Selasa, 12 Mei 2026
Beranda blog Halaman 4937

Kondisi Terkini Pasar Seken Aviari, Semakin Meredup Karena Stok Barang Sulit Didapat

0
Barang Seken Aviari Dalil Harahap2 scaled e1676814293855
Ilustrasi. Warga memilih pakaian seken di Pasar Seken Aviari, Batuaji. F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Pasar seken atau barang bekas yang berada di dekat komplek Pasar Aviari, Kecamatan Batuaji semakin sepi dari waktu ke waktu. Pasar yang pernah jadi ikonnya Batam untuk berburu barang seken kini berada di ujung tanduk.

Kebijakan-kebijakan pembatasan masuknya barang seken serta terpaan pandemi Covid-19 di tahun 2020 hingga 2022 lalu benar-benar membuat pasar tersebut sulit bangkit. Banyak lapak dan kios yang sudah tutup karena tak mampu bertahan.

Beberapa yang masih buka kini hanya bergantung pada sistem penjualan secara online. Harapan akan ramainya pengunjung seperti tempo dulu, sudah pupus sejak pandemi Covid 19 mewabah.

Baca Juga: Terbukti Aniaya Petugas dan Lakukan Pengrusakan, 26 Tersangka, 2 Wajib Lapor, Kasus Demo di Kantor BP Batam

Nori, seorang pedagang pakaian seken menuturkan, ada banyak faktor yang menyebabkan pasar seken Aviari mati suri. Faktor pertama tentunya adalah susahnya mendapatkan pasokan barang seken dari luar negeri karena peraturan pemerintah.
Kemudian empuran teknologi dalam bidang transaksi jual beli online juga menjadi penyumbang terbesar sepinya pasar yang berada di Kelurahan Buliang tersebut.

“Tidak itu saja, sekarang sudah banyak pasar kaget yang memang khusus menjual barang seken seperti ini di sini. Sudah lama memang kami (pedagang) di sini tak berkutik. Paling ya satu dua orang yang datang dalam sehari. Itupun belum tentu membeli, ” ujarnya.

Untuk tetap bertahan dengan usaha yang sudah lama dilakoni, Nori menuturkan pedagang di sana juga harus ikut menjual secara online. Meskipun banyak saingan namun itu cara itu memang harus dilakukan agar tetap bertahan.

Baca Juga: Pernah Jadi Begal dan Cabuli Pelajar SMP, Remaja Putus Sekolah Dibawa ke Meja Hijau

“Tak bisa seperti dulu lagi menunggu orang datang belanja di sini. Mau tak mau harus ikut jualan online,” ujarnya.

Pantauan Batam Pos di lapangan, kondisi pasar barang seken ini sudah sungguh memprihatinkan. Nyaris tak ada pengunjung jika siang hari. Pengunjung baru tampak di sore menjelang malam hari, dan itupun paling warga sekitar Batuaji yang memang mencari barang yang dibutuhkan saat itu juga. Warga yang memang hunting atau berburu barang bekas seperti dulu sudah tak ada lagi. (*)

 

 

Reporter: Eusebius Sara

Gubkepri Prioritaskan Keamanan dan Kenyamanan Wisatawan di Batam

0
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad

batampos– Gubernur Kepri, Ansar Ahmad memastikan jika Provinsi Kepri, khususnya Kota Batam dalam kondisi yang aman, terkendali, kondusif bagi kunjungan wisata. Apakah untuk kunjungan wisatawan nusantara maupun wisatawan mancanegara.

“Insya Allah Kepri terkhusus Batam tetap menjadi kota yang aman dan nyaman untuk berwisata bagi para turis,” ujar Gubernur Ansar, Rabu (13/9/2023) di Tanjungpinang.

Ditegaskannya, Pemerintah Provinsi Kepri bersama Pemko Batam, BP Batam dan seluruh FKPD termasuk petinggi Lembaga Adat Melayu sudah bertemu. Dikatakannya, semua pihak meminta seluruh masyarakat Kepri agar bisa bersama-sama menjaga kondusivitas Kepri, terkhusus Batam, agar aktivitas wisata dan perekonomian tidak terganggu.

“Kita akan memprioritaskan keamanan para wisatawan tentunya, baik lokal maupun mancanegara,” tegas Gubernur.

Kepada seluruh masyarakat, terkhusus penikmat wisata serta para traveler agar tidak ragu-ragu untuk tetap berwisata kKepri. Baik ke Batam, Bintan, Tanjungpinang dan daerah-daerah lain yang ada di Kepri. Adapun menyangkut beredarnya isu yang mengatakan Batam dan Kepri sedang tidak aman dan menghimbau agar para wisatawan tidak berkunjung dulu untuk sementara waktu ke Kepri terkhusus Batam.

Menurut Gubernur hal tersebut merupakan hanya sebatas isu. Terkait isu seperti itu, Ansar meminta agar para aparat penegak hukum seperti Kepolisian, TNI serta BIN Kepri melakukan penelusuran.

BACA JUGA: Banyak Spot Foto Menarik di Wisata Alam Busung Kencana, Wisatawan Bisa Main sepeda Air Sambil Menikmati Sunset

“Sehingga informasi-informasi seperti itu tidak sampai menyebar lebih luas lagi. Serta menindak pelakunya.Isu Batam tidak aman untuk wisatawan itu tidak benar,” tegasnya.

Lebih lanjut katanya, jika isunya seperti itu, artinya itu provokatif. Sementara sehari sebelumnya semua sudah sepakat untuk tidak langsung percaya dengan berbagai bentuk isu yang bersifat seperti itu. “Sekali lagi kita pastikan, Batam dan Kepri ini aman dan kondusif untuk siapapun,” pungkasnya.

Sementara itu, Legislator Komisi II DPRD Provinsi Kepri, Rudy Chua mengatakan, sampai saat ini Pemerintah Singapura belum ada mengeluarkan red notice terkait peristiwa yang terjadi di Batam. Menurut politisi Hanura ini, Batam memang selalu menjadi perhatian serius Singapura.

“Sekecil apapun peristiwa yang terjadi di Batam, seperti demontrasi kemarin, informasinya akan sangat cepat menyebar ke Singapura,” ujar Rudy Chua.

Ditegaskannya, aksi unjuk rasa atas penolakan relokasi masyarakat Pulau Rempang akan sangat memberikan pengaruh bagi aktivitas wisata. Karena masalah tersebut akan membuat masyarakat Singapura yang akan berkunjung ke Batam menjadi was-was.

“Memang Pemerintahnya tidak ada mengeluarkan amaran atau maklumat apapun. Namun pesan berantai, sudah pasti menyebar,” jelasnya. (*)

reporter: jailani

PPATK Temukan Lagi 7.500 Transkasi Mencurigakan Judi Online

0
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

batampos – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sedang memantau dugaan transaksi keuangan mencurigakan terkait jaringan judi online. Fokus pada Bandar-bandar besar yang sebagai penerima akhir dari perputaran duit taruhan itu bernilai triliunan itu. Diprediksi transaksi tahun ini, bakal lebih besar dibanding 2022.

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan, pihaknya telah menerima lebih dari 7.500 laporan transaksi mencurigakan judi online pada 1 Januari-30 Agustus. Saat laporan-laporan tersebut sedang dipetakan jaringan mana saja yang terlibat. ” Dugaan sementara transaksi bisa lebih besar dibandingkan 2022,” jelasnya kepada Jawa Pos kemarin.

Tahun ini PPATK akan terus fokus dalam menguak labirin jaringan judi online itu. Jaringan-jaringan yang beroperasi di Indonesia akan ditelusur sampai ke bandar besar. Atau mereka yang menerima manfaat akhir dari duit taruhan ini.”Dan hasil analisis tersebut nantinya akan kami sampaikan ke aparat penegak hukum,” tuturnya.

Sebelumnya, PPATK telah menelisik perputaran judi online pada 2017-2022. Dan dari menganalisis 887 pihak yang merupakan para bandar judi online, pihaknya menemukan perputaran uang fantastis. Yakni sebanyak 190 triliun dalam 156 juta transaksi dalam rentang lima tahun tersebut.

Tak hanya itu, putaran uang triliunan itu juga melibatkan penjudi kecil. Yang aktivitasnya bertaruh di bawah Rp 100 ribu. Mereka adalah para pelajar, mahasiswa, buruh, petani, hingga ibu rumah tangga. Judi kecil-kecilan tercatat dilakukan oleh 2,1 juta orang.

Menteri Kominfo Budi Arie Setiadi menegaskan segala bentuk perjudian di Indonesia adalah aktivitas illegal dan melanggar hukum. Termasuk perjudian yang dibuka secara online. Untuk itu dia akan terus berjuang keras untuk menutup website maupun aplikasi judi online.

’’Saya dapat laporan jumlah website maupun aplikasi (judi online) turun drastis,’’ katanya. Dia mengakui ketika satu website ditutup, akan muncul website berikutnya. Untuk itu Kementerian Kominfo akan terus menutup setiap ada website yang menjalankan layanan perjudian secara online.

Dia mengakui bahwa judi online sudah masuk sebagai extra ordinary crime. Sehingga perlu upaya keras dan kerjasama lintas instansi untuk memberantasnya. Budi menuturkan kepolisian tetap berada di garda terdepan untuk memberatas perjudian. Sementara Kementeran Kominfo lebih ke pengawasan platform atau website perjudian.

Budi juga menyampaikan tantangan pemberantasan judi online itu adalah sifatnya yang boderless atau kejahatan lintas batas negara. ’’Mereka itu tidak terikat kewarganegaraan,’’ katanya. Meskipun ada yang menyebut banyak dioperasikan dari negara di kawasan Asia Tenggara seperti Filipina dan Kamboja. Kejahatan lintas negara, apalagi dilakukan secara online perlu usaha ekstra untuk memberantasnya. (*)

Reporter: JP Group

Fasilitas Pendukung Siap, Hunian Sementara Siap Sambut Warga Rempang

0
rusunawa pemko batam
Kondisi Rusunawa Pemko Batam yang berada di Tanjunguncang, Batuaji. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Persiapan relokasi warga Rempang sudah berjalan dan hampir dimulai. Warga yang direlokasi untuk sementara akan menempati tiga rumah susun (rusun) yang sudah disiapkan pemerintah.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batam, Rudi Panjaitan mengatakan warga Rempang dijamin keberlangsungan hidup mereka.

Penyediaan fasilitas seperti listrik dan air sudah terpenuhi. Rusun yang disediakan untuk menampung warga Rempang tidak ada masalah dan dipastikan kenyamanan warga terjamin.

Baca Juga: Taba Iskandar Mau Serahkan Lahan di Rempang ke Negara

“Kami sudah cek semua fasilitas, layak, dan siap untuk ditinggali. Kami juga memberikan kesempatan kepada yang lansia untuk memilih tempat tinggal sendiri, jika tidak mampu menapaki tangga rusun,” jelasnya, Rabu (13/9).

Selain rusun, juga ada rumah tapak yang siap disewakan untuk mereka yang masuk kriteria prioritas, misalnya lansia dan ibu hamil. Mereka dengan kondisi tertentu ini akan diprioritaskan untuk menduduki rumah tapak.

“Jumlahnya memang tak sebanyak rusun, karena hanya untuk mereka dengan kondisi khusus, dan itu juga sudah kami data. Intinya untuk hunian warga terdampak relokasi tidak ada masalah,” ujarnya.

Rudi menambahkan, saat ini tengah mematangkan rencana relokasi warga. Termasuk fasilitas pendidikan dan transportasi anak didik nantinya.

“Kami masih rapat, namun secara keseluruhan tidak ada masalah,” imbuhnya.

Baca Juga: Marak Uang Mutilasi, Warga Diminta Waspada

Kepala BP Batam Muhammad Rudi mengatakan selain rusun, pihaknya juga akan menyewa rumah tapak yang dekat dengan tempat relokasi warga Rempang, khusus bagi warga yang tidak mampu, dan kondisinya untuk tinggal di rusun.

“Ada rumah tipe 36, dan tipe 45 kami akan sewa semua. Tapi jumlahnya tidak banyak ya, karena memang kami fokuskan untuk memfungsikan rusun,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan biaya sewa rumah Rp1,2 juta. Di luar itu ada juga biaya hidup selama proses menunggu pembangunan rampung Rp1,2 juta per jiwa.

“Jadi kami berupaya untuk memenuhi kehidupan warga Rempang. Bukan berarti kami tidak memperhitungkan dan mengkaji kebutuhan mereka yang menjadi korban relokasi,” ungkapnya.

Baca Juga: Docking KM Kelud hingga 22 September, Masyarakat Berharap Ada Kapal Pengganti

Pembangunan akan dilakukan bertahap. Untuk itu, ia mengimbau kepada warga Rempang untuk segera mendaftarkan untuk mendapatkan lokasi hunian baru yang sebentar lagi akan dikerjakan.

“HPL-nya pekan ini selesai. Sertifikat juga sudah langsung jadi nanti. Jadi siapa cepat, dia dapat,” tutupnya. (*)

 

 

Reporter : YULITAVIA

Peserta BPJS Kesehatan di Bintan Capai 93, 69 persen

0
Sekda Bintan, Ronny Kartika

batampos– Kepesertaan program jaminan kesehatan nasional (JKN) BPJS Kesehatan di Kabupaten Bintan mencapai sekira 93, 69 persen atau sekira 160.886 jiwa. Jumlah ini berdasarkan data BPJS Kesehatan Tanjungpinang.

Sekda Bintan, Ronny Kartika menyampaikan, jumlah peserta JKN BPJS Kesehatan di Bintan mencapai sekira 160.886 jiwa atau sekira 93, 69 persen dari jumlah penduduk Bintan.

Per September 2023, kata dia, jumlah penduduk Bintan tercatat sekira 171.730 jiwa.

BACA JUGA: Supir Angkot di Tanjungpinang Akan Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Dia mengatakan, Jumlah kepesertaan JKN BPJS Kesehatan tersebut bukan hanya kepesertaan yang dibiayai oleh pemerintah, melainkan ada juga kepesertaan yang dibiayai swasta dan mandiri.

Menurut dia, presentase ini sudah mendekati target jika merujuk pada Universal Health Coverage (UHC).

Dimana, target cangkupan kepesertaan UHC sekira 95 persen pada tahun 2023 atau minimal terdaftar sekira 163.144 jiwa.

“Masih selisih 2.258 jiwa dari jumlah peserta JKN BPJS Kesehatan Bintan per September saat ini telah mencapai sekira 160.886 jiwa,” kata dia.

Masih menurut dia, tingginya angka kepesertaan JKN BPJS kesehatan di Bintan, salah satu faktornya karena pemerintah daerah terus mendorong masyarakat agar terlindungi BPJS Kesehatan.

“Pemerintah daerah juga mengalokasikan anggaran dengan memberikan jaminan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu,” tukasnya. (*)

reporter: slamet

Murtad dan Poligami Jadi Penyebab Perceraian di Batam

0
Ilustrasi cerai
Ilustrasi. Foto: JawaPos.com

batampos – Angka perceraian di Batam tergolong masih tinggi. Namun begitu ada fenomena baru yang menjadi pemicunya, yakni poligami dan murtad atau keluar dari Islam.

Berdasarkan data Pengadilan Agama Kota Batam mencatat sepanjang tahun 2023 ini sebanyak 10 perceraian disebabkan oleh salah satu pasangannya murtad, atau meninggalkan atau keluar dari agama Islam dan memeluk agama lain. Sedangkan empat kasus perceraian lainnya disebabkan karena poligami.

Seperti diketahui dalam antropologi sosial, poligami merupakan praktik pernikahan kepada lebih dari satu istri.

Baca Juga: Marak Uang Mutilasi, Warga Diminta Waspada

“Murtad dan poligami menduduki peringkat ketiga dan kelima setelah pertengkaran terus menerus dan meninggalkan salah satu pihak yang menjadi penyebab perceraian tertinggi di Batam,” ujar Humas Pengadilan Agama Batam Azizon, Selasa (13/9).

Meskipun kata Azizon, jumlahnya tidak sebanyak penyebab perceraian karena pertengkaran terus menerus yang mencapai 880 kasus dan meninggalkan salah satu pihak sebanyak 73 kasus.

Ditambahkan Azizon, sebagian besar istri yang mengajukan perceraian dan menolak dipoligami karena merasa mandiri secara ekonomi. Mereka rela melepaskan ikatan perkawinan dan mempersilakan suami menikah lagi dengan perempuan lain.

“Alasannya seperti itu, karena sudah mapan dan mempersilakan suaminya menikah lagi,” ungkap Azizon.

Baca Juga: Kapolresta Barelang Sebut Massa Anarkis di Batam Ditunggangi Provokator

Seperti diketahui, ada seribuan ibu rumah tangga menggugat cerai suaminya selama Januari hingga Agustus 2023. Selain keempat alasan ini ada juga menggugat cerai karena alasan ekonomi, dihukum penjara, mabuk dan lain-lainnya.

Menurutnya, banyak suami yang tidak menafkahi istrinya sehingga terjadi perselisihan dan pertengkaran terus menerus. Kemudian berujung istri menggugat cerai ke pengadilan agama.

“Untuk kasus perceraian tertinggi terjadi di bulan Juni yakni sebanyak 205 kasus,” tambahnya.

Azizon menambahkan, usulan cerai baik yang didaftarkan istri maupun suami maupun di pengadilan agama tidak selamanya dikabulkan hakim. Namun, terlebih dulu dilakukan mediasi antara kedua belah pihak dan bermusyawarah hingga mufakat.

“Tetapi jika pihak penggugat tetap mempertahankan tujuannya dan hubungan rumah tangga sulit dipertahankan, maka pengadilan agama akan mengabulkan gugatan itu,” ujarnya.

Sementara kelompok usia yang paling banyak melakukan perceraian di Batam adalah usia muda yakni berusia 25 tahun hingga 40 tahun. Rata-rata mereka yang mengajukan perceraian ini memiliki usia pernikahan 5 sampai 15 tahun. (*)

 

Reporter: Rengga Yuliandra

BP Batam Hadiri RDP DPR RI, Bahas Pengembangan Rempang Eco-City

0

 

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menghadiri Rapat Dengar Pendapat Komisi VI DPR RI pada hari Rabu (13/9/2023), di Gedung Nusantara 1 DPR RI, Jakarta. Kegiatan ini dilaksanakan khusus untuk membahas Penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) BP Batam Tahun Anggaran 2024 sesuai Hasil Pembahasan Badan Anggaran DPR RI dan usulan tambahan anggaran untuk Pengembangan Kawasan Rempang Eco-City yang dilaksanakan mulai tahun 2024.

Rapat tersebut dibuka oleh dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Nasional Demokrat, Martin Manurung.

Hadir dalam pertemuan, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, didampingi oleh Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto; Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan, Wahjoe Triwidijo Koentjoro; dan Anggota Bidang Pengusahaan, Wan Darussalam.

Tidak hanya BP Batam, sejumlah instansi mitra Komisi VI DPR RI juga turut hadir, antara lain Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS), Badan Standardisasi Negara (BSN), dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Pada kesempatan tersebut, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi menyampaikan target penerimaan TA. 2024 BP Batam ditetapkan sebesar Rp2,66 triliun atau lebih tinggi 24,10 persen dari target TA. 2023.

rdp komisi 6Usulan tambahan anggaran tersebut akan dimaksimalkan untuk pembangunan infrastruktur berupa Instalasi Penyediaan Air Minum (IPA), jalan, dan kepelabuhanan.

Tidak hanya itu, penambahan anggaran tersebut juga akan mengakomodir pengembangan kawasan Rempang Eco-City sebagai upaya untuk mendukung terlaksananya Proyek Strategis Nasional (PSN) yang akan menjadi salah satu kunci keberhasilan pengembangan investasi dan perekonomian di Indonesia, khususnya di Batam.

“Pengembangan ini akan kami laksanakan secara maksimal karena BP Batam yakin dampak ekonomi yang akan diperoleh nantinya sangat signifikan. Dengan total nilai investasi utama lebih dari Rp380 triliun, proyek ini akan menyerap tenaga kerja lebih dari 300 ribu orang,” ujarnya optimis.

Adapun usulan penambahan anggaran tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan sebagai berikut:

  1. Pembangunan Jalan Akses menuju tempat Relokasi dan Infrastruktur Dasar
  2. Pembangunan Fasum, Fasos dan Aset Pemerintah di wilayah Relokasi
  3. Pembangunan Dermaga

Penerimaan Dari Sewa Lahan Dikembalikan Utuh Lewat Pembangunan Infrastruktur

Muhammad Rudi juga menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait pelaksanaan relokasi tersebut. Ia menegaskan komitmennya untuk memberikan penyelesaian terbaik untuk warga Rempang.

Secara gamblang Muhammad Rudi menjelaskan, penerimaan BP Batam dari hasil sewa lahan oleh pengembang akan digunakan sepenuhnya untuk pembangunan infrastruktur di area relokasi.

“Dari perhitungan kami, dalam setahun, penerimaan sewa lahan dari investasi yang diterima sebesar Rp1,4 triliun. Kemudian biaya yang akan digunakan untuk pembangunan relokasi lebih kurang Rp1,6 triliun. Ini akan kami habiskan untuk membangun infrastruktur demi mendukung kegiatan masyarakat di sana,” ungkapnya.

Muhammad Rudi juga telah menyiapkan jadwal sosialisasi lanjutan bersama menteri terkait kepada warga Rempang.

“Kami akan berusaha bagaimana investasi bisa masuk dan kebutuhan masyarakat Rempang dan Galang dapat diakomodir dengan baik,” pungkasnya.

Seperti yang diketahui, proyek pengembangan Rempang Eco-City masuk dalam daftar Program Strategis Nasional tahun 2023.

Hal tersebut telah tertuang dalam Permenko Bidang Perekonomian RI Nomor 7 Tahun 2023 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perubahan Daftar Proyek Strategis Nasional.

Pemerintah pusat melalui kerja sama antara BP Batam dan PT Makmur Elok Graha (MEG) akan menghadirkan investor dengan jumlah investasi mencapai Rp 381 triliun hingga tahun 2080.

 

Komisi VI DPR RI Dukung Penyelesaian Relokasi Warga Rempang

Komisi VI DPR RI menyatakan sepakat untuk menyetujui alokasi anggaran BP Batam TA. 2024 sebesar Rp2,66 triliun.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Nasional Demokrat, Martin Manurung, di akhir pertemuan.

Ia juga mengimbau BP Batam agar terus menjalin komunikasi kepada masyarakat terkait permasalahan di Pulau Rempang

Mewakili seluruh anggota Komisi VI DPR RI, Martin juga menyatakan dukungannya kepada BP Batam untuk menyelesaikan proses relokasi warga Pulau Rempang dengan baik.

“Kami tentu mendukung upaya BP Batam agar terus melanjutkan sosialisasi dan komunikasi dengan warga sehingga suasana di Batam menjadi lebih kondusif,” tutup Martin.

(rud/rilis)

BP Batam Hadiri RDP DPR RI, Bahas Pengembangan Rempang Eco-City

0

 

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menghadiri Rapat Dengar Pendapat Komisi VI DPR RI pada hari Rabu (13/9/2023), di Gedung Nusantara 1 DPR RI, Jakarta. Kegiatan ini dilaksanakan khusus untuk membahas Penyesuaian Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) BP Batam Tahun Anggaran 2024 sesuai Hasil Pembahasan Badan Anggaran DPR RI dan usulan tambahan anggaran untuk Pengembangan Kawasan Rempang Eco-City yang dilaksanakan mulai tahun 2024.

Rapat tersebut dibuka oleh dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Nasional Demokrat, Martin Manurung.

Hadir dalam pertemuan, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, didampingi oleh Wakil Kepala BP Batam, Purwiyanto; Anggota Bidang Administrasi dan Keuangan, Wahjoe Triwidijo Koentjoro; dan Anggota Bidang Pengusahaan, Wan Darussalam.

Tidak hanya BP Batam, sejumlah instansi mitra Komisi VI DPR RI juga turut hadir, antara lain Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS), Badan Standardisasi Negara (BSN), dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Pada kesempatan tersebut, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi menyampaikan target penerimaan TA. 2024 BP Batam ditetapkan sebesar Rp2,66 triliun atau lebih tinggi 24,10 persen dari target TA. 2023.

rdp komisi 6Usulan tambahan anggaran tersebut akan dimaksimalkan untuk pembangunan infrastruktur berupa Instalasi Penyediaan Air Minum (IPA), jalan, dan kepelabuhanan.

Tidak hanya itu, penambahan anggaran tersebut juga akan mengakomodir pengembangan kawasan Rempang Eco-City sebagai upaya untuk mendukung terlaksananya Proyek Strategis Nasional (PSN) yang akan menjadi salah satu kunci keberhasilan pengembangan investasi dan perekonomian di Indonesia, khususnya di Batam.

“Pengembangan ini akan kami laksanakan secara maksimal karena BP Batam yakin dampak ekonomi yang akan diperoleh nantinya sangat signifikan. Dengan total nilai investasi utama lebih dari Rp380 triliun, proyek ini akan menyerap tenaga kerja lebih dari 300 ribu orang,” ujarnya optimis.

Adapun usulan penambahan anggaran tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan sebagai berikut:

  1. Pembangunan Jalan Akses menuju tempat Relokasi dan Infrastruktur Dasar
  2. Pembangunan Fasum, Fasos dan Aset Pemerintah di wilayah Relokasi
  3. Pembangunan Dermaga

Penerimaan Dari Sewa Lahan Dikembalikan Utuh Lewat Pembangunan Infrastruktur

Muhammad Rudi juga menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait pelaksanaan relokasi tersebut. Ia menegaskan komitmennya untuk memberikan penyelesaian terbaik untuk warga Rempang.

Secara gamblang Muhammad Rudi menjelaskan, penerimaan BP Batam dari hasil sewa lahan oleh pengembang akan digunakan sepenuhnya untuk pembangunan infrastruktur di area relokasi.

“Dari perhitungan kami, dalam setahun, penerimaan sewa lahan dari investasi yang diterima sebesar Rp1,4 triliun. Kemudian biaya yang akan digunakan untuk pembangunan relokasi lebih kurang Rp1,6 triliun. Ini akan kami habiskan untuk membangun infrastruktur demi mendukung kegiatan masyarakat di sana,” ungkapnya.

Muhammad Rudi juga telah menyiapkan jadwal sosialisasi lanjutan bersama menteri terkait kepada warga Rempang.

“Kami akan berusaha bagaimana investasi bisa masuk dan kebutuhan masyarakat Rempang dan Galang dapat diakomodir dengan baik,” pungkasnya.

Seperti yang diketahui, proyek pengembangan Rempang Eco-City masuk dalam daftar Program Strategis Nasional tahun 2023.

Hal tersebut telah tertuang dalam Permenko Bidang Perekonomian RI Nomor 7 Tahun 2023 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perubahan Daftar Proyek Strategis Nasional.

Pemerintah pusat melalui kerja sama antara BP Batam dan PT Makmur Elok Graha (MEG) akan menghadirkan investor dengan jumlah investasi mencapai Rp 381 triliun hingga tahun 2080.

 

Komisi VI DPR RI Dukung Penyelesaian Relokasi Warga Rempang

Komisi VI DPR RI menyatakan sepakat untuk menyetujui alokasi anggaran BP Batam TA. 2024 sebesar Rp2,66 triliun.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Nasional Demokrat, Martin Manurung, di akhir pertemuan.

Ia juga mengimbau BP Batam agar terus menjalin komunikasi kepada masyarakat terkait permasalahan di Pulau Rempang

Mewakili seluruh anggota Komisi VI DPR RI, Martin juga menyatakan dukungannya kepada BP Batam untuk menyelesaikan proses relokasi warga Pulau Rempang dengan baik.

“Kami tentu mendukung upaya BP Batam agar terus melanjutkan sosialisasi dan komunikasi dengan warga sehingga suasana di Batam menjadi lebih kondusif,” tutup Martin.

(rud/rilis)

Lukas Dituntut 10,5 Tahun dan Uang Ganti Rp 47,8 Miliar

0
Terdakwa kasus dugaan suap dan gratifikasi Gubernur nonaktif Papua Lukas Enembe bersiap mengikuti sidang di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (13/9/2023). Jaksa penuntut umum (JPU) KPK menuntut Lukas Enembe dengan hukuman 10 tahun dan enam bulan penjara, denda Rp1 miliar subsider enam bulan kurungan dalam kasus suap proyek pembangunan infrastruktur di Provinsi Papua. senilai Rp46,8 miliar, selain itu jaksa penuntut umum menjatuhkan pidana tambahan pada terdakwa untuk membayar uang pengganti Rp47,8 miliar. (FEDRIK TARIGAN/ JAWA POS)

batampos – Jaksa Penutut Umum (JPU) KPK menuntut Lukas Enembe hukuman 10 tahun enam bulan dan denda Rp 1 Miliar. Itu setelah dia terbukti menerima suap dan gratifikasi untuk memuluskan proyek di Papua yang dilakukan oleh dua tim pemenangkan kampanye yang memenangkan Lukas dua periode. Lukas juga dikenakan tambahan pengembalian kerugian negara sebesar Rp 47,8 miliar.

JPU pada KPK Wawan Yunarwanto mengatakan, terdakwa telah terbukti dan sah telah melanggar pasal 12 huruf a dan huruf B besar Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001. Junto pasal 55 dan 65 ayat 1 ke-1 KUHP. Dakwaan kedua, Lukas telah elanggar pasal 12 B di UU Nomor 31 Tahun 1999.

Dengan jerat itu, Lukas dituntut hukuman pidana 10 tahun enam bulan dan denda Rp 1 miliar, subsider kurungan pengganti enam bulan. Lukas juga dikenakan pidana tambahan mengembalikan uang pengganti sebesar Rp 47,8 miliar. Dan harus dikembalikan selambat-lambatnya satu bulan setelah putusan pengadilan. “Jika dalam jangka waktu tersebut terdakwa tidak membayar uang pengganti, maka harta bendanya disita,” jelasnya

Sebelum membacakan tuntutan, Jaksa menyebut ada hal-hal memberatkan tuntunan gubernur nonaktif Papua itu. Di antaranya, terdakwa berbelit-belit dalam memberikan keterangan selama persidangan. Lukas juga dinilai tidak sopan dengan mengumpat dan membanting mikrofon saat persidangan.

Sementara yang meringankan, Lukas belum pernah dihukum dan memiliki keluarga. Sanksi lain yang membututinya adalah tidak diperbolehkan mengingkuti kontestasi sebagai pejabat publik selama lima tahun.

Selama persidangan Lukas hanya mengucapkan dua hal. Pertama, di tengah persidangan, dirinya ingin ke kamar mandi. Dan di akhir, setelah JPU membacakan tuntutannya, dia menyanggah singkat. “Keberatan,” pekiknya.

Kuasa Hukum Lukas, Oce Kaligis usai persidangan mengatakan, pihaknya akan segera membuat nota pembelaan atas tuntutan tim jaksa KPK. “Nanti kami bikin pembelaan,” ucap Oc Kaligis.

Pengacara senior itu menilai Jaksa dalam pembacaannya, juga hanya sekadar copy paste dari dakwaan saja. Padahal, seharusnya, dalam memberikan tuntutan harus didasarkan pada keterangan dan bukti selama persidangan. (*)

Reporter: JP Group

Kabur Ke Tanjungpinang, 4 Pendemo di Kantor BP Batam Ditangkap Polisi

0
Demo Rempang Galang 5 F Cecep Mulyana scaled e1694486433804
Ribuan masyarakat melakukan demo di kantor BP Batam, Senin (11/9). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos– Unit Jatanras Polresta Tanjungpinang mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam kericuhan demo tolak relokasi warga Rempang.

Setelah kericuhan demo di BP Batam, empat orang tersebut kemudian kabur ke Tanjungpinang. Mereka ditangkap saat berada di Jalan Ganet Tanjungpinang, Selasa (12/9).

Empat orang berinisial MT, AW, AL dan AK tersebut, berasal dari Kalimantan Barat. Mereka tergabung dalam Aliansi Satria Borneo.

BACA JUGA: Terbukti Aniaya Petugas dan Lakukan Pengrusakan, 26 Tersangka, 2 Wajib Lapor, Kasus Demo di Kantor BP Batam

“Ya kita ada amankan 4 orang simpatisan aksi kerusuhan demo di BP Batam. Kami serahkan ke Polresta Barelang,” kata Kanit Jatanras Ipda Freddy Simanjuntak.

Saat ini, kata Freddy, pihaknya belum dapat memastikan terkait keterlibatan empat orang tersebut pada kericuhan demo tolak relokasi warga Rempang di BP Batam.

“Terkait status 4 orang tersebut, biar Polresta Batam yang tentukan. Kami hanya membantu mengamankan mereka yang kabur ke Tanjungpinang,” jelasnya. (*)

reporter: yusnadi