Jumat, 15 Mei 2026
Beranda blog Halaman 538

Dilantik Jadi Anggota DEN, Mentan Amran Dorong Energi Hijau Berbasis Pertanian

0
Mentan Andi Amran Sulaiman dilantik sebagai anggota (DEN oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Rabu (28/1). F. Istimewa

batampos – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman resmi dilantik sebagai anggota Dewan Energi Nasional (DEN) oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Rabu (28/1/2026). Dalam peran barunya, Mentan Amran menegaskan kesiapan sektor pertanian menjadi pilar utama pengembangan energi hijau nasional.

Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 134P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Anggota DEN dari Pemangku Kepentingan dan Keppres Nomor 6P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Keanggotaan DEN dari Pemerintah.

Usai pelantikan, Mentan Amran menyatakan komitmennya untuk mengoptimalkan potensi sektor pertanian dalam mendukung ketahanan energi dan transisi energi nasional melalui pengembangan energi hijau berbasis sumber daya lokal.

“Insya Allah, ke depan kita akan mengoptimalkan energi hijau dari sektor pertanian. Potensinya sangat besar, seperti dari ubi kayu atau singkong, kelapa sawit (CPO), tebu, dan berbagai komoditas lainnya,” kata Mentan Amran.

Menurutnya, Indonesia sebagai negara agraris memiliki keunggulan strategis untuk menjadi pemain utama dalam pengembangan energi terbarukan berbasis biofuel. Komoditas pertanian dinilai mampu menopang kebutuhan energi nasional sekaligus mendorong kemandirian energi.

Ia menambahkan, kelapa sawit dan tebu saat ini telah menjadi sumber biofuel nasional. Ke depan, singkong akan didorong sebagai sumber energi alternatif baru dengan potensi yang besar.

“Sawit dan tebu sudah berjalan. Selanjutnya, kita dorong singkong. Ini potensi besar kita,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mentan Amran mengungkapkan pemerintah terus memperkuat kebijakan mandatori biodiesel, termasuk implementasi B50, yang ditargetkan mampu menekan impor bahan bakar minyak, khususnya solar.

“Insya Allah, sesuai hasil koordinasi, tahun ini kita tidak impor lagi solar karena kita masuk ke B50,” katanya.

Sebagai informasi, Dewan Energi Nasional merupakan lembaga negara yang bertugas merumuskan serta mengoordinasikan kebijakan energi nasional secara menyeluruh dan berjangka panjang.

Dengan bergabungnya Mentan Amran dalam DEN, diharapkan sinergi antara sektor pertanian dan sektor energi semakin kuat dalam mendorong transisi energi berkelanjutan.

Ke depan, Kementerian Pertanian akan terus memperkuat hilirisasi, pengembangan komoditas energi, serta perluasan budi daya tanaman penghasil biofuel yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Langkah ini diyakini mampu menciptakan nilai tambah bagi petani, memperkuat daya saing nasional, dan mendukung target kedaulatan energi serta pembangunan hijau berkelanjutan. (*)

Artikel Dilantik Jadi Anggota DEN, Mentan Amran Dorong Energi Hijau Berbasis Pertanian pertama kali tampil pada News.

DPRD Kepri Minta Perlindungan Khusus bagi Nelayan di Perbatasan

0
Legislator Komisi II DPRD Kepri dari Daerah Pemilihan (Dapil) Natuna-Anambas, Marzuki, mendorong adanya regulasi khusus untuk perlindungan bagi nelayan di perbatasan. F. Sekwan DPRD Kepri

batampos – DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mendorong pemerintah pusat memberikan perlindungan khusus bagi nelayan di wilayah perbatasan Natuna dan Anambas. Lemahnya pengawasan laut dan tumpang tindih wilayah tangkap dinilai kerap merugikan nelayan tradisional.

Anggota Komisi II DPRD Kepri dari Daerah Pemilihan Natuna–Anambas, Marzuki, mengatakan wilayah perairan Natuna dan Anambas memiliki nilai strategis nasional, namun di saat bersamaan menjadi ruang hidup utama bagi masyarakat nelayan.

“Natuna dan Anambas adalah wilayah perbatasan yang menjadi perhatian nasional. Tapi di sana juga ada nelayan yang harus dilindungi keberlangsungan hidupnya,” ujar Marzuki, Rabu (28/1).

Baca Juga: DPRD Kepri Minta Kewenangan Labuh Jangkar Dialihkan ke Pemerintah Daerah

Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kepri itu menyebut persoalan utama yang sering memicu konflik adalah ketidakjelasan dan lemahnya pengawasan wilayah tangkap nelayan. Akibatnya, kapal-kapal dengan kapasitas lebih besar kerap masuk ke zona tangkap nelayan kecil.

“Seharusnya kapal tertentu beroperasi di atas 12 mil laut, tetapi masih ditemukan aktivitas di wilayah nelayan tradisional. Ini yang membuat nelayan lokal merasa terzalimi,” tegasnya.

Kondisi tersebut, lanjut Marzuki, berpotensi menimbulkan gesekan antar nelayan, terutama di wilayah perairan Natuna dan Anambas yang memiliki intensitas penangkapan ikan cukup tinggi. Karena itu, ia meminta penegakan aturan secara konsisten oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

“Penegakan regulasi harus tegas agar konflik tidak terus berulang dan nelayan bisa bekerja dengan aman,” katanya.

Baca Juga: Gubernur Ansar Teken Nota Kesepakatan Penguatan Penggunaan Bahasa Indonesia di Kepri

Selain pengawasan laut, Marzuki juga mendorong penguatan program perlindungan sosial bagi nelayan di wilayah perbatasan. Ia mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Kepri bersama pemerintah kabupaten yang telah menjalankan program perlindungan, meski masih terbatas dari sisi anggaran.

“Programnya sudah berjalan, tetapi belum bisa dilakukan secara luas karena keterbatasan kemampuan fiskal. Saat ini masih berbasis skema berbagi antara Pemprov dan kabupaten,” ujarnya.

Ia berharap ke depan pemerintah pusat dapat memberikan dukungan lebih besar, baik melalui anggaran maupun kebijakan afirmatif, agar perlindungan nelayan di wilayah perbatasan dapat berjalan lebih optimal. (*)

Artikel DPRD Kepri Minta Perlindungan Khusus bagi Nelayan di Perbatasan pertama kali tampil pada Kepri.

Waduk Sei Jago Bintan Menyusut, Distribusi Air PDAM Tanjunguban Dikurangi

0
Petugas Waduk Sei Jago menunjukkan ketinggian air di waduk yang terletak di Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos

batampos – Ketinggian air Waduk Sei Jago di Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara, terus menyusut drastis. Saat ini, tinggi muka air waduk hanya tersisa sekitar 71 sentimeter, turun jauh dari kondisi normal yang mencapai 3 meter.

Penyusutan tersebut terjadi sejak musim kemarau, dengan penurunan rata-rata sekitar 5 sentimeter per hari. Kondisi ini berdampak langsung pada pelayanan air bersih kepada pelanggan PDAM Tirta Kepri Cabang Tanjunguban.

Kepala Cabang PDAM Tirta Kepri Tanjunguban, Sugito, mengatakan penurunan debit air memaksa pihaknya melakukan pengurangan jam distribusi air ke pelanggan.

Baca Juga: Kejari Bintan Perkuat Pelayanan Bersih lewat Zona Integritas WBK-WBBM

“Dari sebelumnya ketinggian air sekitar 3 meter, sekarang tinggal 71 sentimeter. Untuk menjaga ketersediaan air, jam distribusi terpaksa dikurangi,” ujar Sugito.

Saat ini, pendistribusian air ke wilayah Tanjunguban Kota hanya dilakukan mulai sekitar pukul 04.00 WIB hingga 15.00 WIB. Padahal sebelumnya, aliran air dapat dinikmati pelanggan selama hampir 24 jam penuh.

Pengurangan distribusi dilakukan agar sekitar 2.960 pelanggan aktif PDAM di Tanjunguban tetap dapat terlayani di tengah kondisi kritis waduk.

Selain faktor musim kemarau, Sugito mengungkapkan penyusutan air juga diperparah oleh kebocoran pada struktur waduk. Upaya penanganan telah dilakukan, namun belum membuahkan hasil signifikan.

“Kebocoran ini sudah lama terjadi. Kami sudah mencoba menahan aliran air agar tidak terbuang, tapi titik kebocoran justru meluas. Perbaikan dinding waduk juga sudah dilakukan, namun belum ada perubahan berarti,” jelasnya.

Menurut Sugito, persoalan tersebut telah dilaporkan ke pemerintah pusat dan Balai Wilayah Sungai (BWS). Namun karena aset waduk merupakan milik pemerintah provinsi, penanganan sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

Ia berharap perbaikan waduk dapat segera dilakukan agar krisis air tidak berlarut-larut. Sugito juga mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air selama musim kemarau.

Baca Juga: Sumur Mengering, Warga Sungai Jeram Bintan Utara Terpaksa Beli Air Rp70 Ribu per Minggu

“Kami minta pelanggan menggunakan air seperlunya agar pasokan bisa bertahan lebih lama,” imbaunya.

Sementara itu, Maman, salah seorang pelanggan PDAM di Tanjunguban, mengeluhkan kualitas air yang dinilainya semakin keruh sejak musim kemarau.

“Airnya sangat keruh. Sudah disaring tetap keruh, jadi tangki air harus sering dibersihkan,” keluhnya.

Ia menilai kondisi air Waduk Sei Jago sudah kurang layak dijadikan sumber air baku, terutama saat musim kemarau. Maman berharap PDAM Tirta Kepri dapat mencari alternatif sumber air lain.

“Mungkin bisa kerja sama dengan SPAM di Lobam yang air bakunya masih melimpah,” sarannya. (*)

Artikel Waduk Sei Jago Bintan Menyusut, Distribusi Air PDAM Tanjunguban Dikurangi pertama kali tampil pada Kepri.

Gubernur Kepri Minta Garuda Tetap Layani Penerbangan di Bandara RHF Tanjungpinang

0
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad. F. Mohamad Ismail/Batam Pos

batampos – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad, secara resmi menyurati PT Garuda Indonesia Airlines (Persero) Tbk agar tetap melayani penerbangan dari dan menuju Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang.

Permohonan tersebut disampaikan melalui surat bernomor B/500.11/12/DISHUB-SET/2026 tertanggal 6 Januari 2026, yang ditujukan kepada Direktur Utama Garuda Indonesia di Jakarta.

Dalam surat itu, Ansar menegaskan bahwa Tanjungpinang sebagai ibu kota Provinsi Kepri merupakan pusat pemerintahan dan administrasi. Mobilitas aparatur negara, koordinasi lintas sektor, serta pelayanan publik strategis sangat bergantung pada ketersediaan transportasi udara yang berkelanjutan.

Baca Juga: Kepri Raih UHC Award 2026, Kepesertaan JKN Tembus 98,44 Persen

Selain fungsi pemerintahan, Pulau Bintan juga dinilai memiliki peran strategis sebagai destinasi pariwisata internasional. Keberadaan penerbangan Garuda Indonesia disebut penting untuk meningkatkan aksesibilitas, kenyamanan perjalanan, serta citra pariwisata Kepulauan Riau di tingkat nasional dan internasional.

Dalam surat tersebut, Pemprov Kepri juga menyoroti Pulau Penyengat sebagai kawasan heritage Melayu bernilai sejarah nasional. Dukungan konektivitas udara diyakini akan memperkuat pengembangan wisata sejarah dan budaya yang berkelanjutan.

“Keberlanjutan layanan penerbangan Garuda Indonesia di Bandara RHF sangat penting untuk mendukung konektivitas wilayah, pelayanan pemerintahan, serta pengembangan pariwisata dan ekonomi daerah,” tulis Ansar dalam surat tersebut.

Ansar mengakui hingga kini belum ada kepastian apakah Garuda Indonesia akan tetap bertahan atau menghentikan operasional di Bandara RHF. Namun, ia menyebut Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura telah melakukan pertemuan dengan manajemen maskapai.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Pemerintah Provinsi Kepri berencana menyesuaikan Standar Satuan Harga (SSH) perjalanan dinas agar aparatur sipil negara dapat menggunakan layanan Garuda Indonesia.

Baca Juga: DPRD Kepri Ingatkan Gubernur Gunakan Dana Pinjaman untuk Program Strategis

“SSH akan kita naikkan supaya pegawai bisa membeli tiket Garuda,” ujar Ansar saat dikonfirmasi, Rabu (23/1).

Ia juga mengimbau pegawai Pemprov Kepri serta pemerintah kabupaten/kota di Pulau Bintan agar melakukan perjalanan dinas langsung melalui Bandara RHF Tanjungpinang, tanpa transit melalui daerah lain.

“Kita sudah berusaha. Ke depan, kita juga akan memperbanyak event untuk menarik orang datang ke Tanjungpinang,” pungkasnya. (*)

Artikel Gubernur Kepri Minta Garuda Tetap Layani Penerbangan di Bandara RHF Tanjungpinang pertama kali tampil pada Kepri.

Tekan Laka Lantas, Ditlantas Polda Kepri Gandeng Forum LLAJ

0
Direktur Lalu Lintas Polda Kepri, Kombes Pol Tauiq Lukman Nurhidayat saat audiensi dan silaturahmi bersama Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Provinsi Kepri, Rabu (28/1).

batampos – Guna menciptakan kondisi keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang kondusif, Direktorat Lalu Lintas Polda Kepi menggelar audiensi dan silaturahmi bersama Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Provinsi Kepri, Rabu (28/1).

Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Dinas PUPR dan Pertanahan Provinsi Kepri itu dipimpin langsung oleh Direktur Lalu Lintas Polda Kepri, Kombes Pol Taufiq Lukman Nurhidayat, turut hadir Kepala Dinas PUPR Kepri beserta jajaran, perwakilan Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, pejabat utama Ditlantas Polda Kepri, serta Kasatlantas Polresta Tanjungpinang.

Audiensi tersebut bertujuan mengevaluasi kondisi Kamseltibcarlantas sekaligus mengoptimalkan implementasi Peraturan Presiden Nomor 1 Tahun 2022 tentang Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK).

Dalam pemaparannya, Taufiq mengungkapkan tingginya angka kecelakaan lalu lintas sepanjang tahun 2025 di wilayah Kepulauan Riau. Berdasarkan data Ditlantas Polda Kepri, tercatat lebih dari 1.600 kasus kecelakaan lalu lintas terjadi selama setahun terakhir.

“Artinya, rata-rata terjadi 138 kecelakaan setiap bulan. Angka ini masih didominasi oleh pengendara roda dua dan kalangan pelajar,” ujar Taufiq.

Menurutnya, tingginya angka kecelakaan tersebut menjadi tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan. Ia menegaskan perlunya langkah proaktif dan sinergis untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas demi menyelamatkan nyawa masyarakat.

“Ini adalah tanggung jawab moral kita bersama. Kita harus hadir dengan langkah nyata untuk menekan pelanggaran dan fatalitas kecelakaan,” tegasnya.

Merujuk pada Perpres Nomor 1 Tahun 2022, Taufiq menekankan pentingnya optimalisasi peran seluruh instansi dalam menjalankan lima pilar keselamatan, mulai dari sistem yang berkeselamatan, kendaraan yang berkeselamatan, pengguna jalan yang berkeselamatan, infrastruktur jalan yang berkeselamatan, hingga penanganan pascakecelakaan.

Salah satu langkah konkret yang diusulkan adalah percepatan pemasangan rambu peringatan serta spanduk imbauan di titik-titik rawan kecelakaan. Ditlantas Polda Kepri juga akan berkoordinasi dengan BP Batam terkait perizinan pemasangan media imbauan di ruas jalan.

“Pemasangan spanduk imbauan yang dapat dilihat langsung oleh pengendara diharapkan menjadi pengingat agar lebih waspada dan berhati-hati saat berkendara,” kata Taufiq.

Selain itu, pertemuan ini turut membahas inovasi yang dimiliki Forum LLAJ, salah satunya aplikasi Siantan (Sistem Jalan dan Jembatan) milik Dinas PUPR Kepri. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat melaporkan kondisi jalan dan jembatan yang rusak sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah.

Menutup arahannya, Taufiq menekankan pentingnya prinsip K3I, yakni koordinasi, komunikasi, kolaborasi, dan percepatan informasi, sebagai kunci utama dalam mewujudkan Kamseltibcarlantas di Kepulauan Riau.

“Harapan kita ke depan, Forum LLAJ ini menjadi motor penggerak utama. Kita ingin masyarakat Kepri merasa aman saat keluar rumah dan kembali ke rumah dengan selamat. Sinergi ini adalah kunci menekan angka pelanggaran dan fatalitas kecelakaan di tahun 2026,” pungkasnya. (*)

Artikel Tekan Laka Lantas, Ditlantas Polda Kepri Gandeng Forum LLAJ pertama kali tampil pada Metropolis.

Nusantara Beat Gaungkan Musik Nusantara ke Panggung Dunia Lewat Psychedelic Folk

0
Nusantara Beat angkat musik tradisional Indonesia ke panggung musik internasional. F. instagram.com/nusantara_beat/

batampos – Band Nusantara Beat berhasil membawa warna musik Nusantara bergema di panggung internasional melalui karya-karya mereka yang memadukan unsur musik tradisional Indonesia dengan genre psychedelic folk modern.

Berbasis di Amsterdam, Belanda, Nusantara Beat menarik perhatian penggemar musik dunia lewat eksplorasi musikal yang mengangkat irama, bahasa, dan budaya Indonesia ke dalam aransemen yang segar dan kontemporer.

Band ini beranggotakan enam personel berdarah Indonesia yang berkewarganegaraan Belanda, yakni Jordy Sanger, Megan de Klerk, Michael Joshua, Rouzy Portier, Sonny Groeneveld, dan Gino Groeneveld.

Nusantara Beat resmi merilis album debut penuh mereka pada 14 November 2025. Album tersebut menghadirkan nuansa pop Sunda era 1970-an yang dikemas ulang dalam balutan psychedelic folk, menciptakan warna musik yang unik dan mudah diterima pendengar internasional.

Sejumlah lagu seperti Djanger, Sifat Manusia, dan Mang Becak menjadi pintu masuk bagi pendengar global untuk mengenal karakter musik Nusantara Beat yang kental dengan identitas Indonesia.

Beberapa lagu mereka juga dinyanyikan sepenuhnya dalam bahasa Indonesia, di antaranya Sifat Manusia, Bakar, Cinta Itu Menyakitkan, dan Tamat. Pilihan tersebut menjadi bukti konsistensi band ini dalam menjaga akar budaya di tengah eksplorasi musik modern.

Dengan meleburkan elemen musik tradisional Indonesia dan insting kreatif modern, Nusantara Beat mengajak pendengarnya menjelajahi lanskap musikal yang baru tanpa kehilangan jati diri Nusantara.

Selain album penuh, Nusantara Beat juga merilis sejumlah EP seperti Kota Bandung dan Layung yang merupakan interpretasi modern dari lagu-lagu legendaris Indonesia era 1970-an.

Band yang bermarkas di Belanda ini membuktikan bahwa perpaduan budaya modern dan tradisi Indonesia dapat melahirkan warna musik unik yang mampu bersaing di kancah global. (*)

Artikel Nusantara Beat Gaungkan Musik Nusantara ke Panggung Dunia Lewat Psychedelic Folk pertama kali tampil pada Lifestyle.

Badan Bahasa Nilai Indeks Literasi Kepri Masih Rendah, Fokus Pulau Terluar

0
Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin (kiri) saat berada di Kantor Gubernur Kepri, Dompak Tanjungpinang, Rabu (28/1). F. Mohamad Ismail/Batam Pos.

batampos – Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Republik Indonesia menilai indeks literasi masyarakat di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) masih belum berada pada level ideal.

Kondisi tersebut terutama terjadi di wilayah pulau-pulau terluar yang memiliki keterbatasan akses pendidikan dan internet.

Kepala Badan Bahasa RI, Hafidz Muksin, mengatakan pihaknya telah menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk meningkatkan indeks literasi masyarakat di daerah kepulauan tersebut.

Kerja sama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman yang berfokus pada peningkatan budaya literasi, penguatan penggunaan bahasa Indonesia, serta pelestarian bahasa dan sastra daerah.

“Untuk tingkat literasi di Kepri masih relatif rendah. Karena itu kami melakukan penandatanganan nota kesepahaman bersama Pemprov Kepri,” ujar Hafidz di Tanjungpinang, Rabu (28/1).

Hafidz menjelaskan, Badan Bahasa akan melakukan pengawasan penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik serta mendistribusikan buku bacaan bermutu, khususnya ke wilayah kepulauan yang sulit mengakses internet.

“Fokus kami adalah sekolah-sekolah di wilayah kepulauan. Kami akan mendukung dengan pengiriman buku bacaan bermutu ke sekolah yang indeks literasinya masih rendah,” jelasnya.

Selain peningkatan literasi, kolaborasi tersebut juga bertujuan memberikan payung hukum bagi upaya pelestarian bahasa dan sastra daerah agar tetap eksis sebagai kekayaan budaya bangsa.

“Kami juga akan melakukan pendampingan dalam pemanfaatan buku bacaan tersebut. Ini sekaligus menjadi upaya melindungi dan melestarikan bahasa Melayu agar terus tumbuh,” tambah Hafidz.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengatakan kerja sama dengan Badan Bahasa merupakan langkah strategis untuk mendorong peningkatan indeks literasi di Kepri secara berkelanjutan.

“Ini bagian dari kolaborasi untuk memicu semangat literasi di Kepri agar trennya terus meningkat setiap tahun,” ujar Ansar. (*)

Artikel Badan Bahasa Nilai Indeks Literasi Kepri Masih Rendah, Fokus Pulau Terluar pertama kali tampil pada Kepri.

Kebakaran Lahan Busung Bintan Sebabkan Asap Tebal dan Kemacetan Panjang

0
Kobaran api yang melalap lahan di tepi Jalan Raya Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Bintan, Rabu (28/1). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos – Kebakaran lahan hebat terjadi di Jalan Raya Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kabupaten Bintan, Rabu (28/1). Asap tebal dari lahan yang terbakar mengganggu jarak pandang pengendara hingga memicu kemacetan panjang di jalur tersebut.

Asap pekat tampak menyelimuti badan jalan, membuat arus lalu lintas tersendat. Sejumlah pengendara bahkan terpaksa memutar balik karena jarak pandang yang sangat terbatas. Kondisi tersebut terekam dalam sejumlah video yang beredar di media sosial.

Pantauan di lokasi, petugas gabungan dari UPT Damkar Tanjunguban, Polres Bintan, serta sekuriti PT Surya Bangun Pertiwi (SBP) masih berjibaku memadamkan api hingga sore hari. Pemerintah Kecamatan Seri Kuala Lobam, PT Bintan Inti Industrial Estate (BIIE), dan warga sekitar turut membantu proses pemadaman.

Akibat kebakaran tersebut, arus lalu lintas di Jalan Raya Busung diberlakukan sistem buka-tutup. Kendaraan dari arah Tanjunguban maupun Tanjungpinang diatur melintas secara bergantian untuk menghindari risiko kecelakaan.

Salah seorang warga, Noor, mengatakan api sudah membesar saat dirinya pulang dari sekolah. Kendaraan yang ditumpanginya sempat diminta berhenti karena asap yang cukup tebal menutup jalan.

“Asapnya tebal sekali, mata juga sempat perih karena asap masuk ke dalam kendaraan,” ujar Noor.

Kepala UPT Damkar Tanjunguban, Panyodi, menyebutkan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai lebih dari empat hektare. Hingga sore hari, petugas telah menghabiskan sekitar 25 ton air untuk memadamkan api.

“Asapnya cukup tebal. Saat ini sudah sekitar 25 ton air yang digunakan,” kata Panyodi.

Ia memperkirakan api berasal dari dalam lahan yang terbakar dan dengan cepat merambat ke area dekat jalan akibat tiupan angin kencang. Panyodi menduga kebakaran dipicu aktivitas pembakaran lahan oleh oknum masyarakat, lalu meluas karena kondisi cuaca.

“Api diduga berasal dari pembakaran lahan. Dengan angin kencang, bunga api cepat menyebar dan memperluas kebakaran,” ujarnya.

Panyodi mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan secara sembarangan, terutama saat cuaca berangin. Menurutnya, tindakan tersebut sangat berbahaya dan dapat membahayakan pengguna jalan maupun lingkungan sekitar.

“Jangan membakar lahan sembarangan. Dampaknya bisa merugikan dan membahayakan orang lain,” tegasnya.

Hingga menjelang Maghrib, petugas gabungan masih melakukan upaya pemadaman dan pendinginan untuk memastikan api benar-benar padam. (*)

Artikel Kebakaran Lahan Busung Bintan Sebabkan Asap Tebal dan Kemacetan Panjang pertama kali tampil pada Kepri.

DPRD Kepri Minta Kewenangan Labuh Jangkar Dialihkan ke Pemerintah Daerah

0
Anggota Komisi II DPRD Kepri, Asmin Patros. F. DPRD Kepri.

batampos – DPRD Kepulauan Riau (Kepri) mendorong pemerintah pusat agar mengalihkan kewenangan pengelolaan dan pemungutan labuh jangkar kepada pemerintah daerah. Langkah ini dinilai penting untuk mengoptimalkan potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Kepri.

Anggota Komisi II DPRD Kepri, Asmin Patros, mengatakan upaya Pemprov Kepri untuk menarik PAD dari sektor labuh jangkar sejatinya telah lama direncanakan. Namun hingga kini, rencana tersebut belum mendapat persetujuan pemerintah pusat.

“Ini sebetulnya rencana yang sudah lama. Tapi belum berhasil karena masih dianggap sebagai PNBP atau Pendapatan Negara Bukan Pajak milik pusat,” ujar Asmin, Rabu (28/1/2026).

Menurutnya, sebagai provinsi kepulauan yang dikelilingi laut dan memiliki lalu lintas kapal yang sangat padat, Kepri seharusnya mendapat kebijakan khusus dalam pengelolaan labuh jangkar.

Asmin menegaskan Komisi II DPRD Kepri sangat mendorong agar kewenangan tersebut dapat diserahkan kepada pemerintah daerah, meskipun tetap berada dalam kerangka regulasi dan pengawasan pemerintah pusat.

“Harusnya labuh jangkar ini diserahkan sepenuhnya ke daerah, tentu dengan tetap melalui mekanisme dan aturan dari pusat,” tambahnya.

Ia menjelaskan, selama kewenangan labuh jangkar masih berada di tangan pemerintah pusat, daerah kesulitan menetapkan target PAD dari sektor tersebut. Bahkan, meski target sempat ditetapkan, realisasinya nihil karena pungutan tetap dilakukan oleh pusat.

“Karena belum beralih, kita belum bisa menentukan target. Sempat kita pasang target, tapi hasilnya nol,” ungkapnya.

Oleh karena itu, DPRD Kepri menilai penetapan target PAD dari sektor labuh jangkar belum menjadi prioritas saat ini. Fokus utama adalah memperjuangkan peralihan kewenangan agar potensi labuh jangkar benar-benar memberikan manfaat langsung bagi daerah.

“Jadi kami tidak buru-buru soal target. Yang terpenting kewenangan ini bisa diupayakan beralih ke daerah, karena selama ini masih dipungut pusat,” pungkas Asmin. (*)

Artikel DPRD Kepri Minta Kewenangan Labuh Jangkar Dialihkan ke Pemerintah Daerah pertama kali tampil pada Kepri.

Sempat Semrawut, Dishub Anambas Tertibkan Parkir dan Lalu Lintas di Pelabuhan Tarempa

0
Petugas Dinas Perhubungan Dishub sedang mengarahkan pengendara sepeda motor yang hendak masuk ke dalam Pelabuhan Tarempa, Rabu, (28/1). F. Ihsan Imaduddin/Batam Pos.

batampos – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas mulai membenahi arus lalu lintas di kawasan Pelabuhan Tarempa. Langkah ini diambil untuk mengakhiri kondisi parkir semrawut yang selama ini kerap terjadi, terutama saat kapal penumpang sandar.

Selama ini, kawasan pelabuhan sering dipadati kendaraan, khususnya sepeda motor yang parkir sembarangan. Tak sedikit pengendara memaksakan masuk hingga ke area dermaga meski kapasitas parkir terbatas.

Kondisi tersebut kerap mengganggu arus keluar-masuk penumpang. Penumpang yang baru turun dari kapal harus berdesakan dengan kendaraan, bahkan berjalan di sela-sela motor yang terparkir tidak beraturan.

Situasi ini dinilai mengurangi kenyamanan, terutama bagi penumpang lanjut usia, anak-anak, serta wisatawan yang baru pertama kali tiba di Anambas. Selain itu, kondisi pelabuhan yang semrawut juga dinilai mencoreng citra daerah.

Pasalnya, Pelabuhan Tarempa merupakan pintu masuk utama Kabupaten Kepulauan Anambas. Jika dibiarkan tidak tertata, wajah pertama daerah yang dilihat pendatang justru terlihat amburadul.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Kepulauan Anambas, Nurullah, mengatakan pembenahan dilakukan segera setelah kondisi parkir di pelabuhan menjadi sorotan publik.

“Kita langsung benahi sistem arus lalu lintas. Pasca berita di Batam Pos terkait parkir semrawut naik minggu lalu,” ujar Nurullah, Rabu (28/1).

Menurutnya, pembenahan dilakukan dengan pengaturan ketat setiap kali kapal sandar. Dishub melibatkan petugas gabungan dari Satpol PP dan Satlantas untuk mengatur arus kendaraan dan memastikan proses naik-turun penumpang berjalan lancar.

Setiap kendaraan yang hendak masuk ke area pelabuhan akan diarahkan petugas. Apabila kapasitas parkir telah penuh, kendaraan tidak diperkenankan masuk dan langsung diarahkan ke luar kawasan pelabuhan.

“Kendaraan tidak boleh masuk kalau sudah penuh. Parkir di luar, baik motor maupun mobil. Kita utamakan kenyamanan penumpang,” jelas Nurullah.

Dengan pengaturan ini, area dermaga diharapkan steril dari parkir liar sehingga penumpang dapat berjalan dengan aman dan nyaman saat turun dari kapal.

Terkait rencana penerapan retribusi parkir di kawasan pelabuhan, Nurullah menyebut kebijakan tersebut belum diberlakukan karena masih dalam tahap kajian.

“Sementara ini fokus kita menata parkir dan lalu lintas agar tidak semrawut dan lebih manusiawi bagi penumpang,” tegasnya. (*)

Artikel Sempat Semrawut, Dishub Anambas Tertibkan Parkir dan Lalu Lintas di Pelabuhan Tarempa pertama kali tampil pada Kepri.

Play sound