Selasa, 5 Mei 2026
Beranda blog Halaman 507

Semarak Imlek Mulai Terasa di Batam, Warga Berburu Angpau hingga Kue Khas

0
Nuansa merah khas Tahun Baru Imlek mulai mendominasi pusat-pusat perbelanjaan di Kota Batam, seperti di Mall Batam City Square (BCS) pada Sabtu (24/1). F. Muhammad Sya’ban/Batam Pos

batampos — Nuansa merah khas perayaan Tahun Baru Imlek mulai terasa di pusat-pusat perbelanjaan Kota Batam. Sejak akhir pekan, warga tampak antusias berburu angpau, pernak-pernik dekorasi, hingga kue khas Imlek menjelang perayaan yang jatuh pada 17 Februari 2026.

Pantauan Batam Pos di Mall Batam City Square (BCS) menunjukkan deretan angpau tersusun rapi di sejumlah tenant. Jenisnya beragam, mulai dari angpau mika, amplop berbahan kain, gantungan kunci bertema shio, hingga berbagai pernak-pernik dekorasi rumah bernuansa merah dan emas.

Warna merah dan emas dipercaya sebagai simbol keberuntungan, kebahagiaan, dan kemakmuran dalam tradisi masyarakat Tionghoa.

Baca Juga: Rentetan Kebakaran di Batam, Damkar Buka Layanan Pengaduan 24 Jam

Imlek sendiri merupakan perayaan Tahun Baru berdasarkan kalender lunar yang dirayakan umat Konghucu dan masyarakat Tionghoa. Momentum ini tidak hanya menandai pergantian tahun, tetapi juga menjadi waktu untuk berkumpul bersama keluarga, menghormati leluhur, serta menyambut harapan baru akan kesehatan, rezeki, dan kehidupan yang lebih baik.

Salah seorang penjaga tenant perlengkapan Imlek di BCS Mall, Tuty, mengatakan persiapan penjualan telah dilakukan sejak sebulan terakhir. Setiap menjelang Imlek, permintaan perlengkapan perayaan selalu meningkat.

“Sudah satu bulan kami mulai jualan. Biasanya sampai 16 Februari, sehari sebelum Imlek. Setiap tahun memang selalu ramai,” ujar Tuty.

Menurutnya, angpau menjadi barang yang paling banyak dicari pengunjung. Selain itu, hiasan pintu, ornamen rumah, pot bunga, serta gantungan bertuliskan doa dan harapan keberuntungan juga laris diburu.

Baca Juga: Minat Properti di Batam Stabil Awal Tahun, Pasar End User Tetap Kuat

Antusiasme warga juga terlihat dari para pengunjung yang datang berbelanja lebih awal. Jesika, salah seorang warga Batam, mengaku sengaja menyiapkan kebutuhan Imlek sejak jauh hari agar tidak terburu-buru.

“Biasanya kami belanja sekitar sebulan sebelum Imlek. Supaya tidak kehabisan dan bisa lebih santai pilih-pilih,” katanya.

Jesika tampak membawa sejumlah hiasan rumah dan gantungan dekorasi yang akan dipasang menjelang malam Tahun Baru Imlek.

Tak hanya pernak-pernik, suasana Imlek juga terasa dari kehadiran tenant kue khas Imlek yang mulai bermunculan. Kue-kue tersebut tidak hanya menjadi sajian, tetapi juga memiliki makna simbolis, seperti keberuntungan, umur panjang, dan keharmonisan keluarga.

Salah seorang pedagang kue khas Imlek di BCS Mall, Icong, mengatakan ia telah membuka tenant sejak dua pekan terakhir. Setiap tahun, kue khas Imlek selalu menjadi incaran warga.

Baca Juga: Batam Kembali Dipercaya Jadi Lokasi MICE Unggulan

“Sudah dua minggu ini mulai ramai. Setiap menjelang Imlek, memang selalu banyak yang cari kue-kue khas,” ujarnya.

Kue-kue tersebut biasanya disajikan saat berkumpul bersama keluarga, menjamu tamu, hingga digunakan dalam tradisi sembahyang dan penghormatan kepada leluhur.

Seiring semakin dekatnya perayaan Imlek, aktivitas belanja diperkirakan akan terus meningkat. Selain menjadi momentum keagamaan dan budaya, perayaan Imlek juga membawa dampak positif bagi perputaran ekonomi, khususnya bagi pelaku usaha musiman di Kota Batam. (*)

Artikel Semarak Imlek Mulai Terasa di Batam, Warga Berburu Angpau hingga Kue Khas pertama kali tampil pada Metropolis.

Rentetan Kebakaran di Batam, Damkar Buka Layanan Pengaduan 24 Jam

0
Kepala Bidang Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Batam, M. Hafiz. Istimewa

batampos — Maraknya kejadian kebakaran dalam beberapa waktu terakhir di Kota Batam mendorong Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Batam meningkatkan langkah pencegahan. Selain mengimbau kewaspadaan warga, Damkar juga membuka layanan pengaduan kebakaran selama 24 jam.

Kepala Bidang Pencegahan Damkar Kota Batam, M. Hafiz, mengatakan sebagian besar kebakaran dipicu oleh kelalaian kecil yang kerap dianggap sepele. Faktor dominan di antaranya pembakaran sampah sembarangan, puntung rokok yang dibuang tidak pada tempatnya, serta penggunaan listrik dan api tanpa pengawasan.

“Risiko kebakaran meningkat saat cuaca panas disertai angin kencang. Api bisa dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan,” ujar Hafiz, Sabtu (24/1).

Baca Juga: Isu MERS-CoV di Batam Reda, Dinkes: Hasil Lab Pasien Negatif

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah, lahan, maupun hutan secara sembarangan. Selain itu, warga diminta tidak membuang puntung rokok di area kering atau mudah terbakar.

Penggunaan listrik dan peralatan elektronik juga menjadi perhatian serius. Instalasi listrik yang tidak sesuai standar serta pemakaian perangkat elektronik secara berlebihan berpotensi menimbulkan korsleting yang berujung kebakaran.

Selain itu, warga diimbau untuk tidak meninggalkan api terbuka, seperti kompor dan lilin, tanpa pengawasan, terutama di rumah dan tempat usaha. Damkar juga menyarankan setiap rumah atau bangunan usaha memiliki alat pemadam api ringan (APAR) sebagai langkah antisipasi dini.

Untuk mempercepat penanganan kebakaran, Damkar Batam mengajak masyarakat segera melapor jika melihat tanda-tanda kebakaran. Pelaporan cepat dinilai sangat penting agar petugas dapat bertindak sebelum api meluas dan menimbulkan kerugian lebih besar.

Masyarakat dapat menghubungi Call Centre 112 yang beroperasi selama 24 jam untuk layanan darurat kebakaran. Selain itu, laporan juga dapat disampaikan langsung ke pos pemadam kebakaran terdekat.

Baca Juga: Program Magang Mahasiswa 2026, Kemenag Batam Tunggu Petunjuk Teknis

Adapun nomor pos Damkar yang dapat dihubungi antara lain Pos Sungai Panas (0778) 427366, Pos Duriangkang (0778) 371560 / 371561 atau 0811 6060 113, Pos Batuampar (0778) 412324, dan Pos Sekupang (0778) 322233.

Layanan serupa juga tersedia di Pos Kabil (0778) 7100011, Pos Punggur (0778) 7056850, Pos Nongsa (0778) 7763580, Pos Sagulung (0778) 392317, serta Pos Tembesi 0811 774 7000.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dan kesiapsiagaan terhadap bahaya kebakaran. Pencegahan dan pelaporan dini adalah kunci keselamatan bersama,” tegas Hafiz.

Sementara itu, kebakaran yang menghanguskan sejumlah lapak kios di kawasan Mega Legenda beberapa waktu lalu masih dalam penyelidikan Polsek Batamkota. Polisi memastikan proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran dan mencegah kejadian serupa terulang. (*)

Artikel Rentetan Kebakaran di Batam, Damkar Buka Layanan Pengaduan 24 Jam pertama kali tampil pada Metropolis.

Pembatalan Penerbangan Wings Air Batam-Anambas, Ini Penjelasan Lion Air Group

0
Pesawat Wings Air di Bandara Letung, Kepulauan Anambas. F. Ahmadi/Batam Pos

batampos — Lion Air Group memastikan pembatalan sejumlah penerbangan rute Batam–Anambas dan Anambas–Batam dalam beberapa hari terakhir disebabkan kendala teknis operasional pesawat Wings Air. Keputusan pembatalan diambil demi menjaga keselamatan penerbangan.

Area Manager Lion Air Group Wilayah Kepulauan Riau dan Jambi, Amar Fernando, mengatakan keputusan pembatalan diambil berdasarkan pertimbangan keselamatan penerbangan. Secara teknis, pesawat tidak memungkinkan untuk melanjutkan penerbangan dalam kondisi tersebut.

“Memang terdapat kendala teknikal pada operasional pesawat di Batam, sehingga penerbangan terpaksa dibatalkan. Jika dipaksakan untuk terbang, dibutuhkan waktu persiapan yang cukup lama dan itu tidak memungkinkan,” ujar Amar saat dihubungi Batam Pos, Sabtu (24/1) sore.

Baca Juga: Penumpang Wings Air di Letung Terlantar Hampir Sepekan

Ia menjelaskan, kendala teknis tersebut hanya terjadi pada pesawat Wings Air yang melayani rute Batam–Anambas. Sementara itu, operasional penerbangan Wings Air dan Lion Air Group di rute lainnya tetap berjalan normal dan kondusif.

Sebagai bentuk tanggung jawab kepada penumpang, Lion Air Group telah menyiapkan sejumlah langkah pemulihan (recovery) sesuai ketentuan yang berlaku. Maskapai memberikan pilihan pengembalian dana tiket secara penuh atau penjadwalan ulang penerbangan.

“Bagi penumpang yang memilih refund, kami berikan pengembalian dana secara penuh. Sementara untuk penumpang yang memilih reschedule, kami layani sesuai dengan tanggal yang diinginkan,” jelasnya.

Selain itu, bagi penumpang yang tetap ingin melanjutkan perjalanan, Lion Air Group telah menyiapkan penerbangan pengganti yang dijadwalkan pada Senin mendatang menggunakan pesawat yang telah dipastikan laik terbang.

Baca Juga: TKD Dipangkas, Bupati Anambas Temui Kemenkeu Minta Kepastian Fiskal Daerah Kepulauan

“Selama masa tunggu, penumpang juga kami fasilitasi penginapan sebagai bagian dari proses recovery,” tambah Amar.

Ia menegaskan, seluruh kebijakan yang diambil maskapai semata-mata berorientasi pada keselamatan dan keamanan penerbangan sebagai prioritas utama.

“Keselamatan penumpang adalah yang utama. Setiap keputusan diambil sesuai prosedur dan standar keselamatan penerbangan,” tutupnya. (*)

Artikel Pembatalan Penerbangan Wings Air Batam-Anambas, Ini Penjelasan Lion Air Group pertama kali tampil pada Kepri.

Polisi Kawal Distribusi Air Bersih untuk Warga Tanjung Sengkuang

0
Anggota Polsek Batuampar mengawal pendistribusian air bersih untuk warga di Tanjung Sengkuang, Batuampar. F. Istimewa

batampos — Gangguan pasokan air bersih di Kelurahan Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batuampar, mendapat perhatian serius aparat kepolisian. Untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi, polisi turun langsung mengawal pendistribusian air bersih menggunakan mobil tangki selama akhir pekan.

Kegiatan pengamanan distribusi air bersih tersebut dilaksanakan Polsek Batuampar bersama unsur pemerintahan setempat. Air bersih disuplai oleh PT Air Batam Hilir sebagai layanan darurat bagi masyarakat yang masih mengalami gangguan aliran air di sejumlah wilayah.

Kapolsek Batuampar, Kompol Amru Abdullah, memimpin langsung pengamanan dengan melibatkan personel kepolisian serta berkoordinasi dengan pihak kelurahan. Sejak pagi hari, aparat disiagakan untuk memastikan pendistribusian berjalan aman serta mencegah antrean berlebih di lingkungan warga.

Baca Juga: Program Magang Mahasiswa 2026, Kemenag Batam Tunggu Petunjuk Teknis

“Kami memastikan pendistribusian air bersih berjalan aman, tertib, dan lancar sehingga dapat diterima masyarakat dengan baik,” ujar Amru Abdullah.

Ia menegaskan, kehadiran Polri dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk pelayanan dan kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

Selain aparat kepolisian, kegiatan ini turut dihadiri Camat Batuampar Yuliandi Saputra, lurah setempat, serta para ketua RT dan RW. Sinergi lintas sektor dinilai penting untuk memastikan pendistribusian air tepat sasaran dan benar-benar menjangkau warga yang paling membutuhkan.

Pelaksanaan pengamanan diawali dengan apel personel, kemudian dilanjutkan dengan pendistribusian air bersih sekitar pukul 09.00 WIB. Mobil tangki menyasar sejumlah RW di Kelurahan Tanjung Sengkuang yang masih mengalami gangguan pasokan air.

Berdasarkan data kelurahan, kebutuhan air bersih warga terdampak mencapai 84 trip mobil tangki per hari. Namun pada pelaksanaan hari ini, distribusi dilakukan sebanyak 48 trip, seiring mulai pulihnya aliran air ke sebagian rumah warga meski masih dengan tekanan rendah. Distribusi difokuskan pada wilayah yang aliran airnya belum kembali normal. (*)

Artikel Polisi Kawal Distribusi Air Bersih untuk Warga Tanjung Sengkuang pertama kali tampil pada Metropolis.

Polisi Selidiki Legalitas Jukir Korban Pengeroyokan di Bengkong, Parkir Liar Jadi Sorotan

0
Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian, menunjukkan barang bukti kasus pengeroyokan juru parkir di Ocarina. F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos — Kepolisian Resor Kota (Polresta) Barelang tidak hanya mengusut kasus pengeroyokan terhadap seorang juru parkir di kawasan Bengkong, Kota Batam, tetapi juga mendalami legalitas juru parkir yang menjadi korban. Langkah ini dilakukan untuk mengungkap latar belakang kejadian secara menyeluruh sekaligus menertibkan praktik parkir liar yang kerap memicu konflik di lapangan.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian, mengatakan pendalaman ini bertujuan untuk mengetahui secara utuh latar belakang kejadian, termasuk motif para pelaku melakukan pengeroyokan.

“Penyidik tidak hanya fokus pada unsur pidananya, tetapi juga menggali kemungkinan adanya persoalan lain di balik kejadian tersebut. Salah satunya terkait legalitas juru parkir yang menjadi korban,” ujar Debby.

Baca Juga: Isu MERS-CoV di Batam Reda, Dinkes: Hasil Lab Pasien Negatif

Ia mengakui, persoalan parkir liar di Kota Batam memang kerap dikeluhkan masyarakat. Praktik juru parkir tanpa izin dinilai berpotensi menimbulkan konflik, baik dengan pengguna jalan maupun antarindividu di lapangan.

“Legalitas juru parkir yang menjadi korban juga akan kami dalami. Kami ingin memastikan duduk perkara kejadian ini secara menyeluruh,” tegasnya.

Sejalan dengan proses penyidikan, Polresta Barelang akan memperkuat koordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam untuk melakukan penertiban juru parkir liar secara berkelanjutan.

Menurut Debby, penertiban tidak hanya menyasar juru parkir yang tidak memiliki izin, tetapi juga lokasi parkir yang tidak sesuai peruntukan dan berpotensi menimbulkan kemacetan serta gangguan ketertiban umum.

Baca Juga: Pelaku Usaha Malaysia Bidik Manufaktur Batam

“Selama ini kami sudah rutin melakukan penertiban bersama instansi terkait demi menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat,” katanya.

Meski demikian, Debby menegaskan bahwa fokus utama kepolisian saat ini tetap pada penanganan laporan tindak pidana pengeroyokan. Proses hukum terhadap para pelaku akan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Polisi berharap, melalui penegakan hukum dan penertiban yang konsisten, situasi keamanan dan ketertiban di Kota Batam dapat terus terjaga serta meminimalisasi konflik yang dipicu oleh persoalan parkir liar. (*)

Artikel Polisi Selidiki Legalitas Jukir Korban Pengeroyokan di Bengkong, Parkir Liar Jadi Sorotan pertama kali tampil pada Metropolis.

Capella Honda Kepri Edukasi Keselamatan Berkendara Lewat Tips 5P+

0
Capella Honda Kepulauan Riau secara konsisten mengedukasi masyarakat melalui kampanye cari aman. F. Istimewa

batampos – Risiko kecelakaan lalu lintas dapat mengintai siapa saja, bahkan ketika pengendara merasa berada di posisi benar. Karena itu, kemampuan pengendara dalam mengenali serta merespons potensi bahaya menjadi kunci utama pencegahan kecelakaan lalu lintas.

Menyadari hal itu, Capella Honda Kepulauan Riau terus menggaungkan pentingnya keselamatan berkendara melalui edukasi berkelanjutan kepada masyarakat.

Sebagai bentuk komitmen meningkatkan kesadaran keselamatan berkendara, Capella Honda Kepulauan Riau secara konsisten mengedukasi masyarakat melalui kampanye Cari Aman. Salah satu upaya yang dilakukan yakni menyosialisasikan tips keselamatan berkendara 5P+, yang dapat diterapkan dalam aktivitas berkendara sehari-hari.

Baca Juga: Isu MERS-CoV di Batam Reda, Dinkes: Hasil Lab Pasien Negatif

Instruktur Safety Riding Capella Honda Kepri, Christofer Valentino, menjelaskan bahwa konsep 5P+ merupakan panduan sederhana namun efektif untuk membantu pengendara lebih siap menghadapi berbagai situasi di jalan raya.

“Tips 5P+ kami rancang agar mudah dipahami dan diaplikasikan oleh seluruh pengendara, sehingga keselamatan bisa menjadi kebiasaan,” ujarnya, Sabtu (24/1).

Adapun lima poin utama dalam konsep 5P+ tersebut meliputi:

Pertama, pakai perlengkapan berkendara sesuai standar. Pengendara diwajibkan menggunakan helm berstandar SNI dengan tali terpasang sempurna, jaket berlengan panjang, celana panjang, sarung tangan, serta sepatu untuk meminimalkan risiko cedera.

Kedua, perhatikan kanan dan kiri saat di persimpangan. Pengendara diminta memastikan area yang tidak terlihat benar-benar aman serta mengurangi kecepatan saat mendekati persimpangan.

Baca Juga: PGN Bangun 10 Ribu Sambungan Jargas di Batam, Dimulai Maret

Ketiga, pertahankan jarak aman dengan kendaraan di depan. Jarak minimal yang disarankan adalah tiga detik dengan menggunakan patokan benda diam di jalan.

Keempat, periksa kondisi sebelum mendahului. Pastikan situasi lalu lintas aman, nyalakan lampu sein, dan perhatikan kaca spion sebelum berpindah lajur.

Kelima, patuhi rambu lalu lintas serta lengkapi diri dengan SIM dan STNK demi keselamatan dan kenyamanan bersama.

Selain lima poin utama tersebut, Christofer menambahkan aspek pendukung lain yang tak kalah penting, seperti memeriksa kondisi sepeda motor sebelum digunakan. Pemeriksaan meliputi tekanan dan kondisi ban, fungsi rem, lampu utama, lampu sein, lampu rem, klakson, serta pengaturan spion.

Teknik pengereman juga perlu diperhatikan dengan mengombinasikan penggunaan rem depan dan belakang secara bersamaan agar lebih efektif dan stabil.

“Pengendara juga perlu meningkatkan sensitivitas terhadap potensi bahaya. Hal ini bisa dilatih melalui Simulator Honda Riding Trainer di dealer Honda, mengikuti pelatihan safety riding, atau berbagi pengalaman berkendara,” jelasnya.

Selain itu, kewaspadaan terhadap area blind spot perlu ditingkatkan dengan cara mengurangi kecepatan saat melintasi area yang tertutup pandangan. Pengendara juga diimbau mengontrol kecepatan kendaraan karena semakin tinggi kecepatan, semakin besar pula risiko kecelakaan.

“Lebih baik perjalanan sedikit lebih lama karena kita menerapkan langkah preventif, daripada tidak pernah sampai ke tujuan. Cari Aman saat naik motor,” tegas Christofer.

Baca Juga: Program Magang Mahasiswa 2026, Kemenag Batam Tunggu Petunjuk Teknis

Komitmen edukasi keselamatan berkendara ini turut ditegaskan oleh Sales Manager PT Capella Dinamik Nusantara Kepulauan Riau, Duri Yanto. Menurutnya, keselamatan berkendara merupakan tanggung jawab bersama antara pengendara, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.

“Melalui edukasi 5P+, kami ingin mengajak masyarakat lebih peduli dan sadar bahwa kebiasaan kecil yang benar dapat memberikan dampak besar dalam mencegah kecelakaan di jalan raya,” ujarnya.

Melalui kampanye berkelanjutan tersebut, Capella Honda Kepri berharap budaya keselamatan berkendara semakin tertanam di tengah masyarakat. (*)

Artikel Capella Honda Kepri Edukasi Keselamatan Berkendara Lewat Tips 5P+ pertama kali tampil pada Metropolis.

Penumpang Wings Air di Letung Terlantar Hampir Sepekan

0
Calon penumpang Wings Air yang gagal berangkat, Zikri Waldi (kiri) dan Rina saat memberikan pernyataan pasca tiga kali keberangkatan ditunda. F. Zikri untuk Batam Pos

Penerbangan Berulang Kali Dibatalkan, Maskapai Tak Beri Kepastian Keberangkatan

batampos – Puluhan penumpang Wings Air rute Letung–Batam terpaksa terlantar hampir sepekan di Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas. Penerbangan yang dijadwalkan berulang kali dibatalkan tanpa kejelasan, memicu keluhan keras terhadap pelayanan Lion Air Group.

Pembatalan terakhir terjadi pada penerbangan Wings Air nomor IW1229 yang dijadwalkan berangkat Jumat (23/1). Informasi pembatalan disampaikan secara sepihak melalui pesan singkat WhatsApp kepada penumpang, tanpa penjelasan rinci mengenai alasan teknis.

Dalam pemberitahuan tersebut, pihak maskapai hanya menawarkan perubahan jadwal penerbangan ke Senin (26/1) pukul 14.30 WIB dengan nomor penerbangan yang sama. Penumpang diminta menyetujui perubahan jadwal, meski harus menunggu hingga tiga hari berikutnya. Wings Air diketahui melayani rute Letung setiap Senin, Rabu, Jumat, dan Minggu.

Baca Juga: TKD Dipangkas, Bupati Anambas Temui Kemenkeu Minta Kepastian Fiskal Daerah Kepulauan

Namun, bagi sebagian penumpang, penundaan ini bukan yang pertama. Sejumlah penumpang mengaku telah mengalami pembatalan hingga tiga kali sejak 21 Januari 2026, sehingga total waktu tunggu mencapai hampir satu minggu di Jemaja.

Sedikitnya 20 calon penumpang terdampak langsung. Mereka memiliki kepentingan mendesak, mulai dari urusan kedinasan, pengobatan, hingga bisnis ke luar daerah maupun luar negeri yang akhirnya gagal terlaksana.

Salah satu penumpang, Muhammad Zikri Waldi, Sekretaris Pengadilan Agama Tarempa, mengaku gagal menghadiri agenda audiensi Pengurus Pusat IPASPI di Komisi III DPR RI yang dijadwalkan pada 26 Januari 2026.

“Perjalanan ini saya lakukan secara swadaya, bukan menggunakan anggaran pemerintah. Tapi akhirnya gagal berangkat karena penerbangan dibatalkan berkali-kali,” ujarnya, Sabtu (24/1).

Baca Juga: Berpenampilan Ala Ustaz, Pria Asal Sumut Bikin Resah Emak-emak di Anambas

Selama masa penundaan, menurut Zikri, penumpang hanya difasilitasi kamar hotel tanpa konsumsi yang layak.

“Selama tiga hari kami hanya diberi kamar hotel tanpa makan. Ini sangat merugikan dan tidak sesuai dengan hak penumpang,” katanya.

Ia menuturkan, pada hari keberangkatan seluruh penumpang telah berada di Bandara Letung sesuai jadwal. Awalnya, pihak bandara menyampaikan keterlambatan sekitar 80 menit dan hanya memberikan makanan ringan. Namun setelah menunggu, penerbangan justru dibatalkan.

“Alasannya karena ada keretakan kaca pesawat, tetapi tidak dijelaskan secara terbuka sejak awal,” ungkap Zikri.

Keluhan serupa disampaikan Rina, warga Tarempa, yang hendak membawa suaminya berobat ke Rumah Sakit Awal Bros Batam. Ia mengaku penerbangannya tertunda sejak 21 Januari hingga 26 Januari 2026.

“Kami hampir satu minggu tertahan di Jemaja. Dua kali penerbangan dibatalkan, padahal jatah cuti saya sangat terbatas,” kata Rina.

Penumpang lain yang enggan disebutkan namanya mengaku mengalami kerugian bisnis karena gagal melanjutkan perjalanan ke Singapura. Hotel yang telah dipesan untuk 24–26 Januari 2026 senilai Rp4,2 juta hangus akibat pembatalan penerbangan.

Baca Juga: Polres Anambas Luncurkan Layanan SKCK Online, Warga Hemat Biaya dan Waktu

Para penumpang menilai Lion Air Group dan Wings Air lalai dalam memberikan kepastian jadwal serta kompensasi yang layak. Selain kerugian materi, mereka juga mengalami tekanan psikologis akibat ketidakpastian dan biaya hidup tambahan selama penundaan.

Penumpang mendesak Wings Air bertanggung jawab sesuai ketentuan yang berlaku dan tidak menutup kemungkinan menempuh jalur hukum apabila terus ditelantarkan tanpa kejelasan.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Lion Air Group dan Wings Air belum memberikan keterangan resmi. Batam Pos berupaya melakukan konfirmasi kepada Manager Lion Air Group Area Kepri, Amar, baik melalui pesan WhatsApp dan telepon, tapi yang bersangkutan belum memberikan respons. (*)

Artikel Penumpang Wings Air di Letung Terlantar Hampir Sepekan pertama kali tampil pada Kepri.

Rp161 Miliar Dana Penipuan Digital Berhasil Dikembalikan ke 1.070 Korban

0
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi. F. Nurul Fitriana/JawaPos.com

batampos – Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) berhasil mengembalikan dana senilai Rp161 miliar kepada 1.070 korban penipuan digital (scam). Dana tersebut berasal dari hasil pemblokiran rekening pelaku yang tersebar di 14 bank, sejak IASC mulai beroperasi pada 22 November 2024 hingga 12 Januari 2026.

Pengembalian dana korban penipuan ini diserahkan secara simbolis dalam kegiatan yang digelar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku koordinator Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) dan Indonesia Anti-Scam Centre.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan bahwa pengembalian dana tersebut merupakan bukti nyata sinergi antara OJK, kementerian/lembaga, serta industri perbankan dalam melindungi masyarakat dari kejahatan keuangan digital.

Baca Juga: Awali 2026 dengan Optimisme, BAIC Ekspansi dan Resmikan Dealer ke-17 di Batam

“Pengembalian dana korban scam ini menjadi simbol nyata kehadiran negara untuk melindungi masyarakat dari kejahatan keuangan yang semakin kompleks, inovatif, dan sulit dibayangkan modusnya,” ujar Friderica, Sabtu (24/1).

Ia mengungkapkan, kejahatan keuangan digital saat ini semakin masif dan banyak melibatkan lintas negara, sehingga penanganannya membutuhkan kolaborasi yang kuat antarpemangku kepentingan.

“Modus penipuan yang sering digunakan antara lain penipuan transaksi belanja, impersonation atau fake call, penipuan investasi, lowongan kerja palsu, penipuan melalui media sosial, hingga love scam,” jelasnya.

Dalam penanganan pengaduan, IASC menghadapi berbagai tantangan, mulai dari lonjakan laporan masyarakat, keterlambatan pelaporan korban, kebutuhan percepatan pemblokiran rekening, hingga kompleksitas aliran dana yang berpindah dengan cepat.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, menegaskan bahwa keberhasilan pengembalian dana korban merupakan wujud komitmen kuat OJK bersama kementerian/lembaga dan industri jasa keuangan dalam melindungi konsumen.

“Sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam memerangi berbagai modus scam yang terus berkembang,” kata Mahendra.

OJK juga mengapresiasi keberanian para korban yang bersedia berbagi pengalaman, karena dinilai dapat menjadi pembelajaran penting sekaligus memperkuat upaya pencegahan kejahatan keuangan digital.

Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan ke IASC apabila menjadi korban penipuan di sektor jasa keuangan. Semakin cepat laporan disampaikan, semakin besar peluang dana korban dapat diselamatkan dan dikembalikan.

Baca Juga: Isu Greenland Memanas, China Minta AS Hormati Hukum Internasional

Ketua Komisi XI DPR RI, Mokhamad Misbakhun, menegaskan bahwa penipuan di sektor jasa keuangan merupakan kejahatan serius dengan tingkat kompleksitas tinggi.

“Ini bukan kejahatan biasa, ini white collar crime. Modus dan teknisnya sangat canggih,” ujar Misbakhun.

Ia menilai kehadiran IASC dan langkah-langkah yang diambil OJK melalui Satgas PASTI telah memberikan dampak nyata sekaligus menghadirkan harapan bagi masyarakat.

Berdasarkan data OJK, sejak berdiri pada 22 November 2024 hingga 14 Januari 2026, IASC telah menerima 432.637 pengaduan penipuan dengan total kerugian mencapai Rp9,1 triliun. Dari jumlah tersebut, dana yang berhasil diblokir mencapai Rp436,88 miliar.

Pelaporan penipuan keuangan dapat dilakukan melalui situs resmi Indonesia Anti-Scam Centre di iasc.ojk.go.id. Satgas PASTI juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai pihak-pihak yang mengatasnamakan IASC secara tidak resmi. (*)

Artikel Rp161 Miliar Dana Penipuan Digital Berhasil Dikembalikan ke 1.070 Korban pertama kali tampil pada News.

TPS Baru di Batuaji Mulai Beroperasi, Solusi Atasi Tumpukan Sampah

0
Ilustrasi: Pemandangan Tempat Pembuangan Sementara (TPS) di Jalan Marina City, Kecamatan Batuaji, Senin (29/12).

batampos – Pemerintah Kecamatan Batuaji mulai mengoperasikan tempat penampungan sampah sementara (TPS) baru di Jalan Diponegoro, tepatnya di seberang TPU Sei Temiang. Kehadiran TPS ini diharapkan mampu mengurai persoalan tumpukan sampah yang selama ini dikeluhkan warga.

Camat Batuaji, Addi Harnus, mengatakan TPS tersebut telah rampung dan siap dimanfaatkan masyarakat. Saat ini hanya tersisa penyempurnaan minor seperti pemasangan pagar.

“TPS baru ini sudah bisa digunakan. Kemarin tahap penyelesaian, seperti pemasangan pagar,” ujar Addi, Jumat (23/1).

Baca Juga: Isu MERS-CoV di Batam Reda, Dinkes: Hasil Lab Pasien Negatif

Ia menjelaskan, pembukaan TPS ini juga menjadi bagian dari upaya penertiban TPS liar yang masih banyak ditemukan, khususnya di wilayah Tanjung Uncang.

“Di Tanjung Uncang masih kita temukan TPS liar, terutama di pinggir jalan dan dekat permukiman. Ini yang akan kita atasi secara bertahap,” katanya.

Menurut Addi, persoalan sampah di Batuaji sudah berlangsung cukup lama dan menjadi perhatian serius pemerintah kota. Bahkan, Tim Task Force bentukan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, sebelumnya telah mengangkut ratusan ton sampah dari sejumlah TPS liar di wilayah tersebut.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan. Jangan membuang sampah sembarangan karena dampaknya bisa memicu banjir dan masalah kesehatan,” ujarnya.

Pantauan di lapangan, tumpukan sampah masih kerap terlihat di TPS Jalan Marina City, tepatnya di sekitar Simpang Jupiter. Di sisi kiri dan kanan jalan, sampah menumpuk disertai lalat dan aroma menyengat yang tercium hingga puluhan meter.

Baca Juga: PGN Bangun 10 Ribu Sambungan Jargas di Batam, Dimulai Maret

Jeri, warga Perumahan Jupiter, mengeluhkan kondisi tersebut. Menurutnya, bau sampah sangat mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga, terlebih lokasi TPS berada di jalan utama menuju kawasan perumahan.

“Seharusnya TPS dipindahkan ke lahan yang jauh dari jalan utama. Setiap hari kami harus mencium bau sampah saat melintas,” katanya.

Dengan mulai beroperasinya TPS baru di Jalan Diponegoro, pemerintah kecamatan berharap persoalan tumpukan sampah di Batuaji dapat berangsur teratasi, sekaligus menekan keberadaan TPS liar di wilayah tersebut. (*)

Artikel TPS Baru di Batuaji Mulai Beroperasi, Solusi Atasi Tumpukan Sampah pertama kali tampil pada Metropolis.

Distribusi Air di Tanjung Sengkuang dan Batu Merah Berangsur Normal

0
Kabiro Humas dan Promosi BP Batam, Ariastuty Sirait. Foto: BP Batam untuk Batam Pos

Rekayasa Jaringan Berhasil, Ariastuty Pimpin Koordinasi RT/RW

batampos – Krisis air bersih yang sempat memicu keluhan warga di Tanjung Sengkuang dan Batu Merah mulai berangsur teratasi. BP Batam memastikan distribusi air ke rumah-rumah warga kini telah berjalan kembali, disertai penguatan koordinasi pengiriman truk tangki untuk menjamin kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, menjelaskan, pihaknya melakukan sejumlah langkah cepat untuk meredam dampak gangguan suplai, termasuk membangun sistem koordinasi langsung dengan perangkat RT dan RW.

“Untuk mengatasi krisis air di Tanjung Sengkuang dan Batu Merah, kami sudah membuat grup koordinasi bersama para RT dan RW untuk pengiriman truk-truk tangki. Kami juga menyusun daftar kebutuhan masing-masing RT, berapa tangki yang dibutuhkan, sehingga distribusinya lebih terukur,” katanya, Sabtu (24/1).

Baca Juga: Minat Properti di Batam Stabil Awal Tahun, Pasar End User Tetap Kuat

Ia mengakui, pada awal penerapan sistem tersebut sempat terjadi kendala teknis. Pengiriman pada 20 Januari lalu berlangsung dinamis karena adanya tambahan permintaan dari beberapa RT serta persoalan armada pengangkut. Kondisi itu disebut sebagai bagian dari proses penyesuaian sistem baru.

“Ini pertama kali kami menjalankan pola koordinasi langsung dengan RT/RW. Sebelumnya berbasis nomor tiket, tetapi ternyata belum optimal. Sekarang kami bisa memonitor langsung kekurangan air di masing-masing wilayah,” kata Tuty.

Selain distribusi tangki, perbaikan teknis di jaringan utama juga telah dilakukan. Rekayasa jaringan yang diterapkan BP Batam memungkinkan air kembali mengalir sekitar 3-4 jam pada malam hari. Beberapa pompa di hulu yang sebelumnya mengalami kerusakan juga tengah diganti untuk memulihkan tekanan air.

“Memang ada sedikit penurunan tekanan karena pompa rusak, tetapi sekarang sudah mulai diganti. Air sudah teraliri ke rumah-rumah warga secara bertahap. Kami juga tetap merekayasa pola distribusi agar seluruh daerah bisa merasakan suplai,” ujar dia.

Baca Juga: Batam Kembali Dipercaya Jadi Lokasi MICE Unggulan

Untuk jangka pendek, kombinasi suplai bergilir dan pengiriman tangki menjadi solusi terbaik. Tuty memastikan, setiap laporan kebutuhan tambahan dari warga bakal segera ditindaklanjuti.

“Seluruh RT/RW sudah terhubung langsung dengan saya melalui grup WhatsApp agar komunikasi lebih cepat. Dari laporan para RW, truk tangki di beberapa wilayah sudah mencukupi,” katanya.

“Sambil menunggu proses pembangunan jaringan air dari Sukajadi ke M3G (Simpang Jam) dan dari Ozon ke Bukit Senyum estimasi akhir juni ini. Itu akan akan membantu distribusi air wilayah Tanjung Sengkuang, Batu Merah, Bengkong serta daerah lainnya” tambah Tuty.

Di tingkat warga, kondisi juga mulai menunjukkan perbaikan. RW 01 Tanjung Sengkuang, Azis, menyebut pasokan air di wilayahnya sudah kembali mengalir walaupun tekanan belum sepenuhnya normal.

“Alhamdulillah, air sudah mengalir seperti sediakala walaupun belum begitu besar,” katanya.

Baca Juga: Pelaku Usaha Malaysia Bidik Manufaktur Batam

Ia bilang, kebutuhan air tangki pun menurun seiring kembalinya aliran air. Dari semula mengajukan 17 tangki, kini hanya memesan 5 sampai 6 tangki per hari sebagai cadangan.

“Kemarin kami pesan 6 tangki. Hari ini 5 tangki. Kami lihat sampai sore apakah perlu tambahan atau tidak. Respons petugas cepat, tidak ada kendala dalam pemesanan,” ujar Azis.

Meski demikian, ia mengakui masih ada beberapa titik yang proses normalisasinya berlangsung bertahap. Ia menyampaikan, bahwa besar harapan warga sekitar agar perbaikan pompa dan stabilisasi jaringan dapat segera tuntas sehingga distribusi kembali normal sepenuhnya.

Distribusi air di Tanjung Sengkuang dan Batu Merah kini berangsur membaik. BP Batam juga meminta masyarakat tetap tenang dan terus berkomunikasi melalui jalur resmi apabila membutuhkan bantuan tambahan. (*)

Artikel Distribusi Air di Tanjung Sengkuang dan Batu Merah Berangsur Normal pertama kali tampil pada Metropolis.