
“Saya hanya menemani Boy beli sabu disuruh Andre seharga Rp 500 ribu. Ada Andre di situ, tapi tidak masuk,” ujar Welly.

“Saya hanya menemani Boy beli sabu disuruh Andre seharga Rp 500 ribu. Ada Andre di situ, tapi tidak masuk,” ujar Welly.


batampos– Pemerintah Kabupaten Bintan bekerja keras menurunkan angka stunting.
Berbagai upaya dilakukan mulai mendirinkan rumah asih di Perumahan Taman Surya Indah, Desa Teluk Sasah, Kecamatan Seri Kuala Lobam hingga menggelar pelatihan pengolahan makanan berbahan dasar ikan, yang dilaksanakan di Bhadra Hotel, Kamis (31/8/2023).
Ini semua dilakukan untuk mengejar target penurunan angka stunting hingga 12,2 persen.
Ketua TP PKK Bintan, Hafizha Rahmadhani mengatakan, persentase angka stunting di Bintan terus menurun. Bila tahun 2021 sekira 20 persen kemudian tahun 2022 turun sekira 2,2 persen menjadi sekira 17,8 persen.
“Tahun ini kita targetkan penurunan angka stunting hingga 12,2 persen,” kata dia usai membuka kegiatan pelatihan yang diikuti 72 orang peserta.
Target yang sudah dipasang, kata dia, bukan sekedar mengejar angan, namun harus diwujudkan dengan kerja keras.
Karenanya, dia mengatakan, semua pihak telah berkomitmen untuk menurunkan angka stunting di Bintan hingga 12,2 persen.
Untuk mewujudkannya, kata dia, diperlukan kolaborasi dan kerja sama semua elemen.
“Ada niat, usaha dan kompak. Tidak bisa sendiri-sendiri, semua harus saling bahu-membahu untuk mencapai target,” kata dia.
BACA JUGA: Fokus Turunkan Angka Stunting, Hafizha Turun ke Desa Kelurahan di Bintan
Menurut dia, pelatihan yang digelar saat ini merupakan salah satu upaya dalam menurunkan angka stunting di Bintan.
Kenapa? Karena ibu-ibu dituntut menyiapkan asupan gizi dan nutrisi dalam makanan yang dikonsumsi balita.
Apalagi, kata dia, sebagian besar Bintan terdiri dari lautan yang kaya hasil laut.
Karenanya, dia meminta para ibu yang memiliki balita semangat dalam mengikuti pelatihan seperti ini dalam upaya mencukupi kebutuhan gizi anak.
“Agar anak-anak kita terhindar dari risiko stunting,” tukasnya. (*)
reporter: slamet

batampos– Warga Bengkong Sadai mengeluhkan minimnya lampu penerangan di sepanjang jalan utama. Warga menilai kawasan tersebut rawan kejahatan, seperti penjambretan, atau perampasan.
Hal ini diungkap warga saat kegiatan Jumat Curhat Kamtibmas bersama Mapolsek Bengkong, Jumat (1/9) di RT05/RW05, Bengkong Sadai.
“Kami ingin menyampaikan 1 hal yaitu masih kurangnya lampu penerangan jalan di lingkungan kami. Terutama di sepanjang jalan Lytech,” ujar salah seorang warga, Jono.
Jono mengatakan kondisi jalan minim penerangan ini membahayakan bagi pengguna jalan, khususnya pejalan kaki. Sebab, dapat para pejalan kaki berpotensi menjadi korban kejahatan.
BACA JUGA: Jodoh dan Nagoya Rawan Banjir, Ini Komentar Warga
“Harapan kita ini menjadi perhatian. Karena takutnya akan menimbulkan korban,” katanya.
Ia mengaku keluhan minim penerangan ini sudah beberapa kali disampaikan. Namun, hingga kali keluhan wadga twrswbut tidak ditanggapi.
Sementara Kapolsek Bengkong, AKP Muhammad Rizqi Saputra mengatakan, terkait dengan kurangnya lampu penerangan jalan ini, ia meminta keluhan tersebut disampaikan kepada perangkat RT/RW setempat.
“Sehingga keluhan ini nantinya bisa juga disampaikan ke Kelurahan atau Kecamatan agar diatasi ke pihak terkait,” katanya.
Rizqy juga menghimbau, kepada masyarakat yang berkendara maupun berjalan kaki terutama pada malam hari disepanjang jalan tersebut agar lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan.
Seperti mengurangi laju kendaraan, menghidupkan lampu kendaraan dan mengenakan helm.
“Akhir kata marilah kita semua untuk bersama-sama saling menjaga situasi kamtibmas di wilayah ini guna terciptanya kehidupan yang aman dan damai,” tutup Rizqy. (*)
reporter: yopi

batampos – Rapat Koordinasi Gugus Tugas Reformasi Agraria ( Rakor GTRA) Summit 2023 di Kabupaten Karimun pada Rabu (30/8) lalu, telah usai. Agenda nasional tersebut terbilang sukses dilaksanakan walaupun Presiden Republik Indonesia Jokowidodo batal hadir.
Untuk pembukaan GTRA Summit 2023 digantikan oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) / Kepala BPN Hadi Tjahjanto. Turut hadir pula Gubernur Riau.
Namun di balik suksesnya agenda nasional itu, ada peranan pasukan orange yang mengawal kebersihan di tiga titik yang menjadi lokasi perhelatan akbar tersebut.
Adapun tiga lokasi dimaksud yakni Rumah Dinas Bupati Karimun, Jembatan Kuning (Sanur), dan Coastal Area.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karimun Rita Agustina menuturkan, bahwa tim pasukan orange yang telah diterjunkan 50 orang.
” Alhamdulillah, tiga lokasi sebelum dan sesudah kegiatan steril dari sampah. Saya mengucapkan, terimakasih kepada teman-teman pasukan orange yang siap bekerja secara cepat,” terangnya, Jumat (1/9).
Dari 50 orang pasukan orange yang diterjunkan, yang paling banyak berada di Coastal Area yakni 35 orang. Kemudian, rumah dinas bupati 5 orang, dan Jembatan Kuning 10 orang. Dimana, pasukan orange tersebut bekerja sebelum acara dimulai hingga selesai yang terbagi 3 ship yaitu pagi, siang dan sore hari.
” Armada kita juga telah siap. Jadi, semuanya bersinergi antara pasukan orange dan pengangkut sampah truk maupun mobil pick up yang siap mengantar sampah ke TPA Sememal,” ungkapnya.
Dengan demikian, begitu acara selesai tim pasukan orange langsung bergerak untuk menyapu sampah-sampah yang berada di lokasi tersebut. Sehingga, lokasi tersebut bersih dari sampah acara. Seperti, lokasi di Coastal Area yang cukup banyak sampah di lokasi tersebut mengingat acaranya cukup padat.
BACA JUGA: Pemkab Karimun Serahkan Kendaraan Tosa ke Kelurahan, Bisa untuk Angkut Sampah
” Anda bisa lihat sendiri pasukan kami. Begitu selesai acara, sore harinya kita sapu bersih lokasi Coastal Area. Tapi, tetap diimbau kepada masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya. Jangan, mentang-mentang selesai acara tetap membuang sampah sembarangkan,” pesannya.
Sementara pantauan di lapangan, para pasukan orange secara perlahan-pahan melakukan pembersihan sampah dengan sapi. Namun, kali ini cukup terlihat berbeda, para pasukan orange menggunakan kaos, sarung tangan dan sepatu yang terlihat baru.
“Dari pimpinan dikasih baru kaos, dan peralatan kebersihan. Penting, kita kerja dan kewajiban pimpinan dipenuhi seperti sarapan, makan minumnya tercukupilah,” ucap salah seorang petugas kebersihan. (*)
reporter: tri haryono

batampos– Baliho dan papan iklan, spanduk semakin ramai menempel di bang pohon penghijauan di pinggir jalan. Selain baliho atau plakat promosi usaha, baliho caleg juga banyak dijumpai menempel di pohon penghijauan. Ini tentu memperburuk pemandangan jalan dan juga kesuburan pohon penghijauan. Pohon jadi rapuh dan mudah patah atau tumbang.

batampos– Proses pematangan lahan di tempat pemakaman umum (TPU) yang berada di kawasan hutan lindung Sei Jago, Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara, kelar.
“Alhamdulillah sudah selesai,” kata Kadis Perkim Bintan, Mohammad Irzan, Jumat (1/9/2023).
Dalam proses pematangan lahan TPU tersebut, kata dia, sudah sekalian dibuatkan akses jalan dan blok sehingga lahan TPU sudah bisa langsung digunakan.
Namun untuk pastinya pemakaman bisa digunakan, dia menyerahkan ke Pemerintah Kecamatan Bintan Utara untuk membentuk badan pengelola TPU.
“Sudah bisa digunakan tapi nanti dibentuk badan pengelola oleh kecamatan,” kata dia.
Ke depan, kata dia, Dinas Perkim akan mengalokasikan anggaran untuk berbagai pekerjaan di TPU Sei Jago diantaranya pekerjaan pagar keliling dan daerah sudut batas makam.
Tidak hanya itu, kata dia, Dinas Perkim akan melakukan normalisasi daerah aliran sungai (DAS) di utara TPU Sei Jago.
BACA JUGA: Pematangan Lahan TPU Sei Jago Digesa, Targetkan Akhir Agustus Bisa Digunakan
“Normalisasi DAS lebih kurang 300 meter,” kata dia.
Pekerjaan yang juga akan dilakukan tahun depan, kata dia, pengerasan jalan di dalam area makam dan penataan lanskap.
“Kita juga akan membangun gedung tunggu atau musala dan kelengkapannya,” kata dia.
Dengan keterbatasan keuangan daerah, dia mengharapkan, pembangunan TPU Sei Jago dengan metode hybrid yang mengabungkan APBD Kabupaten Bintan dan swadaya masyarakat dalam bentuk hibah.
Tujuannya agar penyelesaian pembangunan TPU Sei Jago Tanjunguban lebih cepat terealisasi. (*)
reporter: slamet

batampos– Wali Kota Batam menyerahkan surat keputusan (SK) pengangkatan kepada 139 pegawai pemerintahan dengan perjanjian kerja (PPPK), Jumat (1/9).

batampos– Wali Kota Batam menyerahkan surat keputusan (SK) pengangkatan kepada 139 pegawai pemerintahan dengan perjanjian kerja (PPPK), Jumat (1/9).

batampos-Jaringan kejahatan internasional love scamming di Batam disinyalir dibantu oleh salah seorang pengusaha hiburan malam dan hotel di Batam. Bahkan, praktik love scamming tersebut disediakan di hotel pengusaha hiburan berinisial AM tersebut.
Informasi yang didapatkan, praktik love scamming itu dilakukan di hotel milik pengusaha di kawasan Nagoya, Lubukbaja. Pengusaha menyediakan lokasi khusus di lantai IV hotel.
“Memang setiap akhir pekan, lantau IV itu disediakan khusus buat mereka. Semuanya orang Thiongkok,” ujar salah seorang room service hotel tersebut.
Pada akhir pekan, ia bisa mendapatkan uang tip mencapai jutaan rupiah dari warga Thiongkok tersebut.
BACA JUGA: Love Scamming Beroperasi di Kosan Elit, Bermodus Usaha Properti
“Mereka selalu ngasih tip. Sudah hampir 2 bulanan ini mereka ke hotel,” katanya.
Selain hotel ini, aksi love scamming tersebut dilakukan Ruko Komplek Sakura Permai, dan di Hotel Musik, Batuampar.
Pantauan di Ruko Komplek Sakura Permai, polisi menyegelnya. Di depan ruko berlangai IV tersebut terpasang plank bertuliskan PT Mitra Usaha Property.
Sementara di samping ruko berjarak 30 meter beroperasi Hotel Musik. Namun, saat ini tak ada aktivitas terlihat di sekitar lokasi.
“Itu kosan elit. Saya sering lihat orang Thionghoa, bahkan pernah nginap disini,” ujar resepsionis Hotel Musik.
Wanita ini menjelaskan segala keperluan dan kebutuhan pelaku love sceaming itu diurus dan ditanggung oleh pengurus ruko tersebut.
“Sudah 2 bulan ini saya lihat mereka di kosan itu. Beberapa kali, mereka mesan grab dari depan hotel, mau ke mall,” katanya.
Resepsionis ini juga mengaku tidak mengetahui penyebab pasti ruko tersebut disegel polisi. “Saya tidak tau apa masalahnya,” tutupnya. (*)
reporter: tim redaksi