Jumat, 15 Mei 2026
Beranda blog Halaman 4967

Warga Batam Keluhkan Kualitas Beras: Jangan-jangan Beras Oplosan

0
beras
Ilustrasi. Foto: Jawapos.com

batampos – Sejumlah warga Batam mengeluhkan kualitas beras yang buruk. Sebabnya, beras yang sudah jadi nasi mudah basi meski masih di dalam penanak nasi.

Yesha warga Batu Ampar misalnya merasa ada yang beda dengan beras yang kerap ia masak. Hal itu pun baru ia sadari dua pekan terakhir.

“Saya pakai beras merek Harumas, biasanya itu bisa tahan sampai dua hari. Tapi sekarang, sehari saja sudah basi,” ujar Yesha.

Baca Juga: WBTb Indonesia, Jogi Batam Dikenalkan ke Mahasiswa Poltek se-Indonesia

Padahal, lanjut Yesha, nasi itu masih dalam magic com yang dalam kondisi menyala. Awalnya, ia pikir karena cara masak yang salah, namun ternyata beberapa tetangganya juga merasakan hal yang sama.

“Pokoknya beda, atau jangan-jangan ini beras oplosan karena kualitas buruk sejak harga beras naik, ” imbuhnya.

Ahmad, warga Batamcenter, juga merasakan nasi yang biasa ia konsumsi bersama keluarga cepat basi. Awal-awal ia pikir penanak nasinya lah yang rusak.

“Saya pikir magic com saya rusak, kemudian Saya ganti baru dan ternyata sama saja,” imbuh Ahmad.

Baca Juga: Pesta Anak Pantai Tanjung Riau Berlangsung Meriah

Ia mempertanyakan kualitas beras yang semakin buruk disaat harga melejit naik. Bukannya bertambah baik, beras ia konsumsi malah cepat basi usai dimasak.

“Sehari saja, sudah basi. Harga Beras juga naik drastis,” tegasnya.

Sementara, Kadisperindag Kota Batam, Gustian Riau belum bisa dikonfirmasi terkait kualitas beras yang buruk menurut warga. (*)

 

Reporter: Yashinta

Rempang Bakal Lebih Hebat dari Batam

0
Podcast Lipsus Batam Pos. F Umi Kalsum
Podcast Lipsus Batam Pos. F Umi Kalsum

batampos – Rempang lebih hebat dari Batam. Begitulah yang disampaikan oleh Direktur Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BP Batam, Harlas Buana di podcast lipsus (liputan khusus) Batam Pos beberapa waktu lalu.

Ucapan ini bukanlah sebuah pepesan kosong. Sebab, pembangunan Rempang menyerap investasi sebanyak Rp 381 triliun. Angka ini berkali-kali lipat dari APBD Provinsi Kepri setiap tahunnya

Rempang akan menjadi motor kedua bagi Batam, dalam peningkatan ekonomi. Kekuatan ekonomi Rempang terbukti, meskipun belum dibangun. Salah satu industri kaca terbesar di dunia, sudah menyatakan niat berinvestasi di Rempang. Nilai investasinya mencapai 11,7 miliar USD, dengan serapan tenaga kerja sebanyak 35 ribu orang.

Rempang akan menjadi The New Engine of Indonesia’s Economic Growth yang berkonsep ‘Green and Sustainable City’. PT MEG akan mengembangkan Pulau Rempang menjadi tujuh zona, Rempang Integrated Industrial Zone, Rempang Integrated Agro-Tourism Zone, Rempang Integrated Commercial and Residential, Rempang Integrated Tourism Zone, Rempang Forest and Solar Farm Zone, Wildlife and Nature Zone dan Galang Heritage Zone.

“Konsepnya green. Jadi menggunakan energi terbarukan, ada PLTS disana, jadi destinasi wisata dan kota baru yang lebih maju dari Batam. Rempang lebih hebat dari Batam (nantinya,” kata Harlas, dalam Podcast Batam Pos beberapa waktu lalu.

Perancangan Rempang dengan menggunakan teknologi terkini. Namun, tanpa menghilangkan keaslian Rempang itu sendiri. Rempang akan menjadi kawasan bebas, mirip dengan Batam. Namun, dengan segala kecanggihan teknologinya.

Rempang yang diharapkan menjadi penyokong pertumbuhan ekonomi Batam, Provinsi Kepri, bahkan Indonesia. Sehingga, bukan tanpa alasan, proyek pengembangan Rempang Eco-City masuk dalam daftar Program Strategis Nasional tahun 2023.

Selamat Pagi Pembaca, Demo Batal Hari Ini

0

batampos – Selamat pagi pembaca setia batampos.co.id. Selamat menjalankan aktivitas hari ini, Senin 11 Septermber 2023. Hari ini, sebelumnya, dikabarkan akan ada demo yang akan melintas beberapa ruas jalan. Rencana demo ini positif telah dibatalkan.

rempang 3
foto: Dalil Harahap / Batam Pos
Foto bersama selepas jumpa pers di Mapolresta Barelang Ahad (10/09/2023) malam.

Aliansi Pemuda Melayu membatalkan rencana aksi unjuk rasa di Kantor Badan Pengusahaan (BP) Batam. Hal ini disampaikan Kooridinator Umum Aliansi Pemuda Melayu, Dian Arniand.

“Kami sebelumnya melayangkan surat pemberitahuan demo, dan hari ini saya mewakili dari semua Aliansi yang tergabung, menyatakan bahwa kami membatalkan aksi unjuk rasa,” ujarnya Mapolresta Barelang yang didampingi Kepala BP Batam, M. Rudi dan Kapolresta Barelang, Kombes Nugroho Tri Nuryanto, Ahad (10/9) malam.

Ia menjelaskan pembatalan aksi unjuk rasa tersebut karena mempertimbangkan beberapa hal. Salah satunya, tidak ingin terjadi bentrokan dan mereka ingin tetap menciptakan situasi Batam yang kondusif.

“Yang akan mengadakan aksi bukan hanya Aliansi Pemuda Melayu saja, tapi melainkan dari LSM-LSM yang lain. Kita tidak mau terjadi benturan nanti di lapangan yang bisa memicu hal-hal yang tidak diinginkan,” kata pria yang akrab disapa Pian ini.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Melayu di Kepri dan dari luar Kepri yang sudah datang ke Batam untuk melakukan aksi unjuk rasa.

“Saya ingin menyampaikan, bahwa pergerakan kita tidak pernah ditunggangi sama sekali. Ini perlu saya tegaskan, kami berangkat dari keresahan masyarakat Rempang Galang. Kami berharap solusi terbaik dari pemerintah,” ungkapnya.  (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Penahanan 8 Warga Rempang Ditangguhkan, Penyebabnya Ini

0
IMG 20230910 WA0280
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, Kapolresta Barelang Kombes Nugroho Tri Nuryanto, dan Dian Arniand dari Aliansi Pemuda Melayu saat konfernsi pers, Minggu (10/9. F Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos – 8 warga Rempang yang ditahan, ditangguhkan penahannya, Minggu (10/9).  Penyebab penangguhan penanganan ini, karena adanya jaminan dari Kepala BP Batam, Muhammad Rudi. 

“Saya menjamin. Agar saudara yang ditahan (8 Warga Rempang yang ditahan), besok (11/9) bisa dikembalikan ke rumahnya masing-masing,” kata Rudi, Minggu (10/9). 

Kembalinya ke-8 orang Warga Rempang yang ditahan pasca kericuhan di Jembatan IV, Rempang Cate itu, adalah buah dari pertemuan dengan Aliansi Pemuda Melayu. Dari pertemuan itu, Aliansi Pemuda Melayu membatalkan unjuk rasa di depan Kantor BP Batam, Senin (11/9). 

Rudi mengklaim, unjuk rasa itu bukan karena ada tekanan dari pihak BP Batam maupun Polresta Barelang. 

Baca Juga: Kepala BP Batam Apresiasi Penangguhan Penahanan 7 Warga Rempang

“Terkait aksi demo besok. Sekali lagi, kami tidak pernah melakukan penekanan. Kami duduk bersama, demi kepentingan umum. Atas kesepakatan itu, maka terjadi lah malam ini (pengumuman penangguhan penahanan 8 warga Rempang),” ujar Rudi. 

Rudi berharap, penangguhan penahanan ini, dapat menjadi titik awal penyelesaian permasalahan Rempang. Sehingga, warga Rempang dapat semakin sejahtera. 

Atas penangguhan penahanan ini, Kapolresta Barelang, Nugroho Tri Nuryanto mengatakan, permohonan ini demi kepentingan umum. 

“Insya Allah akan kami proses, dan akan kami kabulkan. Lihat besok saja,” ujar Nugroho. (*)

Kepala BP Batam Apresiasi Penangguhan Penahanan 7 Warga Rempang

0

 

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengapresiasi kebijaksanaan Kapolresta Barelang, Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto, yang telah memberikan penangguhan penahanan terhadap 7 warga Rempang.

rempang 3
foto: Dalil Harahap / Batam Pos
Foto bersama selepas jumpa pers di Mapolresta Barelang Ahad (10/09/2023) malam.

Menurut Rudi, penangguhan penahanan terhadap 7 warga yang telah berstatus tersangka tersebut merupakan keputusan tepat.

“Saya berterima kasih kepada Kapolresta Barelang yang telah mengabulkan permintaan penangguhan penahanan terhadap 7 warga saya di Rempang,” ujar Rudi di Mapolresta Barelang, Minggu (10/9/2023).

Di sisi lain, Rudi yang juga menjabat sebagai Wali Kota Batam mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kekompakan dan persatuan.

Menurutnya, kerja sama yang maksimal antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci penting keberhasilan pembangunan daerah.

Termasuk dalam merealisasikan pengembangan Kawasan Rempang sebagai Program Strategis Nasional (PSN) Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak dan masyarakat yang telah menjaga situasi kondusif Kota Batam. Ini semua demi kepentingan umum,” tambahnya.

Rudi pun berkomitmen untuk segera mendudukkan permasalahan Rempang. Baik di tataran pemerintah ataupun masyarakat.

Sehingga, permasalahan yang ada dapat terselesaikan dan menghasilkan solusi terbaik.

“Kami ingin permasalahan Rempang segera selesai. Pengembangan Rempang adalah Program Strategis Nasional. Ini prioritas pemerintah pusat dan kami di daerah harus menyelesaikannya. Saya berharap, program ini bisa diselesaikan bersama-sama,” pungkasnya.

Sementara, Kapolresta Barelang, Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto, menyambut baik permintaan penangguhan penahanan tersebut.

Nugroho pun mengimbau agar masyarakat Kota Batam tidak terprovokasi dengan berita hoaks yang tersebar di media sosial sejak beberapa hari terakhir. Khususnya yang menyiarkan informasi simpang siur perihal pengembangan Kawasan Rempang.

“Penangguhan penahanan yang diminta akan kami kabulkan. Perlu saya sampaikan agar masyarakat Kota Batam tidak terprovokasi dengan berita hoaks. Mari sama-sama ciptakan situasi kondusif,” tegasnya. (DN/rilis)

Kepala BP Batam Apresiasi Penangguhan Penahanan 7 Warga Rempang

0

 

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengapresiasi kebijaksanaan Kapolresta Barelang, Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto, yang telah memberikan penangguhan penahanan terhadap 7 warga Rempang.

rempang 3
foto: Dalil Harahap / Batam Pos
Foto bersama selepas jumpa pers di Mapolresta Barelang Ahad (10/09/2023) malam.

Menurut Rudi, penangguhan penahanan terhadap 7 warga yang telah berstatus tersangka tersebut merupakan keputusan tepat.

“Saya berterima kasih kepada Kapolresta Barelang yang telah mengabulkan permintaan penangguhan penahanan terhadap 7 warga saya di Rempang,” ujar Rudi di Mapolresta Barelang, Minggu (10/9/2023).

Di sisi lain, Rudi yang juga menjabat sebagai Wali Kota Batam mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kekompakan dan persatuan.

Menurutnya, kerja sama yang maksimal antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci penting keberhasilan pembangunan daerah.

Termasuk dalam merealisasikan pengembangan Kawasan Rempang sebagai Program Strategis Nasional (PSN) Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak dan masyarakat yang telah menjaga situasi kondusif Kota Batam. Ini semua demi kepentingan umum,” tambahnya.

Rudi pun berkomitmen untuk segera mendudukkan permasalahan Rempang. Baik di tataran pemerintah ataupun masyarakat.

Sehingga, permasalahan yang ada dapat terselesaikan dan menghasilkan solusi terbaik.

“Kami ingin permasalahan Rempang segera selesai. Pengembangan Rempang adalah Program Strategis Nasional. Ini prioritas pemerintah pusat dan kami di daerah harus menyelesaikannya. Saya berharap, program ini bisa diselesaikan bersama-sama,” pungkasnya.

Sementara, Kapolresta Barelang, Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto, menyambut baik permintaan penangguhan penahanan tersebut.

Nugroho pun mengimbau agar masyarakat Kota Batam tidak terprovokasi dengan berita hoaks yang tersebar di media sosial sejak beberapa hari terakhir. Khususnya yang menyiarkan informasi simpang siur perihal pengembangan Kawasan Rempang.

“Penangguhan penahanan yang diminta akan kami kabulkan. Perlu saya sampaikan agar masyarakat Kota Batam tidak terprovokasi dengan berita hoaks. Mari sama-sama ciptakan situasi kondusif,” tegasnya. (DN/rilis)

Soal Pengembangan Pulau Rempang, Ini Pernyataan Sikap IA ITB Kepri

0
7a18d2eb 2812 4bd2 96a5 8296b4d39b45 e1694360020197
Pengurus IA ITB Kepri mengadakan diskusi dinamika yang terjadi seputar pengembangan pulau Rempang

batampos– Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung Daerah Kepulauan Riau (IA-ITB Kepri) sangat mendukung langkah langkah yang diambil pemerintah untuk pengembangan semua aspek Kepri di kepri untuk meningkatkan sosial ekonomi masryarakat Kepri umumnya. Demikian juga dengan langkah pengembangan Pulau Rempang, Batam sebagai kawasan Eco-City sangat didukung untuk meningkatkan sosial ekonomi masyarakat kawasan Batam dan khususnya Pulau Rempang.

Melihat perkembangan dan juga kejadian akhir akhir ini di Pulau Rempang dalam pelaksanaan rencana pembangunan kawasan eco-city, IA-ITB pun mengeluarkan sikapnya.

”Yang pertama, Seluruh pihak agar menghindari tindakan kekerasan dan lebih mengedepankan musyawarah mufakat,” ujar Bambang Hendrawan selaku Ketua IA-ITB Kepri dalam rilisnya yang diterima redaksi.

BACA JUGA: Berkiprah di Berbagai Sektor Penting, IA-ITB Kepri Adakan Musda Pilih Ketua Baru

Sikap kedua, Proses pelaksanaan sosialisasi, advokasi dan mediasi melibatkan unsur perguruan tinggi di wilayah Kepri.

Terus, ketiga, sikap dari IA ITB Kepri juga menyarankan adanya penyiapan pembangunan Kampung Baru Nelayan meliputi perumahan, fasilitas umum fasilitas sosial sesuai yang direncanakan bagi penduduk yang terdampak dan memenuhi syarat, agar segera digesa dengan mempertimmbangkan kearifan lokal.

Keempat, Penyesuaian kembali waktu pelaksanaan proses hijrah penduduk yang terdampak dan memenuhi syarat, seiring dengan kesiapan pembangunan Kampung Baru Nelayan.

Kemudian, harus ada komunikasi publik yang lebih intensif dan interaktif dengan mengedepankan narasi yang dibangun dari perspektif kepentingan Masyarakat.

Selain itu, IA ITB Kepri juga menyarankan agar sebaiknya BP Batam mengevaluasi timeline-nya lagi. ”Perlu dibuat rumah contoh, kalau perlu ada masyarakat yg pindah ke rumah contoh, sebagai contoh real. Sehingga masyarakat merasa itu real dan bukan PHP,” ujar Bambang Hendrawan didampingi Sekretaris IA ITB Kepri Teguh Kusuma.

”Semoga itikad dan ikhtiar pengembangan Pulau Rempang Eco-City selalu mengutamakan
kesejahteraan dan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tambah Bambang. (*)

Pesta Anak Pantai Tanjung Riau Berlangsung Meriah

0

 

batampos – Pesta Anak Pantai Tanjung Riau berlangsung seru dan meriah, Minggu (10/9). Meskipun hujan mengguyur, tak mampu meredam antusias masyarakat yang ingin menyaksikan event tahunan masyarakat Tanjung Riau, Sekupang tersebut.

padangPantauan di lokasi, ribuan warga datang memadati pantai Tanjung Riau sejak pagi hari tanpa memedulikan hujan yang turun. Bahkan beberapa dari mereka sengaja membawa payung, sementara yang lain tetap berdiri meski basah kuyup.

“Seru pokoknya ada banyak pertandingan yang diperlombakan, ” ujar Neneng, warga Batam Kota di lokasi.

Sebelum hujan turun, beberapa perlombaan akhir berhasil digelar dengan kehadiran langsung dari walikota Batam dan wakil Gubernur Kepri. Pantauan di lokasi mencatat bahwa kerumunan warga mulai dari pintu masuk gapura Tanjung Riau hingga ujung dermaga pelabuhan Beton Tanjung Riau.

“Hampir setiap tahun kami selalu datang, kebetulan rumah orang tua saya juga disini, ” tambah Neneng.

Menurutnya, event seperti ini sudah lama dinanti-nanti masyarakat sekitar. Adapun perlombaan yang digelar, yakni sampan layar, kapal Speed Boat standar dan Racing, pacu boat pancung dan sampan dayung serta tarian lokal lainnya.

Perlombaan berbagai kegiatan akan berlangsung hingga sore hari. Dalam kegiatan itu, ada ratusan juta rupiah jadian yang akan diperebutkan para peserta lomba. Tak hanya itu puluhan hadiah menarik seperti sepeda motor, televisi, kulkas dan hadiah lainnya juga turut meramaikan acara ini.

Beberapa perlombaan yang dilangsungkan dibuka langsung oleh Walikota Batam Muhammad Rudi seperti lomba sampan layar dan panjat pinang pantai. Didampingi sang istri H Marlin, dibibir dermaga pelabuhan walikota M Rudi melepaskan tembakan ke udara sebagai tanda tanda start lomba di mulai.

“Hari ini sangat ramai sekali, dari ujung sampai ke dermaga dipenuhi pengunjung. Selain menjadi hiburan masyarakat, kegiatan ini juga dapat mendorong kebangkitan Parawisata Kota Batam, ” ujarnya.

Dalam momentum semarak kemerdekaan itu, ia mengajak lewat kegiatan perlombaan yang digelar dapat membangun semangat kebersamaan masyarakat dalam membangun Batam. “Kegiatan ini kita harapkan agar tetap terus dilakukan setiap tahunnya,” ujar Rudi.

Tokoh masyarakat Tanjung Riau, Hasim mengatakan kegiatan hari ini merupakan puncak dari pestival Pesta Anak Pantai di Tanjung Riau. Kegiatan itu masih dalam semarak HUT RI.

Dalam kegiatan itu, Hasim sebagai toko masyarakat pulau yang juga penyelenggara memfasilitasi beberapa perahu yang digunakan dalam perlombaan Speed Boat. Selain itu juga menyediakan berbagai hadiah perlombaan. “Alhamdullilah sangat ramai. Ini sudah menjadi even setiap tahunnya yang kami gelar untuk memeriahkan hari kemerdekaan,” ujarnya.

Hasim juga mengapresiasi kehadiran walikota M Rudi dan Wagub Kepri Marlin yang turun langsung membuka even perlombaan. “Alhamdullillah, pemimpin kita langsung turun menyaksikan even pesta anak pantai. Terimakasih pak Rudi dan bu Marlin yang telah mensupport kegiatan kami anak pantai ini,” tambahnya.

Ia berharap, even yang telah digelar sejak tahun 2000-an ini dapat terus digelar dan semakin meriah. Tak lupa ia juga memberikan apresiasi pada pemerintah kota yang turut memberikan dukungan dan perhatian pada anak pantai, khususnya Tanjung Riau. (*)

 

 

Reporter : Rengga Yuliandra

WBTb Indonesia, Jogi Batam Dikenalkan ke Mahasiswa Poltek se-Indonesia

0
WhatsApp Image 2023 09 10 at 20.04.37
Tari Jogi Batam ditampilkan di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam, Sabtu (9/9).

batampos – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam mengenalkan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia Jogi Batam kepada 128 mahasiswa kampus politeknik se-Indonesia pada kegiatan Modul Nusantara Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) 2023 bersama Politeknik Negeri Batam bersama LAM Kota Batam bertempat di Gedung Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Batam, Sabtu (9/9).

Selain mengenalkan Jogi Batam dalam bentuk tari, Disbudpar Kota Batam mengenalkan budaya Melayu lainnya. Diantaranya Mak Yong, seni teater tradisional Melayu, pengetahuan tradisional kayu spang, tudung manto dari Lingga, prosesi tepuk tepung tawar, musik Melayu dari Malaykustik, dan permainan rakyat kaki bajang.

Normah, Pemimpin Sanggar Pantai Basri Pulau Panjang, Batam menampilkan tari Jogi pada kegiatan ini. Ia mengatakan Tari Jogi merupakan sendratari yang terkenal dan kerap ditampilkan saat acara-acara seni dan budaya besar di Bumi Melayu. Seni tari ini juga identik karena mengiringi pertunjukan Makyong, teater tradisional masyarakat Melayu.

Penarinya lima orang dan satu orang penyanyi. Salah satu gerakannya saat menaiki panggung sambil menangkupkan telapak tangan di dada. Itu pertanda, mereka tengah menghatur salam kepada penonton. Lagu yang dibawakan oleh penyanyi yang mengiringi gerakan tari Jogi, berjudul ”Rabesi are Dunia Jogi”.

”Tari Jogi terinspirasi dari lagu. Rentak-rentaknya rancak (apik), dan ada beberapa penari yang membuat gerakan masing-masing,” katanya.

Pada dasarnya, tari Jogi ini dibuat untuk menghibur masyarakat. Bisa dipentaskan di mana saja dan setiap penampilannya, para penonton tidak dipungut biaya.

Urutan dalam tarian yang berdurasi enam menit ini, memiliki tujuh gerakan yakni menangkupkan tangan mengandung makna memberi salam kepada penonton, lalu memegang pinggang sambil memutar ke kiri dan ke kanan serta ke bawah dan ke atas.
Gerakan kedua ini memiliki makna penari melihat busana yang dipakai sudah sesuai atau belum. Gerakan ketiga, bersolek atau ber make-up, lalu gerakan keempat penari melihat cermin.

Gerakan kelima melihat bahu, gerakan keenam mencuci baju, dan ketujuh melayang-layang. Ketujuh gerakan diambil dari kehidupan masyarakat melayu yakni kebahagian seorang istri menyambut suami setelah pulang dari melaut atau pergi ke laut.

Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata, menyampaikan tari Jogi baru saja ditetapkannya sebagai WBTb Indonesia. Ia mengatakan Jogi Batam ini sudah diperkenalkan secara luas kepada masyarakat Kota Batam.

”Hari ini Jogi Batam dalam bentuk tari dikenalkan kepada mahasiswa politekhnik dari berbagai daerah di Indonesia,” tuturnya.

“Jogi Batam sudah menjadi milik Indonesia sebab telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia dari Kemendikbudristek ii Jakarta,” tambahnya lagi.

Kota Batam memiliki banyak tradisi budaya yang menarik untuk diketahui. Lewat kegiatan Modul Nusantara Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) 2023, Ardi mengapresiasi kepada Politeknik Negeri Batam karena kegiatan ini sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2018 tentang Pemajuan Kebudayaan Melayu.

Terdapat 10 unsur Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) yang disusun Pemerintah Kota (Pemko) Batam yang terdiri dari tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, ritus, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, permainan rakyat, dan olahraga tradisional.

“Perihal budaya ada hal yang perlu diketahui masyarakat yakni pemajuan dan pelestarian. Acuannya dari sepuluh PPKD,” kata Dato’ Ardi.

Dosen Modul Nusantara, Slamet Subagio, menyebutkan kegiatan ini diikuti 128 mahasiswa dari kampus negeri dan swasta se-Indonesia. Modul Nusantara Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) 2023 diikuti mahasiswa selama satu semester atau enam bulan. Kegiatan itu meliputi kegiatan pembelajaran dikampus, sesi Kebhinekaan, kontribusi sosial, refleksi, dan inspirasi.

“Kegiatan di LAM ini sesi Kebhinekaan,” terangnya.

Ia mengucapkan terima kasih atas sambutan dari LAM Kota Batam dan Disbudpar Kota Batam. Ia berharap lewat kegiatan ini, mahasiswa lebih memahami budaya seluruh Indonesia.

“Batam memiliki budaya yang bagus,” ucapnya. (*)

Pencuri Kotak Infak Masjid An Nur Terekam CCTV

0
ilustrasi pencuri. foto: freepik

batampos– Maling membawa kabur kotak infak Masjid An Nur Jalan Hanjoyo Putro Tanjungpinang, Jumat (8/9) dinihari. Aksi maling tersebut sempat terekam kamera pengawas (CCTV) Masjid.

Berdasarkan rekaman CCTV, maling tersebut mengenakan celana pendek, serta kaos warna putih. Dengan santainya maling itu masuk melalui pintu depan Masjid.

Tidak butuh waktu lama, maling bercelana pendek tersebut dengan santai membawa kabur kotak infak berukuran kecil yang terbuat dari kayu itu.

Pengurus Masjid An Nur yakni Tedjo, mengatakan pencurian ini terungkap saat ia mendapatkan laporan dari warga terkait temuan kotak infak di Jalan Cendrawasih.

BACA JUGA: Bobol Dinding Warung, Pencuri Gasak Uang Infak

Kemudian Tedjo mengecek jumlah kotak infak di Masjid An Nur. Satu kotak infak yang telah raib. Ia langsung mengecek rekaman CCTV.

“Pagi harinya sekitar pukul 10.00 WIB, Ada yang jumpa kotak amal di arah pembakaran mayat,” ungkapnya, Sabtu (9/9).

Atas pencurian tersebut, kata Tedjo, pengurus Masjid An-Nur belum melaporkan ke pihak kepolisian Tanjungpinang.

“Uang di dalam kotak infak itu sekitar Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu,” terangnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Tanjungpinang Timur, Ipda Apriadi mengatakan pihak Masjid belum melaporkan aksi pencurian kotak infak.

“Sementara ini belum ada yg melaporkan ke Polsek,” katanya. (*)

reporter: yusnadi

Play sound