
batampos-Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPP) Provinsi Kepri, Sayed Waihidin mengatakan, Pemprov Kepri tengah menggesa proyek pembangunan jaringan pipa utama di Jalann DI. Panjaitan, Tanjungpinang. Proses lelang ditargetkan tuntas pada bulan Juni 2023 ini.
“Tahun ini, kita mulai untuk membantu PDAM Tirta Kepri mengatasi persoalan kebocoran pipa yang berada di badan jalan, dengan membangun jaringan baru,” ujar Sayed Wahidin, Minggu (11/6) di Tanjungpinang.
Dijelaskannya, pekerjaan ini merupakan salah satu program strategis Pemprov Kepri di tahun 2023 ini. Menurutnya, untuk menggantikan jaringan pipa yang berada di badan jalan masih membutuhkan biaya yang cukup besar. Bagi menyiasati ini, pekerjaan dilakukan secara bertahap.
BACA JUGA:Pengurasan Bak Reservoir, PDAM Stop Distribusi Air Bersih Selama 4 Jam
“Tahun ini, target kita memang menyelesaikan pekerjaan dari km 8-km 10. Kemudian tahun depan, jika kondisi anggaran memungkinkan dilanjutkan dari km 6-km 8,” jelasnya.
Disebutkannya, lewat APBD TA 2023 ini, Pemprov Kepri sudah mengalokasi anggaran sebesar Rp14 miliar lebih untuk pekerjaan tersebut. Kenapa pembangunan jaringan baru di Jalan DI. Panjaitan menjadi prioritas? Karena tingkat kebocoran yang tinggi terjadi disepanjang jalan ini.
“Pulau Bintan, khususnya Tanjungpinang sedang mengalami defisit air bersih. Sementara banyak air terbuang, karena kebocoran pipa,” jelasnya lebih lanjut.
Lebih lanjut katanya, update dari PDAM Tirta Kepri, saat ini ada 20.000 rumah tangga masuk dalam daftar tunggu di Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang. Sehingga, persoalan ketersediaan air ini adalah masalah serius yang harus diselesaikan.
“Makanya pembangunan jaringan baru ini, menjadi salah satu atensi Pemprov Kepri di Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang,” tegasnya.
Masih kata Sayed, tingkat kebocoran PDAM Tirta Kepri dari tahun ketahun terus meningkat. Jika pada 2020 kebocoran masih pada angka 42 persen, maka pada tahun 2021 lalu menjadi 43,95 persen. Namun untuk tingkat kebocoran di tahun 2022 lalu, pihaknya belum mendapatkan data.
“Kondisi ini, disebabkanya banyak pipa primer rusak atau bocor. Pekerjaan tahun ini, adalah untuk mengatasi persoalan tersebut secaa bertahap,” tuutp Sayed Wahidin.(*)
reporter: jailani









