Selasa, 26 Mei 2026
Beranda blog Halaman 5106

Rudi Minta Masyarakat Batam Bijak Gunakan Media Sosial

0
Walikota Batam Muhammad Rudi 1 F Cecep Mulyana scaled e1691672890152
Muhammad Rudi.

batampos – Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengajak masyarakat untuk bijak menggunakan media sosial. Hal ini perlu menjadi perhatian menyikapi perkembangan terkait rencana pengembangan Rempang Eco-City.

“Mari kita bijak dalam menggunakan media sosial. Saat ini banyak informasi yang tidak benar yang sengaja disebarluaskan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab,” kata Rudi, pada peringatan HUT ke-78 Republik Indonesia tingkat Kelurahan Taman Baloi dan Baloi Permai, Batam Kota, Minggu (27/8).

Baca Juga: Amsakar Minta Masyarakat Batam Tetap Kompak

Menurut dia, rencana pengembangan Rempang Eco-City sudah dimulai sejak tahun 2004 lalu, berdasarkan Akta Perjanjian No. 66 Tahun 2004 kerjasama antara Otorita Batam atau BP Batam dan Pemerintah Kota Batam dengan PT Makmur Elok Graha (PT MEG), merupakan proyek nasional yang menjadi perhatian Presiden Republik Indonesia.

“Sehingga saat ini saya hanya melanjutkan apa yang sudah menjadi kebijakan pejabat Kota Batam terdahulu. Karena kalau tidak, akan dapat mengurangi kepercayaan investor terhadap pemerintah,” katanya.

Kendati demikian pihaknya memastikan bahwa masyarakat yang terkena dampak pembangunan ini akan mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Pihaknya menyiapkan kavling seluas 500 meter persegi (bersertifikat) bagi yang bersedia
relokasi ke area yang telah ditetapkan.

Baca Juga: Sweeping di Jembatan 4 Barelang, Kapolresta: Tak Ada, Itu Hoaks

Di kaveling tersebut, akan dibangun pula rumah dengan tipe 45, kemudian juga fasilitas umum seperti tempat ibadah, lapangan olahraga, dermaga dan fasilitas lainnya. Masyarakat juga dipastikan akan tetap dapat melaut seperti biasa.

“Seluruh biaya termasuk membangun rumah baru, akan ditanggung BP Batam,” jelasnya.

Selain itu, pada momen HUT ke-78 Republik Indonesia ini, Rudi juga mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan menjaga Kota Batam tetap aman, kondusif dan nyaman bagi siapapun yang berkunjung ke Kota Batam. (*)

Reporter: Yashinta

Krisis Tenaga Welder, Karena Upah Tidak Sesuai

0
Galangan Kapal Dalil Harahap 66 e1693194288819
Seorang pekerja galangan kapal di Tanjunguncang sedang beraktivitas, Minggu (27/8). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Krisis tenaga las kapal atau welder di Batam terjadi salah satunya karena upah yang tidak sesuai. Sejumlah sumber di lapangan menyebutkan, welder profesional untuk galangan kapal banyak yang memilih beralih profesi ataupun bekerja di luar negeri karena upah di sana lebih besar.

Suhardi, mantan welder di salah satu perusahaan galangan kapal di Tanjunguncang yang saat ini beralih usaha pembuatan teralis rumah mengaku, tak mau lagi menerima tawaran di galangan kapal karena upah yang dia terima tidak seimbang dengan skill dan pekerjaan. Tenaga welder galangan kapal di Batam saat ini digaji sekitar Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu per jam sesuai kelas klasifikasi kemampuan yang dimilikinya. Upah ini berbeda berkali lipat dengan upah tenaga welder di luar negeri.

Baca Juga: Galangan Kapal di Batam Masih Kesulitan Dapatkan Tenaga Welder

“Upah di sini terlalu kecil. Tidak sesuai dengan skill dan tenaga yang kita kerjakan. Dibandingkan dengan luar negeri bisa sepuluh kali lipat selisihnya. Makanya orang pada keluar negeri sekalipun harus melalui penyalur yang ada banyak potongannya ketimbang kerja di sini. Saya sendiri sudah nyaman dengan usaha teralis seperti ini,” ujar pria yang berdiam di wilayah Marina tersebut.

Untuk upah welder di Batam sepengetahuan dia maksimal diangka Rp 30 ribu perjam dan itu pun bagi welder yang memiliki skill diatas kelas 4 G.

“Kalau istilah welder itu sudah bisa semuanya. Kan dalam kelas welder galangan ini ada 2 G, 3 G dan 4 G. 2 G itu untuk yang bisa las normal dan vertikal, 3 G bisa las normal vertikal dan horizontal dan 4 G bisa normal, vertikal, horizontal dan over head. Jadi kalau masih 2G, 3G dan 4G paling mentok di Rp 25 ribu per jam,” terang Suhardi.

Baca Juga: Amsakar Minta Masyarakat Batam Tetap Kompak

Ketua DPD FSP LEM SPSI Provinsi Kepri Saiful Badri sebelumnya juga menyampaikan hal yang sama. Krisis tenaga welder yang terjadi karena upah yang terlalu rendah. Tukang welder akhirnya memilih ke luar negeri atau beralih profesi.

“Permasalahannya upah yang rendah. Kalau upah sesuai tentu mereka akan bertahan. Jauh perbedaannya dengan luar negeri,” kata Saiful. (*)

 

 

Reporter: Eusebius Sara

Pawai Budaya dan Pembangunan di Gunung Kijang Digelar Meriah

0
Peserta mengikuti pawai budaya dan pembangunan di Kecamatan Gunung Kijang pada Sabtu (26/8/2023). F.Diskominfo Bintan untuk Batam Pos.

batampos– Masyarakat antusias menyaksikan pawai budaya dan pembangunan dalam memeriahkan HUT Ke-78 RI yang digelar di Kecamatan Gunung Kijang pada Sabtu (26/8/2023).

Sekda Bintan, Ronny Kartika didampingi Ketua DWP Bintan, Elyza Riani melepas peserta pawai dan pembangunan.

Sekda Bintan, Ronny Kartika menuturkan, ini menjadi momentum bagi Kecamatan Gunung Kijang setelah sekian lama tidak menggelar pawai budaya dan pembangunan tersebut.

“Ini sangat luar biasa. Terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan, Kelurahan dan Desa Se-Kecamatan Gunung Kijang serta seluruh peserta yang berpartisipasi pada pawai ini,” ujarnya.

BACA JUGA: Sabtu, Pawai Budaya dan Kendaraan Hias Digelar di Tanjungpinang 

Peserta pawai budaya dan pembangunan Kecamatan Gunung Kijang diikuti sekitar 2.500 peserta. Para peserta tidak hanya dari instansi pemerintah, juga ada dari kelompok masyarakat, para pelajar serta kelompok budaya.

Tampilan peserta juga sangat beragam tema mulai dari teater, yel-yel, kesenian budaya serta pernak pernik sehingga menimbulkan daya tarik masing-masing.

Dia berharap, pawai budaya dan pembangunan ini, semakin mengokohkan semangat persatuan dan kesatuan yang berbhinneka tunggal ika. (*)

reporter: slamet

Perekrutan Calon PMI Ilegal ke Arab Saudi lewat Medsos, Korban Dibiayai ke Batam

0
polsek batam kota
Kapolsek Batam Kota, AKP Betty Novia. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Empat Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) nonprosedural yang akan dikirim ke Arab Saudi direkrut pelaku lewat media sosial (medsos). Untuk proses keberangkatannya, korban dibiayai oleh pelaku.

“Biaya ditanggung pelaku, uang ditransfer,” ujar Kapolsek Batam Kota, AKP Betty Novia, Minggu (27/8).

Dari keterangan korban, oleh pelaku calon PMI diminta datang ke Batam dan menginap di hotel kawasan Batam Kota. Pelaku berjanji akan mengirimkan tiket pesawat kepada korban.

“Mereka berkomunikasi lewat ponsel saja, tidak pernah ketemu,” kata Betty.

Baca Juga: Polisi Sebar Foto Wajah Karyawan yang Rampok Bos Toko Sembako di Batuaji

Dari penyelidikan, pelaku mengendalikan korban dari Malaysia. Betty menegaskan masih melakukan penyelidikan terhadap pelaku lainnya yabg terlibat di dalam kasus ini.

“Pelakunya masih proses. Terakhir kita cek, dia (pelaku) masih di Malaysia,” ungkap Betty.

Betty menambahkan para korban kini sudah dipulangkan kembali ke kampung halamannya dengan berkoordinasi Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Batam.

“Korban sudah dipulangkan. Kasihan juga lama-lama di sini,” katanya.

Baca Juga: Pondok Pesantren di Galang Dibobol Maling, Polisi: Bukan Pengrusakan

Sebelumnya, jajaran Polisi Sektor Batam Kota menggagalkan pengiriman empat Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) nonprosedural yang akan dikirim ke Arab Saudi, Rabu (23/8) lalu di sebuah hotel di wilayah Batam Kota.

Adapun keempat CPMI tersebut, dua orang berasal dari Sukabumi, dan dua lainnya dari Palembang dan Sulawesi. Dari pengakuannya, mereka dijanjikan bekerja di Arab Saudi dari seorang kenalan di media sosial (medsos). (*)

 

 

Reporter: YOFI YUHENDRI

Apriyani Rahayu/Siti Fadia Gagal Juara Dunia

0
Apriyani Rahayu (kiri) dan Siti Fadia Silva Ramadhanti berusaha membendung serangan dari Chen Qing Chen/Jia Yi Fan. (MADS RASMUSSEN/AFP PHOTO )

batampos – Apriyani Rahayu/Siti Fadia masih sulit menjebol tembok Tiongkok. Pada final Kejuaraan Dunia 2023 yang berlangsung di Royal Arena, Kopenhagen, Denmark, kemarin (27/8), pasangan ganda putri itu harus mengakui keunggulan Chen Qing Chen/Jia Yi Fan.

Mereka kalah dua game langsung, 16-21, 12-21. Hasil itu membuat rekor pertemuan menjadi 1-5 untuk keunggulan lawan.

Padahal, sebelum final, pasangan berakronim PriFad tersebut begitu percaya diri. Sebab, mereka berhasil menjungkalkan para unggulan. Tapi, keyakinan saja tak cukup.

”Hari ini (kemarin) lawan sangat mempersiapkan pola permainan dengan baik. Mulai servis pertama sampai delapan pukulan, sangat fokus untuk bisa dapat poin.”

”Kami seolah-olah dihabisi di bawah delapan (kali) pukulan. Nggak pernah lepas,” kata Apriyani setelah pertandingan melalui rilis PBSI.

Baca Juga: Aldila Sutjiadi Raih Gelar WTA Cleveland Bersama Miyu Kato

Sebagaimana diketahui, di sektor ganda putri, permainan dengan reli panjang kerap terjadi. Namun, strategi lawan yang ingin mematikan di bawah delapan pukulan itu menjadi pembeda.

Apriyani pun tak sungkan untuk belajar dari lawan yang dikalahkannya saat perebutan medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 bersama Greysia Polii itu. ”Mereka tidak pernah capek dan terus bermain menekan. Itu yang harus dipelajari dari lawan, bagaimana fokus dan yakin dari awal,” ucapnya.

Fadia menambahkan, sejak awal lawan sudah mendapatkan atmosfer tampil di final. ”Alhamdulillah, kami bisa menyelesaikan pertandingan meski hasilnya belum juara. Mereka begitu fokus untuk mengalahkan kami,” sambung Fadia.

Apriyani tetap puas dan begitu mengapresiasi sang partner, Fadia, yang dianggapnya sudah bermain luar biasa di laga final. ”Kami bersyukur, bangga dengan performa hari ini (kemarin). Dapat medali perak di Kejuaraan Dunia. Ini semua buah dari kesabaran dan latihan yang kita lakukan,” ujarnya.

Apalagi, sambung dia, mengingat proses yang dijalani begitu luar biasa. Mundur ke belakang, sebelum Kejuaraan Dunia, performanya begitu menurun. Karena itu, masing-masing berjuang untuk bisa mencapai performa yang lebih baik.

Baca Juga: Verstappen Raih Kemenangan ke-9 Beruntun di Formula 1 GP Belanda

Oleh sebab itu, dia sempat tak menyangka ketika bisa tampil di babak final dan meraih medali perak di Kejuaraan Dunia. ”Ini merupakan hasil dan proses serta usaha dan kesabaran kita. Terima kasih buat Fadia yang mampu mengantarkan saya dapat medali perak Kejuaraan Dunia,” tuturnya.

Terlebih, sudah lama ganda putri Indonesia tidak mendapat medali di Kejuaraan Dunia. ”Prestasi ini membuat ganda putri pelatnas membuat sejarah. Senior-senior yang dulu sudah berjuang, juga saya ucapkan terima kasih,” katanya.

Fadia secara khusus mempersembahkan medali perak untuk mendiang sang kakek yang berpulang sebelum tampil di Japan Open. Sebelumnya, sang kakek sangat menunggunya naik podium. ”Prestasi ini saya persembahkan untuk kakek di surga,” kata Fadia.

Kegagalan di final juga tak mau diratapi begitu saja oleh Apriyani. ”Kami percaya pasti ada jalan untuk kembali ke performa terbaik lagi,” beber Apriyani. Secara umum, wakil Indonesia gagal meraih juara di lima turnamen terakhir yang diikuti.

Kali terakhir ada wakil Merah Putih yang menduduki podium tertinggi adalah Chico Aura Dwi Wardoyo di sektor tunggal putra. Saat itu dia menjuarai Taiwan Terbuka. (*)

 

 

Reporter: JPGroup

Disdik Batam Keluarkan SE Pencegahan Penyakit Menular Flu Singapura dan Gondongan

0
sakit menular gondongan bocah enam tahun ini harus diisolasi
Ilustrasi: Anak kecil menderita gondongan. (jpg)

batampos – Dinas Pendidikan Kota Batam mengeluarkan Surat Edaran Peningkatan Pencegahan serta Penanganan Penyakit Menular Flu Singapura dan Gondongan ke satuan pendidikan. Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Tri Wahyu Rubianto mengatakan upaya tersebut dilakukan untuk meminimalisir kasus flu Singapura dan gondongan di sekolah.

Melalui SE ini juga sekaligus memberikan pemahaman kepada sekolah dan siswa mengenai peningkatan pencegahan kasus flu singapura dan gondongan bagi peserta didik di kota Batam.

“Sudah kita tanda tangani dan besok (hari ini, Senin 28 Agustus) sudah mulai diedarkan ke satuan pendidikan PAUD, SD dan SMP se-Kota Batam, ” ujar Tri, Minggu (27/8).

Dalam surat edaran tersebut menerangkan, dalam menyikapi peningkatan kasus terpaparnya flu singapura dan gondongan bagi peserta didik di Batam dan untuk mengantisipasi semakin merebaknya penyebaran flu singapura maka disampaikan bahwa flu singapura mudah menular hanya dengan terpapar melalui percikan saat batuk atau bersin dan kontak langsung dengan penderita. Ciri-cirinya ruam di tangan, kaki dan mulut.

Baca Juga: KM Kelud Docking 7-22 September, Tidak Ada Kapal Pengganti

Sementara itu gondongan merupakan peradangan kelenjar ludah di bagian samping wajah atau parotis akibat dari infeksi virus. Kondisi ini ditandai dengan ciri -ciri pembengkakan pada sisi wajah di bawah telinga. Gondongan dapat menular dan umumnya dapat diderita oleh anak usia 5 sampai 9 tahun.

“Diimbau satuan pendidikan melakukan pembiasaan makan dan minum dengan gizi seimbang, termasuk minum air putih, makan buah dan sayur setiap hari,” kata Tri.

Selanjutnya menghindari dan meminimalisir makan cepat saji, makanan atau minuman mengandung pemanis, pengawet, kurang sehat, tinggi gula, garam dan lemak. Meningkatkan kebiasaan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk per orangan seperti cuci tangan dengan sabun, menutup mulut dan hidung ketika batuk dan bersin serta tidak menggunakan secara bersama-sama alat rumah tangga misal cangkir, sendok, lap muka, sikat gigi dan pakaian terutama kaus kaki.

“Bagi peserta didik yang diduga terpapar dengan ciri-ciri yang disampaikan tersebut untuk diberi penanganan kesehatan dan diistirahatkan dari proses belajar mengajar di sekolah,” bebernya.

Baca Juga: Pondok Pesantren di Galang Dibobol Maling, Polisi: Bukan Pengrusakan

Selanjutnya melarang peserta didik untuk jajan di luar lingkungan sekolah, memberikan edukasi kepada peserta didik dan orang tua wali murid agar tidak berhubungan dengan orang lain yang tak dikenal, memberikan edukasi pemahaman kepada peserta didik dan orang tua murid untuk lebih bijak menggunakan alat komunikasi serta dapat memilih dan memilah berita yang benar dan berita yang bohong (hoaks).

“Satuan pendidikan melakukan kordinasi dengan pihak kesehatan dan Puskesmas terdekat,” pungkas Tri.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi mengatakan, flu singapura dan gondongan disebabkan oleh virus, sehingga upaya pencegahannya juga sama seperti virus pada umumnya dengan menerapkan protokol kesehatan.

Dikatakan Didi, gondongan disebabkan oleh infeksi virus dari golongan paramyxovirus. Virus ini bisa masuk ke dalam tubuh manusia kemudian akan menetap, berkembang biak, dan menyebabkan peradangan dan pembengkakan pada kelenjar parotis.

Baca Juga: Galangan Kapal di Batam Masih Kesulitan Dapatkan Tenaga Welder

Sementara itu untuk flu Singapura umumnya disebabkan oleh strain coxsackievirus dan yang paling sering adalah jenis A16. Coxsackievirus adalah bagian dari kelompok virus yang disebut dengan enterovirus. Virus ini dapat menyebar dengan mudah dari satu orang ke orang lain.

“Jadi baik itu gondongan atau flu Singapura sebenarnya bisa hilang sendiri (self limited) dengan menjaga proses dan kebiasaan hidup sehat,” pungkas Didi. (*)

 

 

Reporter: Rengga Yuliandra

Verstappen Raih Kemenangan ke-9 Beruntun di Formula 1 GP Belanda

0
Max Verstappen meraih kemenangan ke-9 secara beruntun musim ini di GP Belanda. (AFP)

batampos – Max Verstappen memenangi balapan kandangnya Grand Prix Belanda setelah drama hujan lebat sempat menghentikan sementara perlombaan di delapan lap penghabisan.

Ini menjadi kemenangan ke-9 tanpa putus pembalap Red Bull tersebut sepanjang musim ini berjalan.

Capaian tersebut menyamai rekor kemenangan beruntun yang pernah diraih Sebastian Vettel. Juga bersama Red Bull.

Di posisi kedua ada Fernando Alonso (Aston Martin) yang kembali naik ke podium setelah sekian lama absen finis di 3 besar.

Kali terakhir, pembalap Spanyol itu naik podium adalah di GP Kanada 18 Juni lalu.

Sedangkan, Pierre Gasly (Alpine) berhasil menempati posisi ketiga setelah Sergio Perez dilorot dari posisi tersebut akibat dijatuhi penalti 5 detik.

Perez dianggap melampaui kecepatan yang diperbolehkan alias speeding di pit lane saat akan memulai balapan setelah red flag.

Formula 1 Grand Prix Belanda dihentikan sementara karena hujan deras saat balapan menyisakan delapan lap.

Hujan deras mengguyur sirkuit Zandvoort pada Lap 60 dari 72 putaran yang dilombakan. Kondisi itu membuat semua pembalap beralih ke ban intermadiate.

Namun, kondisi semakin memburuk. Beberapa pembalap memilih untuk masuk pit dan mengganti ban lagi dengan ban full kering.

Tak lama kemudian, Zhou Guanyu dari Alfa Romeo menabrak pembatas di Tikungan 1 akibat permukaan lintasan yang tergenang.

Sergio Perez juga terkena dampak dari kondisi tersebut. Mobilnya mengalami spin dan terseret menabrak pembatas lintasan di tikungan pertama dan melorot ke posisi ketiga.

Bendera merah pun dikibarkan pada Lap 65.

Pengawas balapan menyatakan balapan pendek atau sprint delapan lap akan dilakukan ketika kondisi dianggap aman.

Urutan start adalah Max Verstappen, Fernando Alonso, Perez, Pierre Gasly, Carlos Sainz, Lewis Hamilton, Lando Norris, George Russell, Alex Albon dan Oscar Piastri. (*)

 

 

Reporter: JPGroup

Amsakar Minta Masyarakat Batam Tetap Kompak

0
pemko batam paripurna
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad. Foto: Diskominfo Kota Batam untuk Batam Pos

batampos – Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad mengajak seluruh masyarakat Kota Batam tetap menjalin kekompakan dan kebersamaan. Masyarakat harus bisa terus semangat dalam kebersamaan dan turut serta dalam pembangunan.

“Kekompakan ini teruslah dijaga, membangun Batam tidaklah dengan kekuatan sendiri, semuanya harus bahu membahu dan bersatu padu,” kata Amsakar saat menghadiri pentas seni dan peringatan puncak HUT ke-78 RI di RW XVI Bukit Kemuning, Seibeduk, Sabtu (27/8) malam.

Baca Juga: KM Kelud Docking 7-22 September, Tidak Ada Kapal Pengganti

Menurutnya, kekompakan ini tak hanya terjalin pada satu level elemen masyarakat. Namun dibangun secara kolektif dari RT hingga tingkat Kota Batam dan seterusnya.

“Semuanya insha Allah akan lebih mudah kalau dikerjakan sama-sama. Bahwa apa yang dilakukan di Batam, tidak berhasil dengan sendirinya kalau tidak didukung segenap warga Batam,” ujarnya.

Baca Juga: Galangan Kapal di Batam Masih Kesulitan Dapatkan Tenaga Welder

Ia mengajak semua pihak terus saling mengembangkan spirit yang positif tanpa harus menjelekkan satu sama lain. Segala potensi untuk hal tersebut akan didukung sepenuhnya.

“Intinya tetap lakukan yang terbaik. Jangan sibuk pada aktivitas yang merugikan. Bangun kebersamaan dan jangan sibuk mencari penyakit orang lain,” pungkasnya. (*)

 

Reporter: Yashinta

Gubkepri Serahkan Bantuan 3,6 Ton Beras, Cadangan Pangan Bagi Korban Longsor Serasan

0
Gubernur Kepri Ansar Ahmad

batampos-Pemprov Kepri menyerahkan bantuan cadangan pangan berupa 3,6 ton beras bagi 163 Kepala Keluarga (KK) di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna. Bantuan tersebut diserahkan Gubernur Kepri, Ansar Ahmad ke masyarakat Serasan secara virtual, Sabtu (26/8) lalu.

Menurut Gubernur, bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas Pemprov Kepri terhadap korban tanah longsor yang terjadi beberapa waktu lalu di Serasan. Pada kesempatan itu, Gubernur menyampaikan permohonan maaf, karena belum bisa menyerahkan secara langsung.

BACA JUGA: Rumah Korban Longsor Serasan Dibangun Tahun Ini

“Bantuan yang diserahkan Pemprov Kepri berupa cadangan beras pemerintah daerah sebanyak 6,4 ton untuk dibagikan kepada sebanyak 163 KK di Serasan, atau tiap KK mendapat sekitar 40 kg,” ujar Gubernur Ansar.

Bantuan ini untuk membantu meringankan beban masyarakat Serasan yang terdampak musibah tanah longsor.

Sebelum ini, Pemprov Kepri juga pada saat kejadian memberikan bantuan uang senilai Rp1 miliar. Selain itu, pihaknya juga menyalurkan bantuan dari donasi pegawai di lingkungan Pemprov Kepri.

“Kita juga mengirimkan bantuan dari pegawai-pegawai provinsi yang kita kumpulkan dan bantuan dari masyarakat di Tanjungpinang dan di beberapa tempat yang lain mudah-mudahan bisa meringankan waktu itu beban masyarakat di Serasan,” jelasnya.

Gubernur Ansar juga mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi infrastruktur di Serasan. Ia menyebutkan bahwa melalui dana Inpres, ada beberapa ruas jalan yang akan dibangun oleh pemerintah pusat. Ia berharap pembangunan tersebut dapat selesai tepat waktu dan diawasi bersama-sama oleh pemerintah provinsi dan kabupaten.

“Kami doakan bapak ibu terus punya semangat optimisme dalam hidup ini. Yakinlah Insya Allah dibalik musibah yang Allah berikan kepada kita pasti ada sesuatu yang Allah rahasiakan sembunyikan,” ucapnya.

Gubernur berharap, kedepan mudah-mudahan masyarakat serasan akan dimudahkan semua urusannya oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Gubernur Ansar juga mengajak masyarakat Serasan untuk tetap semangat memakmurkan rumah Allah, bekerja keras sungguh-sungguh, dan berdoa. Ia yakin Allah akan memberikan yang terbaik buat masyarakat Serasan.

“Terima kasih sekali lagi kepada Pemkab Natuna dan terima kasih kepada Pak Camat, Pak Kades, Pak Lurah, kemudian Bapak Ibu semua masyarakat sekali lagi mohon doanya semoga Pemerintah provinsi bisa terus bersama Pemerintah Kabupaten Natuna untuk berjuang ke depan lebih keras,” ucap Gubernur Ansar.

Selain itu, Gubernur Ansar juga menyampaikan dukungannya terhadap proses pemekaran provinsi Natuna-Anambas. Ia mengatakan bahwa ia telah berkomunikasi dengan teman-teman di pusat dan mendapat dukungan dari mereka, terutama teman-teman di level menengah di TNI dan Polri.

“Ya mudah-mudahan dengan semangat kita semua ke depan Natuna bisa lebih maju dan berkembang,” tutup Gubernur. (*)

reporter: jailani

Polisi Sebar Foto Wajah Karyawan yang Rampok Bos Toko Sembako di Batuaji

0
Perampokan Dalil Harahap 7 e1693189754547
PT, karyawan yang merampok bos toko sembako. F . Facebook

batampos – Satuan Reserse Kriminal Polresta Barelang bersama Unit Reskrim Polsek Batuaji masih memburu perampok pemilik usaha toko sembako di Komplek Pasar Fanindo Batuaji. Pelaku merupakan karyawan korban bernisial Pt.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Budi Hartono mengatakan selain mengerahkan anggotanya, pihaknya juga menyebar foto wajah pelaku.

“Identitas pelaku sudah diketahui. Dan foto wajah pelaku kita sebar ke masyarakat,” ujar Budi, kemarin.

Baca Juga: Polisi Temukan Mobil yang Dibawa Kabur Karyawan Usai Rampok Bosnya Rp 200 Juta

Budi menambahkan dari keterangan korban, pelaku merupakan karyawannya yang bertugas sebagai sopir. Diduga, aksi pelaku sudah direncanakan hingga kabur ke lokasi persembunyiannya.

“Pelaku beraksi sendiri, dan merupakan karyawan korban,” tegas Budi.

Dengan penyebaran foto wajah pelaku ini, Budi berharap bisa mempermudah proses pencarian dan penangkapan pelaku.

“Kita imbau kepada masyarakat yang mengetahui keberadaan pelaku agar segera di laporkan ke polsek terdekat,” ungkapnya.

Baca Juga: Bos Toko Sembako Dirampok Karyawan di Batuaji, Rp 200 Juta Dibawa Kabur

Sebelumnya, seorang wanita pemilik usaha toko sembako di kompleks Pasar Fanindo jadi korban perampokan, Jumat (25/8) siang sekitar pukul 11.00 WIB.

Wanita ini ditodong menggunakan pisau oleh karyawannya sendiri yang saat kejadian bertindak sebagai sopir. Rencananya, mereka akan menyetorkan uang hasil penjualan ke salah satu bank yang lokasinya juga di dalam kompleks pasar yang sama.

Uang sebanyak Rp 200 juta yang akan disetor ke bank gagal disetor setelah sang sopir menodongnya dengan pisau dan merampas uang tersebut saat mereka sudah sampai di depan bank yang mereka tuju. (*)

 

 

Reporter: YOFI YUHENDRI