Sabtu, 25 April 2026
Beranda blog Halaman 5277

Pemko Batam Usulkan Penambahan Lahan Permakaman Seluas 148 Hektar

0
Tempat Pemakaman Umum Seitemiang Dalil Harahap20202
Ilustrasi. Pemakaman Umum (TPU) Seitemiang. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Pemko Batam mengusulkan perluasan lahan untuk pemakaman di Seitemiang seluas 148 hektare. Pengajuan perluasan lahan ini untuk mengatasi krisis lahan yang sudah terjadi beberapa tahun terakhir.

Ketersediaan lahan menjadi masalah, dan membuat kekhawatiran akan ketersedian lahan pemakaman.

Untuk itu, Pemko Batam mengusulkan penambahan lahan seluas 148 hektare. Lahan seluas 148 hektar itu diusulkan untuk penambahan lahan pemakaman si enam lokasi.

Baca Juga: KPU Batam Temukan 7 Bacaleg Daftar Lebih dari Satu Partai

Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sei Temiang diusulkan penambahan lahan seluas 55 hektar.

Di TPU Tiban Lama diusulkan penambahan lahan seluas 20 hektar, di TPU Kavling Bagan usulan penambahan lahan pemakaman seluas 23 hektar. Di TPU Sambau seluas 33 hektar, TPU Tembesi seluas 10 hektar dan di TPU Sekanak Raya diusulkan 7 hektar.

Hal diatas dipaparkan oleh Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan (Perkimtan) Kota Batam, Eryudhi Apriadi, kepada Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin, saat Rapat Perluasan Lahan Pemakaman di Ruang Rapat Sekda lantai II Kantor Walikota, Kamis (22/6/2023).

Baca Juga: Polsek Sekupang Ringkus 2 Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Anak

“Untuk lahan yang kita usulkan itu ada lahan hutan lindung. Sampai saat ini progresnya baru mendapat persetujuan dari Kementerian Kehutanan, namun masih ada tahap perizinan lainnya yang harus dilakukan,” sebut Eryudhi.

Katanya permohonan penggunaan kawasan hutan lindung kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menurutnya memerlukan syarat teknis.

Syarat yang harus ada rekomendasi Gubernur Provinsi tentang penggunaan kawasan hutan lindung berdasarkan pertimbangan teknis dinas provinsi yang membidangi kehutanan, dalam hal ini adalah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepri.

Baca Juga: Banyak Calon Peserta Didik Tidak Tertampung di Batam, Ini Solusi dari Disdik Kepri

Berikutnya harus ada analisis status dan fungsi kawasan hutan dari Balai Pemantapan Kawasan Hutan, dalam hal ini BPKH Wilayah XII Provinsi Kepri. Dan penetapan tata batas areal persetujuan penggunaan kawasan hutan.

Dinas Pertanahan sudah mengajukan permohonan kepada Gubernur Provinsi Kepri untuk pelaksanaan kegiatan survei pertimbangan teknis (Pertek) dalam rangka penerbitan rekomendasi Penggunaan Kawasan Hutan.

Selanjutnya melakukan penetapan tata batas areal persetujuan penggunaan kawasan hutan berdasarkan pertimbangan teknis dalam rekomendasi gubernur. Dan pengajuan permohonan penguatan kawasan hutan dalam bentuk izin Pinjam Pakai kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

Menanggapi pemaparan tersebut, Jefridin meminta masing-masing Perangkat Daerah sesuai kewenangannya segera menindaklanjuti hingga regulasi diperoleh Pemko Batam.

Menurutnya, ini merupakan persoalan serius yang harus diselesaikan Pemerintah Kota Batam. Jika diperlukan anggaran untuk mendukung kegiatan ini, menurutnya agar dinas terkait mengusulkan kebutuhan anggaran.

“Ini merupakan hal yang serius, dan harus kita selesaikan segera terutama dari sisi regulasinya. Untuk lahan pemakaman yang sudah selesai dan tidak ada masalah lagi, saya harap dinas terkait memagar TPU tersebut. Setiap progres yang dilakukan harap di tindaklanjuti,” pintanya.(*)

Reporter: Yulitavia

Ruang Kelas SMKN 1 Rusak, Siswa Belajar di Luar Kelas

0
Salah satu ruang kelas yang rusak. F. Yusnadi Nazar

batampos– Sejumlah ruang kelas di SMK Negeri 1 Tanjungpinang rusak pada bagian plafon dan atap bocor. Akibatnya siswa terpaksa belajar di luar ruangan.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana Prasarana Mardiyana, mengatakan rusaknya sejumlah ruang kelas ini karena gedung yang termakan usia.
Selain itu, kata Mardiyana, sejumlah ruang kelas yang tidak tersebut, belum pernah direnovasi sejak di bangun pada tahun 1978 silam.
“Bangunan yang rusak ini, bangunan yang pertama kali dibangun. Kami hanya perbaiki. plafon dan tambal atap,” ungkapnya, Kamis (22/6).
Mardiyana menerangkan, ada dua ruang kelas yang tidak bisa digunakan. Namun, ruang kelas lainnya yang mengalami atap bocor masih bisa digunakan, untuk sementara waktu.
“Yang rusak atapnya aja bisa digunakan. Tapi kalau hujan pasti bocor. Kita harus menyiapkan tempat untuk menampung air,” terangnya.
Saat ini, lanjut Mardiyana, SMK Negeri 1 Tanjungpinang hanya memiliki 35 ruang kelas. Namun untuk menampung 1.824 siswa, dibutuhkan sebanyak 52 ruang kelas.
Karena kerusakan dan kekurangan ruang kelas, sejumlah siswa terpaksa belajar di luar ruangan kelas.
“Seperti belajar di laboratorium jika mata pelajaran praktik, tapi nanti kembali ke ruang kelas lagi. Kemudian ada yang belajar di Musala saat mata pelajaran keagamaan, hingga belajar di lapangan,” jelas Mardiyana.
Pihak sekolah juga telah mengajukan proposal terkait perbaikan ruang kelas yang rusak kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri.
“Setiap tahun pasti kami usulkan, bahkan sampai ke Kementerian hingga anggota Dewan. Namun belum ada jawaban,” kata Mardiyana. (*)
reporter: yusnadi

Palsukan Identitas, Dosen Asal Singapura Dideportasi

0
Ilustrasi WNA dideportasi. (ANTARA)

batampos – Penyamaran MB akhirnya terbongkar. Selama 39 tahun, pria berkewarganegaraan Singapura itu bisa tinggal di Indonesia. Dia bahkan punya KTP Indonesia, menikah dengan perempuan Blitar, dan bekerja sebagai dosen di sebuah kampus di Tulungagung. Kemarin (22/6) petualangan MB berakhir. Dia dideportasi ke negara asalnya. Imigrasi bahkan memasukkan MB dalam daftar penangkalan.

Pantauan Jawa Pos (jaringan batampos.co.id), MB tiba di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, kemarin pagi. Dia memakai topi dan kacamata hitam. Beberapa petugas imigrasi mengawal ketat MB untuk memastikan yang bersangkutan pulang dan masuk sesuai pesawatnya.
’’Seluruh proses deportasi dijalankan sesuai peraturan perundang-undangan dan SOP yang berlaku,’’ kata Kadiv Keimigrasian Kanwil Kemenkum HAM Jatim Hendro Tri Prasetyo. Biaya tiket pesawat dibebankan kepada MB. Tidak menggunakan uang negara.
Kanwil Kemenkum HAM Jatim memastikan betul kepulangan MB. Termasuk memeriksa kondisi kesehatannya. Saat di bandara, MB juga harus melewati proses clearance di tempat pemeriksaan imigrasi. Tujuannya, mengecek ulang keabsahan dokumen perjalanannya.
Bagaimana awal mula MB bisa menetap bertahun-tahun di Indonesia? Berdasar hasil pemeriksaan, dia masuk ke Indonesia pada 1984. Sampai 1998, MB sempat keluar-masuk Indonesia hingga 10 kali. Dia menggunakan visa kunjungan dengan paspor Singapura. Tujuan kedatangan untuk menempuh pendidikan.
MB memang sempat kuliah di perguruan tinggi di Malang dan lulus pada 2006. Dia kemudian menikahi perempuan asli Blitar dan menetap di Tulungagung. Di sana MB berprofesi sebagai dosen.
Semua aktivitasnya berjalan lancar karena MB menggunakan dokumen kependudukan Indonesia. Dia punya KTP, KK, bahkan akta kelahiran yang dikeluarkan Pemkab Tulungagung pada 2011. Diduga, dokumen tersebut diperoleh dengan cara ilegal. Sebab, kala itu sistem administrasi kependudukan nasional mudah direkayasa karena belum terhubung secara online.
Hendro menjelaskan, pihaknya sudah menerbitkan berita acara pembatalan paspor atas nama MB. Kantor Imigrasi Blitar juga berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tulungagung untuk membatalkan akta lahir, KTP, dan kartu keluarga milik MB. ’’Imigrasi juga berkoordinasi dengan Bawaslu agar MB tidak masuk daftar pemilih tetap,’’ terang Hendro.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Blitar Arief Yudistira menyatakan, dari hasil pemeriksaan, MB menggunakan KTP dengan nama berinisial Y. Dia juga tertulis lahir di Pacitan pada 1973. Padahal, MB sejatinya lahir pada 1956. Di paspor Singapura miliknya juga dituliskan wilayah kelahiran, yakni Pachitan. ’’Jadi, di Singapura ada wilayah dengan nama mirip Pacitan. Yakni, Kampong Pachitan off Changi Rd S’pore,’’ jelasnya, dikutip dari website resmi imigrasi.
Lantas, bagaimana imigrasi bisa membongkar identitas MB? ’’Aksinya terendus saat dia ingin mengurus paspor Indonesia,’’ tutur Kasubsi Penindakan Keimigrasian Dendy Wibisono yang memimpin Tim Pelaksanaan Deportasi dari Seksi Inteldakim Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Blitar.
Dendy menuturkan, MB berusaha mengelabui petugas imigrasi. Hanya, dia salah mengucap. Waktu itu dia datang dengan berkas nama sesuai identitas di KTP. Nah, MB bertanya ke petugas apakah bisa membuat paspor dengan menggunakan nama lain. Nama yang diajukan MB justru nama aslinya versi Singapura. ’’Nama yang di KTP Indonesia pakai nama alias, bukan aslinya,’’ ucapnya di T2 Bandara Juanda kemarin.
Karena permintaan itu janggal, petugas imigrasi akhirnya curiga dan mewawancarai MB. Ternyata, MB masih tercatat sebagai warga negara Singapura. Imigrasi juga mendapat kepastian itu dari kedutaan besar Singapura di Indonesia. MB ingin mengurus paspor dengan nama aslinya untuk keperluan waris. Sebab, keluarganya di Singapura memiliki harta yang akan dibagikan kepada ahli waris.
Kata Dendy, MB disebut saudaranya sudah meninggal karena lama tidak pulang. Itulah yang membuat MB harus pergi ke Singapura. ’’Agar harta warisnya itu tidak semuanya jatuh ke saudaranya,’’ paparnya. ’’Sebetulnya, bapaknya juga dari Indonesia. Tapi, saat dicek, MB tidak pernah pindah kewarganegaraan,’’ lanjut Dendy. (*)
Reporter: JP Group

Warga Miskin Batam Bertambah, Rudi Sebut Konsisten Program Pengentasan Kemiskinan

0
miskin jawapos
Ilustrasi. Jawapos.com

batampos – Pemerintah Kota Batam tengah berupaya mengentaskan kemiskinan yang beberapa tahun mengalami lonjakan.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengatakan berbagai program disusun untuk mengentaskan kemiskinan, dan mendorong peningkatan taraf hidup warga miskin di Kota Batam.

Berdasarkan data BPS terbaru angka kemiskinan di Kota Batam mencapai 82.590 penduduk. Peningkatan kemiskinan terjadi sejak tahun 2020 lalu saat banyak kebijakan yang membuat banyak orang kehilangan pekerjaan.

“Dengan program ini, semoga kemiskinan di Batam bisa teratasi,” ujar Rudi saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Program Keluarga Harapan (PKH) di Hotel Golden View Bengkong, Kamis (22/6).

Baca Juga: 228 Jiwa Masuk Kategori Miskin Ektrem di Batam, Segini Pendapatannya per Hari

Rudi mengajak sumber daya manusia (SDM) PKH untuk bersama-sama menyukseskan program pemerintah dalam menekan angka kemiskinan di Batam.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam kenaikan persentase penduduk miskin pada periode Maret 2014 dan Maret 2018 dipicu oleh melemahnya kondisi perekonomian Kota Batam pada dua periode tersebut.

Sementara itu, kenaikan persentase penduduk miskin pada periode Maret 2022 disebabkan oleh adanya pandemi Covid-19 yang melanda Kota Batam dan daerah lainnya di Indonesia.

Namun potret kemiskinan dari sisi jumlah penduduk miskin mengalami tren yang meningkat pada periode tersebut.

Baca Juga: Polsek Sekupang Ringkus 2 Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Anak

Hal ini disebabkan karena pertumbuhan jumlah penduduk miskin lebih lambat dibandingkan pertumbuhan jumlah penduduk secara umum.

“Data yang saya dapat, itulah yang akan menjadi acuan saya untuk mengambil kebijakan,” ujarnya.

Ia melanjutkan, tantangan menangani kemiskinan di Batam tak sama dengan daerah lain. Pasalnya, Batam merupakan wilayah yang banyak didatangi warga untuk mencari pekerjaan.

“Batam berbeda dengan daerah lain, jumlah angka kemiskinannya naik terus. Kecuali kita membatasi orang datang ke Batam, tapi itu tidak boleh dilakukan,” katanya.

Untuk itu, ia mengajak bersama-sama menghadapi apa yang menjadi masalah saat ini. “Sama-sama kita berusaha menekan angka kemiskinan di Batam,” katanya.

Baca Juga: Pria Paruh Baya di Batam Ditemukan Tewas Gantung Diri 

Ia menargetkan peningkatan ekonomi, dan pengentasan kemiskinan bisa berjalan dengan baik. Meskipun Batam menjadi tujuan migrasi warga, namun diharapkan mereka yang ke Batam ini memiliki keahlian.

Sehingga tidak menjadi penyumbang pengangguran, dan menambah angka kemiskinan di Batam.

“Kalau kita bisa mengurangi angka kemiskinan akan sangat baik. Apalagi kalau kita tidak lagi mengharapkan bantuan dari pusat, dan bisa mandiri,” tutupnya. (*)

 

Reporter: YULITAVIA

Perkuat Alokasi Anggaran Pusat ke Bintan, Dinas Perkim Temui BPPW Kepri

0
Kadis Perkim Bintan, Mohammad Irzan menemui Kepala Balai Prasarana dan Permukiman Wilayah (BPPW) Kepulauan Riau (Kepri), H. Fasri Bachmid di Dompak, Tanjungpinang pada Rabu (21/6/2023). F.Dinas Perkim Bintan untuk Batam Pos.

batampos– Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Bintan melakukan pertemuan dengan Kepala Balai Prasarana dan Permukiman Wilayah (BPPW) Kepulauan Riau (Kepri), H. Fasri Bachmid di Dompak, Tanjungpinang pada Rabu (21/6/2023).

Hal ini dilakukan sebagai upaya memperkuat alokasi anggaran pusat ke daerah.

Kadis Perkim Bintan, Mohammad Irzan mengatakan, pertemuan dengan BPPW Kepri adalah silaturahmi sekaligus koordinasi mengenai kegiatan BPPW Kepri di Kabupaten Bintan.

Dia mengharapkan, kegiatan yang dilakukan BPPW Kepri di Bintan berjalan dengan baik.

BACA JUGA:Dinas Perkim Kepri Review Proyek Penataan Akau Potong Lembu

Selain itu, dia berharap, dari pertemuan ini makin memperkuat anggaran pusat yang dialokasikan untuk pembangunan di Bintan.

Sementara Kepala BPPW Kepri, H. Fasri Bachmid mengapresiasi atas kunjungan dari Dinas Perkim Bintan.

Dia berharap, kunjungan ini semakin memperkuat kerja sama, sinergi dan kolaborasi antara BPPW Kepri dan Dinas Perkim Bintan.

Pertemuan ini turut dihadiri Kasi Pelaksana Wilayah I, H. Arkan Yamri dan Kasi Pelaksana Wilayah II, Indra Setiady. (*)

reporter: slamet

Sudah Sepekan Pasokan Air Tidak Mengalir ke Sengkuang

0
Air SPAM Batam 1 F Cecep Mulyana
Ilustrasi. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pasokan air bersih hingga ini belum mengalir ke kawasan Sengkuang, Batuampar. Akibatnya, warga hingga saat ini mencari air ke kawasan lain.

Salah seorang warga, Ratih mengatakan air tidak mengalilr selama sepekan. Padahal, di kawasan lain, pasokan air sudah mengalir lancar.

“Sampai sekarang belum mengalir. Sudah selama seminggu,” ujar Ratih, Kamis (22/6) siang.

Baca Juga: Pendistribusian Air Tangki Tak Maksimal, Warga dan Perangkat di Tanjunguncang Kerap Cek Cok

Ia menjelaskan air dikawasan Sengkuang tidak mengalir sejak Rabu (14/6) malam lalu. Namun, sempat mengalir pada Kamis (21/6) malam.

“Ditempat lain mengalir, tapi di Sengkuang menyala kecil saja. Nampung seember sampai berjam-jam,” katanya.

Ratih mengaku untuk mendapatkan air bersih, warga Sengkuang mencarinya ke kawasan lain.

Baca Juga: Terdakwa Bersurat ke Hakim, Sidang Vonis Kasus Korupsi SIMRS Batam Ditunda

“Pasokan air sudah habis semua. Sekarang minta-minta sama teman yang tinggal di tempat lain,” katanya.

Hal senada dikatakan Ilham, warga lainnya. Ia mengaku air di Sengkuang kerap mati. Penyebabnya seperti pipa bocor di kawasan Pelita dan Melcem.

“Sudah sering kali air mati di sini. Tapi yang parah sekarang, sudah sampai sepekan,” katanya. (*)

 

 

Reporter: YOFI YUHENDRI

Kemensos Dalami Anak Jadi Korban TPPO

0
Menteri Sosial Tri Rismaharini. (Jawapos.com)

batampos – Kian maraknya kasus TPPO turut menjadi perhatian serius Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini. Apalagi, teridentifikasi adanya korban anak.

Risma mengatakan, pihaknya turut terlibat dalam penanganan kasus TPPO. Kementerian Sosial (Kemensos) bertugas melakukan rehabilitasi sosial terhadap para korban. Tercatat, sejak 1 Januari hingga 21 Juni 2023, ada 196 korban TPPO yang ditangani Kemensos melalui balai-balai besar Kemensos yang tersebar di 37 balai di 514 kabupaten/kota.

Mereka ditangani bersama 216 pekerja migran bermasalah dan 29 WNI yang baru saja dipulangkan dari luar negeri. ”Mereka akan kami tangani orang per orang. Saat ini tengah dilakukan asesmen oleh petugas di balai kami,” ujar Risma dalam temu media soal program PENA untuk pengentasan kemiskinan ekstrem di Jakarta kemarin (21/6).

Menurut dia, pola penanganan untuk mereka tidak bisa lagi menggunakan metode per kelompok. Sebab, masing-masing memiliki masalah berbeda-beda yang biasanya menyangkut kondisi ekonomi. Karena itu, perlu ditangani per orang per kasus. Terutama yang menyangkut anak-anak.

Pihaknya juga tengah meneliti keterlibatan anak-anak dalam kasus TPPO ini. ”Kalau anak-anak itu kenapa? Apa sih masalahnya?” ungkapnya.

Risma sedih terhadap kasus TPPO yang kian marak. Karena itu, dia menginisiasi program pengentasan kemiskinan yang dinilai sebagai salah satu core dari TPPO. Wilayah-wilayah perbatasan bakal menjadi sasaran awal program tersebut. Daerah perbatasan dinilai rentan TPPO lantaran banyak kemiskinan di sana. (*)

Reporter: JP Group

1.947 Calon Siswa Tertolak Saat PPDB SMPN, Ini Sekolah yang Masih Lowong di Batam

0
Daftar Sekolah Via Online Dalil Harahap scaled e1686568484940
Orantua calon siswa saat mendaftar online tingkat SMPN di Batuaji, Senin (12/6). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam mendata 1.947 calon peserta didik baru tidak lolos seleksi penerimaan peserta didik baru (PPDB) jenjang SMP negeri.

Pelaksana Tugas Harian (Plh) Sekretaris Disdik Batam, Nila Desmin mengungkapkan jumlah calon peserta yang tidak lolos jenjang SMPN lebih banyak dari pada jenjang SDN.

Hal ini karena jumlah SMPN memang tidak sebanyak sekolah dasar negeri. Sehingga jumlah calon peserta didik yang tidak tertampung cukup banyak.

Ia merinci jumlah calon peserta didik baru yang tidak diterima paling banyak di Kecamatan Batuaji yaitu 451 pendaftar, Sekupang 308 pendaftar, Batamkota 316 pendaftar, Sagulung 256 pendaftar, Seibeduk 229 peserta, Nongsa 212 pendaftar, Bengkong 117 pendaftar, Batuampar 87 pendaftar, dan Lubukbaja sebanyak 59 pendaftar yang tertolak.

Baca Juga: Banyak Calon Peserta Didik Tidak Tertampung di Batam, Ini Solusi dari Disdik Kepri

Nila menjelaskan beberapa sekolah masih mengalami kelebihan pendaftar. Sekolah populer seperti SMPN 6, SMPN 3, SMPN 30 Batam masih ramai pendaftar.

Padahal menurutnya, ada sekolah terdekat yang masih lowong seperti SMPN 20 Batam yang bisa menjadi pilihan ketika tidak diterima di SMPN 3 Batam yang berlokasi di Sekupang.

“Jadi persoalan masih sama. Karena orangtua masih sangat terpaku pada sekolah tertentu. Seperti SMPN 3 Batam yang pernah menyabet sekolah favorit,” sebutnya, Kamis (22/6).

Laporan mengenai siswa tertolak ini sudah dilaporkan kepada Plh Kepala Dinas Pendidikan Jefridin. Selanjutnya Pemko Batam akan menyiapkan solusi terbaik untuk calon peserta didik yang tidak tertampung ini.

Baca Juga: Pendistribusian Air Tangki Tak Maksimal, Warga dan Perangkat di Tanjunguncang Kerap Cek Cok

“Itu kebijakan pimpinan nanti seperti apa untuk anak-anak yang tidak tertampung ini. Kami sebagai pelaksana sudah berusaha sebaik mungkin dalam pelaksanaan PPDB ini. Semoga solusi segera disampaikan kepada orangtua nanti,” bebernya.

Nila menambahkan untuk orangtua diharapkan bersabar, karena penempatan calon peserta didik baru ini butuh waktu. Sebab petugas PPDB masih melihat sekolah yang lowong, agar tidak berbenturan dengan aturan yang sudah ada.

“Pak wali ingin semua anak dapat sekolah. Namun orangtua juga harus mendukung solusi dari yang tengah disiapkan Pemko Batam,” tutupnya. (*)

 

 

Reporter: YULITAVIA

Humas Harus Cepat Tangani Isu Negatif

0

batampos – Batam Pos menggelar Pelatihan Kehumasan yang ditujukan untuk berbagai instansi pemerintahan maupun swasta yang diadakan di Aston Hotel Nagoya, Kamis (22/6) pagi. Kegiatan ini diikuti puluhan peserta.

humas 1
foto: Cipi Ckandina / Batam Pos
Angel Purwanti (berdiri), praktisi Kehumasan dan Media Sosial. memandu jalannya pelatihan.

Kegiatan ini mengangkat tema bagaimana menanggapi isu negatif dan kritik di media sosial (medsos), dengan menghadirkan narasumber kunci yakni Angel Purwanti, praktisi Kehumasan dan Media Sosial.

Kegiatan dibuka langsung oleh Direktur Batam Pos, Muhammad Iqbal. Kemudian dilanjutkan pemaparan materi tentang Relasi Humas dengan Media dan Bagaimana Menghadai Wartawan.

Pada sesi pertama ini, sudah terlihat tingginya minat para peserta. Mereka bergantian bertanya seputaran media dan wartawan

“Masukan dari saya kepada lembaga kehumasan, berinteraksilah dengan media, pahami kulturnya,” ujar Iqbal kepada para peserta.

Kegiatan dilanjutkan pemberian materi oleh nara sumber Angel Purwati, praktisi kehumasan dan media sosial. Dalam kesempatan itu, wanita yang akrab disapa Enggi ini memulainya dengan membagi peserta ke dalam kelompok. Total ada 4 kelompok.

Kemudian peserta diminta untuk berdiskusi dan sharing tentang isu-isu negatif di Batam, khususnya dibeberapa instansi.

Enggi mengatakan seorang humas harus bisa menanggapi isu negatif dengan sikap yang wajar.

“Sikap yang wajar dalam arti tidak tersulut emosi. Kemudian menganakisa isu-isu tersebut dsri sudut pandang yang berbeda atau segala sisi. Sehingga menghasilkan solusi yang bisa menenangkan isu tersebut,” katanya.

Enggi menjelaskan saat ini kehumasan mempunyai fungsi digital. Untuk itu, ia menyarankan para peserta harus lebih bisa menggunakan produk internet, khususnya media sosial (medsos).

“Penggunaan digital sekarang lebih tinggi dari konvensional. Jadi humas itu bukan hanya informasi, tapi memberikan keadaan yang tadinya negatif menjadi positif,” ungkapnya.

Sementara salah seorang peserta dari Staff Humas BP Batam, Rachma Utari mengaku sangat antusias mengikuti pelatihan ini. Sebab, kegiatan ini berbeda dari pelatihan kehumasan lainnya.

“Pelatihannya tidak monoton. Kita saling berinteraksi, tidak satu arah,” katanya.

Ia juga memuji narasumber yang dihadirkan Batam Pos. Serta persiapan panitia acara yang sangat matang.

“Narasumbernya informatif, ide-idenya sangat menginspirasi. Panitia juga sangat siap,” katanya.

Hal senada dikatakan Humas Universitas Ibnu Sina, Taslimahudin. Ia mengatakan kegiatan pelatihan ini sangat bermanfaat untuk para humas.

“Dari pelatihan ini kita mengetahui kekurangan kita dalam pengelolaan informasi dalam kerja humas secata teknis,” katanya. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Pesepak Bola Top Dunia Ramai-ramai Pindah ke Liga Pro Arab Saudi

0
Karim Benzema resmi meneken kontrak tiga tahun dengan Al Ittihad. (BBC)

batampos – Nama-nama paling terkenal di dunia sepak bola telah dikaitkan dengan kepindahan ke Arab Saudi musim panas ini. Berikut adalah daftar setiap pemain utama yang pindah ke Liga Pro Saudi dalam beberapa bulan terakhir.

Liga Pro Saudi, yang dibiayai oleh Dana Investasi Publik (PIF) 485 miliar poundsterling, telah menggemparkan di bursa transfer musim panas.

Bulan ini liga mengumumkan bahwa PIF telah menguasai Al Hilal, Al Ittihad, dan Al Ahli, dengan empat tim lainnya ditugaskan ke bisnis yang didukung negara dan sisa liga akan segera menyusul.

Memang, tujuannya adalah menjadikan Liga Pro Arab Saudi sebagai salah satu liga terbaik di dunia dengan meningkatkan kualitas, profil, dan pendapatannya secara tajam.

Baca Juga: Ilkay Gundogan Dikabarkan Setuju Gabung Barcelona

Karena itu, orang-orang seperti Thomas Partey, Kalidou Koulibaly, Saul, Hakim Ziyech, Ilkay Gundogan, Edouard Mendy, dan Bernardo Silva termasuk di antara nama-nama terkenal yang coba dibujuk oleh klub-klub Arab Saudi.

Dan, sementara beberapa minggu terakhir telah melihat Lionel Messi, Son Heung-min dan Romelu Lukaku semua menolak iming-iming kekayaan liga, beberapa transfer telah diselesaikan yang turut membantu mendongkrak pamor Liga Pro Arab Suadi.

Pemain yang telah menyelesaikan perpindahan ke Liga Pro Saudi

Cristiano Ronaldo

Pada 30 Desember 2022, Cristiano Ronaldo, yang bisa dibilang sebagai pemain paling terkenal dalam permainan ini, bergabung dengan Al-Nassr.

Sejak itu, superstar berusia 38 tahun, yang dibayar sekitar 156 juta poundsterling (Rp 2,96 triliun) per tahun, telah membawa perhatian besar ke liga.

Karim Benzema

Hanya sehari setelah privatisasi Liga Pro Arab Saudi, pemegang Ballon d’Or saat ini menyelesaikan transfer gratis dari juara Eropa 14 kali Real Madrid ke Al-Ittihad.

Pemain internasional Prancis berusia 35 tahun itu telah menandatangani kontrak tiga tahun dengan juara Asia dua kali senilai 83 juta poundsterling (Rp 1,57 triliun) per tahun.

Pemain yang hampir menyelesaikan perpindahan ke Liga Pro Saudi

N’Golo Kante

N’Golo Kante, yang akan menjadi agen bebas pada akhir Juni, hampir menyetujui kesepakatan untuk bergabung dengan Al-Ittihad.

Pemenang Piala Dunia 2018 itu dilaporkan akan menghasilkan 67 juta poundsterling (Rp 1,27 triliun) setahun dengan klub yang berbasis di Jeddah.

Ruben Neves

Wolves ditetapkan untuk menerima biaya rekor klub 47 juta poundsterling (Rp 893,8 miliar) untuk transfer kapten mereka ke Al-Hilal.

Menurut Sky Sports, Neves telah menyetujui persyaratan pribadi dan pengumuman resmi diharapkan minggu ini.

Sang gelandang diduga terbuka untuk pindah setelah potensi transfer ke Barcelona terhenti.(*)

 

 

Reporter: JPGroup