Selasa, 23 Juni 2026
Beranda blog Halaman 504

Puluhan Anak Diundang Buka Puasa di Homm Laguna Bintan, Dapat Santunan

0
Anak-anak menerima santunan yang diserahkan oleh Alpha Eldiansyah di sela acara buka puasa bersama di Homm Laguna Bintan, Senin (16/3). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Puluhan anak dari panti asuhan dan kampung sekitar kawasan Laguna Bintan diundang berbuka puasa bersama di Homm Laguna Bintan, Senin (16/3).

Kegiatan tersebut digelar untuk memberikan pengalaman berbeda bagi anak-anak dengan merasakan suasana berbuka di lingkungan hotel.

Area General Manager (AGM) Laguna Bintan, Alpha Eldiansyah, mengatakan anak-anak sengaja diundang sebagai tamu.

“Kami ingin mereka mendapat pengalaman baru yang spesial,” ujarnya.

Sebelum waktu berbuka, kegiatan diisi dengan tausiah oleh Ustaz Jaroji.

Dalam ceramahnya, ia mengajak anak-anak untuk menanamkan rasa cinta terhadap sesama, gemar berbagi ilmu, serta memperbanyak sholawat.

Selain berbuka puasa bersama, pihak Laguna Bintan juga menyalurkan santunan serta bantuan kepada anak-anak dan kaum dhuafa yang hadir.

Kegiatan ini menjadi bagian dari kepedulian sosial manajemen hotel terhadap masyarakat sekitar, khususnya di bulan Ramadan.

Salah satu peserta, Roca Hadin Amira, mengaku senang bisa merasakan pengalaman berbuka puasa di hotel.

“Saya merasa bangga dan kagum melihat ruangannya yang sangat bagus dan acaranya ramai,” katanya.

Pelajar kelas 9 di SMP Negeri 9 Bintan ini juga menikmati berbagai hidangan yang disediakan, sekaligus dapat bersosialisasi dengan anak-anak lain dari panti asuhan.

“Pengalaman ini sangat berharga,” tambahnya. (*)

Artikel Puluhan Anak Diundang Buka Puasa di Homm Laguna Bintan, Dapat Santunan pertama kali tampil pada Kepri.

Paragon Pictures Gebrak Filmart, Hadirkan Thriller hingga Fantasi Anak

0
Adegan dalam film Crimson Rain besutan Paragon Pictures. Sumber gambar: x.com/HabisNontonFilm.

batampos – Paragon Pictures membuat gebrakan di ajang Filmart dengan menghadirkan tiga proyek film baru dari genre berbeda, mulai dari thriller supranatural hingga petualangan fantasi anak.

Tiga proyek tersebut melibatkan sejumlah aktor papan atas Indonesia seperti Reza Rahadian, Vino G. Bastian, dan Tissa Biani.

Salah satu proyek utama adalah film thriller supranatural berjudul Crimson Rain yang ditulis dan disutradarai oleh Robert Ronny.

Film ini dibintangi Reza Rahadian bersama Bryan Domani dan Fachri Albar.

Ceritanya mengikuti seorang detektif yang dipindahkan ke divisi terabaikan yang menangani kasus-kasus supranatural, di tengah teror pembunuhan ritual di Jakarta.

Paragon menyebut film ini menggabungkan intensitas investigasi ala film Se7en dengan atmosfer mencekam The Wailing, memadukan drama kriminal dan horor okultisme berlatar Asia Tenggara.

Selain itu, Paragon juga menghadirkan film aksi thriller No Limit yang kembali digarap Robert Ronny.

Film ini dibintangi Vino G. Bastian, Bryan Domani, dan Pevita Pearce.

Kisahnya tentang mantan agen operasi rahasia yang terjerumus ke dunia perjudian ilegal saat menyelidiki kematian adiknya, menghadirkan cerita penuh adrenalin tentang duka dan balas dendam.

Melengkapi jajaran proyek, Paragon turut menghadirkan film petualangan fantasi anak berjudul Oki & Nirmala yang dibintangi Tissa Biani dan disutradarai Hanung Bramantyo.

Film ini menceritakan seorang peri remaja yang ditakdirkan menjadi ratu kerajaan dongeng dan harus mencegah kekuatan jahat dari Pohon Emas.

Film No Limit dijadwalkan mulai produksi pada Desember 2026 dan dirilis tahun berikutnya. Sementara Crimson Rain akan memulai syuting pada pertengahan 2027 dan direncanakan tayang pada 2028.

Adapun Oki & Nirmala menjadi proyek pertama yang diproduksi mulai Agustus mendatang, dengan target rilis pada Maret 2027.

Langkah ini menandai strategi besar Paragon Pictures dalam memperluas genre film Indonesia sekaligus bersaing di pasar global. (*)

Artikel Paragon Pictures Gebrak Filmart, Hadirkan Thriller hingga Fantasi Anak pertama kali tampil pada Lifestyle.

Kogabwilhan I Berangkatkan 27 Prajurit dan Keluarga Mudik Gratis dari Tanjungpinang ke Riau

0
Keluarga prajurit menaiki kapal mudik gratis dari Pelabuhan Sri Bintan Pura menuju Tanjung Buton, Selasa (17/3). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) I memberangkatkan puluhan prajurit dan keluarga dalam program mudik gratis Lebaran 2026 dari Tanjungpinang menuju Provinsi Riau.

Sebanyak 27 peserta diberangkatkan melalui Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) menuju Tanjung Buton, Siak, menggunakan kapal cepat Gajendra Arjuna, Selasa (17/3).

“Ada 27 orang yang kita gratiskan, terdiri dari prajurit dan keluarga mereka,” kata Pangkogabwilhan I, Kunto Arief Wibowo.

Program mudik gratis ini merupakan bentuk perhatian terhadap personel yang ingin pulang kampung merayakan Idulfitri bersama keluarga.

Kunto berharap program tersebut dapat terus berlanjut di masa mendatang dengan jumlah peserta yang lebih banyak.

“Kami berharap kegiatan ini bisa terus ada, tentunya melihat perkembangan dan kebijakan ke depan,” ujarnya.

Perjalanan laut dari Tanjungpinang menuju Tanjung Buton diperkirakan memakan waktu sekitar 4 hingga 4,5 jam.

Setibanya di Tanjung Buton, rombongan akan melanjutkan perjalanan darat ke sejumlah daerah tujuan, di antaranya Pekanbaru, Dumai, Padang, Kerinci di Jambi, hingga wilayah Sumatera Utara. (*)

Artikel Kogabwilhan I Berangkatkan 27 Prajurit dan Keluarga Mudik Gratis dari Tanjungpinang ke Riau pertama kali tampil pada Kepri.

Arus Mudik Membeludak di Karimun, Ekstra Trip Dikerahkan

0
Calon penumpang antre di loket Pelabuhan Tanjungbalai Karimun saat arus mudik mulai padat. F. Sandi Pramosinto/Batam Pos.

batampos – Arus mudik Lebaran 1447 Hijriah di Tanjungbalai Karimun mulai mengalami lonjakan signifikan. Pelabuhan domestik dan internasional dipadati calon penumpang yang hendak pulang kampung, terutama menuju berbagai daerah di Provinsi Riau.

Kepala Kantor KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun, Supnedi, mengatakan kepadatan penumpang mulai terlihat sejak H-5 Idulfitri.

“Arus keberangkatan penumpang dari pelabuhan domestik sejak pagi sudah padat. Sementara arus kedatangan dari luar negeri, khususnya dari Malaysia, juga cukup tinggi, mencapai lebih dari 2 ribu orang,” ujarnya, Selasa (17/3).

Ia menyebutkan, jumlah penumpang yang berangkat melalui pelabuhan domestik tercatat sebanyak 2.145 orang.

Lonjakan penumpang, khususnya WNI yang baru tiba dari Malaysia, membuat pihak pelabuhan harus menyiapkan tambahan armada.

Supnedi menjelaskan, koordinasi dengan perusahaan pelayaran dilakukan untuk menghadirkan pelayaran tambahan di luar jadwal reguler.

“Pada Senin, ada tiga kapal ekstra trip yang diberangkatkan karena tingginya jumlah penumpang,” jelasnya.

Tambahan tersebut di antaranya dua unit speedboat Karunia Jaya dengan rute Tanjungbalai Karimun menuju Tanjungbatu hingga Penyalai, Kabupaten Pelalawan, dengan total 94 penumpang.

Selain itu, satu ekstra trip juga diberangkatkan menuju Tanjungsamak, Kabupaten Kepulauan Meranti, dengan jumlah penumpang 86 orang.

Pengelola speedboat Karunia Jaya, Miko, mengatakan pihaknya siap membantu masyarakat dengan menyediakan armada tambahan.

“Kalau dibutuhkan, kami siap backup memberangkatkan kapal. Memang harga tiket sedikit lebih mahal karena kapal kembali dalam kondisi kosong,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu calon penumpang, Reno, mengaku kesulitan mendapatkan tiket mudik tahun ini.

“Setelah tiga hari baru dapat tiket. Dua hari sebelumnya selalu habis saat sampai di loket,” katanya.

Meski demikian, ia bersyukur akhirnya bisa mendapatkan tiket dan dijadwalkan berangkat pada Rabu (18/3).

Di tengah lonjakan penumpang, pihak KSOP memastikan kondisi pelabuhan tetap aman dan kondusif. Masyarakat yang membutuhkan informasi diimbau untuk mendatangi posko pelayanan yang telah disediakan di area pelabuhan. (*)

Artikel Arus Mudik Membeludak di Karimun, Ekstra Trip Dikerahkan pertama kali tampil pada Kepri.

Ratusan Anak Panti Asuhan di Tanjungpinang Dapat Baju Lebaran Gratis

0
Ratusan anak panti mengikuti buka puasa bersama Majestic Koi Farm sebelum dibelanjakan baju Lebaran gratis di Tanjungpinang, Senin (16/3). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Sebanyak 128 anak yatim-piatu dari empat panti asuhan di Kota Tanjungpinang menerima bantuan baju Lebaran Idulfitri 2026 dari Majestic Koi Farm.

Kegiatan sosial tersebut diawali dengan buka puasa bersama yang digelar di kawasan Batu 10, Senin (16/3).

Owner Majestic Koi Farm, Adria Effendy, mengatakan setelah berbuka puasa, anak-anak diajak berbelanja baju Lebaran secara gratis.

“Setelah buka bersama, kita adakan belanja baju Lebaran untuk anak-anak panti asuhan ini,” ujarnya.

Adria menjelaskan, kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan yang terus diupayakan terlaksana. Pada tahun ini, setiap anak mendapatkan jatah belanja maksimal Rp250 ribu.

Meski jumlah tersebut sedikit lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya, pihaknya tetap berkomitmen menjaga keberlanjutan program sosial ini.

“Semoga tahun depan bisa kita laksanakan lagi. Kegiatan ini cukup membantu anak-anak merayakan Idulfitri,” katanya.

Ia berharap bantuan tersebut tidak hanya memberi kebahagiaan saat Lebaran, tetapi juga menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik.

“Anak-anak ini punya potensi untuk sukses di masa depan,” tambahnya.

Sementara itu, pengurus Majestic Koi Farm, Rizki Septiano, menyebut pihaknya sebelumnya juga menyalurkan bantuan ke daerah terdampak bencana di Banda Aceh.

Bantuan yang diberikan berupa perlengkapan sekolah bagi anak-anak yang membutuhkan, terutama di momen Ramadan. (*)

Artikel Ratusan Anak Panti Asuhan di Tanjungpinang Dapat Baju Lebaran Gratis pertama kali tampil pada Kepri.

Pawai Takbir Anambas Berhadiah Rp24 Juta Tuai Kritik Warga Jemaja dan Matak, Ini Sebabnya

0
Peserta membawa miniatur masjid saat pawai takbir di Kepulauan Anambas pada 2025 lalu. Lomba tahun ini disorot karena belum melibatkan warga Jemaja dan Matak. F. Diskominfo Anambas.

batampos – Lomba pawai takbir yang digelar Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Kepulauan Anambas menuai sorotan dari masyarakat, khususnya warga Pulau Jemaja dan Matak.

Kegiatan yang diselenggarakan menjelang Idulfitri tersebut dinilai belum mengakomodasi seluruh wilayah di Kepulauan Anambas, meski menawarkan total hadiah terbesar sepanjang pelaksanaannya.

Panitia menyiapkan total hadiah sebesar Rp24 juta, dengan rincian Rp12 juta untuk juara pertama, Rp7 juta juara kedua, dan Rp5 juta juara ketiga.

Namun, lomba hanya dipusatkan di Lapangan Sulaiman Abdullah, Kelurahan Tarempa, Kecamatan Siantan, sehingga peserta dari luar Pulau Siantan tidak dapat berpartisipasi secara langsung.

Warga Jemaja, Ibrahim, menilai kegiatan tersebut seharusnya terbuka untuk seluruh masyarakat Anambas.

“Jemaja dan Matak ini masih bagian dari Anambas, bukan hanya Siantan,” ujarnya, Selasa (17/3).

Ia mengusulkan agar pelaksanaan lomba dapat dibagi ke tiga wilayah, yakni Siantan, Jemaja, dan Matak, agar seluruh masyarakat bisa ikut serta.

Menurutnya, sistem penilaian dapat melibatkan tokoh agama atau pihak kecamatan di masing-masing wilayah, kemudian dirangking untuk menentukan pemenang.

Menanggapi kritik tersebut, Kepala Bagian Kesra Kepulauan Anambas, Yandri Yanto, menegaskan bahwa ketentuan lomba tidak dapat diubah karena persiapan telah hampir rampung.

“Kalau dirubah ketentuannya sudah tidak bisa, mungkin usulan ini kita terima untuk pelaksanaan tahun depan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan lomba di beberapa lokasi berpotensi menimbulkan kendala dalam hal transparansi penilaian.

“Peserta tidak bisa melihat langsung kualitas lawannya dan penilaian juri bisa berbeda-beda meskipun sudah diberikan arahan,” jelasnya.

Yandri juga mengungkapkan bahwa pihaknya sempat mempertimbangkan pengurangan total hadiah menjadi Rp19 juta untuk efisiensi anggaran.

Namun, rencana tersebut dibatalkan dan hadiah tetap dipertahankan sebesar Rp24 juta. (*)

Artikel Pawai Takbir Anambas Berhadiah Rp24 Juta Tuai Kritik Warga Jemaja dan Matak, Ini Sebabnya pertama kali tampil pada Kepri.

Tradisi 7 Likur, Warisan Budaya Takbenda yang Sarat Makna Spiritual di Akhir Ramadan

0
Melestarikan tradisi 7 Likur, masyarakat Sei Ladi Tanjungpinang menyusun lampu cangkok menyerupai kubah masjid. F. Yusnadi Nazar/Batam Pos.

batampos – Menjelang pengujung Ramadan, suasana malam di sejumlah kampung di Kepulauan Riau (Kepri) tampak berbeda. Lorong-lorong kecil hingga halaman rumah diterangi cahaya lampu tradisional yang menciptakan nuansa hangat dan religius.

Tradisi tersebut dikenal sebagai “7 Likur”, kebiasaan turun-temurun masyarakat Melayu untuk menyambut malam-malam terakhir Ramadan yang diyakini penuh keberkahan.

Peneliti sejarah dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, Dedi Arman, menjelaskan tradisi 7 Likur merupakan bagian penting dari khazanah budaya Melayu di Kepri.

Tradisi ini telah lama hidup di berbagai daerah seperti Tanjungpinang, Bintan, Lingga, hingga Karimun.

Menurut Dedi, tradisi 7 Likur telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia melalui Surat Keputusan Nomor SK: 362/M/2019.

“Yang diakui sebagai WBTb adalah tradisi 7 Likur, sementara lampu cangkok menjadi bagian yang menghidupkan perayaan tersebut,” ujarnya, Senin (16/3).

Tradisi ini identik dengan lampu cangkok, yakni lampu sederhana berbahan kaleng atau wadah logam yang diisi minyak tanah dan sumbu.

Lampu-lampu tersebut dipasang di depan rumah, sepanjang jalan, hingga gang permukiman, menciptakan lorong cahaya yang khas.

Bagi masyarakat Melayu, cahaya lampu cangkok bukan sekadar hiasan, melainkan simbol harapan, doa, dan rasa syukur atas keberkahan Ramadan, sekaligus menyambut datangnya malam Lailatul Qadar.

Seiring perkembangan zaman, susunan lampu cangkok juga semakin kreatif. Tidak hanya berjejer, tetapi dirangkai membentuk kubah masjid, bintang, hingga kaligrafi bernuansa Islami.

Tradisi 7 Likur juga menjadi momentum mempererat kebersamaan. Proses pembuatan hingga pemasangan lampu cangkok dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat.

Anak-anak, remaja, hingga orang tua terlibat bersama, menjadikan tradisi ini sebagai ruang interaksi sosial yang memperkuat silaturahmi.

“Ini wujud suka cita masyarakat menyambut keberkahan Ramadan dan Idulfitri,” kata Dedi Arman.

Di tengah perkembangan teknologi pencahayaan modern, tradisi lampu cangkok tetap bertahan di banyak kampung di Kepri.

Bahkan, di sejumlah daerah, tradisi ini dikemas dalam bentuk festival budaya yang melibatkan masyarakat luas.

Selain menjaga nilai spiritual, tradisi 7 Likur juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk mengenal dan melestarikan budaya Melayu.

“Tradisi ini penting dijaga sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Melayu,” tutup Dedi. (*)

Artikel Tradisi 7 Likur, Warisan Budaya Takbenda yang Sarat Makna Spiritual di Akhir Ramadan pertama kali tampil pada Kepri.

Nvidia DLSS 5 Diperkenalkan, Grafis Gim Bisa Berubah Otomatis dengan AI Real-Time

0
Ilustrasi teknologi Nvidia DLSS 5 yang mampu meningkatkan kualitas grafis gim secara real time menggunakan AI generatif. Sumber gambar: x.com/CultureCrave.

batampos – Nvidia resmi memperkenalkan teknologi terbaru, Nvidia DLSS 5, yang disebut sebagai lompatan besar dalam dunia grafis video gim.

Teknologi ini memanfaatkan kecerdasan buatan generatif untuk meningkatkan kualitas visual gim secara real time. Sejumlah pengamat bahkan menyebutnya mirip “filter AI” yang bekerja langsung pada tampilan permainan.

Pengumuman tersebut disampaikan CEO Nvidia, Jensen Huang, dalam konferensi Nvidia GTC 2026.

Menurut Jensen, DLSS 5 menggunakan model neural rendering berbasis AI yang mampu menambahkan pencahayaan realistis, material permukaan, hingga detail visual kompleks secara instan.

Teknologi ini bekerja dengan menganalisis setiap frame gim untuk memahami elemen visual seperti rambut, kulit, kain, dan kondisi pencahayaan.

Hasilnya, sistem AI dapat menghasilkan tampilan yang lebih realistis dengan kualitas hingga resolusi 4K.

Berbeda dari generasi sebelumnya, DLSS 5 tidak hanya berfokus pada peningkatan resolusi dan frame rate, tetapi juga memadukan rendering grafis tradisional dengan AI generatif.

Nvidia bahkan menyebut teknologi ini sebagai “momen GPT” untuk grafis komputer.

Teknologi ini telah diperlihatkan pada beberapa judul populer seperti Starfield, Hogwarts Legacy, dan Resident Evil Requiem.

Hasil demonstrasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pencahayaan, tekstur, dan detail visual.

Meski menghadirkan realisme tinggi, DLSS 5 juga memicu perdebatan di kalangan pengembang dan gamer.

Sebagian pihak memuji peningkatan kualitas grafis, namun ada juga yang khawatir teknologi ini dapat mengubah gaya artistik asli yang dirancang oleh studio gim.

Menanggapi hal tersebut, Nvidia menyatakan pengembang tetap memiliki kendali untuk mengatur tingkat efek AI, termasuk intensitas warna dan area yang diproses.

DLSS 5 dijadwalkan mulai tersedia pada musim gugur 2026, dengan dukungan dari sejumlah penerbit besar seperti Ubisoft, Capcom, dan Warner Bros. Games. (*)

Artikel Nvidia DLSS 5 Diperkenalkan, Grafis Gim Bisa Berubah Otomatis dengan AI Real-Time pertama kali tampil pada Lifestyle.

Gerbang Lampu Colok Bandara Dabo Singkep Jadi Ikon Dadakan Malam Tujuh Likur

0
Gerbang lampu colok di Bandara Dabo Singkep menjadi ikon dadakan warga Dabo Singkep untuk berfoto dan merekam video pada Malam Tujuh Likur, Senin (16/3). F. Vatawari/Batam Pos.

batampos – Tradisi Malam Tujuh Likur kembali menghidupkan suasana Ramadan di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga. Cahaya lampu colok menghiasi jalanan dan halaman rumah warga, menciptakan suasana hangat dan meriah.

Namun pada Ramadan 1447 Hijriah kali ini, perhatian warga tertuju pada gerbang lampu colok yang dibangun di kawasan Bandara Dabo Singkep.

Gerbang tersebut tampil mencolok dengan susunan pelita yang rapi dan desain artistik, hingga menjadi ikon dadakan bagi masyarakat yang melintas.

Sejak malam hari, warga tampak memadati lokasi untuk menyaksikan keindahan gerbang lampu colok. Banyak di antaranya sengaja berhenti untuk berfoto dan merekam video.

Beberapa pejabat daerah juga terlihat hadir, di antaranya Wakil Bupati Lingga Novrizal, Kajari Lingga Rully Afandi, Kapolres Lingga Pahala Martua Nababan, serta Camat Singkep Agustiar.

Kehadiran mereka turut menambah semarak suasana, meski perhatian utama tetap tertuju pada keindahan cahaya pelita.

Salah seorang warga, Ilwa, mengaku kagum dengan tampilan gerbang tersebut.

“Perpaduan tradisi lampu colok dengan karya seni tiga dimensi menghasilkan pemandangan yang sangat indah,” ujarnya, Senin (16/3).

Hal senada disampaikan warga lainnya, Resya, yang menilai gerbang lampu colok tersebut berbeda dari yang lain.

“Banyak gerbang lampu colok di Dabo, tapi yang ini paling menarik. Gambaran masjidnya seperti nyata,” katanya.

Kepala Bandara Dabo Singkep, Indra Rohman, mengatakan pembangunan gerbang lampu colok ini bertujuan untuk ikut memeriahkan tradisi Malam Tujuh Likur.

Menurutnya, tradisi tersebut merupakan bagian penting dari budaya masyarakat Melayu yang harus terus dilestarikan.

“Kami ingin ikut meramaikan Malam Tujuh Likur agar masyarakat bisa menikmati suasana Ramadan yang khas,” ujarnya.

Ia juga mengaku bangga melihat antusiasme masyarakat yang datang menikmati keindahan gerbang tersebut.

“Yang penting masyarakat bisa menikmati dengan aman dan tertib,” tambahnya.

Tradisi lampu colok sendiri telah menjadi bagian tak terpisahkan dari Ramadan di wilayah Kepulauan Riau, khususnya di Dabo Singkep. Kehadiran gerbang lampu colok di kawasan bandara tahun ini menjadi warna baru yang memperkaya tradisi tersebut. (*)

Artikel Gerbang Lampu Colok Bandara Dabo Singkep Jadi Ikon Dadakan Malam Tujuh Likur pertama kali tampil pada Kepri.

BMW i3 Siap Meluncur, Jadi Pertaruhan Besar Platform Neue Klasse

0
Prototipe BMW i3 saat menjalani pengujian sebelum debut global sebagai sedan listrik generasi baru BMW. Sumber gambar: x.com/AlejandroEV.

batampos – BMW bersiap meluncurkan sedan listrik terbarunya, BMW i3, pada debut global yang dijadwalkan berlangsung 18 Maret 2026.

Model ini menjadi salah satu kendaraan paling penting dalam strategi elektrifikasi BMW karena merupakan sedan pertama yang mengusung platform generasi baru Neue Klasse.

Peluncuran i3 dinilai sebagai langkah krusial BMW dalam menghadapi persaingan kendaraan listrik global yang semakin ketat.

BMW menyebut i3 sebagai awal dari era baru sedan listrik yang terinspirasi dari lini legendaris BMW 3 Series.

Versi listrik ini dirancang untuk tetap mempertahankan karakter sporty dan kenyamanan khas BMW, namun dengan teknologi ramah lingkungan.

i3 menggunakan arsitektur listrik 800 volt serta sistem eDrive generasi keenam yang diklaim lebih efisien.

Varian awal yang diperkirakan hadir adalah i3 50 xDrive dengan konfigurasi dua motor penggerak semua roda (AWD).

Mobil ini diproyeksikan menghasilkan tenaga sekitar 469 hp dan torsi 645 Nm.

Selain itu, teknologi pengisian cepat hingga 400 kW memungkinkan waktu charging yang lebih singkat.

Dengan kapasitas baterai sekitar 108 kWh, i3 diperkirakan mampu menempuh jarak lebih dari 800 kilometer dalam sekali pengisian berdasarkan standar WLTP.

Sebelum peluncuran, prototipe i3 telah menjalani berbagai pengujian ekstrem, termasuk uji musim dingin di Arjeplog.

Pengujian ini bertujuan menyempurnakan sistem penggerak, suspensi, serta manajemen energi kendaraan.

Produksi i3 akan dilakukan di pabrik BMW di Munich, dengan produksi massal dijadwalkan dimulai pada paruh kedua 2026.

BMW i3 akan menjadi bagian penting dari transformasi besar perusahaan menuju kendaraan listrik generasi baru.

Platform Neue Klasse sendiri dirancang sebagai fondasi bagi berbagai model EV BMW di masa depan.

Keberhasilan i3 dinilai akan sangat menentukan posisi BMW dalam bersaing dengan produsen kendaraan listrik global seperti Tesla serta merek-merek EV asal Tiongkok. (*)

Artikel BMW i3 Siap Meluncur, Jadi Pertaruhan Besar Platform Neue Klasse pertama kali tampil pada Lifestyle.