ILUSTRASI. Warga Nogoloit mengungsi ke Kenyam setelah wilayahnya ditembaki KKB hingga terjadi baku tembak dengan TNI-Polri. (ANTARA/HO/Dok Polres Nduga)
batampos – Sebanyak 14 tenaga kesehatan yang terdiri dari dokter, perawat, bidan, dan nakes lainnya peserta program Nusantara Sehat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dievakuasi dari tugasnya di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat. Hal itu dilakukan setelah muncul ancaman keamanan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua, Sabtu (10/6) kemarin.
“Terima kasih kami ucapkan kepada pemda dan aparat setempat yang dengan sigap membantu evakuasi,” kata Direktur Jenderal Tenaga Kesehatan Kemenkes drg. Arianti Anaya, Minggu (11/6).
Program Nusantara Sehat sendiri merupakan program intervensi dari Kemenkes untuk membangun kesehatan terintegrasi yang mencakup aspek preventif, promotif, dan kuratif melalui penugasan khusus tenaga kesehatan berbasis tim. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan di daerah Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan (DTKP) serta daerah Bermasalah Kesehatan (DBK).
“Kami akan terus menginstruksikan dan mengingatkan Pemerintah Daerah yang masuk dalam kategori DTKP dan DBK agar menjaga keamanan dan kenyamanan para nakes yang ditugaskan dalam program Nusanta Sehat ini karena mereka sangat dibutuhkan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” pungkas Arianti.
Sebelumnya, pada Jumat siang tanggal (9/6) terjadi pertemuan pembentukan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) oleh KKB di Distrik Bamus Bama Kabupaten Tambrauw. Setelah diketahui, aparat TNI dan Polri membubarkan kegiatan tersebut.
Sebanyak 11 dari 23 orang yang mengikuti pertemuan tersebut ditangkap oleh TNI dan Polri sisanya melarikan diri.
Lokasi kejadian sendiri berada di wilayah kerja Puskesmas Yembun di mana terdapat 8 nakes peserta program Nusantara Sehat. Lokasi kejadian juga tidak jauh dari Puskesmas Syujak, lokasi penugasan khusus 6 orang nakes Nusantara Sehat.
Kejadian tersebut memicu adanya kondisi keamanan yang kurang kondusif sehingga Dinas Kesehatan Kabupaten Tambrauw meminta para nakes segera meninggalkan daerah tersebut. Seluruh nakes berhasil dengan selamat tiba di Sorong pada Sabtu dinihari. (*)
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY (kiri) dan istrinya, Annisa Pohan, saat ditemui di kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Minggu (14/5). (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)
batampos – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya merespons pernyataan Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yang menyatakan serius untuk melakukan kerja sama politik pada Pilpres 2024. Menurut Teuku Riefky, pihaknya selalu terbuka untuk berkomunikasi dengan seluruh partai politik, termasuk PDIP.
“Partai Demokrat selalu terbuka untuk berkomunikasi dengan seluruh partai politik, termasuk PDIP. Karena itu, kami menghormati dan menghargai pintu komunikasi yang telah disampaikan melalui pernyataan terbuka Sekjen PDIP, Mas Hasto,” kata Teuku Riefky kepada wartawan, Minggu (11/6).
Teuku Riefky menyatakan, pihaknya juga menyambut baik rencana silaturahmi Ketua DPP PDIP Puan Maharani dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Terlebih keduanya merupakan pemimpin muda, yang menatap masa depan untuk bangsa dan negara.
Partai Demokrat berpandangan, rencana pertemuan dan tawaran kerja sama tersebut, tidak sekedar membicarakan kontestasi Pilpres 2024. Tetapi lebih dari itu, juga dapat berdiskusi tentang berbagai permasalahan bangsa.
“Hal ini demi terwujudnya Indonesia yang bersatu, maju, adil, demokratis, dan sejahtera,” ucap Teuku Riefky.
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengungkapkan keseriusan partainya mengajak kerja sama Partai Demokrat di Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024. Ia mengatakan PDIP punya semangat gotong royong, sehingga bersedia membuka dialog.
“Makanya PDIP juga merangkul ya sambil menunggu,” kata Hasto saat ditemui usai Peresmian Rumah Sakit Terapung Laksamana Malahayati dan Kapal Kesehatan Rakyat di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (10/5).
Ia pun menyinggung perihal pencawapresan usulan Partai Demokrat yang belum turun dari Anies Baswedan. “Toh lamaran dari pak Anies ke Demokrat juga belum turun,” ujar Hasto.
Sehingga, tidak ada yang salah jika terbangun dialog antara PDIP dan Demokrat. “Itulah uluran tangan dri PDIP perjuangan dengan mengedepankan semangat persatuan dan kesatuan bangsa,” pungkasnya. (*)
Suasana salah satu ruangan dipasangi garis polisi usai polisi menemukan brankas diduga berisi narkoba di kampus UNM Parangtambung, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sulawesi Selatan. (ANTARA)
batampos – Keberadaan bungker narkoba di dalam kampus ternama di Makassar akhirnya terungkap. Lokasinya ada di dalam ruang sekretariat lembaga kemahasiswaan Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Makassar (UNM).
Sekretariat yang berada di Jalan Malengkeri Raya, Kecamatan Tamalate, Makassar, tersebut didatangi polisi pada Jumat (9/6) lalu. Aparat yang disebut dari Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sulsel itu telah memasang garis polisi di sana.
Menurut keterangan sejumlah mahasiswa FBS UNM kepada FAJAR, sekretariat itu sudah lama tidak digunakan. ”Di dalam sudah kurang mahasiswa, tinggal alumni. Ada juga beberapa orang luar,” ujar seorang mahasiswa yang tidak ingin disebutkan namanya. Dia mengatakan, ada lima orang yang diamankan polisi. Namun, dia tidak tahu apakah lima orang itu berstatus mahasiswa atau bukan.
Wakil Rektor III UNM Prof Andi Muhammad Idhan membenarkan bahwa polisi telah memasang garis polisi di salah satu gedung sekretariat lembaga kemahasiswaan FBS UNM. Kendati demikian, dia tidak sependapat jika temuan tersebut dikatakan bungker narkoba. ”Setelah saya melihat lokasi, ternyata yang dimaksud bungker itu tidak benar. Yang benar itu adalah brankas kecil yang berada di bawah lantai,” ujarnya saat ditemui di depan FBS UNM kemarin.
Pihak kampus, menurut dia, berkeberatan dengan pemberitaan yang menyebut istilah bungker narkoba. Sebab, istilah itu bisa membuat orang menganggap bungker adalah lubang yang besar. Padahal, ukuran brankas tersebut hanya sekitar 40 x 40 cm. Brankas tersebut memang ditanam di dalam tanah. ”Kalau kedalamannya, saya nggak sempat lihat bagaimana. Tapi, itu semacam brankas yang ditanam,” bebernya.
Idhan mengaku tidak tahu isi brankas tersebut. Namun, informasi yang beredar, di dalamnya berisi ganja. Idhan juga membenarkan soal penangkapan lima orang. Setelah pihaknya menelusuri, yang diamankan ternyata adalah alumni. ”Mereka bukan mahasiswa UNM. Mereka alumni UNM,” jelasnya. ”Tapi, jika nanti ada mahasiswa yang terlibat, pihak kampus akan melakukan pemecatan,” lanjutnya.
Sementara itu, Kabidhumas Polda Sulsel Kombespol Komang Suartana membenarkan soal penangkapan lima orang di kampus UNM. Namun, Komang belum mengetahui status tersangka apakah mahasiswa atau alumni. Komang juga meluruskan informasi penemuan bungker narkoba itu. Menurut dia, istilah bungker yang dipakai polisi hanya konotasi. ”Itu memang bukan bungker, hanya konotasi. Itu kan ditanam dengan menggunakan safety box di dalam kamar,” terangnya.
Bukan Kasus Pertama
Temuan narkoba di UNM ternyata bukan kasus pertama. Pada 2013, polisi juga pernah menemukan narkoba di dalam kampus tersebut. Namun, penanganan kasus tersebut dan barang buktinya hingga kini belum jelas.
Hal itu disampaikan kriminolog UNM Prof Heri Tahir. Dia menjelaskan, pada 2013, dirinya masih menjabat wakil rektor III UNM. ”Jujur saja saya katakan, tahun 2013 dulu itu pernah ada penemuan 1 kg (narkoba, Red) di UNM. Itu polisi yang temukan. Saya masih WR III waktu itu,” bebernya. Setelah proses berjalan, lanjut dia, tidak ada yang benar-benar serius mengungkap penemuan barang haram itu. ”Setelah saya usut, saya pertanyakan mana itu barang bukti, tidak ada yang menunjukkan. Dirnarkoba polda (kala itu) juga begitu, polrestabes juga. Kalau saya sebenarnya, kasus seperti itu harus dibuka selebar-lebarnya supaya orang jangan berburuk sangka dan sebagainya,” katanya.
Prof Heri menyebutkan, dirinya masih menuntut penemuan 1 kg narkoba tersebut diungkap ke publik. ”Sampai sekarang saya tuntut itu, bagaimana itu bukan barang sedikit. Lebih dari 1 kg yang masih dalam kemasan dan sudah dipelintir begitu dengan timbangan,” ujarnya. (*)
Ilustrasi. Calon jamaah haji Indonesia mengikuti salat Jumat di Masjidilharam, Makkah. (EWY MAHARANI – Kaltim Post)
batampos – Kementerian Agama mengevaluasi cara pembelian hewan untuk pembayaran dam (denda) bagi jemaah haji di Makkah. Penyebabnya, harga hewan dianggap janggal lantaran di bawah pasaran. Ada dugaan penyedia jasa layanan dam hanya menerima uang, tapi tidak dibelikan hewan dan disembelih.
Kejanggalan itu muncul setelah melihat besaran harga hewan untuk pembayaran dam. Satu kambing dihargai 300–350 riyal. Padahal, harga pasaran dua kali lipatnya. ”Kami survei ke beberapa tempat yang memiliki otoritas perdagangan dan penyembelihan hewan. Katanya harga segitu mustahil,” jelas Direktur Bina Haji dan Umrah Kemenag Arsyad Hidayat di Makkah.
Selama ini pembelian hewan untuk pembayaran dam dikelola perseorangan dan lembaga setempat yang ditunjuk jemaah atau kelompok tertentu. Jemaah hanya membayar sebesar harga hewan yang disebutkan penyedia jasa tersebut tanpa melihat proses penyembelihan dan penyaluran daging sampai akhir. Jemaah tidak tahu persis apakah hewan yang dibeli benar-benar disembelih dan disalurkan dagingnya atau tidak.
Arsyad semakin heran ketika harga hewan yang selama ini 300–350 riyal disebutkan sudah termasuk paket dengan biaya mengunjungi situs religi. ”Akhirnya jadi tanda tanya,” ucapnya.
Arsyad kemudian menunjuk tim untuk survei ke beberapa tempat guna mencari lembaga yang merupakan otoritas resmi dan berizin dalam mengelola penyembelihan hewan untuk pembayaran dam. Dari sana dikeluarkan kebijakan pembayaran dam dilakukan melalui lembaga resmi yang ditunjuk. ”Sementara berlaku untuk petugas haji dulu. Nanti bertahap bisa ke jemaah,” ucapnya.
Dari survei yang dilakukan, harga satu hewan berkisar 600 riyal. Itu sudah termasuk biaya penyembelihan, pembersihan, penyimpanan, hingga penyaluran untuk wilayah distribusi Makkah. Menurut dia, harga itu sangat rasional.
Kementerian Agama juga sedang berdiskusi dengan Baznas terkait rencana penyaluran daging kambing dari pembayaran dam disalurkan di Indonesia.
Pada bagian lain, jemaah haji Indonesia diminta menggunakan bus Shalawat yang telah disediakan untuk mobilitas dari hotel ke Masjidil haram. Imbauan itu kembali dipertegas setelah ada seorang jemaah menjadi korban kejahatan di Makkah. Pelaku menodongkan sajam dan meminta tas pinggang yang di dalamnya berisi uang dan paspor.
Kepala Bidang Perlindungan Jemaah Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Harun Ar Rasyid mengatakan, pihaknya sudah mengidentifikasi modus pelaku kejahatan. Hasil identifikasi itu dijadikan bahan sosialisasi kepada jemaah, baik sebelum berangkat maupun ketika tiba di Tanah Suci. ”Petugas sudah menyosialisasikan apa saja yang harus dihindari,” katanya.
Dia menjelaskan, salah satu modus operandi pelaku kejahatan adalah mengincar jemaah yang lepas dari rombongan, lansia, dan seperti tidak tahu arah jalan pulang. Pelaku kemudian mendekat untuk pura-pura menolong dengan mengantar pulang.
Untuk menghindari hal seperti itu, jemaah diwanti-wanti agar berangkat dan pulang dari Masjidilharam menggunakan bus Shalawat. ”Hindari menggunakan taksi atau mobil sewa. Kecuali jika mendesak,” imbuh Harun.
Sementara itu, hingga kemarin (10/6) tercatat 50 kloter jemaah sudah menyelesaikan umrah wajib. Itu seiring pergerakan jemaah dari Madinah ke Makkah sejak 1 Juni 2023 serta kedatangan jemaah dari Indonesia ke Makkah pada 8 Juni 2023. ”Masih ada beberapa kloter yang belum selesai, tentu akan meluncur di Terminal Syib Amir untuk melaksanakan rangkaian ibadah umrah perdana atau umrah wajib,” tutur Kasektor Khusus Masjidilharam Daker Makkah PPIH Arab Saudi Slamet Budiyono. (*/mia/c7/fal)
Kapolsek Batuampar, Kompol Dwihatmoko Wiroseno bersama Kanit Reskrim Polsek Batuampar menginterogasi pelaku pencurian saat ekspos di Mapolsek Batuampar, Kamis (8/6). F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos – Unit Reskrim Polsek Batu Ampar menangkap Randi Andika, 26, di kosannya kawasan Jodoh. Pria yang berprofesi sebagai buruh bangunan ini mencuri peralatan renovasi rumah toko (ruko) di Komplek Wira Mustika Blok C Nomor 12, Jodoh.
Kapolsek Batuampar, Kompol Dwihatmoko Wiroseno mengatakan, kasus pencurian ini berawal saat pelaku melintas di depan ruko pada pertengahan Mei lalu. Saat itu, pelaku melihat ada ruko yang saat itu sedang dalam pengerjaan renovasi.
“Ruko itu sedang direnovasi dan ditinggal pekerjanya Salat Jumat. Pelaku melihat pintu ruko hanya ditutup dengan triplek,” ujar Moko.
Moko menjelaskan, pelaku langsung masuk ke dalam ruko, dan mengambil barang-barang pertukangan. Seperti kompresor, grinder, dan alat potong kayu.
“Pelaku membawa alat tukang itu dengan motor. Pelaku bolak-balik mengangkut barang hasil curiannya,” katanya.
Awalnya, barang hasil curian tersebut disimpan pelaku disalah satu ruko kosong, yang tidak jauh dari lokasi tempat pencurian.
“Barang-barang itu dipindahkan dan disembunyikan dulu. Baru diangkut pelaku pakai motor,” ungkap Moko.
Kepada polisi, pelaku mengaku melakukan pencurian secara spontan. Ia mengaku peralatan tersebut akan digunakan dalam pekerjaannya sebagai buruh bangunan.
“Mau saya gunanakan untuk kerja,” ujarnya singkat. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 362 KUHP tengtang pencurian, dengan ancaman penjara maksimal 7 tahun. (*)
Saudi Tourism Authority atau Otoritas Pariwisata Saudi (STA) bekerja sama dengan Lion Air meluncurkan kampanye wisata musiman terbaru “Rethink Summer” Saudi. Foto: Istimewa untuk Batam Pos
batampos – Saudi Tourism Authority atau Otoritas Pariwisata Saudi (STA) bekerja sama dengan Lion Air meluncurkan kampanye wisata musiman terbaru “Rethink Summer” Saudi.
Kolaborasi ini bertujuan untuk menginspirasi para pelancong Indonesia dan mempromosikan Saudi sebagai destinasi musim panas yang unik dan menarik.
“Indonesia memiliki populasi Muslim terbanyak di dunia dan melalui kerjasama ini, kami akan menciptakan dan mempertahankan permintaan perjalanan ke Saudi, terutama menjalankan ibadah. Kolaborasi ini sebagai langkah terbaik dalam memperkuat hubungan bilateral bagi Saudi dan Indonesia serta maskapai. Lion Air sangat yakin akan mencapai tujuan dari Kampanye Rethink Summer ini,” jelas Achmad Hasan, Group Commercial Director of Lion.
Sebagai tujuan pariwisata yang sangat popular, Saudi mendorong para wisatawan Indonesia melakukan perjalanan musim panas tahun ini untuk mengeksplorasi destinasi yang unik dan beragam serta menemukan kearifan lokal Arab yang autentik.
Lion Air, sebagai maskapai penerbangan di Indonesia terus berkomitmen untuk memperluas aksesibilitas perjalanan udara rute internasional bagi para wisatawan Indonesia ke Saudi.
“Musim panas ini, kami akan memiliki acara hiburan yang istimewa untuk semua orang. Peran penting adalah mendukung mitra kami seperti Lion Air untuk terus memperkenalkan model liburan dalam memperoleh pengalaman-pengalaman baru yang belum terungkap serta menggali potensi yang luar biasa dari beragam objek wisata. Saat ini kami sangat optimis bisa mencapai tujuan spektakular dengan menyambut 100 juta kunjungan pada 2030,” ujar Alhasan Aldabbagh, President of APAC Markets at Saudi Tourism Authority.
Kampanye “Rethink Summer” ini untuk mempopularkan keberagaman yang menawan dari Saudi kepada dunia, mulai dari pegunungan hijau yang sejuk hingga pantai Laut Merah dan Teluk Arab.
Musim panas di Saudi telah menjadi tempat liburan dengan aktivitas beragam antara lain berkuda di Pusat Equestrian Al Jazeera, bahari (perjalanan perahu dan menyelam) di Jeddah, menjelajahi desa Muftaha, Al Souda, sebuah taman pegunungan, Danau Waduk Abha serta desa bersejarah Rijal Al Maa di Abha, menikmati panorama Pegunungan Al Hada termasuk mengunjungi “Kota Mawar”.(*)
batampos – Seorang tahanan titipan Kejaksaan Negeri Batam berinisial AB ditemukan tewas dengan kondisi gantung diri di ruang tahanan Polsek Lubuk Baja. Peristiwa tersebut di benarkan oleh Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, bahwa diketahui pada Sabtu lalu jam 00.45 WIB piket Pawas Polsek Lubuk Baja melaksanakan pengecekkan sel tahanan dan di dapati seorang pria tahanan titipan Kejaksaan meninggal dengan posisi tergantung di balik dinding.
“Kondisinya dengan posisi leher terikat seutas tali yang diikatkan ke tiang besi dinding,”ujarnya, Minggu (11/6).
Selanjutnya, tali tersebut di dapati dari celana training bewarna hitam yang saat itu digunakan oleh korban tersebut, dan pada pukul 01.10 WIB personil Unit Inafis dan piket Sat Reskrim Polresta Barelang tiba di TKP.
“Dari hasil olah TKP dan hasil visum di duga bunuh diri dan dari hasil visum pula tidak ditemukan tanda kekerasan,” jelasnya.
Sebelumnya, Kasi Intel Kejari Batam, Andreas Tarigan menyampaikan bahwa korban yakni AB merupakan tahanan kasus Kasus 365, pencurian dengan kekerasan.
Rencananya ia (korban) akan di pindahkan ke Rutan kelas IIA Batam, namun hasil pemeriksaan COVID-19 reaktif.
“Tahanan tersebut sudah diserahkan ke kejaksaan. Rencananya mau dipindahkan ke rutan, tapi keren hasil tes COVID-19 reaktif sehingga belum dipindahkan ke Rutan. Dalam masa penundaan yang bersangkutan meninggal,” tutupnya. (*)
Sejumlah penumpang memadati area kebaerangkatan Terminal 3, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang. (Hanung Hambara/Jawa Pos)
bandara – Pemerintah kembali melakukan relaksasi mobilitas pada masa transisi endemi Covid-19. Tidak ada lagi ketentuan wajib vaksinasi sebagai syarat melakukan perjalanan.
Juru Bicara Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah mencabut Public Health Emergency of International Concern (PHEIC). Hal itu merupakan momen yang tepat untuk menyesuaikan kebijakan protokol kesehatan bagi pelaku perjalanan dalam dan luar negeri, kegiatan skala besar, maupun kebijakan di fasilitas publik. ”Demi memaksimalkan perekonomian Indonesia dan proses transisi endemi, satgas Covid-19 telah melakukan relaksasi kebijakan dengan mengeluarkan Surat Edaran (SE) No 1 Tahun 2023,” kata Wiku kemarin.
SE terbaru tersebut sekaligus mencabut SE No 24/2022 tentang Pelaku Perjalanan Dalam Negeri, SE 25/2022 tentang Pelaku Perjalanan Luar Negeri, SE 20/2022 tentang Kegiatan Skala Besar, dan SE 19/2021 tentang Satgas di Fasilitas Publik.
Secara umum, SE terbaru mengatur terkait protokol kesehatan kepada seluruh masyarakat yang hendak melakukan perjalanan dalam dan luar negeri, pelaku kegiatan berskala besar, dan kegiatan di fasilitas publik. Vaksinasi Covid-19 hingga booster kedua dianjurkan, terutama bagi mereka yang rentan seperti lansia dan memiliki komorbid.
Sejak SE baru dikeluarkan, diperbolehkan tidak menggunakan masker bagi masyarakat yang dalam keadaan sehat dan tidak berisiko penularan Covid-19. Hand sanitizer dan mencuci tangan dengan sabun tetap dianjurkan. Lalu, jaga jarak dianjurkan bagi mereka yang tidak sehat dan berisiko menularkan Covid-19. Pengelola transportasi, fasilitas publik, maupun penyelenggara kegiatan skala besar diminta terus mengingatkan terkait hal ini.
Terpisah, VP Public Relation KAI Joni Martinus menyatakan, pihaknya masih menunggu SE menteri perhubungan sebagai turunan SE terbaru satgas Covid-19. Menurutnya, SE Menhub selalu menjadi acuan KAI terkait teknis aturan tersebut pada sektor perkeretaapian. ”Apabila nantinya surat edaran menteri perhubungan tentang perubahan persyaratan naik kereta api sudah terbit, KAI akan mendukung dan mematuhi kebijakan tersebut serta segera menyosialisasikan kepada masyarakat,” kata Joni.
Hingga kemarin, KAI masih menerapkan kebijakan vaksin sebagai syarat naik kereta api dan mewajibkan penumpang KA memakai masker. ”KAI berkomitmen menyelenggarakan angkutan kereta api dengan sehat, aman, dan nyaman,” imbuhnya. (*)
PMI non Prosedural yang dideportasi dari Malaysia dipulangkan melalui sejumlah pelabuhan di Kepri, Sabtu (9/6).
batampos – Pemerintah Malaysia dan Konsulat Indonesia di Malaysia, kembali mendeportasi dan repatriasi, seratusan Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural, Sabtu (10/6).
Dari data yang didapat Batam Pos, ada sebanyak 163 orang dipulangkan ke Indonesia, melalui Pelabuhan Sri Bintan Pura, Tanjungpinang. Sebanyak 55 orang dengan status deportasi, dan 108 orang repatriasi.
Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepri, Amingga M Primastito mengatakan, sejak awal tahun hingga bulan ini, sudah sebanyak 1.214 orang dipulangkan dari Malaysia.
“Ya, semuanya PMI non prosedural. Mereka ini tidak memiliki dokumen,” kata Amingga kepada Batam Pos, Sabtu (10/6).
Amingga mengatakan, para PMI non prosedural ini, kebanyakan berasal dari Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur, Sumatera Utara, Aceh dan Jawa Tengah. Para PMI non prosedural itu, tak semua masuk melalui Batam atau Kepri.
Ada yang masuk melalui Bengkalis, Dumai, Tanjung Balai Asahan. Lalu, ada juga yang berangkat melalui Bandara Soekarno Hatta, Jakarta.
“Untuk wilayah Batam, ada yang masuk melalui pelabuhan resmi. Ada juga yang masuk (ke Malaysia) melalui pelabuhan tak resmi, atau yang sering disebut jalur tikus,” ucap Amingga.
Problem PMI non prosedural ini, kata Amingga, adalah tidak memiliki dokumen bekerja, tidak punya paspor atau jika punya paspor sudah lewat waktunya (overstay). Selain itu, ada yang dideportasi akibat permasalahan kriminal.
“Kebanyakan mereka bekerja sudah diatas 5 tahun. Tapi, juga ada baru datang beberapa hari, dan sudah ditangkap pihak otoritas Malaysia,” ujar Amingga.
Amingga mengatakan, tak semua cerita PMI non prosedural bahagia. Beberapa PMI non prosedural mengaku mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan selama di penjara atau depot tahanan imigresen
Selain itu, Amingga mengatakan, dari cerita para PMI non prosedural, ingin bekerja dari Malaysia secara legal. Akibat keterbatasan informasi, dan pemahaman mereka.
Sehingga, mereka memilih jalur non prosedural berangkat ke Malaysia. Penyebab lainnya adalah proses yang dianggap berbelit-belit.
Para PMI non prosedural itu, kata Amingga butuh kerjaan cepat. “Mereka itu paham, tidak memiliki keterampilan yang dipersyaratkan di dalam Undang-Undang no 18 tahun 2017. Namun, mereka hanya ingin bekerja sebagai buruh bangunan atau di perkebunan (yang tidak terlalu membutuhkan skill),” ujar Amingga.
Kepada Amingga, para PMI non prosedural itu menitipkan pesan, agar pemerintah dalam memfasilitasi mereka, bisa bekerja di luar negeri dengan proses cepat, mudah dan murah.
“Keinginan mereka tidak muluk-muluk,” ujar Amingga.
Atas permintaan itu, Amingga mengatakan, bahwa ada prosedur yang bisa membuat para PMI non prosedural ini bekerja cepat di luar negeri. Namun, terkadang kurangnya sosialisasi dan pemahaman, membuat mereka berangkat ke luar negeri secara non prosedural.
“Penegakkan hukum oleh Polri terhadap para pelaku pengiriman PMI non prosedural, tetap menjadi hal yang utama. Namun, pemerintah daerah juga harus memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakatnya,” tutur Amingga.
Ia mengatakan, tidak akan pernah bosan-bosannya, mengimbau masyarakat agar bekerja di luar negeri secara prosedural. Informasi itu bisa didapat di kantor dinas tenaga kerja atau BP3MI.
“Jangan sekali-kali terbujuk rayuan, ajakan iklan lowongan kerja yang tidak jelas kebenarannya. Cek dulu, berangkat prosedural atau tidak ini. Jika tidak, jangan berangkat,” tuturnya. (*)
Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Evangelin Sasingen (kanan kemeja merah) saat melihat maket IPAL di bengkong, Batam. Foto: BP Batam untuk Batam Pos
batampos – BP Batam menerima kunjungan kerja Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Sulawesi Utara, Rabu (7/6/2023).
Berlangsung di Gedung Marketing Center BP Batam, pembahasan terkait sistem pengelolaan air minum dan limbah di Batam.
Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Evangelin Sasingen, menyampaikan, BP Batam sangat luar biasa dalam mengelola sistem pengelolaan air waduk dan limbah domestik dengan baik.
Hal ini pula yang menjadi atensi Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro untuk diadopsi ke depannya.
“Kami melihat Batam memiliki sistem pengelolaan air waduk dan limbah domestik yang baik untuk diadopsi sebagai strategi di Kepulauan Siau Tagulandang Biaro” ujarnya.
Ia mengungkapkan jika pengelolaan air dan limbah di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro mempunyai kesulitan dalam segi pengelolaan air bersih, air minum dan limbah.
Oleh sebab itu, lanjut Evangelin, pihaknya datang melakukan studi komparatif dengan harapan bisa melakukan pengelolaan air dan limbah dengan baik dan dapat melayani masyarakat dengan maksimal.
“Kami mengandalkan air hujan sama dengan Batam. Kami memiliki satu waduk yang tidak bisa di fungsikan secara maksimal. Oleh sebab itu kami kesini belajar, bagaimana Batam mengelola sehingga dari yang tidak punya air tanah dan mengandalkan waduk untuk tampungan hujan, yang bisa melayani masyarakat yang luar biasa dengan pengelolaannya,” katanya.
Sementara, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, melalui General Manager SPAM Hilir BU SPAM, Djohan Effendy, menyambut baik kunjungan tersebut.
Dalam kesempatan itu, Djohan memaparkan kiat sukses BP Batam dalam pengembangan dan potensi ketersediaan air waduk dan limbah di Batam.
“selama ini, kegiatan industri dan rumah tangga di Batam disokong oleh enam waduk besar yang masih aktif, yaitu Waduk Duriangkang, Sei Ladi, Nongsa, Mukakuning, Tembesi, dan juga Sei Harapan,” ujar Djohan.
Menurutnya, BP Batam terus menggesa langkah-langkah peningkatan kapasitas produksi air di Kota Batam, sehingga masyarakat dapat menikmati air lebih maksimal dan merata.
Selain itu, BP Batam dibawah kepemimpinan Muhammad Rudi, BP Batam telah berkomitmen untuk menjaga kelestarian air baku di waduk-waduk Kota Batam untuk peningkatan ketahanan air, baik jangka pendek, menengah dan jangka panjang.
“Mudah-mudahan kunjungan kerja ini bisa bermanfaat untuk menjaga dan mengelola ketersediaan air baku pada waduk-waduk di Kepulauan Siau Tagulandang Biaro” ujarnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke WWTP Bengkong Sadai dan Waduk Muka Kuning.(*)