
batampos – Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/7). Pertemuan Surya Paloh dengan Jokowi berlangsung selama satu jam, sejak pukul 17.20 WIB.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai NasDem Hermawi Taslim mengungkapkan, pertemuan Surya Paloh dengan Jokowi hanya sebatas silaturahmi. Ia membantah keduanya membahas reshuffle kabinet.
“Ndak bahas reshuffle, itu memang wilayah presiden,” kata Hermawi dikonfirmasi, Selasa (18/7).
Kunjungan Surya Paloh ke Istana Kepresidenan, dalam rangka melakukan pertemuan dengan Presiden Jokowi usai adanya reshuffle kabinet. Posisi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) yang sebelumnya diisi Johnny G Plate, kini tak lagi diduduki oleh kader dari Partai NasDem.
Namun, Hermawi enggan mengomentari lebih jauh pertemuan Surya Paloh dengan Jokowi. Ia hanya menyebut, Surya Paloh hanya bersilaturahmi dengan Jokowi.
“Sejam lebih, benar ketemu di istana. Silaturahmi,” ucap Hermawi.
Hubungan Jokowi dengan Surya Paloh mengalami kerenggangan sejak Partai NasDem mendeklarasikan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden (bacapres). Bahkan, PDI Perjuangan sempat mendorong agar Partai NasDem keluar dari partai politik (parpol) koalisi pemerintah.
Namun, NasDem terus menyatakan bakal bertahan untuk mendukung pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin sampai masa jabatannya berakhir.
Kekinian, Surya Paloh menyindir gagasan revolusi mental Jokowi yang dinilai belum optimal. Dia mengatakan, pada 2014 NasDem mendukung Jokowi untuk menjadi presiden karena yakin bisa membawa perubahan.
“Logika kita menyatakan kita yakin progres perjalanan kemajuan berbangsa dan bernegara akan jauh lebih hebat seperti apa yang kita harapkan. Tapi sayang seribu kali sayang, sayang seribu kali sayang, harapan belum menjadi kenyataan,” ucap Surya Paloh dalam pidato pada acara Apel Siaga Perubahan di GBK, Senayan, Jakarta, Minggu (16/7). (*)
Reporter: JP Group









