Selasa, 12 Mei 2026
Beranda blog Halaman 4936

Nikah Massal, Pasangan Termuda Usia 19 Tahun, Tertua Usia 56 Tahun

0

 

batampos – Sebanyak 8 pasang warga Tanjungpinang ikuti nikah massal yang diadakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Tanjungpinang.

Foto : Peri Irawan/Batam Pos
Sebanyak 8 pasangan ikuti nikah masal di Asrama Haji, Tanjungpinang, Rabu (13/9/2023)

Kepala DP3APM Kota Tanjungpinang, Rustam mengatakan nikah masal 2023 ini diikuti 8 pasangan yang berasal dari tiga kecamatan. 3 pasang dari Kecamatan Bukit Bestari, 1 pasang dari Kecamatan Tanjungpinang Kota dan 4 pasang dari Tanjungpinang Timur

Nikah massal ini, kata Rustam diikuti oleh pasangan termuda dengan usia 19 tahun dan usia paling tua 56 tahun.

“Awalnya ada 13 pasang yang mendaftar, namun hanya 8 pasang yang dapat mengikuti berdasarkan hasil verifikasi ,” kata Rustam, di Asrama Haji Tanjungpinang, Rabu (13/9).

Sekarang karena keterbatasan biaya permasalahan ekonomi serta persoalan administrasi yang tidak dapat dilengkapi calon pengantin sebagai syarat mengikuti nikah secara hukum negara, membuat banyak pasangan yang memilih untuk menikah siri.

“Memang sah menurut agama islam, tapi sayangnya tidak mendapat pencatatan nikah di KUA dan tidak mendapat legalitas buku nikah dari pemerintah,” ujarnya.

Dengan nikah siri itu, dikatakan Rustam status keluarga menjadi tidak jelas dah hak untuk hidup layak juga terabaikan.

Di sisi lain, ada masyarakat yang sudah menikah namaun terdapat syarat rukun nikah yang belum terpenuhi, ada juga persoalan lain yang harus diisbatkan untuk mendapat keabsahan.

“Semoga dengan nikah masal ini dapat meringankan masyarakat yang ekonominya lemah untuk mendapat legalitas hukum, diakui secara agama dan negara,” ungkap Rustam. (*)

 

Reporter : Peri Irawan

Warga Serbu Beras SPHP di Pasar Murah

0

 

batampos – Warga serbu beras SPHP yang disediakan Badan Urusan Logistik (Bulog) Tanjungpinang di Pasar Murah yang digelar Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin). Tingginya minat masyarakat membeli beras medium ini, lantaran harga yang ditetapkan juga lebih murah.

Foto : Peri Irawan/Batam Pos
Warga datangi stand Bulog pada pasar murah di sentra IKM Tengku Mandak, Rabu (13/9/2023).

Untuk 1 sak beras kemasan 5 Kilogram (Kg) yang biasanya ditetapkan pedagang pada Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 57.500, kali ini hanya dijual Rp 53 ribu.

Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Tanjungpinang, mengatakan Meizarani menjelaskan minat masyarakat untuk membeli beras SPHP itu cukup tinggi. Dalam kegiatan itu pihaknya menyediakan 2 ton untuk dibeli secara bebas oleh masyarakat.

“Hari ini kami bawa 2 ton beras SPHP dan 500 Kg beras premium, hingga pukul 9.30 pagi ini sudah terjual 1 ton lebih,” kata Meizarani saat diwawancara, Rabu (13/9).

Disampaikan Meizarani, sejak pasar murah ini dibuka warga berebutan dan terus datang ke stand Bulog Tanjungpinang untuk membeli beras itu karena harganya memang dibawah HET.

“Kita memang jual dibawah HET, kalau pedagang jualnya di angka HET itu, lumayan hemat beli di sini,” ujarnya.

Dari pemantauanya, pembeli yang datang banyak yang membeli sampai 5 sak, bahkan ada juga yang membeli sampai 10 sak.

Dalam kegiatan yang akan berlangsung selama dua hari itu, pihak Bulog juga tidak membatasi pembelian oleh masyarakat.

“Tidak kita batasi, besok kita siapkan lagi 2 ton,” ucapnya.

Salah seorang pembeli, Lisa mengaku sengaja membeli 2 sak beras SPHP untuk kebutuhan 1 bulan ke depan.

“Lumayan dapat murah, kalau beli beras di luar sekarang ini harganya lagi naik,” ucapnya. (*)

 

 

 

Reporter : Peri Irawan

Sudah Dilamar Namun Batal Menikah, Maria Selena Sudah Move On dan Lebih Bahagia

0
Maria Selena (Instagram @mariaselena_)

batampos – Kisah asmara Puteri Indonesia 2011 Maria Selena yang kini berusia 32 tahun tidak semulus perjalanan kariernya. Dia harus mengalami peristiwa pahit saat selangkah lagi menuju pelaminan. Hubungan dengan pilot bule bernama Maui kandas dua tahun lalu.

Padahal, keduanya sudah merencanakan pernikahan setelah melangsungkan lamaran dua tahun sebelumnya. Namun, Maria tak mau menganggap momen tersebut adalah kegagalan. Melainkan sebuah pengalihan.

’’Itu redirection. Arahnya dialihkan ke yang lebih baik. Aku nggak sebut gagal. Kalau dalam pertandingan, kalah bukan berarti gagal,’’ kata Maria saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (11/9).

Baca juga:Film Baru Song Joong-ki, Hopeless Rilis Bulan Oktober

Tahun demi tahun berlalu, model dan presenter itu mengaku sudah menerima kondisinya dengan lapang dada. Dia mengaku sudah bangkit dan tidak lagi ingin mengungkit, apalagi mempermasalahkan segala yang terjadi di masa lalu. ’’Ya, aku sudah ikhlas. Sudah move on banget,” tuturnya.

Maria mengklaim bahwa kondisinya saat ini jauh lebih baik ketimbang sebelumnya. Aktris berusia 32 tahun itu tengah menikmati kehidupannya sehingga tidak ada waktu untuk merenungi kejadian tersebut. ’’Kata siapa aku galau? Aku nggak galau. Aku justru lagi lebih bahagia sekarang,” tegas Maria. (*)

Reporter: jp group

Imigrasi Karimun Amankan 7 WNA Asal China

0

 

batampos – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Balai Karimun, Rabu (13/9) menggelar jumpa pers pengamanan 7 Warga Negara Asing (WNA) yang berasal dari China di salah satu hotel di Karimun, Jumat (8/9).

foto: Tri Haryono / Batam Pos

Kepala Sub Seksi Intelijen Keimigrasian Ikhwan Izzan mewakili Kepala kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Balai Karimun Zulmanur Arif mengatakan, setelah pihaknya berkoordinasi dengan kepala kantor langsung melakukan pencarian keberadaan WNA dan melakukan pemeriksaan keimigrasian terkait dokumen perjalanan (Paspor) dan izin tinggal orang asing tersebut.

“Ke 7 WNA tersebut, ketika kita mintai keterangan tidak dapat menunjukkan dan menyerahkan dokumen perjalanan berupa paspor maupun izin tinggal kepada petugas,” terangnya.

Sedangkan, kronologis berawal dari laporan masyarakat mengenai keberadaan orang asing yang masuk ke Tanjung Balai Karimun yang bukan melalui Pelabuhan Internasional melainkan Pelabuhan Domestik. Kemudian, pihaknya melacak keberadaan WNA yang menginap dibeberapa hotel.

“Jadi ketujuh WNA tersebut, kita amankan di satu hotel. Dan, langsung kita amankan ke kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Balai Karimun. Dan, selanjutnya selama menunggu proses pendeportasian, terhadap WNA akan dipindahkan ke Rumah Detensi Imigrasi Pusat Tanjung Pinang,” ujarnya.

Dengan mengamankan tujuh WNA yang salah satunya berjenis kelamin wanita tersebut, bahwa kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Balai Karimun benar-benar menjalankan tugas dan fungsi keimigrasian khususnya dalam penegakan hukum dan keamanan negara.

“Atas dugaan tidak menjalankan kewajibannya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 71 huruf b Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian terhadap tujuh WNA asal Tiongkok,” ungkapnya.

Sementara itu pantauan dilapangan, ketujuh WNA tersebut dengan menggunakan kaos orange dengan tulisan DETENI digiring ke tempat penahanan sementara di kantor Imigrasi Kelas II TPI Tanjung Balai Karimun. Ketujuh WNA tersebut ada yang menggunakan celana pendek, celana panjang dan sendal maupun sepatu. (*)

Reporter : Tri Haryono

Terbukti Aniaya Petugas dan Lakukan Pengrusakan, 26 Tersangka, 2 Wajib Lapor, Kasus Demo di Kantor BP Batam

0
demos
Unjuk rasa warga di kantor BP Batam berujung ricuh, Senin (11/9).

batampos– Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polresta Barelang menetapkan 26 tersangka dalam kasus bentrokan di Gedung BP Batam beberapa waktu lalu. Para tersangka terbukti melakukan penganiyaan terhadap petugas, dan pengrusakan.

“Dari pemeriksaan, 26 orang ini terbukti melakukan penganiayaan ke petugas dan pengrusakan dengan melempar batu,” ujar Kasi Humas Polresta Barelang, AKP Tigor Sidabariba di Mapolresta Barelang, Rabu (13/9).

Diketahu, dalam kejadian ini Polresta Barelang menangkap 28 orang dari lokasi unjuk rasa di depan Gedung BP Batam. Mereka kemudian digiring ke Mapolresta Barelang.

“2 orang lagi hanya dikenakan wajib lapor. Tidak terbukti melakukan pelanggaran hukum,” katanya.

Tigor menjelaskan seluruh tersangka merupakan pria dewasa. Ia menegaskan tidak ada menindak pendemo yang berstatus pelajar.

BACA JUGA: 43 Orang Pendemo yang Diamankan Polisi, Hanya Sebagian Kecil Dari Rempang

“Yang berstatus pelajar tidak ada yang ditangkap. Mereka hanya diajak untuk mengikuti demo. Tidak melakukan anarkis,” ungkap Tigor.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 212 KUHP dan pasal 213 ayat 2e KUHP 214 ayat 2 ke 2e KUHP dan atau oasal 170 ayat 2 ke 2 e KUHP dengan ancaman hukuman 8 tahun penjara.

Informasi yang didapatkan, dengan penetapan  ini, para tersangka meminta pendampingan dari penasehat hukum atau advokat. Seperti tersangka bernama Iswandi bin M. Yakub.

Pria lulusan Unversitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini akan mendapat pendampingan penasehat hukum dari utusan Keluarga Alumni UMY. (*)

reporter: yopi

Gubkepri Pastikan Kepri dan Batam Tetap Aman Bagi Wisatawan

0
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad

batampos- Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad memastikan jika Provinsi Kepulauan Riau, terutama Kota Batam sampai saat ini dalam kondisi yang aman, terkendali, kondusif dan tetap menjadi kunjungan wisata yang nyaman bagi para wisatawan. Baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara (wisman).

Hal ini disampaikan Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad kepada wartawan usai menghadiri acara pisah sambut Komandan Korem 033 Wira Pratama di Makorem, Senggarang, Tanjungpinang, Rabu (13/9).

“Insya Allah Kepri terkhusus Batam tetap menjadi kota yang aman dan nyaman untuk berwisata bagi para turis. Kami, Pemerintah Provinsi Kepri bersama Pemko Batam, BP Batam dan seluruh FKPD termasuk petinggi Lembaga Adat Melayu sudah bertemu, dan meminta seluruh masyarakat Kepri agar bisa bersama-sama menjaga kondusivitas Kepri, terkhusus Batam, agar aktivitas wisata dan perekonomian tidak terganggu,” kata Ansar.

Kepada seluruh masyarakat, terkhusus penikmat wisata serta para traveler agar tidak ragu-ragu untuk tetap berwisata ke Kepri. Baik ke Batam, Bintan, Tanjungpinang dan daerah-daerah lain yang ada di Kepri.

BACA JUGA: Gubernur Kepri, Ansar Ahmad memastikan Provinsi Kepri, Dalam kondisi Aman

“Kita akan memprioritaskan keamanan para wisatawan tentunya, baik lokal maupun mancanegara,” katanya lagi.

Adapun menyangkut beredarnya isu yang mengatakan Batam dan Kepri sedang tidak aman dan menghimbau agar para wisatawan tidak berkunjung dulu untuk sementara waktu ke Kepri terkhusus Batam. Menurut Gubernur hal tersebut merupakan hanya sebatas isu.

Terkait isu seperti itu, Ansar meminta agar para aparat penegak hukum seperti Kepolisian, TNI serta BIN Kepri melakukan penelusuran agar informasi-nformasi seperti itu tidak sampai menyebar lebih luas lagi. Serta menindak pelakunya.

“Isu Batam tidak aman untuk wisatawan itu tidak benar. Jika isunya seperti itu, artinya itu provokatif. Sementara sehari sebelumnya kita semua sudah sepakat untuk tidak langsung percaya dengan berbagai bentuk isu yang bersifat seperti itu. Sekali lagi kita pastikan, Batam dan Kepri ini aman dan kondusif untuk siapapun,” pungkasnya.(*)

Tanggapi Kegaduhan Proyek Rempang City, Menteri Investasi Yakini Banyak Negara Lain yang Iri dengan Indonesia

0
Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat mendampingi Menteri Investasi/BKPM Bahlil Lahadalia meninjau kawasan investasi Pulau Rempang, Barelang, Batam, Minggu (13/8). (Humas Pemprov Kepri/Antara)

batampos – Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadia menyinggung tidak semua negara suka jika Rempang Eco City terbangun proyeknya.

Hal itu ia sampaikan untuk menanggapi kegaduhan yang terjadi beberapa hari ini. Polemik yang terjadi di Rempang City juga disinggung dalam rapat yang digelar dengan Komisi VI DPR di Jakarta Pusat melalui siaran Youtube DPR RI pada Rabu (13/9).

“Saya setuju dengan bapak Harris (Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PDIP Harris Turino) tadi, tidak semua negara itu senang dengan Indonesia kalau proyek ini (Rempang Eco City) berjalan dengan lancar,” kata Bahlil Lahadia melalui siaran live streaming Komisi VI DPR.

“Menurut saya dan ini sudah viral loh di media sosial, ada bule ngomong mengenai proyek Rempang City, yang saya heran kenapa bule itu ngurusin negara kita? emang kenapa kalau kita bangun proyek itu disana?” jelas Menteri Investasi RI itu.

 

Namun ia mengakui sosialisasi di lapangan memang belum berjalan dengan baik. Oleh karena itu, ia diperintahkan Presiden Joko Widodo turun langsung ke Rempang untuk berdialog kepada warga lokal disana dan menjelaskan sebenarnya apa itu Proyek Strategis Nasional (PSN).

Selain itu dia juga mengungkit soal garapan Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Batam (BP Batam) di lokasi tersebut. Menurutnya, dulu memang ada masalah terkait perizinan kepada 6 perusahaan disana.

“Wilayah ini pernah diberikan izin enam perusahaan, saya jujur saja di dalam sini. Izin itu setelah dipelajari adanya unsur kekeliruan prosedur makanya harus dicabut. Kita tidak tahu apa yang terjadi dibalik itu,” pungkasnya.

Ia paham niat pemerintah pusat membangun pabrik kaca dan solar panel terbesar nomor dua di dunia setelah Tiongkok di Batam. Mempunyai harapan investasi ini bisa bermanfaat bagi warga sekitar dan meningkatkan Gross Domestic Product (GDP) menciptakan lapangan kerja hingga menyejahterakan rakyat. (*)

Reporter: JP Group

Hindari Kejaran Polri Sejak 2014, Gembong Barkoba Fredy Pratama Operasi Plastik

0
“Ya ada kemungkinan dia mengubah wajah muka ya. Ya mau operasi plastik kita nggak tahu, dia mengubah identitas diri,” ujar Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Mukti Juharsa kepada wartawan, Rabu (13/9).
Kendati demikian, Ferdy telah terkonfirmasi adalah warga Indonesia asal Kalimantan Selatan. Keluarga Fredy bahkan masih tinggal di Kalimantan.
“Indonesia (keluarganya), kan semua asetnya di Kalsel, Jawa Timur, di Jogjakarta, di Kalteng, semua kita sita semua. Di Kalsel semua habis (aset) dan Bali,” jelas Mukti.
Menurut Mukti, sejauh ini Polri sudah berhasil menangkap para kroni-kroni Fredy. Mulai dari penjaga penyebaran sabu dan ekstasi di barat dan timur, pemalsu identitas, penampung keuangan, dan pengendali keuangan.
“Jadi lengkap ini, tinggal tangkap dedengkotnya saja, Freddy Pratama,” pungkasnya.
Sebelumnya, Bareskrim Polri bersama dengan Royal Thai Police (RTP), Polis Diraja Malaysia (PDRM), US DEA dan instansi terkait lainnya mengungkap sindikat narkoba jaringan internasional pimpinan Fredy Pratama. Nilai aset jaringan ini bahkan sampai Rp 10,5 triliun, dari 10,2 ton sabu serta 100 ribu lebih ekstasi.
“Selain tindak pidana narkoba dan tindak pidana asal, kita juga melaksanakan tindak pidana pencucian uang, dan ini semua kita lakukan dalam bentuk join operation yang dilakukan juga dengan rekan-rekan kita dari Royal Thai Police dan Royal Malaysia Police, juga dengan US-DEA dan dengan rekan-rekan kita di Indonesia dengan Imigrasi dengan PPATK, Bea Cukai dan Ditjen PAS,” ujar Kabareskrim Polri Komjen Pol Wahyu Widada, Selasa (13/9).
Dalam kasus ini, Polri berhasil menangkap 39 orang. Penangkapan dilakukan pada rentang waktu Mei 2023 sampai September 2023.
Para tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (2) subsidair Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (2)  Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati atau seumur hidup, dan pidana denda maksimal Rp 10 miliar, serta sejumlah tersangka juga dikenakan Pasal Tindak Pidana Pencucian Uang dengan tindak pidana asalnya yaitu UU RI 35 tahun 2009 tentang narkotika dan juga pasal 3,4,5 UU No 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan TPPU.(*)
Reporter: JP Group

 

Polisi Berikan Trauma Healing Kepada Anak-anak di Rempang

0
Trauma Healing Dalil Harahap 1111 e1694602216134
Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho bersama pejabat Polresta Barelang melakukan trauma healing ke SD dan SMP di Galang Jembatan 4, Barelang, Selasa (12/9). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Kapolresta Barelang, Kombes Nugroho Tri Nuryanto beserta rombongan mengunjungi pelajar di sekolah yang berada di Tanjung Kertang, Rempang Cate, Selasa (12/9) pagi. Kegiatan ini untuk memberikan trauma healing kepada para anak-anak di sana.

Nugroho mengatakan kegiatan ini merupakan proses pemberian bantuan berupa penyembuhan untuk mengatasi gangguan psikologis seperti kecemasan, panik, dan gangguan lainnya kepada para pelajar pasca terjadinya bentrokan pembukaan blokir jalan di Jembatan 4 Barelang oleh Tim Gabungan.

“Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan kegiatan trauma healing dan bersilaturahmi ke sekolah sekolah,” ujarnya.

Baca Juga: Taba Iskandar Mau Serahkan Lahan di Rempang ke Negara

Adapun kegiatan yang dilaksanakan diantaranya melakukan interaksi dengan siswa-siswi dengan cara membuat kuis tanya jawab. Kemudian mengajak pelajar untuk melakukan tarian poco poco secara bersama sama dan memberikan buku dan snack kepada siswa siswi.

“Ini dilakukan semata-mata agar anak anak yang mungkin ada trauma atas kejadian kemarin. Kamu kesini datang untuk memberikan kesejukan, kebahagiaan kepada anak anak semuanya. Semoga siswa siswi ini sebagai penerus bangsa selalu sehat, semangat, dan dapat beraktifitas belajar dengan normal kembali,” katanya. (*)

 

Reporter: YOFI YUHENDRI

Manchester United Bermasalah, Utang Tembus GBP 1 Miliar

0
Fans Manchester United melakukan protes kepada keluarga Glazer di Old Trafford (26/8). (F.DARREN STAPLES/AFP-JOHN SIBLEY/REUTER)

batampos – Ada beberapa masalah sangat kompleks yang dihadapi Manchester United selain performa tim yang hanya menempati posisi kesebelas dalam empat matchweek Premier League. Apa saja?

Angin surga yang digembar-gemborkan bakal mengubah United musim ini perlahan lenyap. Yakni, skenario akuisisi oleh Chairman Qatar Islamic Bank Sheikh Jassim bin Hamad Al Thani. Hal itu seiring keputusan keluarga Glazer sebagai pemilik United yang urung melepas saham mereka.

Ketika Sheikh Jassim berani memenuhi permintaan GBP 6 miliar (Rp 115 triliun), termasuk membebaskan utang United, keluarga Glazer malah menaikkan nominal menjadi GBP 10 miliar (Rp 191,6 triliun). Imbas dari ”prank” akuisisi tersebut, saham United anjlok.

Efek lebih masif, utang United semakin membengkak cukup besar. Seperti diklaim Manchester Evening News, utang United, termasuk bunganya, saat ini melewati GBP 1 miliar (Rp 19,16 triliun).

Fans United pun semakin kecewa dan marah terhadap keluarga Glazer. Bagaimana tidak, sebelum keluarga Glazer mengakuisisi pada 2005, United adalah klub yang profit.

Salah satu pemicu membengkaknya utang The Red Devils –sebutan United– juga datang dari bursa transfer musim panas. Skuad asuhan Erik ten Hag mengeluarkan GBP 177,5 juta (Rp 3,4 triliun) untuk mendatangkan tujuh pemain. Meski, tiga di antaranya adalah pemain bebas transfer dan pinjaman.

Pemain baru seperti gelandang Mason Mount, kiper Andre Onana, dan striker Rasmus Hojlund yang digadang-gadang bisa langsung nyetel terbukti masih terkendala adaptasi. Kondisi ruang ganti makin runyam lantaran kejadian yang ditimbulkan dua winger mereka, Jadon Sancho dan Antony.

Sancho terlibat friksi dengan Ten Hag. Sancho membantah pernyataan Ten Hag bahwa performanya yang tidak sesuai ekspektasi karena tidak mencapai standar dalam sesi latihan. Beredar video Sancho curang ketika melakukan push-up.

Untuk Antony, pemain Brasil itu sementara dibebaskan dari United terkait kasus laporan tindak kekerasan oleh mantan kekasihnya, Gabriela Cavallin. Berkaca dari perlakuan United terhadap Mason Greenwood yang tersandung kasus hukum meski dinyatakan tidak bersalah, muncul desakan agar kontrak Antony juga diputus.

Faktor nonteknis lainnya, meski kecil, juga memperburuk kinerja manajemen United. Yakni, klub tidak bisa menjual jersey Hojlund. Penyebabnya sepele. United kehabisan stok huruf ”Ø” atau o coret untuk nameset striker timnas Denmark tersebut.

Meski dihantam serangkaian masalah di awal musim ini, nama United tetap besar untuk urusan sponsorship. United dilaporkan segera mencapai kesepakatan dengan perusahaan teknologi Amerika Serikat Qualcomm sebagai sponsor utama per musim 2026–2027. Qualcomm diproyeksikan menggantikan Team Viewer yang kontraknya telah diputuskan tidak akan diperpanjang saat habis pada 2025–2026.

”Qualcomm menawarkan GBP 60 juta (Rp 1,14 triliun) per musim yang lebih besar dari kontrak dengan Team Viewer saat ini, GBP 47 juta (Rp 900,6 miliar). Nominal tersebut sama seperti yang diberikan Fly Emirates kepada Real Madrid,” tulis The Athletic. (*)

 

Reporter: JPGroup