Sabtu, 4 April 2026
Beranda blog Halaman 49

Rekomendasi 5 Bakery Favorit di Batam, Tempat Beli Roti dan Kue Enak

0
Sumber gambar: instagram.com/morningbakery/

batampos – Kota Batam tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata dan pusat belanja, tetapi juga memiliki banyak toko roti yang menawarkan beragam pilihan roti, kue, hingga dessert kekinian dengan harga terjangkau.

Berbagai bakery di Batam menjadi favorit masyarakat lokal maupun wisatawan untuk menikmati sajian roti manis, roti asin, hingga kue premium dengan cita rasa yang khas.

Berikut lima bakery favorit di Batam yang bisa menjadi pilihan.

1. Morning Bakery

Morning Bakery merupakan salah satu toko roti legendaris yang cukup populer di Batam. Gerainya hampir selalu ramai dikunjungi warga lokal maupun wisatawan.

Pilihan produknya beragam, mulai dari roti manis, roti asin, hingga aneka kue dan pastry. Morning Bakery juga memiliki banyak cabang yang tersebar di sejumlah titik strategis di Batam.

2. Holland Bakery Batam

Holland Bakery dikenal sebagai jaringan toko roti asli Indonesia yang menyajikan produk premium dengan harga relatif terjangkau.

Pilihan roti, kue ulang tahun, pastry, hingga jajanan pasar tersedia lengkap. Tekstur roti yang lembut menjadi salah satu alasan bakery ini digemari pelanggan. Gerainya juga mudah ditemukan di berbagai kawasan Batam.

3. Kez’s Bakery & Restaurant

Kez’s Bakery & Restaurant menawarkan konsep modern dengan pilihan roti dan pastry yang variatif. Selain aneka bakery, tempat ini juga menyediakan menu makanan berat bagi pengunjung yang ingin bersantap santai bersama keluarga.

Lokasinya berada di kawasan Kara Junction, Batam Kota, sehingga mudah dijangkau pengunjung.

4. MAKO Cake and Bakery

MAKO Cake and Bakery dikenal dengan sajian roti dan kue yang selalu segar. Produk-produknya menjadi favorit warga karena cita rasanya yang konsisten dan pilihan menu yang beragam.

Bakery ini berlokasi di kawasan Fanindo Sanctuary Garden, Batam Kota.

5. Levain & Co Bakery

Levain & Co Bakery menjadi destinasi favorit pecinta roti artisan. Toko roti ini terkenal dengan menu sourdough serta pilihan pastry yang dipadukan dengan sajian kopi.

Tempatnya nyaman sehingga cocok untuk bersantai maupun berkumpul bersama teman dan keluarga.

Lima bakery tersebut dapat menjadi referensi bagi warga maupun wisatawan yang ingin menikmati roti dan kue lezat di Batam. Pengunjung disarankan memastikan lokasi serta jam operasional sebelum berkunjung. (*)

Artikel Rekomendasi 5 Bakery Favorit di Batam, Tempat Beli Roti dan Kue Enak pertama kali tampil pada Metropolis.

Aliran Air Bersih ke Batuampar Belum Normal, Distribusi Air Lewat Truk Tangki Lancar Selama Lebaran

0
Pendistribusian air di Tanjung Sengkuang menggunakan truk tangki untuk mengatasi suplai air di kawasan tersebut. f. Istimewa

batampos – Krisis air bersih masih membayangi warga Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, bahkan hingga momen Idulfitri 1447 Hijriah ini. Di saat kebutuhan air meningkat untuk keperluan rumah tangga dan ibadah, masyarakat justru masih harus bergantung pada distribusi air menggunakan mobil tangki.

Kondisi ini dirasakan warga di Kelurahan Tanjung Sengkuang dan Batu Merah yang hingga kini belum mendapatkan pasokan air secara normal. Selama Lebaran, kebutuhan air untuk memasak, mencuci, hingga menjamu tamu menjadi tantangan tersendiri bagi warga.

Ramli, warga Tanjung Sengkuang, mengaku kondisi ini cukup menyulitkan, terutama saat hari raya. “Kami masih bergantung pada mobil tangki. Harapannya saat Lebaran air bisa tersedia cukup karena kebutuhan meningkat. Jangan sampai saat hari penting seperti ini kami kesulitan air,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Nindi, yang berharap distribusi air bisa lebih merata dan tidak tersendat. “Kami berharap penyaluran air lebih maksimal dan tidak ada wilayah yang terlewat. Lebaran itu butuh banyak air, jadi kami sangat berharap kondisi ini segera membaik,” katanya.

Di tengah kondisi krisis yang masih berlangsung, Polsek Batu Ampar terus melakukan monitoring pendistribusian air bersih kepada masyarakat terdampak. Upaya ini telah memasuki hari ke-61 dan dilaksanakan pada Selasa (24/3) sejak pukul 08.00 WIB hingga 21.00 WIB.

Kegiatan tersebut dipimpin Kapolsek Batu Ampar, Kompol Amru Abdullah, dengan melibatkan sejumlah personel, termasuk Bhabinkamtibmas dan tim patroli. Kehadiran aparat di lapangan bertujuan memastikan distribusi air berjalan tertib, aman, dan tepat sasaran.

Dalam pelaksanaannya, air bersih didistribusikan menggunakan mobil tangki ke titik-titik permukiman yang telah didata berdasarkan kebutuhan warga di masing-masing wilayah.

Di Kelurahan Tanjung Sengkuang, distribusi air pada hari tersebut mencapai 41 unit mobil tangki yang disalurkan ke sejumlah RW, di antaranya RW 01 sebanyak 5 tangki, RW 04 sebanyak 7 tangki, RW 05 sebanyak 7 tangki, hingga RW 13 sebanyak 10 tangki.

Sementara di Kelurahan Batu Merah, distribusi tercatat sebanyak 13 unit mobil tangki yang disalurkan ke beberapa RW dengan prioritas wilayah yang terdampak paling parah akibat gangguan pasokan air.

Kapolsek Batu Ampar, Kompol Amru Abdullah, menegaskan pihaknya akan terus mengawal proses distribusi agar berjalan optimal. “Kami akan terus hadir dan memastikan pendistribusian air bersih berjalan dengan baik dan tepat sasaran, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi,” ujarnya.

Meski distribusi terus dilakukan, warga berharap adanya solusi permanen agar krisis air tidak terus berulang, terutama pada momen penting seperti Lebaran. Ketersediaan air bersih dinilai menjadi kebutuhan mendasar yang harus segera ditangani secara menyeluruh oleh pihak terkait.(*)

Artikel Aliran Air Bersih ke Batuampar Belum Normal, Distribusi Air Lewat Truk Tangki Lancar Selama Lebaran pertama kali tampil pada Metropolis.

Polisi Amankan Tukang Ojek Terduga Pelaku Pencabulan Tiga Anak di Tanjungpinang

0
ilustrasi. F. Freepik.

batampos – Seorang pria berinisial R (62), tukang ojek di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, diamankan aparat kepolisian setelah diduga melakukan pencabulan terhadap tiga anak di bawah umur.

Kapolsek Tanjungpinang Kota AKP Monang Silalahi membenarkan penanganan kasus tersebut. Menurutnya, terduga pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif.

“Terduga pelaku sudah diamankan dan masih dalam proses pemeriksaan,” kata Monang, Rabu (25/3/2026).

Peristiwa tersebut diduga terjadi di sebuah pangkalan ojek di kawasan Kelurahan Kampung Bugis pada Selasa (24/3/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketiga korban mendatangi lokasi untuk beristirahat setelah beraktivitas. Terduga pelaku kemudian datang dan berada di sekitar para korban.

Pelaku diduga melakukan tindakan tidak senonoh terhadap tiga korban yang terdiri dari satu anak laki-laki dan dua anak perempuan.

Salah seorang korban selanjutnya melaporkan kejadian itu kepada orang tuanya. Warga yang menerima informasi tersebut mendatangi lokasi dan mengamankan terduga pelaku.

Petugas kepolisian kemudian membawa terduga pelaku ke Polsek Tanjungpinang Kota untuk proses hukum lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menduga pelaku sempat mengiming-imingi korban dengan sejumlah uang sebelum melakukan aksinya.

“Korban dijanjikan uang. Perkembangan penanganan kasus akan kami sampaikan lebih lanjut,” ujar Monang. (*)

Artikel Polisi Amankan Tukang Ojek Terduga Pelaku Pencabulan Tiga Anak di Tanjungpinang pertama kali tampil pada Kepri.

Lalu Lintas Aman, Kecelakaan Minim di Jalan Raya Barelang Selama Lebaran

0
Pos pengamanan Jembatan I Barelang.

batampos – Perayaan Idulfitri di Kota Batam tahun ini berlangsung aman dan kondusif, khususnya dari sisi arus lalu lintas. Hingga Rabu (25/3), kondisi di sejumlah titik terpantau lancar meski terjadi peningkatan mobilitas masyarakat selama libur Lebaran.

Kepala Pos Pengamanan (Pos Pam) Jembatan I Barelang, Iptu Anwar Aris, menyampaikan bahwa arus lalu lintas di kawasan Barelang masih dalam kondisi terkendali dan tidak mengalami hambatan berarti.

“Lalu lintas terpantau aman selama Lebaran. Hingga hari ini masih aman dan terkendali,” ujar Anwar Aris.

Ia menjelaskan, meskipun terjadi kepadatan kendaraan, terutama menuju kawasan wisata Barelang, kondisi tersebut tidak sampai menimbulkan kemacetan parah. Petugas di lapangan dinilai mampu mengurai arus kendaraan dengan baik.

Menurutnya, tingginya minat masyarakat mengunjungi destinasi wisata Barelang selama libur Lebaran menjadi salah satu faktor meningkatnya volume kendaraan. Namun, pengamanan dan pengaturan lalu lintas berjalan efektif.

Selain itu, selama periode Lebaran hingga saat ini, tidak ditemukan adanya kecelakaan fatal di kawasan Barelang. Situasi ini menunjukkan tingkat keselamatan berkendara yang cukup baik di tengah padatnya aktivitas masyarakat.
Kondisi serupa juga terjadi di wilayah Kota Batam secara umum. Arus lalu lintas terpantau lancar dan tidak ditemukan kecelakaan menonjol yang mengakibatkan korban serius.

Meski demikian, sejumlah kecelakaan ringan masih terjadi, namun tidak sampai mengganggu kelancaran arus kendaraan secara signifikan.

Sementara itu, Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo, mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat berkendara, terutama di tengah meningkatnya mobilitas selama libur Lebaran.

Ia juga mengingatkan pentingnya mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama. “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin, mematuhi rambu-rambu, dan mengutamakan keselamatan selama di jalan,” ujarnya.(*)

Artikel Lalu Lintas Aman, Kecelakaan Minim di Jalan Raya Barelang Selama Lebaran pertama kali tampil pada Metropolis.

Kemarau Panjang, Warga Telaga Surya Bintan Salat Istisqa di Masjid Al Amin

0
Warga Perumahan Telaga Surya Regency melaksanakan salat istisqa untuk memohon hujan di pelataran Masjid Al Amin, Kelurahan Tanjunguban Utara, Kecamatan Bintan Utara, Bintan, Rabu (25/3) pagi. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Warga Perumahan Telaga Surya Regency menggelar salat istisqa untuk memohon turunnya hujan di tengah kekeringan yang melanda wilayah mereka.

Ibadah tersebut dilaksanakan di pelataran Masjid Al Amin, Kelurahan Tanjunguban Utara, Kecamatan Bintan Utara, Rabu (25/3) sekira pukul 08.00 WIB.

Salat istisqa dipimpin KH Ahmad Nukhan sebagai imam sekaligus khatib, dengan Mu’arifin bertugas sebagai bilal. Jemaah yang terdiri dari pria, wanita, hingga anak-anak memulai rangkaian ibadah dengan membaca istighfar bersama sebelum salat dilaksanakan.

Bilal kemudian memandu tata cara pelaksanaan salat istisqa yang dikerjakan sebanyak dua rakaat secara berjemaah.

Dalam tausiahnya, KH Ahmad Nukhan menyampaikan bahwa salat istisqa merupakan bentuk ikhtiar spiritual warga untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT di tengah musim kemarau panjang serta bencana kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah.

“Kita harus selalu berbaik sangka kepada Allah SWT. Bisa jadi ini cara agar kita semakin mendekatkan diri kepada-Nya,” ujarnya.

Ia menambahkan, salat istisqa sangat dianjurkan saat wilayah dilanda kekeringan berkepanjangan dan hujan tidak kunjung turun. Pelaksanaan ibadah tersebut terlaksana berkat dukungan pengurus masjid dan partisipasi masyarakat sekitar.

KH Ahmad Nukhan berharap kegiatan serupa dapat diikuti masjid-masjid lainnya agar doa bersama tersebut menjadi wasilah turunnya hujan dan berakhirnya kekeringan.

Sementara itu, salah seorang warga, Herman, mengaku terdampak langsung oleh krisis air bersih. Selama ini ia mengandalkan suplai air dari PDAM Tirta Kepri, namun distribusi air terhenti setelah waduk setempat mengering.

“Karena tidak punya sumur pribadi, saya terpaksa membeli air dari mobil tangki untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Ia berharap pelaksanaan salat istisqa dapat menjadi jalan keluar atas persoalan kekeringan yang dialami warga.

“Semoga Allah SWT segera menurunkan hujan agar krisis air bersih ini cepat teratasi,” harap Herman.

Keluhan serupa disampaikan Mu’arifin yang juga menjabat sebagai Ketua GP Ansor Bintan. Ia mengatakan harus membeli air tangki sedikitnya dua kali dalam sepekan karena suplai air PDAM terhenti.

“Satu ton air hanya cukup untuk dua sampai tiga hari, setelah itu harus membeli lagi,” katanya.

Mu’arifin berharap pemerintah daerah dapat membantu mendistribusikan air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan.

“Kami berharap ada bantuan pendistribusian air bersih dari pemerintah agar kebutuhan warga tetap terpenuhi,” ujarnya. (*)

Artikel Kemarau Panjang, Warga Telaga Surya Bintan Salat Istisqa di Masjid Al Amin pertama kali tampil pada Kepri.

Warga Sempat Panik, Kebakaran Hutan di Tanjung Riau Sempat Mengarah ke Pemukiman

0
Petugas kepolisian dan damkar memadamkan api di Tanjung Riau. f. dok humas Polda Kepri

batampos – Kebakaran hebat yang melanda kawasan Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPS) Tanjung Riau, Kecamatan Sekupang, masih berlangsung hingga Selasa (24/3) malam. Kobaran api yang terus membesar bahkan sempat menjalar mendekati badan jalan dan mengarah ke permukiman warga, sehingga memicu kepanikan.

Petugas gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran bersama personel Brimob terus berjibaku memadamkan api. Kondisi medan yang berbukit, ditambah banyaknya material mudah terbakar di lokasi TPS, membuat proses pemadaman berjalan cukup sulit dan membutuhkan waktu lama.

Api yang sempat merambat ke arah jalan membuat petugas harus bekerja ekstra keras agar tidak menjalar ke kawasan perumahan warga. Asap tebal juga terlihat membumbung tinggi dan menyelimuti sebagian wilayah sekitar.

Seorang warga Tanjung Riau Yadi mengaku sempat khawatir saat melihat api semakin membesar dan mendekati lingkungan tempat tinggal mereka.

“Semalam api terlihat membesar ke arah jalan. Kami takut karena sudah mendekati perumahan. Untungnya petugas cepat datang dan langsung melakukan pemadaman,” ujarnya.

Hingga pukul 11.00 malam, petugas masih melakukan upaya pemadaman dan pendinginan di lokasi untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menyala.

Sementara itu, kebakaran juga terjadi di kawasan hutan Pulau Manis, Kecamatan Belakang Padang. Api dilaporkan menghanguskan area hutan yang mengelilingi deretan vila di pulau tersebut.

Camat Belakang Padang, Hanafi, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa kawasan hutan yang terbakar memang tidak berpenghuni, namun memiliki peran penting sebagai sumber air bersih bagi masyarakat sekitar.

“Hutan di Pulau Manis ini tidak berpenghuni, tetapi menjadi sumber air bersih yang dimanfaatkan warga. Kami khawatir jika kebakaran ini berdampak terhadap lingkungan,” ujarnya.

Menurut Hanafi, pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap kondisi di lapangan guna mengantisipasi kemungkinan meluasnya kebakaran. Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada, terutama di tengah kondisi cuaca panas dan angin yang dapat mempercepat penyebaran api.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran, seperti membuang puntung rokok sembarangan atau membakar lahan,” tegasnya.

Dua peristiwa kebakaran ini menjadi perhatian serius, mengingat potensi dampaknya terhadap lingkungan dan keselamatan warga. Selain merusak kawasan hutan, kebakaran juga dapat mengganggu kualitas udara dan membahayakan kesehatan masyarakat.

Pihak berwenang mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah kebakaran dengan menjaga lingkungan serta segera melaporkan jika menemukan titik api di wilayah masing-masing.(*)

Artikel Warga Sempat Panik, Kebakaran Hutan di Tanjung Riau Sempat Mengarah ke Pemukiman pertama kali tampil pada Metropolis.

Pegawai Pemko Batam akan Bekerja dari Rumah Sehari Setiap Minggu

0
Kepala Diskominfo Batam, Rudi Panjaitan. Foto. Pemko Batam

batampos  – Ritme kerja ASN di Batam mulai bergeser. Sejak Rabu (25/3), Pemerintah Kota (Pemko) Batam memberlakukan pola kerja campuran antara Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO), dengan satu ketentuan yang tak berubah: seluruh pegawai tetap wajib berkantor penuh setiap hari Senin.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Batam, Rudi Panjaitan, mengatakan, pengaturan tersebut dilakukan agar roda pemerintahan tetap berjalan optimal, terutama dalam menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Para ASN akan masuk semua pada hari Senin. Sementara untuk hari Rabu, yang masuk adalah yang diprioritaskan seperti pelayanan publik dan lainnya. Itu harus masuk,” katanya.

Ia menjelaskan, pembagian jadwal kerja antara WFH dan WFO telah disusun oleh masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sesuai arahan pemerintah pusat. Dengan demikian, sejak hari pertama penerapan, sebagian pegawai akan bekerja dari rumah, sementara lainnya tetap berkantor.

“Mulai berlaku besok. Siapa yang WFH dan WFO sudah diatur semua di setiap OPD, sesuai arahan bapak menteri. Jadi besok kita akan masuk sebagian ASN dan sebagian lagi WFH,” katanya.

Rudi menambahkan, kebijakan ini masih bersifat tahap awal. Pemerintah akan merinci skema penerapan secara lebih komprehensif setelah perayaan Lebaran. Pada tahap lanjutan, pola kerja WFH direncanakan berlaku secara resmi bagi ASN dan menjadi imbauan bagi sektor swasta.

Saat ini, Pemko Batam tengah melakukan koordinasi dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Kementerian Dalam Negeri untuk memastikan implementasi kebijakan tersebut berjalan efektif. Pembahasan mencakup mekanisme absensi hingga sistem pengawasan kinerja pegawai.

Dalam rencana yang tengah dikaji, WFH akan diterapkan satu hari dalam sepekan. Kebijakan ini diarahkan untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) dan biaya energi, seiring kenaikan harga minyak global.

Hari pelaksanaan WFH masih dalam pembahasan lintas kementerian. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah hari Jumat, yang berpotensi menciptakan akhir pekan panjang.

Berdasarkan perhitungan awal pemerintah, penerapan WFH satu hari setiap pekan diperkirakan dapat mengurangi konsumsi BBM hingga sekitar 20 persen dari penggunaan normal.

Meski demikian, kebijakan tersebut tidak berlaku bagi ASN yang bertugas di sektor pelayanan publik. Pegawai pada sektor ini tetap diwajibkan bekerja di kantor guna memastikan layanan kepada masyarakat berjalan tanpa gangguan.(*)

Artikel Pegawai Pemko Batam akan Bekerja dari Rumah Sehari Setiap Minggu pertama kali tampil pada Metropolis.

Kabel Semrawut di Tanjungpinang Ancam Pengendara, Warga Minta Ditertibkan

0
Kondisi kabel yang menjuntai dari standar aman di bahu Jalan Kijang Lama Tanjungpinang, Selasa (24/3). F. Mohamad Ismail/Batam Pos

batampos – Kondisi kabel utilitas yang semrawut dan menjuntai di Jalan Kijang Lama, Tanjungpinang, dikeluhkan warga. Selain mengganggu estetika, keberadaan kabel tersebut dinilai membahayakan pengendara.

Pantauan di lokasi, Selasa (24/3), sejumlah kabel terlihat melintang di bahu jalan dengan posisi tidak beraturan. Bahkan, beberapa kabel tampak mengendur dan menggantung rendah, melebihi batas aman.

Kondisi ini semakin berisiko karena berada di ruas jalan yang menikung. Pengendara, terutama kendaraan bertinggi seperti truk dan mobil bak terbuka, berpotensi tersangkut kabel.

Topan, warga setempat, mengaku harus ekstra hati-hati saat melintas, terutama pada malam hari.

“Kalau malam kabel sulit terlihat. Apalagi posisinya di tikungan, jadi harus ambil jalur agak ke tengah,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Aditya. Ia menyebut kabel tersebut pernah tersangkut kendaraan yang melintas, sehingga berpotensi putus dan jatuh ke badan jalan.

“Sudah pernah tersangkut truk. Kalau sampai putus dan jatuh, bisa membahayakan pengguna jalan,” katanya.

Warga berharap instansi terkait, baik perusahaan listrik maupun penyedia layanan telekomunikasi, segera melakukan penataan dan perapian jaringan kabel di kawasan tersebut.

“Jangan tunggu ada korban dulu baru ditindak. Ini sudah lama dibiarkan,” tambahnya.

Masyarakat berharap penanganan cepat dilakukan guna mencegah potensi kecelakaan serta menjaga keselamatan pengguna jalan. (*)

Artikel Kabel Semrawut di Tanjungpinang Ancam Pengendara, Warga Minta Ditertibkan pertama kali tampil pada Kepri.

Kasus Lambung dan Diare Dominasi Pasien IGD RSUD Muhammad Sani Selama Libur Lebaran

0
IGD RSUD Muhammad Sani siaga 24 jam dan tetap melayani masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. F. Sandi Pramosinto/Batam Pos

batampos – Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Muhammad Sani Karimun tetap berjalan normal selama libur Idulfitri 1447 Hijriah. Jumlah kunjungan pasien pun terpantau stabil dan tidak mengalami lonjakan signifikan.

Direktur RSUD Muhammad Sani, dr Dedi Abrianto, mengatakan layanan IGD tetap siaga 24 jam meski pelayanan poli tutup selama libur Lebaran.

“Pelayanan kesehatan harus tetap berjalan. Karena kondisi sakit tidak bisa diprediksi,” ujarnya, Selasa (24/3).

Berdasarkan data IGD, jumlah pasien pada Rabu (18/3) tercatat 65 orang. Angka tersebut meningkat menjadi 80 pasien pada Kamis (19/3). Sementara pada Jumat (20/3) dan Sabtu (21/3), total kunjungan mencapai 145 pasien.

Puncak kunjungan terjadi pada H+1 Lebaran, Minggu (22/3), dengan jumlah pasien sebanyak 99 orang. Sedangkan pada H+2, Senin (23/3) hingga pukul 17.00 WIB, tercatat 60 pasien datang untuk mendapatkan penanganan medis.

Meski demikian, secara umum jumlah kunjungan dinilai masih dalam batas normal dan tidak jauh berbeda dengan hari biasa.

Dedi mengungkapkan, mayoritas pasien yang datang ke IGD mengeluhkan gangguan pencernaan, seperti sakit lambung dan diare.

“Kemungkinan besar dipicu pola makan yang berubah setelah Ramadan,” jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk menjaga pola makan selama masa libur Lebaran, termasuk menghindari konsumsi makanan berlebihan atau terlalu pedas setelah sebulan berpuasa.

Dengan layanan IGD yang tetap optimal, RSUD Muhammad Sani memastikan kebutuhan layanan darurat masyarakat tetap terpenuhi selama masa libur panjang Lebaran. (*)

Artikel Kasus Lambung dan Diare Dominasi Pasien IGD RSUD Muhammad Sani Selama Libur Lebaran pertama kali tampil pada Kepri.

Menumpuk Saat Periode Lebaran, Warga Diminta Tingkatkan Kepatuhan Buang Sampah

0
Sampah di pinggir jalan Seibinti Sagulung. F.Eusebius Sara

batampos – Tumpukan sampah di sejumlah titik di Kecamatan Sagulung, Batam, kian mengkhawatirkan selama periode Lebaran. Di Jalan Seibinti, tepatnya dekat kawasan Candi Bantar, sampah terlihat semakin meluber hingga ke ruas jalan, mengganggu aktivitas pengguna jalan dan warga sekitar.

Kondisi serupa juga terjadi di kawasan Seilekop, khususnya di sekitar galangan kapal. Tumpukan sampah di wilayah ini semakin banyak dan memanjang di sepanjang jalan, menciptakan pemandangan kumuh yang belum juga teratasi hingga kini.

Mayoritas sampah yang menumpuk didominasi oleh sampah rumah tangga. Peningkatan volume sampah selama momen Lebaran disebut menjadi salah satu faktor utama yang memperparah kondisi di lapangan.

Warga menyebut tonase sampah meningkat signifikan dibanding hari biasa. Aktivitas rumah tangga yang meningkat, ditambah keterbatasan pengangkutan, membuat sampah cepat menumpuk di berbagai titik, termasuk di lokasi pembuangan liar.

Baca Juga: Lonjakan Arus Balik Belum Terjadi, Pergerakan Penumpang di Pelabuhan Domestik Batam Stabil

Haris, warga Sagulung, mengatakan kondisi penumpukan sampah saat ini jauh lebih parah dibanding hari-hari biasa. Ia mengaku khawatir jika tidak segera ditangani, tumpukan sampah akan semakin meluas.

“Sekarang ini makin banyak, apalagi selama Lebaran. Sampah rumah tangga paling dominan, cepat sekali menumpuk,” ujarnya.

Ia juga menilai selain keterbatasan armada, kepatuhan masyarakat dalam membuang sampah pada tempat dan waktu yang ditentukan masih rendah. Menurutnya, masih banyak warga yang membuang sampah sembarangan sehingga memperparah kondisi.

“Kalau masyarakat tidak disiplin, mau diangkut sebanyak apa pun tetap akan menumpuk lagi,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Rina, warga Batuaji. Ia menilai perlu adanya kesadaran bersama agar persoalan sampah tidak terus berulang setiap tahun, terutama saat momen Lebaran.

“Banyak yang buang sampah sembarangan, akhirnya jadi menumpuk di pinggir jalan.Harus ada kesadaran dari kita juga,” katanya.

Menurut Rina, selain penanganan dari pemerintah, partisipasi masyarakat sangat penting untuk menjaga kebersihan lingkungan. Ia berharap ada pengawasan dan penegakan aturan agar masyarakat lebih patuh dalam membuang sampah.

Baca Juga: Produk Timah Solder Batam Tembus Pasar India

Sementara itu, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, sebelumnya mengakui persoalan sampah masih menjadi tantangan besar di Kota Batam. Ia menjelaskan, peningkatan volume sampah kerap terjadi pada momen tertentu seperti Lebaran, sehingga membutuhkan penanganan ekstra.

Amsakar juga menyoroti kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telaga Punggur yang saat ini sudah menampung sekitar 7,5 juta ton sampah dengan ketinggian mencapai 20 meter. “Kadang satu mobil sampah butuh waktu hingga dua jam untuk membuang karena antrean panjang di TPA,” ujarnya.

Ia pun mengajak masyarakat untuk lebih disiplin dalam pengelolaan sampah agar beban penanganan tidak semakin berat.(*)

 

Artikel Menumpuk Saat Periode Lebaran, Warga Diminta Tingkatkan Kepatuhan Buang Sampah pertama kali tampil pada Metropolis.