Jumat, 22 Mei 2026
Beranda blog Halaman 5046

Profesor Indrayani Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Uniba

0
832679ac 900d 4458 a64c 3cc1726124e9
acara pengukuhan Guru besar Uniba Prof. Hj. Indrayani

batampos– Guru besar Prof. Hj. Indrayani. S.E., M.M., Ph.D secara resmi dikukuhkan oleh Mantan Rektor Uniba Prof. Dr. Ir.Chablullah Wibisono, MM,. Indrayani Dikukukan dalam Sidang Senat Terbuka dan Orasi Ilmiah “Strategi Model Pengembangan Kinerja Dosen” yang digelar di Gedung Serba Guna Graha Bintang Universitas Batam, Sabtu (2/9).

Dalam orasi ilmiahnya Indrayani mengatakan, saat ini tantangan bagi para dosen di Perguruan Tinggi semakin banyak. Untuk itu para dosen harus bisa mengupgrade lagi kemampuan dirinya dan menyesuaikannya dengan kemajuan zaman. Para dosen harus inovatif dan harus mampu memahami dan melaksanakan proses pembelajaran kepada mahasiswa dengan metode yang menarik. Pembelajaran konvensional di dalam kelas belum tentu menarik, perlu dilakukan dengan model-model lainnya.

“Para dosen-dosen jangan fokus pada pengajaran, melainkan juga penelitian. Ada kaidah-kaidah yang harus diisi. Sebab, sebagai dosen punya tugas dan tanggungjawab yang sangat signifikan dalam menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Ilmu yang dimiliki harus dibagikan, lakukan dengan inovatif dan profesionalisme kita sebagai dosen,” ujar Indrayani.

Sementara itu, Ketua Senat Universitas Batam DR HM Soerya Respationo S.H., M.H. mengatakan bahwa dalam penjelasan UU Nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen serta UU nomor 20 tahun 2023 tentang sistem pendidikan nasional, disebutkan bahwa visi pendidikan nasional adalah terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa guna memberdayakan semua warga negara Indonesia menjadi manusia yang berkualitas. Sehingga mampu pro aktif dalam menjawab tantangan zaman yang selalu berubah.

“Dimana kualitas manusia yang dibutuhkan bangsa Indonesia pada masa yang akan datang ini, diharapkan mampu menghadapi persaingan yang semakin ketat dengan bangsa lain di dunia. Dengan kata lain memiliki intelektual yang siap tempur lahir dan batin,” ujar pria yang akrab disapa romo ini.

Dan kualitas manusia seperti ini, tambahnya, tentunya diharapkan bisa hadir melalui penyelenggaraan pendidikan yang bermutu dan terencana dengan baik. Dimana para dosen dan pendidiknya memiliki fungsi dan peran serta kedudukan yang sangat strategis dan penting.

BACA JUGA: Uniba Batam Gelar Seminar Nasional Manajemen Sumber Daya Manusia

“Hari ini, guru besar kita, Prof. Hj. Indrayani. S.E., M.M., Ph.D menyampaikan orasi ilmiahnya tentang Strategi Model Pengembangan Kinerja Dosen. Dan tentunya, sangat berguna bagi para dosen pengajar di Universitas Batam pada khususnya dan dunia pendidikan pada umumnya,” katanya.

Sebelumnya Universitas Batam (Uniba) juga telah melakukan Sidang Promosi Doktor S3 Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Meluluskan sebanyak empat doktor yaitu, Nolla Puspita Dewi, Nurhatisyah, Ana Faiza dan Sri Yanti.

Dibagi menjadi 4 sesi melalui ujian terbuka Promosi Doktor Manajemen Sumber Daya Manusia di Gedung Rumengan sebagai berikut. Diketuai oleh Prof.Indrayani,S.E.,M.M,Ph.D, Sekretaris, Dr.Muammar Khaddafi, S.E.,M.Si.Ak. Anggota, Prof.Ir.Chablullah Wibisono,M.M, Dr.Angelina E.Rumengan,S.Kom.,MMSI dan Dr.Bambang Satriawan,S.E.,M.Si. Penguji Luar di  antaranya Prof.Drs.Waridin,M.S.,Ph.D(Universitas Diponegoro), Prof.Damsar,Rer.,soz.,M.A(Universitas Andalas) dan Prof.Dra.Indah Susilowati,M.Sc.,Ph.D(Universitas Diponegoro).

Dalam hal ini Rektor Uniba, Prof.Indrayani mengatakan keempat Doktor ini diharapkan bisa mengaplikasikan ilmunya. Dan bermanfaat untuk kampus Uniba dan Kepulauan Riau (Kepri). “Total sudah ada 6 Doktor dari UNIBA. Semoga bisa berkontribusi bagi Kepri dan Indonesia,” katanya. (*)

reporter: iman

Jogi Batam Ditetapkan Sebagai WBTb Indonesia

0

 

batampos – Jogi merupakan seni pertunjukan dari Kota Batam yang ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia tahun 2023. Sidang penetapan WBTb Indonesia 2023 ini berlangsung di Hotel Millenium Sirih, Jakarta, Kamis (31/8) malam.

jogi
F. Disbudpar untuk Batam Pos
Penari menampilkan sendratari Jogi di Sanggar Pantai Basri Pulau Panjang, beberapa waktu lalu. Jogi Batam dinobatkan sebagai WBTb Indonesia.

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Muhammad Zen, menyampaikan, Provinsi Kepri mengusulkan lima WBTb, masing-masingnya: Zapin Penyengat dari Kota Tanjungpinang; Legenda Meriam Tegak dan Nempah Bidan dari Kabupaten Lingga; Berdah Karimun dari Kabupaten Karimun; serta Jogi dari Kota Batam.

“Dari lima usulan, semuanya lolos dan ditetapkan sebagai WBTb Indonesia,” ujar Zen usai mengikuti Sidang Penetapan WBTb Indonesia 2023.

Adapun, tahapan Sidang Penetapan WBTb Indonesia 2023 ini, Provinsi Kepri berada di urutan ke-14 setelah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kemudian, presentasi umum disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan Kepri, Juramadi Esram, selanjutnya pemaparan materi WBTb disampaikan oleh masing-masing pengusul. Untuk Jogi dari Kota Batam, dipaparkan oleh Zen dan staf Disbudpar Kota Batam, Raja Zulkarnain.

“Hasil sidang ini menetapkan hanya 113 usulan yang ditetapkan sebagai WBTb Indonesia dari 115 usulan,” kata Zen.

Di tempat berbeda, Normah, Pemimpinr Sanggar Pantai Basri Pulau Panjang, Batam, mengatakan, Jogi merupakan sendratari yang terkenal dan kerap ditampilkan saat acara-acara seni dan budaya besar di bumi Melayu. Seni tari ini juga selalu dipakai mengiringi pertunjukan Makyong, teater tradisional masyarakat Melayu.

Penari Jogi lima orang dan satu orang penyanyi. Salah satu gerakannya saat menaiki panggung sambil menangkupkan telapak tangan di dada. Itu pertanda, mereka tengah meng-hatur salam kepada penonton. Lagu yang dibawakan oleh penyanyi yang mengiringi gerakan Jogi, berjudul Rabesi are Dunia Jogi.

”Jogi terinspirasi dari lagu. Rentak-rentaknya rancak (apik), dan ada beberapa penari yang membuat gerakan masing-masing,” katanya.

Pada dasarnya, Jogi ini dibuat untuk menghibur masya-rakat. Bisa dipentaskan di mana saja dan setiap penampilannya, para penonton tidak dipungut biaya.

Urutan dalam tarian yang berdurasi enam menit ini, memiliki tujuh gerakan yakni menangkupkan tangan me­ngan­dung makna memberi salam kepada penonton, lalu memegang pinggang sambil memutar ke kiri dan ke kanan serta ke bawah dan ke atas.
Gerakan kedua ini memiliki makna penari melihat busana yang dipakai sudah sesuai atau belum. Gerakan ketiga, bersolek atau ber-make up, lalu gerakan keempat penari melihat cermin. Gerakan kelima melihat bahu, gerakan keenam mencuci baju, dan ketujuh melayang-layang. Ketujuh gerakan diambil dari kehidupan masyarakat Melayu yakni kebahagian seorang istri menyambut suami setelah pulang dari melaut atau pergi ke laut.

Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata, menyambut gembira penetapan Jogi sebagai WBTb Indonesia. Ia mengatakan, Jogi ini sudah diperkenalkan secara luas kepada masyarakat Kota Batam.

”Mulai dari murid Sekolah Dasar (SD) dan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), juga telah dikenalkan dengan Jogi lewat guru yang sudah mendapat pengajaran sebelumnya,” tuturnya.

Jogi juga kerap dipentaskan pada penutupan dari acara Kenduri Seni Melayu (KSM). Tak hanya itu, di era digital saat ini, Jogi kerap dikenalkan me-lalui media sosial dan surat kabar dan media online.

Ardi juga mengajak masyarakat Kota Batam ikut melestarikan budaya Melayu yang ada di Kota Batam. Salah satunya, menjaga agar Jogi serta tradisi lainnya, tetap lestari hingga anak cucu nanti.

”Ayo, kita cintai budaya kita agar budaya kita tetap lestari,” tutupnya. (*)

Puluhan Lampu Jalan Rusak Disambar Petir

0
Petugas dari Dinas Perumahan Rakyat dan Pemukiman Kabupaten Karimun sedang melakukan perbaikan lampu jalan

batampos– Saat ini, ada puluhan Lampu atau penerangan jalan yang tidak berfungsi. Hal ini disebabkan kerusakan yang diakibatkan kondisi cuaca. Yakni, lampu jalan tersebut disambar petir.

   Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Pemukiman Kabupaten Karimun, Muhammad Zulfan, Jumat (1/9) mengatakan, memang sejak Senin (28/8) lalu pihaknya banyak mendapatkan laporan dari masyarakat terkait tidak hidupnya lampu jalan.
   ”Kemudian staf kita yang bertugas dibidang lampu jalan melakukan pengecekkan ke lapangan. Dan ternyata memang banyak lampu jalan di seluruh Pulau Karimun mengalami kerusakan diakibatkan disambar petir. Jumlahnya lebih dari 40 tiang lampu,” ujarnya.
   Kerusakan akibat disambar petir ini, katanya, tidak hanya menyebabkan kerusakan pada lampunya saja. Tapi, juga ada alat atau sparepart yang ada di dalam kotak skring lampu yang ikut rusak. Terkait hal ini pihaknya sudah memesan lampu dan sparepart yang dibutuhkan untuk perbaikan lampu jalan.
 ”Pemesanan lampu dan sparepart harus dilakukan ke luar daerah. Hal ini disebabkan jenis lampu jalan yang rusak dan sebagian besar masih terpasang serta digunakan model lama. Sehingga, di Karimun atau di Kepri lampu dan sparepart tidak lagi ada yang menjualnya. Sehingga, kita harus pesan keluar daerah,” paparnya.
   Dikatakan Zulfan, jika tidak ada kendala dalam waktu dekat lampu dan sparepart yang rusak sudah sampai di Karimun. Setelah itu, akan langsung dilakukan pemasangan. Hanya saja, pihak bisa melakukan perbaikan secara bertahap. Artinya, belum semua lampu penerangan jalan bisa diperbaiki.
   ”Anggaran kit terbatas. Biaya pemeliharaan dalam setahun berksar Rp240 juta. Sehingga, jika dalam waktu bersamaan banyak yang rusak memang biaya perawatan tersebut tidak mencukupi. Untuk diketahui, biaya perawatan sebesar itu (Rp240 juta, reda) bukan hanya untuk Pulau Karimun. Tapi, untuk satu kabupaten,” jelasnya. (*)
reporter: sandi

Sistem Drop Off 3 Menit Diterapkan di Bandara Hang Nadim

0

 

batampos – PT Bandara Internasional Batam (BIB) sebagai pengelola Bandara Hang Nadim Batam resmi menerapkan sistem drop off atau menurunkan penumpang berdurasi tiga menit di area kedatangan dan keberangkatan Hang Nadim, Jumat (1/9). Pengelola juga menyiapkan sanksi bagi pengendara yang tak mematuhi ketentuan tersebut.

hang nadim
F. Azis Maulana/Batam Pos
Penumpang turun dari mobil yang mengantar di dekat pintu keberangkatan Bandara Hang Nadim Batam, belum lama ini. Drop off 3 menit sudah resmi berlaku.

Pantauan di lapangan, akses di area keberangkatan terlihat lancar, begitu pula di area kedatangan. Petugas bandara mengawasi setiap kendaraaan apabila terjadi pelanggaran dalam sistem drop off ini.

”Hari ini (kemarin) diterapkan agar akses di area tersebut lancar dan tidak mengular demi kenyamanan pengguna jasa tentunya,” ujar Direktur PT BIB, Pikri Ilham Kurniansyah kepada Batam Pos, Jumat (1/9).

Pikri menambahkan, tentunya ada kosekuensi dan sanksi bagi pengguna jasa yang melanggar.

”Iya, salah satu sanksinya adalah dilakukan penggembokan ban kendaraan oleh petugas khusus Bandara Internasional Hang Nadim Batam,” tambahnya.

Lebih lanjut, proses penggembokan ban kendaraan telah sesuai prosedur yang telah d tetapkan. Petugas melakukan pemanggilan kepada pemilik kendaraan dan mengarahkan untuk segera memindahkan ke tempat parkir yang telah disediakan.

”Jika selama dalam waktu lima menit sejak panggilan tidak direspons, maka dilakukan penggembokan ban kendaraan,” kata dia.

Petugas juga memasangkan surat teguran pada kendaraan yang melanggar. Sehingga, pemilik kendaraan bisa menghubungi Airport Duty Manager (ADM) melalui nomor 0811 7766 737.

”ADM memberikan pengarahan kepada pengemudi atau pemilik kendaraan agar tidak mengulangi. Usai mendapatkan pengarahan, penggembokan ban kendaraan akan dibuka kembali,” ujarnya. (*)

 

Reporter : Azis Maulana

Sistem Drop Off 3 Menit Diterapkan di Bandara Hang Nadim

0

 

batampos – PT Bandara Internasional Batam (BIB) sebagai pengelola Bandara Hang Nadim Batam resmi menerapkan sistem drop off atau menurunkan penumpang berdurasi tiga menit di area kedatangan dan keberangkatan Hang Nadim, Jumat (1/9). Pengelola juga menyiapkan sanksi bagi pengendara yang tak mematuhi ketentuan tersebut.

hang nadim
F. Azis Maulana/Batam Pos
Penumpang turun dari mobil yang mengantar di dekat pintu keberangkatan Bandara Hang Nadim Batam, belum lama ini. Drop off 3 menit sudah resmi berlaku.

Pantauan di lapangan, akses di area keberangkatan terlihat lancar, begitu pula di area kedatangan. Petugas bandara mengawasi setiap kendaraaan apabila terjadi pelanggaran dalam sistem drop off ini.

”Hari ini (kemarin) diterapkan agar akses di area tersebut lancar dan tidak mengular demi kenyamanan pengguna jasa tentunya,” ujar Direktur PT BIB, Pikri Ilham Kurniansyah kepada Batam Pos, Jumat (1/9).

Pikri menambahkan, tentunya ada kosekuensi dan sanksi bagi pengguna jasa yang melanggar.

”Iya, salah satu sanksinya adalah dilakukan penggembokan ban kendaraan oleh petugas khusus Bandara Internasional Hang Nadim Batam,” tambahnya.

Lebih lanjut, proses penggembokan ban kendaraan telah sesuai prosedur yang telah d tetapkan. Petugas melakukan pemanggilan kepada pemilik kendaraan dan mengarahkan untuk segera memindahkan ke tempat parkir yang telah disediakan.

”Jika selama dalam waktu lima menit sejak panggilan tidak direspons, maka dilakukan penggembokan ban kendaraan,” kata dia.

Petugas juga memasangkan surat teguran pada kendaraan yang melanggar. Sehingga, pemilik kendaraan bisa menghubungi Airport Duty Manager (ADM) melalui nomor 0811 7766 737.

”ADM memberikan pengarahan kepada pengemudi atau pemilik kendaraan agar tidak mengulangi. Usai mendapatkan pengarahan, penggembokan ban kendaraan akan dibuka kembali,” ujarnya. (*)

 

Reporter : Azis Maulana

STS Crane Pelabuhan Batu Ampar Mulai Layani Kegiatan Bongkar Muat

0

 

Ship to Shore (STS) Crane di Pelabuhan Batu Ampar yang didatangkan dari Korea Selatan pada April lalu, telah resmi memberikan layanan bongkar muat, Jumat (1/9/2023). Sebelum dioperasikan, STS Crane ini telah melalui proses uji coba dan commissioning. Selain itu, Badan Usaha Pelabuhan (BUP) BP Batam juga telah melakukan sosialisasi kepada Asosiasi Jasa Kepelabuhanan. Termasuk, penyesuaian tarif bongkar muat di Pelabuhan Batu Ampar.

sts craneDirektur BUP BP Batam, Dendi Gustinandar mengatakan, dengan dioperasikannya STS Crane ini, maka pelayanan bongkar muat peti kemas di Terminal Umum Batu Ampar akan menjadi lebih cepat dan efisien.

“Dibawah kepemimpinan Kepala BP Batam Bapak Muhammad Rudi, saat ini, BP Batam berupaya mewujudkan Pelabuhan Batu Ampar yang lebih modern dengan menggunakan teknologi terkini untuk mempercepat layanan bongkar muat peti kemas,” ujar Dendi.

STS Crane dengan bobot 760 ton ini, memiliki kemampuan bongkar muat hingga 35 box kontainer per jam. Sehingga dapat mempersingkat waktu tunggu atau dwelling time di Terminal Umum Batu Ampar.

“Dengan alat bongkar muat konvensional, kecepatan bongkar muat peti kemas dalam 1 jam hanya bisa memindahkan 4-8 box kontainer, namun dengan STS Crane yang baru ini kapasitas bongkar muatnya meningkat hingga 35 box kontainer per jam,” ujarnya.

Dendi juga mengatakan, dengan dimulainya pengoperasian STS Crane ini oleh BP Batam, maka proses bisnis Terminal Umum Batu Ampar secara bertahap akan dilakukan beberapa penyesuaian.

“Jika sebelumnya, kegiatan bongkar muat peti kemas di Terminal Umum Batu Ampar dilakukan oleh Perusahaan Bongkar Muat, maka setelah STS Crane beroperasi, maka kegiatan bongkar muat peti kemas dilakukan oleh pegawai BP Batam,” kata Dendi.

Sehingga, penyesuaian proses bisnis ini juga berlaku untuk pengurusan proses administrasi keuangan dan operasional bongkar muat peti kemas yang saat ini dikoordinir oleh BP Batam.

Selain percepatan layanan, Dendi menyampaikan dengan dioperasikannya STS Crane oleh BP Batam, maka seluruh proses bongkar muat peti kemas baik domestik maupun internasional di Terminal Umum Batu Ampar akan diprioritaskan menggunakan alat bongkat muat asal Korea ini.

Adapun tarif bongkar muat peti kemas ini mengacu pada Peraturan Kepala (Perka) BP Batam Nomor 4 Tahun 2023 yang juga mulai diberlakukan, Jumat (1/9/2023).

Dalam peraturan tersebut, untuk tarif Container Handling Charge (CHC) peti kemas FCL (Full Container Load) ukuran 20 Feet Isi sebesar Rp 603.000 per boks; ukuran 20 Feet Kosong sebesar Rp 440.000 per boks; ukuran 40 Feet Isi sebesar Rp 875.000 per boks; dan ukuran 40 Feet Kosong sebesar Rp 655.000 per boks.

“Tentunya perubahan proses bisnis di Terminal Batu Ampar bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna jasa dan telah mendapat dukungan dari semua pihak,” imbuhnya.

STS Crane Pelabuhan Batu Ampar Mulai Layani Kegiatan Bongkar Muat

0

 

Ship to Shore (STS) Crane di Pelabuhan Batu Ampar yang didatangkan dari Korea Selatan pada April lalu, telah resmi memberikan layanan bongkar muat, Jumat (1/9/2023). Sebelum dioperasikan, STS Crane ini telah melalui proses uji coba dan commissioning. Selain itu, Badan Usaha Pelabuhan (BUP) BP Batam juga telah melakukan sosialisasi kepada Asosiasi Jasa Kepelabuhanan. Termasuk, penyesuaian tarif bongkar muat di Pelabuhan Batu Ampar.

sts craneDirektur BUP BP Batam, Dendi Gustinandar mengatakan, dengan dioperasikannya STS Crane ini, maka pelayanan bongkar muat peti kemas di Terminal Umum Batu Ampar akan menjadi lebih cepat dan efisien.

“Dibawah kepemimpinan Kepala BP Batam Bapak Muhammad Rudi, saat ini, BP Batam berupaya mewujudkan Pelabuhan Batu Ampar yang lebih modern dengan menggunakan teknologi terkini untuk mempercepat layanan bongkar muat peti kemas,” ujar Dendi.

STS Crane dengan bobot 760 ton ini, memiliki kemampuan bongkar muat hingga 35 box kontainer per jam. Sehingga dapat mempersingkat waktu tunggu atau dwelling time di Terminal Umum Batu Ampar.

“Dengan alat bongkar muat konvensional, kecepatan bongkar muat peti kemas dalam 1 jam hanya bisa memindahkan 4-8 box kontainer, namun dengan STS Crane yang baru ini kapasitas bongkar muatnya meningkat hingga 35 box kontainer per jam,” ujarnya.

Dendi juga mengatakan, dengan dimulainya pengoperasian STS Crane ini oleh BP Batam, maka proses bisnis Terminal Umum Batu Ampar secara bertahap akan dilakukan beberapa penyesuaian.

“Jika sebelumnya, kegiatan bongkar muat peti kemas di Terminal Umum Batu Ampar dilakukan oleh Perusahaan Bongkar Muat, maka setelah STS Crane beroperasi, maka kegiatan bongkar muat peti kemas dilakukan oleh pegawai BP Batam,” kata Dendi.

Sehingga, penyesuaian proses bisnis ini juga berlaku untuk pengurusan proses administrasi keuangan dan operasional bongkar muat peti kemas yang saat ini dikoordinir oleh BP Batam.

Selain percepatan layanan, Dendi menyampaikan dengan dioperasikannya STS Crane oleh BP Batam, maka seluruh proses bongkar muat peti kemas baik domestik maupun internasional di Terminal Umum Batu Ampar akan diprioritaskan menggunakan alat bongkat muat asal Korea ini.

Adapun tarif bongkar muat peti kemas ini mengacu pada Peraturan Kepala (Perka) BP Batam Nomor 4 Tahun 2023 yang juga mulai diberlakukan, Jumat (1/9/2023).

Dalam peraturan tersebut, untuk tarif Container Handling Charge (CHC) peti kemas FCL (Full Container Load) ukuran 20 Feet Isi sebesar Rp 603.000 per boks; ukuran 20 Feet Kosong sebesar Rp 440.000 per boks; ukuran 40 Feet Isi sebesar Rp 875.000 per boks; dan ukuran 40 Feet Kosong sebesar Rp 655.000 per boks.

“Tentunya perubahan proses bisnis di Terminal Batu Ampar bertujuan untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna jasa dan telah mendapat dukungan dari semua pihak,” imbuhnya.

Pompa Air Bakal Diandalkan Atasi Banjir

0

 

batampos – Memasuki musim hujan, Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Batam mengintensifkan pengangkatan sedimen atau normalisasi di saluran air, dalam upaya meminimalisir banjir. Sementara untuk antisipasi jangka panjang, bakal disiapkan sejumlah teknologi demi mempercepat pembuangan air agar tak banjir. Tak tanggung-tanggung, demi mengatasi persoalan banjir ini, juga bakal disiapkan anggaran puluhan miliar rupiah.

banjir
Ruas jalan yang banjir di Jalan Imam Bonjol, Nagoya dan Jalan Duyung, Batuampar. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Kepala DBMSDA Kota Batam, Suhar, mengatakan, jelang akhir ta­hun, Batam cenderung dilan­da hujan. Sehingga, diperlukan antisipasi mencegah terjadinya banjir. Di antaranya, diperlukan tindakan jangka pendek, mene­ngah, dan panjang. Jangka pendek yakni dengan normalisasi drainase lebih diprioritaskan. Sementara jangka panjang adalah pengaplikasian sistem teknologi.

”Sistem teknologi yang kami rencanakan adalah pemasangan pompa air. Alat ini akan membantu mengantisipasi terjadinya banjir,” jelasnya, Kamis (31/8).

Terkait titik banjir, Suhar menyebutkan, lebih diprioritaskan untuk mengatasi di kawasan permukiman. Hal tersebut karena bisa mengancam kehidupan warga yang terdampak di titik banjir tersebut.

Sementara untuk penanganan banjir di Simpang Kepri Mall, Batam Kota, mantan Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang ini mengungkapkan, juga masih menjadi prioritas kedua usai banjir di kawasan permukiman.

Suhar menjelaskan, Simpang Kepri Mall masih ada proyek pengerjaan jalan. Sehingga, menurutnya terlalu berisiko jika menyiapkan anggaran pengadaan pompa jika penger-jaan belum usai.

Untuk itu, penuntasan persoalan banjir masih akan dipri-oritaskan di wilayah permukiman. Tahun lalu, pihaknya sudah mengusulkan untuk pengadaan pompa di wilayah Bengkong dan Marina. Namun, hal ini belum bisa terwujud, karena keterbatasan anggaran. Untuk mengantisipasi dan meminimalisir dampak penambahan debit air, pihaknya melakukan pengangkatan sedimen atau normalisasi.

Hal ini guna memperlancar air dari hulu ke hilir. Suhar menjelaskan, penuntasan persoalan banjir di Batam, tidak bisa hanya mengandalkan gravitasi, makanya dibutuhkan pengaplikasian teknologi.

”Simpang Kepri Mall juga akan menerapkan sistem yang sama yakni penerapan teknologi pompa, rencananya,” ungkap Suhar.

Ia memperkirakan, untuk mengatasi persoalan banjir di beberapa kawasan dan titik krusial seperti Simpang Kepri Mall, membutuhkan biaya kurang lebih Rp 20 miliar. Angka tersebut untuk pembelian pompa, serta pemasangan instalasi untuk mendorong berfungsinya pompa. Selain itu, juga harus dibenahi saluran air yang ada di sekitar titik banjir tersebut.

”Itu adalah pompa yang paling kecil kapasitasnya. Tapi saya rasa cukup lah untuk mengatasi persoalan titik banjir di permukiman dan Simpang Kep-ri Mall,” sebutnya.

Pemko Batam masih memiliki tugas untuk menyelesaikan 20 titik banjir yang masih ada. Untuk itu, diperlukan dukungan semua pihak, termasuk mitra kerja di DPRD Batam.

”Mungkin harus komitmen bersama. Jika banjir sudah masuk skala prioritas, maka harus diterapkan teknologi ini. Agar titik banjir bisa dikurangi,” tutupnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, beberapa wilayah di Kota Batam menjadi langganan banjir tiap hujan deras mengguyur. Seperti, Simpang Kepri Mall, Batam Center; Simpang Helm, Batam Center; Jalan Duyung, Seijodoh; dan masih banyak lainnya. Sementara, beberapa perumahan yang kerap dilanda banjir antara lain Perumahan Legenda Bali, Batam Center; serta beberapa perumahan lain di wilayah Batuaji. (*)

 

Reporter : YULITAVIA

Kasus Love Scamming, Polisi China Lakukan Penyidikan, Polda Kepri Mem-back Up

0
Kasus Love Scamming 3 F Cecep Mulyana scaled e1693551614843
Dikrimsus Polda Kepri bersama Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri Ministry of Public Security of Republik Rakyat Tiongkok (RRT). mengamankan WNA asal Tiongkok terkait kasus Love Scamming di salah satu kawasan di Simpang Kara Batamcenter, Selasa (29/8). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos– Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri gelar pra- rekontruksi bersama Divhubinter dan Ministry of Public Security Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di dua lokasi yang dijadikan aktivitas love scamming. Lokasi pertama ditelusuri yakni di pertokoan Komp Tanjung Trisakti Jalan Laksamana Bintan dan Komp Ruko Sakura Permai,Jalan Yos Sudarso, Batuampar.

Dalam kasus ini, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri, Kombes Nasriadi mengatakan, Kepolisian China yang melalukan penyelidikan dan Ditreskrimsus mem back up.
Pantauan di dalam lokasi ruko tiga lantai tersebut terdapat beberapa bilik kamar yang dijadikan aktvitas love scamming, ditemukan beberapa pakaian wanita dan juga beberapa alat elektronik seperti alat jaringan koneksi internet, monitor , dan meja tempat para pelaku bekerja dalam kondisi yang berantakkan.
“Pra rekonstruksi penting dilakukan sebelum menyerahkan atau melimpahkan tersangka dan barang bukti secara Police to Police. Aktivitas love scamming dilokasi terjadi dalam kamar yang telah disiapkan oleh pelaku wanita untuk memancing korban,” ujar Direktur Reserser Kriminal Khusus Polda Kepri, Kombes Nasriadi, Jumat (1/9) dilokasi.
Nasriadi menyampaikan ruko ini keadaan kosong yang disewa oleh para tersangka untuk melakukan aksinya. Terdapat lima tersangka satu perempuan dan empat laki-laki WNA Tiongkok.
“Tersangka yang kami bawa ini adalah bagian dari yang memerankan love scamming, dan akan diperiksa oleh polisi China terkait aktivitas yang mereka lakukan,” ujarnya.
“Jadi inilah salah satu ruko yang dijadikan aktivitas dan berhasil kami amankan. Dan ruko ini tidak mereka tempati tetapi hanya dijadikan tempat love scamming , modus mereka bekerja pada malam hari. Ketika pagi hari atau dini hari mereka pindah ke TKP di Kara
Industrial,” ujarnya. (*)
reporter: azis

Pengusaha Kembalikan Aset Negara Sukarela

0

batampos – Proyek pengembangan Pulau Rempang yang digadang sebagai mesin ekonomi baru Indonesia mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Penyebabnya, pe-ngembangan Rempang Eco-City masuk dalam daftar Program Strategis Nasional tahun 2023.

Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan, hal itu tertuang dalam Permenko Bidang Perekonomian RI Nomor 7 Tahun 2023 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perubahan Daftar Proyek Strategis Nasional.

Dalam Peraturan tersebut Menko Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, telah mengesahkan peraturan itu tanggal 28 Agustus 2023 lalu di Jakarta.

”Sesuai arahan Pak Menko, pengembangan Pulau Rempang masuk dalam daftar Program Strategis Nasional. Besar harapan, program ini bisa memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Kepri, khususnya Kota Batam,” ujar Ariastuty di Batam, Kamis (31/8).

Ariastuty menyebut pemerintah pusat melalui kerja sama antara BP Batam dan PT Makmur Elok Graha (MEG) bakal menyiapkan Pulau Rempang sebagai kawasan industri, perdagangan, hingga wisata yang terintegrasi demi mendorong peningkatan daya saing Indonesia dari Singapura dan Malaysia.

Dengan nilai investasi yang ditaksir mencapai Rp 381 triliun hingga tahun 2080, pengembangan Pulau Rempang diharapkan dapat memberi dampak terhadap pertumbuhan ekonomi bagi Kota Batam serta kabupaten/kota lain di Provinsi Kepri.

”Pengembangan Rempang juga akan membuka ratusan ribu lapangan pekerjaan baru untuk masyarakat Kepri, khususnya para pemuda di Kota Batam,” kata dia.

Pemerintah Republik Indonesia menargetkan pengem-bangan Kawasan Rempang Eco-City dapat menyerap sekitar 306.000 tenaga kerja hingga 2080 mendatang.

”Tidak hanya itu, para pemuda tersebut juga dibekali dengan pendidikan dan pelatihan khusus agar lebih siap menghadapi persaingan industri ke depannya,” ujarnya.

Sejumlah masyarakat dan pelaku usaha di Pulau Rempang secara sukarela mengembalikan aset yang dimiliki kepada negara melalui BP Batam pada Jumat (1/9).

Penyerahan tersebut secara simbolis diterima Direktur Pengamanan Aset BP Batam selaku Ketua Tim Pelaksana Pendataan dan Sosialisasi Pengembangan Kawasan Rempang, Moch Badrus, di Marketing Center, BP Batam.

Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol Ariastuty Sirait yang turut hadir mengatakan bahwa masyarakat dan pelaku usaha tersebut secara sukarela mengembalikkan aset yang dimiliki berupa lahan ternak dan tambak.

”Hari ini ada beberapa badan usaha dan masyarakat yang menyerahkan lahan atau aset mereka kepada BP Batam secara sukarela dan tidak ada paksaan,” ujarnya.

Hal itu sebagai bentuk dukungan terhadap proyek strategis nasional pengembangan kawasan Rempang yang telah tertuang dalam Permenko Bidang Perekonomian RI Nomor 7 Tahun 2023 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Nomor 7 Tahun 2021 tentang Perubahan Daftar Proyek Strategis Nasional.

Selain itu, hasil pendataan masyarakat dan pelaku usaha di kawasan Rempang tersebut merupakan sinergitas BP Batam bersama pemangku kepentingan lainnya.

Ia mengapresiasi dukungan masyarakat. Ia berharap pe-ngembangan Pulau Rempang dapat memberi dampak terhadap pertumbuhan ekonomi bagi Batam dan daerah kabupaten/kota lainnya di Provinsi Kepri.

”Kami sangat menyambut dengan senang hati dan luar biasa akan beberapa rekan masyarakat dan badan usaha yang ada di Rempang sehingga dapat segera berjalan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah itu sendiri,” ujarnya. (*)