
batampos– Kasus kekerasan menimpa Abdullah Hura, 84. Warga Kampung Suka Jaya RT 003/ RW 004 Kelurahan Sungai Pasir Kecamatan Meral ini, Rabu (6/9) pukul 10.30 WIB menjadi korban pembacokan. Pelaku merupakan cucu sepupunya.

batampos– Kasus kekerasan menimpa Abdullah Hura, 84. Warga Kampung Suka Jaya RT 003/ RW 004 Kelurahan Sungai Pasir Kecamatan Meral ini, Rabu (6/9) pukul 10.30 WIB menjadi korban pembacokan. Pelaku merupakan cucu sepupunya.
Kepala Badan BP Batam, Muhammad Rudi berkomitmen untuk menyelesaikan hunian baru untuk masyarakat Rempang Galang yang terdampak relokasi dalam pengembangan Rempang Eco City.
Hal itu, disampaikan oleh Muhammad Rudi pada “Dialog Pengembangan Rempang” yang dihadiri oleh ratusan masyarakat Rempang, di Ballroom Hotel Harmoni One, Rabu (6/9/2023).
“Relokasi ke tempat yang baru ini akan kami siapkan. Kami tidak akan pindahkan bapak dan ibu begitu saja,” tegas Muhammad Rudi.
Jika hunian baru tersebut belum selesai, maka masyarakat Rempang Galang akan mendapatkan hunian sementara. Tidak hanya itu, biaya hidup masyarakat selama dihunian sementara juga akan ditanggung setiap bulannya.
Adapun biaya hidup selama masa relokasi sementara itu sebesar Rp 1.034.636 per orang dalam satu KK. Biaya hidup tersebut termasuk biaya air, listrik, dan kebutuhan lainnya.
Sementara, untuk masyarakat yang memilih untuk memilih tinggal di tempat saudara atau diluar dari hunian sementara yang disediakan, akan diberikan tambahan biaya sewa sebesar Rp 1 juta per bulan.
“Jadi itu akan kami berikan sampai hunian baru selesai dibangun,” katanya.
Hunian baru yang disiapkan itu berupa rumah type 45 senilai Rp 120 juta dengan luas tanah maksimal 500 m2. Hunian itu, berada di Dapur 3 Si Jantung, yang sangat menguntungkan untuk melaut dan menyandarkan kapal.
Lokasi hunian baru tersebut, akan diberi nama “Kampung Pengembangan Nelayan Maritime City”. Program ini memiliki slogan “Tinggal di Kampung Baru yang Maju, Agar Sejahtera Anak Cucu”.
Kampung Pengembangan Nelayan Maritime City akan menjadi kampung percontohan di Indonesia sebagai kampung nelayan modern dan maju.
Sebab, di Kampung Pengembangan Nelayan Maritime City itu akan tersedia berbagai fasilitas pendidikan lengkap (SD, SMP hingga SMA), pusat layanan kesehatan, olahraga dan sosial.
Selanjutnya tersedia fasilitas ibadah (Masjid dan Gereja); fasilitas Tempat Pemakaman Umum yang tertata dan fasilitas Dermaga untuk kapal-kapal nelayan dan trans hub.
Pembangunan hunian baru itu, akan dijalankan selama 12 bulan setelah pematangan lahan. Ditargetkan, hunian tahap 1 akan selesai pada bulan Agustus 2024 mendatang.
“Intinya kami akan semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik kepada bapak dan ibu (masyarakat Rempang Galang, red),” imbuhnya. (*)
Kepala Badan BP Batam, Muhammad Rudi berkomitmen untuk menyelesaikan hunian baru untuk masyarakat Rempang Galang yang terdampak relokasi dalam pengembangan Rempang Eco City.
Hal itu, disampaikan oleh Muhammad Rudi pada “Dialog Pengembangan Rempang” yang dihadiri oleh ratusan masyarakat Rempang, di Ballroom Hotel Harmoni One, Rabu (6/9/2023).
“Relokasi ke tempat yang baru ini akan kami siapkan. Kami tidak akan pindahkan bapak dan ibu begitu saja,” tegas Muhammad Rudi.
Jika hunian baru tersebut belum selesai, maka masyarakat Rempang Galang akan mendapatkan hunian sementara. Tidak hanya itu, biaya hidup masyarakat selama dihunian sementara juga akan ditanggung setiap bulannya.
Adapun biaya hidup selama masa relokasi sementara itu sebesar Rp 1.034.636 per orang dalam satu KK. Biaya hidup tersebut termasuk biaya air, listrik, dan kebutuhan lainnya.
Sementara, untuk masyarakat yang memilih untuk memilih tinggal di tempat saudara atau diluar dari hunian sementara yang disediakan, akan diberikan tambahan biaya sewa sebesar Rp 1 juta per bulan.
“Jadi itu akan kami berikan sampai hunian baru selesai dibangun,” katanya.
Hunian baru yang disiapkan itu berupa rumah type 45 senilai Rp 120 juta dengan luas tanah maksimal 500 m2. Hunian itu, berada di Dapur 3 Si Jantung, yang sangat menguntungkan untuk melaut dan menyandarkan kapal.
Lokasi hunian baru tersebut, akan diberi nama “Kampung Pengembangan Nelayan Maritime City”. Program ini memiliki slogan “Tinggal di Kampung Baru yang Maju, Agar Sejahtera Anak Cucu”.
Kampung Pengembangan Nelayan Maritime City akan menjadi kampung percontohan di Indonesia sebagai kampung nelayan modern dan maju.
Sebab, di Kampung Pengembangan Nelayan Maritime City itu akan tersedia berbagai fasilitas pendidikan lengkap (SD, SMP hingga SMA), pusat layanan kesehatan, olahraga dan sosial.
Selanjutnya tersedia fasilitas ibadah (Masjid dan Gereja); fasilitas Tempat Pemakaman Umum yang tertata dan fasilitas Dermaga untuk kapal-kapal nelayan dan trans hub.
Pembangunan hunian baru itu, akan dijalankan selama 12 bulan setelah pematangan lahan. Ditargetkan, hunian tahap 1 akan selesai pada bulan Agustus 2024 mendatang.
“Intinya kami akan semaksimal mungkin untuk memberikan yang terbaik kepada bapak dan ibu (masyarakat Rempang Galang, red),” imbuhnya. (*)

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) bersama Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Kepri menjajaki potensi bisnis pariwisata dengan Johor Bahru, Malaysia. Salah satu topik utama yang dibahas terkait potensi menarik wisatawan mancanegara (wisman) asal Timur Tengah (Timteng) yang pelesiran ke Johor atau Malaysia, untuk kemudian meneruskan kunjungannya ke Kota Batam.
Hal itu dibahas saat rombongan dari Batam tersebut bertemu langsung dengan Konjen RI di Johor, Sigit Suryantori Widianto di Johor Bahru, Selasa (5/9).
“Pertemuan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan promosi pariwisata Batam dan Kepulauan Riau. Harapan kami, konsulat dapat menfasilitasi kebutuhan Asita agar dapat diakomodasi dan event kedua kota dapat saling mengundang dan mendukung,” ujar Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata yang didampingi Ketua ASITA Kepri, Eva Betty, melalui rilisnya, kemarin.
Baca Juga: Kunjungan Wisman ke Batam Anjlok
Ardi juga minta bantuan pihak Konjen agar memberikan masukan dan data jumlah turis dari Timur Tengah yang belum secara kolosal datang ke Batam.
“Kunjungan wisman ke Batam didominasi Singapura dan Malaysia. Semoga setelah ini nanti yang dari Timur Tengah juga bisa ke Batam, karena Batam juga punya banyak makanan halal, destinasi wisata religi seperti Masjid Sultan dan Masjid Tanjak yang bisa jadi daya tarik,” ujarnya.
Karena itu, rombongan mengharapkan bantuan pihak Konjen agar turut mempromosikan pariwisata Batam sehingga menarik wisman Timur Tengah meneruskan pelesiran dari Johor berlanjut ke Batam.
“Kami juga akan terus berbenah dan menawarkan ragam atraksi agar wisman Timur Tengah banyak yang datang,” kata Ardi.
Baca Juga: Kunjungan Wisman Turun, Ini Tanggapan Disbudpar Batam
Sebelumnya, Ardi dan rombongan mengikuti trip ke Johor menggunakan kapal feri Dolphin yang mulai melayari Batam menuju Johor. Menurut Ardi, peluncuran trip feri dari Dolphin ini merupakan bagian dari aksesibilitas yang penting bagi pariwisata sehingga menambah pilihan bagi para wisatawan yang akan berkunjung ke Batam. Ia mengaku, Batam saat ini sudah makin sempurna baik dari amenitas, aksesibilitas, hingga atraksinya.
Ia mengatakan, dengan dibukanya akses ini, diharapkan makin memudahkan wisatawan baik dari Batam maupun dari Johor saat berwisata.
“Malaysia merupakan salah satu negara tertinggi menyumbang jumlah kunjungan wisatawan ke Batam, ini jadi peluang yang cukup menjanjikan ke depan,” kata Ardi. (*)
Reporter: YASHINTA

batampos – Direktorat Reserse Kriminal Khusus Kepolisian Daerah (Polda) Kepulauan Riau (Kepri) bersama Polsek Belakangpadang dan Polresta Barelang kembali meringkus 44 orang WN China yang terlibat jaringan love scamming di Kecamatan Belakang Padang, Selasa (6/9).
Diduga ke-44 warga China ini satu komplotan dengan 88 WN China yang diringkus di salah satu gedung 4 lantai di Kawasan Industri Kara, Batam.
Puluhan WNA ini diduga sedang bersembunyi di pulau untuk menghindari petugas. Mereka bersembunyi di dua lokasi yang berbeda yakni Pulau Kasu dan Pulau Bontong.
Baca Juga: Lagi, 42 WN Tiongkok Ditangkap di Pulau Kasu Batam
Di Pulau Kasu misalnya, begitu melihat kedatangan petugas, sejumlah WNA China ini langsung bereaksi. Mereka berhamburan kocar-kacir menyelamatkan diri. Bahkan beberapa diantaranya, lari tunggang langgang ke dalam hutan. Ada juga beberapa orang diantaranya nekat mencebur ke dalam laut.
Setelah diperingatkan, barulah mereka akhirnya menyerah dan keluar dari dalam hutan. Ada juga beberapa orang yang ditarik dari dalam air setelah beberapa kali diberi peringatan petugas.
“Ramai tadi pak, begitu polisi datang, mereka langsung lari ke hutan. Yang gak sempat kabur itu cebur ke laut,” ujar Amron warga sekitar kepada Batam Pos, Rabu (6/9).
Menurutnya, penangkapan warga negara asal China tersebut juga dibantu oleh warga sekitar. Banyak warga yang langsung mengejar sehingga memudahkan polisi untuk menangkap. “Mereka tak bisa bahasa Indonesia, jadi ketika kami tangkap mereka pasrah saja. Ada puluhan orang lah,” tambah Amron.
Baca Juga: Kronologi Buruh di Batam Cekik dan Buang Bayi Hasil Hubungan Gelap
Amron yang merupakan warga sekitar mengaku baru mengetahui ada warga negara asing di wilayahnya. Ia juga menduga kalau warga asing tersebut baru beberapa hari berada di sana.
“Beberapa hari yang lalu saya lewat sana masih sepi, mungkin baru beberapa hari ini mereka tinggal di sana sehingga dilaporkan warga kepada petugas,” tambahnya.
Penangkapan WN China di pulau Bontong juga tidak kalah serunya. Belum lagi petugas turun dari kapal, mereka sudah kocar kacir belarian ke dalam hutan. Ada juga bersembunyi di bawah rumah warga dan bahkan terjatuh ke dalam air karena takut ditangkap polisi.
“Itu ada satu orang pria badannya memar-memar karena jatuh ke air,” ungkap Ali, warga lainnya.
Dikatakan Ali, tak ada perlawanan dari warga China tersebut. Mereka pasrah saat digiring petugas. Proses penangkapan ini berlangsung cepat. Total ada 44 WN China yang ditangkap. (*)
Reporter: Rengga Yuliandra
Dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional 2023, PT PLN Batam terus meningkatkan pelayanan dan kepuasan kepada masyarakat. Melalui berbagai kejutan menarik, PLN Batam memberikan harga spesial tambah daya listrik hanya Rp. 202.300 hingga memberikan apresiasi serta melakukan kunjungan ke beberapa pelanggan.
Direktur Utama PT PLN Batam, Muhammad Irwansyah Putra mengatakan, PLN Batam sebagai Anak Perusahaan PT PLN (Persero) dan bagian dari BUMN di bidang kelistrikan terus berorientasi pada pemenuhan kebutuhan energi masyarakat yang saat ini mencapai 364 ribu an pelanggan.
“Karenanya, pada Hari Pelanggan Nasional 2023 merupakan momen tepat bagi PLN Batam meningkatkan pelayanan dan kepuasan pelanggan, serta yang menjadi bagian penting dalam operasional sehari-hari semua pelanggan,” ujar Irwansyah.
PLN Batam memberikan program harga spesial tambah daya hanya dengan harga Rp202.300 untuk semua golongan tarif listrik hingga 7.700 volt ampere (VA). Melalui promo ‘Gebyar Diskon Tambah Daya Hari Pelanggan Nasional 2023’ ini, pelanggan dapat menikmati harga spesial yang jauh lebih murah dari harga normal.
Selanjutnya, PLN Batam juga memberikan apresiasi kepada pelanggan dengan mengadakan kegiatan kunjungan manajemen ke beberapa pelanggan industri galangan kapal dan pelanggan bisnis.
Kunjungan ini suatu bentuk mempererat hubungan dengan pelanggan yang sudah setia menggunakan listrik PLN Batam, serta mengetahui secara langsung tentang harapan dan masukan pelanggan terhadap layanan PLN Batam.
“Kehadiran kami disini merupakan bentuk apresiasi PLN Batam kepada pelanggan yang telah setia mempercayakan pelayanannya kepada PLN Batam. Kami berkomitmen terus meningkatkan pelayanan demi kepuasan pelanggan,” ujar Irwansyah.
Kunjungan pelanggan ini juga sekaligus untuk mendengarkan suara pelanggan guna peningkatan layanan dan produk PLN Batam.
“Momentum Hari Pelanggan Nasional 2023 ini kita manfaatkan untuk semakin siap menghadapi tantangan dan mempererat keterikatan bersama pelanggan untuk terus tumbuh bersama,” pungkas Irwansyah.
Sementara itu, Ali Ulai, Ketua DPC IPERINDO, Komisaris Utama sekaligus owner PT Citra Shipyard, mengatakan bahwa saat ini layanan yang diberikan PLN Batam sudah bagus dan andal, walaupun dipertengahan tahun memang sempat ada kendala, namun saat ini pasokan listrik PLN Batam sudah aman dan kembali andal.
“Harapan saya kedepan agar PLN Batam terus meningkatkan Pembangunan infrastruktur kelistrikan. Saat ini bandara sedang diperluas, indusri juga berkembang pesat, cadangan daya PLN Batam harus ditambah,” beber Ali.
Sejalan dengan Ali, Yard Manager PT Bahtera Bahari Shipyard, Yonsen Lim juga menambahkan bahwa usaha PLN Batam dalam mendukung energi hujau patut diapresiasi, sebab telah menyediakan Photovoltaic (PV) Rooftop yang memanfaatkan energi baru terbarukan untuk mencapai target Net Zero Emission.
Begitu juga dengan salah satu Top Managemen PT. Karya Teknik Utama, Robin, menyampaikan apresiasi kepada Direksi PT PLN Batam yang turun langsung kelapangan untuk melakukan kunjungan kepada pelanggan, sehingga aspirasi, keluhan maupun masukan untuk perbaikan PLN Batam kedepan bisa secara langsung tersampaikan. “Semoga layanan PLN Batam kedepan semakin baik,” tutup Robin. (*)

batampos – Polsek Seibeduk akan melibatkan psikolog terkait kasus pembunuhan dan pembuangan bayi lelaki yang baru lahir oleh ibu kandungnya di tong sampah belakangan kawasan Panbil Mall beberapa waktu lalu. Psikologi pelaku perlu diketahui untuk melengkapi berkas perkara tersebut.
Ini disampaikan oleh Kapolsek Seibeduk AKP Benny Syahrial mengingat masih banyak keterangan Of yang dianggap janggal. Salah satunya adalah pengakuan pelaku kalau dia baru menyadari hamil saat usia kandungan sudah hampir genap sembilan bulan.
“Jadi untuk lebih pastinya nanti kita libatkan psikolog juga,” kata Benny.
Baca Juga: Di Batam, Seorang Buruh Pabrik Tega Cekik Bayinya Usai Dilahirkan agar Tidak di PHK
Begitu juga dengan motif pembunuhan sang bayi, polisi juga akan terus melengkapi bukti menguat sebab pelaku berdalih takut kehilangan pekerjaannya jika pihak perusahaan mengetahui dia punya anak ataupun berkeluarga.
“Akan kita dalami terus pengakuan pelaku ini karena masih banyak yang janggal juga,” tutur Benny.
Of sendiri saat ini dalam kondisi sehat di tahanan Mapolsek Seibeduk. Kesehatannya terus membaik setelah melahirkan, bahkan masih sempat masuk kerja sehari setelah melahirkan. Hari ketiga baru ia pulang ke kampung halamannya, Ngawi, tanpa izin atau pemberitahuan ke perusahaan.
Seperti diberitakan sebelumnya, warga di kawasan Panbil Mall heboh dengan temuan jasad seorang bayi lelaki yang baru dilahirkan di tong sampah belakang kawasan mall. Yang menemukan bayi tersebut adalah cleaning service yang hendak membuang sampah. Jasad bayi dibalut handuk merah milik pelaku dan dibungkus kantong plastik.
Baca Juga: Diduga Cecoki Miras dan Cabuli Pelajar, Dua Sekawan Dipidanakan
Polsek Seibeduk yang menerima laporan tersebut langsung bertindak. Berdasarkan petunjuk handuk pembungkus dan kantong plastik polisi akhirnya mengetahui ibu sang bayi yakni Of. Of kemudian dilacak dan ternyata sudah berada di kampung halamannya di Jawa Timur.
Of mengaku tega membunuh sang bayi karena panik. Dia kuatir kehilangan pekerjaan jika bayinya diselamatkan. Dia bekap dan cekik sang bayi sesaat setelah melahirkan di kamar mandi.
“Tak sempat ada tangisan dari sang bayi. Begitu lahir langsung dibekap,” ujar Kapolsek. (*)
Reporter: Eusebius Sara

batampos – Apa yang dikhawatirkan badminton lovers Indonesia menjadi kenyataan. Dua wakil ganda putra langsung berguguran di babak pertama China Open.
Jika Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin ditaklukkan wakil tuan rumah Liang Wei Keng/Wang Chang (15-21, 18-21), Fajar Alfian/Rian Ardianto kalah oleh jagoan Denmark Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (19-21, 19-21).
Kekalahan itu terjadi di Changzhou Olympic Sports Centre Xincheng Gymnasium, Changzhou, Selasa (5/9). Praktis, harapan untuk merebut gelar bergantung kepada tiga wakil ganda putra yang tersisa. Ketiganya baru bertanding hari ini (6/9).
Leo begitu menyesalkan kekalahan yang diderita di babak pertama. Sebab, di game pertama dan kedua, pasangan berakronim LeoNil itu sempat unggul. ’’Tapi, kami tidak bisa memaksimalkan itu. Malah terkejar lagi oleh lawan,’’ keluhnya kemarin.
Seharusnya, sambung Leo, di turnamen level super 1000 seperti ini, dia bisa bermain lebih aman. ’’Tadi kami malah terlalu mudah mati. Melawan mereka tidak bisa satu dua kali pukulan langsung poin,’’ ungkapnya.
Hal senada disampaikan Rian. Dia menyesalkan tak bisa memanfaatkan kesempatan saat beberapa kali unggul. ’’Harusnya bola bisa masuk dulu. Tapi, kami malah terburu-buru ingin mendapat poin, jadi nyangkut atau keluar,’’ ucap Rian.
Sebaliknya, Fajar menyebutkan bahwa lawan bermain sangat sabar dan percaya diri. ’’Mau menyerang ataupun bertahan mereka siap. Dibandingkan kami, mereka lebih safe mainnya, terutama di poin-poin kritis,’’ tuturnya.
Padahal, lanjut dia, saat bermain ada beberapa momen bola tanggung. Tapi, lawan masih bisa mengembalikan dengan baik. ’’Itu cukup berpengaruh bagi kami. Karena di pertandingan seperti ini satu poin sangatlah penting,’’ ucapnya.
Faktor nonteknis juga harus menjadi bahan evaluasi. ’’Beberapa kali kalah di babak pertama pasti membuat lawan lebih percaya diri saat bertemu kami. Ini yang harus kami cari solusi secepatnya,’’ ujar Fajar.
Ya, dalam beberapa turnamen terakhir, FajRi –akronim Fajar/Rian– gugur di babak awal. Sebelumnya, mereka juga tersisih di babak 32 besar kejuaraan dunia. Mereka saat itu kalah oleh wakil Taiwan Lee Jhe Huei/Yang Po Hsuan (18-21, 19-21).
Perihal kepercayaan diri yang menghilang, Rian mengaku awalnya susah bermain lepas tanpa memikirkan hal lain. ’’Hanya memang pas di lapangannya kami tidak bisa keluar dari tekanan permainan lawan dan kurang sabar,’’ jelasnya.
Di sisi lain, duo ganda campuran Dejan Ferdinansyah/Gloria E. Widjaja dan Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari bakal menantang unggulan. Mereka kemarin meraih kemenangan di babak pertama.
DeGlo –akronim Dejan/Gloria– menundukkan Yang Po Hsuan/Hu Ling Fang (21-16, 21-14) dan RiPith –sapaan Rinov/Pitha– mengalahkan Chang Ko Chi/Lee Chih Chen (21-19, 16-21, 21-19).
Di babak 16 besar pada Kamis (7/9), DeGlo bakal menghadapi Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong dan RiPith menghadapi Dechapool Puavaranukroh/Sapsiree Teerattanachai. ’’Ya, kami akan kembali bertemu Zheng/Huang di babak kedua. Kemarin di kejuaraan dunia baru ketemu juga. Jadi nanti harus lebih berani saja, nothing to lose,’’ kata Dejan. (*)
Reporter: JPGroup
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, berkesempatan untuk kembali bertemu dengan masyarakat Rempang, Rabu (6/9/2023). Melalui forum berjudul “Dialog Pengembangan Rempang”, kehadiran Muhammad Rudi pun mendapat sambutan hangat dari ratusan masyarakat yang hadir di Harmoni One Hotel, Batam Center.

Rudi yang juga menjabat sebagai Wali Kota Batam mengaku senang dengan kehadiran masyarakat Rempang pada pertemuan ini.
Selain mempererat tali silaturahmi, kata Rudi, forum tersebut sekaligus menjadi kesempatan BP Batam untuk kembali memaparkan rencana pengembangan Kawasan Rempang yang termasuk dalam daftar Program Strategis Nasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Tahun 2023 kepada masyarakat.
Dengan tujuan, masyarakat tak lagi terpengaruh dengan kesimpangsiuran informasi terkait rencana investasi yang akan menyerap 306.000 ribu tenaga kerja hingga tahun 2080 tersebut.
Pasalnya, banyak masyarakat yang telah menerima disinformasi sejak beberapa hari terakhir.
“Saya berterima kasih kepada masyarakat yang sudah bersedia hadir. Masalah tak akan selesai jika tak ada pertemuan seperti ini. Saya tegaskan kepada bapak dan ibu semua bahwa pemerintah tidak akan pernah menyengsarakan masyarakatnya,” ujar Rudi membuka dialog.
BP Batam sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat, lanjut Rudi, berkomitmen untuk melibatkan masyarakat dalam proses pengembangan Kawasan Rempang. Termasuk mengupayakan hak-hak yang akan diperoleh warga yang terdampak pembangunan jika proyek berjalan.
“BP Batam memahami betul kondisi masyarakat Rempang saat ini. Namun, momentum pembangunan dan investasi ini diharapkan mampu membawa masyarakat lebih sejahtera dan maju ke depannya,” tambahnya.
Hak-Hak Masyarakat
Sesuai arahan Menteri Investasi/Kepala BKPM RI, Bahlil Lahadalia, beberapa waktu lalu, BP Batam akan menyiapkan kaveling seluas 500 meter persegi untuk masyarakat yang memiliki rumah di atas Areal Penggunaan Lain (APL) dan bersedia direlokasi ke areal yang telah ditetapkan. Di kaveling tersebut akan dibangun pula rumah dengan tipe 45.
Dengan kriteria warga terdampak sebagai berikut :
“Pemerintah juga akan menyiapkan fasilitas umum, fasilitas sosial, pendidikan, serta prasana lainnya untuk mempermudah aktivitas masyarakat ke depan,” ungkap Rudi lagi.
Dengan nilai investasi yang cukup besar, Rudi optimistis jika pendidikan dan pelatihan khusus yang akan diberikan oleh PT Makmur Elok Graha (MEG) kepada masyarakat apabila proyek berjalan nantinya sangat berguna untuk meningkatkan taraf perekonomian ke depan.
“BP Batam berkomitmen, tak memindahkan tanpa persiapan yang maksimal. Saya berharap, masyarakat bisa maju dan perekonomian lebih baik,” tutup Rudi. (*)
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, berkesempatan untuk kembali bertemu dengan masyarakat Rempang, Rabu (6/9/2023). Melalui forum berjudul “Dialog Pengembangan Rempang”, kehadiran Muhammad Rudi pun mendapat sambutan hangat dari ratusan masyarakat yang hadir di Harmoni One Hotel, Batam Center.

Rudi yang juga menjabat sebagai Wali Kota Batam mengaku senang dengan kehadiran masyarakat Rempang pada pertemuan ini.
Selain mempererat tali silaturahmi, kata Rudi, forum tersebut sekaligus menjadi kesempatan BP Batam untuk kembali memaparkan rencana pengembangan Kawasan Rempang yang termasuk dalam daftar Program Strategis Nasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Tahun 2023 kepada masyarakat.
Dengan tujuan, masyarakat tak lagi terpengaruh dengan kesimpangsiuran informasi terkait rencana investasi yang akan menyerap 306.000 ribu tenaga kerja hingga tahun 2080 tersebut.
Pasalnya, banyak masyarakat yang telah menerima disinformasi sejak beberapa hari terakhir.
“Saya berterima kasih kepada masyarakat yang sudah bersedia hadir. Masalah tak akan selesai jika tak ada pertemuan seperti ini. Saya tegaskan kepada bapak dan ibu semua bahwa pemerintah tidak akan pernah menyengsarakan masyarakatnya,” ujar Rudi membuka dialog.
BP Batam sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat, lanjut Rudi, berkomitmen untuk melibatkan masyarakat dalam proses pengembangan Kawasan Rempang. Termasuk mengupayakan hak-hak yang akan diperoleh warga yang terdampak pembangunan jika proyek berjalan.
“BP Batam memahami betul kondisi masyarakat Rempang saat ini. Namun, momentum pembangunan dan investasi ini diharapkan mampu membawa masyarakat lebih sejahtera dan maju ke depannya,” tambahnya.
Hak-Hak Masyarakat
Sesuai arahan Menteri Investasi/Kepala BKPM RI, Bahlil Lahadalia, beberapa waktu lalu, BP Batam akan menyiapkan kaveling seluas 500 meter persegi untuk masyarakat yang memiliki rumah di atas Areal Penggunaan Lain (APL) dan bersedia direlokasi ke areal yang telah ditetapkan. Di kaveling tersebut akan dibangun pula rumah dengan tipe 45.
Dengan kriteria warga terdampak sebagai berikut :
“Pemerintah juga akan menyiapkan fasilitas umum, fasilitas sosial, pendidikan, serta prasana lainnya untuk mempermudah aktivitas masyarakat ke depan,” ungkap Rudi lagi.
Dengan nilai investasi yang cukup besar, Rudi optimistis jika pendidikan dan pelatihan khusus yang akan diberikan oleh PT Makmur Elok Graha (MEG) kepada masyarakat apabila proyek berjalan nantinya sangat berguna untuk meningkatkan taraf perekonomian ke depan.
“BP Batam berkomitmen, tak memindahkan tanpa persiapan yang maksimal. Saya berharap, masyarakat bisa maju dan perekonomian lebih baik,” tutup Rudi. (*)