Selasa, 5 Mei 2026
Beranda blog Halaman 506

Nama Kasubdit Tipikor Polda Kepri Dicatut, Kirim Pesan ke Pejabat yang Tengah Diperiksa

0
Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Kepulauan Riau, AKBP Gokma Uliate Sitompul. (Posmetro)

batampos – Nama Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Kepulauan Riau, AKBP Gokma Uliate Sitompul, dicatut oleh pihak tidak bertanggung jawab. Modusnya, pelaku mengirim pesan singkat melalui aplikasi WhatsApp ke sejumlah pihak dengan mengaku sebagai perwira menengah Polda Kepri tersebut.

Salah satu pesan dikirim ke nomor Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Tanjungpinang, Rustam. Dalam pesan itu, pengirim memperkenalkan diri sebagai Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Kepri.

AKBP Gokma mengaku terkejut saat menerima informasi adanya pesan tersebut. Ia mengetahui kejadian itu setelah Rustam mengonfirmasi langsung kepada anggotanya di Subdit Tipikor.

“Yang ke nomor Pak Rustam ini, saya belum tahu apa maksudnya. Karena yang bersangkutan langsung menanyakan ke anggota saya, dan oleh anggota saya membantah kalau itu bukan nomor saya,” ujar Gokma, Jumat (23/1).

Baca Juga: Usai Didemo, Air Mengalir di Tanjung Sengkuang

Ia mengaku baru mengetahui bahwa Rustam merupakan Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang yang tengah menjalani pemeriksaan oleh tim Tipikor Polda Kepri.

“Jujur saya tidak tahu nama pejabatnya. Baru tahu ini,” katanya.

Gokma menduga situasi tersebut sengaja dimanfaatkan oleh pihak tertentu, terlebih saat ini memang sedang berlangsung pemeriksaan perkara terkait Kadinkes Tanjungpinang di Polda Kepri.

“Ini risikonya. Ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi. Padahal tidak mungkin saya tiba-tiba menghubungi orang dan memperkenalkan diri lewat nomor yang tidak dikenal,” tegasnya.

Baca Juga: Singapura Perketat Aturan Masuk

Tak hanya Kadinkes Tanjungpinang, salah seorang rekan Gokma juga mengaku menerima pesan serupa. Namun, nomor yang digunakan berbeda dan menggunakan foto lama saat Gokma masih menjabat sebagai Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda Kepri.

“Ke teman saya yang ini, pelaku malah minta tiket. Untungnya yang bersangkutan langsung tidak percaya,” ungkap Gokma.

Atas kejadian tersebut, Gokma mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap pesan dari nomor tak dikenal yang mengaku sebagai pejabat atau aparat penegak hukum. (*)

Artikel Nama Kasubdit Tipikor Polda Kepri Dicatut, Kirim Pesan ke Pejabat yang Tengah Diperiksa pertama kali tampil pada Metropolis.

Jalur Mukakuning–Tembesi Macet dan Rawan Kecelakaan, Masyarakat Desak Pelebaran Jalan

0
Ilustrasi: Pengendara melintas di jalan yang berada di turunan dekat Bukit Daeng arah Batuaji, Minggu (31/3). F. Dok Batam Pos

batampos – Ruas Jalan Letjend Suprapto yang menghubungkan kawasan Mukakuning–Tembesi kembali menjadi sorotan. Jalan tersebut kerap mengalami kemacetan parah, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari, serta dinilai rawan kecelakaan lalu lintas.

Kondisi ini diperparah dengan karakter jalan yang masih satu jalur, sempit, dan memiliki kontur turunan miring di kawasan Bukit Daeng. Situasi tersebut dinilai membahayakan pengendara, khususnya saat volume kendaraan meningkat.

“Setiap pagi dan sore pasti macet. Jalannya masih satu jalur, sementara kendaraan terus bertambah,” ujar Dedi, warga Batuaji, Jumat (23/1).

Baca Juga: Penertiban Papan Reklame di Batuaji dan Sagulung Menunggu Jadwal

Menurut Dedi, selain sempit, kondisi badan jalan juga bergelombang sehingga meningkatkan risiko kecelakaan. Ia menilai pelebaran jalan menjadi kebutuhan mendesak demi keselamatan dan kelancaran lalu lintas.

“Kendaraan yang melintas banyak, jalannya sempit, dan tidak rata. Ini sangat rawan kecelakaan,” katanya.

Ia berharap pemerintah segera melakukan pelebaran jalan secara menyeluruh, tidak hanya pada titik tertentu. Mulai dari kawasan Batuaji, Mukakuning, hingga Simpang Tembesi.

“Pelebaran jangan setengah-setengah. Seharusnya merata sampai ke Simpang Tembesi,” ungkapnya.

Baca Juga: Pelaku Usaha Malaysia Bidik Manufaktur Batam

Keluhan serupa disampaikan Ranggi, seorang pekerja di kawasan Mukakuning. Ia mengatakan jalan tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan kawasan industri, pemukiman, serta jalur logistik menuju wilayah hinterland.

“Kalau tidak segera diperbaiki, kemacetan akan terus terjadi. Aktivitas terganggu dan kecelakaan juga sering terjadi,” tutupnya. (*)

Artikel Jalur Mukakuning–Tembesi Macet dan Rawan Kecelakaan, Masyarakat Desak Pelebaran Jalan pertama kali tampil pada Metropolis.

Tuntaskan Balas Dendam, Alwi Farhan Melangkah ke Semifinal Indonesia Masters 2026

0
Alwi Farhan melangkah ke semifinal Indonesia Masters 2026 usai mengandaskan wakil Jepang, Yushi Tanaka dua gim langsung 22-20, 21-16. (Radar)

batampos – Alwi Farhan mengunci tiket semifinal Indonesia Masters 2026 melalui laga yang sarat dinamika. Mulai dari kondisi fisik yang belum sepenuhnya pulih, pengelolaan emosi di lapangan, hingga peran pelatih Indra Wijaya dan atmosfer Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Jumat (23/1).

Juara Dunia Junior 2023 itu menuntaskan misi balas dendam atas wakil Jepang Yushi Tanaka. Ia menang dua gim langsung 22-20, 21-16. Hasil tersebut membawa Alwi selangkah lebih dekat menuju gelar perdana di hadapan publik sendiri.

“Alhamdulillah, meski kondisi saya tidak 100 persen, saya berusaha memaksimalkan yang ada. Dukungan penonton Istora sangat membantu, terutama saat saya tertinggal di awal. Suasananya membuat saya tidak mau menyerah,” ujar Alwi setelah pertandingan.

Laga perempat final itu berjalan ketat sejak awal. Tanaka langsung mengambil inisiatif serangan dan unggul cepat 5-1 hingga 7-3. Namun Alwi yang tampil agresif berhasil mengejar dengan mencetak lima poin beruntun untuk berbalik memimpin 8-7.

Duel kemudian berlangsung imbang hingga kedudukan 10-10 sebelum Alwi menutup interval gim pertama dengan keunggulan tipis.

Selepas jeda, pertandingan makin menegangkan. Tanaka sempat mendapatkan momentum dan mencatatkan game point lebih dulu saat unggul 20-17. Alwi tetap tenang menghadapi tekanan, menyamakan kedudukan, lalu berbalik merebut gim pertama setelah pukulan Tanaka dua kali melebar dan satu bola dinilai masih masuk oleh hakim garis.

Situasi serupa kembali terjadi pada gim kedua. Tanaka unggul lebih dulu 7-3 dan 8-5, namun Alwi kembali menunjukkan ketangguhan mental untuk mengejar dan membalikkan keadaan menjadi 9-8. Reli-reli mewarnai gim kedua hingga interval, sebelum Alwi mampu menjaga konsistensi permainan dan memperlebar jarak menjadi 15-12.

Alwi berada di atas angin setelah mencatatkan match point pada skor 20-16. Sebuah dropshot akurat akhirnya menutup pertandingan sekaligus memastikan tiket semifinal.

Alwi mengungkapkan kemenangan tersebut diraih dalam kondisi fisik yang belum sepenuhnya ideal. Namun dukungan penonton dan tim menjadi faktor penting dalam menjaga fokusnya di lapangan.

Alwi juga mengakui sempat mengalami gangguan konsentrasi akibat dinamika dengan perangkat pertandingan pada awal laga. Namun ia mampu mengendalikan emosi setelah mendapat arahan dari pelatih.

“Tadi sempat terpancing, tapi pelatih langsung mengingatkan. Itu jadi pelajaran buat saya untuk lebih dewasa di lapangan,” katanya.

Peran pelatih Indra Wijaya diakui Alwi sangat krusial dalam perjalanannya hingga semifinal. Ia mengungkapkan pendekatan Indra yang fleksibel, baik dari sisi teknis maupun mental, membantunya tampil lebih tenang di momen-momen krusial.

“Koh Indra sangat berpengaruh. Beliau bisa mengatur taktik, mental, dan suasana. Saya merasa tidak berjuang sendiri karena ada tim yang mengurus semuanya, dari fisik, gizi, sampai medis,” ujar Alwi.

Kemenangan atas Tanaka juga menjadi catatan tersendiri karena Alwi sebelumnya selalu kalah dalam dua pertemuan terdahulu, termasuk pada Spain Masters 2024 dengan skor 23-21, 15-21, 12-21.

Pada semifinal, Alwi akan fokus pada pemulihan kondisi dan tidak ingin terbebani target berlebihan. Ia akan berhadapan dengan Chi Yu Jen asal Taiwan yang sebelumnya menang melawan wakil Singapura Jia Heng Jason Teh dengan skor 21-18, 13-21, 21-13.

“Saya tidak mau menyerah selama bola belum jatuh. Fokus saya sekarang recovery dan memberikan yang terbaik untuk Indonesia,” kata Alwi. (*)

Artikel Tuntaskan Balas Dendam, Alwi Farhan Melangkah ke Semifinal Indonesia Masters 2026 pertama kali tampil pada Olahraga.

Singapura Perketat Aturan Masuk

0
Penumpang melewati pengecekan keimigrasioan melalui autogate di pelabuhan Batam, beberapa waktu lalu. Mulai akhir Januari 2026, Singapura akan memperketat izin masuk bagi calon pengunjung ke negaranya. F. ISTIMEWA

Imigrasi Edukasi Penumpang Internasional

batampos — Kantor Imigrasi Batam menyatakan menghormati kebijakan keimigrasian terbaru yang diterapkan Pemerintah Singapura, termasuk aturan yang memungkinkan penolakan terhadap pengunjung tertentu sebelum keberangkatan menuju Negeri Singa.

Kebijakan tersebut dinilai sebagai bagian dari kedaulatan Singapura dalam mengatur keluar-masuk orang asing dan berada di luar yurisdiksi keimigrasian Indonesia.

Kepala Seksi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Batam, Kharisma Rukmana, mengatakan pihaknya memahami sepenuhnya bahwa kebijakan tersebut merupakan kewenangan otoritas Singapura. Karena itu, Imigrasi Batam memastikan pelayanan dan pemeriksaan keimigrasian di wilayah Indonesia tetap berjalan sesuai ketentuan.

“Imigrasi Batam menghormati kebijakan keimigrasian yang ditetapkan oleh Pemerintah Singapura sebagai bagian dari kedaulatan negara. Kebijakan tersebut berada di luar yurisdiksi Imigrasi Indonesia,” ujar Kharisma, Jumat (23/1).

BERITA SELENGKAPNYA BACA DI  harian.batampos.co.id

Artikel Singapura Perketat Aturan Masuk pertama kali tampil pada Metropolis.

Jafar/Felisha Segel Semifinal Indonesia Masters 2026

0
Pasangan ganda campuran Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu melompat usai pastikan lolos semifinal Indonesia Master 2026. (merdeka.com)

batampos – Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu melompat kegirangan usai memastikan diri lolos ke semifinal Indonesia Masters 2026, Jumat (23/1). Tiket empat besar mereka segel usai mengandaskan perlawanan ganda tangguh asal Prancis, Thom Gicquel/Delphine Delrue.

Jafar/Felisha harus bekerja cukup keras selama 70 menit sebelum akhirnya menang dengan skor 13-21, 22-20, 21-16 lewat laga tiga gim.

“Lawan bermain baik, sangat baik. Pola yang mereka terapkan sempat menyulitkan kami. Keluar dari pola mereka itu enggak mudah juga. Tapi puji Tuhan dengan daya juang, komunikasi, dan rasa gak mau kalah yang tinggi. Pelan-pelan kami bisa keluar dari tekanan dan mengontrol jalannya pertandingan sampai selesai dengan kemenangan,” kata Felisha.

“Di game pertama setelah interval, mereka mempercepat tempo permainan, mengurung kami terus. Kami juga ‘kalah angin’ tenaga tangannya kurang kuat. Lawan benar-benar menyerang terus, kami tertekan dan bingung keluar dari situasi ini,” ungkap Jafar.

“Kami melihat ini masih bisa (menang) kok, jangan gampang menyerah. Di game kedua kami lebih mengontrol dan mengalihkan Gicquel terutama, karena pergerakan tangannya bagus banget. Di game ketiga pun sama, kami buat dia lari-lari terus,” imbuhnya.

Jafar/Felisha menjadi satu-satunyu ganda campuran Pelatnas Indonesia yang lolos ke semifinal Daihatsu Indonesia Masters 2026.

Sedangkan Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil terhenti di babak perempat final dari unggulan kedua, Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin (China), dengan skor 20-22, 21-14, 19-21. (*)

 

Artikel Jafar/Felisha Segel Semifinal Indonesia Masters 2026 pertama kali tampil pada Olahraga.

Ditjen Imigrasi Periksa WN Singapura, Ini Masalahnya

0
Kabid Pengawas dan Penindakan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Khusus Jakarta, I Gusti Bagus Ibrahim (kiri). (Istimewa

batampos – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Khusus Jakarta memeriksa seorang warga negara Singapura berinisial TCL. Dia diduga melakukan pelanggaran izin tinggal di Indonesia.

Kabid Pengawas dan Penindakan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Daerah Khusus Jakarta, I Gusti Bagus Ibrahim membenarkan adanya pemeriksaan ini. Menurutnya, kasus TCL sudah berjalan sejak Juli 2025.

“Penanganan ini sudah berjalan sejak Juli 2025,” ungkap Gusti kepada wartawan, Jumat (23/1).

Proses penyelidikan terkahir yakni pemanggilan TCL setelah tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Banten pada hari Selasa, 20 Januari 2026. Pemeriksaan resmi digelar di kantor Imigrasi.

Gusti mengungkapkan, TCL diduga melakukan penyalahgunaan izin tinggal sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, khususnya Pasal 122. Hingga kini, belum ditemukan indikasi tindak pidana lain di luar pelanggaran keimigrasian.

“Fokus kami masih pada dugaan pelanggaran keimigrasian,” imbuhnya.

Menurut Gusti, dalam pemeriksaan terungkap bahwa TCL bekerja sebagai direksi dan komisarisaris sebuah perusahaan swasta di Indonesia sejak 2016, lalu bekerja di perusahaan lain pada 2018 dan 2019.

Setelah mendapat laporan pada Juli 2025, Imigrasi melayangkan tiga kali pemanggilan resmi kepada TCL. Namun, tidak ada yang dihadiri oleh TCL, hanya diwakilkan oleh kuasa hukum.

“Sebelumnya yang hadir hanya kuasa hukum,” tegas Gusti.

Sementara, terkait modus penyalahgunaan izin tinggal masih didalami oleh petugas. “Semua masih kami dalami dan kami cocokkan dengan dokumen,” ujarnya.

Apabila ditemukan pelanggaran, TCL bisa dikenakan sanksi administratif keimigrasian, termasuk pemulangan atau deportasi ke negara asal. TCL juga bisa dilarang masuk kembali ke Indonesia hingga denda uang dan penahanan.

Dihubungi terpisah, Direktur Eksekutif Masyarakat Hukum Indonesia Ahmad Wakil Kamal meminta pemerintah bersikap tegas terhadap pelanggaran izin tinggal. Pelaku harus dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Pemerintah harus memberikan sanksi tegas, TKA yang melanggar itu harus diberikan hukuman yang seberat-beratnya, agar lembaga negara menunjukkan ketegasan dan wibawanya terhadap setiap pelanggaran,” kata Ahmad.

Warga negara asing yang bekerja di Indonesia tanpa izin kerja juga dapat dikenakan sanksi seperti denda Rp 500 juta atau penjara 5 tahun, sesuai dengan Undang-Undang Keimigrasian Indonesia. Bisa juga dilakukan deportasi dan penangkalan dari wilayah Indonesia, artinya orang tersebut tidak bisa masuk kembali ke Indonesia selama 10 Tahun.

Lebih jauh perusahaan yang mempekerjakan warga negara asing tanpa izin kerja juga dapat dikenakan sanksi administratif, sanksi denda mulai dari Rp 100 juta hingga Rp 400 juta, penghentian sementara kegiatan usaha, bahkan pencabutan izin usaha.

“Bekerja ilegal selama 10 tahun sudah masuk kategori pelanggaran serius, bahkan ada ancaman pidananya dan dapat ditahan di rumah detensi imigrasi,” pungkasnya. (*)

Artikel Ditjen Imigrasi Periksa WN Singapura, Ini Masalahnya pertama kali tampil pada News.

Usai Didemo, Air Mengalir di Tanjung Sengkuang

0
ILUSTRASI warga menggunakan air untuk berwudu. Sehari usai unjuk rasa, aliran air ke rumah warga di Tanjung Sengkuang mulai mengalir. F. Cecep Mulyana/Batam Pos

Keran DPRD Batam Masih Mati dan Disegel

batampos – Aksi warga Tanjung Sengkuang, Kecamatan Batu Ampar, akhirnya membuahkan hasil. Sehari setelah menggelar unjuk rasa terkait krisis air bersih yang berlangsung hampir setahun, aliran air di permukiman warga mulai kembali mengalir. Ironisnya, pada waktu yang sama, suplai air bersih ke Kantor DPRD Kota Batam justru masih terhenti dan kerannya tetap tersegel.

Warga menilai kembalinya aliran air ke rumah-rumah mereka tidak lepas dari tekanan aksi massa yang digelar di Kantor BP Batam, Kantor Wali Kota Batam, dan DPRD Batam.

Ruslina, warga Tanjung Sengkuang RT 01/RW 03, mengatakan, air mulai mengalir sejak Jumat (23/1) pagi. Meski debitnya belum deras, suplai tersebut sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari.

“Sekarang sudah mulai hidup. Tidak seperti kemarin-kemarin yang airnya hanya mengalir sekitar pukul 02.00 dini hari. Setelah kami turun demo, air mulai normal,” ujar Ruslina kepada Batam Pos, Jumat (23/1) sore.

BERITA SELENGKAPNYA BACA DI  harian.batampos.co.id

Artikel Usai Didemo, Air Mengalir di Tanjung Sengkuang pertama kali tampil pada Metropolis.

Pelaku Usaha Malaysia Bidik Manufaktur Batam

0
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Batam, Yusfa Hendri menerima kunjungan delegasi Dewan Pemasaran dan Perdagangan Malaysia Antar Bangsa.

batampos – Minat pelaku usaha Malaysia terhadap sejumlah sektor unggulan di Batam kembali menguat. Pemerintah Kota (Pemko) Batam menerima kunjungan delegasi Dewan Pemasaran dan Perdagangan Malaysia Antar Bangsa (Malaysia International Marketing and Trade Council/MIMTC) di Ruang Rapat Embung Fatimah, Kantor Wali Kota Batam, Rabu (21/1).

Mewakili Wali Kota Batam, Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota, Li Claudia Chandra, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Batam, Yusfa Hendri, menyambut langsung rombongan yang dipimpin Zuber Bin Hj Bakri. Dalam pertemuan tersebut, delegasi Malaysia menyampaikan ketertarikan terhadap sektor industri manufaktur, perdagangan komoditas unggulan, serta jasa pendukung industri yang berkembang pesat di Batam.

“Pertemuan ini merupakan langkah awal yang sangat positif. Pemerintah Kota Batam membuka ruang seluas-luasnya bagi kolaborasi perdagangan yang saling menguntungkan. Kami berkomitmen memberikan kemudahan bagi pelaku usaha Malaysia yang ingin mengeksplorasi potensi pasar di Batam,” kata Yusfa.

Baca Juga: Batam–Selangor Tukar Pengalaman Tata Kelola, Bahas Perizinan hingga Sampah

Zuber Bin Hj Bakri menyebut Batam sebagai pintu masuk strategis untuk memperluas jaringan pemasaran produk dan jasa Malaysia di Indonesia. Kedekatan geografis, konektivitas pelabuhan, serta status kawasan perdagangan bebas dinilai menjadi faktor penarik utama.

“Batam memiliki posisi yang sangat strategis. Kami melihat peluang kerja sama yang dapat meningkatkan volume perdagangan kedua pihak,” katanya.

Sejumlah Kepala OPD di lingkup Pemko Batam pun memaparkan potensi daerah, mulai dari industri pengolahan, logistik, hingga pengembangan sektor jasa. Diskusi juga menyinggung upaya penyederhanaan rantai pasok antarwilayah untuk menekan biaya distribusi dan meningkatkan efisiensi perdagangan.

Namun, ketertarikan investor dan pelaku usaha Malaysia ini juga memunculkan pertanyaan mengenai dampaknya terhadap pelaku industri lokal. Masuknya produk dan jaringan distribusi baru berpotensi memperketat persaingan, terutama bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang belum sepenuhnya terintegrasi dengan rantai pasok industri besar.

Baca Juga: Rupiah Melemah, Kunjungan Wisman ke Batam Meningkat

Di sisi lain, kolaborasi ini dapat membuka peluang kemitraan dan alih pasar bagi pelaku usaha Batam jika dirancang dengan skema yang inklusif. Integrasi perdagangan lintas batas berpotensi memperluas akses ekspor produk Batam ke Malaysia, sekaligus memperkuat jejaring industri di kawasan Selat Malaka.

Penguatan kerja sama juga menuntut kepastian regulasi dan sinkronisasi kebijakan antara pemerintah daerah dan otoritas kawasan. Tanpa kepastian perizinan, kemudahan logistik, dan perlindungan bagi pelaku usaha lokal, peluang perdagangan bilateral dikhawatirkan tidak optimal atau bahkan timpang. (*)

Artikel Pelaku Usaha Malaysia Bidik Manufaktur Batam pertama kali tampil pada Metropolis.

Purbaya Ungkap Bisa Intip Langsung Rekening Pejabat Kemenkeu

0
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)

batampos – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara terbuka mengakui memiliki akses langsung untuk memeriksa rekening pejabat Kemenerian Keuangan (Kemenkeu), sehingga tidak ada lagi ruang untuk sembunyi-sembunyi.

“Saya punya akses rekening untuk pejabat saya, semuanya. Tapi yang saya periksa sampai Eselon III. Karena yang mau naik (jabatan) kan yang itu,” kata Purbaya kepada awak media di Jakarta, Kamis (22/1).

Menurut dia, pemeriksaan rekening menjadi bagian penting dalam proses pembinaan dan promosi jabatan. Pejabat yang ingin naik jabatan dipastikan harus memiliki rekam jejak keuangan yang wajar dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Nanti kalau yang di bawah mau naik, kita lihat lagi,” tegasnya.

Purbaya menyebut, pengawasan tidak hanya menyasar pejabat menengah, tetapi juga mencakup pejabat eselon I. Meski begitu, ia mengklaim kondisi keuangan pejabat level atas relatif aman.

“Eselon satu juga saya lihat. Jago-jago mereka. Flat saja uangnya. Tapi mungkin juga mereka bagus,” ujarnya.

Tak berhenti di situ, Kemenkeu juga membandingkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) dengan data perbankan dari tahun ke tahun. Salah satu tujuannya untuk memastikan konsistensi dan kewajaran aset yang dimiliki para pejabat.

“LHKPN juga kita lihat masuk akal apa enggak. Terus dibandingkan dengan uangnya yang di bank dari tahun ke tahun gimana,” jelas Purbaya.

Dengan sistem pengawasan berlapis tersebut, Purbaya menegaskan tidak ada lagi celah bagi pejabat Kemenkeu untuk menghindari pengawasan internal.

“Jadi enggak bisa sembunyi lagi pejabat-pejabat kami dari pengawasan kita. Mudah-mudahan ke depan membaik dengan adanya itu,” ucapnya.

Meski demikian, Purbaya realistis bahwa pengawasan tidak akan pernah sempurna. Ia mengakui masih ada tantangan karena modus pelanggaran yang bisa dilakukan kini tentu semakin canggih.

“Tentu saja enggak akan sempurna. Karena mereka cukup canggih,” pungkasnya. (*)

Artikel Purbaya Ungkap Bisa Intip Langsung Rekening Pejabat Kemenkeu pertama kali tampil pada News.

Penertiban Papan Reklame di Batuaji dan Sagulung Menunggu Jadwal

0
Ilustrasi: Papan reklame yang terpasang di JPO SP Plaza, Sagulung, Desember lalu. Foto. Yofi Yuhendri/ Batam Pos

batampos – Sejumlah reklame berukuran besar masih terlihat terpasang di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) SP Plaza, Sagulung. Keberadaan reklame tersebut dinilai luput dari penertiban, meski materi iklannya terus berganti hampir setiap bulan.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Batam, Imam Tohari, menyatakan penertiban reklame di wilayah Batuaji dan Sagulung tetap akan dilanjutkan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Penertiban direncanakan kembali dilakukan pada akhir bulan ini.

“Kepastiannya masih menunggu jadwal dari ketua tim penanganan reklame. Satpol PP hanya sebagai eksekutor,” ujar Imam, Jumat (21/1).

Baca Juga: Ditresnarkoba Polda Kepri Bongkar Peredaran Sabu dan Ekstasi di Batam, 3 Pria Diamankan

Ia menjelaskan, penertiban reklame dilakukan secara bertahap. Wilayah Sagulung menjadi kelanjutan dari penertiban sebelumnya yang telah dilakukan di sejumlah kecamatan, seperti Batam Center, Lubuk Baja, dan Sekupang.

“Sampai saat ini penertiban sudah mencapai sekitar 99 persen. Semua reklame akan ditertibkan, termasuk yang berada di JPO SP Plaza,” tegasnya.

Selain penertiban, Pemerintah Kota Batam juga tengah menyiapkan sistem dan model pemasangan reklame yang baru. Skema tersebut dirancang agar pemasangan reklame lebih aman, tertata, dan sesuai dengan standar teknis yang ditetapkan.

“Ke depan, pemasangan reklame harus mengikuti aturan. Model dan desainnya tidak boleh sembarangan, apalagi sampai membahayakan pengguna jalan,” katanya.

Baca Juga: Juru Parkir Jadi Korban Pengeroyokan di Ocarina, Polisi Ringkus Dua Pelaku

Sementara itu, Riska, salah seorang warga mengaku enggan menggunakan JPO tersebut. Sebab, kondisi JPO terasa pengap akibat ditutup papan reklame.

“Apalagi kalau malam ketutupan. Jadi lebih baik tidak usah digunakan,” ujarnya.

Ia berharap reklame tersebut segera ditertibkan. Sehingga JPO bisa digunakan masyarakat sesuai fungsinya.

“Kalau tidak ditertibkan, bakalan banyak yang nyebrang langsung ke jalan saja. Akibatnya ya macet, rawan kecelakaan,” tutupnya. (*)

Artikel Penertiban Papan Reklame di Batuaji dan Sagulung Menunggu Jadwal pertama kali tampil pada Metropolis.