Sabtu, 20 Juni 2026
Beranda blog Halaman 495

Speedboat Tanpa Awak Kandas, Bea Cukai Batam Sita 1,12 Juta Batang Rokok Ilegal

0
Speedboat yang kandas berisi rokok ilegal diamankan Bea Cukai Batam. F. Istimewa

batampos – Aparat Bea Cukai Batam kembali menggagalkan upaya penyelundupan rokok ilegal melalui jalur laut. Sebuah speedboat tanpa awak yang kandas di kawasan Pulau Panjang ditemukan membawa muatan sebanyak 1,12 juta batang rokok tanpa pita cukai, Kamis (12/3) sore.

Penindakan tersebut berawal dari hasil observasi dan analisis situasi yang dilakukan petugas Bea Cukai Batam terkait aktivitas mencurigakan di wilayah perairan Pulau Panjang. Berdasarkan informasi itu, Satgas Patroli Laut BC-11001 kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi untuk memastikan keberadaan sarana pengangkut yang dicurigai.

Sekitar pukul 14.00 WIB, petugas menemukan sebuah speedboat bermesin 2 x 200 PK tanpa nama yang kandas di area hutan rawa bakau Pulau Panjang. Saat didekati, petugas tidak menemukan seorang pun awak kapal di lokasi tersebut sehingga diduga para pelaku melarikan diri sebelum petugas tiba.

Petugas kemudian berhasil menguasai speedboat tersebut sekitar pukul 14.30 WIB. Untuk memastikan keamanan proses evakuasi, tim patroli berkoordinasi dengan Ketua RT setempat serta Satgas Patroli Laut BC-1001 guna membantu proses penanganan dan pemeriksaan awal di lokasi.

Setelah proses evakuasi dilakukan, sekitar pukul 16.30 WIB speedboat bersama muatannya berhasil dikeluarkan dari area hutan bakau. Pemeriksaan awal yang dilakukan sekitar pukul 16.45 WIB menemukan adanya barang kena cukai (BKC) berupa rokok tanpa dilekati pita cukai yang disimpan di dalam kapal tersebut.

Atas temuan itu, petugas langsung melakukan tindakan penegahan dan penyegelan terhadap satu unit speedboat beserta seluruh muatan rokok ilegal yang berada di dalamnya. Selanjutnya, barang bukti dibawa menuju Dermaga Bea Cukai Tanjung Uncang untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.

Sekitar pukul 17.30 WIB, speedboat dan muatan hasil penindakan tiba di dermaga dengan pengawalan gabungan Satgas Patroli BC-11001 dan BC-1001. Seluruh barang kemudian diamankan untuk pendataan serta penyelidikan lanjutan guna mengungkap jaringan pelaku di balik pengiriman rokok ilegal tersebut.

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan 75 karton berisi 640 ribu batang rokok merek H-Mind serta 40 karton berisi 480 ribu batang rokok merek OFO-Bold. Total keseluruhan mencapai 1,12 juta batang rokok ilegal yang tidak dilengkapi pita cukai resmi.

Nilai barang hasil penindakan tersebut diperkirakan mencapai Rp1,66 miliar, dengan potensi kerugian negara akibat tidak dibayarkannya cukai diperkirakan mencapai Rp835,5 juta. Kasus ini diduga melanggar Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai.

Kepala Kantor Bea Cukai Batam Agung Widodo menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperketat pengawasan terhadap peredaran barang kena cukai ilegal, khususnya melalui jalur laut. “Penindakan ini bukan hanya untuk melindungi penerimaan negara, tetapi juga untuk melindungi masyarakat dari barang ilegal serta memastikan keadilan bagi industri yang taat aturan,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam distribusi maupun konsumsi barang kena cukai ilegal serta aktif melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan pelanggaran di bidang kepabeanan dan cukai.(*)

 

Artikel Speedboat Tanpa Awak Kandas, Bea Cukai Batam Sita 1,12 Juta Batang Rokok Ilegal pertama kali tampil pada Metropolis.

Bagikan Ratusan THR Untuk Tuna Netra Se-Jabodetabek, Sultan: Perlu Upaya Pemberdayaan Ekonomi Kaum Difabel

0
Sultan Baktiar Najamudin saat membagikan THR kepada seorang tuna netra. f Istimewa

batampos -Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Sultan Baktiar Najamudin mengatakan Pemerintah perlu terus memberikan perhatian serius pada pemberdayaan ekonomi bagi penyandang disabilitas yang notabene hidup di bawah garis kemiskinan.

Menurutnya, Hal ini merupakan bagian dari amanah konstitusi yang mewajibkan negara untuk melindungi fakir miskin.

“Kita perlu berterima kasih kepada Pemerintah yang telah memberikan perhatian pada saudara-saudara penyandang disabilitas melalui program bantuan sosial. Tapi mungkin bentuk Dan caranya belum bersifat memberdayakan secara ekonomi,” ujar Sultan saat memberikan sambutan pada acara Sedekah Membawa Berkah bersama Ratusan Tuna Netra Se-Jabodetabek pada Minggu di Masjid Pondok Indah Jakarta.

Senator asal Bengkulu itu mengungkapkan, Indonesia memiliki UU No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas sebagai payung hukum utama yang menjamin hak, kesetaraan, dan perlindungan difabel dari diskriminasi.

“UU ini mencakup 22 hak dasar, termasuk pendidikan, pekerjaan (kuota 2% swasta/1% BUMN/Pemerintah), kesehatan, dan aksesibilitas fasilitas publik dengan tujuan untuk menciptakan kemandirian saudara-saudara sekalian,” tegasnya.

DPD RI, kata Sultan, terus mendorong agar Pemerintah Dan semua pihak terkait untuk terus meningkatkan perhatian pada saudara-saudara penyandang disabilitas khususnya Tuna Netra dengan pendekatan pemberdayaan ekonomi.

“Saya sangat percaya bahwa dalam keterbatasan fisik sekaligus, setiap manusia memiliki potensi Dan kelebihan tersendiri yang perlu untuk dikembangkan,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Sultan menyampaikan apresiasi kepada para penyumbang seperti Pengusaha dermawan Muhammad Fitno Dan kawan-kawan.

“Tidak banyak orang kaya yang memberikan perhatian kepada masyarakat Tuna Netra, kecuali yang diberikan pertunjuk Dan keberkahan dalam rezekinya oleh Allah SWT,” tutupnya.(*)

Artikel Bagikan Ratusan THR Untuk Tuna Netra Se-Jabodetabek, Sultan: Perlu Upaya Pemberdayaan Ekonomi Kaum Difabel pertama kali tampil pada News.

Kepala dan Wakil Kepala BP Batam Tinjau Infrastruktur Jalan

0

batampos – Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra melakukan riding bersama Komunitas Vespa Batam pada Sabtu (14/3/2026).

Kegiatan ini sebagai wujud nyata kebersamaan dengan masyarakat sekaligus sarana untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam mewujudkan Batam yang lebih maju dan madani.

Selain menikmati kebersamaan bersama ratusan pencinta Vespa, Amsakar dan Li Claudia memanfaatkan momen itu untuk meninjau langsung kondisi ruas jalan dan taman kota di sejumlah kawasan kota Batam.

Rute dimulai dari KDA melewati Jalan Sudirman menuju Nagoya dan berakhir di Batam Centre.

Amsakar memastikan bahwa secara umum jalan dalam kondisi mulus dan marka jelas meski terdapat beberapa titik berlubang. Atas kondisi itu, ia langsung menginstruksikan Deputi Bidang Infrastruktur untuk melakukan perbaikan dan penataan.

“Kami ingin memastikan kualitas dan konektivitas jalan tetap terjaga,” ujar Amsakar.

Ia pun berharap melalui riding bersama sekaligus peninjauan pihaknya dapat semakin menumbuhkan semangat persatuan dan kekompakan demi pembangunan Batam yang berkelanjutan.

“Mari kita maknai kegiatan bersama ini sebagai wujud rasa kebersamaan, kekompakan dan semangat kolaborasi untuk Batam yang kita cintai, Salam Satu Aspal!,” serunya.

Sementara, Li Claudia mengapresiasi antusias ratusan pencinta Vespa di Batam dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, hal itu menunjukkan semangat, cinta dan dukungan kepada pemerintah untuk membangun kota Batam.

“Kami mengapresiasi semangat dan kekompakan para pencinta Vespa, mari bersama kita bangun Batam yang lebih baik dan sejahtera,” pungkasnya.

Riding bersama Komunitas Vespa tersebut turut dihadiri Kapolda Kepri, Asep Safrudin; Kapolrestas Barelang, Anggoro Wicaksono; Dirut PLN Batam, Kwin Fo; sejumlah Deputi dan Eselon II BP Batam.(*)

Artikel Kepala dan Wakil Kepala BP Batam Tinjau Infrastruktur Jalan pertama kali tampil pada Metropolis.

Air Keruh di Taman Laguna Indah, Tim ABH Lakukan Perbaikan Cepat

0
Keluhan pelanggan berhasil diatasi tim ABH. Nampak pada gambar air yang dikeluhkan dan setelah diberesi tim ABH,

batampos – Keluhan mengenai kualitas air bersih muncul dari warga Perumahan Taman Laguna Indah pada Senin (16/3) pagi ini. Air yang mengalir ke rumah pelanggan dilaporkan dalam kondisi keruh sejak sekitar pukul 05.00 hingga pukul 07.30 WIB.

Seorang pelanggan yang tinggal di Blok F menyampaikan laporan tersebut melalui pesan kepada petugas layanan pelanggan. Dalam pesannya, warga meminta agar keluhan tersebut segera diteruskan kepada petugas teknis karena air yang mengalir dinilai tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Respons Cepat ABH langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan jaringan distribusi. Tim melakukan pengecekan pada sambungan pipa di area perumahan serta melakukan penanganan teknis ringan pada jaringan yang diduga menjadi penyebab gangguan kualitas air.

Petugas lapangan menjelaskan bahwa kondisi air keruh umumnya terjadi akibat endapan sedimen yang terbawa aliran ketika tekanan air di jaringan berubah, misalnya setelah proses distribusi kembali normal atau setelah dilakukan pembukaan katup jaringan.

“Dalam kondisi tertentu, perubahan tekanan dapat mengangkat endapan di dalam pipa distribusi sehingga air yang keluar sementara terlihat keruh. Biasanya setelah dilakukan flushing atau penyesuaian aliran, kondisi air kembali normal,” jelas salah satu petugas teknis di lokasi .

Setelah dilakukan pengecekan dan penanganan, aliran air di kawasan tersebut dilaporkan kembali jernih dan dapat digunakan seperti biasa oleh pelanggan.

Respons cepat terhadap laporan pelanggan menjadi bagian dari prosedur pelayanan untuk memastikan distribusi air bersih tetap memenuhi standar kualitas dan keamanan bagi masyarakat. Selain itu, pelanggan juga diimbau segera melaporkan jika menemukan perubahan warna, bau, atau tekanan air agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat. (*)

Artikel Air Keruh di Taman Laguna Indah, Tim ABH Lakukan Perbaikan Cepat pertama kali tampil pada Metropolis.

Elegan dan Modern, Ini Rekomendasi 8 Model One Set Baju Lebaran 2026

0
Ilustrasi baju Lebaran. (Vogue Arabia)

batampos – Tren fashion lebaran 2026 mengarah ke gaya modest fashion yang
praktis, elegan dan modern. Meningkatnya popularitas co-ord set atau one set outfit karena tampilannya rapi tanpa perlu rumit mix & match, tetap nyaman dipakai silaturahmi dan acara keluarga saat Eid.

One Set Bahan Satin dan Silk Elegan

One set dengan bahan satin atau silk merupakan pilihan utama untuk lebaran 2026. Tampilannya yang terlihat mewah memiliki tekstur halus dengan efek kilap lembut. Dilihat dari koleksi Ramadhan 2026, hadirnya bahan sutra dengan potongan longgar akan tetap nyaman dan kesan sophisticated pada satu tampilan.

Dilansir dari Vogue Arabia, model ini cocok untuk berbagai aktivitas di hari raya, seperti silaturahmi keluarga hingga acara formal lainnya. Sangat cocok untuk kamu yang menyukai bahan dengan efek kilap.

Pakaian Tunik dan Straight Pants Set

Setelan tunik panjang dengan celana lurus merupakan pilihan outfit lebaran 2026 yang semakin diminati karena tampilannya sopan dan modern. Model dengan potongan longgar yang memberi kenyamanan saat bergerak.

Tren Modest Fashion 2026 menunjukkan outfit dua potong dengan siluet semakin populer karena mampu memberi keseimbangan antara fungsi dan gaya estetika. Dilansir dari Moh Bu Meera, model ini cocok digunakan saat Lebaran karena pengguna yang memakainya tetap nyaman saat bersilaturahmi dalam waktu lama, serta menciptakan tampilan yang elegan dan effortless.

Kaftan One Set Modern

Kaftan tetap menjadi pilihan busana Lebaran yang semakin meningkat popularitas nya, kini hadir dengan model one set. Tampilan lebih modern melalui potongan sederhana, detail dan desain yang lebih tingan dan elegan. Gaya ini membuat kaftan mudah dipakai di berbagai suasana, seperti acara keluarga hingga bersilaturahmi saat Lebaran Eid.

Kaftan masih menjadi busana andalan Ramadhan dan Hari Raya karena mampu memberikan kesan anggun dan nyaman digunakan sehari-hari. Dilansir dari Vogue Arabia, Kaftan ini lebih mengutamakan kenyamanan dan tampilan mewah, sehingga tetap menjadi pilihan utama outfit Lebaran praktis dan stylish.

Blazer One Set Tailoring

Setelan blazer panjang dengan celana matching semakin populer pada tren Lebaran 2026 karena hadir dengan tampilan lebih modern dan rapi tapi tetap sopan. Setelan dengan konsep tailoring klasik, mudah dipakai untuk aktivitas acara keluarga hingga bersilaturahmi saat Lebaran. Tetap nyaman dipakai sepanjang hari.

Tren fashion Ramadhan 2026 dengan tampilan desain tailoring potongan longgar, garis siluet dan material ringan memberikan kesan elegan dan effortless. Gaya ini cocok bagi yang ingin tampilan formal tapi tidak terlalu kaku saat hari raya.

Skirt One Set Feminine

Model One Set berupa atasan panjang dengan rok A-line matching menjadi pilihan yang menonjolkan kesan feminim untuk Lebaran 2026. Desain yang sederhana dengan bahan jatuh ringan, menciptakan tampilan anggun.

Dilansir dari Harper’s Bazaar Arabia, model ini banyak diminati karena memberikan kenyamanan dan tapi. Rok A-line dan rok flowy membantu terciptanya siluet lembut, cocok dipakai saat silaturahmi atau acara Lebaran yang formal. Koleksi Ramadhan dan Hari Raya terbaru hadir dengan model setelan dua potong yang terlihat elegan dan cocok digunakan berbagai acara perayaan.

One Set Minimalis Monokrom

Dilansir Who What Wear, model One Set dengan warna monokrom merupakan salah satu tren Lebaran 2026 karena hadir dengan tampilan sederhana tapi tetap elegan. Banyak orang yang beralih ke gaya yang lebih timeless dan mudah dipakai terutama saat Lebaran. Pilihan warna netral dan lembut mampu menciptakan tampilan yang classy.

Outfit dengan warna senada memberikan kesan rapi, modern dan effortless tanpa perlu aksesoris. Sangat cocok dipadukan dengan hijab apa saja, dan nyaman dipakai silaturahmi dari pagi hingga malam hari.

One Set Bordir Halus

Model ini merupakan salah satu tren Lebaran 2026 karena mampu hadir dengan tampilan sederhana namun tetap terlihat elegan. Bordir pakaian biasanya ditempatkan di bagian lengan, kerah atau ujung pakaian sebagai aksen dekoratif mampu memberikan kesan mewah tapi sederhana.

Tren fashion saat ini berfokus pada kualitas bahan dsn detail artistik yang memperkuat karakter busana. Detail bordir mampu meningkatkan nilai estetika outfit serta menjaga tampilan tetap sopan dan elegan. Dilansir dari Moh By Meera, One Set Bordir sangat cocok dikenakan saat Lebaran karena memberikan kesan rapi, anggun dan istimewa tanpa perlu aksesoris, sehingga tetap nyaman seharian.

Co-ord Set Flowing Oversized

Model One Set dengan potongan oversized dan flowy merupakan salah satu tren modest
fashion Lebaran 2026. Model ini dirancang dengan siluet longgar dan bahan jatuh mengikuti bentuk tubuh yang memberikan kenyaman dan kesan elegan.

Pakaian dengan cutting luas semakin diminati karena mampu menciptakan tampilan santai tapi tetap terlihat berkelas dan modern. Desain ini membantu sirkulasi udara lebih baik sehingga adem sepanjang hari.(*)

Artikel Elegan dan Modern, Ini Rekomendasi 8 Model One Set Baju Lebaran 2026 pertama kali tampil pada Lifestyle.

Hangat di Ujung Ramadan, KBS Satukan Pengawas dan Karyawan dalam Buka Puasa Bersama

0
Suasana hangat terasa dalam acara buka puasa bersama yang digelar PT Kana Bintang Sertifindo (KBS) di Eska Hotel, Batam Center. Foto. M. Sya’ban/ Batam Pos

batampos – Menjelang akhir Ramadan, suasana hangat terasa dalam acara buka puasa bersama yang digelar PT Kana Bintang Sertifindo (KBS) di Eska Hotel, Batam Center, tepat di samping K-Square Mall, Minggu (15/3) sore.

Kegiatan ini menjadi momen mempererat silaturahmi antara manajemen, pengawas, serta para karyawan perusahaan yang bergerak di bidang keselamatan dan kesehatan kerja (K3) tersebut.

‎Sekitar 40 orang hadir dalam kegiatan itu. Mereka terdiri dari pengawas, staf, serta karyawan yang sehari-hari terlibat dalam layanan sertifikasi dan inspeksi keselamatan kerja di berbagai perusahaan di Batam.

‎Ahli K3 Spesialis Inspektor sekaligus Asesor Kompetensi K3 pada PJK3 PT Kana Bintang Sertifindo, Teuku Nanda Fulizar, mengatakan kegiatan ini merupakan agenda silaturahmi internal perusahaan yang sengaja digelar menjelang Hari Raya Idulfitri.

‎Menurutnya, Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk mempertemukan seluruh unsur perusahaan dalam suasana santai dan penuh kebersamaan.

‎“Ini kegiatan silaturahmi internal perusahaan KBS. Kami mengundang para pengawas, staf, dan karyawan untuk berkumpul bersama. Apalagi Lebaran sudah dekat, jadi kami ambil momentum di penghujung Ramadan,” kata Teuku Nanda.

‎Ia menjelaskan, aktivitas para pegawai KBS yang sebagian besar bekerja di lapangan membuat kesempatan untuk berkumpul bersama tidak selalu mudah. Karena itu, acara seperti ini menjadi ruang untuk saling menyapa sekaligus memperkuat hubungan kerja di dalam perusahaan.

‎“Kegiatan ini dihadiri sekitar 40 orang dari internal perusahaan. Ini kesempatan bagi kami untuk saling bertemu, berbincang, dan mempererat kebersamaan,” ujarnya.

‎PT Kana Bintang Sertifindo sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa keselamatan dan kesehatan kerja, khususnya dalam layanan sertifikasi serta inspeksi K3 bagi perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Batam dan sekitarnya.

‎Teuku Nanda menambahkan, kegiatan buka puasa bersama tersebut menjadi langkah awal untuk memperkuat tradisi kebersamaan di lingkungan perusahaan. Ke depan, kegiatan serupa direncanakan akan terus dilaksanakan setiap tahun.

‎“Rencananya ini akan menjadi agenda rutin setiap Ramadan. Selain itu, kami juga sering membuat kegiatan bersama pada momentum lain, seperti peringatan Bulan K3,” jelasnya

‎Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut murni menjadi ajang silaturahmi tanpa agenda formal lainnya. Meski ada beberapa pengawas yang berhalangan hadir karena tugas di lapangan, sebagian besar pegawai tetap menyempatkan diri datang untuk ikut dalam acara tersebut.

‎“Kegiatan ini benar-benar hanya untuk buka puasa bersama dan silaturahmi. Alhamdulillah hampir semua pegawai hadir, meski ada beberapa yang tidak bisa datang,” katanya. (*)

Artikel Hangat di Ujung Ramadan, KBS Satukan Pengawas dan Karyawan dalam Buka Puasa Bersama pertama kali tampil pada Metropolis.

Perang Iran Picu Krisis Penerbangan, Malaysia Pertimbangkan Tangguhkan Penerbangan Komersial

0
Ilustrasi penerbangan komersil. (x.com/1Rnggt)

batampos – Konflik yang memanas di Timur Tengah mulai berdampak pada industri penerbangan Asia.

Pemerintah Malaysia menyatakan bahwa maskapai di negaranya mungkin harus menangguhkan sebagian penerbangan komersial apabila biaya bahan bakar terus melonjak akibat perang yang melibatkan Iran.

“Bahan bakar menyumbang hampir setengah dari total biaya operasional maskapai, sehingga lonjakan harga bisa memaksa perusahaan penerbangan mengurangi atau bahkan menghentikan beberapa rute,” ujar Menteri Transportasi Malaysia, Anthony Loke, dikutip dari JPSFA, Senin (16/3).

Pemerintah telah mengadakan pertemuan dengan pihak maskapai, operator bandara, pemasok bahan bakar, serta otoritas penerbangan untuk membahas langkah – langkah menghadapi dampak konflik.

Semua pihak juga sepakat untuk melakukan pertemuan rutin guna memantau perkembangan situasi yang masih sangat tidak stabil.

Perang di Timur Tengah telah menyebabkan lonjakan tajam harga minyak dunia dan bahan bakar pesawat.

Kenaikan membuat banyak maskapai menaikkan harga tiket atau menambahkan biaya bahan bakar pada penumpang.

Sejumlah wilayah udara di kawasan Timur Tengah juga mengalami gangguan karena konflik militer, sehingga banyak penerbangan internasional harus dialihkan rutenya atau bahkan dibatalkan.

Dilansir travelweekly-asia.com, data industri penerbangan menunjukkan bahwa konflik telah menyebabkan puluhan ribu penerbangan dibatalkan di berbagai wilayah sejak perang mulai meningkat pada akhir Februari 2026.

Gangguan penerbangan tidak hanya berdampak pada maskapai, tetapi pada sektor pariwisata global.

Banyak maskapai mulai mengurangi kapasitas penerbangan atau menangguhkan rute ke Timur Tengah dengan harga tiket pesawat internasional terus meningkat.

Para analis memperkirakan lebih banyak maskapai di Asia dan Eropa akan melakukan pengurangan penerbangan dalam beberapa bulan ke depan.

Pemerintah Malaysia menegaskan bahwa layanan kargo tetap menjadi prioritas, terutama pasokan barang penting seperti makanan tetap berjalan menjelang periode hari raya di kawasan tersebut.(*)

 

Artikel Perang Iran Picu Krisis Penerbangan, Malaysia Pertimbangkan Tangguhkan Penerbangan Komersial pertama kali tampil pada News.

Tempat Bukber Eksklusif! 5 Hotel Bintang 5 di Batam dengan Menu Spesial Ramadan

0
Menu buka puasa di Grand Mercure Batam Centre. (IG@grandmercurebatamcentre_)

batampos – Bulan Ramadan segera berakhir dalam beberapa hari. Momen spesial ini bisa dimanfaatkan dengan buka puasa bersama di tempat istimewa.

Kota Batam menghadirkan sejumlah hotel bintang lima yang menawarkan pengalaman buka puasa yang lebih istimewa.

Berikut 5 Hotel Bintang 5 di Batam dengan Menu Spesial Ramadan

1. Wyndham Panbil Batam

Buka puasa dengan menu yang berubah setiap hari dari menu Nusantara, Timur Tengah, dan Chinese. Ada berbagai pilihan dessert juga yang bisa kamu pilih. Lokasi di Jl. Ahmad Yani, Mukakuning, Kecamatan Seibeduk, Kota Batam.

2. Grand Mercure Batam Centre

Salah satu hotel yang menyajikan kue dan takjil tradisional dan modern. Hidangan kambing guling jadi menu utama. Lokasi di Jl. Raja H. Fisabilillah, Teluk Tering, Kecamatan Batam Kota, Kota Batam.

3. Batam Marriott Hotel Harbour Bay

Tempat buka puasa mewah dengan cita rasa pilihan menu Nusantara, Chinese, Turkish Arabian, dan Omani. Berbagai pilihan menu bikin momen buka puasa lebih istimewa. Lokasi di Harbour Bay Downtown, Jl. Duyung, Jodoh River, Batuampar, Batam.

4. Montigo Resorts Nongsa

Buka puasa dengan tema Arab dengan berbagai menu. Kamu bisa buka puasa di pinggir pantai. Lokasi di Jl. Hang Lekiu, Sambau, Kecamatan Nongsa, Kota Batam.

5. Radisson Golf & Convention Center Batam

Hotel ini menyediakan paket buka puasa di dua tempat berbeda. Kamu bisa menikmati berbagai pilihan menu Nusantara dan Internasional. Lokasi di Residential Area, Jl. Bukit Indah Raya, Sukajadi, Batam.

Permintaan reservasi buka puasa di hotel-hotel biasanya meningkat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Masyarakat yang ingin menikmati pengalaman berbuka puasa di hotel bintang lima disarankan melakukan pemesanan lebih awal agar tidak kehabisan tempat.(*)

Artikel Tempat Bukber Eksklusif! 5 Hotel Bintang 5 di Batam dengan Menu Spesial Ramadan pertama kali tampil pada Metropolis.

Wacanakan Penertiban Pengkritik dan Pengamat, Prabowo Dinilai Antikritik

0
Presiden Prabowo Subianto. (istimewa)

batampos – Koalisi Masyarakat Sipil mempertanyakan sikap antikritik Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan hanya dalam hitungan jam, usai serangan air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. Pasalnya, Prabowo menyampaikan wacana penertiban terhadap pengkritik dan pengamat yang dianggap ‘tidak patriotik’

Direktur Eksekutif Public Virtue Research Institute (PVRI), Muhammad Naziful Haq, menyatakan bahwa mengkotak-kotakan pengamat hanya berdasarkan pada ukuran patriotisme jelas membahayakan demokrasi.

“Ini sama seperti memberi tanda, yang submisif dipelihara, yang kritis dieliminasi. Kata ‘penertiban’ itu sendiri dalam sejarah rezim politik di Indonesia kenyataannya lebih sering berwujud kekerasan daripada ‘tertib’ yang sebenarnya,” kata Muhammad Naziful Haq kepada wartawan, Senin (16/3).

Ia menyebut, kebebasan berpendapat di Indonesia menuju preseden yang makin muram. Sebab, upaya percobaan pembunuhan melalui air keras yang membakar sebagian tubuh Andrie pada Jumat, 13 Maret 2026 telah menambah panjang daftar kekerasan terhadap suara kritis.

Tragedi Andrie muncul usai dirinya menggeruduk rapat tertutup RUU TNI di Hotel Fairmont, Jakarta, pada 15 Maret 2025. Teror ini muncul beberapa bulan setelah teror babi kepada Jurnalis Tempo, dan teror bangkai ayam, bom molotov, hingga intimidasi di ruang pribadi sejumlah influencer setelah mereka bersuara kritis.

“Keberulangan dan intensitas teror-teror ini menunjukkan kronisnya masalah premanisme politik di Indonesia,” cetusnya.

Nazif menyoroti penyelenggara negara yang tak mampu membedakan patriotisme dan kritik kebijakan. Menurutnya, kritik kebijakan itu setia pada data dan sains. Patriotisme belum tentu, yang umumnya mengandalkan kecintaan submisif kepada negara.

“Bagaimanapun, karena negara mengurus hajat orang banyak, negara harus diselenggarakan secara kritis, bukan submisif. Suara kritis harusnya dilindungi, bukan dimentahkan, apalagi diteror,” tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama, peneliti PVRI, Zikra Wahyudi, pernyataan Presiden Prabowo dapat memberi kekerasan terhadap kebebasan berpendapat semakin leluasa. Sebab, selama ini premanisme politik yang membungkam kebebasan berpendapat belum pernah terungkap akuntabilitasnya.

“Ini zona abu-abu yang bisa bergerak secara terstruktur tapi seolah tanpa aktor intelektual,” ujarnya.

Karena itu, ia pun mempertanyakan sikap kritis dan integritas Andrie terhadap pemerintah apakah dapat disebut pengamat atau aktivis yang tidak patriotik. Mengingat, kepercayaan publik kepada penyelenggara negara dan kepolisian telah anjlok signifikan.

“Bila pelaku penyiraman air keras kepada Andrie gagal ditemukan, maka di manakah komitmen penyelenggara negara dan kepolisian kepada demokrasi dan HAM? Dengan berulangnya teror dan kekerasan kepada suara kritis dan pejuang HAM, negara sebenarnya telah gagal menjamin demokrasi dan HAM,” pungkasnya.(*)

Artikel Wacanakan Penertiban Pengkritik dan Pengamat, Prabowo Dinilai Antikritik pertama kali tampil pada News.

WHO 2026: Wacana atau Terlaksana?

0
A.A. Ngurah Davin Egatriyana

INDONESIA  kerap disebut sebagai salah satu pusat industri halal global. Bukan tanpa alasan, dengan penduduk muslim mencapai 242 juta jiwa, Indonesia merupakan salah satu pasar halal terbesar di dunia. Angka ini jauh melampaui negara Pakistan, India, dan negara timur tengah lainnya.

Melihat Potensi tersebut, Pemerintah Indonesia menetapkan target besar: Wajib Halal Oktober (WHO) 2026. Seluruh produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia diwajibkan memiliki sertifikat halal mulai 18 Oktober 2026.

Kebijakan ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH) yang diperkuat melalui Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal.

Kebijakan ini memiliki arah yang sangat jelas. Namun muncul satu pertanyaan: apakah WHO 2026 akan benar-benar terlaksana atau hanya menjadi wacana besar?

Implementasi dan Tantangan
Dalam beberapa tahun terakhir, konsep halal banyak mengalami pergeseran makna. Halal tidak lagi terbatas pada nilai keagamaan semata, tetapi menjadi standar kualitas yang lebih universal.

Produk halal tidak hanya berkaitan dengan kesesuaian syariat, tetapi menjadi cerminan kualitas penyajian dan penanganan. Produk halal sekarang diasosiasikan dengan bahan baku yang aman, proses produksi yang bersih, serta pengawasan yang baik. Dapat dikatakan halal kini identik dengan kualitas produk yang lebih terpercaya di mata konsumen.

Di atas kertas, program WHO memiliki fondasi yang cukup. Hingga akhir tahun 2025, tercatat 10,9 juta produk telah tersertifikasi halal. Dari sisi ekosistem pendukung, jumlah Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) mencapai 121 lembaga, Lembaga Pendamping Proses Produk Halal (LP3H) sebanyak 383 lembaga, dan Pendamping Proses Produk Halal (P3H) sebanyak 121 ribu. Selain itu, terdapat 21.270 Penyelia Halal dan 3.085 Juru Sembelih Halal yang menjadi bagian penting dari rantai sertifikasi halal nasional. Angka yang besar, namun belum sepenuhnya mencerminkan kesiapan di lapangan.

Tantangan terbesar justru berada pada sektor UMKM, banyak pelaku usaha kecil yang masih beroperasi dalam sektor informal dengan berbagai keterbatasan pencatatan usaha, akses bahan baku, hingga pemahaman mengenai proses sertifikasi halal. Lebih jauh lagi, banyak stigma dimasyarakat mengenai pemrosesan sertifikat halal berbiaya tinggi.

Tidak kalah penting, cakupan kewajiban halal tidak hanya terbatas pada produk makanan dan minuman, namun sektor lainnya seperti obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik, produk kimia, perlengkapan rumah tangga dan masih banyak lagi.

Luasnya cakupan sektor ini menuntut koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar data pelaku usaha dapat terintegrasi dengan baik. Tanpa basis data usaha yang kuat, upaya percepatan sertifikasi halal akan menghadapi hambatan struktural.

Menuju Kondisi Ideal
Implementasi wajib halal tidak hanya bergantung pada regulasi, tetapi juga harus didukung oleh ekosistem yang memadai. Pendataan UMKM yang akurat dan terintegrasi menjadi salah satu prasyarat utama. Tanpa data yang jelas mengenai jumlah dan jenis usaha yang beredar di masyarakat, kebijakan wajib halal akan sulit dijalankan secara efektif.

Kedua, perlu adanya peningkatan jumlah pendamping halal, khususnya untuk mendukung skema self declare bagi UMKM. Skema ini sangat penting untuk mempercepat proses sertifikasi bagi pelaku usaha kecil yang memiliki keterbatasan biaya dan akses. Melalui program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI), pemerintah terus berupaya untuk mengakselerasi produk halal di berbagai lini.

Pelaksanaan WHO 2026 tidak bisa hanya bertumpu pada satu institusi. Diperlukan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga sertifikasi halal, perguruan tinggi, asosiasi usaha, hingga komunitas pendamping UMKM. Dengan kata lain, implementasi wajib halal bukan sekadar pekerjaan administratif, melainkan gerakan nasional yang memerlukan kolaborasi luas.

Salah satu upaya kolaborasi tersebut dilakukan melalui Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) di berbagai wilayah. Bank Indonesia sebagai bagian dari KDEKS juga turut berperan dalam mendukung akselerasi WHO 2026 melalui penguatan Halal Center sebagai pendamping sertifikasi halal bagi UMKM serta penyelenggaraan berbagai kegiatan pengembangan ekonomi syariah dan UMKM guna meningkatkan awareness masyarakat.

Waktu Terus Berjalan, Kolaborasi Harus Diperkuat
Waktu menuju 18 Oktober 2026 sudah semakin dekat. Tersisa sekitar tujuh bulan untuk mempercepat berbagai proses yang belum terlaksana. Melalui program SEHATI 2026, pemerintah menyediakan lebih dari 1,3jt sertifikat halal gratis, namun realisasi akhir akan menjawab.

Tantangan tentu tidak kecil, namun peluang yang terbuka juga sangat besar. Keberhasilan implementasi wajib halal akan memperkuat posisi Indonesia dalam peta ekonomi halal global sekaligus meningkatkan daya saing produk UMKM Indonesia di pasar domestik maupun internasional.

Pada akhirnya, pertanyaan mengenai WHO 2026 adalah wacana atau terlaksana bukanlah soal regulasi semata, tetapi soal seberapa serius kita mempersiapkan ekosistemnya mulai dari sekarang. Halal bukan sekedar label, melainkan kebutuhan masyarakat. Akhir kata, kuantitas itu penting tapi kualitas jangan sampai terlupa. (*)

Penulis: A.A. Ngurah Davin Egatriyana
Analis Yunior Fungsi Pelaksanaan dan Pengembangan UMKM, Keuangan Inklusif, dan Syariah, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau

 

Artikel WHO 2026: Wacana atau Terlaksana? pertama kali tampil pada News.