Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 5390

PBNU Gagas Forum Dialog Antaragama dan Budaya dalam KTT ASEAN

0
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya. ( Antara)

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggagas forum dialog antaragama dan budaya dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN. Adapun foum itu digelar pada September mendatang.

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menjelaskan, pihaknya sudah menyampaikan gagasan tersebut kepada Presiden RI Joko Widodo.

“Kami mohon izin kepada Presiden untuk menyelenggarakan forum ini dan beliau memberi izin, sekarang kami sudah siap segala sesuatunya,” kata Gus Yahya, sapaan akrabnya, saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, dikutip dari Antara Jumat (9/6).

Gus Yahya menjelaskan, kedatangannya menghadap Presiden Jokowi adalah selain melaporkan perkembangan gagasan forum dialog antaragama, juga meminta saran terkait waktu pelaksanaan di tengah KTT ASEAN ke-43 yang digelar di Jakarta pada 5-7 September 2023.

Ia juga meminta Presiden Joko Widodo dapat membuka dan memberikan pidato kunci dalam forum yang bernama “ASEAN Intercultural and Interreligious Forum” tersebut.

Menurut Gus Yahya, forum ini digelar dengan semangat yang sama saat PBNU juga menggagas R20, yakni forum para pemimpin agama-agama dan sekte-sekte dengan peserta utama dari negara-negara anggota G20. Forum ini memanfaatkan posisi presidensi Indonesia pada 2022.

“Ini semangatnya sama dengan R20, semangatnya sama, tapi karena ini terkait dengan ASEAN nanti kami tidak akan menggunakan nama R20, ini forum ASEAN, forum antar agama dan antar budaya ASEAN,” katanya.

Adapun dalam keketuaannya di ASEAN pada tahun ini, Indonesia mengusung tema “ASEAN Matters: Epicentrum of Growth” yang bermakna ASEAN penting dan relevan sebagai pusat pertumbuhan dunia.

Ada tiga elemen penting dalam makna ASEAN Matters, yakni penguatan kapasitas dan efektivitas ASEAN, persatuan ASEAN, dan sentralitas ASEAN.

Sementara di bawah pilar Epicentrum of Growth, Indonesia berupaya untuk memastikan unsur-unsur penting di kawasan yang terdiri atas arsitektur kesehatan, ketahanan energi, ketahanan pangan, dan stabilitas keuangan. (*)

Reporter:JP Group

Korban Pencabulan di Ponpes Nongsa Dianiaya dan Diancam Pelaku

0
ilustrasi pencabulan
Ilustrasi pencabulan. (jpg)

batampos – Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Barelang menangkap AR, anak pondok pesantren di kawasan Batu Besar, Nongsa. Remaja 15 tahun ini mencabuli adik kelasnya, DKF, 14.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Budi Hartono mengatakan perbuatan pelaku terkuak setelah korban melapor ke pengurus pondok. Kemudian pengurus pondok menghubungi kedua orangtua korban pencabulan ini.

“Orangtua datang ke pondok, dan diceritakan langsung oleh korban,” ujar Budi.

Baca Juga: Kondisi Korban Kejahatan Seksual di Pesantren Nongsa Belum Pulih Seutuhnya

Budi menambahkan pencabulan itu dilakukan pelaku saat malam pergantian tahun kemarin. Awalnya, pelaku mendatangi kamar dan memanggil korban.

Kemudian korban dilecehkan, dan dianiaya dengan membenturkan kepala ke dinding, dan mengancamnya.

“Pelaku sempat mengancam. Kalau berteriak dia akan melakukan lebih,” kata Budi.

Budi menambahkan dari pemeriksaan, motif pencabulan tersebut karena selama di pondok, pelaku menjalani hubungan dengan korban.

“Korban dan pelaku ini pacaran. Masih anak-anak,” ungkapnya.

Baca Juga: Dituding Menggelapkan Mobil Sport Lelang, Ini Sanggahan Bea Cukai Batam

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 81 dan atau Pasal 82 Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (*)

Reporter: YOFI YUHENDRI

Gratis, Pengda IJTI Kepri Gelar Kegiatan Kehumasan

0
IJTI
Ketua IJTI Kepri, Gusti Yennosa. Foto: Istimewa untuk Batam Pos

batampos – Pengurus Daerah Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (Pengda IJTI) Kepri akan menggelar pelatihan Kehumasan se-Provinsi Kepulauan Riau. Kegiatan ini akan dilaksanakan di Hotel Planet pada Rabu (21/6/2023) mendatang.

Ketua IJTI Kepri, Gusti Yennosa, mengatakan, kegiatan ini adalah program Pengda IJTI Kepri. Kegiatan ini akan diikuti oleh seluruh instansi pemerintahan yang ada di Kepulauan Riau dan diperkirakan diikuti 150 peserta.

“Kita harapkan setiap instansi pemerintahan TNI Polri, Kejaksaan, Basarnas, BPBD, Pemprov dan Pemko serta Pemkab se-Kepri mengikuti program pelatihan ini. Setiap instansi dapat mengirimkan minimal dua staf humasnya, bisa dua bisa lebih,” ujar wanita yang akrab di sapa Oca.

Baca Juga: Ini Penjelasan Bea Cukai Batam Terkait Tudingan Penggelapan Barang Lelangan

Oca menekankan, di zaman sekarang harus melek teknologi dan humas sangat dibutuhkan oleh teman-teman jurnalis televisi. Menurutnya, saat ini rekaman video dari teman-teman humas di lapangan masih belum memenuhi standart produksi televisi.

Direncanakan Pengda IJTI kepri akan mengghadirkan nara sumber dari Pengurus IJTI Pusat dan yang sudah berpengalaman di televisi nasional.

“Pelatihan ini kesempatan yang sangat berharga, karena apa. Karena narasumber yang kita hadirkan sudah berpengalaman di televisi nasional. Sayang kalau tidak dimanfaatkan. Ada ketua umum IJTI dan juga Pimred televisi nasional,” kata Oca yang juga jurnalis MNC Grup ini.

Baca Juga: Reklamasi Samping Gedung Sumatera Expo, Ternyata Tak Berizin

Oca menegaskan, kegiatan ini gratis alias tidak dipungut biaya sama sekali. Selain gratis nantinya para peserta juga akan diberikan sertifikat, pertanda kalau ia telah mengikuti pelatihan yang sangat berharga ini.

“Peserta tidak kita pungut biaya sepeser pun. Ini gratis ” tutupnya.(*)

Reporter: Yofi Yuhendri

Wapres RI Akhiri Kunker ke Kepri Dengan Wisata Religi di Pulau Penyengat

0
Wakil Presiden Republik Indonesia K.H Ma’ruf Amin berkunjung ke pulau Religi dan Bersejarah yaitu Pulau Penyengat, Tanjungpinang, Kamis (8/6).

batampos– Wakil Presiden Republik Indonesia K.H Ma’ruf Amin melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) selama dua hari di Provinsi Kepri. Kunker orang nomor dua di RI ini diakhiri dengan berkunjung ke pulau Religi dan Bersejarah yaitu Pulau Penyengat, Tanjungpinang, Kamis (8/6).

Dalam kunjungannya ke pulau Penyengat Wapres Ma’ruf Amin didampingi oleh Ibu Wury Ma’ruf Amin, Gubernur Kepri H. Ansar Ahmad dan Hj. Dewi Kumalasari Ansar. Perjalanan menuju Pulau Penyengat ditempuh menggunakan Kapal Kepri 01 dari VIP Pelabuhan Sri Bintan Pura di Kota Tanjungpinang.

Setibanya di pulau Penyengat Wapres dan Gubernur Ansar langsung berziarah ke makam Raja Ali Haji. Di sana Wapres langsung memimpin jalannya doa bersama serta menaburkan doa diatas pusara.

Wapres juga menyempatkan untuk berkeliling area makam yang merupakan komplek pemakaman keluarga kerajaan. Di sana, terdapat bangunan yang berisi makam Engku Putri dan Raja Haji Abdullah serta istrinya yang merupakan anggota Kerajaan Riau-Lingga di masa silam.

Setelahnya, Wapres dan Gubernur Ansar langsung bergegas ke Balai Maklumat Kebudayaan Melayu Pulau Penyengat dan setelahnya Wapres dan Gubernur Ansar menuju Masjid bersejarah yaitu Masjid Raya Sultan Riau Penyengat.

Dalam Konferensi pers, Wapres mengaku terpukau dengan peninggalan situs-situs yang sangat bersejarah di masa lalu di pulau Penyengat. Ia merasa para Raja-raja Kerajaan Riau Lingga di zaman dulu sungguh hebat karena bisa membangun pusat peradaban Melayu di Kepri.

BACA JUGA:BKKBN Kampanyekan KIE Percepatan Penurunan Stunting di Pompong di Penyengat

“Saya meminta situs-situs bersejarah di pulau Penyengat harus dijaga kelestariannya sehingga pulau Penyengat bisa menjadi salah satu daerah wisata religi di Indonesia maupun di Dunia, kalau itu terwujud, saya yakin kedepannya akan berdampak kepada ekonomi syariah di Kepri,” ujar Wapres Ma’ruf Amin.

Wapres Ma’ruf Amin juga sangat sangat terkesan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam sejarah, budaya, dan spiritualitas di Pulau Penyengat.

“Banyak ilmu dan sejarah yang dapat diambil dari kunjungan ini. Warisan sejarah yang masih terjaga dan terpelihara dengan baik”, ungkapnya.

Selanjutnya, Wapres berharap kepada Pemprov dan masyarakat Kepri untuk bersama-sama menjaga kelestarian budaya di Pulau Penyengat.

“Menjaga kelestarian budaya merupakan suatu hal yang wajib kita lakukan, dengan mengenalkan peninggalan budaya asli daerah kepada masyarakat luar maka kebudayaan tersebut akan terus terjaga dengan baik dan tidak hilang ditelan kemajuan zaman,” tegasnya.

Sementara itu, Gubernur Ansar mengucapkan selamat datang dan berterima kasih karena Wapres Ma’ruf Amin dan rombongannya telah mengunjungi pulau Penyengat yang juga merupakan salah satu destinasi wisata di Tanjungpinang.

“Kami mengucapkan selamat datang di pulau Penyengat yang merupakan salah satu daerah wisata religi di Kepulauan Riau. Seperti yang selalu diistilahkan masyarakat, tidak sah berkunjung ke Kepri jika tidak berkunjung ke Pulau Penyengat,” ucapnya.

Ditambahkannya, di Pulau Penyengat menyimpan sejumlah sejarah kerajaan. Semua dapat terlihat dari sisa bangunan-bangunan kerajaan, juga barang peninggalan lainnya yang bersejarah dimasa kejayaan kerajaan.

“Dari peninggalan-peninggalan tersebut membuktikan bahwa dahulu di Pulau Penyengat merupakan sebuah kerajaan yang maju,” tutupnya. (*)

“Ana” dan “Antum”, Indonesia

0
Erwin Maulana Sadewo

BAHASA Arab merupakan salah satu bahasa tertua di dunia yang masih aktif
digunakan hingga saat ini.

Bahasa ini digunakan di dalam Al-Qur‘an dan di dalam ibadah umat Islam. Selain
itu, bahasa Arab digunakan pula sebagai bahasa akademik ilmu keislaman
bersama dengan bahasa Persia.

Oleh karena itu, Indonesia sebagai negara yang berpenduduk muslim terbesar di
dunia tentunya tidak dapat menghindari penggunaan bahasa Arab.

Bahasa Indonesia berakar dari bahasa Melayu. Sejalan dengan penyebaran
agama Islam di Nusantara dahulu, banyak kosakata bahasa Arab yang diserap ke
dalam bahasa Melayu kemudian diadopsi ke dalam bahasa Indonesia.

Beberapa contohnya adalah kata “salam” yang berarti ucapan selamat, “hayat”
yang berarti hidup, dan “almarhum” yang digunakan sebagai tambahan nama
untuk orang yang sudah meninggal.

Baca juga: Membaca Kegelisahan Literasi Sastra di Masyarakat Adat Kepri

Seiring waktu, bahasa Indonesia terus berkembang dan mendapatkan pengaruh
dari bahasa-bahasa lain, seperti bahasa Belanda, Inggris, atau bahasa daerah.
Beberapa tahun ke belakang, terjadi tren penggunaan kosakata bahasa Arab,
khususnya oleh masyarakat muslim Indonesia. Misalnya terdapat dalam
percakapan berikut ini.

Guru: (menyelesaikan penjelasan dalam bahasa Arab) “Syukran ‘ala
ihtimāmikum, faḥimtum?” / Murid: ? / Guru : “Terima kasih atas perhatian
kalian, apa sudah paham?” / Murid: “Belum, Ustaz (panggilan untuk guru), boleh
tolong dijelaskan kembali?” //

Percakapan pada contoh di atas adalah bentuk alih kode atau code switching
yang terjadi karena belum pahamnya murid terhadap makna kalimat bahasa
Arab yang disampaikan oleh gurunya.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), alih kode adalah penggunaan
bahasa lain atau variasi bahasa lain untuk menyesuaikan diri dengan peran atau
situasi lain ataupun dikarenakan adanya partisipan yang lain.

Sementara itu, menurut Jendra (2001), alih kode adalah situasi ketika seorang
pembicara dengan sengaja mengganti bahasa yang sedang digunakan karena
suatu alasan.

Baca juga: Mahasiswa Tanjungpinang Mengakses UKBI Adaptif Merdeka

Selain alih kode, kita dapat menemukan tren lain berupa campur kode. Menurut
KBBI, campur kode adalah penggunaan satuan bahasa dari satu bahasa ke bahasa
lain untuk memperluas gaya bahasa atau ragam bahasa, pemakaian kata, klausa,
idiom, sapaan, dan sebagainya.

Sejalan dengan itu, Nababan (1993) berpendapat bahwa campur kode adalah
fenomena yang terjadi ketika seseorang mencampur dua (atau lebih) bahasa atau
ragam bahasa dalam suatu tindak tutur. Kita dapat melihat tren campur kode
seperti pada percakapan di bawah ini.

A: “Akhi, besok Antum sibuk, tidak? / B: “Jadwal anā kosong, Akhi. Ada apa? / A:
“Afwān, anā mau minta tolong temankan ke toko buku. / B: “Boleh Akh,
Insyaallah ana bisa”/ A: “Syukrān, Antum baik sekali” / B: “ ’Afwān” //

Kosakata-kosakata “anā”, “antum”, “Akhi”, “syukrān”, dan “‘afwān” pada contoh
di atas digunakan untuk menyatakan diri sebagai bagian dari kelompok atau
komunitas tertentu. Biasanya, kosakata bahasa Arab itu disisipkan di dalam
kalimat bahasa Indonesia.

Dalam keluarga, kedua tren tersebut sering digunakan untuk memperkuat
hubungan antarkeluarga, terutama pada keluarga yang menanamkan nilai-nilai
keislaman. Sementara itu, kosakata bahasa Arab ini digunakan sebagai sarana
komunikasi antaranggota komunitas, seperti pada organisasi Islam atau majelis di
masjid.

Pada praktiknya, penggunaan kosakata bahasa Arab di Indonesia masih
menampilkan cita rasa lokal. Misalnya, penggunaan kata ganti orang dalam
percakapan yang belum tepat penempatannya sesuai dengan kaidah bahasa
Arab.

Kata “antum” dalam bahasa Arab bermakna ‘kalian laki-laki’ (lebih dari dua
orang). Dalam penerapannya di Indonesia, kata “antum” bermakna ‘Anda (satu
orang)’ tanpa melihat lawan bicara laki-laki atau perempuan. Biasanya, hal ini
dilakukan sebagai wujud penghormatan kepada lawan bicara.

Alih kode dan campur kode bukanlah sebuah kesalahan berbahasa yang
disebabkan oleh kelemahan penguasaan bahasa oleh penutur. Hal ini sesuai
dengan pendapat Muharram (2008) sebagaimana berikut.

Alih kode bukanlah merupakan suatu kebetulan atau terjadi secara sembarang,
dan bukan pula merupakan kekacauan pemakaian bahasa seperti banyak
dikatakan orang, melainkan ditentukan oleh berbagai keadaan sosial dan
situasional serta syarat dengan makna sosial.

Biasanya, kedua tren ini lebih mudah ditemukan dalam bahasa lisan. Namun,
keduanya dapat terjadi dalam bahasa tulis jika dipengaruhi oleh alasan tertentu,
seperti tidak adanya padanan yang tepat dalam bahasa yang digunakan.

Meskipun kedua tren ini semakin marak di Indonesia, baik antara bahasa
Indonesia dengan bahasa Arab maupun dengan bahasa asing lainnya,
penggunaan bahasa Arab dalam komunikasi sehari-hari haruslah dilakukan
dengan bijak dan sesuai dengan konteks.

Hal ini karena komunikasi merupakan proses penyampaian pikiran oleh
seseorang (komunikator) kepada orang lain (komunikan). Seperti penegasan
Effendy (2005) bahwa percakapan dikatakan komunikatif apabila kedua belah
pihak, yakni komunikator dan komunikan mengerti dengan pesan yang
disampaikan.

Kita harus memahami bahwa Indonesia merupakan negara yang terdiri atas
banyak budaya dan agama sehingga penggunaan kosakata bahasa asing, dalam
hal ini bahasa Arab, harus menyesuaikan dengan lawan bicara, situasi, dan
kondisi, tentunya tetap mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia.

Pada butir ketiga Sumpah Pemuda, bahasa Indonesia telah disepakati sebagai
bahasa persatuan. Oleh karena itu, bahasa Indonesia harus menjadi prioritas
dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sementara itu, dalam lingkup keluarga atau komunitas, kita dapat melestarikan
penggunaan bahasa daerah. Kedua hal ini tidak menafikan bahwa kemampuan
berbahasa asing harus kita kuasai untuk bersaing di tingkat global. Dalam
konteks bahasa Arab, bahasa ini dapat menjadi alat untuk memperkuat identitas
keislaman, mempererat hubungan dengan sesama Muslim, dan memperkuat
nilai-nilai keislaman, sambil tetap mempertahankan persatuan dan kesatuan
bangsa. (*)

Oleh: Erwin Maulana Sadewo
Pengkaji Bahasa dan Sastra, Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau

Mahasiswa Tanjungpinang Mengakses UKBI Adaptif Merdeka

0
Tim KKLP UKBI foto bersama Direktur dan Wakil Direktur Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang pada Rabu (07/06). f: Istimewa

batampos – Tim KKLP UKBI Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau, Novianti dan Ardito pada Selasa (7/6) melakukan kunjungan ke dua perguruan tinggi di Tanjungpinang, yaitu STIE Pembangunan dan Poltekkes Kemenkes.

Kunjungan tersebut dalam rangka koordinasi terkait pelaksanaan sosialisasi dan tes UKBI Adaptif Merdeka di kedua kampus tersebut pada minggu kedua bulan Mei 2023.

Baca juga: Tim Pembinaan Bahasa Beraudiensi ke Empat Sekolah di Kota Batam

Saat ini mahasiswa yang telah mengikuti UKBI mendapatkan sertifikat yang dapat digunakan sebagai sertifikat pendamping ijazah dan syarat penyusunan/sidang skripsi. Selain itu, sertifikat UKBI dapat menjadi prasyarat seleksi masuk calon mahasiswa.

Pada kunjungan tersebut Tim UKBI disambut baik oleh Direktur P4S dan Kerja Sama STIE Pembangunan, Bapak Satriadi beserta staf, dan Direktur Poltekkes, Bapak Iwan Iskandar beserta staf.

Selain itu, dalam kesempatan tersebut dibahas potensi kerja sama antarlembaga terkait program kebahasaan dan kesastraan, selain UKBI, seperti pembinaan karya tulis ilmiah, penerjemahan, serta program magang. (*)

BP Batam Terima Kunjungan DPRD Provinsi Kalimantan Tengah

0
bp batam 9
Direktur BUP, Dendi Gustinandar (empat dari kanan) menerima cenderamata dari Ketua Komisi IV DPRD Kalteng, M. Sriosako. Foto: BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Badan Usaha Pelabuhan (BUP) menerima kunjungan kerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (8/6/2023).

Dipimpin oleh Ketua Komisi IV DPRD Kalteng, M. Sriosako, kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka komparasi pengelolaan dan pengembangan pelabuhan serta pembangunan infrastruktur jalan.

“Kami dengar pembangunan Batam saat ini begitu pesat, oleh karena itu kami berkunjung ke sini untuk mengetahui lebih banyak soal pengelolaan pelabuhan dan pembangunan jalan raya dengan harapan ilmu yang kami terima dapat diterapkan di daerah kami yang juga memiliki beberapa pelabuhan di sungai Kalimantan,” ujar Sriosako.

Baca Juga: Pastikan Sesuai Rencana, Kepala BP Batam Tinjau Pembangunan Infrastruktur

Sriosako turut mengatakan pihaknya telah mengunjungi Pemerintah Provinsi Bali dalam rangka studi pengembangan wisata dan saat ini Batam dijadikan sebagai tempat untuk studi infrastruktur.

“Kami sudah ke Bali sebelumnya untuk mempelajari pengembangan pariwisata dan Batam sekarang kami jadikan tujuan studi insfrastruktur, harapannya kami dapat mengkolaborasi hasil-hasil studi ini untuk mengembangkan Provinsi Kalimantan Tengah,” harap Sriosako.

Menanggapi ucapan Sriosako, Direktur BUP, Dendi Gustinandar, menuturkan pihaknya sangat senang jika Batam dijadikan tempat untuk melakukan studi pengembangan infrastruktur oleh daerah lain.

Baca Juga: Desain Terminal Dua Bandara Hang Nadim Menunggu Review BP Batam

“Terima kasih DPRD Provinsi Kalimantan Tengah sudah berkunjung ke BP Batam dalam rangka studi terkait infrastruktur,” tutur Dendi.

“Mudah-mudahan pembangunan Batam yang begitu pesat di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam, Bapak Muhammad Rudi dapat memotivasi serta men jadi percontohan bagi daerah lain dalam membangun dan mengembangkan daerahnya,” katanya lagi.

Di lain kesempatan, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, bahwa pembangunan Batam yang begitu pesat di era kepemimpinannya ini adalah sebagai persiapan di masa mendatang agar daya saing Batam yang memiliki lokasi sangat strategis dapat meningkat.

Baca Juga: BP Batam dan PT Jaya Samudra Karunia Gas Teken Perjanjian Sewa Penyediaan Infrastruktur Terminal Curah Cair Kabil

“Infrastruktur sudah kami siapkan untuk generasi penerus agar daya saing Batam dapat meningkat, khususnya di Asia Tenggara,” ungkap Rudi.

“Mudah-mudah dengan pembangunan Batam yang begitu pesat saat ini, investasi maupun ekonomi masyarakat dapat terus bertumbuh agar peningkatan ekonomi Batam pada umumnya dapat meningkat secara berkelanjutan,” pungkas orang nomor satu di Batam ini.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kasubdit. Pembangunan Gedung dan Utilitas, Harry Prasetyo Utomo; Kasubdit. Pembangunan Jalan dan Jembatan, Himawansyah Putra ; serta beberapa Pejabat Tingkat IV di lingkungan BUP BP Batam.(*)

BP Batam Terima Kunjungan DPRD Provinsi Kalimantan Tengah

0
bp batam 9
Direktur BUP, Dendi Gustinandar (empat dari kanan) menerima cenderamata dari Ketua Komisi IV DPRD Kalteng, M. Sriosako. Foto: BP Batam untuk Batam Pos

batampos – Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Badan Usaha Pelabuhan (BUP) menerima kunjungan kerja Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis (8/6/2023).

Dipimpin oleh Ketua Komisi IV DPRD Kalteng, M. Sriosako, kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka komparasi pengelolaan dan pengembangan pelabuhan serta pembangunan infrastruktur jalan.

“Kami dengar pembangunan Batam saat ini begitu pesat, oleh karena itu kami berkunjung ke sini untuk mengetahui lebih banyak soal pengelolaan pelabuhan dan pembangunan jalan raya dengan harapan ilmu yang kami terima dapat diterapkan di daerah kami yang juga memiliki beberapa pelabuhan di sungai Kalimantan,” ujar Sriosako.

Baca Juga: Pastikan Sesuai Rencana, Kepala BP Batam Tinjau Pembangunan Infrastruktur

Sriosako turut mengatakan pihaknya telah mengunjungi Pemerintah Provinsi Bali dalam rangka studi pengembangan wisata dan saat ini Batam dijadikan sebagai tempat untuk studi infrastruktur.

“Kami sudah ke Bali sebelumnya untuk mempelajari pengembangan pariwisata dan Batam sekarang kami jadikan tujuan studi insfrastruktur, harapannya kami dapat mengkolaborasi hasil-hasil studi ini untuk mengembangkan Provinsi Kalimantan Tengah,” harap Sriosako.

Menanggapi ucapan Sriosako, Direktur BUP, Dendi Gustinandar, menuturkan pihaknya sangat senang jika Batam dijadikan tempat untuk melakukan studi pengembangan infrastruktur oleh daerah lain.

Baca Juga: Desain Terminal Dua Bandara Hang Nadim Menunggu Review BP Batam

“Terima kasih DPRD Provinsi Kalimantan Tengah sudah berkunjung ke BP Batam dalam rangka studi terkait infrastruktur,” tutur Dendi.

“Mudah-mudahan pembangunan Batam yang begitu pesat di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam, Bapak Muhammad Rudi dapat memotivasi serta men jadi percontohan bagi daerah lain dalam membangun dan mengembangkan daerahnya,” katanya lagi.

Di lain kesempatan, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, bahwa pembangunan Batam yang begitu pesat di era kepemimpinannya ini adalah sebagai persiapan di masa mendatang agar daya saing Batam yang memiliki lokasi sangat strategis dapat meningkat.

Baca Juga: BP Batam dan PT Jaya Samudra Karunia Gas Teken Perjanjian Sewa Penyediaan Infrastruktur Terminal Curah Cair Kabil

“Infrastruktur sudah kami siapkan untuk generasi penerus agar daya saing Batam dapat meningkat, khususnya di Asia Tenggara,” ungkap Rudi.

“Mudah-mudah dengan pembangunan Batam yang begitu pesat saat ini, investasi maupun ekonomi masyarakat dapat terus bertumbuh agar peningkatan ekonomi Batam pada umumnya dapat meningkat secara berkelanjutan,” pungkas orang nomor satu di Batam ini.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Kasubdit. Pembangunan Gedung dan Utilitas, Harry Prasetyo Utomo; Kasubdit. Pembangunan Jalan dan Jembatan, Himawansyah Putra ; serta beberapa Pejabat Tingkat IV di lingkungan BUP BP Batam.(*)

Dapat Dukungan Perindo, Ganjar Yakin Menang Satu Putaran

0
Bakal capres Ganjar Pranowo di kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (9/6). ( Ridwan)

batampos – Partai Perindo telah resmi menyatakan dukungan kepada Ganjar Pranowo sebagai calon presiden (capres) 2024. Ganjar menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan.

“Terima kasih atas kepercayaan dan dukungan dari Pak Hary Tanoe, Perindo kepada saya sebagai calon presiden,” kata Ganjar di kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (9/6).

Ganjar pun meyakini, Perindo akan lolos parliamentary threshold atau ambang batas lolos parlemen 4 persen pada 2024 mendatang. Menurut Ganjar banyaknya dukungan partai politik terhadap dirinya semakin yakin untuk memenangkan Pilpres 2024 satu putaran.

“Kalau kita berkunjung ke daerah, kita mengkonsolidasi partai, kita bertemu pada saat pertemuan kita mampir berkordinasi dengan PPP, rasanya sekarang nambah dengan Perindo, sehingga kita bisa mendapat masukan dan insyaAllah kita akan memenangkan ini satu putaran,” tegas Ganjar.

Gubernur Jawa Tengah itu pun memastikan, akan melanjutkan semua program yang sudah dijalankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) jika terpilih sebagai Presiden 2024.

“Ada PR (pekerjaan rumah) besar yang harus kita tuntaskan, Pak Jokowi membuat program demikian tidak mudahnya dan tentu saja satu terkait dengan pembangunan akses, konektivitas yang sudah terjadi dengan infrastruktur yang hari ini sampai ke desa, ada juga PR yang musti kita tuntaskan IKN,” tutur Ganjar.

Sebelumnya, Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo secara resmi menyatakan dukungan terhadap bakal calon presiden (capres) Ganjar Pranowo di Pemilu 2024. Dukungan ini disampaikan saat Hary Tanoe bersama jajaran elite partainya menyambangi kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (9/6).

“Kerja sama politik ini adalah kerja sama dalam kaitannya pilpres untuk mengusung Bapak Ganjar Pranowo pemenangan sebagai Calon Presiden Indonesia 2024,” ungkap Hary Tanoe.

Kerja sama politik itu disepakati dalam nota kesepahaman yang ditandangani langsung oleh Hary Tanoe dan Ketua Umum PDIP Megawati. Hary Tanoe menerangkan, sebelum memutuskan untuk mendukung Ganjar, Perindo terlebih dahulu melakukan safari politik dengan partai lain.

“Pada akhirnya putusan jatuh untuk bermitra kerja sama politik degan PDI Perjuangan,” pungkas Hary Tanoe.(*)

Reporter:JP Group

Ini Penjelasan Bea Cukai Batam Terkait Tudingan Penggelapan Barang Lelangan

0
Bea Cukai Batam
Ilustrasi. Kantor Bea Cukai Kota Batam. Foto: Messa Haris/batampos.co.id

batampos – Bea Cukai Batam dituding melakukan penggelapan terhadap barang lelangan. Barang tersebut berupa 5 unit mobil sport atau mobil mewah yang dilelang pada Oktober 2021 lalu.

Diketahui, 5 unit mobil yang dituding digelapkan tersebut merupakan penindakan hasil sinergi Bea Cukai Batam bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri dan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut IV Tanjung Pinang periode 2018-2019.

“Informasi (penggelapan barang lelang) itu tidak benar,” ujar Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam, M. Rizki Baidillah, Kamis (8/6/2023).

Baca Juga: Atasi Krisis Air di Tanjunguncang, BU SPAM Maksimalkan Air Baku Dekat Batamec

Ia menjelaskan, dalam kegiatan lelang, BC Batam tidak akan bisa melakukan kecurangan. Sebab, seluruh data lelang terdata di Kantor Pelayaan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

“Pasti terdata di sana (KPKNL). Kita tidak bisa melakukan lelang sendiri,” katanya.

Sebelumnya, 5 unit mobil tersebut berhasil dilelang dan terkumpul Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp 5,869 miliar.

Baca Juga: Ditlantas Polda Kepri Berikan Penyuluhan Para Pengemudi Truk Muatan di Pasir Putih

Adapun 5 unit kendaraan tersebut, Nissan GTR Bar – 34 ditawarkan dengan harga limit Rp529.381.000 dan berhasil terjual dengan harga Rp2.710.99.678.

Kemudian Mobil Nissan GTR E-BCNR-33 ditawarkan dengan harga limit Rp470.561.000 berhasil terjual dengan harga Rp1.890.123.456. Mobil BMW 335i (seri 3) ditawarkan dengan harga limit Rp198.000.000 berhasil terjual dengan harga Rp227.900.000.

Kendaraan bermotor roda dua merek BMW R60 ditawarkan dengan harga limit Rp28.944.000 dan berhasil terjual dengan harga Rp252.002.000.

Baca Juga: Kondisi Korban Kejahatan Seksual di Pesantren Nongsa Belum Pulih Seutuhnya

Serta kendaraan bermotor roda empat dalam keadaan tidak utuh dan terurai merek Detomasso 874 Pantera ditawarkan dengan harga limit Rp95.428.000 berhasil terjual dengan harga Rp788.888.888.

“Sudah kita serahkan ke KPKNL. Jadi itu tugas mereka,” ungkapnya.

Baca Juga: Pemko Batam Gelar Pasar Murah Selama Dua Minggu, Catat Tanggal dan Lokasinya

Rizki mengaku saat ini banyak informasi yang diterima masyarakat terkait pelelangan barang tegahan. Namun, ia memastikan informasi tersebut hoaks atau tidak benar.

“Banyak yang mengatas namakan kita (BC). Kalau terkait lelang ini gampang saja, tinggal kroscek,” tutupnya.(*)

Reporter: Yofi Yuhendri