batampos-Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan Kota Tua Penagi, Kabupaten Natuna sebagai kampung moderasi beragama. Predikat ini disematkan langsung oleh Staf Khusus Menag Bidang Media dan Komunikasi Publik, Wibowo Prasetyo, Sabtu (9/9) lalu.
“Sebenarnya ini merupakan tanda bahwa Indonesia itu baik-baik saja. Tetapi masih banyak yang menarasikan Indonesia itu banyak konflik, karena rendahnya literasi pemahaman masyarakat,” ujar Wibowo Prasetyo dalam sambutannya.
Menurutnya, wilayah ini, dulunya dikenal dengan pusat perdagangan. Adapun saat ini, dihuni sekitar seratus kepala keluarga. Mayoritas mereka berasal dari etnis Melayu dan Tionghoa. Meski berbeda etnis, namun toleransi antar umat beragama masih sangat kental di sini.
“Hal ini terlihat dari keberadaan Masjid Al Mukarramah yang berdampingan dengan Kelenteng Pu Tek Chi. Selain itu, pada hari besar keagamaan, masyarakat di sana bersama-sama menyiapkan kebutuhan perayaannya,” jelasnya.
BACA JUGA: Kemendagri Proses Berkas Wabup Bintan, Sekwan: Menunggu SK Diteken
Lebih lanjut katanya, kebhinekaan akan terwujud dengan baik apabila budaya toleransi terus dijaga dan pelihara. Apalagi, Indonesia merupakan negara yang dijadikan role model bagi negara lain karena kerukunan umat beragamanya bisa terjaga dengan baik.
Namun, di media sosial saat ini bertebaran berita bohong atau hoaks dan isu SARA (suku, agama, ras, antargolongan) yang memecah belah umat. Ditegaskannya, media sosial menjadi salah satu penyulut emosi masyarakat, karena narasi yang mereka buat berseliweran dari hp ke hp.
“Apalagi di tahun politik ini, kita harus berhati-hati terhadap isu-isu yang memecah belah,” tegas Wibowo.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Kepri, Mahbub Daryanto, mengatakan program KMB merupakan program yang dimiliki oleh Kemenag untuk mempromosikan perdamaian, toleransi, dan menjaga kerukunan. Kota Tua Penagi telah memenuhi indikator KMB karena masyarakatnya dapat hidup berdampingan dengan damai, serta menjadikan kerukunan sebagai pilar utama dalam masyarakat mereka.
“Saya ucapkan terima kasih atas kerja sama seluruh pihak yang terlibat dan khususnya masyarakat Penagi. Dengan program ini, kedepannya masyarakat Kepri dapat terus hidup dalam harmoni dan saling menghormati dalam perbedaan keyakinan,” ujar Mahbub menambahkan.
Peresmian ini ditandai dengan pembukaan papan selubung yang bertuliskan Kampung Moderasi Beragama Kota Tua Penagi. Acara ini turut disaksikan oleh Kepala Kemenag Kabupaten Natuna, Pemerintah Kabupaten Natuna, FKPD Natuna dari TNI/POLRI, Ketua PW Ansor Kepri, Ketua MUI Natuna, Ketua LAM Natuna, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kabupaten Natuna. (*)
reporter: jailani







