Jumat, 15 Mei 2026
Beranda blog Halaman 4968

Bawa Keranda, WargaTanjung Pinggir Tuntut Janji SPAM Perbaiki Aliran Air ke Perumahan Mereka

0
IMG 20230910 WA0011 e1694342349594
Warga RW 005 Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Sekupang, Minggu (10/9). F.Rengga Yuliandra

batampos – Warga RW 005 Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Sekupang, Batam yang terdiri dari Perumahan Cipta Green Mansion dan Woodland menggelar aksi untuk menuntut janji SPAM Batam /ABHI-ABH untuk mengalirkan air ke perumahan mereka yang selama ini mati total.

Aksi ini dilakukan ratusan warga RW 005 Tanjung Pinggir atas kekecewan warga terhadap SPAM Batam yang selama ini tidak dapat aliran air selama bertahun-tahun.

Aksi ini dilakukan di Perumahan Cipta Green Mansion, Minggu (10/9), dengan melakukan orasi. Juga berbagai tulisan kekesalan warga, pemasangan karangan bunga, dan mengangkat keranda yang bertuliskan telah meninggal air kami, bahkan warga sampai mandi dan cuci baju di parit dekat perumahan.

Baca Juga: Rusunawa Pemko Batam Siap Tampung Masyarakat Rempang

“Kami selalu disuruh sabar selama ini, tapi menurut pantauan kami selama ini petugas tidak terlihat mengerjakan untuk perbaikan sama sekali, kami harus bersabar sampai kapan lagi. Dulu waktu ATB lancar, sekarang dengan ABHI-AB malah mati. Salahnya apa,” ujar Tulang Juntak tokoh masyarakat saat demo berlangsung, Minggu (10/9).

Warga pun kecewa terhadap developer, camat, dan lurah setempat karena kurangnya perhatian terhadap masalah yang terjadi. Warga berharap mereka turun ke lokasi memeriksa kendalanya. “Kami juga memohon kepada Kepala BP Batam untuk cepat merespon keluhan warga ini,” harapnya.

Hal senada juga dikatakan Robi, warga Cipta Green Mansion lainnya. Ia mengaku warga selama berbulan-bulan berharap air tangki kiriman. Tapi ini harus dilakukan dengan mengemis setiap hari. Jika tidak dihubungi tidak mengirim. Ada juga warga yang membeli air tangki harus mengeluarkan beberapa biaya untuk air per bulan.

“Air ini kebutuhan hidup masyarakat. Kalau sudah air yang mati merepotkan sekali. Apalagi untuk kami yang punya bayi dan anak kecil,” ujarnya.

Baca Juga: Tim Gabungan Mulai Ukur dan Pasang Patok Batas di Rempang

Dikatakan Robi, Juni 2023 lalu perwakilan warga telah melakukan pertemuan dengam pimpinan SPAM dan ABHI-ABH. Dari hasil pertemuan tersebut SPAM Batam dan ABHI-ABH berjanji akan menyelesaikan persoalan air di daerah mereka. “Dan sampai September 2023 pada kenyataanya sampai detik ini air belum mengalir sama sekali,” sesalnya.

Tuntutan warga adalah hidupkan air maksimal dalam waktu seminggu. Warga juga mengancam akan menggelar demo lebih besar lagi di Kantor BP Batam jika persoalan ini tak diselesaikan. (*)

Reporter: Rengga Yuliandra

Rusunawa Pemko Batam Siap Tampung Masyarakat Rempang

0
rusunawa pemko batam
Kondisi Rusunawa Pemko Batam yang berada di Tanjunguncang, Batuaji. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Rumah Susun Sewa (Rusunawa) Pemko di kota Batam siap menampung masyarakat Rempang, Kecamatan Galang yang akan direlokasi untuk pengembangan kawasan ekonomi baru di Pulau Rempang. Pengelolah Rusunawa Pemko Batam mengaku kuota hunian rusunawa sangat mencukupi untuk menampung sementara masyarakat yang akan direlokasi.

“Sangat siap. Masih banyak yang kosong dan bisa untuk mengakomodir semua masyarakat yang mau direlokasikan itu,” ujar Kepala UPT Rusunawa Pemko Batam, Roni, Minggu (10/9).

Baca Juga: Tim Gabungan Mulai Ukur dan Pasang Patok Batas di Rempang

Di wilayah Batuaji dan Sagulung sedikitnya ada tiga rusunawa yakni Rusunawa Pemko Batam 1, Rusunawa Pemko Batam 2, dan Rusunawa Pemko Batam 3. Selain itu ada juga Rusunawa Pemko Batam di Mukakuning, Kabil, dan Batuampar.

“Yang di Tanjunguncang ada masalah sedikit dengan suplai air bersih. Memang agak sulit seperti yang dialami masyarakat Tanjunguncang pada umumnya. Tapi itu akan kita surati pengelolah lagi biar ada jaminan suplai air nantinya,” ujar Roni.

Baca Juga: Ini 3 Rute Penerbangan yang Akan Dibuka dari Batam ke Indonesia Timur

Berdasarkan rilis dari BP Batam sedikitnya ada 14 unit rusunawa dan ruko yang akan menampung masyarakat Rempang sementara waktu sambil menunggu pembangunan rumah yang dijanjikan pemerintah di tempat relokasi.

Dalam rilis tersebut disebutkan bahwa masa pematangan lahan relokasi hingga pembangunan hunian memakan waktu sekitar satu tahun. Pemerintah juga menjamin fasilitas pendidikan anak-anak sebelum pindah ke tempat relokasi. (*)

 

Reporter: Eusebius Sara

Bertemu di Final US Open 2023, Novak Djokovic Nantikan Revans atas Medvedev

0
Novak Djokovic sukses menembus final AS Terbuka 2023. (ANGELA WEISS / AFP)

batampos – Petenis putra Novak Djokovic menantikan revans atas Daniil Medvedev di babak final US Open 2023 yang akan digelar pada Senin (11/9) WIB.

Hal itu merujuk pada kekalahan Djokovic dari Medvedev di US Open 2021. Medvedev mengalahkan Djokovic dengan straight set dua tahun lalu, sekaligus menghalangi langkah sang petenis Serbia untuk menjadi orang pertama yang memenangkan empat Grand Slam pada tahun yang sama sejak legenda tenis Australia Rod Laver pada 1969.

“Setiap kali mencapai final Grand Slam, itu merupakan sebuah kesempatan untuk mencetak sejarah, saya menyadarinya dan tentu saja saya sangat bangga akan hal itu. Tapi, saya tidak punya banyak waktu dan saya juga tidak akan membiarkan diri saya merenungkan hal-hal ini atau terlalu memikirkan sejarah dalam hal ini,” kata Djokovic, dikutip dari AFP, Minggu (10/9).

“Karena ketika saya melakukan hal itu seperti final 2021 di sini, saya mungkin kewalahan dan kinerja saya buruk. Jadi, saya tidak ingin hal itu terulang lagi,” ujarnya menambahkan.

Pada final nanti, petenis berusia 36 tahun itu juga ingin menambah koleksi gelar Grand Slam ke-24. Tahun ini, Djokovic mencapai semua final di keempat Grand Slam yang dipertandingkan, yakni Australian Open, French Open, Wimbledon, dan US Open.

Djokovic gagal menyamai rekor sepanjang masa Margaret Court untuk gelar tunggal Grand Slam terbanyak ketika dia kalah dari Alcaraz dalam lima set di final Wimbledon pada Juli.

Namun, itu tetap menjadi satu-satunya kekalahannya di turnamen besar sejak kekalahan di perempat final dari Rafael Nadal di French Open 2022. Dia memiliki rekor 33-1 di Grand Slam sejak itu.

“Usia hanyalah angka, ungkapan itu bergema saat ini di benak saya. Dan, saya bahkan tidak ingin mempertimbangkan untuk meninggalkan tenis atau memikirkan masa pensiun jika saya masih berada di puncak permainan saya,” kata petenis Serbia itu.

Di sisi lain, Medvedev yang berhasil membalas kekalahannya dari Carlos Alcaraz pada babak semifinal US Open, Sabtu (9/9), mengatakan siap untuk mengulangi sejarah pada 2021 saat mengalahkan Djokovic di partai final turnamen tersebut. (*)

 

 

Reporter: Antara

Kemenkumham Ingatkan Aparat Kedepankan Prinsip HAM Terkait Pengosongan Lahan di Pulau Rempang

0
Petugas gabungan membersihkan tumpukan ban yang dibakar warga di lokasi bentrokan di Rempang, Batam. (ANTARA/Yude )

batampos – Direktorat Jenderal (Ditjen) Hak Asasi Manusia (HAM) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) menyayangkan peristiwa bentrokan yang terjadi di Rempang, Batam, pada Kamis (7/9) lalu. Direktur Jenderal (Dirjen) HAM Dhahana Putra meminta perlunya dialog mendalam dengan masyarakat terdampak pengosongan lahan yang mengedepankan rasa kemanusiaan.

“Dapat kami pahami suasana kebatinan masyarakat terdampak pengosongan lahan di Rempang hari-hari ini. Karena itu, dialog mendalam menjadi penting agar peristiwa yang lalu tidak terulang kembali,” kata Dhahana dalam keterangannya, Minggu (10/8).
Dhahana meyakini, Wali kota Batam, Kapolda Riau dan para pemangku kebijakan mampu membangun kembali dialog yang persuasif dengan masyarakat terdampak pengosongan lahan. Ia menekankan, penerapan nilai-nilai HAM dalam sektor bisnis penting dalam persaingan ekonomi global.
Pasalnya, penerapan HAM dalam aktivitas bisnis diyakini berdampak positif terhadap citra perusahaan. Sekaligus, penerapan HAM ini memberikan competitive advantage untuk perusahaan.
“Tentu kita semua tidak ingin iklim investasi yang telah baik di Batam ini mendapatkan citra negatif karena persoalan semacam kemarin,” jelasnya.
Dhahana mengungkapkan pihaknya juga telah melakukan sejumlah upaya penguatan kapasitas bagi aparat penegak hukum (APH) terkait pentingnya nilai-nilai HAM dalam menjalankan tugas. Dhahana menyebutkan, pihaknya telah mendiseminasikan kepada APH di sejumlah wilayah di tanah air terkait Konvensi Menentang Penyiksaan dan Perlakuan atau Hukuman lain yang Kejam, Tidak Manusiawi atau Merendahkan Martabat Manusia.
“Dalam kegiatan diseminasi dan penguatan HAM bersama APH selama ini, kami mendapat respon positif. Mudah-mudahan, agenda diseminasi dan penguatan HAM semacam ini dapat terus dilanjutkan sehingga dapat meningkatkan profesionalitas APH kita dalam mengemban tugas megayomi masyarakat,” pungkas Dhahana.
Sebelumnya Badan Pengusaha (BP) Batam berencana melakukan pengukuran dan mematok lahan yang akan digunakan untuk investasi di Pulang Rempang dan Galang. Ribuan rumah warga yang terkena proyek strategis nasional itu rencananya akan direlokasi ke sebuah lokasi di Sijantung.
Pemerintah akan membuatkan warga terdampak rumah permanen di lokasi yang baru serta diberi lahan. Namun, warga setempat masih keberatan atas rencana tersebut.
Bentrokan antara polisi dan warga ini pecah di Rempang Galang, Batam, Kamis (7/9). Warga sebelumnya membuat barikade untuk menolak relokasi.
Bentrokan tidak dapat dihindari ketika polisi berusaha menerobos barikade warga. Aparat membawa water canon dan gas air mata untuk membubarkan massa. Sementara massa mencoba melawan dengan melempari aparat menggunakan batu. (*)
Reporter: JP Group

Pemuda Penyengat Bentuk Komunitas Berbahasa Asing

0

 

batampos – Pulau Penyengat English Club kini hadir sebagai wadah bagi pemuda Pulau Penyengat untuk mengembangkan kemampuan berbicara bahasa asing khususnya Bahasa Inggris.

Foto kiriman untuk Batam Pos.
Komunitas Pulau Penyangat English Club saat pertemuan rutinnya.

Komunitas ini dibentuk sebagai salah satu langkah untuk mempersiapkan pemuda di Penyengat ini agar dapat berbahasa asing dan mampu menjadi pemandu wisata di pulau itu kedepannya.

Pendiri Pulau Penyengat English Club
Raja Farul mengatakan, Pulau Penyengat sebagai salah satu destinasi wisata unggulan, memang memerlukan sumber daya manusia (SDM) yang dapat menguasai bahasa asing.

“Jadi awalnya kita buat club suka-suka aja sebernnya untuk bersama belajar Bahasa Inggris, maka terbentuklah Pulau Penyengat English Club,” kata Farul ke Batam Pos, Minggu (10/9).

Farul menyebut, yang menjadi mentor komunitas itu adalah salah satu tamu dari luar negeri yang pernah didampinginya saat berkunjung ke Penyengat beberapa waktu lalu.

“Memang kelasnya online, tapi tiap satu bulan sekali ia datang ke Penyengat untuk membuka kelas langsung,” ujarnya.

Saat ini komunitas yang dibuat Farul ini baru beranggotakan 10 orang. Ia berharap dapat terus bertambah dan menjadi pemicu kedepaanya bagi pemuda dan komunitas lain di Penyengat, untuk dapat berkomunikasi dengan bahasa asing ini.

“Bahasa asing ini sangat penting, karena yang berkunjung ke Pulau Penyengat ini banyak yang berasal dari negara lain, sehingga pemudanya harus mempersiapkan diri juga,” ungkap Farul.

Sekarang yang bergabung dalam komunitas ini masih berasal dari Pulau Penyengat. Menurutnya peluang ini sangat bagus, pemuda di sana nanti dapat menjadi pemandu wisata bagi para turis dari luar negeri.

“Jika sudah lancar nanti, tentunya dapat mendampingi wisatawan asing di penyengat dan membawa manfaat peningkatan ekonomi bagi masyarakat,” sebutnya.

Pada tahap awal, komunitasnya itu mengajak anggotanya agar berani berbicara berbahasa Inggris, walaupun kalimat yang disampaikan belum sempurna.

“Yang penting sekarang ini berani bicara dengan Bahasa Inggris yang sudah dikuasai, nanti perlahan baru kita perbaiki,” tambahnya. (*)

 

Reporter : Peri Irawan

 

Tumbang Saat Joget Dangkung, Peserta Jambore PKK Meninggal saat Perjalanan ke RSUD

0

batampos – Perserta Jambore Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Tanjungpinang tumbang saat tampil joget dangkung dan meninggal dunia dalam perjalanan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tanjungpinang.

Tangkapan layar video penampilan peserta jambore PKK asal Kampung Bugis di Lapangan Pamedan, Sabtu (9/9).

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Tanjungpinang, Agung Wira Dharma membenarkan musibah yang menimba salah satu kadernya itu. Almarhum adalah peserta jambore PKK Kampung Bugis.

“Kejadianya saat tampil lomba joget dangkung. Tiba-tiba tumbang,” kata Agung ke Batam Pos, Minggu (10/9).

Almarhum adalah Julainah Binti Mochtar, lahir 4 November 1976, saat meninggal berusia 47 tahun. Menurut Agung usianya belum begitu tua, sehingga mengagetkan peserta ketika acara berlangsung.

“Saat tampil itu, ia salah satu peserta yang tampil dengan semangat bagus,” ucapnya.

Agung menyebut, saat kejadian itu suasana menjadi panik dan khawatir, tanpa pikir lama panitia saat itu juga langsung membawa ke RSUD Kota Tanjungpinang untuk diberikan pertolongan.

“Tapi tidak tertolong, meninggalnya di perjalanan, di lokasi masih bernafas,” ujarnya.

Disampaikan Agung, sebelum kejadian menimpa, peserta itu terlihat baik-baik saja dan informasi dari teman satu timnya, yang berdangkutan tidak mengeluhkan penyakit apapun saat sebelum tampil.

“Tidak ada gejala apa-apa, makanya kaget semua,” ungkap suami wali kota Tanjungpinang ini.

Agung juga menyampaikan, penampilan almarhum dan kelompoknya itu merupakan peserta Jambore PKK yang tampil pada nomor urut 16 dari total 18 kelompok yang ada.

“Bagitu dibawa ke rumah sakit, acara masih lanjut penampilan kelompok terakhir. Akan tetapi acara penyerahan hadiah dan penutupan pada malam harinya sengaja ditiadakan untuk menghargai kader kita yang sedang berduka,” papar Agung.

Pengurus TP-PKK Tanjungpinang, kata Agung juga akan memberikan bantuan duka cita kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Kita dari TP-PKK tentu akan beri bantuan dan menyampaikan rasa turut berduka cita, semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” tutup Agung. (*)

Reporter : Peri Irawan

Daftar Lebih Awal, Warga Rempang Dapat Prioritas Pilih Rumah Ganti

0

 

 

Kampung Pengembangan Nelayan Maritime City seluas 471 Ha, berada di tepi perairan Galang, akan jadi pemukiman baru yang khusus dibangun bagi masyarakat Rempang terdampak Proyek Stategis Nasional Rempang Eco-City. Pada akhir 2024, pemerintah komit pemukiman Tahap 1 dapat dihuni masyarakat Rempang.

relokasiTotal 3.000 kavling akan dibangun berlokasi tepatnya di Dapur 3, Sijantung, Galang, yang masih berada di satu garis pantai dengan lokasi warga sebelumnya di Rempang.

“Pemerintah tak akan pernah menyengsarakan rakyatnya. Percaya Bapak Ibu, kami tak mungkin merelokasi Bapak Ibu begitu saja.” Kata Kepala BP Batam Muhammad Rudi saat sosialisasi bersama warga beberapa waktu silam.

Bahkan, ia menambahkan ada dermaga untuk melabuhkan kapal, termasuk menyiapkan pemakaman yang rapi untuk menghormati para leluhur.

Lebih detil, Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol Ariastuty Sirait mengatakan bahwa masyarakat tak perlu khawatir.

Menurutnya tak ada hal yang sebetulnya perlu ditakutkan, karena Pemerintah telah sampaikan komitmennya untuk berikan hak masyarakat sesuai aturan yang ada.

Satu rumah akan diganti dengan satu rumah tipe 45 bernilai 120 juta, tanah pun diberikan seluas maksimal 500 m2. Pemerintah pun janji akan menanggung biaya hidup masyarakat sampai rumah tetap mereka jadi.

Pilih Rumah Ganti dengan Lokasi Strategis

Wanita yang pernah menempuh pendidikan di Australia itu mengatakan bahwa pemerintah memberikan kesempatan pada masyarakat untuk memilih lokasi rumah gantinya sendiri yang strategis sesuai kebutuhan.

“Warga yang mendaftar di awal, diberikan privilege (hak istimewa) untuk bebas memilih posisi rumah yang dianggap strategis untuk usaha, berkebun, berlayar, ataupun tempat tinggal.” Kata Tuty.

Development Plan PT MEG, menunjukkan Pulau Rempang dengan luasan kurang lebih 17.000 hektare akan dibangun menjadi kawasan industri, perdagangan, residensial hingga wisata yang terintegrasi.

Dengan konsep “Green and Sustainable City”, wilayah ini akan membuka ratusan ribu lapangan pekerjaan baru untuk masyarakat Kepri, khususnya pemuda Rempang.

Bahkan target, 30.000 tenaga kerja sampai 2028 dan 306.000 orang selama pengembangan kawasan hingga 2080 mendatang.

“Selain industri dan teknologi, perlu diketahui bahwa kami pemerintah akan mengedepankan kearifan lokal. Maka masyarakat daerah tersebut akan menjadi bagian besar dari pengembangan kawasan itu.” Tegasnya.

Memang tampaknya publik tak percaya begitu saja, karena rumah ganti belum tampak jadi.

Namun sedari awal, Kepala BP Batam mengatakan Rumah Tetap akan jadi di akhir 2024. Dan selama itu, ia komit menanggung biaya hidup untuk warga yang terdampak.

“BP Batam adalah perpanjangan tangan pusat ya. Kami akan komit. Saat ini prosedur pembangunan rumah untuk ganti rugi, menanti Peraturan Presiden yang sedang digodok di Ibu Kota.” Tuty jelaskan.

Pembangunan rumah dengan biaya tak sedikit itu harus melalui prosedur dan payung hukum yakni Peraturan Presiden yang sedang digesa oleh Pusat.

“Nah kalau ada alat berat lewat, masyarakat jangan takut. Kami perlu melakukan cut and fill untuk memulai pematangan Rumah Tetap Bapak Ibu di area Dapur 3 Sijantung yang kondisinya berbukit.” Kata Tuty.

Terakhir, ia umumkan bagi warga yang secara sukarela ingin menyerahkan lahannya kembali pada pemerintah bisa mengunjungi 3 posko : RSKI Galang, Kantor Camat Galang dan PTSP Batam Center.

“Ayok ajak masyarakat daftar, maksimal 20 September. Ini perlu segera masyarakat tahu. Mereka secara pribadi bisa hubungi kontak atau datang langsung. Kami melindungi privasi Bapak Ibu sekalian,” pungkas Tuty. (*)

3 Posko Pelayanan :

1. Posko RSKI/Koramil (08117702136)
2. Posko Kantor Camat Galang (08117702134)
3. Posko PTSP / Gedung Mall Pelayanan Publik Batam Centre (08117702135)

Daftar Lebih Awal, Warga Rempang Dapat Prioritas Pilih Rumah Ganti

0

 

 

Kampung Pengembangan Nelayan Maritime City seluas 471 Ha, berada di tepi perairan Galang, akan jadi pemukiman baru yang khusus dibangun bagi masyarakat Rempang terdampak Proyek Stategis Nasional Rempang Eco-City. Pada akhir 2024, pemerintah komit pemukiman Tahap 1 dapat dihuni masyarakat Rempang.

relokasiTotal 3.000 kavling akan dibangun berlokasi tepatnya di Dapur 3, Sijantung, Galang, yang masih berada di satu garis pantai dengan lokasi warga sebelumnya di Rempang.

“Pemerintah tak akan pernah menyengsarakan rakyatnya. Percaya Bapak Ibu, kami tak mungkin merelokasi Bapak Ibu begitu saja.” Kata Kepala BP Batam Muhammad Rudi saat sosialisasi bersama warga beberapa waktu silam.

Bahkan, ia menambahkan ada dermaga untuk melabuhkan kapal, termasuk menyiapkan pemakaman yang rapi untuk menghormati para leluhur.

Lebih detil, Kepala Biro Humas, Promosi dan Protokol Ariastuty Sirait mengatakan bahwa masyarakat tak perlu khawatir.

Menurutnya tak ada hal yang sebetulnya perlu ditakutkan, karena Pemerintah telah sampaikan komitmennya untuk berikan hak masyarakat sesuai aturan yang ada.

Satu rumah akan diganti dengan satu rumah tipe 45 bernilai 120 juta, tanah pun diberikan seluas maksimal 500 m2. Pemerintah pun janji akan menanggung biaya hidup masyarakat sampai rumah tetap mereka jadi.

Pilih Rumah Ganti dengan Lokasi Strategis

Wanita yang pernah menempuh pendidikan di Australia itu mengatakan bahwa pemerintah memberikan kesempatan pada masyarakat untuk memilih lokasi rumah gantinya sendiri yang strategis sesuai kebutuhan.

“Warga yang mendaftar di awal, diberikan privilege (hak istimewa) untuk bebas memilih posisi rumah yang dianggap strategis untuk usaha, berkebun, berlayar, ataupun tempat tinggal.” Kata Tuty.

Development Plan PT MEG, menunjukkan Pulau Rempang dengan luasan kurang lebih 17.000 hektare akan dibangun menjadi kawasan industri, perdagangan, residensial hingga wisata yang terintegrasi.

Dengan konsep “Green and Sustainable City”, wilayah ini akan membuka ratusan ribu lapangan pekerjaan baru untuk masyarakat Kepri, khususnya pemuda Rempang.

Bahkan target, 30.000 tenaga kerja sampai 2028 dan 306.000 orang selama pengembangan kawasan hingga 2080 mendatang.

“Selain industri dan teknologi, perlu diketahui bahwa kami pemerintah akan mengedepankan kearifan lokal. Maka masyarakat daerah tersebut akan menjadi bagian besar dari pengembangan kawasan itu.” Tegasnya.

Memang tampaknya publik tak percaya begitu saja, karena rumah ganti belum tampak jadi.

Namun sedari awal, Kepala BP Batam mengatakan Rumah Tetap akan jadi di akhir 2024. Dan selama itu, ia komit menanggung biaya hidup untuk warga yang terdampak.

“BP Batam adalah perpanjangan tangan pusat ya. Kami akan komit. Saat ini prosedur pembangunan rumah untuk ganti rugi, menanti Peraturan Presiden yang sedang digodok di Ibu Kota.” Tuty jelaskan.

Pembangunan rumah dengan biaya tak sedikit itu harus melalui prosedur dan payung hukum yakni Peraturan Presiden yang sedang digesa oleh Pusat.

“Nah kalau ada alat berat lewat, masyarakat jangan takut. Kami perlu melakukan cut and fill untuk memulai pematangan Rumah Tetap Bapak Ibu di area Dapur 3 Sijantung yang kondisinya berbukit.” Kata Tuty.

Terakhir, ia umumkan bagi warga yang secara sukarela ingin menyerahkan lahannya kembali pada pemerintah bisa mengunjungi 3 posko : RSKI Galang, Kantor Camat Galang dan PTSP Batam Center.

“Ayok ajak masyarakat daftar, maksimal 20 September. Ini perlu segera masyarakat tahu. Mereka secara pribadi bisa hubungi kontak atau datang langsung. Kami melindungi privasi Bapak Ibu sekalian,” pungkas Tuty. (*)

3 Posko Pelayanan :

1. Posko RSKI/Koramil (08117702136)
2. Posko Kantor Camat Galang (08117702134)
3. Posko PTSP / Gedung Mall Pelayanan Publik Batam Centre (08117702135)

Dukung Efisiensi Logistik, ASDP-KAI Berkolaborasi Integrasikan Layanan Angkutan Barang Multimoda

0

 

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menandatangani nota kesepahaman dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengenai sinergi BUMN melalui kolaborasi Angkutan Barang Multimoda di Jakarta Railway Centre, Jakarta Pusat, pekan lalu.

Direktur Komersial dan Pelayanan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) M Yusuf Hadi mengatakan, manajemen ASDP terus berupaya melakukan peningkatan pelayanan kepada pelanggan terutama dalam menyediakan akses pengiriman dan integrasi logistik. Salah satunya adalah dengan membentuk sinergi bersama BUMN lain dalam kluster logistik.

“Sebelumnya sudah dilakukan penjajakan teknis di lapangan antara pihak ASDP dan KAI. Kami melihat peluang jika stasiun milik KAI yang berada dekat dengan pelabuhan bekerja sama dengan ASDP sebagai operator Pelabuhan, maka akan semakin memperlancar arus penyeberangan logistik untuk masyarakat,” ujar Yusuf.

Adapun area potensial untuk dieksplorasi lebih jauh adalah integrasi multimoda di lintasan penyeberangan Paciran (Lamongan) menuju Pulau Bawean dengan Stasiun Babat, dan lintasan penyeberangan Gresik menuju Pulau Bawean dengan Statuin Pasar Turi.

Direktur Niaga KAI Hadis Surya Palapa mengatakan, kolaborasi KAI dan ASDP ini sebagai upaya bersama dalam mewujudkan terintegrasinya kemampuan kedua BUMN yang sebelumnya masih terpisah-pisah.

“Semoga langkah-langkah yang kita lakukan hari ini dalam membangun kolaborasi antar BUMN, membangun sinergi transportasi bidang logistik, dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya dan memberikan value yang baik bagi BUMN. Sehingga kita bisa bersama-sama memberikan sumbangan untuk membangun efisiensi distribusi logistik di negeri ini,” kata Hadis.

Berpedoman pada misi ASDP untuk menciptakan dan mengoptimalkan nilai perusahaan dengan menghubungkan masyarakat dan pasar, ASDP sebagai operator pelabuhan berskala nasional akan terus mengupayakan peningkatan fasilitas pelabuhan melalui budaya pelayanan yang profesional dan berkualitas. Melalui penandatanganan nota kesepahaman dan sinergi bersama KAI ini, ASDP berkomitmen untuk mewujudkan pelayanan prima untuk perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan, serta mendukung pengembangan ekonomi daerah dan negara melalui layanan logistik antarwilayah.

“Perlu digarisbawahi bahwa nota kesepahaman ini tidak menutup kemungkinan potensi kolaborasi dengan mitra BUMN lainnya. Kita akan mengkaji lebih lagi untuk rencana peningkatan fasilitas dalam memenuhi standar minimum pelayanan,” jelas Yusuf menambahkan. (*)

Ini Hasil Lengkap Sprint Race MotoGP San Marino

0
Jorge Martin (Pramac Ducati) menjadi yang tercepat di sprint race MotoGP San Marino. (MotoGP.com)

batampos – Tiga pembalap Ducati menguasai podium sprint race MotoGP San Marino. Jorge Martin (Pramac Ducati) tampil dominan dengan memimpin balapan sejak start sampai finis.

Sementara Marco Bezzecchi (VR46 Ducati) finis runner up dengan selisih hampir 1,5 detik. Di posisi ketiga ada Francesco Bagnaia (Ducati) yang berjarak 4,5 detik dari Martin.

Baca Juga: Ducati Dominasi Sprint Race MotoGP San Marino, Dani Pedrosa Bikin Kejutan

Hasil tersebut sama dengan urutan start ketiganya yang didapat dari kualifikasi. Martin start dari pole, Bezzecchi dari urutan kedua, dan Bagnaia dari posisi ketiga.

Hasil Lengkap Sprint Race MotoGP San Marino 13 Lap:

1 Jorge Martin Pramac Ducati 19 menit 58,785 detik
2 Marco Bezzecchi Mooney VR46 Ducati +1,445 detik
3 Francesco Bagnaia Ducati Lenovo +4,582
4 Dani Pedrosa Red Bull KTM +4,772
5 Brad Binder Red Bull KTM +4,931
6 Maverick Viñales Aprilia Racing +6,062
7 Luca Marini Mooney VR46 Ducati +6,519
8 Aleix Espargaro Aprilia Racing +7,893
9 Alex Marquez Gresini Ducati +9.,64
10 Marc Marquez Repsol Honda +11,8
Baca Juga: Hasil Lengkap Kualifikasi MotoGP San Marino: Jorge Martin Pole, Bagnaia P3
11 Raul Fernandez RNF Aprilia +13,365
12 Miguel Oliveira RNF Aprilia +13,788
13 Fabio Quartararo Monster Yamaha +14,243
14 Johann Zarco Pramac Ducati +14,154
15 Jack Miller Red Bull KTM +17,421
16 Pol Espargaro Tech3 GASGAS +17,451
17 Fabio Di Giannantonio Gresini Ducati +18,133
18 Franco Morbidelli Monster Yamaha +19,749
19 Augusto Fernandez Tech3 GASGAS +20,403
20 Michele Pirro Aruba.it Ducati +21,454
21 Takaaki Nakagami LCR Honda +21,962
22 Stefan Bradl LCR Honda +23,672
23 Joan Mir Repsol Honda +36,100

 

 

Reporter: JPGroup

Play sound