
batampos – Musim kemarau yang melanda Kabupaten Lingga selama sekitar satu bulan terakhir berdampak pada ketersediaan air baku. Volume air di Waduk Gemuruh, sumber utama PDAM Tirta Lingga di kawasan Gunung Muncung, Dabo Singkep, tercatat mengalami penyusutan hingga 30 persen.
Jika kondisi cuaca panas berkepanjangan, penyusutan volume air dikhawatirkan semakin besar dan berpotensi mengganggu pasokan air bersih bagi masyarakat.
Direktur PDAM Tirta Lingga, Irfan, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi agar distribusi air ke pelanggan tetap berjalan normal meski volume air waduk menurun.
“Dalam waktu dekat kami akan melakukan rekayasa jaringan untuk mengantisipasi penyusutan volume air di waduk,” kata Irfan, Jumat (30/1).
Ia menjelaskan, setelah rekayasa jaringan dilakukan, pasokan air untuk wilayah Dabo Singkep dan sekitarnya akan disuplai dari dua waduk, yakni Waduk Gemuruh di Dabo dan waduk yang berada di Desa Lanjut.
Saat ini, PDAM Tirta Lingga masih menunggu kedatangan sejumlah peralatan pendukung yang dikirim dari Tanjungpinang. Setelah seluruh peralatan tiba, rekayasa jaringan akan segera dilaksanakan.
Meski sejauh ini penyusutan volume air belum berdampak langsung pada distribusi air ke rumah-rumah warga, Irfan menegaskan langkah antisipasi tetap perlu dilakukan untuk mencegah gangguan layanan ke depan.
“Ini langkah antisipasi agar jika penyusutan semakin signifikan, pasokan air bersih ke masyarakat tetap berjalan normal,” ujarnya.
Selain menjaga kontinuitas pasokan, PDAM Tirta Lingga juga memastikan kualitas air tetap menjadi perhatian utama di tengah kondisi musim kemarau.
“Kami berupaya agar masyarakat tidak hanya mendapat air yang cukup, tetapi juga air yang berkualitas,” tutup Irfan. (*)
Artikel Volume Air Waduk di Dabo Singkep Turun 30 Persen, PDAM Antisipasi Krisis Air pertama kali tampil pada Kepri.









