Jalan S Parman, Seibeduk rusak parah, Kamis (3/2). F Dalil Harahap/batam Pos
batampos – Akses jalan raya di Batuaji, Sagulung dan Marina Kelurahan Tanjungriau, Kecamatan Sekupang banyak yang dalam kondisi rusak parah. Tidak saja bergelombang, tapi lubang besar yang menghiasi bahu jalan sangat mengancam keselamatan pengendara.
Pantauan di lapangan, kerusakan ini umumnya terjadi di jalan utama yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Kepri. Jalan Ahmad Dahlan dari Seitemiang hingga Tanjungriau misalkan kondisinya sangat memperihatinkan saat ini.
Lubang yang besar menghiasi sepanjang jalan utama tersebut. Selain berlubang jalan ini juga bergelombang karena aktifitas kendaraan proyek pengangkut material tanah sebelumnya.
Tambalan-tambalan semenisasi juga sudah cukup banyak namun akses jalan utama sangat tidak nyaman untuk dilalui. Goncangan kendaraan sangat terasa karena benturan pinggiran tambalan semen.
“Bukannya makin bagus jalan tapi malah makin hancur. Kalau semenisasi secara menyeluruh mungkin bagus karena rata. Tapi ini tambalan saja jadi tetap bergelombang jalan jadinya,” ujar Ayub, warga Marina yang melintasi Jalan Ahmad Dahlan, Minggu (23/7).
Begitu juga dengan jalan Marina City yang sudah dilebarkan tahun 2021 lalu, kini sudah kembali rusak. Aspal jalan sudah banyak yang bergelombang dan pecah. Jalan ini berpeluang kembali rusak parah.
Jalan menuju Pelabuhan Sagulung yang saat ini sedang diperbaiki oleh Pemko Batam juga demikian. Kondisinya rusak parah. Kerusakan meliputi semua ruas jalan di titik lokasi jalan rusak. Untungnya Pemko Batam ambil alih perbaikan jalan ini. Meskipun sifatnya perbaikan sementara namun warga apresiasi sebab keluhan mereka diakomodir.
Titik keruskaan yang cukup parah juga terlihat di sepanjang Jalan S Parman, Seibeduk. Jalan kewenangan Pemerintah Provinsi ini semakin hancur dari waktu ke waktu. Padatnya aktifitas proyek pematangan lahan di sana melubangi aspal jalan.
Kerusakan Jalan S Parman ini mulai terlihat dari depan kawasan Industri Batamindo hingga ke depan kantor kelurahan Duriangkang. Warga di sana telah menyampaikan seruan perbaikan dalam berbagai usulan musrembang namun belum ada tanggapan yang berarti. (*)
Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto gagal di final Korea Open 2023. (Antara)
batampos – Pelatih ganda putra Pelatnas PBSI, Aryono Miranat, menjelaskan faktor kekalahan pasangan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto pada babak final Korea Open 2023 akibat kurang sabar dalam mengeksekusi permainan.
“Fajar/Rian kurang sabar. Ingin buru-buru mendapatkan poin, malah berujung dengan mati sendiri,” ungkap Aryono melalui keterangan resmi PP PBSI di Jakarta, Minggu (23/7).
Dalam laga yang berlangsung di Jinnam Stadium, Yeosu, Minggu (23/7), pasangan peringkat satu dunia itu takluk dari pasangan Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty asal India.
Duo Indonesia hanya mampu mencuri keunggulan pada gim pertama, namun berujung kehilangan dua gim dengan skor akhir 21-17, 13-21, 14-21.
Aryono menjelaskan, tekanan yang dialami anak asuhnya membuat Fajar/Rian menjadi bermain terburu-buru. Padahal, dalam situasi mendesak, mereka seharusnya lebih matang dalam melepaskan pukulan yang terarah.
“Hanya memang di laga final tadi, terutama di gim kedua dan ketiga, Fajar/Rian banyak melakukan kesalahan sendiri,” Aryono memaparkan.
Pada gim pertama, Aryono menilai Fajar/Rian sudah bisa menerapkan strategi yang disiapkan, namun pada dua gim berikutnya justru menjadi tak terkontrol.
Aryono menengarai kesulitan yang dialami Fajar/Rian juga dibarengi dengan kemampuan pasangan India dalam menemukan ritme permainan yang menguntungkan.
Sementara itu, Fajar mengatakan pasangan Satwiksairaj/Chirag punya pola permainan yang sulit diatasi karena bertumpu pada faktor kecepatan dan tenaga.
“Kami pastinya ingin hasil yang lebih, tapi lawan bermain sangat baik hari ini. Sementara kami banyak melakukan kesalahan-kesalahan sendiri,” tutur Fajar.
Namun, Fajar mengaku bahwa kualitas permainannya bersama Rian hari ini sudah jauh membaik jika dibandingkan dengan kali terakhir berhadapan dengan Satwiksairaj/Chirag di perempat final Indonesia Open, Juni 2023.
“Dibandingkan pertemuan terakhir, hari ini kami sudah bisa lebih baik. Tapi, tetap harus dicari bagaimana strategi untuk mengalahkan mereka dengan mempelajari lagi video-video pertandingannya,” pungkas Fajar. (*)
Wagub Marlin Agustina (tengah) menanam padi bersama ekspatriat di Agrowisata Kebun Jambu Marina Sekupang Kota Batam, Sabtu (9/10). (F.HumasPemprov)
batampos – Kawasan wisata Marina di Sekupang sedang berbenah. Kawasan ini sempat mati suri saat pandemi Covid-19 mewabah. Marina dulunya adalah kawasan wisata terpadu yang dilengkapi dengan perhotelan, resort dan bahkan kawasan agro wisata yang menyajikan spot wisata perkebunan nan alami.
Kawasan ini kembali hidup. Wisatawan kembali ramai setelah pandemi Covid-19 mereda di penghujung tahun 2022 lalu. Pengelola kembali berbenah dan komit bahwa kawasan ini akan kembali berjaya kedepannya.
Perkebunan agrowisata misalkan terus mengupayakan agar kawasan wisata mereka semakin diminati. Kampung persawahan Batam sudah membuktikan. Dari kebun Jambu yang berubah jadi kampung persawahan Batam sangat diminati selama ini. Itu karena pengelolah konsisten dengan sajian nuansa alam ala pedesaan.
“Karena nuansa perkampungan yang alami sangat jarang di Batam makanya diminati sekali. Liburan Lebaran kemarin juga sangat ramai pengunjung,” ujar Nasrul, pekerja di lokasi Kebun Agro Wisata Marina.
Begitu juga dengan perhotelan terus berbenah untuk menyambut wisatawan dari luar. Pantauan di lapangan tidak saja hotel lama yang berbeda, hotel dan hunian apartemen baru juga bermunculan untuk kembali menghidupkan sektor pariwisata di Kota Batam. Adalah Opus Bay yang dibangun di tepi pantai Marina. Ini merupakan kawasan integrasi yang terdiri dari hunian, fasilitas hiburan, perhotelan dan bisnis. .
Kehadiran Opus Bay ini diyakini masyarakat ataupun pengelola lokasi wisata sekitar kembali menggairahkan sektor pariwisata di kawasan Marina dan Batam pada umumnya.
“Itu sangat bagus karena lengkap juga nantinya. Selain hotel, resort, juga ada pusat perbelanjaan. Akan semakin ramai Marina ini nantinya,” ujar Amran, tokoh masyarakat di Marina.
Upaya pelaku pariwisata untuk terus meningkat sektor pariwisata di Batam ini diakui oleh Kepala Dinas Kebudayan dan Pariwisata Kota Batam Ardi Winata. Pariwisata Batam terus membaik dari waktu ke waktu.
“Alhamdulillah terus membaik (setelah dilanda Pandemi Covid-19),”ujar Ardi belum lama ini.
Bangkitnya sektor pariwisata ini disebutkan Ardi juga karena dukungan dari semua masyarakat Batam. Melalui berbagai kegiatan kebudayaan, seni, pertunjukan serta pelaku-pelaku bisnis pariwisata angka wisatawan terus bertambah setiap hari.
“Kita apresiasi dengan kerja keras dan dukungan dari semua pihak untuk hal ini. Masyarakat dengan berbagai kegiatan dan even yang menarik minal wisatawan, pelaku pariwisata, travel agen, hotel, ASITA dan semuanya sangat antusias untuk membangkitkan pariwisata di Batam. Semoga semakin baik lagi kedepannya,” ujar Ardi.
Dari Pemko Batam sendiri upaya untuk meningkatkan sektor pariwisata ini cukup banyak. Selain mempersiapkan infrastruktur jalan dan akses keluar masuk yang mumpuni, berbagai even juga akan terus dilakukan. (*)
Sekretaris Daerah Kota Batam H Jefridin, bersama tim Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Batam, menjenguk Ny Erlina Hanum Siregar, penderita TBC tulang, yang dirawat di sebuah rumah singgah kawasan Sekupang, Minggu (23/07/2023).
Sesampainya di lokasi Jefridin yang didampingi Wakil Ketua III Baznas Kota Batam Aprizal Yusril, M langsung melihat kondisi warga Komplek Nusa Jaya tersebut, dan berbicara dengan keluarganya, seraya mempertanyakan awal mula penyakit yang diderita.
Usai mendengar derita Erlina, air muka Jefridin berubah sedih mendalam. Sontak, ia mengambil telepon selulernya, menghubungi RSUD Embung Fatimah. Hasilnya, Jefridin meminta agar Erlina pada hari itu juga segera dirujuk ke RS tersebut.
“Semoga lekas sembuh ya Bu. Ibu harus kuat, semangat dan ikhlas menjalani sakit yang Ibu derita. Ini ujian dari Allah SWT dan semoga melalui doa-doa yang kita panjatkan Allah mengangkat penyakit Ibu,” tutut Jefridin memberi semangat.
Kemudian, Jefridin bersama tim dari Baznas memanjatkan doa untuk kesembuhan Erlina. Usai doa bersama, Jefridin menyerahkan bantuan pengobatan dari Baznas Kota Batam.
“Semoga bantuan ini bermanfaat dan meringankan sedikit beban keluarga untuk membeli obat. Tetap semangat ya Bu. Jangan putus asa. Insyaallah berkat doa dan dukungan dari keluarga Ibuk bisa melewati ini semua,” pungkasnya.
Bukan main senangnya hati Erlina dan keluarga. Ucapan terima kasih pun terus meluncur.
Tak lama setelah Jefridin pulang, Erlina langsung dibawa ke RSUD. “Alhamdulillah, Ibu Erlina sudah masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Embung Fatimah,” lapor salah seorang staf Baznas Kota Batam. (*)
batampos – Ginjal digunakan untuk menyaring racun dalam darah agar tidak menyebar ke seluruh tubuh. Meski diciptakan sepasang, ternyata hidup dengan satu ginjal tidak memiliki dampak signifikan bagi kesehatan tubuh. Sama halnya dengan memiliki dua ginjal, pola hidup sehat pun harus dijaga.
Dokter spesialis penyakit dalam RSUD dr Soetomo Dana Pramudya menyatakan bahwa berfungsi, organ lain dalam tubuh biasanya akan tetap berfungsi dengan baik. Asalkan ginjal yang tersisa dalam kondisi sehat dan normal,” kata Dana.
Dana menyebut berfungsinya satu ginjal ada beberapa sebab. Selain karena donor, bisa juga karena penyakit seperti gangguan ginjal akut atau ada tumor di salah satu sisi. Dia menyebut ginjal adalah organ yang kuat dan dapat menyesuaikan diri. Maksudnya ketika salah satu tidak berfungsi bisa, satu ginjal dapat mengambil alih pekerjaan kedua ginjal. “Namun, ginjal adalah organ penting dalam menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit, membuang limbah dan racun dari darah, dan membantu dalam produksi sel darah merah. Jadi, jika ginjal yang tersisa tidak berfungsi dengan baik, ini bisa menyebabkan masalah kesehatan yang serius, seperti penyakit ginjal kronis.
Lulusan postgraduate transplant nephrology (ginjal) di AMC, Amsterdam, ini menyatakan jika satu ginjal akan menyebabkan ginjal tersebut kerja keras. Risiko seseorang mengalami masalah ginjal di masa depan bisa terjadi jika tidak menjaga kesehatan ginjal mereka dengan baik. Contohnya dengan minum cukup air, menjaga diet yang seimbang, dan menghindari zat-zat berbahaya seperti alkohol dan obat-obatan tertentu. Memiliki dua ginjal pun memiliki risiko yang sama jika tidak menjaga kesehatan.
Dia menganjurkan jika pemilik satu ginjal harus menjaga hidup sehat. Selain itu juga rutin memeriksakan kesehatan ginjalnya. Apalagi jika punya kondisi komorbid seperti diabetes dan hipertensi. ”Sebagian besar orang yang hanya memiliki satu ginjal dapat menjalani kehidupan yang normal dan sehat. Tidak akan merasa lebih mudah lelah atau tidak dapat bekerja keras,” ungkapnya.
Sebenarnya donor ginjal sudah awam di dunia medis. Namun hal ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Sebab donor ginjal harus menjalani serangkaian tes medis sebelum mereka dapat menyumbangkan ginjal mereka. “Tes ini dirancang untuk memastikan bahwa donor dan penerima cocok satu sama lain, donor dalam kondisi kesehatan yang baik, dan bahwa mereka dapat menjalani operasi dan pemulihan dengan aman,” ucapnya. Tes yang harus dilakukan antara lain tes darah, tes urine, radiologi, dan biopsi ginjal bila diperlukan. “Jadi, tidak mungkin untuk memberikan atau menerima ginjal tanpa melakukan tes lab terlebih dahulu,” imbuhnya. (*)
Tim Kejari Batam menerima piala tenis beregu Adhyaksa Open 2023 Kejati Kepri di Lapangan Tenis KDA 1.1, Batamcenter, Minggu (23/7).
batampos – Pertandingan final tenis beregu Adhyaksa Open 2023 Kejati Kepri di Lapangan Tenis KDA 1.1, Batamcenter, Minggu (23/7) berlangsung sengit. Tim beregu Adhyaksa dari Kejari Batam akhirnya berhasil menekuk Tim Bhayangkara dari Polresta Barelang 2-1.
Babak final Adhyaksa Open 2023, berlangsung mulai pukul 07.00 WIB. Tim beregu yang terdiri dari 3 partai, bertanding secara bergantian. Partai pertama ganda putra usia 70 tahun, dimenangkan oleh tim Bhayangkara dengan skor 8-1.
Kemudian pada partai kedua pada ganda campuran, Tim Adhyaksa berhasil menang dari Bhayangkara dengan skor 8-7. Begitu juga dengan partai ketiga ganda putra 110, dengan skor 8-7. Artinya, Tim Adhyaksa berhasil menekuk Tim Bhayangkara 2-1.
Selama pertandingan berlangsung, tim Bhayangkara lebih banyak mendapat dukungan dari suporter yang memenuhi bangku penonton. Pertandingan persahabataan itu juga disaksikan langsung Kepala Kejari Batam, Herlina Setyorinu, Kapolres Barelang Kombes Nurgroho, Ketua DPRD Batam, Nuryanto, Kepala Dinas Olaharaga Kota Batam, Zulkarnain dan tamu undangan lainnya.
Kepala Kejaksaan Negeri Batam, Herlina Setyorini mengaku sangat “suprise” dengan kemenangan yang diraih Tim Adhyaksa. Yang mana sebelumnya, ia tak berpikir sama sekali untuk menang, karena menilai Tim Bhayangkara cukup tangguh.
“Perasaan saya nano-nano, masih kaget. Saya sempat minder juga, karena tim satunya arahan dari para suhu-suhu penjuru dunia, sedangkan saya mau bingung mau kasih arahan apa, karena belum terlalu paham tenis lapangan ini,” ujar Herlina yang terlihat bahagia.
Menurut Herlina, tujuan Open Adhyaksa 2023 Piala Kejati Kepri, lebih untuk silaturahmi dengan external Kejaksaan (FKPD dan Forkopimda) di Batam. Silaturahmi juga sebagai perayaan menyambut Hari Bhakti Adhyaksa ke-63.
“Kami sebagai penyelenggara berpartisipasi dengan mengirimkan atlet. Tak terlintas kalah menangnya. Yang penting silaturahmi, serta membantu pemerintah daerah mendapatkan atlet tangguh. Kalah menang itu tak masalah, yang penting menjujung tinggi sportifitas dan solidaritas,” sebut Herlina.
Terlepas bisa menjadi pemenang, wanita kelahiran Demak, ini mengangap sebagai hadiah untuk Kejari Batam di HBA ke-63. Ia pun mengucapkan rasa syukur atas partisipasi semua pihak, terutama untuk para Kasi dan Kasubag, serta jajaran pegawai dan honorer di Kejari Batam. Begitu juga dengan panitia dan pihak lainnya yang mendukung sehingga Open Adhyaksa 2023 berjalan dengan sukses.
“Ini suatu keberuntungan kami, karena selama pertandingan, kedua tim sama-sama kuat. Saya saja deg-degan selama pertandingan berlangsung. Dan Alhamdulillah ini pertama kalinya, kami bisa menang melawan tim polisi. Semoga kegiatan ini setiap tahunnya bisa terus berlanjut, dan silaturahmi tetap terjaga,” tegas Herlina.
Ia juga berpesan agar kemenangan ini tak membuat jajarannya cepat berbangga dan berpuas diri. Namun menurutnya kemenangan harus dijadikan motivasi untuk mendapatkan prestasi yang lebih tinggi lagi.
“Kepada tim Kejari Batam yang meraih gelar juara, saya ucapkan selamat atas capaian yang membanggakan ini. Kiranya prestasi yang diraih ini tidak membuat puas namun prestasi yang diraih ini dapat menjadi pemacu untuk meraih prestasi yang lebih tinggi. Untuk yang belum berhasil, agar tetap berbangga hati dan terus berusaha dengan tidak adanya kata menyerah agar dapat mencapai hasil yang diharapkan,” harap Herlina.
Di tempat yang sama, Ketua Panitia Adhyaksa 2023, Amanda mengatakan total hadiah Rp 27,5 juta, Piagam, serta mendali. Juara 1 berhadiah Rp 10 juta, juara 2 Rp 7,5 juta dan juara 3 Rp 5 juta. Dalam turnamen tersebut ada 16 Tim beregu yang sudah bertanding sejak Jumat (21/7).
“Alhamdulillah semua berjalan dengan baik. Kemenangan ini juga hadiah untuk kami. Untuk semua pihak yang terlibat dalam pertandingan ini saya ucapkan banyak terimakasih,” sebut Amanda.
Salah satu peserta, dari Tim Adhyaksa Encik Firman mengaku bertanding dalam keadaan kurang sehat. Namun, ia tetap optimis bisa menang dan mengharumkan nama Adhyaksa. Meski akhirnya, pria berusia 54 tahun itu harus mendapat tambahan oksigen karena kelelahaan.
“Saya optimis bisa menang, Alhamdulillah suport dari teman-teman membuat saya bisa tetap bertahan, ” sebutnya.
Hal senada diungkapkan Tania Kharina yang juga menjadi penentu kemenangan Tim Adhyaksa, mengaku bangga bisa mengharumkan nama Adhyaksa. Latihan yang dilakukan setiap hari demi pertandingan itu pun tak sia-sia.
“Meski babak belur dalam pertandingan ini, Alhamdulillah hasilnya dapat mengharumkan nama Kejari Batam. Pertandingan tadi (kemarin) lumayan lama, tangan sempat keram juga. Lawan saya bermain sangat baik, tapi Alhmdulillah saya dapat memberikan yang terbaik,” pungkas wanita berusia 21 tahun ini. (*)
Masyarakat melintasi jembatan darurat pasca amblas akibat banjir tahun 2021 lalu di Kampung Rekoh, Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan, belum lama ini. F.Slamet Nofasusanto/Batam Pos.
batampos– Pemerintah daerah segera membangun jembatan di Kampung Rekoh, Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan setelah amblas akibat banjir yang terjadi pada awal tahun 2021.
“Informasi dari PUPR masih proses lelang, kita upayakan dalam waktu 1 bulan sudah mulai dikerjakan,” kata Sekda Bintan, Ronny Kartika usai meninjau jembatan amblas di Desa Rekoh, belum lama ini.
Pembangunan jembatan, kata dia, menggunakan APBD Bintan tahun 2023 dengan alokasi anggaran sekira Rp 600 juta.
Jembatan ini, masih kata dia, akan dibangun dengan panjang sekira 9 meter dan lebar sekitar 7 meter.
“Targetnya akhir tahun sudah bisa dilalui,” kata dia.
Diberitakan sebelumnya, akses jalan dan box culvert di Kampung Rekoh, Desa Penaga amblas tergerus air setelah banjir dan hujan deras, Januari 2021 lalu.
Akibatnya, akses jalan kampung tersebut sempat terputus.
Warga kemudian bergotong-rotong untuk membangun jembatan darurat dengan batang pohon kelapa agar bisa dilalui sementara. (*)
Max Verstappen raih kemenangan ke-9 musim ini di Formula 1 GP Hungaria. (VLADIMIR SIMICEK / AFP)
batampos – Red Bull kembali memenangi balapan Formula 1 melalui dominasi Max Verstappen sejak lap pertama sampai finis. Ini adalah kemenangan ke-9 bagi pembalap Belanda itu musim ini. Dan tujuh kali secara beruntun.
Sementara Lando Norris dan McLaren juga menunjukkan bahwa mobil mereka memiliki potensi untuk meraih podium di setiap balapan di sisa musim 2023.
Norris tampil gemilang dengan menahan Sergio Perez sepanjang 10 lap terakhir dan finis di posisi runner up. Red Bull menggenapi dominasinya dengan menempatkan Perez di podium terakhir.
Lewis Hamilton sejatinya melakukan start bagus dengan mempertahankan posisinya sebagai pole sitter. Namun, memasuki tikungan 1 Max Verstappen menyodok dari sisi dalam yang memaksa Hamilton melebar.
Duel tersebut menyisakan ruangan cukup lebar di sisi dalam tikungan yang dimanfaatkan sangat baik oleh Oscar Piastri (McLaren). Begitu keluar tikungan, Piastri sudah berada di antara Verstappen di depan dan Hamilton di tempat ketiga.
Semakin berat bagi Hamilton karena Lando Norris juga menyusul di belakang Piastri. Lepas lap 1 Hamilton anjlok dari pole ke posisi ke-4.
Piastri pit di lap 18. Disusul Norris di lap berikutnya untuk melakukan undercut. Strategi itu berhasil. Norris keluar pitlane tepat di depan Piastri di posisi 4.
Lap ke-20 Verstappen tetap memimpin, namun belum melakukan pit. Dibayangi rekan setimnya Sergio Perez yang memasang ban hard di tempat kedua. Jarak keduanya 23 detik.
Verstappen pit di lap 24 dan tetap memimpin setelah kembali ke trek. Verstappen memasang ban hard untuk melancarkan strategi satu kali pit stop.
Perez it di lap ke-25 dan keluar di posisi ke-7. Dengan begitu, posisi kedua menjadi milik Norris dan ketiga Piastri.
Lap 28, Perez yang memiliki ban lebih fresh menyalip Carlos Sainz (Ferrari) dan merebut posisi ke-6. Berselang beberapa tikungan berikutnya, George Russell menjadi korban Perez berikutnya, P5.
Piastri pit stop kedua di lap ke-44. Posisinya turun ke urutan ke-4. Kemudian Norris juga pit dan kembali di posisi ke-3.
Lap ke-47 Perez berhasil menyalip Piastri dan merebut posisi ke-4.
Lap 57 Hamilton menyalip Piastri untuk merebut posisi ke-4.
Memasuki 10 lap terakhir, Perez memburu Norris di posisi kedua. Jarak mereka 3,8 detik.
Namun, Norris tampil konsisten dengan menjaga aman dari Perez dan finis di posisi kedua. (*)
Sejumlah orangtua siswa baru terlihat datang ke SMA Negeri 1 Batam, Senin (17/7). F. Rengga Yuliandra/Batam Pos
batampos – Dinas Pendidikan Provinsi Kepri perlahan mulai menyelesaikan persoalan daya tampung SMA dan SMK Negeri di Kota Batam. Penerimaan peserta didik baru dalam kuota tambahan telah berjalan dan ratusan anak kembali diterima di masing-masing sekolah yang membludak dengan peserta dalam PPDB sebelumnya.
Kepala Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Kepri cabang Batam Kasdianto menyebutkan, kuota tambahan telah disesuaikan dengan kapasitas daya tampung maksimal di beberapa SMA dan SMK yang ada di Kota Batam. SMKN 1 dan SMAN 1 Batam misalkan telah menerima kuota tambahan, bahkan hingga 200 orang dalam kuota tambahan yang dibuka sepekan belakangan ini.
“Alhamdulillah, sudah berjalan dengan baik, semoga dengan cepat selesai, agar anak-anak segera mendapatkan pembelajaran di sekolah masing-masing,” ujar Kasdianto.
Seperti diketahui dalam PPDB yang sudah berjalan berpolemik. Ratusan bahkan ribuan siswa tidak terakomodir dalam PPDB tersebut. Orangtua yang anaknya tidak lolos PPDB bertahan di lokasi sekolah. Mereka ngotot anaknya diakomodir kembali sehingga Dinas Pendidikan Provinsi Kepri kembali membuka kuota tambahan. Kuota tambahan ini tetap tidak mengakomodir semua siswa yang belum tertampung.
Dinas Pendidikan Kota Batam telah mengatur siasat untuk memeratakan jumlah maksimal siswa di semua sekolah yang ada. Yang tetap tidak kebagian bangku di sekolah negeri disarankan untuk mendaftar ke sekolah swasta.
“Tetap tak bisa semuanya kita akomodir, karena daya tampung tambahan tetap ada batasannya,” ujar Kepala SMKN 1 Batam Deden Suryana. (*)
batampos – Reza Pahlewi, terdakwa pembunuh Riska, istrinya sendiri lolos dari hukuman seumur hidup. Hukuman itu ia dapat setelah mengajukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi.
Dalam amar putusan, majelis hakim PT membatalkan vonis seumur hidup penjara yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri Batam. Kemudian menghukum Terdakwa Reza dengan 12 tahun penjara.
Kuasa hukum terdakwa Reza, yakni Mangara Sijabat mengatakan putusan PT terhadap banding kliennya keluar pada 13 Juli lalu. Majelis hakim yang memutus perkara tetap menyatakan Reza bersalah, namun punya pertimbangan pasal lain untuk terdakwa.
Menurut dia, pada dasarnya putusan banding tersebut, sesuai dengan fakta yang ada, yaitu bukan pembunuhan berencana, tapi kekerasan fisik dalam rumah tangga mengakibatkan kematian
“Pasal yang terbukti oleh majelis PT bukan pasal 340 KUHP (pembunuhan berencana), tapi UU PKDRT. Ini sesuai dengan pledoi maupun memori banding kami dari LBH Mawar Saron Batam, ” kata pria yang juga menjabat sebagai Direktur Mawar Saron di Batam ini.
Menurut dia, sejak awal terdakwa sangat menyesali atas kejadian tersebut. Terdakwa mmelakukan kekerasan karena khilaf, namun menyebabkan sang istri meninggal dunia.
“Klien kami bersyukur atas putusan ini karena dari awal dia tidak ada niat melakukan pembunuhan, ” tegas Mangara.
Sementara, Kasi Pidum Kejari Batam, Amanda belum menerima salinan putusan PT dari PN Batam. Sehingga pihaknya belum mengetahui pasti apa yang menjadi isi putusan PT terhadap Terdakwa Reza.
“Kami belum menerima salinan putusan secara resmi. Sehingga belum bisa memastikannya,” tegas Amanda.
Sebelumnya, majelis hakim PN Batam menjatuhkan pidana terhadap Reza Pahlewi dengan seumur hidup penjara karena terbukti melakukan pembunuhan berencana terhadap, Riska sesuai dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Vonis itu juga sama persis dengan tuntutan jaksa penuntut dengan seumur hidup penjara.
Diketahui pada keterangan sidang saksi, ibu korban yakni Erni menjelaskan pembunuhan terhadap putri kandungnya terjadi di dalam rumahnya pada 29 November 2022 lalu. Saat itu, ia keluar rumah untuk kegiatan olahraga. Sedangkan di rumah, ada Riska (korban), terdakwa, serta cucunya berusia 4 tahun.
Sepulang dari luar rumah, ia melihat cucunya tengah bermain. Kemudian Erni menanyakan keberadaan Riska kepada cucunya yang tengah bermain.
Mengetahui lampu di kamar putrinya mati, ia pun mencoba untuk menghidupkan dengan cara memutar bola lampu. Saat lampu hidup, ia melihat putrinya tengah berbaring dan ditutupi selimut. Ia sempat memanggil korban, namun tak ada respon sama sekali. Saat selimut dibuka, ia melihat kepala sangat putri, sudah berlumur darah dan tak bernafas.
Cekcok antara korban dan terdakwa, juga berawal saat korban meminta terdakwa menjemput mesin cuci yang ada di rumah untuk dibawa ke rumah mertua di Sengkuang. Saat itu, terdakwa dan korban tinggal sementara di rumah sang mertua. Merasa tak direspon, korban mendiamkan terdakwa, hingga membuat terdakwa sakit hati.
Sebelum membunuh, terdakwa sempat melakukan hubungan badan dengan korban. Namun ternyata, sakit hati yang dipendam terdakwa masih terus tergiang, hingga akhirnya membunuh istri yang telah memberinya satu anak. (*)