang mampu dalam bidang pendidikan.

perindo
Albert Gultom meresmikan Rumah Cerdas Perindo, di Tanjung Uncang

Rumah cerdas ini dipelopori oleh ketua DPD Perindo Kota Batam Albert Gultom. “Jadi kita menyebutnya Rumah Cerdas Perindo. Ini didirikan di beberapa titik yang menurut kita banyak warga yang ekonominya kurang mampu. Dan kita ingin membantu anak-anak yang ada di sana dalam hal pendidikan,” kata Albert.

Ia mengatakan, Rumah Cerdas Perindo ini bisa dimanfaatkan anak-anak sekitar yang mungkin ada kendala dengan mata pelajaran di sekolah. Rumah Cerdas Perindo sudah bekerjasama dengan sejumlah tenaga pengajar profesional yang berpengalaman.

“Ini gratis. Kasihan warga yang tidak mampu harus membayar mahal untuk les private di luar dengan harga mahal. Jadi kalau ada kesulitan seperti mata pelajaran tematik, bahasa Inggris dan mata pelajarannya akan diajari di sana,”katanya.

Sementara itu, Sri Dewi Sinaga, warga RT 04/ RW 16 Kelurahan Tanjung Uncang menyambut baik berdirinya Rumah Cerdas Perindo tersebut. Begitu diluncurkan, Sabtu (26/8) kemarin, antusias warga sangat tinggi. Ia berharap program ini akan terus berlanjut.

“Inilah yang kami butuhkan. Sangat nyata membantu masyarakat yang kurang mampu. Jadi anak-anak tak perlu lagi les di luar dengan harga yang mahal. Terima kasih Perindo, terima kasih Bapak Albert Gultom,”katanya.

rumah cerdasHal yang sama disampaikan Astrina Lubis, seorang tenaga pengajar di Rumah Cerdas Perindo Tanjunguncang. “Ini sangat luar biasa. Antusias anak juga sangat tinggi. Ini sangat membantu warga di sekitar. Jadi anak-anak yang ada kesulitan mata pelajaran di sekolah bisa diajari di sini,” katanya. (*/adv)

 

Reporter: Alfian Lumban Gaol

 

 

 

Hujan, Hutan Kota Longsor

0
Petugas DLH ketika melakukan pemotongan dahan pohon dihutan kota f,LURAH TANJUNG BALAI KOTA

batampos– Beberapa hari ini insensitas hujan cukup tinggi yang mengakibatkan beberapa titik daerah terjadi banjir dan longsor. Salah satunya, hutan kota yang berada di kecamatan Karimun tepatnya jalan Teuku Umar.

” Memang, kondisi pembatas dinding penahan tanah di hutan kota sudah retak akibat tingginya curah hujan beberapa hari ini. Dan, kita telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk pemotongan pohon yang nyaris tumbang ke jalan raya,” terang Camat Karimun Agung Jati Kusuma, Minggu (27/8).

Ia mengatakan, hutan kota tersebut sudah terjadi longsor beberapa waktu lalu dan dinas terkait sudah melakukan antisipasi agar tidak terjadi turun tanah dengan menutup terpal sementara. Selain itu, pihaknya juga telah berkonsultasi dengan dinas terkait agar dapat mengantisipasi supaya tidak terjadi longsor lebih parah lagi.

BACA JUGA: Waspada Longsor dan Pohon Tumbang

” Saya menghimbau kepada penggunakan jalan yang melintasi jalan Trikora disaat hujan supaya tidak melewati jalan tersebut. Agar, tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan nantinya,” ungkapnya.

Masih kata Agung lagi, ada beberapa titik yang rawan longsor diwilayah kecamatan Karimun. Seperti, tahun 2022 lalu juga terjadi longsor dari bukit yang turun ke belakang ruko dan tembus ke jalan pramuka disaat musim penghujan. Dan, belakang pos Pomal AL yang lumpurnya turun hingga ke jalan dan pasar malam.

” Alhamdulillah, kalau lokasi hutan kota diatasnya tidak ada pemukiman. Insyallah, dinas terkait segera melakukan perbaikan melalui angggtan Belanja Tak Terduga (BTT) untuk penanggulangan bencana alam,” ucapnya.

Sementara itu pantauan dilapangan, kondisi hutan kota saat ini sudah ditutupi terpal. Agar, tidak lebih parah terjadinya longsor disaat hujan turun. Sedangkan, petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sedang melakukan pemotong pohon yang nyaris tumbang ke badan jalan.

” Sudah selesai pemotongan pohon oleh petugas kita. Untuk antisipasi terjadi tumbangnya pohon ke bahu jalan,” jawab Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karimun Rita Agustina.(*)

reporter: tri haryono

Hujan, Hutan Kota Longsor

0
Petugas DLH ketika melakukan pemotongan dahan pohon dihutan kota f,LURAH TANJUNG BALAI KOTA

batampos– Beberapa hari ini insensitas hujan cukup tinggi yang mengakibatkan beberapa titik daerah terjadi banjir dan longsor. Salah satunya, hutan kota yang berada di kecamatan Karimun tepatnya jalan Teuku Umar.

” Memang, kondisi pembatas dinding penahan tanah di hutan kota sudah retak akibat tingginya curah hujan beberapa hari ini. Dan, kita telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk pemotongan pohon yang nyaris tumbang ke jalan raya,” terang Camat Karimun Agung Jati Kusuma, Minggu (27/8).

Ia mengatakan, hutan kota tersebut sudah terjadi longsor beberapa waktu lalu dan dinas terkait sudah melakukan antisipasi agar tidak terjadi turun tanah dengan menutup terpal sementara. Selain itu, pihaknya juga telah berkonsultasi dengan dinas terkait agar dapat mengantisipasi supaya tidak terjadi longsor lebih parah lagi.

BACA JUGA: Waspada Longsor dan Pohon Tumbang

” Saya menghimbau kepada penggunakan jalan yang melintasi jalan Trikora disaat hujan supaya tidak melewati jalan tersebut. Agar, tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan nantinya,” ungkapnya.

Masih kata Agung lagi, ada beberapa titik yang rawan longsor diwilayah kecamatan Karimun. Seperti, tahun 2022 lalu juga terjadi longsor dari bukit yang turun ke belakang ruko dan tembus ke jalan pramuka disaat musim penghujan. Dan, belakang pos Pomal AL yang lumpurnya turun hingga ke jalan dan pasar malam.

” Alhamdulillah, kalau lokasi hutan kota diatasnya tidak ada pemukiman. Insyallah, dinas terkait segera melakukan perbaikan melalui angggtan Belanja Tak Terduga (BTT) untuk penanggulangan bencana alam,” ucapnya.

Sementara itu pantauan dilapangan, kondisi hutan kota saat ini sudah ditutupi terpal. Agar, tidak lebih parah terjadinya longsor disaat hujan turun. Sedangkan, petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sedang melakukan pemotong pohon yang nyaris tumbang ke badan jalan.

” Sudah selesai pemotongan pohon oleh petugas kita. Untuk antisipasi terjadi tumbangnya pohon ke bahu jalan,” jawab Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karimun Rita Agustina.(*)

reporter: tri haryono

Polda Metro Tangkap Perwira Polisi yang Buron Karena Membunuh Tahanan Kasus Narkoba

0

 

 

Ilustrasi polisi. (Antara)

batamposPolda Metro Jaya telah menangkap AKP Suhartono. Dia adalah buron kasus penganiayaan terhadap tahanan kasus narkoba hingga tewas.

Kanit 1 Subdit Ranmor Ditrekrimum Polda Metro Jaya, Kompol Ipik Gandamanah membenarkan penangkapan kepada Suhartono. Penangkapan dilakukan pekan lalu.
“(AKP Suhartono) Sudah tertangkap, kira-kira sudah 8 hari,” kata Ipik kepada wartawan, Senin (28/8).
Ipik mengatakan, Suhartono ditangkap di Bandung, Jawa Barat. Namun, Ipik tak merinci lebih jauh mengenai kasus ini. “Ini pastinya kudu sama penyidiknya langsung,” jelasnya.
Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menetapkan 7 orang anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan yang mengakibatkan seseorang meninggal dunia. Perbuatan mereka menewaskan seseorang berinisial DK, 38, yang diduga melakukan tindak pidana narkoba.
“Sudah ditetapkan tersangka dan ditahan,” ucap Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (28/7).
Tujuh orang itu adalah AB, AJ, RP, FE, JA, EP, dan YP. Selain mereka ada satu anggota polisi lainnya yang dikembalikan ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Metro Jaya untuk didalami pelanggaran kode etik.
Kemudian satu anggota polisi lainnya AKP Suhartono dinyatakan buron. “Satu (polisi) dikembalikan lagi itu diperiksa secara etik di Propam. Satu orang masih DPO (Daftar Pencarian Orang),” jelas Hengki.
Atas perbuatannya, tujuh tersangka dikenakan Pasal 355 KUHP tentang penganiayan berat yang berencana Juncto Pasal 170 subsider Pasal 351 Ayat (3) tentang Penganiayaan yang mengakibatkan eseorang meninggal dunia. (*) 
Reporter: JP Group

Polda Metro Tangkap Perwira Polisi yang Buron Karena Membunuh Tahanan Kasus Narkoba

0

Ilustrasi polisi. (Antara)

batamposPolda Metro Jaya telah menangkap AKP Suhartono. Dia adalah buron kasus penganiayaan terhadap tahanan kasus narkoba hingga tewas.

Kanit 1 Subdit Ranmor Ditrekrimum Polda Metro Jaya, Kompol Ipik Gandamanah membenarkan penangkapan kepada Suhartono. Penangkapan dilakukan pekan lalu.
“(AKP Suhartono) Sudah tertangkap, kira-kira sudah 8 hari,” kata Ipik kepada wartawan, Senin (28/8).
Ipik mengatakan, Suhartono ditangkap di Bandung, Jawa Barat. Namun, Ipik tak merinci lebih jauh mengenai kasus ini. “Ini pastinya kudu sama penyidiknya langsung,” jelasnya.
Sebelumnya, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menetapkan 7 orang anggota Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya sebagai tersangka kasus dugaan penganiayaan yang mengakibatkan seseorang meninggal dunia. Perbuatan mereka menewaskan seseorang berinisial DK, 38, yang diduga melakukan tindak pidana narkoba.
“Sudah ditetapkan tersangka dan ditahan,” ucap Dirreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (28/7).
Tujuh orang itu adalah AB, AJ, RP, FE, JA, EP, dan YP. Selain mereka ada satu anggota polisi lainnya yang dikembalikan ke Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Metro Jaya untuk didalami pelanggaran kode etik.
Kemudian satu anggota polisi lainnya AKP Suhartono dinyatakan buron. “Satu (polisi) dikembalikan lagi itu diperiksa secara etik di Propam. Satu orang masih DPO (Daftar Pencarian Orang),” jelas Hengki.
Atas perbuatannya, tujuh tersangka dikenakan Pasal 355 KUHP tentang penganiayan berat yang berencana Juncto Pasal 170 subsider Pasal 351 Ayat (3) tentang Penganiayaan yang mengakibatkan eseorang meninggal dunia. (*) 
Reporter: JP Group

KM Kelud Docking 7-22 September, Tidak Ada Kapal Pengganti

0
rsz 1kapal kelud dalil harahap 7 scaled
Kapal kelud saat sandar di pelabuhan Mahkobar Batuampar, Rabu (26/7). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – PT. Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Batam menyatakan KM Kelud tidak beroperasi pada 7-22 September 2023, sehingga tidak ada perjalanan kapal tersebut dari dan ke Pelabuhan Batuampar. KM Kelud harus ​​​docking guna menjalani perawatan dan pemeliharaan rutin.

“Diberitahukan kepada pelanggan setia Kapal Pelni dengan ini disampaikan KM Kelud menjalani perawatan tahunan pada tanggal 7-22 September 2023 ini,” bunyi pemberitahuan Pelni.

Kepala Pelni Cabang Batam T. Muhammad Iqbal mengatakan, selama dua minggu itu tidak ada pelayaran laut KM Kelud bagi penumpang. Untuk sementara pihaknya juga belum menerima informasi mengenai pengganti KM Kelud selama docking.

“Belum ada pengganti,” kata Iqbal, Minggu (27/8).

Baca Juga: Hindari Denda, Warga Batam Diimbau Bayar PBB-P2 Sebelum 1 September

Ia berharap selama periode perawatan ini, para penumpang dan pelanggan diharapkan untuk memahami situasi dan mengatur rencana perjalanan dengan mempertimbangkan alternatif rute dan juga transportasi lainnya. Dockingnya kapal ini akan mempengaruhi beberapa rute pelayaran, termasuk rute Batam–Belawan (Medan) maupun Batam-Tanjung Priok Jakarta.

“Kami dari Manajemen PT Pelni menyampaikan permohonan maaf akibat penangguhan operasional KM Kelud selama masa perawatan (docking) ini,” ucap Iqbal.

Bulan September sengaja dipilih menjadi masa docking KM Kelud karena saat itu perjalanan laut dalam masa low season. Dia pun menegaskan Pelni akan menyosialisasikan perawatan dan pemeliharaan KM Kelud ini kepada calon penumpangnya.

“Proses docking kemungkinan di Jakarta seperti tahun-tahun sebelumnya,” pungkas Iqbal.

Baca Juga: Kepala BP Batam Sampaikan Progres dan Harapan Warga Rempang kepada Menko Perekonomian

Seperti diketahui, KM Kelud merupakan satu-satunya kapal Pelni yang melayani arus pergerakan orang dari Batam ke Jakarta dan Batam ke Medan. Kapal yang memiliki kapasitas hingga 2.000 penumpang ini sangat banyak digemari warga untuk bepergian karena harganya yang sangat terjangkau.

Berikut jadwal pelayaran terakhir KM Kelud sebelum memasuki masa perawatan tanggal 25 Agustus Jakarta-Bintan. Tanggal 27 Agustus: Batam-Belawan Medan. Tanggal 29 Agustus rute Belawan-Batam dan tanggal 31 Agustus: Batam-Jakarta.(*)

 

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Ditinggal Nonton Festival Pantai Wan Seri Beni, Warung di Kampung Pasir, Desa Sebong Pereh Terbakar

0
Pemadam saat menyemprotkan air ke warung yang terbakar di jalan Panca Marga, Kampung Pasir 1, Desa Sebong Pereh, Kecamatan Teluk Sebong, Sabtu (26/8/2023) malam. F.Damkar Tanjunguban untuk Batam Pos.

batampos– Nasib malang menimpa pemilik warung, Ervina di jalan Panca Marga, Kampung Pasir 1, Desa Sebong Pereh, Kecamatan Teluk Sebong.

Saat ditinggal menonton Festival Pantai Wan Seri Beni di Taman Sanggar Wan Seri Beni, Desa Sebong Pereh, Kecamatan Teluk Sebong, kamar dan dokumen penting miliknya di warung terbakar pada Sabtu (26/8/2023) malam.

Plt Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi mengatakan, kebakaran baru diketahui oleh warga setelah mendengar suara kretek-kretek dari warung.

Akhirnya, warga tersebut mengeceknya dengan keluar dari rumahnya dan melihat asap telah keluar dari sela-sela warung.

Untuk memastikan yang terjadi di dalam warung, warga tersebut mengintip dari luar warung dan melihat api telah membesar.

Saat kejadian, kata dia, warung dalam keadaan kosong karena pemiliknya sedang menonton Festival Pantai Wan Seri Beni di Taman Sanggar Wan Seri Beni, Desa Sebong Pereh.

“Warga tersebut sempat menelepon ke pemilik warung, tapi tidak diangkat,” kata dia.

Akhirnya, sejumlah warga mendobrak pintu warung untuk memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Dia mengatakan, pihaknya menerima laporan dari salah seorang warga yang ikut memadamkan api di warung tersebut.

BACA JUGA: 9 Jam Kebakaran, 6 Hektare Lahan TPA Hangus

Usai menerima laporan, Damkar berkoordinasi dengan pihak Kepolisian dan PLN.

Dia mengatakan, 2 unit mobil dan 10 orang pemadam dikerahkan ke lokasi kejadian.

Setiba di lokasi, kata dia, api sudah berhasil dipadamkan warga. Meski demikian, pemadam tetap menyemprotkan air ke dalam warung.

“Kita lakukan pendinginan di lokasi,” kata dia.

Dari kejadian itu, kata dia, yang terbakar hanya 1 unit kamar beserta isinya diantaranya lemari, kasur, dan dokumen penting seperti ijazah, dan lainnya.

“Jadi si pemilik warung juga tinggal di warung itu,” kata dia.

Dia mengatakan, kebakaran ini diduga disebabkan korsleting listruk. Akibat kebakaran, dia memperkirakan kerugian ditaksir sekira Rp 8 juta. (*)

reporter: slamet

Sweeping di Jembatan 4 Barelang, Kapolresta: Tak Ada, Itu Hoaks

0
image0 e1693115852350
Warga setempat menanyakan tujuan pengendara yang hendak melewati Jembatan 4 Barelang, Sabtu (26/8). F.Screenshot

batampos – Video aksi sweeping warga Rempang Galang ke pengendara atau pengunjung beredar di media sosial (medsos). Dalam video tersebut, terlihat warga mengentikan setiap laju mobil di sekitar Jembatan 4 Barelang.

Kapolresta Barelang, Kombes Nugroho Tri Nuryanto membantah adanya aksi sweeping yang dilakukan warga tersebut.

“Tak ada. Itu hoaks (berita bohong),” ujar Nugroho yang dikonfirmasi, Minggu (27/8).

Baca Juga: Cegat Pengunjung Masuk Wilayah Rempang, Warga: Tidak Ada Menutup Akses bagi Warga

Nugroho memastikan kondisi kawasan Rempang-Galang tetap kondusif. Serta seluruh tempat wisata terbuka untuk umum seperti hari biasanya.

“Informasi tempat wisata tutup juga tidak benar. Kami sudah cek langsung,” katanya.

Hal senada dikatakan Kapolsek Galang, Iptu Alex Yasral. Ia meminta masyarakat untuk berhati-hati dengan isu-isu yang beredar, termasuk informasi adanya aksi sweeping tersebut.

“Banyak sekarang isu yang tidak bisa dipertanggung jawabkan. Ntah darimana asalnya,” katanya.

Baca Juga: Polisi Temukan Mobil yang Dibawa Kabur Karyawan Usai Rampok Bosnya Rp 200 Juta

Ia juga menghimbau masyarakat untuk tidak terprovokasi dengan informasi tersebut hingga melakukan aksi yang melanggar hukum.

“Kita minta kepada masyarakat, jangan sampai melalukan pelanggaran hukum,” tutupnya. (*)

 

 

Reporter: YOFI YUHENDRI

Galangan Kapal di Batam Masih Kesulitan Dapatkan Tenaga Welder

0
Pekerja Galangan Kapal Dalil Harahap scaled e1684477759250
Pekerja melakukan pengelasan kapal di Sagulung, Rabu (17/5). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Krisis tukang las atau tenaga welder masih melanda perusahaan galangan kapal di Batam. Pengusaha galangan kapal mengakui kewalahan mencari tukang welder hingga saat ini sehingga sangat berdampak dengan kemajuan industri galangan.

Ketua Ikatan Perusahaan Industri Kapal dan Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) Kepri Ali Ulai menuturkan, orderan pembuatan kapal di Batam dan Kepri cukup membaik usai pandemi Covid-19 mereda. Namun itu tak berjalan mulus sebab dalam pengerjaan satu kapal hanya 15 sampai 20 orang tenaga las yang ada.

Ini sangat kurang sebab, jumlah idealnya 50 hingga 60 orang untuk mengerjakan satu kapal sesuai dengan kontrak kerja dari pemesan.

Baca Juga: Meriahkan HUT Kemerdekaan, Iperindo Kepri Gelar Perlombaan Tradisional

“Harusnya enam bulan selesai, tapi ini bisa tahunan rampungnya. Ini sangat menghambat pak. Kita masih kekurangan tenaga las. Idealnya 50 hingga 60 orang untuk las satu kapal, ” ujar Ali Ulai saat memberikan sambutan di puncak perayaan HUT Kemerdekaan Iperondo Kepri di Citra Kebun Batam, Sagulung, Sabtu (26/8).

Diakui Ali, pemesanan kapal meningkat dan cukup baik semenjak Covid-19 mereda. “Orderan kapal lagi bagus. Kita kekurangan tenaga welder, ” katanya.

Secara umum disebutkan Ali, perusahaan galangan kapal di Kepri saat ini membutuhkan lima ribu tukang las untuk menyelesaikan semua pesanan pembuatan dan perbaikan kapal yang ada.

Persoalan ini sudah disampaikan ke pihak terkait termasuk pemerintah, namun belum ada perubahan yang berarti. Krisis ini masih terjadi hingga saat ini.

Baca Juga: Hindari Denda, Warga Batam Diimbau Bayar PBB-P2 Sebelum 1 September

Beberapa waktu lalu Pemerintah Provinsi Kepri dalam hal ini disampaikan Asisten I Pemprov Kepri Tengku Said Arif Fadillah mengaku tengah berupaya memenuhi kuota tukang kasih di Kepri. Salah satunya dengan menggelar pelatihan dan sertifikasi welder kepada masyarakat yang memiliki kemampuan dalam bidang pengelasan.

Begitu juga dengan Ketua DPP Iperindo Anita Puji Utami yang mengaku akan berkoordinasi dengan rekanan Iperindo seperti sekolah-sekolah yang mencetak lulusan welder siap kerja serta Kementerian Tenaga Kerja untuk kembali memenuhi kebutuhan welder di Kepri.

“Iya masalahnya tahun-tahun kemarin kan kita baru dilanda pandemi tentu berdampak dengan penurunan orderan pembuatan kapal. Nah tiba-tiba ada peningkatan orderan pembuatan kapal karena adanya peningkatan produksi batubara, ini tentunya tidak langsung pulih begitu saja. Orderan kapal meningkat drastis loh jadi memang butuh waktu. Kita akan cari solusi masalah kekurangan tenaga las ini dengan menggandeng kerja sama dengan mitra kita termasuk Kementerian Tenaga Kerja,” kata Anita.

Untuk itu Anita berharap agar pengusaha galangan kapal dan industri lepas pantai di Kepri untuk tetap fokus dengan situasi yang ada saat ini. Meskipun ada hambatan tetap semangat untuk terus meningkatkan sektor industri galangan kapal dan lepas pantai di Kepri.

“Kita akan support dan pemerintah juga pastinya sebab galangan kapal memiliki andil yang cukup besar untuk kemajuan ekonomi masyarakat,” ujar Anita. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

 

Mobil Bawa 8 Turis Masuk Jurang dan Terguling di Jalan Lagoi, Bayi Berusia 11 Bulan Selamat

0
Mobil Toyota Hiace yang membawa turis diamankan di kantor Satlantas Polres Bintan, Mapolres Bintan, Bintan Buyu usai mengalami kecelakaan di Kilometer (Km) 5, jalan Lagoi Desa Sebong Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong, Sabtu (26/8/2023). F.Satlantas Polres Bintan untuk Batam Pos.

batampos– Mobil Toyota Hiace BP 7076 BB yang membawa 8 orang turis asal Singapura, Amerika dan China masuk jurang dan terguling setelah mengalami kecelakaan di Kilometer (Km) 5, jalan Lagoi Desa Sebong Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong, Sabtu (26/8/2023) siang.

Dari rombongan turis yang mengalami kecelakaan tersebut, ada seorang bayi berusia 11 bulan, warga Singapura.

Seorang warga yang kebetulan melintas di lokasi membenarkan mobil yang mengalami kecelakaan berasal dari luar kawasan Lagoi.

“Mobilnya terguling, dari arah luar Lagoi menabrak pembatas jalan dan terguling di hutan,” kata dia.

Kasat Lantas Polres Bintan, AKP Khapandi membenarkan hal ini. Kejadian bermula saat mobil yang membawa rombongan turis dari The Residence, Bintan ini hendak menuju ke Pelabuhan Bandar Bentan Telani (BBT) Lagoi.

Setelah 5 kilometer jalan Lagoi dari pintu masuk kawasan Lagoi, mobil rombongan turis yang dikemudikan Yusuf, 45 mengalami hilang kendali.

BACA JUGA: Terlibat Kecelakaan, Pengendara Motor Dilarikan ke Puskesmas

Mobil kemudian menabrak pembatas jalan sebelah kanan dan masuk ke jurang di jalan Lagoi.

Setelah kejadian itu, kata dia, semua penumpang dilarikan ke klinik yang ada di kawasan wisata Lagoi.

“Semua penumpangnya selamat, hanya ada 1 orang penumpang yang keseleo,” kata dia.

Disinggung kondisi bayi usai mengalami kecelakaan itu?

“Bayi tidak ada luka,” jawab dia.

Dia mengatakan, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian dan pemeriksaan terhadap sopir.

“Sopirnya tidak ngantuk tapi mengelak monyet, informasinya” kata dia menjawab penyebab kecelakaan tersebut.

Dia mengatakan, penumpang yang merupakan 8 orang turis minta langsung kembali ke Singapura. Termasuk 1 orang turis yang mengalami keseleo du bagian pinggul minta dirawat di rumah sakit yang ada di Singapura. (*)

reporter: slamet